YESUS KETURUNAN PEREMPUANTANYA :Quote:
perhatikan kata "Permusuhan antara enkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya.....
mengapa dicatat dari keturunan perempuan???, bukankah biasanya manusia itu dari keturunan laki2????
dan perhatikan lagi keterunannya (perempuan itu) akan meremukkan kepalamu.....(mu disana adalah iblis)
apakah arti dari semua ini??? bukankah itu sebuah nubuat???,
bukankah Hanya Yesus yg mendapat keturunan dari seorang perempuan dari garis darah/danging ???? bukankah maksud dari keturunannya akan meremukkan kepalamu yaitu bahwa keturunan wanita yg pernah di salib itu telah menaklukkan dosa dan meremukkan Iblis dari tiang salib 2000 thn yg lalu???
JAWAB :* Kejadian 3:15
LAI TB,
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.
KJV,
And I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed and her seed; it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel.
NIV,
And I will put enmity between you and the woman, and between your offspring and hers; he will crush your head, and you will strike his heel."
YLT,
and enmity I put between thee and the woman, and between thy seed and her seed; he doth bruise thee -- the head, and thou dost bruise him -- the heel.'
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
וְאֵיבָה ׀ אָשִׁית בֵּֽינְךָ וּבֵין הָֽאִשָּׁה וּבֵין זַרְעֲךָ וּבֵין זַרְעָהּ הוּא יְשׁוּפְךָ רֹאשׁ וְאַתָּה תְּשׁוּפֶנּוּ עָקֵֽב׃ ס
Translit interlinear,
VE'EIVAH {dan permusuhan (dendam kesumat berdarah)} 'ASYIT {Aku akan mengadakan} BENKHA {diantara kalian} 'UVE'IN {dan diantara} HAISYAH {perempuan itu} 'UVE'IN {dan diantara} ZARAKHA {keturunanmu} UVE'IN {dan diantara} ZARAH {keturunannya (her seed)} HU {Dia} YESYUFEKHA {Dia (He) akan meremukkan kamu} ROSY {(pada) kepala} VE'ATAH {dan engkau} TESYUFENU {engkau akan meremukkan Dia} AQEV {(pada) tumit} Dalam film “The Passion” diceritakan, Yesus di Getsemani menderita bersama Bapa-Nya, bergumul untuk melanjutkan, memerangi kemanusiaan-Nya untuk bertekad melanjutkan rencana Mereka untuk menebus manusia. Saat Dia berlutut, iblis melepaskan seekor ular. Waktu Yesus menyatakan, “Meskipun demikian, bukan kehendak-Ku melainkan kehendak Bapa-Ku,” dan berdiri, ular tersebut merayap ke arah-Nya. Dia mengangkat kaki-Nya dan menginjak kepalanya dengan tumit-Nya.
Adegan yang agak menyimpang dari cerita Alkitab itu, tetapi sangat kaya dalam pesan, adegan tersebut merupakan gambaran dari pemberitahuan Allah kepada manusia dalam Kejadian 3:15. Ayat ini merupakan isyarat pertama dari kabar baik mengenai Yesus Kristus. Meremukkan kepala ular. Teks asli tersebut ditulis dengan istilah singular maskulin (yang oleh kepercayaan Judaisme dan Kristiani dipercayai merujuk kepada Mesias) digambarkan tumit manusia serta kepala ular itu diremukkan (bruised). Tumit manusia dicederakan, dan kepala ular itu yang diremukkan.
Kejadian pasal 3 dengan jelas menuliskan sebab musabab kejatuhan manusia ke dalam dosa, dan dosa itu mengakibatkan
pembenaran diri sendiri. Dosa telah merusak hubungan dengan orang lain. Sebagai buktinya adalah Adam mempersalahkan Hawa, Hawa mempersalahkan ular, dan semuanya ini bermula ketika iblis berdesis kepada Hawa,
"Semua itu salahnya Tuhan!" Walaupun hanya sekali saja manusia itu diracuni oleh dosa yang mula2, Adam dan Hawa dan semua keturunannya dapat meniru ”tuan” mereka yang baru.
Ketika Adam mempersalahkan Hawa, Allah melihat dosa baru Adam, yang menonjolkan ke-aku-annya. Dan Allahpun melihat dosa baru Hawa yang melemparkan kesalahan dengan menunjuk bahwa ular itu yang membujuknya. Lucifer sendiri tidak dapat menyalahkan siapa siapa, kecuali menyalahkan dirinya sendiri atas kejatuhannya. Dan ia menjadi bapa dari segala yang jahat.
Jadi Allah tidak lagi bertanya oleh sebab apa, karena apa, mengapa ketapan Allah itu dilanggar dan terjadi perbuatan dosa. Kemudian Allah membuat suatu pernyataan: ular sebagai simbol iblis yang telah menyusup pada seekor ular dan menipu Hawa dikutuk, dan menyatakan adanya permusuhan antara ular (iblis) itu dengan keturunannya.
