SarapanPagi Biblika

Bible Study / Christian Library
It is currently Fri Sep 03, 2010 5:47 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 2 posts ] 
Author Message
 Post subject: YESUS Anak Manusia
PostPosted: Tue Jun 13, 2006 5:24 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6482
YESUS Anak Manusia



Anak Manusia (υιος του ανθρωπου - huios tou anthrôpou)


Anak Manusia adalah sebutan bagi Yesus Kristus, seringkali Yesus Kristus memakai istilah ini sebagai ganti kata diri-Nya :

Istilah "Anak Manusia" menekankan aspek kemanusiaan Yesus Kristus, meskipun tidak menutup kemungkinan sisi lain yaitu aspek keilahian, namun aspek keilahian ini lebih sering ditonjolkan dengan istilah "Anak Allah".

Yesus Kristus adalah Allah, sekaligus sebagai manusia. Perhatikan ayat dibawah ini, bagaimana Yesus Kristu ’mengganti’ istilah "Anak Allah" menjadi "Anak Manusia" The Son of Man (Yohanes 1:49-51). Hubungan antara surga dengan dunia tergantung baik pada tabiat manusiawi Yesus Kristus maupun tabiat ilahi-Nya.


* Yohanes 1:49-51
1:49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
KJV, Nathanael answered and saith unto him, Rabbi, thou art the Son of God; thou art the King of Israel.
TR, απεκριθη ναθαναηλ και λεγει αυτω ραββι συ ει ο υιος του θεου συ ει ο βασιλευς του ισραηλ
Translit, apekrithê nathanaêl kai legei autô nathanaêl rabbi su ei ho huios tou theou su eih o basileus ei tou israêl

1:50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
KJV, Jesus answered and said unto him, Because I said unto thee, I saw thee under the fig tree, believest thou? thou shalt see greater things than these.
TR, απεκριθη ιησους και ειπεν αυτω οτι ειπον σοι ειδον σε υποκατω της συκης πιστευεις μειζω τουτων οψει
Translit, apekrithê iêsous kai eipen autô hoti eipon soi hoti eidon se hupokatô tês sukês pisteueis meizô toutôn opsei

1:51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
KJV, And he saith unto him, Verily, verily, I say unto you, Hereafter ye shall see heaven open, and the angels of God ascending and descending upon the Son of man.
TR, και λεγει αυτω αμην αμην λεγω υμιν απ αρτι οψεσθε τον ουρανον ανεωγοτα και τους αγγελους του θεου αναβαινοντας και καταβαινοντας επι τον υιον του ανθρωπου
Translit, kai legei autô amên amên legô umin ap arti opsesthe ton ouranon aneôgota kai tous aggelous tou theou anabainontas kai katabainontas epi ton huion tou anthrôpou


Istilah "Anak Manusia" dan istilah “Anak Allah”. Menunjukkan hubungan antara surga dengan dunia tergantung baik pada tabiat manusiawi Yesus Kristus maupun tabiat ilahi-Nya.


Perhatikan ayat berikut :


* Yohanes 3:13.
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke surga, selain dari pada Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.

KJV, And no man hath ascended up to heaven, but he that came down from heaven, even the Son of man which is in heaven.
TR, και ουδεις αναβεβηκεν εις τον ουρανον ει μη ο εκ του ουρανου καταβας ο υιος του ανθρωπου ο ων εν τω ουρανω
Translit, kai oudeis anabebêken eis ton ouranon ei mê ho ek tou ouranou katabas ho huios tou anthrôpou


Ditinjau dari satu sisi, ayat di atas pun mengacu kepada kemanusiaan Yesus Kristus, dan terlalu banyak untuk ditelaah satu demi satu.

Istilah "Anak Manusia" muncul lebih dari 30 kali dalam Injil Matius, 15 kali dalam Injil Markus, 25 kali dalam Injil Lukas, dan selusin dalam Injil Yohanes. Di luar Injil, kata ini muncul dalam Kisah Para Rasul 7:56, dua kali dalam kitab Wahyu.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 13, 2006 5:25 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6482
GELAR "ANAK MANUSIA" DALAM INJIL-INJIL SINOPTIK



Kitab-kitab Injil memberi kesan bahwa Yesus cenderung memakai sebutan lain, yaitu Anak Manusia.

Ungkapan Yunani yang kurang lazim ini timbul hanya sebagai terjemahan dari ungkapan khas bahasa Semit (Ibrani "BEN 'ADAM"; Aram "BAR NASHA"), artinya, kalau bukan khas sosok "manusia" adalah umat manusia pada umumnya.


* Yehezkiel 2:1
Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, bangunlah dan berdiri, karena Aku hendak berbicara dengan engkau."

KJV, And he said unto me, Son of man, stand upon thy feet, and I will speak unto thee.
Hebrew,
ויאמר אלי בן אדם עמד על רגליך ואדבר אתך׃
Translit, VAYO'MER 'ELAI BEN-'ADAM 'AMOD 'AL-RAGLEYKHA VA'ADABER 'OTAKH


* Mazmur 8:4
apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

KJV, What is man, that thou art mindful of him? and the son of man, that thou visitest him?
Hebrew,
מה אנוש כי תזכרנו ובן אדם כי תפקדנו׃
Translit, MAH-'ENOSH KI-TIZKERENU UVEN-'ADAM KI TIFQEDENU


Dalam Daniel 7:13 dan ayat-ayat berikutnya ungkapan itu berkata " datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.... Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah."

Pada zaman Yesus, memakai ungkapan itu dianggap sopan bila mengacu kepada diri sendiri dalam keadaan tertentu, kendati beda pendapat apakah kata itu dipakai untuk membuat pernyataan tentang umat manusia secara umum termasuk pembicara secara khusus, atau untuk membuat pernyataan yang mengacu hanya kepada pembicara.

Yesus sering menggunakan ungkapan itu, dan tampilnya ungkapan itu dalam Injil Sinoptik menimbulkan perdebatan.

Pada satu pihak, ada anggapan bahwa muasal makna ungkapan itu adalah Daniel 7:13 dan ayat-ayat berikutnya; dan dianggap merujuk ke kedatangan sesosok makhluk surgawi yang dilukiskan dengan perlambang apokaliptik – akan terjadi pada masa datang dan kepada peran tokoh ini pada penghakiman yang terakhir. Beberapa ahli berpendapat bahwa gereja perdana yang pertama memakai konsep ini untuk melukiskan peranan Yesus di masa datang; yang lain mengemukakan pendapat berdasarkan Lukas 12:8 dan ayat-ayat berikutnya, bahwa Yesus mempralihatkan datangnya seorang tokoh zaman akhir 'yang lain dari diri-Nya sendiri', yang akan membela pekerjaan Yesus, dan oleh gereja perdana, di kemudian hari, menyamakan Yesus dengan tokoh yang akan datang itu. Pendapat yang lain lagi mengatakan bahwa Yesus memandang kepada kedatangan-Nya yang akan datang sebagai Anak Manusia.

Di samping penalaran "masa depan" di atas, ada ayat-ayat yang berbicara tentang otoritas dan kehinaan Anak Manusia dan yang menubuatkan penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya. Memang memprihatinkan – tapi bukan tidak mungkin – melihat bagaimana pernyataan-pernyataan demikian dibuat tentang Anak Manusia yang dilukiskan dalam Daniel 7. Karena itu banyak ahli berpendapat bahwa pemakaian kata Anak Manusia dalam ucapan-ucapan seperti itu berasal dari gereja perdana yang – sesudah menyamakan Yesus dengan Anak Manusia yang akan datang – mulai memakai gelar itu berkaitan dengan pekerjaan-Nya dan penderitaan-Nya waktu hidup di bumi ini. Ahli-ahli lain berpendapat bahwa Yesus memberikan tafsir ulang hasil kreasi-Nya sendiri, mengenai peranan Anak Manusia berdasarkan pengaruh nubuat tentang Hamba YHVH yang menderita (Yesaya 52:13-53:12).

Di pihak lain, beberapa ahli menerima pemakaian kata "bar nasya" sebagai sebutan diri sendiri dalam bahasa Aram, dan atas dasar itu mereka berpendapat bahwa Yesus menggunakan kata ini melulu sebagai alat merujuk kepada diri-Nya sendiri. Berdasarkan pandangan ini, maka pernyataan dalam Kitab-kitab Injil yang isinya tidak apokaliptik dan yang mengacu kepada Yesus sebagai melulu manusia, nampaknya adalah otentik. Di kemudian hari, pemakaian istilah itu oleh Yesus menuntut gereja ke Daniel 7, dan gereja mulai menafsirkan ulang ajaran Yesus dalam nada apokaliptik.

Mungkin para ahli tersesat karena terus bertahan mempedomani suatu asas asli untuk menalar semua sebutan itu dan kurang sungguh-sungguh mengindahkan keragaman artinya. Jelas istilah itu dapat dipakai sebagai sebutan diri sendiri, kendati keadaan yang tepat yang terkait dengannya masih belum dapat dipastikan. Juga tak dapat disangkal bahwa istilah itu bisa sebagai gelar. Seorang penafsir menalar tepat bahwa pemakaian kata sandang dalam ungkapan ini bisa memberi makna "sosok" manusia itu. Kenyataan bahwa tokoh ini mempunyai peranan dalam beberapa segi pemikiran Yahudi teracu dalam 1 Henokh dan 4 Ezra. Justru pendekatan yang terbaik ialah tetap mempedomani Daniel 7:13 dan ayat-ayat berikutnya sebagai titik tolak dan melihat di situ sosok, mungkin pemimpin dan wakil Israel, dan dengan itulah Yesus menyamakan diri-Nya sendiri. Tokoh ini memiliki otoritas dan ditentukan untuk memerintah atas dunia, tapi jalan menuju pemerintahan itu adalah merendahkan diri, penderitaan, dan ditolak. Tidak sukar memahami ucapan Yesus berkaitan dengan jalan itu, dengan pengertian bahwa Dia mempralihat diri-Nya sendiri ditolak dan kemudian dibela oleh Allah.

Pandangan di atas sangat meyakinkan atas nalar, Yesus memahami situasi di mana Ia melakukan pekerjaan-Nya, yang membawa Dia berbenturan dengan para penguasa Yahudi yang memusuhi-Nya, dan cara Yesus menerapkan dalam
hidup-Nya pola hidup saleh seperti dilukiskan dalam Perlanjian Lama, yang oleh karena pola itu orang-orang salah bersangkutan bisa saja ditolak dan dianiaya, dan mereka harus mutlak percaya bahwa Allah akan melepaskan mereka. Pola hidup saleh ini disajikan dalam mazmur-mazmur tertentu, dalam nubuat tentang Hamba YHVH yang menderita, di jalan hidup "orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi" dalam Daniel 7:22. Juga dalam kitab Kebijaksanaan – kendati kitab ini diragukan berpengaruh terhadap Yesus – dan dalam cerita-cerita rakyat yang menyanjung-nyanjung para martir Makabe.

Berkaitan dengan uraian di atas, adalah aneh jika Yesus tidak mengetahui bahwa hidup-Nya akn demikian. Dan ucapan Yesus "Siapakah Anak Manusia itu?" (Yohanes 12:34) pasti membingungkan pendengar-Nya. Agaknya Ia sengaja mempertanyakan itu untuk menutupi sebagian klaim-Nya sendiri guna menghindari kemungkinan timbulnya harapan-harapan palsu.
Kebijakan itu menuntut kekuasaan tapi justru kekuasaan demikianlah yang luas ditolak manusia. Jadi dalam menggunakan ungkapan ini Yesus menyatakan bahwa Dialah wakil Allah – final dan utuh sempurna – bagi manusia, yang ditentukan untuk memerintah tapi ditolak oleh Israel, dihukum dan menderita, tapi dibela oleh Allah. [ðððð]



Sumber : Yohannes/Biblika


Artikel terkait lainnya :
GELAR YESUS KRISTUS : ANAK MANUSIA, di http://www.sarapanpagi.org/gelar-yesus- ... 5.html#p183


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 2 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman