TIPOLOGITipologi atau
typology, kadang ditulis dengan
typologi dari kata Yunani,
"τυπος - tupos" (kadang ditrasliterasikan
"typos" kata darimana kata Inggris
"type" berasal) dan
"λογος - logos".
Istilah
tipologi atau
typology dalam kekristenan adalah studi tentang
tipe-tipe atau
prafigur dalam Kitab Suci. Yaitu suatu penelaahan Perjanjian Lama yang cermat menyatakan unsur-unsur (disebut
"tipe" atau
"lambang", Yunani,
"τυπος - tupos") yang digenapi di dalam kedatangan Mesias (yang merupakan "
antitype"-nya);
Tipologi adalah studi tentang peristiwa pada perjanjian Lama yang mempunyai arti rohani, dengan kata lain, terdapat persesuaian di antara berbagai oknum, peristiwa, atau hal dalam Perjanjian Lama dan Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru.
Studi tentang tipologi membuat kisah-kisah dalam Alkitab menjadi lebih hidup, lebih berkesan, dan lebih terasa kebenarannya. Tipologi adalah juga sebuah bentuk nubuat, nubuat tidak langsung, karena kita tidak tahu itu adalah nubuat sampai penggenapannya atau
antitype-nya diketahui. Saat
antitype besarnya ada, baru kita bisa melihat kebelakang dan melihat apa yang dimaksud Allah.
Mungkin banyak orang menganggap bahwa nubuat itu harus merupakan "tulisan", "perkataan", sehingga identik dengan "ramalan", padahal nubuat tentang Yesus Kristus juga mencakup "peristiwa", dan lain-lain. Tipologi biasanya memiliki seseorang atau karya Mesias sebagai tujuannya. Jadi terdapat pola jelas dari paralel motif, tapi
type dan
anti-type memiliki realitas dan arti yang independen.
Perjanjian Baru, adalah pemenuhan dari hal-hal di Perjanjian Lama. Nah, banyak hal-hal dalam Perjanjian Lama tersebut yang merupakan
type / prafigur dari hal-hal dalam Perjanjian Baru. Orang Perjanjian Lama yang terlibat dalam kisah itu mungkin tidak melihat bahwa apa yang mereka alami itu menubuatkan kedatangan Yesus Kristus.
1. Tipologi Cawat Kulit Binatang yang darahnya telah tertumpahKetika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mereka malu akan ketelanjangannya, dan mereka menutup auratnya dengan daun-daunan :

Lihat, Adam dan Hawa dikala itu masih dalam kenaifan budaya alam flora dan fauna.
Keduanya tentu tidak bisa memahami apa itu
‘kematian kurban’. Maka, Allah harus mengkomunikasikannya secara bertahap dalam konsepsi, dengan ilustrasi, dan
'perlambangan darah' yang harus ditumpahkan sebagai
kurban penebus dosa.

Allah 'paling tidak' membunuh seekor binatang (mungkin lebih) untuk membuatkan cawat bagi Adam dan Hawa, dan ini adalah darah pertama yang dicurahkan untuk 'bayar harga' akibat suatu dosa :

Dan sejak itu, Allah terus berjanji kepada manusia akan hal-hal yang sama dari zaman-ke-zaman lewat nabi-nabiNya. Kita bisa belihat tipologi 'keselamatan dari Allah' akibat dari dosa yang diperbuat manusia sejak zaman Adam. Allah telah menunjukkan
konsep harga yang harus dibayar terhadap perbuatan dosa,
penebusan dosa dengan darah, keselamatan dengan darah (inti pengertian paskah) adalah merupakan hal yang pokok dalam Kekristenan.
Selanjutnya bisa baca di :
keselamatan-dari-allah-vt214.html#p4202. Tipologi Domba Kurban dari Allah 
Banyak orang mengira bahwa apa yang dilakukan Allah kepada Abraham untuk mempersembahkan 'anaknya yang tunggal' itu sebagai 'ujian iman' saja. Namun Alalh tidak perlu-perlunya melakukan hal yang kejam ini untuk sekedar menge-test iman Abraham. Yang dilakukan Allah adalah lebih dari itu, dimana sekali lagi diberikan 'nubuat' dalam tipologi bahwa pada saatnya nanti ada domba penebusan dosa yang paling sempurna yang datangnya dari Allah.
Selengkapnya di
keselamatan-dari-allah-vt214.html#p4213. Tipologi Domba Paskah pada zaman Musa
Vonis kematian anak sulung (tulah ke 10) digantikan dengan darah yang tercurah. Dan peristiwa Paskah ini adalah sentral dari Kitap Keluaran. Allah sekali lagi memberikan tipologi bahwa harus ada darah kurban untuk ganti kehidupan. Yesus Kristus menggenapinya dengan kematianNya yang berdarah. Supaya oleh kematian-Nya umat boleh memperoleh kehidupan yang kekal.
Baca artikel terkait :
kematian-martir-dan-kematian-kurban-vt475.html#p931Dalam pola pikir semitik
dosa adalah "hutang" maka harus ada harga yang dibayar. Yaitu
kematian dengan darah. Allah telah mengirimkan
Anak Domba yang menjadi kurban, yaitu diriNya sendiri sebagai kurban yang sempurna dan tidak bercacat. Maka kurban yang terbesar ini cukup menyelamatkan dosa semua umat manusia. Kepada mereka yang percaya diberikan pengampunan dosa yang olehnya Ia telah rela untuk mati sebagai kurban.
Hukum Taurat dengan jelas mengajarkan bahwa dosa hanya dapat ditebus dengan darah, darah binatang pada masa lalu (Perjanjian Lama) adalah sebuah tipologi kurban yang akan digenapi oleh Kristus (Sang Mesias/ Almasih) :
- Korban bakaran (Imamat 1:1-17); darah
- Korban Kedamaian/keselamatan (Imamat 3:1-17) ; darah
- Korban Penghapusan Dosa (Imamat 4:1-35) ; darah
- Korban Pelanggaran (Imamat 5:1-13) ; darah, (orang miskin boleh memakai tepung dibakar diatas korban "darah" binatang orang lain).
- Korban penebus salah (Imamat 5:14-19; 6:1-7) ; darah
Seperti sudah dijelaskan diatas,
perbuatan dosa itu adalah hutang dalam pola pikir semitik, dan hutang itu hanya dapat dibayar dengan nyawa dengan darah yang tertumpah. Apabila manusia ingin terlepas dari "vonis nyawa" ini, tidak bisa tidak kita harus membayar harga-pengampunan yang setimpal, yaitu membayar dengan nyawa sesuai hukum Taurat "Nyawa ganti nyawa…" (Keluaran 21:24). Dalam hukum Taurat, hampir segala sesuatu disucikan, dan diampunkan dengan darah (yang dianggap nyawa), dan
"tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan" (Ibrani 9:22). Ini dilakukan lewat domba yang dikorbankan diatas mezbah, berulang-ulang untuk setiap kali pengampunan hingga digenapi oleh Sang Mesias/ Almasih/ Kristus.
Kita “manusia mati yang berjalan” ini tidak mungkin bisa menebus diri kita yang mati (rohani). Hanya Yesus Kristus yang tanpa-dosa dapat melakukannya, yaitu dengan sengaja merelakan diriNya dilahirkan ke dunia (dan tinggal di tengah-tengah manusia) untuk menemui kematian lewat
penyaliban demi dapat menebus harga kematian kekal itu bagi kita.
Dalam Alkitab Dialah Mesias yang dilambangkan sebagai
Anak Domba yang tak bernoda yang menjadi korban penebusan dosa* 1 Petrus 1:18,19
1:18 LAI TB,
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,KJV,
Forasmuch as ye know that ye were not redeemed with corruptible things, as silver and gold, from your vain conversation received by tradition from your fathers;
TR,
ειδοτες οτι ου φθαρτοις αργυριω η χρυσιω ελυτρωθητε εκ της ματαιας υμων αναστροφης πατροπαραδοτου
Translit,
eidotes hoti ou phthartois arguriô hê khrusiô elutrôthête ek tês mataias humôn anastrophês patroparadotou1:19 LAI TB,
melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. KJV,
But with the precious blood of Christ, as of a lamb without blemish and without spot:
TR,
αλλα τιμιω αιματι ως αμνου αμωμου και ασπιλου χριστου
Translit,
[color=olive]alla timiô haimati hôs amnou amômou kai aspilou khristouYohanes Pembabtis berseru ketika melihat Yesus datang kepadanya :
* Yohanes 1:29
LAI TB,
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. KJV,
The next day John seeth Jesus coming unto him, and saith, Behold the Lamb of God, which taketh away the sin of the world.
TR,
τη επαυριον βλεπει ο ιωαννης τον ιησουν ερχομενον προς αυτον και λεγει ιδε ο αμνος του θεου ο αιρων την αμαρτιαν του κοσμου
Translit,
tê epaurion blepei iôannês ton iêsoun erkhomenon pros auton kai legei ide ho amnos tou theou ho airôn tên hamartian tou kosmouItulah misi terbesar Yesus, yang sekaligus adalah ujud kasih Allah yang superlatif, yang paling luhur kepada manusia, seperti yang tertulis pada :
* Yohanes 3:16
LAI TB,
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. KJV,
For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life. TR,
ουτως γαρ ηγαπησεν ο θεος τον κοσμον ωστε τον υιον αυτου τον μονογενη εδωκεν ινα πας ο πιστευων εις αυτον μη αποληται αλλ εχη ζωην αιωνιον Translit Interlinear,
houtôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} ho theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} hôste {sehingga} ton huion{anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} hina {supaya} pas {setiap (orang yang)} ho pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} ekhê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal} Mengaruniakan Sang Anak adalah mengaruniakan diriNya, yaitu nyawaNya. Yesus dilahirkan ke dunia, dan mati, agar kita dilahirkan baru didalam Dia. Dengan demikian jelas, bahwa korban darah tertumpah dalam Perjanjian Lama adalah tipologi kurban yang akan digenapi dalam kematian Sang Mesias/ Almasih/ Kristus di kayu salib.
4. Tipologi keimaman Melkisedek Tradisi Israel menetapkan bahwa imam itu dari kalangan Lewi, namun juga secara jelas dikenal dalam Perjanjian Lama menubuatkan bahwa Sang Mesias yang dijanjikan berasal dari suku Yehuda, namun Ia juga adalah seorang Imam Besar Agung. KeimamanNya ini dikatakan 'menurut peraturan Melkisedek' (Mazmur 110:4, Ibrani 7:3).
Abraham adalah nenek-moyang Israel, namun Abraham ini menerima berkat dari Melkisedek (Kejadian 14:17-20). Karena Lewi dan semua imam keturunan Lewi adalah keturunan Abraham, dengan demikian posisi imam-imam Lewi ada dibawah Melkisedek (Ibrani 7:4-10).
Dengan mengacu pada Mazmur 110:4 diatas. Suatu nubuat yang akan diungkapkan kelak yaitu
"akan ada seorang Imam seperti Melkisedek, yaitu imam yang lebih unggul daripada imam-imam Israel", Dia adalah Kristus!
lihat :
melkisedek-vt262.html#p8705. Tipologi Musa menggambarkan pelayanan Tuhan Yesus kristus :Sebagai salah satu nabi dan pemimpin terbesar di Perjanjian Lama, tidak mengherankan bila Musa adalah tipologi atau menggambarkan pelayanan Kristus kelak. Musa meramalkan kepada umat Israel atas dasar Wahyu yang diberikan kepadanya oleh Tuhan : Bahwa Seorang Nabi akan datang yang sama seperti dirinya, kepada Siapa mereka harus mendengarkan (Ulangan 18:15-19)
Tipologi Musa adalah didasarkan terutama atas pentingnya peristiwa-peristiwa dalam hidupnya, yang membayangkan kedatangan Kristus : a. Seperti Kristus, Musa dimasa kanak-kanak berada dalam bahaya dibunuh, karena ia dilahirkan semasa Irael dibawah penindasan Mesir. Oleh pemilihan Allah menurut kehendakNya sendiri, keduanya dipilih menjadi juru selamat dan pelepas (Keluaran 3: 7-10; Kisah 7: 25)
b. Keduanya ditolak oleh saudara saudaranya (Keluaran 2: 11-15 ; Yohanes 1: 11; Kisah 7: 23-28; Kisah 18:5-6)
c. Semasa penolakan itu keduanya melayani orang kafir (non-Yahudi/Israel) dan memperoleh mempelai dari orang kafir, yang menggambarkan gereja (Keluaran 2 :16-21 ; 2 Korintus 11:2 ; Efesus 5:25-32)
d. Musa, Sesudah periode perpisahan dengan saudara-saudaranya selesai, kembali untuk melepaskan Israel, dan Kristuspun dinubuatkan akan kembali membebaskan Israel. Pada kedatanganNya yang kedua kali, keduanya diterima oleh Israel (Keluaran 4: 19-31; Roma 11:24-26; Kisah 15: 14,17)
e. Seperti Kristus, Musa adalah Nabi (Bilangan 34:1-2; Matius 21:11; Kisah 3:22-23;
f. Imam pengantara (Keluaran 32:31-35 ; 1 Yohanes 2:1-2 )
g. Dan Sebagai Raja atau Pemimpin (Ulangan 33:4-5 ; Yohanes 1:49)
h. Seperti Kristus, Musa harus mati sebelum umat Israel dapat masuk ke tanah perjanjian, yang menggambarkan milik orang Kriaten. Sebagaimana Ishak dan Yusuf, Musa adalah contoh yang menyolok dari kebenaran Typologis yang berharga dalam membayangkan kehidupan dan pelayanan Kristus.
Sumber :
John F Walvoord, Yesus Kristus Tuhan Kita, p 60
Artikel terkait :
nabi-seperti-musa-vt556.html#p11036. Tipologi Yunus masuk ke perut ikan :Yesus Kristus merujuk kematianNya kepada peristiwa Yunus :
* Matius 12:38-40
12:38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."
12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. 
Pengalaman Yunus di Laut Tengah yang merupakan tanda bagi orang-orang Niniwe, demikianlah kebangkitan Yesus Kristus setelah mati disalib yang juga menjadi tontonan masyarakat. Dalam Matius 12:40 ini kita dapat menelusuri adanya kesamaan antara dua oknum yang keduanya diangkat Allah "dari dalam lubang" (Yunus 2:6 bandingkan Mazmur 16:10), dikutip dalam hubungannya dengan Yunus dalam Kisah 2:27, 13:35)
Artikel terkait :
- Ucapan Yesus yang Sulit, 22 : Tidak Ada Tanda, di
22-tidak-ada-tanda-vt1056.html#p3356- TANDA YUNUS, RATU SELATAN, di
tanda-yunus-ratu-selatan-lukas-11-29-32-vt376.html#p794Demikian pengertian
tipologi/ typology, masih ada banyak lagi pola-pola dalam peristiwa Perjanjian Lama yang melambangkan cara Allah menyelamatkan kita yang tergenapi di dalam pelayanan Tuhan Yesus Kristus yaitu
Allah sendiri yang inkarnasi ke dunia.
Blessings in Christ,
BP
May 29, 2007
Artikel terkait :
-
KRISTUS DALAM PERJANJIAN LAMA, di
kristus-dalam-perjanjian-lama-vt77.html#p150- KRISTUS DALAM TYPOLOGI PERJANJIAN LAMA, di
kristus-dalam-perjanjian-lama-vt77.html#p16922-
KEIMAMAN MELKISEDEK ADALAH TYPOLOGY KEIMAMAN YESUS KRISTUS, di
melkisedek-vt262.html#p870-
NABI SEPERTI MUSA, di
nabi-seperti-musa-vt556.html#1103-
V. PENGAMPUNAN MENURUT TAURAT, di
apa-perlunya-yesus-datang-ke-dunia-vt216.html#p418-
PENGAMPUNAN DENGAN DARAH, di
pengampunan-dengan-darah-vt215.html