Quote:
13. Yesus adalah manusia, sebagai rasul yang harus dikasihi
Matius 10:37
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
TANGGAPAN :Sebaiknya dibaca 1 perikop dalam Matius 10:34-42 yang judulnya adalah YESUS MEMBAWA PEMISAHAN BAGAIMANA MENGIKUT YESUS :
* Matius 10:34-36
10:34"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
10:35Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
10:36dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Ayat kalimat kiasan. Maksudnya orang yang mau mengikuti Yesus harus lebih mencintai Yesus daripada apapun didunia ini. Apakah ayat tersebut mutlak mengartikan Yesus memberi pengajaran sambil bawa-bawa pedang ?. Alkitab apakah pernah menuliskan Yesus bawa-bawa pedang dalam mengajar.
Maksud pengajaran Yesus diatas, sbb :
Sekalipun Yesus Kristus disebut "Raja Damai", kebenaranNya harus senantiasa disampaikan, Kedatangan Yesus dan pemberitaan Injil-Nya mengakibatkan pemisahan-pemisahan sbb:
[1] Iman kepada Kristus memisahkan orang percaya dari orang berdosa dan dunia.
2 Korintus 6:17-18,
"Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan, demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa." Konsep mengenai pemisahan dari yang jahat ini adalah dasar dalam hubungan Allah dengan umat-Nya. Menurut Alkitab, pemisahan itu meliputi dua dimensi - yang satu negatif dan yang lain positif:
(a ) memisahkan dirimu secara moral dan rohani dari dosa dan dari segala sesuatu yang bertentangan dengan Yesus Kristus, kebenaran, dan Firman Allah;
(b ) mendekatkan diri kepada Allah dalam suatu persekutuan yang akrab dan intim melalui penyerahan diri, penyembahan, dan pelayanan. Pemisahan dalam pengertian ganda ini menghasilkan suatu hubungan di mana Allah menjadi Bapa sorgawi kita yang hidup bersama kita sebagai Allah kita, dan sebaliknya kita menjadi anak-anak-Nya laki-laki dan anak-anak-Nya perempuan.
Dalam Perjanjian Lama, pemisahan merupakan suatu tuntutan Allah yang terus-menerus bagi umat-Nya. Mereka diharapkan menjadi kudus, berbeda, dan terpisah dari semua bangsa lain supaya menjadi milik Allah sendiri. Satu alasan penting yang menyebabkan Allah menghukum umat-Nya dengan membuang mereka ke Asyur dan Babilonia ialah karena mereka bersikeras ingin menyesuaikan diri dengan penyembahan berhala dan gaya hidup yang fasik dari bangsa-bangsa di sekitar mereka.
Dalam Perjanjian Baru, Allah memerintahkan orang percaya untuk memisahkan diri,
(a ) dari sistem dunia yang bejat dan dari tindakan kompromi yang tidak kudus;
(b ) dari orang-orang dalam jemaat yang berbuat dosa dan menolak untuk bertobat, dan
(c ) dari guru, jemaat, dan kepercayaan yang palsu yang mengajarkan teologi yang salah dan menyangkal kebenaran alkitabiah.
Sikap kita dalam pemisahan ini harus nampak dalam hal:
(a ) membenci dosa, ketidakbenaran, dan sistem dunia yang bejat
(b ) melawan doktrin palsu;
(c ) kasih yang tulus terhadap mereka yang darinya kita harus pisahkan diri;
(d ) takut akan Allah sementara kita menyempurnakan kekudusan
Maksud dari pemisahan ini ialah agar sebagai umat Allah kita dapat:
(a ) bertekun dalam keselamatan, iman, dan kekudusan;
(b ) hidup semata bagi Allah sebagai Tuhan dan Bapa kita; dan
(c ) menginsafkan dunia yang tidak percaya ini akan kebenaran dan berkat-berkat Injil.
Jikalau kita memisahkan diri sebagaimana mestinya, maka Allah sendiri akan membalas dan mendekati kita dengan perlindungan, berkat, dan pemeliharaan-Nya sebagai Bapa. Dia berjanji untuk bersikap dan bertindak sebagai seorang Bapa yang baik. Dia akan menjadi penasihat dan pembimbing kita; Dia akan mengasihi dan menghargai kita sebagai anak-anak-Nya sendiri.
Penolakan orang percaya untuk memisahkan diri dari yang jahat pasti akan mengakibatkan hilangnya persekutuan dengan Allah, penerimaan oleh Bapa, dan hak-hak kita sebagai anak.
[2] Pemberitaan Firman Allah dan kebenarannya akan mendatangkan perlawanan, perpecahan, dan penganiayaan.
[3] Kehidupan yang dijalani sesuai dengan standar kebenaran yang ditetapkan Kristus akan mendatangkan ejekan dan cemoohan.
[4] Mempertahankan iman rasuli Perjanjian Baru terhadap ajaran yang sesat akan mendatangkan perpecahan.
[5] Ajaran Kristus mengenai damai dan kesatuan harus senantiasa diperhadapkan dengan kebenaran bahwa Ia datang "bukan untuk membawa damai, melainkan pedang"
* Matius 10:37-39 LAI TB,
"Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku." KJV,
He that loveth father or mother more than me is not worthy of me: and he that loveth son or daughter more than me is not worthy of me. TR,
ο φιλων πατερα η μητερα υπερ εμε ουκ εστιν μου αξιος και ο φιλων υιον η θυγατερα υπερ εμε ουκ εστιν μου αξιοςTranslit interlinear,
ho {yang} philôn {mengasihi} patera {ayah} ê {atau} mêtera {ibu} huper {diatas, lebih daripada} eme {-Ku} ouk {tidak} estin {ia adalah} mou {-Ku} axios {layak} kai {dan} ho {yang} philôn {mengasihi} huion {anak laki-laki} hê thugatera {anak perempuan} huper {diatas, lebih daripada} eme {-Ku} ouk {tidak} estin {ia adalah} mou {-Ku} axios {layak}Yesus Kristus memang menuntut agar kesetiaan dan kasih kepada-Nya lebih besar daripada setiap hubungan kasih sayang yang lain, sekalipun kepada keluarga sendiri.
Pernyataan ini bukanlah menentang keluarga sebagai keluarga, melainkan hendaknya para murid mempunyai loyalitas lebih besar kepada Yesus daripada kepada anggota keluarga mereka.
Dalam kasus-kasus ekstrim, jika harus memilih antara Yesus dan keluarga, Yesus menuntut loyalitas mutlak kepada diriNya. Ucapan mengenai salib (ayat 38 ) dan kehilangan hidup seseorang (ayat 39) mencerminkan nasip Yesus sendiri dan melanjutkan tema dari indentifikasi para murid dengan Yesus.
Artikel terkait :
Ucapan Yesus yang Sulit, 29 : Membenci Orang-tuanya , di
29-membenci-orang-tuanya-vt1080.html#p3403-----
Quote:
14. Yesus adalah manusia, yang diutus oleh Allah
Matius 10 40
Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
TANGGAPAN :
Lihat :
* Markus 9:41
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya." Bagian terakhir dari wejangan pengutusan (Ayat 40-42). Para murid adalah wakil Yesus, bahwa menerima mereka tidak hanya menerima Yesus tetapi juga menerima BapaNya di Surga. Anugerah yang sesuai akan diberikan kepada mereka yang menerima para murid-murid Tuhan Yesus, karena mereka semua mewakili Kristus dan Bapa Surgawi.
-----
Quote:
15. Yesus adalah manusia, yang terkecil dari kerajaan sorga
Matius 11:11
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
TANGGAPAN :Sebaiknya dibaca 1 Perikop dalam Matius 11: 2-19 sehingga anda mengerti essensi dari ayat-ayat didalamnya. Anda bisa bandingkan juga dengan apa yang tertulis dalam Lukas 7: 24-30.
Yohanes Pembabtis sebagai Elia, Kedatangan utusan Yohanes memberikan kesempatan kepada Yesus untuk mengemukakan perihal jati diri Yohanes. Yohanes berkotbah dan membabtis. Yesus mengidentifikasi Yohanes sebagai seorang nabi, tetapi kemudian mewartakannya sebagai pemenuhan dari Maleakhi 3:1 (lihat Keluaran 23:20). Yohanes adalah nabi yang mendahului kedatangan Kerajaan Allah. Identifikasi demikian lebih ditegaskan dalam ayat 14, ketika Yohanes disebut sebagai Elia. Menurut Maleakhi 4:5, Allah mengutus Nabi Elia sebelum hari yang besar dan dasyat pada saatkedatangan Allah. tetapi, seluruh kebesaran Yohanes dinyatakan, belum memungkinkan baginya memulai zaman baru yang menentukan untuk mewujudkan kedatangan kerajaan Allah (ayat 11).
Bagaimanapun juga pengajaran Yohanes menimbulkan serangan langsung terhadap kerajaan yang akan datang (ayat 12), serangan yang akan diulangi dalam peristiwa Yesus. Mereka yang menentang pewartaan Yohanes dan Yesus mengenai Kerajaan Allah menentang Allah itu sendiri. Yohanes dan Yesus ditolak (ayat 16-19), bandingkan dengan Lukas 7:31-35. Yohanes yang sederhana dan asketis telah diusir sebagai orang yang kerasukan setan (ayat 18 ). Demikian juga Yesus juga mengalami penolakan yang sama (ayat 19)
-----
Quote:
16. Yesus adalah manusia, Tuhan tidak layak bersukur kepada Tuhan
Mat. 11 25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
Yesus adalah manusia, kalau tidak maka tidak ada akan ada ucapan ini
Mat. 11 26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
Yesus adalah manusia, Tuhan memberi amanah kepadanya
Mat. 11 27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
TANGGAPAN :* Matius 11:25
Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
* Lukas 10:21
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Ayat diatas memberikan pengajaran dan contoh yang konkrit agar kita selalu bersyukur dan mengikuti kehendak Allah Yang Mahakuasa . Bagi Yesus, tujuan tujuan perjalanan-nya (Yunaninya exodos; Luk 9:31) dicapai dengan cara mengajar, menyembuhkan orang-orang yang menderita, menjauhkan mereka dari kuasa yang jahat, mengajarkan kepada orang banyak siapa Yang Mahakuasa.
Perlu dipahami perendahan diri Yesus ('kenosis'). Artinya, dalam keadaanNya sebagai manusia, ada hal-hal yang bersifat kemanusiawian yang harus dipikul oleh Yesus. Dalam hal ini, Ia telah membuat diriNya menjadi lebih rendah dari BapaNya, dalam tubuh manusia, Yesus memiliki keterbatasan untuk sementara waktu.
* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!-----
Quote:
17. Yesus adalah manusia, nabi yang harus dipanuti oleh kaumnya
Mat. 12 30 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.
Yesus adalah manusia, hanya hujat kepada roh kudus tak diampuni
Mat. 12 31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.
Yesus adalah manusia, yang menentangnya akan diampuni
Mat. 12 32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.
TANGGAPAN :Konteks yang dibahas dalam Matius pasal 20 ayat 22-37 adalah dari mana Sumber Kekuatan Yesus, dimana judul perikopnya adalah YESUS DAN BEELZEBUL sebaiknya anda baca 1 perikop.Anda juga bisa membandingkannya dengan apa yang tertuis dalam Markus 3:19-30; Lukas 11:14-23; 12:10; 6:43-45) Penyembuhan seorang yang kerasukan setan yang buta dan bisu menimbulkan orang-orang Farisi untuk menyelidiki sumber kuasa Yesus. penyembuhan ini (ayat 22) mengakibatkan 2 reaksi: rasa kagum dari phak orang banyak mengenai yesus sebagai Anak Daud atau Mesias (ayat 23) dan permusuhan dari orang-orang Farisi yang yakin bahwa Yesus adalah alat dari setan (ayat 24).
Untuk menjawab orang farisi, yesus mengemukakan 3 argumen :
1. Jika kuasa Yesus atas setan berasal dari setan, berarti setan melawan setan yang menyebabkan kerajaannya terbagi-bagi dan pada akhirnya menjadi hancur (ayat 25-26).
2. Pengusiran setan oleh Yesus harus ditafsirkan sebagai pekerjaan baik Roh Kudus, bukan seperti para pengusir setan Yahudi lainnya (ayat 27-39)
3. Yesus tidak dapat mengusir setan jikalau Ia tidak mempunyai kuasa atas segala setan (ayat 29). Ucapan dalam ayat 28 yang menghubung pengusiran setan oleh Yesus dengan kedatangan Kerajaan Allah, penting dikedepankan untuk memahami semua mujizat-mujizat Yesus. Mujizat-mujizat tersebut adalah tanda bahwa Kerajaan Allah telah mendatangi dunia ini di dalam Yesus, dan akan mencapai pemenuhannya pada waktunya.
Sesudah menjawab keberatan orang Farisi, Yesus ganti menyerang mereka dengan 3 peringatan :
1. Keeratan hubungan dengan Yesus adalah mutlak dan perlu, dan orang-orang farisi harus mengakui hal itu atau mengambil resiko tersisih ketika Kerajaan Allah datang (ayat 30)
2. Satu satunya dosa yang tak terampuni adalah menganggap karya Roh Kudus sebagai pekerjaan roh jahat, seperti yang dilakukan oleh orang Farisi dalam hubungannya dengan Yesus. kegagalan untuk mengakui Anak Manusia dapat dipahami atau bahkan diampuni, tetapi kegagalan untuk mengakui sumber dari kuasaNya tidak dapat dimaafkan (ayat 31-32)
3. Perlawanan orang Farisi terhadap Yesus berasal dari kejahatan mereka, dan dalam Pengadilah Terakhir mereka akan diadili sesuai dengan kesediaan atau ketidak-sediaan mereka mengakui bahwa Yesus memiliki kuasa Roh Kudus (ayat 33-37).
Artikel terkait :
-
Ucapan Yesus yang Sulit, 21 : Dosa Terhadap Roh Kudus , di
21-dosa-terhadap-roh-kudus-vt1054.html#p3354-
DOSA-DOSA YANG MELAWAN ROH KUDUS, di
dosa-dosa-melawan-roh-kudus-vt99.html#p208 -
DOSA YANG TIDAK DAPAT DIAMPUNI, di
dosa-dosa-melawan-roh-kudus-vt99.html#p209 -----
Quote:
18. Setan tahu Yesus bukan Tuhan
Mat. 8 29 Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"
Yesus adalah manusia, yang menurut ayat ini dikasihi oleh Allah
Mat. 17 5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
TANGGAPAN :Bandingkan dengan :
* Lukas 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah Ketiga ayat diatas menunjuk bahwa Yesus mempunyai gelar Anak Allah. Anak Allah bukan berarti bahwa Allah itu seperti seorang perempuan beranak. Anak Allah adalah gelar yang diberikan untuk menunjukkan keakraban hubungan.
Sebutan Anak Allah bukan berarti Allah beranak itu menurut makna harfiah atau menurut makna biologis. Anak Allah adalah Allah dengan pengertian bahwa Dia memiliki "hakekat" Allah. Sang Firman telah menjadi manusia (Yohanes pasal 1), Allah telah menyatakan diri-Nya sebagai manusia. Wajar jika Kristus pun disebut sebagai Anak Allah karena hubungan keakraban.
Gelar ANAK ALLAH telah dijelaskan pula dalam:
INKARNASI (PENJELMAAN)dan
TANGGAPAN ATAS TUDUHAN TENTANG INKARNASI YESUS KRISTUS yang sudah dibahas sebelumnya.
-----
Quote:
19. Yesus adalah manusia, Tuhan tidak layak makan minum
Mat. 11 19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."
Yesus adalah manusia, Tuhan tidak makan atau minum, baik di bumi maupun surga
Mat. 26 29 Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku."
Yesus adalah manusia, Tuhan tidak akan lapar
Mat. 21 18 Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
Yesus adalah manusia, Tuhan tidak memerlukan buah
Mat. 21 19 Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.
TANGGAPAN :Pada prinsipnya, ajaran Islam memang tidak menerima kenyataan bahwa Allah menyatakan diri-Nya sebagai manusia, bahwa sebagai manusia, wajar saja jika Yesus Kristus lapar, makan, haus, minum, ngantuk, tidur dst.
-----
Quote:
20. Yesus adalah manusia, karena yang di bumi tidak layak disembah
Mat. 23 9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
TANGGAPAN :Yesus sendiri menekankan pentingnya ajaran Kitab Suci ini tentang
ke-Esa-an Allah :
* Markus 12:29
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. IMAN KRISTEN MENGIMANI KE-ESA-AN ALLAH : Ajaran Kitab Suci bahwa hanya ada satu Allah sangatlah penting untuk diperhatikan, terutama karena banyak yang tidak mempercayai ajaran ini. Ajaran ini sangat jelas sekali dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
* Yesaya 45:5
Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,
* Ulangan 4:35
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. Rasul Paulus menulis kepada Timotius,
“Karena Allah itu esa (satu) dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (1 Timotius 2:5); demikian juga tertulis pada ayat-ayat lain :
* 1 Korintus 8:6
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
* Efesus 4:6
satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. BAGAIMANA DENGAN AJARAN TRINITAS ? TRINITAS adalah ajaran Kristen yang paling kontroversial, karena ajaran ini bukan saja sukar untuk dimengerti, namun banyak menimbulkan ke salah pahaman dengan timbulnya anggapan miring bahwa ‘Allah Kristen’ itu tiga, jadi tidak dapat dikatakan sebagai termasuk monotheisme namun lebih tepat termasuk politheisme atau percaya akan banyak ilah. Sebaliknya karena Alkitab secara jelas membicarakan mengenai masalah ini, tentu ajaran Trinitas itu tidak akan pupus hanya karena adanya mereka yang tidak mempercayainya.
Sebenarnya, pengertian Trinitas/Tritunggal mengungkapkan bahwa Allah Itu Esa : (Ulangan 6:4; Galatia 3:20), namun dalam keesaanNya itu menyatakan diri dalam Tiga pribadi. Sekalipun demikian ke tiga pribadi itu sehakekat dalam kesatuan pemeliharaan Allah.
Kejadian 1:1-2 menunjuk Allah Bapa dengan Roh terlibat dalam penciptaan sedangkan Yohanes 1:1 menunjukkan Allah Bapa dan Logos terlibat pada peristiwa yang sama. Jadi baik Roh maupun Yesus sudah ada sejak awal sama halnya dengan Bapa, dan ketiganya bersatu dalam penciptaan langit dan bumi.
Kejadian 1 menunjukkan bahwa Elohim atau Allah Bapa itulah pencipta, namun kita melihat Mzm.33:8 menyebut bahwa “oleh firman TUHAN langit telah dijadikan” sedangkan Yesus disebut sebagai firman yang menciptakan segala sesuatu (Yohanes 1:1-18 ), jadi kedua penyataan itu identik menunjuk pada yang Esa.
ALPHA DAN OMEGA Yesus juga disamakan dengan ALLAH sebagai Alpha dan Omega (Wahyu 22:13; bandingkan 1:8;21:6) dan Awal dan Akhir (Wahyu 1:17; 2:8; bandingkan 21:6;Yesaya 44:6;48:12). Ini menunjukkan bahwa Yesus sudah ada sejak awal sama dengan Bapa, jadi Yesus bukannya ciptaaan yang pernah tidak ada sebelum penciptaan melainkan sudah ada sebelum adanya ciptaan.
Sekalipun disebutkan bahwa tidak seorangpun melihat Allah, TUHAN menyatakan diri sebagai Malaikat TUHAN yaitu tiga orang yang bertemu Abraham (Kej.18:1-22). Ini tentunya menunjukkan oknum Yesus yang menjelma menjadi manusia, karena Ialah yang berfungsi menyatakan kehadiran Allah kepada manusia.
Yesus juga mengatakan bahwa Ia ada sebelum Abraham ada (Yohanes 8:58 ). Ayat terakhir ini sebenarnya berkata bahwa sebelum Abraham lahir Yesus itu ‘Ada’ (‘ego eimi’ yang artinya sama dengan ‘Aku adalah Aku’ dalam Keluaran 3:14). Dalam kitab Hakim-Hakim kita melihat ke tiga oknum TUHAN, Malaekat Allah dan Roh Tuhan bekerja bersama atas diri Samson.
Yesaya menyebut mengenai keesaan Allah (Yesaya 44:6;45:5,22; 46:9), namun dalam surat yang sama kita melihat ketritunggalan itu hadir bersama pula (Yesaya 40; 48:16-17).
YESUS DIPERMULIAKAN Juga difirmankan bahwa ALLAH tidak akan memberikan kemuliaan kepada yang lain (Yesaya 42:8;48:11), tetapi dalam inkarnasinya Yesus minta Bapa agar mempermuliakan Anak (Yohanes 17:1,5;Wahyu 14:7;15:4) ini menunjukkan bahwa keduanya sama-sama dipermuliakan.
Petrus mengaku Yesus sebagai Messias dan Anak Allah (Matius 16:16). Thomas memanggil Yesus Tuhan dan Allah (Yohanes 20: 28 ) suatu pengakuan yang kelihatannya sudah menjadi pengakuan jemaat awal mengacu pada pengakuan pemazmur (35:32).
Paulus dalam salamnya menyebut dua oknum Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus sebagai kesatuan terkait (1 Korintus 1:3). Demikian juga Yoh.14-16 menyebutkan oknum Roh Kudus sebagai pribadi yang menyatu dalam ke'Allah'an, justru karena pribadi, Roh Kudus disetarakan dengan pribadi Bapa dan Anak dalam rumus baptisan (Matius 28:19).
YESUS ADALAH ALLAH Perendahan demikian juga berlaku dalam status Allah yang terkait Yesus yang diusahakan direndahkan dengan diterjemahkan menjadi ‘suatu allah’ (a god, Yohanes 1:1), namun dalam ayat lain yang tidak dapat dicari dalihnya diberi pengertian lain.
Sebagai contoh ayat Yesaya 9:5 jelas menunjukkan bahwa “Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai” ditujukan kepada Yesus.
Disebutkan bahwa Bapa mengatakan Anak sebagai ‘Allah’ yang diurapi ‘Allah’ (Ibrani 1:8,9) dan bukan hanya Bapa tetapi Anak pun disembah oleh malaIkat dan dimuliakan (Ibrani 1:6; bandingkan Wahyu 1:17;4:10-11;14:7;15:4; dan 19:10;22:8-9). Yesus juga disebut “Imanuel” yaitu ‘Allah menyertai kita’ (Yesaya 7:14;Matius 1:23).
ROH KUDUS ADALAH ALLAH Ayat-ayat di atas cukup jelas mengenai ke’Allah’an Yesus, dan bila kepribadian ‘Roh Kudus’ juga banyak dibuktikan dalam Alkitab, bagaimana kita bisa diyakinkan bahwa ‘Roh Kudus adalah Allah’?
Sekalipun tidak secara eksplisit disebutkan, kehadiran Roh Kudus selalu dikaitkan dengan Allah (Roh Allah & Roh TUHAN). Roh Kudus juga terlibat dalam penciptaan sejak awalnya (Kejadian 1: 1-2).
Juga disebut agar ‘Jangan Mendukakan Roh Kudus’ dan ‘yang menghujat tidak akan diampuni’ (Matius 12:31). Menghujat Allah adalah sifat si Dajal (Wahyu 13:5,6) dan ‘neraka adalah tempat hukuman mereka yang menghujat Allah’ dan tidak bertobat (Wahyu 16:9).
TRINITAS DALAM ALKITAB Sekalipun dalam Perjanjian Baru istilah Tritunggal/Trinitas tidak ada. Namun petunjuk ke arah ke’tri’tunggalan ini sangat jelas, seperti dalam peristiwa pembaptisan Yesus (Matius 3:16-17) dimana ketiga oknum itu menyatakan diri, demikian juga perintah agung penginjilan (Matius 28:19) yang diucapkan Yesus dengan jelas menyebutkan ke tiga oknum Allah dalam kesatuannya. Ketritung-galan itu juga tercermin dalam peristiwa pengurapan ‘Yesus yang berinkarnasi’ (Lukas 4: 18-19;Yesaya 61: 1,2).
Salam Berkat Paulus mengungkapkan keesaan tiga oknum (2 Korintus 13:13). Petrus menyebut Allah Bapa sebagai perencana, Roh sebagai pengudus, dan Yesus sebagai penebus (1 Petrus 1:2; bandingkan Yesaya 48:16-17).
Jadi, ketritunggalan Allah berkaitan dengan pemeliharaan dan penebusan Allah yang menyeluruh kepada manusia.
Yesaya 48:16-17 mengungkapkan ketiga oknum Allah bersama-sama dalam karya keselamatan (bandingkan 1 Korintus 12:3-6), dan ‘jalan keselamatan’ yang digenapi oleh Yesus yang dirintis jalannya oleh Yohanes Pembaptis merujuk nubuatan Yesaya tentang ‘jalan keselamatan ALLAH (Lukas 3:4-6;Yesaya 40:3-5).
Dari beberapa contoh ayat di atas kita dapat melihat bahwa pengertian Trinitas/Tritunggal sudah tersirat baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dan sekalipun tidak dirumuskan dalam suatu rumusan doktrin tertentu, dapat dilihat bahwa disadari atau tidak, jemaat pada masa Yesus dan para Rasul sebenarnya sudah mengakui ketritunggalan Allah dan karena sudah jelas tidak perlu ada perumusan sebagai suatu doktrin.
Artikel terkait :
Arti TUHAN yang Esa dalam Alkitab , di
tuhan-yang-esa-vt21.html#p43-----
Quote:
21. Yesus adalah manusia, Tuhan tidak mungkin tidak tahu tentang hari dan saat itu
Mat. 24 36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."
TANGGAPAN :* Markus 13:32
Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja. Tidak ditulis di sana AKU TIDAK TAHU, melainkan ANAK PUN TIDAK karena ada perbedaan fungsi dan jabatan.
Hanya waktunya "hari itu" sajalah yang tidak pasti, karena terkunci di dalam rencana Bapa, sedemikian rupa sehingga sekalipun Anak, dalam batas-batas penjadian daging yang Ia terima dengan sukarela, tidak ikut memiliki rahasia itu. Penggunaan ungkapan "Anak" tanpa kata-kata lain ini menentang pandangan, bahwa Yesus tidak memungkin memandang diri-Nya sendiri sebagai Anak Allah yang khas. Sebagai manusia, Yesus tidak tahu tentang "hari itu" namun sebagai Allah tentu saja Ia mengetahuinya, dan ungkapan di atas hanya sekedar menekankan bahwa "hari itu" tak diduga-duga. Ungkapan ini termasuk bagian dari eskatologi Alkitab yang memerlukan pembahasan tersendiri.
Selanjutnya; Matius 24:36 atau Markus 13:32, tidak menulis "Aku tidak tahu", tetapi
"Anak 'tidak tahu' ".
Coba bandingkan variasi penulisan antara "Aku" dengan "Anak".
* Yohanes 10:30
LAI TB,
Aku dan Bapa adalah satu
KJV,
I and my Father are one.
TR,
εγω και ο πατηρ εν εσμεν
Translit Interlinear,
egô {Aku} ka i{dan} ho patêr {Bapa itu} hen {satu} esmen {kami adalah} * Markus 13:32
LAI TB,
Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.
KJV,
But of that day and that hour knoweth no man, no, not the angels which are in heaven, neither the Son, but the Father.
TR,
περι δε της ημερας εκεινης και της ωρας ουδεις οιδεν ουδε οι αγγελοι οι εν ουρανω ουδε ο υιος ει μη ο πατηρ
Translit interlinear,
peri {tentang} de {tetapi} tês hêmeras {hari} ekeinês {itu} kai {dan} tês hôras {jam} oudeis {tidak satupun} oiden {tahu} oude {juga tidak} hoi aggeloi {malaikat-malaikat} hoi {yang} en {di} ouranô {surga} oude {juga tidak} ho huios {Anak} ei mê {kecuali} ho patêr {Bapa} * Matius 24:36
LAI TB,
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.
KJV,
But of that day and hour knoweth no man, no, not the angels of heaven, but my Father only.
TR,
περι δε της ημερας εκεινης και της ωρας ουδεις οιδεν ουδε οι αγγελοι των ουρανων ει μη ο πατηρ μου μονος
Translit interlinear,
peri {tentang} de {tetapi} tes hêmeras {hari} ekeinês {itu} kai {dan} tês hôras {jam} oudeis {tidak satupun} oiden {tahu} oude {juga tidak} hoi aggeloi {malaikat-malaikat} ton ouranôn {di surga} ei mê {kecuali} ho patêr {Bapa} mou {-Ku} monos {sendiri} Sekedar ilustrasi, saat Megawati masih menjadi Presiden RI...
Ketua Umum Partai (PDI-P) tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri, tetapi Presiden RI dapat, nah, apakah Megawati tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri?
Megawati sebagai ketua PDI-P tidak berwenang memecat Meteri Luar Negeri.
Tetapi Megawati adalah Presiden, yang bisa memecat Menteri Luar Negeri
Apakah disimpulkan Megawati tidak bisa memecat Menteri Luar Negeri?
Yesus sebagai manusia, 'Anak', tidak berwenang mengetahui hari Kiamat.
tetapi Yesus adalah Allah, yang Maha Tahu
Apakah disimpulkan Yesus sebagai Allah tidak tahu hari kiamat?
Yesus
tidak mengucapkannya dengan
"Aku tidak tahu" tetapi mengucapkannya dengan
"Anak tidak tahu". Matius 24:36/ Markus 13:32, menekankan bahwa
'tidak ada manusia yang tahu akan hari itu', Anak-pun tidak, artinya Yesus sebagai manusia yang sedang mengucapkan hal itu tidak mempunyai wewenang untuk tahu hari itu.
Maka ayat diatas mempunyai penekanan bahwa
"hari itu benar-benar misteri/ tak diduga-duga"Tetapi apakah sebagai Allah, Yesus tidak tahu?
Tentu saja Ia Maha Tahu......
Ia tahu kapan Ia disalib, Ia tahu siapa yang akan mengkianatinya, Ia tahu pikiran jahat orang2 Farisi yang hendak menyerangnya, Ia tahu perasaan perempuan yang kedapatan berzinah dan hendak dirajam, Ia tahu kualitas iman perempuan Kanaan yang disebutNya 'kunarion' Ia mengucapkannya sebab Ia tahu bagaimana iman perempuan ini. Ia tahu sejarah perempuan samaria yang sedang bercakap2 denganNya, Ia Tahu kebiasaan ritual orang Samaria........ dst.....
Ada banyak bukti yang membuktikan Ia tahu, sebab Ia adalah Allah.
Selanjutnya, silahkan baca di :
YESUS TDK MAHA TAHU ? :
yesus-tidak-maha-tahu-vt61.html#p132Yesus Kristus adalah YHVH, di :
yesus-kristus-adalah-yhvh-vt41.html#p97Yesus Kristus adalah Allah :
yesus-kristus-adalah-allah-vt35.html#p80-----
Quote:
22. Yesus adalah manusia, Tuhan tidak layak berdoa
Mat. 26 36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."
Yesus adalah manusia, Tuhan tidak layak sujud dan berdoa kepada Tuhan
Mat. 26 39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
Yesus adalah manusia, Tuhan tidak akan berdoa kepada Tuhan
Mat. 26 42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"
TANGGAPAN :Pengakuan Yesus bahwa Dia berdoa kepada Bapa-Nya bukanlah berarti bahwa Dia bukan Tuhan. Doa Yesus menekankan iman. dan pembenaran-Nya tentang misi-Nya.
Definisi doa adalah adalah sebagai berikut : Hubungan persekutuan dengan Allah, atau lebih tepatnya Doa adalah komunikasi pribadi dengan Allah.
Yesus memberikan teladan bagi murid-muridNya, bahwa Yesus suka berdoa.
Pengajaran dan contoh yang konkrit agar kita selalu berdoa dan mengikuti kehendak Allah Yang Mahakuasa .
Bagi Yesus, tujuan tujuan perjalanan-nya (Yunaninya exodos; Luk 9:31) dicapai dengan cara mengajar, menyembuhkan orang-orang yang menderita, menjauhkan mereka dari kuasa yang jahat, mengajarkan kepada orang banyak siapa Yang Mahakuasa.
Pertanyaannya; Yesus itu sendiri adalah Allah kok pakai berdoa segala?
Inilah yang saya maksud dengan penjelasan awal
"ayat-ayat yang menyatakan kemanusiaan Yesus tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Tuhan. Demikian pula sebaliknya, ayat-ayat yang menyatakan Ke-Allahan Yesus tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Manusia." Doa Yesus di Getsemani juga sebagai persiapan Yesus untuk menghadapi siksa salib.
Perlu dipahami perendahan diri Yesus ('kenosis'). Artinya, dalam keadaanNya sebagai manusia, ada hal-hal yang bersifat kemanusiawian yang harus dipikul oleh Yesus. Dalam hal ini, Ia telah membuat diriNya menjadi lebih rendah dari BapaNya, dalam tubuh manusia, Yesus memiliki keterbatasan untuk sementara waktu.
* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!-----
Quote:
23. Yesus adalah manusia, Tuhan tidak akan sedih dan gentar
Mat. 26 37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
Yesus adalah manusia, Tuhan tidak akan sedih dan merasa mau mati
Mat. 26 38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
TANGGAPAN :* Matius 26:37
LAI TB,
Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa 'sedih' ('lupeô') dan gentar,
TR Translit,
kai paralabôn ton petron kai tous duo huious zebedaiou êrxato lupeisthai kai adêmonein Semasa berada di dunia dalam tubuh kemanusiaan-Nya, wajar saja jika Yesus Kristus memiliki perasaan yang positif seperti "senang", "gembira", "sukacita", dan tidak mustahil pula jika Dia pun memiliki perasaan yang negatif seperti "marah" (Markus 3:5), "sedih" ('perilupos', teramat sedih 'lupêo', Matius 26:38, Markus 14:34), "terharu" (Yohanes 12:27, 13:21), "takut" (Markus 14:33) bahkan ... "kecewa".
-----
Quote:
24. Tuhan tidak layak merasa ditinggalkan Tuhan kecuali manusia
Mat. 27 46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
TANGGAPAN :Silahkan baca disini :
eli-eli-lama-sabakhthani-vt56.html#p124Kiranya penjelasan diatas bermanfaat.
Blessings,
BP
November 23, 2005