YHVH menyatakan diri-Nya sebagai Juruselamat Israel yang satu-satunya, dalam pidato peradilan pernyataan ini merupakan dukungan terhadap kesaksian yang diberikan.
* Yesaya 43:10-11 LAI TB
43:10
"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. 43:11
Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. KJV
43:10
Ye are my witnesses, saith the LORD, and my servant whom I have chosen: that ye may know and believe me, and understand that I am he: before me there was no God formed, neither shall there be after me. 43:11
I, even I, am the LORD; and beside me there is no saviour. Ben Asher Morphological Hebrew Text,:
אַתֶּם עֵדַי נְאֻם־יְהוָה וְעַבְדִּי אֲשֶׁר בָּחָרְתִּי לְמַעַן תֵּדְעוּ וְתַאֲמִינוּ לִי וְתָבִינוּ כִּֽי־אֲנִי הוּא לְפָנַי לֹא־נֹוצַר אֵל וְאַחֲרַי לֹא יִהְיֶֽה׃ ס
אָנֹכִי אָנֹכִי יְהוָה וְאֵין מִבַּלְעָדַי מֹושִֽׁיעַ׃
Translit. interlinear,
43:10
ATEM {kamu} EDAY {saksi-saksi-Ku} NE'UM-YHVH {firman TUHAN} VE'AVDI {dan hamba-Ku} ASYER {yang} BAKHARTI {telah Kupilih} LEMA'AN {harus} TED'U {mengetahui} VETA'AMINU {dan percaya} LI {kepada-Ku} VETAVINU {dan mengerti} KI-ANI {sebab Aku} HU {Dia} LEFANAY {sebelum Aku} LO-NOTSAR {tidak ada dibentuk} EL {ilah} VE'AKHARAY {dan setelah Aku} LO {tidak} YIHYEH {ada} 43:10
ANOKI {Aku} ANOKI {Aku} YHVH {TUHAN} VE'AYIN {dan tidak ada} MIBIL'ADEY {selain Aku} MOSYI {juruselamat} Septuaginta,
43:10
γενεσθε μοι μαρτυρες καγω μαρτυς λεγει κυριος ο θεος και ο παις ον εξελεξαμην ινα γνωτε και πιστευσητε και συνητε οτι εγω ειμι εμπροσθεν μου ουκ εγενετο αλλος θεος και μετ' εμε ουκ εσται43:11
εγω ο θεος και ουκ εστιν παρεξ εμου σωζωνTranslit. interlinear,
43:10
genesthe {menjadi} moi {-Ku} martures {saksi-saksi} kagô {dan -Ku} martus {saksi} legei {firman} kurios {Tuhan} ho theos {Allah} kai {dan} ho pais {hamba} hon {yang} exelexamên {Aku sudah memilih} hina {supaya} gnôte {mengetahui} kai {dan} pisteusête {percaya} kai {dan} sunête {mengerti} hoti {bahwa} egô {AKU} eimi {ADA} emprosthen {sebelum} mou {Aku} ouk {tidak} egeneto {menjadi} allos {yang lain} theos {Allah} kai {dan} met {selain} eme {Aku} ouk {tidak} estai {ada} 43:11
egô {Aku} ho theos {Allah} kai {dan} ouk {tidak} estin {ada} parex {di luar} emou {Aku} sôzôn {juruselamat} Konteks inilah yang menyentuh soal pluralisme. Yesus Kristus mengutip kata-kata yang menyebut hak
YHVH saja untuk menyelamatkan Israel dan Ia menyebut diri-Nya demikian. Dengan kata lain, di dalam Dialah akan kelihatan keselamatan dari YHVH itu. Pada saat Anak Manusia ditinggikan di atas salib, orang Yahudi akan tahu bahwa
ANOKI ANOKI YHVH VE'AYIN MIBIL'ADEY MOSYI,
"Aku, Akulah TUHAN, dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku". Septuaginta menerjemahkan
egô ho theos,
Akulah Allah. Patut diperhatikan, dalam ayat ini dan lebih jelas lagi dalam ayat di bawah ini bahwa frasa
אֲנִי־הוּא - "ANI HU" sejajar dengan frasa
אֲנִי יְהוָה - "ANI YHVH", kedua ungkapan ini tampaknya identik.
* Yesaya 52:6
LAI TB,
Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku!"
KJV,
Therefore my people shall know my name: therefore they shall know in that day that I am he that doth speak: behold, it is I.
Hebrew,
לָכֵן יֵדַע עַמִּי שְׁמִי לָכֵן בַּיֹּום הַהוּא כִּֽי־אֲנִי־הוּא הַֽמְדַבֵּר הִנֵּֽנִי׃
Translit. interlinear,
LAKEN {oleh karena itu} YEDA {akan mengenal} AMI {umat-Ku} SYEMI {nama-Ku} LAKEN {oleh karena itu} BAYOM {pada hari} HAHU {itu} KI- ANI HU, {sebab AKU-lah DIA} HAMEDABER {yang berbicara} HINENI {lihatlah}
Septuaginta (LXX),
δια τουτο γνωσεται ο λαος μου το ονομα μου εν τη ημερα εκεινη οτι εγω ειμι αυτος ο λαλων παρειμι
Translit. interlinear,
dia {oleh} touto {itu} gnôsetai {akan mengenal} ho laos {umat} mou {-Ku} to onoma {nama} mou {-Ku} en {pada} tê hêmera {hari} ekeinê {itu} hoti {bahwa} egô {AKU} eimi {ADA} autos {Dia} ho {yang} lalôn {berbicara} pareimi {lihatlah} Jika orang Yahudi yang tidak percaya kepada
Akulah Dia itu akan mati dalam dosa-dosanya, maka kita dapat menyimpulkan bahwa bila mereka percaya, mereka akan diselamatkan dari kematian yang demikian. Jadi dapat dikatakan, ucapan-ucapan
Akulah Dia ini terdapat dalam konteks pengampunan dosa. Hubungan ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" dan masalah dosa memberi kesan bahwa ucapan Akulah Dia dalam Yohanes 8:24 mengacu kepada Yesaya 43:24-25. Dalam terjemahan ayat-ayat ini dalam Septuaginta ungkapan
"εγω ειμι - egô eimi" itu terdapat dua kali.