Sesuatu hal yang layak dicermati di ayat 15 ini adalah : Allah menyebut “keturunan perempuan”, bukan keturunan “laki-laki”; Padahal secara logika, lahirnya seorang bayi harus ada benih laki-laki dan benih perempuan.
Maka, ayat 15 itu merupakan nubuat. Nubuat ini berisikan permusuhan yang tidak ada habis-habisnya antara keturunan perempuan dengan keturunan ular itu. Sejarah manusia sudah dinubuatkan akan satu jalur yang ditetapkan oleh Allah bahwa permusuhan itu tidak akan habis-habis. Puncak peperangan yang dimaksud disini adalah peperangan rohani yang terjadi pada waktu Yesus disalib. Allah berkata, keturunanmu akan melukai tumit dari keturunan perempuan itu.
SIAPAKAH ANAK KETURUNAN PEREMPUAN ITU? Dia bukan orang lain, bukan pendiri agama, bukan tokoh dalam mitos, bukan nabi, bukan rasul, tetapi Ia adalah Allah sendiri yang inkarnasi ke dalam dunia umat manusia. Yesus Kristus adalah satu-satunya benih perempuan yang dilahirkan oleh hanya perempuan saja (tanpa laki-laki).
Sejak bumi dan langit diciptakan, ada 4 macam orang yang berada di dunia :
- Pertama, lelaki tanpa ibu tanpa bapa.
- Kedua, perempuan tanpa ibu tanpa bapa.
- Ketiga, lelaki dan perempuan yang beribu dan berbapa.
- Keempat, seorang laki-laki yang tidak berbapa tetapi mempunyai ibu.
Dari empat macam orang ini, yang pertama hanya satu, yang kedua hanya satu, yang keempat hanya satu, yang ketiga, bermiliaran orang, tidak ada habis-habisnya.
Waktu Adam diciptakan oleh Tuhan Allah, tidak memakai bapa dan ibu. Waktu Hawa diciptakan juga tidak memakai bapa dan ibu. Adam tidak memakai benih wanita dan pria. Hawa diciptakan dengan tidak memakai wanita, tetapi keluar dari pria. Adam dan Hawa diciptakan demikian, tanpa bapak-ibu, karena mereka adalah sepasang manusia yang mula-mula.
Ketetapan reproduksi (Kejadian 1:28 ) adalah ketika wanita dan pria dalam persetubuhan yang menghasilkan begitu banyak keturunan laki-laki dan perempuan sepanjang sejarah manusia, ini merupakan metode ketiga. Tetapi satu-satunya metode yang dipakai Tuhan adalah seorang yang dilahirkan melalui seorang perempuan tanpa laki-laki. Yaitu lahirnya Yesus Kristus, inilah yang disebut benih perempuan atau keturunan perempuan.
Jikalau kita mengerti Allah adalah Yang Maha Kuasa, tidak ada yang mustahil bagi Dia. Maka doktrin Allah yang benar mengakibatkan iman kepercayaan kepada segala sesuatu yang dilakukan oleh Allah yang tidak mungkin tidak benar.
Perhatikan Hawa diciptakan Allah dengan memakai laki-laki, tetapi Hawa bukan dilahirkan melainkan diciptakan. Ketika Kristus lahir ke bumi, memakai perempuan, tetapi tidak memakai laki-laki, Kristus ke bumi bukan diciptakan melainkan dilahirkan.
Di sinilah perbedaannya. Memakai pria untuk mengeluarkan wanita (Hawa), bukan kelahiran. Memakai wanita untuk melahirkan pria (Yesus), tetapi bukan penciptaan. Hawa adalah hasil cipta bukan lahir, Yesus lahir bukan cipta. Hawa keluar (dari laki-laki) bukan lahir, sedangkan Yesus lahir bukan keluar.
Inilah cara-cara kebijaksanaan Tuhan sendiri yang melampaui segala kebijaksanaan dan marifat manusia. Melampaui logika dan epistemologi manusia. Allah telah memberikan pengharapan kepada manusia, satu-satunya pengharapan, yaitu Yesus Kristus turun ke dalam dunia.
Yesus dilahirkan melalui anak dara Maria, bukan ciptaan. Ia datang dengan membawa hidup sorgawi ke dalam dunia dan Yesus adalah satu-satunya yang disebut sebagai benih perempuan, keturunan wanita. Yesus dilahirkan melalui anak dara Maria tanpa mewarisi dosa asal. Ia berasal dari Bapa yang suci, sehingga dalam nubuat yang disampaikan malaikat Gibrael, "The Holy One of God/Yang Suci dari Allah." Istilah ini sering dipakai khususnya dalam kitab Yesaya. Bukan dalam bentuk jamak, melainkan tunggal, hanya satu. Satu-satunya yang kudus dari Allah, yaitu Yesus Kristus, datang ke dalam dunia.
