SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Sat Mar 13, 2010 7:10 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 29 posts ]  Go to page 1, 2  Next
Author Message
 Post subject: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Thu Sep 28, 2006 12:18 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6019
YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI


Yesus meluruskan pandangan tentang poligami dan tidak membiarkan orang-per-orang mengikuti nafsu-diri dan tegar-tengkuknya untuk mencari-cari celah berpoligami.

Sampai sekarangpun, manusia tidak berhenti berdalih bahwa poligami itu adalah bagian dari perbuatan mulia, sejajar dengan menolong, "mensedekah-kan" dirinya kepada perempuan yang belum mandiri atau para janda, atau menyeimbangkan statistik porsi wanita yang jumlahnya lebih banya ketimbang jumlah pria, dst…

Pendalihan bahkan belanjut dengan membawa keabsahan sejumlah nama-nama nabi-nabi dan raja yang berpoligami yang dicatat dalam Alkitab. Padahal poligami nabi-nabi dan praktek menceraikan istri dimasa lalu tidaklah berarti bahwa Allah pernah melegalkan hal tersebut. Tak ada sepotongpun Firman dan izin Allah untuk itu. Yesus meluruskannya dan menuding asal-usul kesalahan ini sebagai akibat dari ketegaran hati manusia yang cenderung memaksakan perceraian dan poligami :


* Matius 19:4-8
19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.



Terbukti sampai kinipun orang-orang tetap sama memaksakannya dengan pelbagai dalil.

Yesus memperingatkan agar manusia kembali kepada fitrahnya, yaitu bahwa sejak semula Allah men-design institusi perkawinan dengan mempersatukan satu orang laki-laki kepada satu orang perempuan :


* Matius 19:4-6
19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."



Begitu seriusnya persatuan dan kesatuan suami istri itu terlihat ketika Yesus mencela kasus peceraian (yang terjadi bukan karena zinah) yang sekalipun sudah terlanjur cerai, namun statusnya masih dianggapNya tetap terikat dalam kesatuan perkawinan.


STATUS-QUO ini dicerminkan lewat ayat-ayat sbb :

"Setiap orang yang menceraikan istrinya, maka ia hidup dalam perzinahan terhadap istrinya itu. Dan siapapun yang kawin dengan perempuan itu, ia berbuat zinah!" (lihat Matius 1-9; Markus 10:1-12).



MONOGAMI YESUS


* Matius 19:5
LAI TB, Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya (bentuk tunggal), sehingga keduanya itu menjadi satu daging."
KJV, And said, For this cause shall a man leave father and mother, and shall cleave to his wife: and they twain shall be one flesh?
TR, και ειπεν ενεκεν τουτου καταλειψει ανθρωπος τον πατερα και την μητερα και προσκολληθησεται τη γυναικι αυτου και εσονται οι δυο εις σαρκα μιαν
Translit, kai eipen eneken toutou kataleipsei anthrôpos ton patera kai tên mêtera kai proskollêthêsetai tê gunaiki autou kai esontai hoi duo eis sarka mian

Tunggal:
Nominatif, γυνη - gunê
Genitif, γυναικος - gunaikos
Datif, γυναικι - gunaiki
Akusatif, γυναικα - gunaika

Jamak:
Nominatif, γυναικες - gunaikes
Genitif, γυναικων - gunaikôn
Datif, γυναιξιν - gunaixin
Akusatif, γυναικας - gunaikas

Vokatif : γυναι – gunai

Kita lihat juga rujukan ayat-ayat lain dalam Perjanjian Baru :


* Efesus 5:33
LAI TB, Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu (bentuk tunggal) seperti dirimu sendiri dan isteri (bentuk tunggal) hendaklah menghormati suaminya.
KJV, Nevertheless let every one of you in particular so love his wife even as himself; and the wife see that she reverence her husband.
TR, πλην και υμεις οι καθ ενα εκαστος την εαυτου γυναικα ουτως αγαπατω ως εαυτον η δε γυνη ινα φοβηται τον ανδρα
Translit, plên kai humeis hoi kath ena ekastos tên heautou gunaika houtôs agapatô hôs heauton ê de gunê hina phobêtai ton andra


* Titus 1:6
LAI TB, yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu istri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib."
KJV, If any be blameless, the husband of one wife, having faithful children not accused of riot or unruly.
TR, ει τις εστιν ανεγκλητος μιας γυναικος ανηρ τεκνα εχων πιστα μη εν κατηγορια ασωτιας η ανυποτακτα
Translit, ei tis estin anegklêtos mias gunaikos anêr tekna ekhôn pista mê en katêgoria asôtias ê anupotakta


Itulah monogami ajaran Yesus yang tidak berkompromi dengan pelbagai akal-akalan zinah dan cerai-modern yang mengatasnamakan macam-macam istilah dan "kepraktisannya", antara lain :

1. Poligami sosial, demi menolong si-dia dan/ atau keluarganya
2. Kawin kontrak, demi menghindari zinah kepelacuran, atau melonggarkan ikatan seumur hidup yang sulit diantisipasikan.
3. Free-sex atas dasar suka-sama suka, tak akan merugikan siapa-siapa, mutlak urusan prive.
4. Kumpul-kebo, uji-coba perkawinan untuk mengurangi resiko cerai, serta meringankan dosa zinah, dan menghemat biaya perkawinan.
5. Cerai karena tidak cocok, daripada-daripada hidup seperti di neraka, setiap hari berdosa?
6. Cerai karena mandul, kan kawin untuk itu, untuk pembenihan generasi? Dll.


Hubungan suami-istri yang dianggap tidak lagi menguntungkan, melainkan yang membawa penderitaan tragis, kini telah menjadi dasar yang absah untuk perceraian. Istilah tipuan untuk menjagoi perecraian adalah : DARI PADA. "Daripada-daripada hidup seperti di neraka, lebih baik…." dan Anda tahu apa terusan kalimatnya! (bercerai, bunuh diri, membunuh si dia, membakar/ meracuni …ooh…begitu mengerikan!).

Namun perkawinan yang dianggap gagal belum mesti gagal. Paradigma, ekspektasi (harapan) dan usaha, masih bervariasi sangat luas yang dapat diteroboskan secara determinatif didalam Tuhan. Perkawinan yang "gagal" bukanlah suatu neraka-final. Ia adalah sebuah perjalanan keras, pencobaan berat. Sebaliknya, perceraian yang "sukses", bukanlah sukses kehidupan. Malahan dihadapan Tuhan "perceraian sukses" adalah lebih gagal ketimbang "perkawinan yang dianggap gagal". Perecraian sukses ini bukan keluar dari neraka, melainkan sedang masuk kedalam neraka-zinah, baik bagi suami maupun istrinya. Tidak banyak lagi pasangan yang sadar bahwa itu adalah tipu-daya dan cengkeraman setan.