* Yesaya 43:24-25LAI TB,
43:24
Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihanmu. Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu.43:25
Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu. KJV,
43:24
Thou hast bought me no sweet cane with money, neither hast thou filled me with the fat of thy sacrifices: but thou hast made me to serve with thy sins, thou hast wearied me with thine iniquities. 43:25
I, even I, am he that blotteth out thy transgressions for mine own sake, and will not remember thy sins. Ben Asher Morphological Hebrew Text,
לֹא־קָנִיתָ לִּי בַכֶּסֶף קָנֶה וְחֵלֶב זְבָחֶיךָ לֹא הִרְוִיתָנִי אַךְ הֶעֱבַדְתַּנִי בְּחַטֹּאותֶיךָ הֹוגַעְתַּנִי בַּעֲוֹנֹתֶֽיךָ׃ ס
אָנֹכִי אָנֹכִי הוּא מֹחֶה פְשָׁעֶיךָ לְמַעֲנִי וְחַטֹּאתֶיךָ לֹא אֶזְכֹּֽר׃
Translit., interlinear,
43:24
LO-QANITA {engkau tidak membeli} LI {bagi-Ku} VAKESEF {dengan uang} QANEH {tebu wangi} VEKHELEV {dan lemak} ZVAKHEYKA {korbanmu} LO {tidak} HIRVITANI {memuaskan Aku} AK {tetapi} HE'EVADETANI {melayani Aku} BEKHATOTEYKA {dengan dosa-dosamu} HOGATANI {menyusahkan aku} BA'AVONTEYKA {dengan kesalahanmu} 43:25
ANOKI {Aku} ANOKI {Aku} HU {Dia} MOKHEH {menghapus} FESYA'EYKA {pemberontakanmu} LEMA'ANI {untuk Aku sendiri} VEKHATOTEYKA {dan dosa-dosamu} LO {tidak} EZKOR {mengingat} Septuaginta,
43:24
ουδε εκτησω μοι αργυριου θυμιαμα ουδε το στεαρ των θυσιων σου επεθυμησα αλλα εν ταις αμαρτιαις σου και εν ταις αδικιαις σου προεστην σου43:25
εγω ειμι εγω ειμι ο εξαλειφων τας ανομιας σου και ου μη μνησθησομαιTranslit., interlinear,
43:24
oude {tidak} ektêsô {membeli} moi {aku} arguriou {uang} thumiama {ukupan} oude {tidak} to stear {lemak} tôn thusiôn {korban} sou {-mu} epethumêsa {menginginkan} alla {melainkan} en {dalam} tais hamartiais {dosa-dosa} sou {-mu} kai {dan} en {dalam} tais adikiais {kesalahan} sou {-mu} proestên sou
43:25 [color=green] egô {AKU} eimi {ADA} egô {AKU} eimi {ADA} ho {yang} exaleiphôn {menghapuskan} tas anomias {pelanggaran} sou {-mu} kai {dan} ou mê {tidak} mnêsthêsomai {mengingat}Bentuk penyelamatan yang lebih umum tersirat dalam latar belakang kata-kata Yesus Kristus dalam Yohanes 8:24. Yang dimaksud penyelamatan yang berhubungan dengan semua perkataan
Akulah Dia (Yesaya 41:4; 43:10, 13, 25; 46:4; 48:12) yang didalamnya YHVH adalah yang menciptakan segala sesuatu, yang membangkitkan Koresy untuk mengalahkan Babel, dan yang akan memulihkan kemakmuran Israel. Seluruh kuasa-Nya dipusatkan pada penyelamatan terhadap umat-Nya. Sekarang kita mendengar ucapan Yesus Kristus yang sama dalam keadaan yang sejajar, yakni YHVH yang menciptakan segala sesuatu melalui firman-Nya adalah yang menyelamatkan manusia melalui kehidupan YHVH yang menjadi manusia tersebut. Jadi kita dapat menafsirkan ucapan itu sebagai "Akulah Dia dan melalui Aku dilaksanakan penyelamatan."
Dalam ayat-ayat berikutnya YHVH berseru supaya umat-Nya mengingat Dia (Yesaya 43:26) dan memperingatkan mereka akan hukuman yang didatangkan-Nya atas orang yang berbuat dosa terdahulu. Ucapan
Akulah Dia dari kitab Yesaya ini membuat jelas peringatan Yesus Kristus bahwa orang Yahudi akan mati dalam dosa mereka, karena dalam kitab Yesaya ucapan itu terdapat dalam konteks beban dosa yang ditaruh oleh orang Yahudi pada YHVH. Tetapi mereka harus percaya kepada Dia, karena Dialah yang menghapus dosa mereka dan tidak mengingat-ingat pelanggaran mereka.
Jika ucapan Yesus Kristus
Akulah Dia dalam Yohanes 8:24 mengacu pada ayat-ayat dalam Yesaya ini dan juga kepada Yesaya 43:10, maka implikasi-implikasi yang sama dapat dikaitkan dengan ucapan
Akulah Dia dalam Yohanes 8:28. Bila Yesus Kristus berkata
"εγω ειμι - egô eimi" Ia menyamakan diri-Nya dengan YHVH yang mengampuni orang berdosa. Dengan kata lain, pada saat Yesus Kristus ditinggikan oleh orang Yahudi, akan nyata bahwa Dialah orang yang menghapus pelanggaran dan tidak mengingat-ingat dosa lagi. Tetapi mereka yang tidak percaya akan mati dalam dosa mereka.
Ada persesuaian antara kata-kata
AVIKHA HARISYON KHATA;
hoi pateres humôn prôtoi,
"Bapa leluhurmu yang pertama sudah berdosa" (Yesaya 43:27) dan
humeis oun ho heôrakate para tô patri humôn poieite,
"kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari Bapamu" (Yohanes 8:38 ).
Dalam bagian ini tidak akan dibicarakan pemakaian
"εγω ειμι - egô eimi" dalam Yohanes 13:19. Tetapi jelas bahwa frasa
percaya, bahwa Akulah Dia di sini memperoleh maknanya dari pemakaian kata-kata tersebut dalam Yohanes 8:24, 28. Interaksi antara segala ucapan
Akulah Dia dalam Injil Yohanes mengisyaratkan, bahwa implikasi latar belakangnya mempengaruhi tafsiran Yohanes 13:19 maupun ucapan
Akulah Dia yang mengakhiri Yohanes 8.
* Yohanes 8:58
LAI TB,
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada ."
KJV,
Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am.
OJBC,
Rebbe, Melech HaMoshiach said to them, 'OMEIN, OMEIN, I say to you, before Avraham came into being, ANI HU.
TR,
ειπεν αυτοις ο ιησους αμην αμην λεγω υμιν πριν αβρααμ γενεσθαι εγω ειμι
Translit. interlinear,
eipen {berkata} autois {kepada mereka} ho iêsous {Yesus} amên {Amin} amên {Amin} legô {Aku berkata} humin {kepadamu} prin {sebelum} abraam {Abraham} genesthai {menjadi} egô {AKU} eimi {ADA}LAI menerjemahkan
"εγω ειμι - egô eimi" dalam ayat ini sebagai Aku telah ada. Kontras antara
"γενεσθαι - genesthai" dan
"ειμι - eimi" dalam ucapan ini, mengingatkan kita akan kontras yang serupa dalam pendahuluan Injil Yohanes. Kontras ini berarti, dalam Yohanes 8:58, kata kerja
"ειμι - eimi" lebih ditekankan daripada kata ganti
"εγω - egô". Ucapan ini merupakan klimaks pembicaraan tentang jati diri Yesus Kristus dan merupakan jawaban atas pertanyaan "Adakah engkau lebih besar daripada bapa kita Abraham yang telah mati!". Ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" juga merupakan tanggapan terhadap pertanyaan, "Dengan siapakah engkau samakan diri-Mu?" (Yohanes 8:53). Masalah jati diri Yesus Kristus juga menimbulkan pertanyaan dalam Yohanes 8:57 yang langsung memicu jawaban
"εγω ειμι - egô eimi" ini. Dengan demikian, Yesus Kristus mengucapkan
"εγω ειμι - egô eimi" bukan hanya untuk menyatakan bahwa Ia telah ada sebelum Abraham, melainkan juga keberadaan itu tetap berlaku. Karena itu ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" ini langsung menyangkut sifat hakiki-Nya selaku YHVH.