Lukas 1:26-35, di mana di situ diceritakan dengan tepat bagaimana benih wanita itu masuk ke dalam tubuh jasmaniNya tanpa melalui perantaraan seorang manusia laki-laki :
“Dan dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea yang bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud, nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia YESUS. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut Kudus, Anak Allah.”BAGAIMANAKAH YESUS MEREMUKKAN SETAN? Yesus adalah satu-satunya manusia yang tanpa dosa, dalam beberapa pernyataanNya Iapun mengampuni dosa dan mengajarkan implikasi Taurat yang sebenarnya. Para ahli Taurat yang menganggap dirinya lebih mengerti Taurat, menuduh Yesus menghujat Allah, berdasarkan ayat kitab suci dari Musa. Mereka menuduh Yesus Kristus dengan bermacam-macam tuduhan. Dalam situasi seperti ini Yesus pun tidak terganggu dalam perjalanannya mengajarkan Injil/ Kabar Baik
Cara peperangan Yesus Kristus tidak memakai nafsu emosi, senjata, melainkan dengan kekuatan rohani, ketaatan kepada Allah dan menunggu sampai saat terakhir Tuhan bekerja. Inilah peperangan rohani yang belum pernah terjadi sebelum ini, memasuki suatu era baru dalam sejarah di mana kasih mengalahkan dendam, perdamaian mengalahkan permusuhan.
Yesus Kristus menyelesaikan puncak peperangan itu di atas kayu salib dengan baik,
Ia bukan berperang membela kesejahteraanNya sendiri. Waktu kesejahteraanNya dirampas habis, kesehatanNya sudah terancam, hidupNya sudah dirusakkan, tubuhNya sudah ditusuk, darahNya sudah dialirkan, dan Ia mati diatas kayu salib.
Itulah sebabnya di kayu salib Yesus mengatakan "Sudah selesai" atau "genaplah" atau "sudah terlaksana" dalam bahasa aslinya ditulis dengan
τετελεσται - tetelestai dari kata
τελεω - teleô, akar kata :
τελος - telos, yakni akhir yang merangkum perjalanan dari awal, yang memberi arti pada semua yang telah dijalani (Yohanes 19:30). Aku sudah menyempurnakan, Aku sudah sukses, menang dan menggenapi rencana Allah dimana anak keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular."
* Yohanes 19:30
LAI TB,
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: Sudah selesai. Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
KJV,
When Jesus therefore had received the vinegar, he said, It is finished: and he bowed his head, and gave up the ghost.
The Orthodox Jewish Brit Chadasha,
Therefore, when Rebbe, Melech HaMoshiach received the vinegar, he said, "Nishlam!" and having bowed his rosh, Rebbe, Melech HaMoshiach gave up his neshamah.
TR,
οτε ουν ελαβεν το οξος ο ιησους ειπεν τετελεσται και κλινας την κεφαλην παρεδωκεν το πνευμα
Translit Interlinear,
hote {sesudah} oun {oleh karena itu} elaben {Dia menerima} to oxos {anggur asam} ho iêsous {Yesus} eipen {Dia berkata} tetelestai {sudah selesai} kai {dan} klinas {menunduk} tên kephalên {kepala} paredôken {Dia menyerahkan} to pneuma {Roh}Catatan :
τετελεσται - tetelestai, verb - ditulis dalam bentuk perfect passive indicative - third person singular
τελεω - teleô, leksikon Yunani : to end, i.e. complete, execute, conclude, discharge (a debt) -- accomplish, make an end, expire, fill up, finish, go over, pay, perform.
Perkataan terakhir dari 7 perkataan salib τετελεσται – tetelestai (sudah selesai) menggunakan Kata Perfek yang berarti penebusan telah dilaksanakan, sekali untuk selamanya, efeknya terasa hingga kini. Perfect Tense dalam tata bahasa Yunani ini memiliki fungsi yang khas. Tidak ada padanan baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang mampu menyatakan makna yang terkandung di dalamnya secara utuh.
Perfect Tense melibatkan tiga gagasan: tindakan yang berlangsung intensif; tindakan yang mengarah pada titik penyelesaian; dan keberadaan dari hasil tindakan. Proses yang dilibatkan dalam Perfect Tense adalah proses yang telah mencapai penyelesaian dengan suatu hasil pasti dari sudut pandang pembaca.
Iblis tidak mempunyai cara lagi waktu melihat akhirnya Yesus harus mati seperti itu.
Di situ ia harus mengatakan, "Celaka Dia mati sedemikian rupa sehingga saya tidak mempunyai kemungkinan satu persen pun untuk mencapai kemenangan." Karena kemenangan peperangan rohani justru tidak dicapai melalui cara kemenangan manusia tetapi melalui dalil-dalil rohani, dimana manusia berhenti bergolak, berhenti bergumul, di sana baru kuasa Allah sungguh-sungguh tercurah.
Peperangan yang dimaksud ini tentu saja tidak dapat diterima oleh akal, , bagaimana kematian satu orang dianggap sebagai penebusan kepada seluruh umat manusia. Dan ajaran-ajaran non-Kristiani menyangkali hal tersebut.
Blessings,
BP
050505