Kita percaya pasangan yang siap-siap cerai telah berjuang keras mencoba segala sesuatu. Mengandalkan teman dan famili, penasihat perkawinan, sampai-sampai kepada "orang-pintar" dan pengacara-perceraian. Namun kita lebih percaya bahwa mereka belum cukup berseru melibatkan Yesus yang Imanuel, "Allah yang menyertai kita" yang berjanji : "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5).

Suami dan istri yang siap-siap bercerai adalah orang-orang yang rebutan menempatkan dirinya masing-masing menjadi penguasa rumah-tangga. Mereka lupa bahwa Tuhanlah kepala-keluarganya yang sejati, sebab cinta dan perkawinan itu adalah design Tuhan. Namun seringkali Tuhan tidak dilibatkan dalam kasus yang satu ini secara memadai, dalam kuasa Roh Kudus. Padahal Yesus berjanji bahwa : "Bapa akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."(Lukas 11:13). Dan Dia membuktikannya kepada murid-muridNya : "Terimalah Roh Kudus" (Yohanes 20:22) yang memampukan murid-murid ini menghadapi segala medan perjuangan tanpa kecuali, hingga mati! Ini adalah kuasa ilahi yang memampukan kita untuk mematahkan supremasi setan, yang tidak bisa kita patahkan sendirian dengan akal Einstein. Sebab "segala perkara dapat kutangung didalam Dia (bukan diluarnya) yang memberi kekuatan kepadaku" (Filipi 3:14). Sangat banyak sekali kesaksian yang bisa diberikan, bahwa jiwa yang tak putus-putusnya menjerit memohon belas-kasih Tuhan – Sang designer perkawinan – mendapati rumah-tangganya dipulihkan kembali pada saat yang "mustahil".




Disalin dari :
- Buku, Yesus menyaksikan Yesus, Samawi Tada, Halaman 94-97.
- Yohannes/ Biblika




Artikel terkait :

Ucapan Yesus yang Sulit, 12 : Perceraian dan Pernikahan Kembali, di 12-perceraian-dan-pernikahan-kembali-vt1010.html#p3124


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Thu May 07, 2009 10:29 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Thu Feb 19, 2009 4:21 am
Posts: 75
Shalom pak BP,

Ada timbul beberapa pertanyaan nih,

1. Orang Kristen tidak boleh bercerai trus kawin lagi dengan orang laen karena itu di anggap nya sama saja berzinah kan? Nah bagaimana dengan orang yang belum mengenal Yesus sudah kawin cerai duluan lalu mengenal Yesus? Katakan lah orang yang sudah terlanjur bercerai dan kawin lagi dengan orang lain, bahkan sudah punya anak segala.

2. Bila kita berpandangan Monogami, bagaimana dengan tokoh2 alkitab yang poligami? seperti braham, yakub, daud, bahkan salomo yang paling buanyak hehehe :)

3. Bila kita berpandangan Monogami juga, bagaimana dengan orang2 yang sebelum percaya kepada Kristus sudah ber poligami, dan setelah percaya Yesus baru tau iman Kristiani adalah monogami, bahkan orang2 seperti ini ada yang jadi pendeta segala.

sampai di sini dulu pertanyaan saya pak BP


GBU n thx


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Thu May 07, 2009 1:19 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun May 25, 2008 7:32 pm
Posts: 142
Saya sendiri belum menikah, namun kalau boleh sumbang pandangan ...
danielyuwono wrote:
1. Orang Kristen tidak boleh bercerai trus kawin lagi dengan orang laen karena itu di anggap nya sama saja berzinah kan? Nah bagaimana dengan orang yang belum mengenal Yesus sudah kawin cerai duluan lalu mengenal Yesus? Katakan lah orang yang sudah terlanjur bercerai dan kawin lagi dengan orang lain, bahkan sudah punya anak segala.


Orang tersebut setelah mengetahui kebenaran Firman Tuhan dan telah menyadari kekeliruannya, maka secara pribadi dia harus meminta pengampunan dosa atas perbuatannya di masa lampau..., dan dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya masa lampau, terutama terhadap anaknya

1 Yohanes 1:9
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

danielyuwono wrote:
2.Bila kita berpandangan Monogami, bagaimana dengan tokoh2 alkitab yang poligami? seperti braham, yakub, daud, bahkan salomo yang paling buanyak hehehe :)


Tokoh-tokoh alkitab tersebut, berpoligami bukan bertujuan untuk memenuhi kehendak/perintah Tuhan , namun atas Kehendak bebas diri mereka sendiri (koreksi jika saya salah), bahkan seperti daud dan salomo pun jatuh kedalam dosa , disebabkan sikap poligaminya ...
danielyuwono wrote:
3. Bila kita berpandangan Monogami juga, bagaimana dengan orang2 yang sebelum percaya kepada Kristus sudah ber poligami, dan setelah percaya Yesus baru tau iman Kristiani adalah monogami, bahkan orang2 seperti ini ada yang jadi pendeta segala.


Yang terpenting , orang tesebut sudah bertobat ... bahkan seperti yang saudara bilang, ada yang jadi pendeta....
andaikata dia jadi pendeta dan masih mau berpoligami !! nah ini baru dipertanyakan.....



contoh kasus :

misalkan Pak Pujinono seseorang yang sudah memiliki 4 istri , dan dari masing-masing istri itu, dia sudah memiliki anak...
suatu saat , Pujinono mengalami pertobatan dan menjadi kristen....
apa yang harus dilakukan Pujinono, terhadap istri-istrinya ???

kalau menurut pandangan saya (koreksi jika saya salah) :

a. Pujinono dapat menceraikan ke empat istrinya .....
alasan saya , karena pernikahan sebelumnya antara pujiono dan ke empat istri tersebut bukanlah pernikahan yang diberkati digereja, dan hanya merupakan pernikahan dengan aturan-aturan duniawi...
namun Pujiono tetap harus bertanggung jawab terhadap Istri dan anak-anaknya terutama dari segi material , tentunya Pujiono tidak lagi hidup seperti suami-istri dengan istri yang telah diceraikannya..

b. Jika Pujiono memilih salah satu dari istrinya lalu diberkati di Gereja, itu yang menjadi istrinya yang sah ..

pandangan saya sendiri belum tentu tepat, apa ada pandangan lainnya ??


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Thu May 07, 2009 5:15 pm 
Offline

Joined: Tue Jan 06, 2009 3:38 pm
Posts: 5
saya sependapat dengan ulasan dear pernah muda.
yang perlu diperhatikan lebih lagi bahwa setiap tindakan yg dilakukan oleh manusia pasti ada konsekuensi tanggung jawab terhadap Tuhan.
tidak segampang membalikkan telapak tangan, kendati telah mengaku tobat dan berserah pada penebusan darah Tuhan Yesus Kristus :wink:


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Fri May 08, 2009 6:21 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Thu Feb 19, 2009 4:21 am
Posts: 75
pernah_muda wrote:
Saya sendiri belum menikah, namun kalau boleh sumbang pandangan ...
danielyuwono wrote:
1. Orang Kristen tidak boleh bercerai trus kawin lagi dengan orang laen karena itu di anggap nya sama saja berzinah kan? Nah bagaimana dengan orang yang belum mengenal Yesus sudah kawin cerai duluan lalu mengenal Yesus? Katakan lah orang yang sudah terlanjur bercerai dan kawin lagi dengan orang lain, bahkan sudah punya anak segala.


Orang tersebut setelah mengetahui kebenaran Firman Tuhan dan telah menyadari kekeliruannya, maka secara pribadi dia harus meminta pengampunan dosa atas perbuatannya di masa lampau..., dan dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya masa lampau, terutama terhadap anaknya

1 Yohanes 1:9
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.


Ya, yang ini saya juga berpikir demikian, ini seperti pandangan kebanyakan orang, tadi nya saya mengharapkan ada suatu pandangan laen yang lebih eksplisit bagi saya, ada pendapat lain?

pernah_muda wrote:
danielyuwono wrote:
2.Bila kita berpandangan Monogami, bagaimana dengan tokoh2 alkitab yang poligami? seperti braham, yakub, daud, bahkan salomo yang paling buanyak hehehe :)


Tokoh-tokoh alkitab tersebut, berpoligami bukan bertujuan untuk memenuhi kehendak/perintah Tuhan , namun atas Kehendak bebas diri mereka sendiri (koreksi jika saya salah), bahkan seperti daud dan salomo pun jatuh kedalam dosa , disebabkan sikap poligaminya ...


Ya, ini saya bisa mengerti, lalu kenapa di kita TAURAT ada aturan tentang poligami ya? blum lagi tentang budak yang di kawin? Apa karena KETEGARAN HATIMU maka Musa menulis POLIGAMI?

pernah_muda wrote:
danielyuwono wrote:
3. Bila kita berpandangan Monogami juga, bagaimana dengan orang2 yang sebelum percaya kepada Kristus sudah ber poligami, dan setelah percaya Yesus baru tau iman Kristiani adalah monogami, bahkan orang2 seperti ini ada yang jadi pendeta segala.


Yang terpenting , orang tesebut sudah bertobat ... bahkan seperti yang saudara bilang, ada yang jadi pendeta....
andaikata dia jadi pendeta dan masih mau berpoligami !! nah ini baru dipertanyakan.....



contoh kasus :

misalkan Pak Pujinono seseorang yang sudah memiliki 4 istri , dan dari masing-masing istri itu, dia sudah memiliki anak...
suatu saat , Pujinono mengalami pertobatan dan menjadi kristen....
apa yang harus dilakukan Pujinono, terhadap istri-istrinya ???

kalau menurut pandangan saya (koreksi jika saya salah) :

a. Pujinono dapat menceraikan ke empat istrinya .....
alasan saya , karena pernikahan sebelumnya antara pujiono dan ke empat istri tersebut bukanlah pernikahan yang diberkati digereja, dan hanya merupakan pernikahan dengan aturan-aturan duniawi...
namun Pujiono tetap harus bertanggung jawab terhadap Istri dan anak-anaknya terutama dari segi material , tentunya Pujiono tidak lagi hidup seperti suami-istri dengan istri yang telah diceraikannya..

b. Jika Pujiono memilih salah satu dari istrinya lalu diberkati di Gereja, itu yang menjadi istrinya yang sah ..

pandangan saya sendiri belum tentu tepat, apa ada pandangan lainnya ??


Sebenarnya pertanyaan saya lebih spesifik lagi maksutnya pak, begini, maksut bapak "tidak lagi hidup seperti suami istri" tuh apa ya pak? tidak melakukan HUBUNGAN SUAMI-ISTRI dan tidak selayak nya seperti suami istri??? Oke kalo misal nya suami nya merasa dia bersalah sehingga menerima konsekuensi itu. Lalu si istri bagaimana? Dia yang di dua in, atau di tiga in, atau di empat in, bukan kah tidak adil kalo hanya salah satu saja yang hidup selayak nya suami istri??? kan dulu sama2 tidak tahu yang bener yang mana yang salah yang mana pak??? kalau ada 1 istri saja yang tidak menanggung kesalahan yang sama terhadap istri2 yang laen, kan tidak adil ???

Atau menurut bapak, istri yang laen yang tidak di nikah secara KRISTEN boleh kawin lagi dengan laki2 laen karena kemaren itu dianggap berzinah dan tidak sah perkawinan nya?

mohon penjelasan pandangan nya, thx bapak :)


GBU


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Fri May 08, 2009 12:32 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun May 25, 2008 7:32 pm
Posts: 142
danielyuwono wrote:
Ya, ini saya bisa mengerti, lalu kenapa di kita TAURAT ada aturan tentang poligami ya? blum lagi tentang budak yang di kawin? Apa karena KETEGARAN HATIMU maka Musa menulis POLIGAMI?


Matius 19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
yang harus kita tanamkan dalam hati kita adalah yg digaris bawahi diatas , bahwa sejak awal Tuhan tidak menghendaki perceraian..
* Maleakhi 2:16
Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel -- juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!


Kita sudah tahu apa yang Tuhan mau, lalu buat apa kita berbuat apa yang Tuhan tidak inginkan kita perbuat ?

Mengenai Taurat, kita samakan presepsi dulu ..
Jika Sepuluh Firman diibaratkan sebagai Undang-undang Dasarnya, maka Peraturan pemerintah bagi bangsa israel pada masa itu yang berisi mengenai aturan-aturan mengenai budak dan masalah cerai kawin yang saudara maksud , terdapat pada misvot yang berjumlah 613
613-mitsvot-vt218.html

Sebagai contoh, aturan mengenai rajam..
Ulangan 22:24 maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati ....
bandingkan dengan :
Yohanes 8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."

Pertanyaanya hampir sama....
mengapa di Taurat diperintahkan untuk merajam ? boleh dong orang kristen ikut merajam
mengapa pada masa itu ada surat cerai ? boleh dong orang kristen kawin cerai
mengapa ada aturan tentang mengawini budak ? boleh dong kita memperbudak dan bercara hidup layaknya zaman perbudakan

Pandangan saya (koreksi jika salah) :
Peraturan yang ada pada masa itu, perlu untuk membentuk prilaku bangsa Israel mula-mula.
Peraturan yang ada adalah untuk merespon Ketidak aturan cara hidup bangsa israel pada masa itu.
sehingga ketetapan dan peraturan2 yang ada pada masa itu, adalah tepat pada zamannya..