Dapat dikatakan bahwa kata-kata ini menerangkan orang yang bagaimana Yesus Kristus itu, yakni Ia sudah ada sebelum menjadi manusia dan tidak seperti Abraham. Karena itu ucapan tersebut dapat digolongkan kepada kategori "memberi sifat". Memang Yesus Kristus tidak secara langsung menyebut diri-Nya sebagai orang yang dinantikan itu, sehingga tidak termasuk kategori "pernyataan", namun Ia menyamakan diri-Nya dengan
YHVH. Ini diperkuat oleh kenyataan bahwa orang Yahudi ingin melempari Dia. Ketika mereka hendak melempari Dia lagi mereka menyebut alasannya yaitu "karena engkau sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah" (Yohanes 10:33).
Mungkin ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" dalam Yohanes 8:58 sebaiknya tidak dianggap sebagai acuan langsung kepada salah satu ucapan dalam kitab Yesaya, melainkan sebagai perkembangan khusus dari acuan-acuan yang berkaitan dengan ucapan-ucapan lain dalam Yohanes 8. Kita dapat menelusuri hubungan-hubungan lain yang ada antara Yesaya 42-43 dan ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" yang terakhir dalam Yohanes 8 ini. Dalam terjemaian Septuaginta dari Yesaya 43:10, kata kerja ginomai, menjadi terdapat dalam ayat yang sama dengan
"εγω ειμι - egô eimi". Dalam kitab Yesaya, kedua kata kerja itu tidak dikontraskan, sehingga hubungan antara keduanya tidak meyakinkan. Targum Yesaya juga menyebutkan Abraham dalam konteks ini.
Struktur Yohanes 8 tampaknya menunjukkan bahwa kita musti menyadari adanya interaksi antara segala frasa
"εγω ειμι - egô eimi" dalam perdebatan dengan orang Yahudi ini. Ketiga pemakaian egô eimi dalam Yohanes 8:24, 28 dan 58 bersifat "mutlak" -- tidak mempunyai predikat --, sehingga ketiganya harus mengikuti bentuk yang dipakai dalam Yohanes 8:58 dan bukan bentuk kedua ayat lainnya yang sering diterjemahkan dengan cara yang bermakna ganda. Kata egô eimi adalah pengucapan nama YHVH dan istilah itu dipakai secara konsisten.
Jelaslah, frasa
"εγω ειμι - egô eimi" dalam ayat terakhir ini memaksa pembaca memahami kata-kata Yesus Kristus sebagai penyataan bahwa
Ia adalah YHVH. Reaksi orang Yahudi -- mereka mengambil batu untuk melempari Dia -- menguatkan pendapat bahwa Yesus Kristus menyamakan diri-Nya dengan
YHVH pada saat Ia mengucapkan
"εγω ειμι - egô eimi" pada bagian sebelumnya dalam Yohanes 8. Sebenarnya ini nyata juga dari bentuk ucapan terakhir ini yang berbeda sedikit dari bentuk ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" lainnya dalam Yohanes 8. Pembaca yang memahami Yohanes 8:24 dan 28 sebagai acuan kepada penyataan
YHVH yang bersifat eksklusif akan menyadari bahwa ucapan Yesus Kristus tersebut memang demikian maksudnya.
Dengan memakai kata-kata yang sama --
"εγω ειμι - egô eimi" --, Yesus Kristus menyatakan bahwa Ia sudah ada sebelum Abraham ada. Ia bukan hanya memakai kata-kata
YHVH, melainkan menyamakan diri-Nya dengan
YHVH. Orang-orang Yahudi dapat memahami makna perkataan-Nya, tetapi mereka tidak mau mengakui kesaksian-Nya benar. Karena itu mereka hendak melempari Yesus Kristus.
Ada empat implikasi dari latar belakang ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" dalam kitab Yesaya menyangkut pluralisme agama sedangkan ucapan-ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" dalam Injil Yohanes sangat relevan bagi masalah inkarnasi
YHVH. Ada pula enam ciri khas penggunaan
אֲנִי־הוּא - "ANI HU" dalam Yesaya dan kita akan memusatkan perhatian pada empat dari keenam ciri tersebut untuk memperlihatkan kesejajaran ciri-ciri itu dengan frasa
"εγω ειμι - egô eimi" dalam Injil Yohanes.
Pertama, perkataan
אֲנִי־הוּא - "ANI HU" adalah ucapan khas YHVH. Perkataan ini senantiasa diucapkan oleh YHWH saja dan dikaitkan erat dengan ungkapan lain yang dipakai oleh YHVH untuk menyatakan diri-Nya, khususnya dengan frasa
אֲנִי יְהוָה - "ANI YHVH". Frasa
אֲנִי־הוּא - "ANI HU" dalam Yesaya senantiasa diucapkan oleh
YHVH. Pernyataan ini hanya dapat diucapkan oleh
YHVH sendiri. Jika ada orang lain yang mengungkapkan kata-kata ini, maka ia menyombongkan dirinya, mencoba menyamakan dirinya dengan
YHVH, atau menggantikan-Nya. Salah satu contoh untuk ini terdapat dalam ayat di bawah ini yaitu mengutip kesombongan Babel.
* Yesaya 43:7
Oleh sebab itu, dengarlah ini, hai orang yang hidup bermanja-manja, yang duduk-duduk dengan tenang, yang berkata dalam hatimu: '(ANI) Tiada yang lain di sampingku! Aku tidak akan jadi janda dan tidak akan menjadi punah! Entah mengapa, Lembaga Alkitab membuang kata-kata
Aku ada sebelum ungkapan "Tiada yang lain di sampingku!", kita bandingkan dengan Terjemahan Lama, "Maka sekarang dengarlah ini, hai engkau yang berlezat! yang duduk dengan sentosa serta berkata dalam hatimu begini:
Aku yang demikian ini, maka seorangpun tiada yang lebih daripada-Ku; sekali-kali tiada aku akan duduk janda atau mengetahui ketiadaan anak."
Yang menarik, Yesaya di sini memakai sepatah kata
aku (ANI) untuk menyatakan
Aku ada. Jelaslah ia memperhadapkan pernyataan Babel itu dengan
אֲנִי־הוּא - "ANI HU" yang diucapkan YHVH, namun ia tidak membiarkan seorang pun kecuali YHVH memakai frase tersebut.
Kita perhatikan, frase
אֲנִי־הוּא - ANI HU" (
Akulah Dia) kadang-kadang muncul dalam bentuk
אֲנִי יְהוָה - "ANI YHVH" (
Akulah TUHAN) atau
כִּי־אֲנִי הוּא - "KI-ANI HU" (
Aku tetap Dia), misalnya Yesaya 41:4; 43:10, 13. Dalam Yesaya 51:12, frase ini
אָנֹכִי אָנֹכִי הוּא - ANOKI ANOKI HU (
Akulah, Akulah yang ... ) muncul dalam konteks yang sama dengan frase
אָנֹכִי יְהוָה אֱלֹהֶיךָ - ANOKI YHVH 'ELOHEYKA,
Akulah TUHAN Allahmu dan dalam Yesaya 46:4,
אֲנִי־הוּא - "ANI HU" (
Aku tetap Dia) diikuti dengan frasa
אָנֹכִי אֵל - "ANOKI 'EL" (
Akulah Allah) dalam ayat 9.
Dalam Yesaya 48:12, frasa ini terdapat dalam kalimat yang hampir sama dengan kalimat dalam Yesaya 41:4 yang memakai kedua frase
אֲנִי יְהוָה - "ANI YHVH" dan
אֲנִי־הוּא - "ANI HU". Semua ini menunjukkan bahwa Yesaya memakai frase
אֲנִי־הוּא - "ANI HU" sebagai bentuk singkat dari ungkapan lain, khususnya dari
Akulah YHVH. Dengan frase singkat itu ia meringkaskan segala sesuatu yang terkandung dalam ungkapan yang lebih panjang.
Kutipan dari ayat-ayat di atas:
* Yesaya 41:4
LAI TB,
Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga."
KJV
Who hath wrought and done it, calling the generations from the beginning? I the LORD, the first, and with the last; I am he.
Hebrew
מִֽי־פָעַל וְעָשָׂה קֹרֵא הַדֹּרֹות מֵרֹאשׁ אֲנִי יְהוָה רִאשֹׁון וְאֶת־אַחֲרֹנִים אֲנִי־הֽוּא׃
Translit.,
MI-FA'AL VE'ASAH QORE HADOROT MEROSY ANI YHVH RISYON VE'ET-AKHARONIM ANI HU'* Yesaya 43:10
LAI TB,
"Kamu inilah saksi-saksi-Ku,' demikianlah firman TUHAN, 'dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi."
KJV,
Ye are my witnesses, saith the LORD, and my servant whom I have chosen: that ye may know and believe me, and understand that I am he: before me there was no God formed, neither shall there be after me.
Hebrew,
אַתֶּם עֵדַי נְאֻם־יְהוָה וְעַבְדִּי אֲשֶׁר בָּחָרְתִּי לְמַעַן תֵּדְעוּ וְתַאֲמִינוּ לִי וְתָבִינוּ כִּֽי־אֲנִי הוּא לְפָנַי לֹא־נֹוצַר אֵל וְאַחֲרַי לֹא יִהְיֶֽה׃ ס
Translit.,
ATEM EDAY NE'UM-YHWH VE'AVDI ASYER BAKHARTI LEMA'AN TED'U VETA'AMINU LI VETAVINU KI-ANI HU LEFANAY LO-NOTSAR EL VE'AKHARAY LO YIHYEH* Yesaya 43:13
Juga seterusnya Aku (ANI) tetap Dia (HU), dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku; Aku melakukannya, siapakah yang dapat mencegahnya? * Yesaya 46:4
"Sampai masa tuamu Aku (ANI) tetap Dia (HU) dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. * Yesaya 48:12
Dengarkanlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah yang tetap sama (ANI-HU), Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian!* Yesaya 51:12
LAI TB,
Akulah, Akulah yang menghibur kamu. Siapakah engkau maka engkau takut terhadap manusia yang memang akan mati, terhadap anak manusia yang dibuang seperti rumput,
KJV,
I, even I, am he that comforteth you: who art thou, that thou shouldest be afraid of a man that shall die, and of the son of man which shall be made as grass;
Hebrew,
אָנֹכִי אָנֹכִי הוּא מְנַחֶמְכֶם מִֽי־אַתְּ וַתִּֽירְאִי מֵאֱנֹושׁ יָמוּת וּמִבֶּן־אָדָם חָצִיר יִנָּתֵֽן׃
Translit.,
ANOKI ANOKI HU MENAKHEMKEM MI-AT VATIR'I ME'ENOSY YAMUT UMIBEN-ADAM KHATSIR YINATEN Sangat mengesankan, Yesus Kristus menyebut diri-Nya sendiri dengan suatu ungkapan dalam Kitab Yesaya yang hanya digunakan untuk Allah sendiri. Memang frase
"εγω ειμι - egô eimi" tidak hanya dipakai oleh Yesus Kristus saja dalam Injil Yohanes. Namun cara Yesus Kristus memakai ungkapan itu begitu erat menyamakan diri-Nya dengan karya penyelamatan
YHVH, bahkan menyiratkan
Dia adalah YHVH sendiri, sehingga
"εγω ειμι - egô eimi" itu searti dengan ucapan "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30).
Orang Yahudi memahami bahwa dengan berkata demikian Yesus Kristus menyamakan diri-Nya dengan
YHVH (Yohanes 10:33), sehingga mereka hendak melempari Dia dengan batu. Reaksi ini menegaskan kepada pembaca bahwa orang Yahudi itu memahami kata-kata dalam Yohanes 8:58 dengan cara yang sama.
Dalam kitab Yesaya frase
אֲנִי־הוּא - ANI HU" diucapkan
YHVH untuk menyatakan hak-Nya yang eksklusif atas umat-Nya. Karena itu jika ada orang yang mengutip frase tersebut dalam konteks seperti itu dan menyebut dirinya demikian, maka orang itu menyombongkan diri secara keterlaluan. Demikianlah penilaian orang Yahudi terhadap ucapan Yesus Kristus. Tetapi dari aspek Injil Yohanes, bukanlah Yesus Kristus yang menyamakan diri-Nya dengan
YHVH, melainkan sebaliknya: Firman yang pada mulanya bersama-sama dengan
YHVH, dan adalah
YHVH telah menjadi manusia (
σαρξ εγενετο - sarx egeneto,
menjadi daging, Yohanes 1:14).
