SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Fri Jul 30, 2010 12:22 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 
Author Message
 Post subject: TAAT - TUNDUK - PATUH
PostPosted: Thu Oct 22, 2009 12:26 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
TAAT - TUNDUK - PATUH


Taat, mentaati, patuh, diterjemahkan dari Kata kerja Ibrani שמע - SYAMA, atau שמע - SYEMA, harfiah 'mendengarkan'.


* Ulangan 6:4
LAI-TB, Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
KJV, Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:
Hebrew,
שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה ׀ אֶחָֽד ׃
Translit interlinear, SYEMA' {dengarlah} YISRA'EL {Israel} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonai, TUHAN} 'ELOHEINÛ {Allah kita} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonai, TUHAN} EKHAD {esa}"
Septuaginta (LXX), ακουε ισραηλ κυριος ο θεος ημων κυριος εις εστιν
Translit, AKOUE ISRAÊL KURIOS HO THEOS HÊMÔN HEIS ESTIN

Bandingkan :

* Markus 12:29
LAI TB, Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
KJV, And Jesus answered him, The first of all the commandments is, Hear, O Israel; The Lord our God is one Lord:
TR, ο δε ιησους απεκριθη αυτω οτι πρωτη πασων των εντολων ακουε ισραηλ κυριος ο θεος ημων κυριος εις εστιν
Translit interlinear, ho de {dan} iêsous {Yesus} apekrithê {Dia menjawab} autô {kepadanya} hoti {bahwa} prôtê {pertama} asôn {dari segala} tôn entolôn {perintah-perintah} akoue {dengarlah engkau} israêl {Israel} kurios {Tuhan} ho theos {Allah} hêmôn {kita} kurios {Tuhan} heis {satu} estin {Dia adalah}


Kata kerja yang dipakai dalam (LXX) dan dalam Perjanjian Baru adalah ακουω –AKOUÔ yang juga berarti 'mendengar'.

Perhatikan Ayat di bawah ini juga menggunakan kata שמע - SYAMA, harfiah : mendengar: dalam artian 'taat'

* Mazmur 18:45
LAI TB, baru saja telinga mereka mendengar (SYEMA), mereka taat (SYAMA) kepadaku; orang-orang asing tunduk menjilat aku.
KJV, As soon as they hear of me, they shall obey me: the strangers shall submit themselves unto me.
Hebrew,
לְשֵׁמַע אֹזֶן יִשָּׁמְעוּ לִי בְּנֵי־נֵכָר יְכַחֲשׁוּ־לִי׃
Translit interlinear, LESYEMA {mendengarkan} 'OZEN {telinga} YISYAMU {mereka mendengarkan} LI {kepadaku} BENEY {anak-anak dari} -NEKHAR {orang asing} YEKHAKHASYU {mereka tunduk/ gemetar ketakutan} -LI {kepadaku}


* Mazmur 81:11
LAI TB, Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan (SYAMA) suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.
KJV, But my people would not hearken to my voice; and Israel would none of me.
Hebrew,
וְלֹא־שָׁמַע עַמִּי לְקֹולִי וְיִשְׂרָאֵל לֹא־אָבָה לִי׃
Translit interlinear, VELO {dan tidak} –SYAMA {ia mendengar} 'AMI {umat-Ku} LEQOLI {kepada suara-Ku} VEYISRA'EL {dan Israel} LO {tidak} -'AVAH {ia menyetujui/ mentaati} LI {kepada-Ku}


Selanjutnya, mari kita kaji ayat ini :


* Filipi 2:8
LAI TB, Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
KJV, And being found in fashion as a man, he humbled himself, and became obedient unto death, even the death of the cross.
TR, και σχηματι ευρεθεις ως ανθρωπος εταπεινωσεν εαυτον γενομενος υπηκοος μεχρι θανατου θανατου δε σταυρου
Translit Interlinear, kai {dan} skhêmati {dalam wujud} euretheis {ditemui} hôs {sebagai} anthrôpos {manusia} etapeinôsen {ia telah merendahkan} eauton {diriNya} genomenos {menjadi} hupêkoos {Dia taat, adjective - nominative singular masculine} mekhri {sampai} thanatou {kematian} thanatou {kematian} de {yaitu} staurou {(di) kayu salib}


Kata yang diterjemahkan "Dia taat" dalam ayat di atas adalah υπηκοος - HUPÊKOOS dari kata υπακουω – HUPAKOUÔ, harfiah mendengarkan perintah, suatu campuran dari kata : υπο - hupo, di bawah, dan kata ακουω –AKOUÔ, 'mendengar'. Sehingga υπακουω – HUPAKOUÔ, bermakna 'mendengar di bawah ....'. Efesus pasal 2 ini benar-benar mengungkapkan sifat kenosis Yesus Kristus, baca artikel terkait di kenosis-mengosongkan-diri-vt762.html#p10011 )


Perjanjian Baru (PB) memakai juga kata εισακουω - EISAKOUÔ dalam makna 'taat' (1 Korintus 14:21), harfiah berarti 'mendengar ke dalam';

* 1 Korintus 14:21
LAI TB, Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan."
KJV, In the law it is written, With men of other tongues and other lips will I speak unto this people; and yet for all that will they not hear me, saith the LORD.
TR, εν τω νομω γεγραπται οτι εν ετερογλωσσοις και εν χειλεσιν ετεροις λαλησω τω λαω τουτω και ουδ ουτως εισακουσονται μου λεγει κυριος
Translit interlinear, en {dalam} tô nomô {(kitab) taurat} gegraptai {tertulis} hoti {bahwa} en {di dalam/ melalui} heteroglôssois {(orang2 yg) berbicara bahasa lain} kai {dan} en {di dalam} kheilesin {mulut2} heterois {(orang2) asing} lalêsô {Aku akan berbicara} tô laô {kepada bangsa} toutô {ini} kai {juga} oud houtôs {bahkan demikian tidak} eisakousontai {mereka akan mentaati} mou {Aku} legei {firman} kurios {Tuhan}


Perjanjian Baru juga memakai bentuk kata yang 'taat' (tunduk/ patuh) yang lain, yaitu : υποτασσω – HUPOTASÔ, tunduk dibawah, taat, dan πειθαρχεω - PEITHARKHEÔ, taat (taat kepada perintah/ peraturan atasan) :


* Titus 3:1
LAI TB, Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.
KJV, Put them in mind to be subject to principalities and powers, to obey magistrates, to be ready to every good work,
TR, υπομιμνησκε αυτους αρχαις και εξουσιαις υποτασσεσθαι πειθαρχειν προς παν εργον αγαθον ετοιμους ειναι
Translit interlinear, hupomimnêske {ingatkanlah} autous {mereka} arkhais {kepada pemerintah} kai {dam} exousiais {kepada penguasa2 negara} hupotassesthai {tunduk} peitharkhein {mentaati} pros {untuk} pan {setiap} ergon {pekerjaan} agathon {baiuk} etoimous {siap} einai {adalah}


Kembali kepada kata שמע - SYAMA, atau שמע - SYEMA, atau υπακουω – HUPAKOUÔ, harfiah 'mendengarkan'. Kata "mendengar" yang dimaknakan sebagai "ketaatan" tersebut menggambarkan pikiran yang menyerah dan tunduk kepada kekuasaan yang berbicara. Ide mengenai kepatuhan, yang disarankan kosakata ini adalah suatu pendengaran yang terjadi di bawah kekuasaan atau pengaruh si pembicara, dan yang membawa pada pemenuhan permintaan atau perintahnya.

Agar seseorang dipatuhi, maka dia harus:
(a) mempunyai hak untuk memerintah, sehingga ia didengarkan dan
(b) mampu memberitahukan perintahnya, sehingga ia didengarkan.

Jadi kewajiban manusia untuk mematuhi Khalik-nya menyiratkan:
(a) ke-Tuhan-an Allah, dan
(b) wahyu-Nya.

Perjanjian Lama (PL) biasanya menggambarkan kepatuhan kepada Allah sebagai menaati (mendengar) suara-Nya (menekankan b) atau hukum-hukum-Nya (menekankan a).

Ketidakpatuhan digambarkan sebagai tidak mendengar suara Allah, apabila Dia bersabda (Mazmur 81: 11; Yeremia 7:24-28).

Menurut Alkitab Allah menuntut, bahwa wahyu-Nya diindahkan sebagai aturan untuk hidup manusia seutuhnya. Jadi ketaatan kepada Allah cukup luas untuk mencakup keseluruhan agama alkitabiah dan moralitas. Alkitab menekankan dengan sangat, bahwa perbuatan luar untuk menghormati Allah sekali-kali tidak dapat mengimbangi kekurangan kepatuhan dalam hati dan kelakuan (1 Samuel 15:22; bandingkan Yeremia 7:22 dab).

Ketidakpatuhan Adam - manusia pertama, dan kepatuhan sempurna Adam Akhir, yaitu Yesus Kristus, merupakan faktor yang menentukan dalam nasib setiap manusia. Penyelewengan Adam dari kepatuhan menjerumuskan manusia pada kesalahan, penghukuman dan maut (Roma 5:19; 1 Korintus 15:22).

Ketaatan Kristus yang tak kunjung padam itu 'sampai mati' (Filipi 2:8; bandingkan Ibrani 5:8; 10:5-10) memperoleh kebenaran (penerimaan oleh Allah) dan kehidupan (persekutuan dgn Allah) untuk semua orang yg percaya akan Dia (Roma 5: 15¬19).

Pengumuman Allah dalam perjanjian lama, ketaatan ditekankan sebagai perintah-Nya bila umat-Nya ingin menikmati kemurahan-Nya (Keluaran 19:5, dst). Tapi dalam perjanjian baru, tekanan diletakkan atas ketaatan sebagai pemberian-Nya kepada mereka, agar mereka dapat menikmati kemurahan-Nya (Yeremia 31 :33; 32:40; bandingkan Yehezkiel 36:26 dab; 37: 23-26).

Kepercayaan pada Injil dan Yesus Kristus berarti kepatuhan (Kisah 6:7; Roma 6: 17; Ibrani 5:9; 1 Petrus 1:22), karena Allah memerintahkannya (bandingkan Yohanes 6:29; 1 Yohanes 3:23). Ketidakpercayaan berarti ketidakpatuhan (Roma 10: 16; 2 Tesalonika 1:8; 1 Petrus 2:8; 3:1; 4: 17). Kehidupan dalam kepatuhan akan Allah adalah buah kepercayaan (bandingkan apa yang dikatakan mengenai Abraham, Kejadian 22: 18; Ibrani 11:8,17 dab; Yakobus 2:21 dab).

Kepatuhan kristiani berarti meneladani Allah dalam kekudusan (1 Petrus 1: 15 dab), dan Kristus dalam kerendahan hati dan kasih (Yohanes 13:14 dab, 34 dab; Filipi 2:5 dab; Efesus 4:32-5 :2).

Hal ini bersumber dari perasaan terima kasih atas anugerah yang diterima (Roma 12:1 dab), bukan dari keinginan untuk memperoleh jasa dan untuk membenarkan diri di hadapan Allah. Memang, menaati hukum berdasarkan alasan yang disebut terakhir bukanlah kepatuhan kepada Allah, melainkan sebaliknya (Roma 9:31-10:3).

Kepatuhan terhadap kekuasaan yang ditegakkan Allah dalam :
1. Keluarga (Efesus 5:22; 6:1 dab; bandingkan 2 Timotius 3:2),
2. Gereja (Filipi 2: 12; Ibrani 13:17), dan
3. Negara (Matius 22:21; Roma 13:1 dab; 1 Petrus 2:13 dab; Titus 3:1)

Ketaatan-ketaatan diatas adalah sebagian dari ketaatan kristiani terhadap Allah. Tapi apabila ada pertentangan, umat Kristus harus bersedia untuk tidak taat kepada manusia, agar jangan ia menjadi tidak taat kepada Allah :


* Kisah 5:29
LAI TB, Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
KJV, Then Peter and the other apostles answered and said, We ought to obey God rather than men.
TR, αποκριθεις δε ο πετρος και οι αποστολοι ειπον πειθαρχειν δει θεω μαλλον η ανθρωποις
Translit interlinear, apokritheis {menjawab} de {tetapi} ho petros {Petrus} kai {dan} hoi {itu} apostoloi {rasul-rasul} eipon {berkata} peitharkhein {taat} dei {seorang harus} theô {kepada Allah} mallon {lebih} hê {daripada} anthrôpois {kepada manusia-manusia}


Taat/ patuh/ tunduk kepada Allah adalah kemutlakan, bandingkan dengan kata-kata Socrates kepada hakim-hakim yang menjatuhi dia hukuman "I will obey the god rather than you" (Plato, Apology, 29d).



Blessings,
BP
Oct 22, 2009



Kepustakaan :
W Mundie, The New International Dictionary of the New Testament Theology 2, hlm 172-180.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman