|
2. ISI BUKU ‘THE DA VINCI CODE’
Bagaimana isi buku novel yang menggegerkan itu? Kita akan menyimak apa yang diceritakan oleh penulisnya dalam buku novel ‘The Da Vinci Code,’ kemudian menyimak komentar Dan Brown mengenai bukunya ketika di wawancarai oleh jaringan TV-ABC (USA). Selanjutnya beberapa topik sekitar buku itu akan dibicarakan termasuk ‘Leonardo Da Vinci dan lukisan-lukisannya’, ‘The Templars’, ‘Opus Dei’, ‘The Holy Grail’, ‘Injil Gnostik’, ‘Konsili Nicea’ (325), dan sebagainya
DALAM NOVEL The Da Vinci Code dimulai dengan koinsiden di kota Paris, dimana ada kurator museum yang ingin berhubungan dengan seorang ahli simbologi dari Harvard (USA) yang sedang mengadakan ceramah di kota itu, namun sebelum tercapai, kurator itu terbunuh dan meninggalkan teka-teki rahasia iman untuk dipecahkan oleh ahli simbologi itu dengan bantuan seorang polisi wanita Paris yang kryptolog/pemecah kode yang ternyata adalah cucu kurator itu sendiri.
MUSEUM LOUVRE
Kurator museum Louvre di Paris, Jacques Sauniere, berjalan di Galeri Agung di malam hari, diserang seorang albino yang menginginkan rahasia kuno darinya, Ia lari tetapi ditembak mati.
Sebelum mati, Sauniere ingin bertemu dan menghubungi Robert Langdon, profesor Simbologi Agama Universitas Harvard yang sedang memberikan ceramah di American University of Paris. Namun, sebelum bertemu, malamnya di kamarnya di hotel Rits ia dikunjungi Jerom Collet dari Direktorat Polisi Judisial Pusat Paris, yang memberitahukan kematian Suniere yang ada janji dengan dia, dan mengajak Langdon pergi ke museum malam itu juga dimana mayat Suniere ditemukan.
Dengan mobil mereka menuju museum Louvre melalui pintu masuk pada La Pyramide terbuat dari dinding kaca. Ia disambut Bezu Fache, Kapten Direktorat Polisi Judisial Pusat Paris, dan bersama menuju lokasi mayat.
Fache menginterogasi Langdon menanyakan alasan kontaknya dengan Sauniere yang sekarang mati terbunuh. Langdon menulis buku tentang ikonografi pemujaan dewi – simbol kesucian perempuan dan seni, dan mendengar tentang Suniere yang dianggap tahu banyak tentang itu.
Ketika melalui Galeri Agung, Langdon melihat lukisan besar tergeletak di lantai, rupanya Suniere ditembak ketika berada di situ, dan mayat Suniere ditemukan di gang dalam posisi telanjang di lantai.
PESAN KODE SUNIERE
Sebelum mati Suniere menggambari perut bugilnya dengan pentakel (bintang lima titik) sekitar pusarnya dengan darah bekas luka tembakan diperut. Menurut Langdon gambar pentakel merupakan aspek perempuan dari simbol keseimbangan alam yin-yang, dan menggambarkan Venus – dewi seks, cinta, dan kecantikan.
Pentakel dijadikan simbol kejahatan/setan oleh Vatikan, untuk membasmi agama kafir. Posisi tubuh yang berbentuk pentakel dan kebugilan Suniere merupakan penjelasan bagi Venus, dewi seksualitas manusia, dan secara khusus menunjuk ketuhanan perempuan. Terlihat juga tangan kiri Suniere memegang spidol tinta yang baru bisa dilihat bila disinari dan menulis pesan di atas lantai parket dalam bahasa Inggeris:
13-3-2-21-1-1-8-5 O, Draconian Devil! Oh, lame saint!
Ketika lampu menyinari lebih luas terlihat lingkaran sekitar tubuh telentang Suniere menggambarkan Manusia Vitruvian lukisan Leonardo Da Vinci.
Sophie Neveu, lulusan Inggris, dari Departemen Kriptografi yang dititipkan kepolisian, datang dan mengatakan sudah memecahkan kode angka itu. Ia memberi pesan Langdon agar berhati-hati karena ia dalam bahaya karena dijadikan tersangka pembunuh oleh Fache. Sophie menjelaskan bahwa:
13-3-2-21-1-1-8-5
Kalau diurut dari yang kecil:
1-1-2-3-5-8-13-21
adalah rangkaian Fibonacci yang setiap angkanya berikutnya = jumlah dua angka terdahulu.