Karena dalam Injil Yohanes, kata-kata tersebut diucapkan oleh Yesus Kristus, maka setidak-tidaknya itu berarti bahwa jemaat penganut ajaran Yohanes memandang kata-kata itu bukan hanya sebagai pengakuan mereka saja, melainkan sebagai kebenaran mengenai jati diri Yesus Kristus. Dari segi kristologi Yohanes, Yesus Kristus adalah unik, bukan karena apa yang
YHVH lakukan melalui Dia sebagai manusia, melainkan karena
Ia sendiri adalah YHVH. Yohanes 8:58 berbicara tentang kodrat ilahi Yesus Kristus yang ada sebelum Abraham ada. Perkataan
"πριν αβρααμ γενεσθαι εγω ειμι - prin abraam genesthai egô eimi" dalam Yohanes 8:58 yang membuat orang Yahudi marah sekali masih sangat dibenci oleh orang Yahudi dan orang Islam masa kini, karena kata-kata itu menyamakan hakikat Yesus Kristus dengan hakikat
YHVH.
Mereka menolak keras pandangan bahwa
YHVH menjadi manusia; seseorang yang menyamakan diri dengan
YHVH dianggap menghujat
YHVH, setidak-tidaknya Yesus Kristus menyatakan bahwa Dia adalah sama dengan YHVH itu sendiri. Acuan kepada
אֲנִי־הוּא - "ANI HU" dalam Kitab Yesaya menyangkut penyamaan diri Yesus Kristus dengan perkataan, karya, dan hakikat
YHVH.
Beberapa ahli berpendapat bahwa kata-kata ini hanya mencerminkan pengakuan iman jemaat Kristen mula-mula. Pendapat ini tidak hanya menyangkal kebenaran kata-kata itu sebagai kesaksian tentang Yesus Kristus, tetapi juga mengabaikan bahwa jemaat penganut Yohanes meyakini hakikat Yesus Kristus sama dengan
YHVH. Bagi penulis Injil Yohanes, inkarnasi bukanlah mitos dan tidak hanya menyatakan apa yang mereka lihat tentang
YHVH dalam diri Yesus Kristus.
Mitos adalah cerita yang tidak benar secara harfiah, atau gagasan, atau kiasan yang tidak diterapkan secara harfiah kepada sesuatu tetapi yang mengundang sikap tertentu dari para pendengar. Secara harfiah tidak benar bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang menjadi manusia karena kata-kata itu tidak mempunyai arti harfiah. Gelar ini merupakan suatu gagasan mitologis yang dikenakan kepada Yesus Kristus; fungsinya sama dengan kedudukan seorang raja yang dianggap sebagai anak dewa di dunia kuno. Ini adalah pendapat beberapa ahli tersebut di atas.
Firman menjadi manusia bukan hanya suatu tafsiran tentang makna Yesus Kristus, melainkan sungguh-sungguh makna Yesus Kristus sendiri. Seandainya Anak tidak datang dan diam di antara manusia, maka Bapa tidak akan dinyatakan.
* Yohanes 1:14
LAI TB,
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
KJV,
And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.
OJBC,
And the DVAR HASHEM took on GUFANIYUT and made his MISHKAN among us, and we gazed upon his KAVOD, the SHECHINAH of the BEN YACHID from ELOHIM HAAV, full of HASHEM'S CHESED and EMES.
TR,
και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας
Translit. interlinear,
kai {dan} ho logos {Firman} sarx {daging} egeneto {menjadi} kai {dan} eskênôsen {tinggal} en {di antara} hêmin {kita} kai {dan} etheasametha {kita melihat} tên doxan {kemuliaan} autou {-Nya} doxan {kemuliaan} hôs {seperti} monogenous {satu-satunya} para {dari} patros {Bapa} plêrês {penuh} kharitos {kasih karunia} kai {dan} alêtheias {kebenaran} * Yohanes 1:18
LAI TB,
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya."
KJV,
No man hath seen God at any time, the only begotten Son, which is in the bosom of the Father, he hath declared him.
OJBC,
No one has ever seen HASHEM. It is ELOHIM the BEN YACHID, it is he, the one being in the KHEYK of HAAV, this one is HASHEM'S definitive DERUSH.
TR,
θεον ουδεις εωρακεν πωποτε ο μονογενης υιος ο ων εις τον κολπον του πατρος εκεινος εξηγησατο
Translit. interlinear,
theon {Allah} oudeis {tidak seorang pun} heôraken {sudah melihat} pôpote {pada waktu apa saja} ho {yang} monogenês {satu-satunya} huios {Ben} ho {yang} ôn {ada} eis {di} ton kolpon {pangkuan} tou patros {Bapa} ekeinos {Dia} exêgêsato {telah menyatakan} Bagi Yohanes, Anak itu dapat menyatakan Bapa bukan hanya karena Ia ada dalam pangkuan Bapa, melainkan karena Ia adalah Firman yang ada pada mulanya ada bersama-sama dengan
YHVH. Singkatnya,
Ia adalah YHVH. Penyamaan Yesus Kristus dengan
YHVH secara hakiki (
ontologis), merupakan dasar bagi pemakaian ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" yang dikemukakan di atas.
Penyamaan ini merupakan dasar kristologi Yohanes. Ada yang mengatakan bahwa inkarnasi tidak langsung dinyatakan dalam Alkitab. Pendapat ini keliru jika kita bandingkan dengan Yohanes 1:1 dan 1:14 kecuali bila yang dimaksudkan ialah bahwa inkarnasi tidak diungkapkan dalam Alkitab sebagai rumusan pengakuan Gereja. Bahkan pengecualiaan ini juga tidak benar seluruhnya mengingat apa yang dikatakan dalam ayat-ayat berikut ini:
* Ibrani 1:2
LAI TB,
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta."
KJV,
Hath in these last days spoken unto us by his Son, whom he hath appointed heir of all things, by whom also he made the worlds;
OJBC,
At the KETZ HAYAMIM HASHEM spoke to us by HABEN, whom He appointed BECHOR of the BECHORAH, YORESH KOL, through whom also HASHEM BARAH ES HASHOMAYIM V'ES HAARETZ;
TR,
επ εσχατων των ημερων τουτων ελαλησεν ημιν εν υιω
ον εθηκεν κληρονομον παντων δι ου και τους αιωνας εποιησεν
Translit. interlinear,
ep {pada} eskhatôn {terakhir} tôn hêmerôn {hari-hari} toutôn {ini} elalêsen {telah berbicara} hêmin {kepada kita} en {dalam} huiô {Anak} hon {yang} ethêken {Dia telah menetapkan} klêronomon {ahli waris} pantôn {segala sesuatu} di {oleh} hou {Dia} kai {dan} tous aiônas {dunia} epoiêsen {Dia menjadikan} * Filipi 2:6,
LAI TB,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
KJV,
Who, being in the form of God, thought it not robbery to be equal with God:
OJBC,
who, though existing in the DEMUT of the mode of being of ELOHIM, did not regard being equal with G-d as a thing to be seized,
TR,
- "hos en morphê theou huparkhôn oukh harpagmon hêgêsato to einai isa theô"
Translit. interlinear,
hos {yang} en {adalah} morphê {rupa} theou {Allah} huparkhôn {menjadi} oukh {tidak} harpagmon {merampas} hêgêsato {menganggap} to einai {adalah} isa {sama dengan} theô {Allah}Ada pula yang mengatakan bahwa injil yang keempat -- yang paling mendekati ajaran ini -- juga tidak menegaskan ajaran tentang inkarnasi yang diterima pada abad-abad kemudian. Sebaliknya, dalam bagian akhir Injil Yohanes, Thomas mengaku Yesus Kristus sebagai
"ο κυριος μου και ο θεος μου - ho kurios mou kai ho theos mou";
ADONI AND ELOHAI "Ya Tuhanku dan Allahku", dan Yesus Kristus menerima pengakuan itu (Yohanes 20:28 ).
Ada yang memahami Injil Yohanes "dengan cara yang tidak historis belaka". Yang membuat mereka berpendapat demikian adalah kedua pernyataan Yesus Kristus: Ia satu dengan Bapa dan Dia ada sebelum Abraham. Bagi mereka, ini berarti implikasi-implikasi Injil Yohanes bagi ajaran Kristen mungkin berbeda sekarang dengan apa yang dipahami oleh jemaat Kristen mula-mula. Mereka menghubungkan historisitas Injil Yohanes dengan keabsahannya sebagai dasar ajaran Kristen. Dengan demikian secara tidak langsung mengakui bahwa otoritas ajaran Kristen berhubungan erat dengan historisitas. Mengingat Yohanes mengemukakan suatu kristologis ontologis -- menyangkut hakekat Kristus -- mungkin mereka mengusulkan agar Injil Yohanes jangan dipandang sebagai catatan historis atas dasar kepercayaan sendiri bahwa Yesus Kristus bukanlah Anak Allah, apalagi sebagai
YHVH.
Ini menandakan bahwa mereka memahami implikasi kristologi Yohanes, yang bersifat hakiki (ontologis), bukan hanya bersifat fungsional. Dengan ucapan-ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" Yesus Kristus mengungkapkan sesuatu yang hanya boleh diungkapkan oleh
YHVH. Kata-kata Yesus Kristus bukan penyombongkan diri, melainkan justru membuktikan kesamaan hakekat Yesus Kristus dan hakekat
YHVH. Ini didukung oleh kenyataan bahwa ucapan-ucapan Yesus Kristus dalam Injil Yohanes sering mengambil bentuk yang mengingatkan ucapan-ucapan
YHVH dalam kitab Yesaya.
Di atas telah dikemukakan bahwa pertama, perkataan
"εγω ειμι - egô eimi" atau
"אֲנִי־הוּא - ANI HU" senantiasa diucapkan oleh
YHVH saja dan dikaitkan erat dengan ungkapan lain yang dipakai oleh
YHVH untuk menyatakan diri-Nya.
Kedua, frase
אֲנִי־הוּא - "ANI HU" mempunyai makna bahwa hanya
YHVH saja Allah, kontras dengan ilah-ilah yang disembah bangsa-bangsa lain. Penegasan tentang monotheisme yang menyisihkan ilah-ilah lain merupakan tema besar Yesaya yang diungkapkan dengan berbagai cara. Secara eksplisit Yesaya menegaskan, tidak ada ilah kecuali
YHVH (Yesaya 44:6,8; 45:5,6,18,21-22; 46:9).
Seperti yang dikemukakan di atas, ucapan-ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" dalam Injil Yohanes sengaja mengacu kepada ucapan-ucapan yang serupa dalam Kitab Yesaya. Perlu diperhatikan, Yesus Kristus bukan hanya disamakan dengan
YHVH, tetapi juga mengambil alih suatu frase, yang menyisihkan ilah-ilah lain. Jika kita telaah lebih lanjut Yesaya 41:4 yang telah dua kali dikutip di atas, sejak awal sejarah
YHVH berkarya, dan Ia juga adalah Yang Awal. Ia tidak diturunkan dari ilah-ilah lain sebagaimana ilah-ilah Babel merupakan keturunan dari ilah-ilah sebelumnya. Hanya
YHVH saja yang tidak mempunyai silsilah (Yesaya 43:10).
YHVH adalah juga Yang Akhir. Ia akan tetap sebagai Allah ketika generasi manusia yang terakhir berakhir. Agama Babel dan agama-agama lain dari Timur Tengah tidak mempunyai pernyataan seperti itu. Dalam agama politheis, pernyataan demikian itu tidak terbayangkan. Bahkan dalam sejarah agama Israel, hal itu belum pernah dinyatakan begitu jelas seperti dalam Kitab Yesaya. Seperti yang diperlihatkan dari perikop-perikop lain,
אֲנִי־הוּא - ANI HU" dipakai oleh Yesaya khusus untuk menyatakan keyakinan bahwa YHVH-lah Allah satu-satunya.
Sama seperti ucapan-ucapan
אֲנִי־הוּא - ANI HU" dalam kitab Yesaya, ucapan-ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" dalam Injil Yohanes menyatakan bahwa Allah adalah Yang satu-satunya. Ini tampak dari pernyataan Yesus Kristus dalam ucapan-ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" yang diikuti dengan predikat. Yesus Kristus mengatakan, Dialah jalan satu-satunya bagi mereka yang mau datang kepada Bapa (Yohanes 14:6). Ia memakai gagasan dari Perjanjian Lama ketika Ia menyatakan diri-Nya sebagai Gembala Yang Baik dan Pokok Anggur yang Benar; tidak ada orang lain yang dapat memakai gelar-gelar itu. Semua orang yang datang sebelum Dia adalah pencuri dan perampok, tetapi Dia adalah pintu dan barangsiapa yang masuk melalui Dia akan selamat (Yohanes 10:8-9). Perkataan "kamu akan mati dalam dosamu" (Yohanes 8:24) menunjukkan hanya Yesus Kristus yang dapat mengampuni dosa dan pengampunan itu terjadi hanya melalui kepercayaan kepada
Dia yang adalah YHVH, bukankah hanya YHVH yang dapat mengampuni dosa?
Bahasa seperti itu dan khususnya dalam rumusannya menurut Pengakuan Iman Nicea, berarti Allah dapat dikenal dan ditanggapi hanya melalui Yesus Kristus dan dengan demikian segala hidup keagamaan di luar kepercayaan Yahudi-Kristen berada di luar lingkungan penyelamatan oleh Allah. Ada yang menolak teologi seperti ini dengan alasan bahwa agama Kristen pada masa kini harus berhadapan dengan agama-agama lain. Namun mereka menganggap Injil Yohanes ditulis di Efesus menjelang akhir abad pertama.
Menurut Kisah Para Rasul 19, huru-hara di Efesus terjadi karena mereka yang berpaling kepada Kristus tidak menyembah lagi ilah-ilah seperti Artemis. Seandainya Injil Yohanes tidak ditulis di Efesus, tetap saja tidak ada tempat dalam kerajaan Roma, di mana Gereja Kristen mula-mula dapat memisahkan diri dari agama-agama lain, kecuali mungkin di Palestina.
Jika ini benar, yaitu Injil Yohanes ditulis di Efesus, maka Injil Yohanes ditujukan kepada Gereja yang sudah biasa berhadapan dengan agama-agama lain dalam situasi yang hampir sama dengan masa kini. Yohanes tidak memandang Yesus Kristus sebagai semacam ilah yang mengambil-alih kedudukan ilah-ilah lain di Efesus dan Asia Kecil, justru sebaliknya, Yohanes menggambarkan Kristus sebagai seorang yang menyebut diri-Nya sendiri dengan kata-kata yang hanya dipakai untuk
YHVH, yaitu
YHVH saja Allah satu-satunya, bukan ilah-ilah bangsa-bangsa lain. Yang ironis, mereka yang membantah hal ini justru memakai
istilah "λογος - logos" untuk Kristus yang diciptakan oleh imajinasi mereka, padahal
"λογος - logos" merupakan istilah yang langsung menyatakan kesamaan hakekat Yesus Kristus dengan
YHVH.
Frasa
אֲנִי־הוּא - ANI HU" di samping diucapkan oleh
YHVH saja dan menyatakan bahwa hanya
YHVH saja sebagai Allah, juga menggambarkan
YHVH sebagai Tuhan atas sejarah, karena itu merupakan seruan untuk percaya kepada Dia sebagai penebus Israel. Bagi Yesaya, kepercayaan kepada Allah sebagai
YHVH atas sejarah berkaitan dengan pernyataan bahwa hanya Dia saja Allah. Keyakinan akan kuasa
YHVH atas sejarah ini dinyatakan secara khusus dalam keyakinan sang nabi bahwa
YHVH akan segera menebus Israel dan memulangkan mereka pulang ke tanah air mereka. Gagasan-gagasan ini terjadi dalam beberapa perikop misalnya Yesaya 44:6-8; 46:5-13.
Salah satu tugas Yesaya adalah menguatkan iman orang-orang buangan di Babel. Ia meyakinkan mereka bahwa
YHVH akan segera membawa mereka kembali ke negeri mereka. Ia sadar, banyak orang menganggap
YHVH tidak berdaya, sebab raja Babel telah menghancurkan Bait
YHVH di Yerusalem, lalu membawa banyak orang Israel ke pembuangan. Dalam konteks yang memerlukan pemulihan iman ini, Yesaya menggambarkan YHVH menyebut diri-Nya sebagai
אֲנִי־הוּא - "ANI HU" ,
Aku tetap Dia.
Seperti yang dikemukakan di atas, ucapan Yesus Kristus,
"εγω ειμι ο λαλων σοι - egô eimi ho lalôn soi" (
"Akulah Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau", Yohanes 4:26) dengan sengaja mengacu kepada saat ketika YHVH akan menebus Yerusalem dan secara tidak langsung menyamakan Yesus Kristus dengan penebusan itu. Bagaimana pun juga, ucapan-ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" dalam Injil Yohanes, sama seperti dalam Yesaya telah digenapi dalam sebuah peristiwa sejarah. Murid-murid Yesus Kristus akan percaya
hoti egô eimi (
"bahwa Akulah Dia", Yohanes 13:19) dalam peristiwa-peristiwa sesudah Yesus Kristus dikhianati oleh Yudas Iskariot. Manakala para pengikut dan penentang Yesus Kristus melihat bagaimana Ia dikhianati, menderita, dan disalibkan, mereka akan sadar.
Dialah YHVH itu.
Menarik juga Yohanes Pembaptis menyebutkan tugasnya sebagai penggenapan kata-kata Alkitab,
"ευθυνατε την οδον κυριου - euthunate tên hodon kuriou" (
Luruskanlah jalan Tuhan! , Yohanes 1:23). Menurut konteksnya dalam kitab Yesaya, ucapan ini, sama seperti ucapan
אֲנִי־הוּא - "ANI HU", berbicara mengenai persiapan bagi kedatangan YHVH. Akan tetapi, dalam Injil Yohanes, jalan itu dipersiapkan bagi Yesus Kristus.
Murid-murid-Nya menyadari, dengan menyebut diri-Nya dengan kata-kata
YHVH, Yesus Kristus sendiri yang menghapus dosa, sebab hanya Dia yang bersatu dengan Bapa. Dengan cara memakai
"εγω ειμι - egô eimi" ini, Yohanes juga ingin membuat para pembacanya percaya.
Penyamaan diri Yesus Kristus dengan
YHVH dalam penyaliban dan pengkhianatan merupakan masalah bagi para penganut pluralisme agama. Ada yang mengemukakan bahwa kita tidak perlu lagi memandang Yesus Kristus sebagai
inkarnasi YHVH, dan juga tidak membicarakan masalah salib Kristus dalam teologi mereka. Padahal, justru inkarnasi serta salib itulah yang membuat agama Kristen unik. Secara sama mereka ini menyatakan bahwa pertemuan dengan Yesus Kristus senantiasa dapat menjadi titik balik dalam kehidupan seseorang, suatu krisis penyelamatan atau penghukuman. Tetapi mereka yang berpikiran demikian tidak menjelaskan, orang tersebut diselamatkan dari apa, atau apa yang dihukum dalam pertemuan ini. Tampaknya pertemuan tersebut tidak terjadi sebagai bagian dari karya penebusan yang menentukan, seperti dalam teologi Kristen orthodoks.
Mereka mengusulkan agar inkarnasi dianggap sebagai mitos. Dengan demikian mereka menyingkirkan keyakinan agama Kristen bahwa dalam Yesus Kristus,
YHVH secara menentukan memungkinkan penyelamatan manusia. Mereka menciptakan suatu tokoh Yesus Kristus yang dapat diterima oleh segala agama, dan dengan demikian mereka justru menciptakan suatu mitos yang tidak didasarkan pada bukti historis mengenai Yesus Kristus dari Nazaret dan yang tidak berpengaruh bagi sejarah. Ada pula yang juga menganut suatu teologi tanpa inkarnasi mencoba mengartikan salib dengan mengakui perlunya salib untuk mengalahkan kejahatan, penderitaan, dan dosa melalui meditasi terhadap cerita tentang
YHVH yang tersalib. Mereka ini pula menyimpulkan bahwa Yesus Kristus hendaknya dilihat sebagai panutan orang percaya; di dalam Yesus Kristus,
YHVH terlibat dalam realitas keberadaan manusia, dengan mengalami kompromi, pencobaan, penderitaan, penyakit, ketidakadilan, kekejaman, dan kematian yang biasa untuk keberadaan tersebut. Namun penyamaan hakekat Yesus Kristus dengan hakekat YHVH yang dinyatakan dalam ucapan-ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" tidak hanya berbicara tentang empati
YHVH dengan manusia dalam penderitaannya,melainkan juga tentang suatu peristiwa historis yang dapat menyelamatkan orang Yahudi sehingga mereka tidak mati dalam dosa mereka.
Dalam Injil Yohanes, salib merupakan puncak kehidupan Yesus Kristus. Dari salib Ia berseru,
NISYLAM, Yunani:
tetelestai (
Sudah selesai, Yohanes 19:30). Dalam peristiwa ini Yesus Kristus sebagai gembala benar-benar mempertaruhkan diri dalam menjaga domba-domba-Nya, yaitu dengan menyerahkan nyawa-Nya sendiri bagi mereka. Ucapan-ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" menghubungkan penyamaan diri Yesus Kristus dengan
YHVH dalam kitab Yesaya dengan peninggian-Nya di atas salib (Yohanes 8:28). Orang Yahudi akan diselamatkan dari kematian karena dosa-dosa mereka bila mereka percaya bahwa
Yesus Kristus adalah YHVH itu sendiri (Yohanes 8:24).
* Yohanes 19:30LAI TB,
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.KJV,
When Jesus therefore had received the vinegar, he said, It is finished: and he bowed his head, and gave up the ghost. The Orthodox Jewish Brit Chadasha,
Therefore, when Rebbe, Melech HaMoshiach received the vinegar, he said, "Nishlam!" and having bowed his rosh, Rebbe, Melech HaMoshiach gave up his neshamah.TR,
οτε ουν ελαβεν το οξος ο ιησους ειπεν τετελεσται και κλινας την κεφαλην παρεδωκεν το πνευμαTranslit Interlinear,
hote {sesudah} oun {oleh karena itu} elaben {Dia menerima} to oxos {anggur asam} ho iêsous {Yesus} eipen {Dia berkata} tetelestai {sudah selesai} kai {dan} klinas {menunduk} tên kephalên {kepala} paredôken {Dia menyerahkan} to pneuma {Roh}Bagi Yesaya, percaya akan
YHVH sebagai penebus Israel berkaitan erat dengan percaya kepada Dia sebagai pencipta dunia. Yesaya mengaitkan frase
אֲנִי־הוּא - "ANI HU" dengan kepercayaan kepada
YHVH Pencipta. Dengan demikian ia menunjukkan bahwa selain maknanya yang lain, frase tentang penyataan diri YHVH itu juga menggambarkan YHVH sebagai pencipta dunia.
Penyamaan hakekat Yesus Kristus dengan hakekat YHVH kelihatan paling jelas ketika Ia berkata dalam Yohanes 8:28 bahwa Ia telah ada sebelum dunia diciptakan. Dalam kata-kata ayat inilah Yesus Kristus terutama menyamakan diri-Nya sendiri dengan
λογος - logos dalam pendahuluan Injil Yohanes. Oleh
λογος - logos Bapa menjadikan dunia. Memang ucapan-ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" tidak berbicara langsung tentang peranan Yesus Kristus sebagai pencipta, namun mungkin saja gagasan ini tersirat dalam latar belakang frase ini menurut Kitab Yesaya.
Sebagai rangkuman, dapat dikatakan, melalui frase
"εγω ειμι - egô eimi" Yohanes memperlihatkan Yesus Kristus sebagai penggenapan nubuat-nubuat Yesaya. Jika ucapan-ucapan
"εγω ειμι - egô eimi" Yesus Kristus memang sengaja mengacu kepada nubuat-nubuat dalam Yesaya 42-43, maka dapat dikatakan pula, Yesus Kristus mengatakan bahwa nubuat-nubuat itu digenapi dalam diri-Nya sendiri.
Nubuat-nubuat itu menggambarkan saat, ketika
YHVH sendiri akan menebus umat-Nya dan membawa mereka pulang ke negeri mereka sendiri.
YHVH saja yang dapat berbuat demikian, karena Dialah Pencipta dan juga
YHVH atas sejarah. Ilah-ilah Babel tidak dapat berbuat demikian. Ketika Yesus Kristus berkata,
"εγω ειμι - egô eimi" seperti yang terdapat dalam kitab Yesaya, Ia tidak hanya menyamakan diri dengan
YHVH Israel yang esa dan sejati, tetapi juga menyatakan bahwa hari penyelamatan itu sedang digenapi dalam Dia.
Ada yang menyatakan bahwa gambaran Yohanes tentang Yesus Kristus bukanlah demikian. Menurut pandangan ini, Yohanes menyatakan bahwa Yesus Kristus terlebih dahulu menyatakan diri-Nya sama dengan
YHVH, baru kemudian Dia disembah sebagai
YHVH, bukan sebaliknya. Yohanes tidak mengatakan bahwa Yesus Kristus hanya diakui atau disembah sama dengan YHVH, melainkan Yesus Kristus sendiri yang menyamakan diri-Nya dengan
YHVH. Justru ungkapan inilah yang menimbulkan pertentangan antara mereka sendiri. Ungkapan ini pula yang menyebabkan mereka menganjurkan agar Injil Yohanes tidak dianggap bersifat sejarah, bahkan menganjurkan agar Injil Yohanes tidak dipakai lagi untuk berbicara tentang ajaran Kristen. Sebab menurut mereka, implikasi-implikasi kristologi Yohanes jelas bertentangan dengan ajarannya sendiri. Menurut mereka, Injil Yohanes hendaknya dipandang sebagai tulisan orang Kristen kemudian hari, yang tidak memuat catatan historis tentang kata-kata Yesus Kristus. Dengan demikian, mereka berharap, agama Kristen tidak lagi akan menafsirkan inkarnasi secara harfiah.
Jelaslah kata-kata yang merupakan batu sandungan untuk para pendengar Yesus Kristus, masih menjadi batu sandungan bagi para penganut pluralisme agama yang membaca Injil Yohanes pada saat ini. Bedanya, para penganut pluralisme agama tidak ingin mengecam Yesus Kristus "historis" yang menyebut diri-Nya seperti itu; mereka justru mengecam gereja dan menganggapnya telalu sombong karena menyamakan Yesus Kristus dengan
YHVH yang satu-satunya itu. Pada masa kini, sekali lagi Yesus Kristus yang dilukiskan dalam Injil Yohanes itu harus "menghilang dan meninggalkan Bait YHVH" (Yohanes 8:59).
Sekalipun demikian, selama ada pengikut-pengikut Tuhan Yesus Kristus dalam dunia, pastilah Ia tetap menjadi terang dunia (Yohanes 9:5). Yesus Kristus yang digambarkan Yohanes akan terus menjawab kebutuhan mereka yang buta sejak lahir, sekalipun mungkin saja mereka juga akan dikucilkan, sebab sudah diputuskan bahwa mereka yang mengaku Yesus sebagai
YHVH dan Kristus dikucilkan (Yohanes 9:22).
[ðððð]
Sumber : Yohannes/ Biblika