|
SURGA
Rumah Orang yang Ditebus
Surga! Suatu kata yang indah! Tapi siapa kita sehingga bisa membayangkan kenyataannya? Tidak ada satupun dari pelukis, pemahat, atau eksegesis teolog bisa menggambarkan hal yang sudah Tuhan siapkan bagi mereka yang mengasihiNya. Kemuliaan, keagungan, dan keindahan rumah orang yang ditebus hanya bisa dilihat melalui mata tubuh kemuliaan kita saat kita dibangkitkan menjadi seperti Kristus. “Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.” (1 Corinthians 13:12). Tapi kita tidak ditinggal tanpa bayangan. Rasa awal kemuliaan ilahi telah disediakan bagi kita dalam halaman Firman Tuhan.
Apakah tidak aneh jika kita tidak mengambil Alkitab dan mempelajari tempat kita nanti setelah mati? Bukankah kita harus lebih mengenal rumah masa depan kita? Suatu yang menyedihkan jika harapan kita akan Surga hanya merupakan halusinasi! Betapa gelap masa depan kita jika harapan tentang surga hanya merupakan angan-angan dan tipuan! Tapi kita bisa tahu kebenaran itu dari Firman Tuhan dan kita bisa yakin bahwa gambaran rumah orang Kristen dimasa depan bukan tipuan. Beberapa tahun lalu saya terpikat dengan tempat liburan yang menyedihkan karena iklan yang berlebihan. Pada waktu saya tiba, saya menemukan bahwa kota dan lingkungannya sama sekali tidak sesuai dengan iklannya. Anda bisa membayangkan betapa besar kekecewaan saya. Tapi Alkitab yang tidak bisa gagal meyakinkan kita bahwa tidak ada kekecewaan disorga. Kita harus memiliki informasi yang benar dari penyelidikan Alkitab tentang hal ini.
D. L. Moody mengatakan hal ini pada pasangan yang anak satu-satunya baru meninggal. Kepedihan begitu besar sehingga hatinya hampir hancur. Sebelum dia menderita kehilangan ini, dia tidak pernah memberi perhatian tentang kehidupan setelah kematian. Setelah anaknya dikubur, teman dan saudaranya heran dengan ketertarikannya dalam Alkitab. Dia membacanya terus menerus. Saat seseorang menanyakan tentang ketertarikannya yang tiba-tiba terhadap Alkitab, dia menjawab bahwa dia ingin mencari tahu tentang tempat anaknya sekarang berada. Dia datang kesatu-satunya sumber yang bisa memberikan kepuasan dan informasi yang benar. Setelah orang benar mati dia lebih mengetahui tentang surga daripada orang benar yang masih dibumi. Tapi sebelum kita dipanggil pulang, pengetahuan kita tentang hal ini hanyalah yang dibukakan kepada kita dalam Alkitab.
Ada Tempat yang Disebut Sorga
Beberapa pemikiran yang beredar tentang surga tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Karena surga tidak bisa dilihat oleh kita sekarang, apalagi tempatnya. Tapi sorga memang suatu tempat. Itu merupakan Kristus berdiam sebelum inkarnasiNya. Dia berkata: “Sebab Aku telah turun dari sorga” (John 6:38 ). Surga juga merupakan tempat Dia berdiam saat bangkit dari kematian. Lukas berkata: “Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga” (Luke 24:51). Itu suatu tempat dimana kemuliaan dan kuasa Tuhan dinyatakan. Yesus ada disana sekarang, “kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga” (Hebrews 8 :1). Tuhan kita berkata: “Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (John 14:2). Saat Yesus pergi Dia pergi suatu tempat. Maka dari itu kita jangan menyanjung diri sendiri dengan harapan tidak ditemukannya hal itu sehingga membuat kematian lebih mudah tapi yang akhirnya menipu kita. Beberapa ilmuwan menyimpulkan hal itu karena surga tidak ditemukan, maka tidak ada tempat seperti itu. Tapi Tuhan tidak bisa diukur oleh manusia. Benar, ahli luar angkasa sudah bisa menentukan bintang timur sejauh 400,000,000,000 mil, tapi bukan jarak saat seseorang mengukur jarak dengan Tuhan. Kita percaya tentang surga dalam Alkitab merupakan suatu yang jelas, tempat yang nyata.
Surga ada Dimana?
Alkitab menyebutkan 3 surga: the aerial, the sidereal, dan the celestial. Pertaman ada atmosfir atau udara surga dimana burung terbang. Ini bisa dilihat dengan mata dan disebutkan oleh Yeremia: “semua burung di udara sudah lari terbang” (Jeremiah 4:25). Kemudian, ada sidereal heaven dimana bintang bersinar dan gugusan bintang ada. Yesaya bicara tentang Hari Tuhan saat dia berkata “Sebab bintang-bintang dan gugusan-gugusannya di langit tidak akan memancarkan cahayanya” (Isaiah 13:10). Akhirnya ada surga ketiga, celestial atau “langit yang mengatasi segala langit” (2 Chronicles 6:18 ). “Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita” (Hebrews 9:24). Yesus berkata “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matthew 5:16). Disini Tuhan menunjuk pada surga tingkat tiga, dan Dia berkata Bapa ada disana. Saat orang percaya mati dia akan “beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan” (2 Corinthians 5:8 ). Dia langsung masuk surga dan bersama dengan Tuhan.
Tapi apakah kita mengetahui lokasi surga ketiga (disebut Firdaus) dimana Tuhan, Kristus, Malaikat suci, dan roh orang benar yang sudah meninggal berada? Dengan kata lain, dimana letak sebenarnya surga itu? Jika pertanyaan ini ditanyakan pada anak kecil, jawabannya pasti dalam bentuk jari menunjuk keatas, dan mungkin dengan perkataan “diatas sana” Surga bagi kebanyakan orang ada “diatas” Karl G. Sabiers bertanya: “Dimana itu atas? Jika kita menunjuk dimana kita berada, maka akan banyak arah. Dari Amerika Utara dan dari China arahnya berlawanan. Menurut jawaban ini, makan “diatas” bisa dimana saja dan tidak jelas.” Saat setan memberontak melawan Tuhan, dia berkata: “Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara” (Isaiah 14:13 R.V.). Tidak peduli bagian bumi mana seseorang berdiri, utara biasanya yang disebut “diatas” Saat nabi Yeheskiel mendapat penglihatan dari Tuhan, dia menulis: “Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara” (Ezekiel 1:4). Cukup masuk akal kalau menyimpulkan surga ada disekitar utara langit diluar jangkauan teleskop astronomi.
Orang Kristen adalah Penghuni Sorga
“Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Philippians 3:20 R.V.). Saat Paulus menulis suratnya, Filipi merupakan kota Yunani tapi koloni Roma, warga negaranya memiliki kewarganegaraan Roma. Negara persemakmuran dimana orang percaya Filipi memiliki lokasi tetap diroma. Paulus menggunakan fakta ini untuk menggambarkan kepada orang percaya kewarganegaraan surga, keistimewaan, dan tanggung jawabnya. Mereka adalah warga sorga dengan kewarganegaraan sorga. Walau mereka tinggal dibumi, persemakmuran dan yang Berdaulat dimana orang kudus ada disana sudah pasti disorga. Apa terjadi pada jemaat Filipi juga berlaku pada semua orang percaya. Kita dilahirkan dari atas. Tujuan kita kesorga, dan kita harus hidup seperti warga sorga walau kita berjalan didaerah asing. Sebagai warga sorga maka keistimewaan dan tanggung jawab kita adalah hidup seperti warga surga dibumi ini.
Rasul Petrus menulis: “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.” (1 Peter 2:11). Sebagai orang asing dan pengelana kita hidup dalam tempat yang sementara disamping tetangga ditanah asing. Yesus Kristus adalah Pemilik kita. Satu hari Dia akan kembali untuk kita dan membawa kita kembali ketempat asal kita, mengubah tubuh hina kita menjadi tubuh kemuliaan. Kutukan dosa telah mempermalukan tubuh fisik kita, tapi kita harus keluar dari nafsu daging dan hidup kudus seperti ditempat asal kita. Orang Kristen hanya sementara didaerah yang diatur setan, tapi dia tidak boleh tunduk pada allah dunia ini. Dia harus tetap tunduk pada Pemiliknya, “Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus” (Hebrews 3:1).
Apakah Surga yang Sekarang Merupakan Tempat Terakhir Orang Kudus?
Ada beberapa ayat Alkitab yang membingungkan beberapa orang yang belajar Alkitab tentang hal ini. Ayat ini telah membawa beberapa orang percaya bahwa bumi dan surga sekarang suatu hari akan dihilangkan.
Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah (Psalm 102:25, 26).
Segenap tentara langit akan hancur, dan langit akan digulung seperti gulungan kitab, segala tentara mereka akan gugur seperti daun yang gugur dari pohon anggur, dan seperti gugurnya daun pohon ara (Isaiah 34:4).
Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran (2 Peter 3:10-13).
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya (1 John 2:17).
Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya (Revelation 20:11).
Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. (Revelation 21:1).
Melalui pernyataan Petrus dan Yohanes beberapa orang percaya bahwa tubuh orang mati harus dibakar, menjadi debu, dan tempat yang sama sekali baru akan dibuat untuk semua yang percaya. Penulis sulit mencocokan pengajaran ini dengan pengajaran lain dalam Alkitab. Pemazmur bersaksi: “Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan; Engkau menegakkan bumi, sehingga tetap ada” (Psalm 119:90 ). Ditulis: “Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada” (Ecclesiastes 1:4). Disini pengajarannya bahwa ciptaan Tuhan tidak akan dihilangkan, karena itu akan tetap ada. Kemudian bagaimana kita mengerti hal yang kelihatan bertentangan? Bagaimana surga dan bumi dihancurkan tapi tetap ada?
Setelah millennium dan pengadilan akhir setan, surga dan bumi akan dicuci oleh api. Ini tidak berarti bumi dan surga lama hancur dan jadi abu. Juga tidak ada indikasi bahwa surga dan bumi baru seluruhnya planet baru. Dunia yang lama akan dihancurkan api dalam pengertian yang sama saat Tuhan menghancurkannya dengan air pada masa Nuh. “dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah” (2 Peter 3:6). Dunia pada masa Nuh dihilangkan. Ahli bumi setuju bahwa dunia yang sekarang pernah ada banjir besar antara 5 dan 6 ribu tahun lalu. Kita membaca dalam Alkitab bahwa yang tidak percaya akan “binasa” (Luke 13:3, 5, 35), dan “dibinasakan” (Leviticus 23:30 ; Matthew 10:28 ), tidak ada pemikiran kalau mereka akan dihilangkan; karena telah kita lihat dalam 2 pasal sebelumnya bagaimana tubuh dan jiwa tetap ada dalam kesadaran untu selamanya. Tapi kita tidak melihat parallel antara penghukuman bumi oleh api dan penghukuman yang tidak percaya oleh api. Keduanya dikatakan akan “dibinasakan.” Tapi sekalipun tidak dikatakan dihilangkan. Disini kita tidak mendapat masalah dalam berpikir bagaimana dunia dulu saat dibuat hampa oleh setan (Genesis 1:2 telah dipulihkan oleh Tuhan dan dibuat baru dimasa Adam dan Hawa.
Sepertinya kebakaran besar, api dan peleburan menunjukan suatu penyucian. Akan ada ciptaan baru seperti setiap orang percaya lahir baru dikatakan dia ciptaan baru.. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Corinthians 5:17 R.V.). He is “diciptakan dalam Kristus Yesus” (Ephesians 2:10 ). Kelahiran baru tidak menunjukan penghilangan nature lama. Anak Tuhan menjadi bagian dari Natur Baru yang ilahi, dan semua noda disucikan melalui darah Kristus. Kenapa Tuhan akan menyucikan surga dan bumi lama dan membuat jadi baru kita tidak tahu. Tapi kita memastikan bahwa mereka akan melalui api, dan dari api itu keluar suatu yang bersih dan suci. Setiap noda dosa, akan dibersihkan disaat itu.
KitA mempertanyakan pemikiran bahwa surga tingkat ketiga dibakar, karena itu tidak perlu. Bagaimanapun, pada akhirnya pada hari Tuhan, bumi dan surga bersama dengan pekerjaan manusia, akan dibakar api seperti api yang memurnikan emas. Kemudian kita akan “surga dan bumi baru” (Revelation 21:1)—bukan baru dalam arti baru ada, tapi baru dalam arti renovasi, transformasi.
Rumah Kita Disana
Saat Tuhan kita masih dibumi, Dia berkata pada para murid: “Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” (John 14:2). Dia sedang memikirkan kematianNya, Kebangkitan, dan kenaikanNya kesorga kehadapan Bapa. Tempat tinggal Tuhan pasti suatu tempat nyata. Yesus menggambarkannya sebagai “tempat tinggal indah” satu surga dibagi banyak ruang. Keinginan Yesus adalah menyediakan tempat bagi yang telah ditebus. Inilah yang sedang dilakukannya, dan merupakan keistimewaan bagi Yohanes bisa melihat sekilas tempat akhir dari orang benar. Karena kita memiliki pernyataan tentang rumah sorgawi yang disiapkan bagi kita melalui Roh Kudus, kita bisa memastikan keakuratan setiap gambaran yang diberikanNya.
Yohanes berkata: “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru. . . kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya” (Revelation 21:1, 2). Kita dikenalkan dengan suatu tempat yang sempurna dan kekal, rumah orang yang selamat selamanya. Disebut “kota kudus” (Revelation 21:2; 22:19), karena didalamnya setiap orang akan menyerukan kemuliaan dan kekudusan Tuhan. Semua kuasa jahat dan yang tidak percaya akan dibuang kelautan api. Ini berarti bahwa setiap kemungkinan dosa telah dikeluarkan. Saat Yesus menyiapkan tempat bagi kita, itu akan menjadi suatu tempat yang dibangun oleh Anak Allah. Tidak ada tangan fana yang dipekerjakan dalam membangun kota kudus. Itu haruslah asli surga.
Persekutuan dalam surga akan melebihi semua hal yang kita tahu dibumi. Disana “Tuhan bersama dengan manusia; Dia akan berdiam bersama mereka, dan Tuhan sendiri akan berjalan ditengah mereka.” Kita akan bersekutu dengan Allah Tritunggal yang sama sekali tidak dikenal dibumi. Manusia tinggal bersama dengan “Tuhan sendiri”! Adakah yang lebih tinggi dan mulia dari itu? Saat itu kita akan mengetahui kenyataan perkataan Kristus: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah” (Matthew 5:8 ). Selain bersekutu dengan “Tuhan sendiri” yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, kita akan bersekutu dengan “beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna” (Hebrews 12:22-24). Betapa persekutuan yang indah!
Surga akan memberikan kelegaan tetap bagi semua sakit dibumi. Bagi orang yang sudah ditebus, dalam surga, “Tuhan akan menghapus semua tangis dari mata mereka.” Saya sudah kering menangis untuk anak saya, tapi saya tahu tidak bisa berhenti menangis. Saat saya merasa berhasil, saya merasa tangisan lebih besar lagi mulai mengalir. Mata air kesedihan terus mengalir dibumi sejak kejatuhan manusia, dan setiap kuasa dunia terbatas dalam membalut hati yang hancur dan meringankan kepedihan manusia. Tapi Tuhan mampu. Dan betapa hati kita berserah utuk hal itu saat kasih dan tangan Bapa disorga menghapus, sekali untuk selamanya, setiap tangis. Tangisan yang berasal dari “kepedihan,” dan “kesakitan” akan dihapuskan selamanya, karena hal ini tidak dikenal dalam tempat yang hanya terdapat sukacita. Semua duka dibumi akan hilang selamanya bersama dengan penghilangan semua penyebabnya.
Dalam surga “tidak ada lagi kematian.” Seseorang tidak bisa membaca suratkabar tanpa melihat kematian. Pengurus makam, mobil jenasah, kuburan, dan pemotong batu semua mengingatkan kita bahwa kita sedang dalam daftar tunggu kematian dan kuburan. Maka perkataan yang tertulis akan terjadi, “Kematian ditelan dalam kemenangan.”
Surga dinyatakan sebagau suatu tempat aktifitas. Yohanes melihat dalam Yerusalem baru “hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,” (Revelation 22:3). Walau memang benar surga merupakan tempat istirahat, “suatu peristirahatan bagi umat Tuhan,” bukan berarti tidak ada kegiatan sama sekali. Kita tidak bermalas-malasan selamanya dalam keindahan rumah sorgawi. Itu bukan gambaran yang ditulis dimakam: “Jangan menangisi aku sekarang, jangan tangisi aku selamanya; karena aku tidak akan melakukan apapun selamanya.”
Surga akan monoton jika hal ini benar. Orang kudus “melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya” (Revelation 7:15), kata Yohanes. Saat Alkitab menulis pekerjaan Tuhan dalam penciptaan, dikatakan: “Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu” (Genesis 2:2). Apakah ini berarti Tuhan tidak aktif lagi sejak penciptaan? Pasti tidak! Yesus berkata: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga” (John 5:17). Kata “istirahat” bagi orang percaya bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Dalam surga kita akan melayani Dia tanpa terhalang musuh dan keterbatasan, tanpa stress dan tekanan dan keringat. “Apa yang akan kita lakukan disana?” Tanya seseorang. Daud berkata: “di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” (Psalm 16:11). Satu hal, kita akan menikmati berkat persekutuan dengan Tuhan. Dibumi kita dihalangi oleh banyak hal. Rasul Yohanes menyadari bahwa orang percaya menikmati semua yang Tuhan berikan bagi mereka. Dia menulis: “Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna” (1 John 1:4). Dalam sorga sukacita dan kegembiraan karena bersama dengan Yesus Kristus akan dinikmati sepenuhnya, tanpa diganggu oleh hal-hal seperti didunia.
Dalam Revelation 4:10-11 kita jelas melihat bahwa disorga, kita akan bersekutu dengan Tuhan dan mendapat mahkota dihadapan tahtanya. Dibumi Dia tidak dipuji dan diagungkan seperti seharusnya. Pujian kita kadang bukang pujian. Betapa sering kita melakukannya tanpa hati yang benar! Kita merajakan diri sendiri dan mencuri mahkota dan menyombongkan apa yang kita punya. Tapi ditempat itu, dalam keadaan yang sudah dimuliakan, kita akan memberikan semuanya kepadaNya. Betapa semua hal dimasa depan ini mendorong kita untuk lebih sungguh-sungguh melayani selama pengembaraan kita dibumi! Banyak hal tentang surga yang belum kita ketahui sekarang, tapi suatu hari kita akan mengetahuinya. Tapi kita tahu pasti bahwa kita akan bertemu denganNya yang telah menebus kita dan membawa kita ketempat tinggalNya yang kekal.
Bayi di Sorga?
Yesus berkata:
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga (Matthew 18:1-4).
Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang (Matthew 18:14).
Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga” (Matthew 19:14).
Banyak sarjana Alkitab yang terkenal memegang pandangan bahwa ada lebih banyak penghuni surga daripada neraka. Dasar dari pandangan mereka adalah fakta bahwa banyak anak kecil yang mati sebelum mencapai usia yang lama. Sangat sulit menerima kalau anak kecil ini tidak kesorga. Jelas mereka tidak selamat, yaitu, melalui percaya dalam Tuhan Yesus Kristus. (Acts 16:31). Tapi kelihatannya Alkitabiah dan masuk akal untuk menyimpulkan bahwa anak yang belum bisa memutuskan masalah ini sendiri secara ilahi selamat.
Orangtua Kristen harus, berdoa setiap hari, membaca Alkitab, pergi kegereja, dan menunjukan teladan setiap hari untuk memimpin anak mereka sampai diusia bisa mengambil keputusan sendiri menerima Tuhan Yesus Kristus. Pikiran bahwa saya disorga sedangkan anak saya dineraka membuat saya gentar. Mari kita mengutamakan dan bertanggung jawab dalam membawa anak kita kepada Kristus sehingga dalam surga semua keluarga ada.
Dikutib dari : Bible.org.
|