Langdon ke toilet dan ditemui Sophie yang memberitahu ia dila-cak dengan alat di sakunya. Baris-4 coretan Suniere dihapus Fache:
P.S. Cari Robert Langdon
Sophie mengaku Sauniere adalah kakeknya dan ingin menarik perhatiannya karena lukisan Vitruvian Man adalah kesayangan Sophie, dan kode P.S. adalah nama panggilan kakeknya padanya yaitu Princese Sophie.
Langdon & Sophie kabur setelah mengecoh Fache dengan melemparkan alat diteksi dikantongnya keluar jendela.
O, Draconian Devil! Oh, lame saint!
adalah anagram sempurna dari:
Leonardo da Vinci! The Mona Lisa!
P.S. ternyata adalah singkatan Priore de Sion (Biarawan Sion), perkumpulan rahasia yang pernah diikuti Sir Isaac Newton, Leonardo da Vinci, dan kakek Sophie, dan kalimat itu menunjuk ke lukisan Monalisa dimana tertulis dengan spidol stylus bercahaya, kalimat:
SO, DARK THE CON OF MAN -begitu gelap tipuan lelaki-
Kode ini merupakan anagram lukisan ‘Madonna Of The Rocks’ yang tepat tergantung didepan Monalisa. Di belakang lukisan itu, Sophie menemukan kunci berbentuk salib utnuk membuka sesuatu dengan initial P.S.. Kunci itu alat pembuka rahasia besar.
BANK PENYIMPANAN ZURICH
Setelah menemukan kunci itu Sophie & Langdon kabur dari museum memasuki udara malam Paris. Sophie mengenang ketika kecil tanpa sengaja melihat adegan mengejutkan dimana kakeknya melakukan upacara biarawan sion dengan bertelanjang.
Sophie dan Langdon dikejar polisi Paris dimana-mana. Mereka pergi ke stasiun beli tiket tetapi tidak naik dan menyelinap naik taxi, dan mereka dikejar Fache.
Pada kunci ditemukan kode:
24 Rue Harco
Langdon menceritakan pada Sophie tentang Biarawan Sion yang didirikan di Yerusalem tahun 1099 oleh raja Perancis Godefroi de Bouillon yang menyimpan dokumen rahasia yang dikubur di bawah reruntuhan kuil Herodes yang dibangun di atas bekas kuil Solomon. Untuk mengambil dokumen dari reruntuhan ruang mahasuci, dibentuk satuan tentara salib yang dinamakan ‘Templar.’
Dokumen rahasia itu disebut ‘Sangreal’ yang ada kaitannya dengan kata Spanyol ‘sangre’ (darah), yang dikenal sebagai turunan kata Perancis ‘sangraal’ yang berkembang menjadi ‘sangreal’ atau ‘The Holy Grail.’ Biarawan Sion tidak memaksudkan kata itu sebagai ‘cawan perjamuan’ melainkan sesuatu yang lain yang merupakan rahasia besar.
Dengan naik taksi Langdon & Sophie menuju alamat yang tertera di atas kunci yang ternyata alamat Bank Penyimpanan Zurich, bank yang buka 24 jam dan orang bisa menyimpan apa saja tanpa nama, hanya nomor kode.
Andre Vernet, presiden bank mendapat tilpon Fache, lokasi Langdon & Sophie sudah diketahui terperangkap dalam bank. Ternyata Vernet teman Suniere.
Kunci yang dibawa Sophie cocok namun dibutuhkan password 10 angka untuk membukanya, dan angka itu ternyata adalah deret Fibonnaci yang ditinggalkan Suniere, yaitu:
1-1-2-3-5-8-13-21
Locker bank terbuka dan ditemukan sebuah kotak kayu mawar berpolitur seukuran kotak sepatu bergambar mawar dengan 5 kelopak yang merupakan simbol biarawan untuk Holy Grail dan wanita.
Andre Vernet membantu Langdon & Sophie keluar dari bank yang dikepung polisi dengan naik truk untuk mengirim benda-benda yang disimpan di bank itu.
Dalam box truk Langdon & Sophie melihat isi kotak yang ternyata silinder batu pualam sebesar kotak bola tenis, terdiri dari 5 cakram yang ditumpuk menjadi satu. Silinder itu dinamakan cryptex dan diciptakan Leonardo Da Vinci. Setiap cakram dindingnya bertuliskan deretan abjad. Untuk membuka silinder itu dibutuhkan password 5 angka.
Tiba-tiba mobil berhenti dan Vernet membuka pintu menodongkan pistol meminta kotak itu diserahkan padanya. Langdon & Sophie melepaskan diri dan kabur dengan truk meninggalkan Vernet.
PENJELASAN TEABING TENTANG HOLY GRAIL
Mereka pergi ke Puri Villette untuk bertemu dengan Sir Leigh Teabing, mantan ahli sejarah bangsawan Inggeris yang tinggal di Perancis untuk mencari rahasia Holy Grail yang sudah dipelajarinya lama. Mereka disambut penjaga rumah bernama Remy.
Teabing menjelaskan Holy Grail bukanlah cawan tetapi melambangkan sesuatu yang dirahasiakan. Alkitab adalah buatan manusia, sebagai catatan sejarah melibatkan penerjemahan, penambahan, dan revisi tak terhitung.
Alkitab disusun kaisar Roma yang kafir, raja Konstantin Agung. Karena ia melihat pengaruh kristen makin berlipat-lipat, pada tahun 325 ia memutuskan untuk menjadikan Romawi dalam sebuah agama tunggal, yaitu Kristen sambil mengambungkannya dengan ritual kafir. Nyaris semua ritus Katolik – mitra, altar, doksologi, dan komuni, atau perjamuan “makan Tuhan” – diambil langsung dari agama-agama misteri kafir di masa awal bahkan ibadat menggunakan hari ibadat kafir (minggu) penyembahan matahari Sun-day.
Untuk menjalankan fusi agama kristen dan kafir itu Konstantin memperkuat tradisi kristen yang baru dengan mengadakan Konsili Nicea (325). Dalam konsili ini Teabing mengatakan banyak aspek kekristenan diperdebatkan dan ditetapkan berdasar voting termasuk ke’Tuhan’an Yesus.
Yesus sebenarnya manusia biasa, ditetapkan sebagai ‘Putra Tuhan’ secara resmi melalui voting oleh Konsili Nicea. Konsili digunakan Konstantin untuk menyusun Alkitab, dan Injil yang menyebut Yesus sekedar manusia dibakar.
Beberapa Injil lain berhasil diselamatkan dari Dead Sea Scrolls (Gulungan Laut Mati, 1950-an) dan juga di Nag Hamadi (perpustakaan Gnostik, 1945). Gulungan ini dibungkam karena bertentangan dengan agenda politik gereja.
LUKISAN LAST SUPPER
Teabing menjelaskan lukisan ‘Last Supper’ dimana menurutnya, lukisan leonardo tidak menggambar adanya Cawan (Grail) dipakai Yesus, karena itu cawan itu artinya ‘seorang ... perempuan.’
Lambang V ceper disebut chalice, menyerupai rahim perempuan dan kesuburan. Legenda menggunakan cawan sebagai metafora bagi sesuatu yang jauh lebih penting. Teabing mengatakan:
“Grail sebenarnya adalah simbol kuno untuk dunia keperempuanan, dan Holy Grail mewakili perempuan suci dan dewi, yang tentu saja sekarang sudah hilang, dihapuskan Gereja.”
Konsep perempuan sebagai pembawa kehidupan merupakan dasar agama kuno. Grail adalah simbol dewi yang hilang, dan legenda pencarian Grail yang sebenarnya merupakan cerita-cerita tentang permintaan yang terlarang untuk mencari perempuan suci yang hilang. Seorang perempuan yang membawa rahasia yang begitu kuatnya sehingga, jika terbongkar, akan mengancam dan merusak dasar iman Kristen.
Gambar disebelah kanan Yesus dengan rambut berwarna merah, yang kedua lengan lembutnya terlipat, dadanya memberi isyarat, menunjuk perempuan Maria Magdalena, pelacur itu.
Last Supper menggambarkan Yesus dan Maria Magdalena sebagai suami isteri, kedua pakaian mereka berbalikkan seperti yin-yang, Yesus berjubah merah dengan mantel biru dan Maria berjubah biru bermantel merah. Lebih dari itu Yesus dan pasangannya tampak sangat berdekatan dan saling bersandar satu sama lain, seolah mereka menciptakan ruang negatip yang tergambar jelas di antara mereka.
Di bagian yang tampak terang ada simbol V, dan dibagian tengah ada gambar besar berbentuk huruf M, sebuah akronim untuk Maria Magdalena, seorang perempuan.
Sebagai acuan, Teabing menjelaskan tentang The Gnostik Gospel, film The Last Temptation of Christ, Injil Maria Magdalena, dan buku Holy Blood – Holy Grail.
Menurut Injil yang tidak berubah, bukan Petrus tetapi Maria Magdalena-lah yang diberi pesan untuk mendirikan gereja Kristen. Ini terlihat dari kemarahan Petrus dalam lukisan itu yang seakan-akan menggorok leher Maria dengan tangannya dan tangan kanannya membawa pisau. Maria Magdalena menikah dengan Yesus dan menghasilkan keturunan, dan pada waktu Yesus di salib, Maria hamil dan pergi ke Perancis dan melahirkan anak perempuan bernama Sarah.
Dokumen The Magdalena Diaries tentang rahasia hubungan Maria dengan Yesus terkubur bersama mayat Maria di bawah Kuil Salomo yang ditemukan oleh The Templars. Sedang tugas biarawan Sion adalah untuk:
1. Melindungi dokumen Sangreal;
2. Melindungi makam Maria Magdalena; dan
3. Melindungi garis keturunan Kristus.
Rahasia itu tetap terjamin, dan ketika ada keturunan Yesus & Maria yang menikah dengan bangsawan Perancis, keturunannya disebut Merovingian, dan yang tersisa sekarang adalah keluarga Plantard dan Saint-Clair.
OPUS DEI
Bila Biarawan Sion menjaga rahasia keturunan Holy Grail, novel Dan Brown menyebutkan bahwa gereja Roma Katolik melalui Opus Dei berusaha memusnahkan rahasia itu.
Seorang Albino yang dikatakan pada awal novel itu sebagai membunuh Suniere adalah seorang anggota Opus Dei yang bernama Silas yang ditolong Opus Dei dari penderitaan masa kecil.
RIWAYAT SILAS
Silas dimasa kecilnya menderita, ibunya sering dipukuli bapaknya, bapaknya malu melahirkan anak albino sehingga kalau Silas membela ibunya ia pun dipukuli. Sekali waktu ibunya dipukuli sampai mati lalu Silas mengambil pisau dapur dan membunuh bapaknya yang tidur mabuk. Ia sempat memukuli sampai hampir mati gadis yang mengejeknya, dan ketika mencuri daging di kapal, ia kepergok 2 pelaut dan mematahkan leher seorang. Ia dikirim kepenjara Andora dan mendekam 12 tahun.
Ia melarikan diri dari penjara, naik gerbong kereta api, namun dibuang sehingga masuk desa kecil dan terlelap. Ia ditolong pendeta yang dirampok. Pendeta itu Manuela Aringarosa berasal dari Madrid. Silas kemudian diberi pondokan dan diberi nama Silas, lalu dibawa ke Amerika Serikat ketika menjadi petinggi Opus Dei.
Pengikut The Way menggunakan alat siksa diri berupa cilice, pengikat dari kulit, ditaburi mata kail dari metal tajam yang menancap ke daging untuk mengingat penderitaan Yesus tanpa terputus.
Opus Dei didirikan tahun 1928 oleh pendeta Spanyol Josemaria Escriva dan berpusat markas di kota New York. Uskup Aringarosa, direktur utamanya, mengemas pakaiannya untuk berangkat ke bandara menuju Roma.
Opus Dei adalah gerakan kembali ke nilai katolik konservatif dan mendorong pengikutnya untuk memperbanyak pengorbanan dalam hidup mereka sebagai usaha menjalankan karya Tuhan.
GEREJA SAINT-SULPICE
Silas mendapat petunjuk Guru yang menyuruhnya melakukan pembunuhan 3 orang senehaux dan mahaguru Suniere dari Biarawan Sion, dan ia melapor bahwa semua mengaku adanya batu kunci yang berisi rahasia tersembunyi di gereja tua Saint Sulpice Paris.
Diatas pesawat uskup Aringarosa menerima tilpon bahwa Silas menemukan batu kunci di gereja itu. Saint-Sulpice dilengkapi biara dipimpin suster Sandrine Bieil. Suster menerima pesan ada anggota Opus Dei yang tengah malam itu harus menginap di gereja itu tanpa bisa ditunda lagi.
Silas masuk ke gereja, mengamati keadaan gereja dan menyaksikan garis mawar yang melintang dari utara ke selatan. Menurut Guru, batu kuci disembunyikan di bawah garis mawar.
Aringarosa mendarat di Roma, Silas mencari batu kunci dibawah garis mawar dan obelisk dimana ia menduga ada ruangan di bawahnya. Ia diawasi dengan curiga oleh suster Sandrine dari atas.
Silas membongkar lantai gereja dan menemukan tempat penyimpanan dan menemukan lempeng batu dengan inskripsi bertuliskan ayat Ayub 38:11 berbunyi:
“Sampai di sini kau boleh datang, tapi jangan lewat.”
Suster Sandrine berusaha menilpon ke 4 alamat kontaknya, tetapi semuanya telah tewas. Ia mendapat petunjuk sebelumnya bahwa kalau ada yang membongkar lantai gereja artinya mereka semua telah tewas. Tiba-tiba Silas dengan memegang tempat lilin besi menyuruhnya meletakkan tilpon dan mengatakan bahwa ia ditipu ke-4 korbannya dan marah karena suster mengabdi pada mereka, karena itu ia memaksa suster Sandrine menunjukkan tempat penyimpanan ‘batu kunci’ itu. Ia kemudian membunuh suster Sandrine dengan tempat lilin itu.
Silas putus asa karena semua petunjuk ke arah batu kunci telah mati dan hilang. Silas berdoa minta ampun & menanggalkan jubah.
ARINGAROSA TIBA DI ROMA
Uskup Aringarosa tiba di bandara Leonardo Da Vinci di Roma, dan ia dijemput mobil menuju Puri Gandolfo. Ia heran dibawa kesana dan bukan ke Vatikan dan mempertanyakan mengapa belum ada berita dari Guru tentang penemuan Silas. Aringarosa diminta guru memanfaatkan hubungannya dengan Vatikan dan meminta uang. Ketiga petinggi termasuk sekertaris Vatikan memberikan tas berisi uang 20 juta Euro.
Aringarosa bertanya-tanya mengapa Guru belum menilponnya, kemudian ia bertanya ke kantor pusat Opus Dei di New York barangkali ada yang menilponnya. Aringarosa telah menghubungkan Silas dengan Guru untuk menjalankan tugas yang diinginkan. Silas dikamarnya menilpon Guru dan mendapat tugas baru. Ia diperintahkan pergi ke rumah Teabing. Silas ingin mencuri batu kunci dan mengintip Teabing yang berbicara dengan Langdon dan Sophie.
PERJUMPAAN DI RUMAH TEABING
Teabing memberi kesan bahwa gereja telah membunuh kakek Sophie demi menutup rahasia Holy Grail. Gereja dan Biarawan sebenarnya saling tahu dan membiarkan namun ada rencana rahasia itu akan dibuka dan waktu itu sudah tiba sehingga membuat gereja bertindak. Waktu itu adalah zaman yang menggantikan dua milenium Pisces, zaman kekristenan, dan digantikan zaman Aquarius yang idealnya mengklaim bahwa manusia akan mengetahui kebenaran dan mampu berfikir bagi dirinya sendiri.
Sophie mengaku batu kunci itu sudah ditemukan di bank. Silas mendengar dan ia ingin merebutnya. Teabing memegang batu kunci itu.
Tiba-tiba kepala Langdon dipukul dengan gagang pistol. Seorang albino yaitu Silas menodong mereka dengan pistol. Teabing terjatuh dan Silas ingin merampas batu kunci, dan sebelum itu terjadi Teabing menggunakan tongkatnya untuk memukul kaki Silas tepat di cilicenya sehingga Silas terjatuh dan pistolnya menyalak.
Sementara itu dii luar rumah, Collet dan timnya sudah mengurung rumah itu, mereka tidak menyerbu karena menunggu kedatangan Fache. Ternyata Bezu Fache tangan Aringarosa juga. Karena mendengar tembakan dari dalam rumah, para polisi dibawah Collet menyerbu Puri Villette.
TEABING DKK KABUR
Teabing dkk keluar lewat pintu belakang Puri ke hutan dan kabur dengan Range Rover dikemudikan Remy. Silas diikat dan diletakkan di belakang. Mereka menuju bandara Le Bourget menuju pesawat pribadi Teabing yaitu Elizabeth.
Langdon menghubungi Jonas Faukman, editor di New York, ternyata Jonas telah mengirimkan naskahnya ke beberapa orang termasuk Suniere. Itulah sebabnya berita itu sampai ke Perancis.
Fache dan Collet menggeledah Puri Villette dan menemukan nomor tilpon Le Bourget dan mendapat berita bahwa pesawat Teabing baru saja tinggal landas entah kemana. Ternyata Teabing menuju ke Biggin Hill di Inggeris.
Collet juga menemukan daftar nama-nama anggota Biarawan Sion termasuk Leonardo Da Vinci, Isaac Newton, dan Victor Hugo.
Sementara itu di udara uskup Aringarosa mendapat perintah mendadak untuk membelokkan pesawat dari Paris ke London
KODE BATU KUNCI
Langdon menemukan teks asing dibawah lukisan Mawar. Teks itu adalah pesan Suniere:
“sebuah nisan yang dipuja oleh para Templar merupakan kunci ... dan atbash akan membuka kebenaran kepadamu”
Menurut Langdon, Sophie ingat kakeknya melakukan pesta topeng Androgini dan Hieros Gamos, hubungan seksual suci.
Orang Yahudi percaya bahwa dalam ruang mahakudus bukan saja ada Yahweh tetapi juga Shekinah, lambang perempuan. Tetragram YHWH dianggap berasal dari perpaduan jasmani antara Yah dan Havah yang menggambarkan Hawa, perempuan.
Gereja menuduh Tamplar memuja batu berukir yaitu dewa kafir Baphomet yang adalah dewa kesuburan yang memiliki kekuatan penciptaan reproduksi. Kata Baphomet dianggap sebagai:
B a PV o M e Th
Dan kalau dibaca sebagai sandi terbalik sesuai atbash akan menjadi dua baris seperti berikut:
[color=red]A - B - G - D - H - V - Z - Ch - T - Y - K - Th - Sh - R - Q - Tz - P - O - S - N - M - L –
Bila kata Baphomet tanpa vokal dideretkan diperoleh nama: :
B-PV-M-Th
dengan atbash diatas menjadi:
Sh-V-P-Y-A
Karena Sh tidak ada dalam Abjad, maka itu menjadi:
S- O- F[/1u]- [u]I- A
Ketika kode 5 huruf itu dimasukkan silinder, terbukalah silinder itu. Di dalamnya terlihat gulungan dan cryptex kedua yang lebih kecil. Gulungan itu berisi tulisan:
[color=red]In London Lies A Knight A Pope Interred
Pesawat yang mereka tumpangi mendarat di London namun mereka sudah ditunggu barisan polisi. Teabing berhasil kabur dengan Limousine pribadinya yang berisi Remy, Langdon, Sophie dan Silas, dengan cara mengelabui polisi yang mengepung mereka.
GEREJA TEMPLE
Mereka kembali meneliti gulungan yang berisi puisi itu dan akhirnya mengerti bahwa tempat itu adalah gereja yang dibangun oleh angkatan bersenjata Biarawan Sion yaitu Knights Templar sendiri, Temple Church adalah tempat Templar dimakamkan. Setelah menemukan gereja itu Teabing, Langdon & Sophie memasukinya sekali pun belum buka. Menurut pelayan altar gereja, tempat itu bukan makam dan hanya memuat patung-patung saja.
Di luar, Remy keluar dari Limusinnya dan membebaskan Silas, ternyata keduanya sama-sama adalah pelayan Guru. Bezu Fache ternyata juga anggota Opus Dei yang melayani Uskup Aringarosa.
Silas masuk ke gereja dan menodongkan pistol meminta agar batu kunci diserahkan kepadanya. Batu kunci masih dipegang Langdon dan karena akan dijatuhkan belum berhasil dirampas Silas. Karena kuatir, akhirnya Remy masuk juga ke dalam gereja.
Remy menodong Teabing sehingga akhirnya Langdon menyerahkan batu kunci ke tangan Silas. Langdon & Sophie dilepaskan dan melarikan diri. Mereka menilpon polisi London tetapi disambungkan ke Bezu Fache.
Silas dan Remy membawa Teabing dengan limusin dan Silas ditilpon guru agar menginap di kantor Opus Dei malam itu. Setelah menurunkan Silas Remy menuju ke taman St. James. Guru meracuni Remy dengan Cognac yang membuat Remy alergi dan sesak nafas sampai meninggal dan batu kunci dirampas guru.
Markas Opus Dei dikepung polisi dan Silas yang melarikan diri, tiba-tiba ada yang mencengkramnya dan Silas menembak, ternyata itu uskup Aringarosa.
Aringarosa yang tertembak dibawa Silas ke rumah sakit dan Aringarosa merenungkan pertemuan sebelum yang terakhir di puri Gandolfo dimana Vatikan akan mencabut dukungan pada Opus Dei, kemudian tiba-tiba ada Guru yang mengesankan pejabat tinggi Vatikan menghubunginya untuk menemukan Grail yang bisa meningkatkan dukukan kembali Vatikan bagi Opus Dei bila ia berhasil mendapatkannya.
SIR ISAAC NEWTON
Langdon & Sophie pergi ke King’s College mencari melalui komputer kata sandi, yaitu:
In London Lies A Knight A Pope Interred
Ternyata itu adalah Isaac Newton yang bergelar Sir dan pada waktu pemakamannya dihadiri Paus temannya saat itu. Ia dimakamkan di Westminster Abbey Yang diatas makamnya ada bola.
Langdon & Sophie menuju ke makam Newton tetapi Guru sudah lebih dahulu ke situ dan memberi petunjuk pada keduanya agar pergi ke taman untuk menemuinya, ia menawan Teabing.
Di taman, Langdon & Sophie terkejut karena ternyata Guru itu adalah Teabing sendiri. Teabing kemudian membuka rahasia dirinya kepada Langdon & Sophie. Terjadi perebutan batu kunci dan batu itu jatuh ke tangan Langdon dan dibuka dengan password :
APPLE
Buah lambang kejatuhan perempuan suci yang dimakan oleh Hawa, dan juga buah yang jatuh ke atas kepala Newton yang menjadikannya mengerti hukum gravitasi. Buah itulah yang dimaksud sebagai bola di atas Newton.
Pada saat sama Fache masuk keruangan menangkap Sir Leigh Teabing. Teabing telah membuat kesalahan dengan memanfaatkan pertentangan yang terjadi antara Vatikan dan Opus Dei dan memanfaatkan Uskup Aringarosa untuk menjalankan misinya. Fache adalah tangan Uskup Aringarosa untuk menjalankan misi di Paris.
Dari batu kunci ke dua yang kecil yang sudah dibuka, Langdon menemukan sebuah gulungan papirus yang bertuliskan kalimat:
Holy Grail menanti di bawah Roslin kuno. Mata pedang dan cawan berjaga dimuka gerbang-Nya.
Kapel Roslin adalah kapel yang berada di Skotlandia dan dibuat meniru Bait Allah Salomo di Yerusalem terutama dinding sebelah Baratnya, dan Roslin atau tepatnya Rosslyn berasal dari dua kata Rose Line, garis meridian mawar yang menggambarkan rahim dewi yang kalau dibalik menjadi ‘Line of Rose’ garis keturunan Maria Magdalena karena mawar melambangkan wanita dan menununjuk ke Maria Magdalena.
Langdon & Sophie naik pesawat terbang ke Roslin kemudian naik taksi dan berusaha untuk memasuki gerbang Roslin. Sophie merasakan bahwa ia pernah ke situ dibawa kakeknya dimasa kecil.
Pemuda penjaga gereja ternyata adalah adik Sophie dan Sophie kemudian bertemu dengan neneknya yang tinggal bersama adiknya. Kecelakaan yang direkayasa yang dianggap menimpa keluarga Sophie ternyata hanya menimpa ayah dan ibu Sophie.
Nenek Sophie juga berada di situ sebagai penjaga gereja dan menurutnya, orang tua Sophie keduanya keturunan Merovingian, keluarga Plantard dan Saint-Clair, jadi Sophie keturunan Yesus dan Maria Magdalena.
Lambang bintang David adalah perpaduan pedang dan cawan yang melambangkan kesatuan laki dan perempuan.
EPILOG
... Ternyata, semuanya hanyalah mimpi Robert Langdon yang tertidur selama dua hari di hotel Rits yang diinapinya di Paris. Ia kemudian mengunjungi Louvre.
|