Melalui Yesus Kristus , kita telah menyadari apa kehendak Tuhan dalam hidup kita , lalu buat apa Kita perbuat apa yang Tuhan tidak inginkan kita perbuat ?
Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.



danielyuwono wrote:
Sebenarnya pertanyaan saya lebih spesifik lagi maksutnya pak, begini, maksut bapak "tidak lagi hidup seperti suami istri" tuh apa ya pak? tidak melakukan HUBUNGAN SUAMI-ISTRI dan tidak selayak nya seperti suami istri??? Oke kalo misal nya suami nya merasa dia bersalah sehingga menerima konsekuensi itu. Lalu si istri bagaimana? Dia yang di dua in, atau di tiga in, atau di empat in, bukan kah tidak adil kalo hanya salah satu saja yang hidup selayak nya suami istri??? kan dulu sama2 tidak tahu yang bener yang mana yang salah yang mana pak??? kalau ada 1 istri saja yang tidak menanggung kesalahan yang sama terhadap istri2 yang laen, kan tidak adil ???


Jika Pujiono dan ke empat istrinya bertobat dan menjadi kristen , justru itu akan lebih mudah, dan malah tidak ada yang disakiti ..
karena semua pihak menyadari apa yang mereka perbuat pada masa lalu itu adalah perbuatan yang tidak Tuhan Inginkan...
jika mereka semua bertobat secara sungguh.. tentu dalam diri mereka akan ada kerelaan..

ketika sudah bertobat, yg menjadi Istri Pujinono tentunyalah yg seiman dengan dia (bukan asal-asalan lagi), dan istri2 yang sudah diceraikan dia dari perkawinan masa lalunya tentunya bebas untuk melanjutkan hidupnya (kawinlagi dsb) ...
konsekwensi keadilan disini adalah tanggung jawab pujiono secara duniawi/hukum pemerintah yang berlaku atas kesalahan masa lampaunya..

pandangan lain saya persilahkan..


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Fri May 08, 2009 1:47 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP
User avatar

Joined: Fri Mar 28, 2008 12:53 pm
Posts: 367
Dear All

disini saya tidak ingin memperdebatkan pendapat siapa yang benar atau salah.
namun kita harus hati2 dan bijaksana di dalam membahas permasalahan ini.
di dlm kasus Pujiono yang memiliki 4 istri. walau ia sudah bertobat dan merasa bahwa apa yang dilakukannya dahulu salah karena telah poligamy (tidak sesuai dgn kehendak Tuhan). namun janganlah karena merasa berdosa karena tindakannya ini lalu menceraikan keempat istrinya yang justru membuat dosa yang baru/yang lain.
atau dengan kata lain meninggalkan dosa yang lama tetapi sekaligus membuat dosa yang baru / yang lain.

dan memang tidak mudah untuk menyelesaikan masalah2 semacam ini, karena ada dilema2 yang harus dipikul dan ini konsekuensi yg harus ditanggung. jadi kita harus dengan hikmat dan bijaksana dlm kasus2 spt ini, dan tidak semudah membalik telapak tangan.
saya pribadi tidak setuju dengan orang Kristen yang berpolygami, namun saya juga tidak setuju jika setelah bertobat dengan seenaknya menceraikan istrinya.(artinya harus ada alasan yang benar2 kuat dalam hal ini).

saya ingin mengambil contoh dari pengajaran Rasul Paulus walaupun kasusnya tidak sama persis, yaitu mengenai pernikahan yg tidak seiman sewaktu sebelum bertobat dan setelah bertobat. apakah Rasul Paulus menganjurkan orang yang telah bertobat tersebut untuk menceraikan pasangannya setelah bertobat??

kemudian jika orang tsb ingin menjadi pendeta bagaimana?? saya pribadi mengajurkan orang tersebut untuk merenungkan terlebih dahulu dan mohon pimpinan Tuhan dalam hal ini.
saya disini ,tidak mengatakan bahwa orang tsb tidak boleh menjadi Pendeta, namun jika ingin jadi Pendeta jgnlah sampai menjadi batu sandungan buat umat Kristen yang lainnya. karena seorang Pendeta akan menjadi panutan dan menjadi sorotan (memang benar kita tidak boleh melihat latar belakang dosa org lain), tetapi kita juga tidak bisa memungkiri bahwa seorang Pendeta akan menjadi panutan dari jemaatnya.

Kemudian saya tidak setuju jika dikatakan bahwa pernikahan diluar gereja adalah pernikahan yang tidak sah. Jika pernikahan di luar gereja adalah pernikahan yang tidak sah maka semua anak yang dilahirkan dari pernikahan di luar gereja adalah anak hasil perzinahan.(mungkin termasuk orang Kristen yang orang tuanya beragama lain).

semoga bisa jadi bahan pertimbangan


MEN_SUPERNOVA


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Fri May 08, 2009 4:20 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Thu Feb 19, 2009 4:21 am
Posts: 75
@PERNAH_MUDA

dari semua pandangan di atas kok bagi saya masih belum memuaskan yah. Semua masih serba mengambang dan tidak eksplisit. Pak BP pernah brkata bahwa saya selalu menginginkan jawaban2 yang eksplisit hahaha :D

Mengenai pak PERNAH_MUDA ngomong, jika kita sudah tau apa yang YESUS atau TUHAN inginkan, kenapa kita musti perbuat apa yang TUHAn tidak perbuat?

Itu betul pak, justru pertanyaan saya adalah, kalo ada KASUS2 seperti ini, bagaimana kita harus perbuat sesuai dengan keinginan TUHAN, makanya saya bertanya kepada rekan2 sekalian untuk mengerti pandangan nya. Tentu saja saya bertanya dari segi ALKITABIAH nya, karena kita semua ingin melakukan yang TUHAN ingin bukan?????

Di ALKITAB PB pun tentang hal ini masih sangat2 belum eksplisit bagi saya. Artinya di dalam hukum perzinahan itu batas nya sampai mana sih orang dianggap kena hukum ZINAH ????

Trus kembali kepada TAURAT tentang budak dan kawin cerai dan poligami, berarti anda berpendapat bahwa pada jaman itu memang boleh???? atau itu karena ketegaran hati manusia juga???? atau anda menerangkan pada jaman itu memang dibuat hukum yang mem "boleh" kan itu karena manusia perlu dibentuk dulu oleh TAURAT ???? atauu....yang laen lagi????




Kembali pada kasus PUJIONO.
Kalo memang menurut bapak PERNAH_MUDA bahwa istri2 laen dari pak PUJIONO boleh menikah lagi, maka itu FAIR menurut saya sebagai manusia. Soal tangugngjawab secara "daging" itu memang harus, karena itu tetaplah tanggungjawab.

jadi menurut anda, semua orang yang menikah diluar pemberkatan KRISTEN adalah BERZINAH ???? dan Bila ada orang kristen yang mau kawin dengan orang yang bercerai di luar KRISTEN, itu hitungan nya TIDAK BERZINAH ????

mohon pencerahan nya

GBU THX :)


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Fri May 08, 2009 4:23 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Thu Feb 19, 2009 4:21 am
Posts: 75
@MEN_SUPERNOVA

Saya mo tanu tanggapan anda tentang kasus PUJIONO ini. Bagaimana tanggapan anda dan apa yang harus dilakukan oleh PUJIONO dan istri2 nya yang banyak ini heheheh :D

Anda berkata: bila menceraikan harus ada alasan yang benar2 kuat dalam hal ini. Bagaimana keterangan anda mengenai hal ini? bisa diterangkan lebih detail lagi?

thx GBU :)


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Mon May 11, 2009 8:06 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun May 25, 2008 7:32 pm
Posts: 142
Supaya tidak bias, kita samakan presepsi mengenai "zina"

Quote:
menurut Kamus Bahasa Indonesia
zi·na n 1 perbuatan bersanggama antara laki-laki dan perempuan yg tidak terikat oleh hubungan pernikahan (perkawinan); 2 perbuatan bersanggama seorang laki-laki yg terikat perkawinan dng seorang perempuan yg bukan istrinya, atau seorang perempuan yg terikat perkawinan dng seorang laki-laki yg bukan suaminya;
ber·zi·na v berbuat zina: siapa pun yg ~ akan dihukum Allah;
men·zi·nai v berbuat zina kpd (dng); menyetubuhi (meniduri, menggauli) dng tidak sah: ia disangka ~ istri tetangganya;
per·zi·na·an n perbuatan zina: tempat-tempat ~ di ibu kota ditutup



danielyuwono wrote:
Mengenai pak PERNAH_MUDA ngomong, jika kita sudah tau apa yang YESUS atau TUHAN inginkan, kenapa kita musti perbuat apa yang TUHAn tidak perbuat?


saya tidak berkata seperti itu, yg saya katakan :
Kita sudah tahu apa yang Tuhan mau, lalu buat apa kita berbuat apa yang Tuhan tidak inginkan kita perbuat
?


danielyuwono wrote:
Di ALKITAB PB pun tentang hal ini masih sangat2 belum eksplisit bagi saya. Artinya di dalam hukum perzinahan itu batas nya sampai mana sih orang dianggap kena hukum ZINAH ????


"Matius 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya."
Ada juga yang menafsirkan seperti ini..
"tiap-tiap orang yang memandang seorang perempuan serta bergerak syahwatnya, sudahlah ia berzinah dengan dia di dalam hatinya"


danielyuwono wrote:
Trus kembali kepada TAURAT tentang budak dan kawin cerai dan poligami, berarti anda berpendapat bahwa pada jaman itu memang boleh???? atau itu karena ketegaran hati manusia juga???? atau anda menerangkan pada jaman itu memang dibuat hukum yang mem "boleh" kan itu karena manusia perlu dibentuk dulu oleh TAURAT ???? atauu....yang laen lagi????


Saya berikan ilustrasi, misal ada peraturan bahwa Didalam penjara, narapidana harus diberi makan 3 kali sehari ....
apakah dengan peraturan ini, negara "membolehkan" seseorang menjadi narapidana ? atau menyarankan menjadi narapidana
jika jaman musa ada perintah untuk membuat surat cerai, tidak langsung berarti "kawin-cerai" adalah hal yang diperbolehkan..

kalau boleh bertanya , menurut pandangan pak danielyuwono apakah di Surga masih ada hukum Taurat ? kalau bisa dijelaskan pandangannya..

danielyuwono wrote:
jadi menurut anda, semua orang yang menikah diluar pemberkatan KRISTEN adalah BERZINAH ???? dan Bila ada orang kristen yang mau kawin dengan orang yang bercerai di luar KRISTEN, itu hitungan nya TIDAK BERZINAH ????


saya pun tidak pernah berkata seperti itu,

menurut pandangan saya(koreksi jika salah)

andaikan pak Haji Mamat dan Ibu hajah mimi menikah , saya tidak berpandangan mereka berzinah ..., bahkan apabila pak haji mamat menikah lagi , saya tidak berpandangan mereka berzinah...
karena apa?, ..... karena mereka tidaklah beriman kristen (mereka tidak percaya Firman Tuhan Yesus)

andaikan pak pendeta samel (kristen) , menikahi gadis-gadis ditiap pelayanannya di 33 provinsi di Indonesia, secara pribadi , saya berpandangan beliau berzinah ... karena apa ??... karena dia sudah tau firman Tuhan Yesus ..

sebagai ilustrasi :
dalam kelas balita , ada seorang anak 3 tahun mencomot eskrim temannya saat makan siang ..
saya tidak beranggapan bahwa anak tersebut pencuri,
saya beranggapan bahwa anak itu belum mengerti....

kembali kemasalah pernikahan,
Pernikahan kristen menurut pandangan saya adalah pernikahan yang melalui Pemberkatan Nikah di Gereja ..
Orang ber KTP- Kristen yang menikah di penghulu atau menikah dikasino lasvegas , bukanlah suatu pernikahan kristen ..

Pertanyaan kedua untuk pak danielyuwono, andaikan sepasang-pasangan Atheist, menikah melalui Pemberkatan Nikah di Gereja, Apakah itu suatu pernikahan Kristen ?

yang lain juga boleh berpendapat..



Tuhan memberkati


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Mon May 11, 2009 10:59 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Thu Feb 19, 2009 4:21 am
Posts: 75
pernah_muda wrote:
Supaya tidak bias, kita samakan presepsi mengenai "zina"

Quote:
menurut Kamus Bahasa Indonesia
zi·na n 1 perbuatan bersanggama antara laki-laki dan perempuan yg tidak terikat oleh hubungan pernikahan (perkawinan); 2 perbuatan bersanggama seorang laki-laki yg terikat perkawinan dng seorang perempuan yg bukan istrinya, atau seorang perempuan yg terikat perkawinan dng seorang laki-laki yg bukan suaminya;
ber·zi·na v berbuat zina: siapa pun yg ~ akan dihukum Allah;
men·zi·nai v berbuat zina kpd (dng); menyetubuhi (meniduri, menggauli) dng tidak sah: ia disangka ~ istri tetangganya;
per·zi·na·an n perbuatan zina: tempat-tempat ~ di ibu kota ditutup



danielyuwono wrote:
Mengenai pak PERNAH_MUDA ngomong, jika kita sudah tau apa yang YESUS atau TUHAN inginkan, kenapa kita musti perbuat apa yang TUHAn tidak perbuat?


saya tidak berkata seperti itu, yg saya katakan :
Kita sudah tahu apa yang Tuhan mau, lalu buat apa kita berbuat apa yang Tuhan tidak inginkan kita perbuat
?


danielyuwono wrote:
Di ALKITAB PB pun tentang hal ini masih sangat2 belum eksplisit bagi saya. Artinya di dalam hukum perzinahan itu batas nya sampai mana sih orang dianggap kena hukum ZINAH ????


"Matius 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya."
Ada juga yang menafsirkan seperti ini..
"tiap-tiap orang yang memandang seorang perempuan serta bergerak syahwatnya, sudahlah ia berzinah dengan dia di dalam hatinya"


duh jadi bingung pak, kalo gitu dalam pembahasan zinah ini kita mo pake standart yang mana? yang dari kamus yang anda tulis atau yang menurut alkitab? yang alkitab ini saja yah, karena memang saya mencari standart yang menurut alkitab.

hehehehe sori pak, mengenai yang TUHAN MAU itu, saya salah tulis. Maksut saya, ya justru saya kepingin tahu standart nya ALKITAB itu seperti apa sih sehingga kita bisa melakukan kehendak Tuhan, ya tho? :D

pernah_muda wrote:
danielyuwono wrote:
Trus kembali kepada TAURAT tentang budak dan kawin cerai dan poligami, berarti anda berpendapat bahwa pada jaman itu memang boleh???? atau itu karena ketegaran hati manusia juga???? atau anda menerangkan pada jaman itu memang dibuat hukum yang mem "boleh" kan itu karena manusia perlu dibentuk dulu oleh TAURAT ???? atauu....yang laen lagi????


Saya berikan ilustrasi, misal ada peraturan bahwa Didalam penjara, narapidana harus diberi makan 3 kali sehari ....
apakah dengan peraturan ini, negara "membolehkan" seseorang menjadi narapidana ? atau menyarankan menjadi narapidana
jika jaman musa ada perintah untuk membuat surat cerai, tidak langsung berarti "kawin-cerai" adalah hal yang diperbolehkan..

kalau boleh bertanya , menurut pandangan pak danielyuwono apakah di Surga masih ada hukum Taurat ? kalau bisa dijelaskan pandangannya..


ini saya jadi tambah bingung lagi pak, trus maksut anda gimana ya? mohon penjelasan lebih jelas lagi. yang eksplisit saja biar saya ngerti.
Jadi menurut anda peraturan tentang poligami dan kawin budak itu karena memang untuk yang SUDAH TERLANJUR KECEMPLUNG??? atau memang karena ketegaran hati mereka? atau karena memang hukum nya dibuat legal dulu karena TAURAT adalah untuk membentuk perilaku bangsa israel waktu itu, seperti yang anda tulis di atas?
atau ada yang laen lagi?


pernah_muda wrote:
danielyuwono wrote:
jadi menurut anda, semua orang yang menikah diluar pemberkatan KRISTEN adalah BERZINAH ???? dan Bila ada orang kristen yang mau kawin dengan orang yang bercerai di luar KRISTEN, itu hitungan nya TIDAK BERZINAH ????


saya pun tidak pernah berkata seperti itu,

menurut pandangan saya(koreksi jika salah)

andaikan pak Haji Mamat dan Ibu hajah mimi menikah , saya tidak berpandangan mereka berzinah ..., bahkan apabila pak haji mamat menikah lagi , saya tidak berpandangan mereka berzinah...
karena apa?, ..... karena mereka tidaklah beriman kristen (mereka tidak percaya Firman Tuhan Yesus)

andaikan pak pendeta samel (kristen) , menikahi gadis-gadis ditiap pelayanannya di 33 provinsi di Indonesia, secara pribadi , saya berpandangan beliau berzinah ... karena apa ??... karena dia sudah tau firman Tuhan Yesus ..

sebagai ilustrasi :
dalam kelas balita , ada seorang anak 3 tahun mencomot eskrim temannya saat makan siang ..
saya tidak beranggapan bahwa anak tersebut pencuri,
saya beranggapan bahwa anak itu belum mengerti....

kembali kemasalah pernikahan,
Pernikahan kristen menurut pandangan saya adalah pernikahan yang melalui Pemberkatan Nikah di Gereja ..
Orang ber KTP- Kristen yang menikah di penghulu atau menikah dikasino lasvegas , bukanlah suatu pernikahan kristen ..

Pertanyaan kedua untuk pak danielyuwono, andaikan sepasang-pasangan Atheist, menikah melalui Pemberkatan Nikah di Gereja, Apakah itu suatu pernikahan Kristen ?

yang lain juga boleh berpendapat..



Tuhan memberkati


Waduh kok malah dikasi pertanyaan, saya kan justru orang awam yang sedang mencari kebenaran hehehe. ya sudah lah saya jawab se kena nya, kalo menurut saya dengan jawaban awam. ATHEIS yang nikah di greja adalah pernikahan KRISTEN. trus timbul pertanyaan lagi?? hehehe... ya memang standart nya itu yang saya tanyakan pak :D


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Tue May 12, 2009 1:32 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP
User avatar

Joined: Fri Mar 28, 2008 12:53 pm
Posts: 367
danielyuwono wrote:
@MEN_SUPERNOVA

Saya mo tanu tanggapan anda tentang kasus PUJIONO ini. Bagaimana tanggapan anda dan apa yang harus dilakukan oleh PUJIONO dan istri2 nya yang banyak ini heheheh :D

Anda berkata: bila menceraikan harus ada alasan yang benar2 kuat dalam hal ini. Bagaimana keterangan anda mengenai hal ini? bisa diterangkan lebih detail lagi?

thx GBU :)


wah, kalo ada 100 kasus spt PUJIONO dan harus dicerai, maka bisa banjir janda nantinya :) (just kidding).

saya akan berikan pendapat saya pribadi (artinya pendapat saya ini bukanlah kebijakan dari gereja tertentu atau suatu pedoman tertentu) tapi semata2 hanya pendapat pribadi.

menurut saya , ya Pujiono tetap spt apa adanya tidak perlu menceraikan istrinya(apalagi jika ada banyak anak, artinya tanggung jawabnya lebih besar), karena bagi saya cerai tidak menyelesaikan masalah. yang harus dilakukan oleh Pujiono adalah mengarahkan keluarganya kepada Kristus. jika seseorang atau gereja mengatakan bahwa Pujiono harus menceraikan istrinya karena sudah bertobat dan menjadi seorang kristen, maka pertanyaan saya adalah mengapa demikian dan apa alasannya??
apakah hanya karena pujiono telah bertobat dan menjadi kristen maka ia harus menceraikan isterinya agar tidak menjadi batu sandungan buat orang lain?? atau hal ini dapat mempermalukan dirinya sbg org Kristen??atau hal2 lainnya??

menurut saya , hal tsb mungkin saja menjadi batu sandungan buat org lain atau mempermalukan dirinya sendiri sbg orang Kristen yang berpolygami, namun semua ini memang konsekuensi yg harus ditanggung oleh pujiono(atas kesalahannya di masa lalu).dan bukan membuat kesalahan yg baru.

dan spt yg saya katakan bahwa jika mau cerai maka harus ada alasan yg cukup kuat, misalnya pasangannya membuat pujiono menuju kebinasaan kekal alias menjauhkan pujiono dari Yesus Kristus.spt halnya kasus salomo yang dibujuk istrinya utk menyembah berhala sehingga salomo jauh dari Allah.
hal ini pun harus dikaji lebih lanjut, apakah kasusnya masih bisa ditangani atau tidak, artinya apakah pujiono sudah tidak bisa mengendalikan keluarganya lagi utk mengarahkannya kpd Kristus atau tidak. jika pujiono tdk bisa mengendalikan lagi maka apalah gunanya mempertahankan keluarga yg pada akhirnya menuju kpd kebinasaan.




MEN_SUPERNOVA


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Wed May 13, 2009 2:43 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Thu Feb 19, 2009 4:21 am
Posts: 75
@Pak MEN_SUPERNOVA

ya, saya mengert pandangan anda dan sangat berterimakasih atas keterangannya.

ada pertanyaan lagi neh pak:

misal kan kasus nya terjadi seperti yang pak MEN_SUPERNOVA bilang bahwa kasus "seperti itu" terjadi dan cerai. Apakah Suami yang sudah Kristen lalu bercerai tidak boleh kawin lagi? seperti kata Paulus mungkin?

thx gbu


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Thu May 14, 2009 1:11 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP
User avatar

Joined: Fri Mar 28, 2008 12:53 pm
Posts: 367
coba anda baca2 lagi di dalam Alkitab mengenai perkawinan. karena Alkitab mengilhami utk mendidik dan mengajar kita. jika anda percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang dapat mengajarkan kita maka ikutilah apa yg dikatakan oleh Alkitab dan jangan mengikuti yang lain. karena jika tidak maka akan ada konsekuensi yang akan ditanggung jika berlawanan dengan Alkitab. jadi jika pendapat saya atau yg lainnya berlawanan dengan Alkitab maka janganlah diikuti sebaliknya anda harus kembali kepada apa yg dikatakan oleh Alkitab.

saya akan berikan pendapat saya pribadi(sekali lagi ini hanya pendapat pribadi)
jika org tsb bisa tahan untuk tidak menikah, maka saya sarankan utk tdk menikah. sebaliknya jika tdk tahan terhadap segala godaan maka sebaiknya menikah daripada berzinah dan menuju kepada kebinasaan.

1 Korintus 7:9 Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.


MEN_SUPERNOVA


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Sat May 16, 2009 1:39 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Thu Feb 19, 2009 4:21 am
Posts: 75
ya memang saya percaya Alkitab sebagai kebenaran, cuman kan sering terjadi makna yang implisit atau butuh tafsir tertentu untuk meng artikan nya, beberapa ayat saya baca justru menimbulkan pertanyaan yang seperti saya kemukakan di atas.

Pernyataan anda itu tentang 1 korintus 7:9 bukannya untuk orang yang belum kawin atau untuk yang tidak bisa menguasai diri lebih baik jangan seperti Paulus (tidak kawin) ?

mohon pencerahan nya pak...

thx gbu


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Mon May 18, 2009 8:02 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP
User avatar

Joined: Fri Mar 28, 2008 12:53 pm
Posts: 367
yup , memang ayat itu di Alkitab ditujukan kpd orang yg belum menikah, dan Rasul Paulus menyarankan spt itu.

dan pendapat saya Pribadi, seorang Pria baik yang belum menikah maupun yg sudah cerai, jika tidak bisa mengendalikan dirinya sebaiknya menikah daripada menjadi spt yg dinyatakan di dlm 1 korintus 7:9 .
dan seperti yg saya katakan di dalam postingan sebelumnya, jika bisa mengendalikan diri,ya sudah lebih baik tidak nikah.



GBU
MEN_SUPERNOVA


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Fri May 22, 2009 3:20 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Thu Feb 19, 2009 4:21 am
Posts: 75
MEN_SUPERNOVA wrote:
yup , memang ayat itu di Alkitab ditujukan kpd orang yg belum menikah, dan Rasul Paulus menyarankan spt itu.

dan pendapat saya Pribadi, seorang Pria baik yang belum menikah maupun yg sudah cerai, jika tidak bisa mengendalikan dirinya sebaiknya menikah daripada menjadi spt yg dinyatakan di dlm 1 korintus 7:9 .
dan seperti yg saya katakan di dalam postingan sebelumnya, jika bisa mengendalikan diri,ya sudah lebih baik tidak nikah.



GBU
MEN_SUPERNOVA


Lalu ada ayat yang berkata kalo sudah cerai trus kawin lagi kan berzinah pak? bukankah sama saja jika sudah cerai trus kawin lagi dan tidak kawin tapi berstubuh dengan orang lain? kan sama2 zinah pak?

mohon pencerahan nya pak...

thx gbu


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Fri May 22, 2009 4:48 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP
User avatar

Joined: Fri Mar 28, 2008 12:53 pm
Posts: 367
danielyuwono wrote:
MEN_SUPERNOVA wrote:
yup , memang ayat itu di Alkitab ditujukan kpd orang yg belum menikah, dan Rasul Paulus menyarankan spt itu.

dan pendapat saya Pribadi, seorang Pria baik yang belum menikah maupun yg sudah cerai, jika tidak bisa mengendalikan dirinya sebaiknya menikah daripada menjadi spt yg dinyatakan di dlm 1 korintus 7:9 .
dan seperti yg saya katakan di dalam postingan sebelumnya, jika bisa mengendalikan diri,ya sudah lebih baik tidak nikah.



GBU
MEN_SUPERNOVA


Lalu ada ayat yang berkata kalo sudah cerai trus kawin lagi kan berzinah pak? bukankah sama saja jika sudah cerai trus kawin lagi dan tidak kawin tapi berstubuh dengan orang lain? kan sama2 zinah pak?

mohon pencerahan nya pak...

thx gbu


:) bukankah pada saat mengambil keputusan cerai-pun hal ini sudah melanggar perintah Allah?? jadi jika ingin sepenuhnya taat, ya sejak semula jangan cerai.
dan memang jika kita mengambil keputusan yg salah maka akan timbul konsekuensi2 yg harus ditanggung kemudian. spt halnya Raja Daud, pada saat ia melanggar Firman Tuhan (berdosa zinah), maka akan timbul konsekuensi berikutnya yang mengakibatkan ia harus membunuh prajuritnya sendiri (suami dari selingkuhannya), dstnya.
oleh karena itu sejak pertama saya katakan ,dalam hal ini harus bijak dlm mengambil keputusan, karena pasti ada konsekuensi yg harus ditanggung dari setiap keputusan yg diambil.

dan penjelasan saya diatas, adalah kasus dimana anda mengandaikan jika si suami mengambil keputusan cerai, dan penjelasan saya pun tdk hrs diterima mutlak karena hal ini pasti pro kontra karena memang sudah salah pada saat mengambil keputusan cerai.

GBU
MEN_SUPERNOVA


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Sun May 31, 2009 1:13 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Thu Feb 19, 2009 4:21 am
Posts: 75
Trimakasih pak, lalu...

Jika si suami sudah terlanjur cerai, bukankah secara alkitabiah seharus nya tidak kawin lagi? sebab jika kawin lagi itu sama saja dengan berzinah?

Bukan kah bapak juga setuju ayat dari Paulus itu adalah untu korang yang belum menikah?

Kalo konsekuensi memang saya percaya itu ada pak. Tapi saya ingin mengetahui dari sudut pandang alkitab yang benar itu seperti apa. Maka sampai sekarang pun, seperti nya seolah2 antara "kalo bercerai dan kawin lagi adalah zinah" dan "kecuali karena zinah" masih sangat rancu maksutnya.

Apakah bila istri berzinah lalu suami menceraikan dan suami kawin lagi itu tidak dihitung berzinah/dosa? memang TUHAN tidak menginginkan perceraian, tetapi karena di Alkitabpun ada "kecuali karena zinah" maka apakah hitungannya benar2 begitu?

mohon pencerahan nya pak.

thx pak...
GBU


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: YESUS MELURUSKAN POLIGAMI DAN KAWIN-CERAI
PostPosted: Mon Jun 01, 2009 4:44 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP
User avatar

Joined: Fri Mar 28, 2008 12:53 pm
Posts: 367
Quote:
Jika si suami sudah terlanjur cerai, bukankah secara alkitabiah seharus nya tidak kawin lagi? sebab jika kawin lagi itu sama saja dengan berzinah?

Bukan kah bapak juga setuju ayat dari Paulus itu adalah untu korang yang belum menikah?


Coba anda baca lagi postingan saya sebelum2nya. Sebenarnya saya tidak pernah menganjurkan untuk menikah lagi, bahkan saya juga tidak menganjurkan untuk cerai.(karena ini yg diajarkan oleh Alkitab ). Namun memang saya memberikan option2 setiap keputusan yang akan diambil.
Dan didalam setiap option tsb saya selalu menganjurkan yg sesuai dgn Alkitab.

Note: option yang saya berikan posisinya bukan sejajar / se-level, namun option tsb saya berikan atas dasar jika orang tsb tidak sanggup melakukan spt apa yang diajarkan Alkitab.
Artinya jika orang tsb mengambil option tsb maka sudah pasti bergeser dari apa yang diajarkan / di kehendaki Allah dan konsekuensinya memang akan timbul dosa jika mengambil option tsb.
Silakan anda baca penjelasan saya mengenai dosa
di istilah2-dosa-pengertiannya-serta-relasinya-vt2721.html

jadi jika anda bergeser dari apa yang dikehendaki Allah, maka anda sudah berdosa dihadapan Allah.

Lalu mengapa saya memberikan option tsb, option tsb saya berikan atas pertimbangan moral jika orang tsb tidak sanggup melakukan apa yang dikehendaki Allah. Jadi maksud saya adalah andaikata anda tidak bisa melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah (alias anda jatuh di dalam dosa) maka paling tidak anda mengambil option yang “memiliki moral” (hal ini pun bersifat relatif) . atau dengan kata lain “jika dilihat dari sisi manusia“ maka option yg anda ambil paling tidak masih memiliki nilai moral.

Contohnya kasus diatas, yaitu cerai. Setelah cerai saya menganjurkan utk tdk menikah lagi (ini yang dianjurkan oleh Alkitab), dan option lainnya jika anda tidak sanggup melakukan hal tsb maka saya menganjurkan utk menikah lagi.
Jadi disini saya bukan menganjurkan utk menikah lagi. Namun saya memberikan option jika anda tidak sanggup, artinya disitu anda sudah mengambil keputusan bahwa anda tidak sanggup untuk hidup sendiri / lajang. Maka disini saya baru menganjurkan ukt menikah lagi dari pada anda mengikuti nafsu tanpa menikah. Karena jika anda menikah disitu anda masih memiliki nilai moral (dari sisi manusia). Karena saya percaya sebenarnya yang salah bukan pernikahannya namun status anda sebelumnya yang membuat anda berzinah sedangkan pernikahan itu sendiri sebenarnya suci.
Jadi status anda sebelumnya yang menodai bukan pernikahan itu sendiri. Makanya saya katakan semuanya tersebut adalah konsekuensi yang harus ditanggung karena kesalahan mengambil keputusan sebelum2nya.

Jadi jika kita urut balik, mengapa menikah lagi dikatakan berzinah karena status anda yang cerai. Mengapa bisa cerai karena salah pilih pasangan hidup. Jadi sebenarnya kuncinya disini adalah anda harus benar2 saat memilih pasangan hidup yang sesuai dengan prinsip Alkitab.(namun bukan berarti segala sesuatunya akan berjalan lancar dan baik). Namun paling tidak anda sudah melakukan sesuai dengan prinsip2 Alkitab.

Jadi menurut penilaian saya , pernikahan itu sendiri suci adanya. Dan dengan menikah lebih bernilai moralitas dibandingkan anda mengumbar nafsu tanpa menikah.
Namun permasalahan pada kasus yang anda tanyakan bukanlah pada pernikahannya namun pada statusnya (cerai) yang merupakan konsekuensi dari kesalahan mengambil keputusan atau hal lainnya. Sehingga status itu lah yang menodai.


Mat 19:7-12
7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."
10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."
11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."



Dari ayat diatas maka kita mengetahui bahwa sebenarnya Allah tidak menghendaki manusia bercerai, namun semuanya karena ketegaran dari manusianya sendiri. Jika anda perhatikan kalimat Yesus pada ayat 9, disitu Yesus mengatakan “kecuali karena zinah” , disini berarti ada ketidak setiaan.

Sama halnya seperti kita yang tidak setia kepada Allah dan menyembah berhala maka kita dikatakan tidak setia. Maka kita akan dicampakkan Allah karena ketidak setiaan kita , hal ini bukan karena kehendak Allah namun secara tanpa kita sadari kitalah yang telah “memaksakan hal tsb”.

Demikian juga halnya dgn ayat ke 9 tsb, sebenarnya bukan yang setia yg menceraikan tetapi yang tidak setialah yg tanpa disadari telah menceraikan pernikahan tsb.

Jadi kalo misalkan saya ambil contoh:
Si A setia pada pasangan hidupnya yaitu B, namun B berzinah dengan C. maka A berhak menceraikan B karena berzinah (menurut ayat 9). Namun hal ini pun sebenarnya bukan kehendak A melainkan “secara tidak langsung / atau terpaksa cerai” oleh si B karena berzinah.
Jadi sebenarnya dalam kasus diatas “si B lah yang telah menceraikan si A secara tidak langsung” walaupun mungkin secara lahiriah si A menceraikan si B.
Jadi disini saya melihat sebenarnya si A tidak berdosa terhadap ketentuan yang telah ditetapkan karena sebenarnya si B lah yg telah menceraikan pernikahannya secara tidak langsung.

Apakah anda mengerti apa yang saya coba utarakan diatas??


GBU
MEN_SUPERNOVA


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 29 posts ]  Go to page 1, 2  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman