KELEDAI :
KELEDAI BINATANG BODOH?Kata ‘keledai’ pada pengertian kita masa kini artinya adalah ’ bodoh’. Tetapi rujukan ayat Alkitab tidak berkata bahwa keledai itu binatang bodoh.
Menurut Yesaya 1:3 menyiratkan bahwa keledai lebih pandai daripada Israel :
Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.Allah memakai seekor keledai untuk berbicara dengan Bileam (baca Bilangan 22:21-34)
Dengan Tulang rahang keledai, Samson menggunakannya sebagai senjata untuk membunuh 1000 musuh-musuhnya (Hakim-hakim 15:15,16)
Hukum Musa untuk ‘keledai’ :Ayat di Keluaran 13:13 sangat mengherankan , seperti manusia “keledai” itu juga harus ditebus dengan seekor domba
" Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus "Reff : 613 MITSVOT
post434.html#p434Quote:
TENTANG HEWAN DAN ANAK SULUNG
Perintah ke-370:
MEMATAHKAN LEHER ANAK SULUNG KELEDAI JIKA HEWAN ITU TIDAK DITEBUS
* Keluaran 13:13,
"Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus." -
"VEKHOL-PETER KHAMOR TIFDEH VESEH VE'IM-LO' TIFDEH VA'ARAFTÕ VEKHOL BEKHÕR 'ÂDÂM BEVÂNEYKHA TIFDEH"
-----
Perintah ke-369:
MENEBUS ANAK SULUNG KELEDAI
* Keluaran 13:13, idem
Keledai dipandang sebagai barang milik yang berharga :* Keluaran 20:17
Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu." Reff : 613 MITSVOT
post440.html#p440BP wrote:
TENTANG HUKUM KRIMINAL
Perintah ke-283:
TIDAK MENGINGINKAN SESUATU MILIK ORANG LAIN
* Ulangan 5:21,
"Jangan mengingini isteri sesamamu, dan jangan menghasratkan rumahnya, atau ladangnya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.
"VELO' TAKHMOD 'ÊSYET RÊ'EKHA VELO' TIT'AVEH BÊYT RÊ'EKHA SÂDÊHÛ VE'AVDÕ VA'AMÂTÕ SYÕRÕ VAKHAMORÕ VEKHOL 'ASYER
LERÊ'EKHA"
----
Perintah ke-282:
TIDAK IRI ATAS MILIK ORANG LAIN
* Keluaran 20:17,
"Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu." –
"LO' TAKHMOD BÊYT RÊ'EKHA LO'-TAKHMOD 'ÊSYET RÊ'EKHA VE'AVDÕ VA'AMÂTÕ VESYÕRÕ VAKHAMORÕ VEKHOL 'ASYER LERÊ'EKHA"
Keledai dilindungi oleh Hukum:Baca Keluaran 21:33; Keluaran 23:4,5. Yesus memakai ayat-ayat itu dalam menjawab kritik dari Kepala Rumah Ibadat
"Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?" (Lukas 13:15-16)
Hukum Sabat :* Keluaran 23:12
Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti, supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah.Selalu ada ‘keledai’ pada peristiwa-peristiwa penting :- Ada ‘keledai’ saat Abraham bersiap-siap mengorbankan anaknya Ishak (Kejadian 22:3)
- Ada ‘keledai’ saat saudara-saudara Yusuf mengembara ke Mesir untuk minta bantuan makanan (Kejadian 42:27)
- Ada ‘keledai’ saat Musa dan keluarganya kembali ke Mesir untuk membebaskan bani Israel dari penjajahan. (Keluaran 4:20)
- Ada ‘keledai’ yang menjadi salah satu saksi runtuhnya tembok Yeriko (Yosua 6:21)
Yang paling hebat dalam ingatan kita adalah Sang Raja segala Raja itu memilih ‘keledai’ untuk memasuki Yerusalem. Yesus adalah Raja segala raja, Allah segala allah, bukankah Dia berhak mendapatkan yang terbaik? Dilayani selayaknya kaum kerajaan? Tentu saja Dia berhak. Tetapi Yesus lebih memilih sebagai manusia biasa. Kuda mungkin lebih cocok dinaiki oleh seorang raja, tetapi Yesus lebih bangga sebagai seorang hamba. (Baca Matius 21:1-5, Zakharia 9:9).
Keledai yang hina itu memiliki fungsi yang besar, di punggungnya mengangkut Sang Putra Allah. Mengapa keledai bagitu dihargai? Sebab ‘keledai’ adalah lambang ‘kerendahan hati’ dan selalu komit terhadap kerja keras. Markus 11:2 mencatat bahwa keledai tersebut adalah seekor keledai muda yang belum pernah ditunggangi orang. Bilangan 19:2 menjelaskan maksud penggunaan keledai atau lembu yang belum pernah ditunggangi orang pada prinsipnya untuk menunjuk suatu acara yang suci. Allah berfirman kepada Musa dan Harun:
"Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu seekor lembu betina merah yang tidak bercela, yang tidak ada cacatnya dan yang belum pernah kena kuk". Ini berarti keledai muda yang belum pernah digunakan orang secara sengaja dipakai oleh Tuhan Yesus untuk menyatakan bahwa kedatanganNya ke kota Yerusalem untuk menunjuk kepada sesuatu yang suci. Dia datang ke dunia ini untuk melawat umat Allah. Bahkan sesungguhnya Dialah yang diberkati dan dinantikan oleh umat Israel. Dialah Messias, sang Raja Damai. Karena itu Tuhan Yesus tidak datang dengan menggunakan kuda sebagai simbol seorang raja atau panglima perang memasuki kota yang berhasil direbutnya. Tuhan Yesus datang ke kota Yerusalem untuk memenuhi nubuat nabi Zakharia yang berkata:
"Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; Ia adil dan jaya. Ia lemah-lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda" (Zakharia 9:9). Jadi dengan menggunakan keledai beban yang muda, Tuhan Yesus mau menyatakan diriNya di depan khalayak ramai bahwa kedatanganNya semata-mata untuk menciptakan damai-sejahtera (kerajaan shalom). Dia ditentukan oleh Allah untuk mewujudkan keadilan dan kasihNya yang lemah-lembut, bukan kuasa yang menindas dan merebut hak milik orang lain sebagaimana yang dilakukan oleh penguasa dan pemerintah dunia.

Maka Isakhar tidak merasa dihina dengan palambangan ‘keledai’ yang diberikan Yakub kepadanya dan kepada keturunannya. Keturunan Isakhar akan menjadi seorang pekerja-pekerja yang keras, dan selalu siap, mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tenang, sabar dll. Dan karakter ‘keledai’ yang lain adalah, apabila ia membawa beban terlalu berat di punggungnya, maka keledai itu akan duduk saja, ia tidak mau berjalan. Ini juga pelajaran yang baik buat kita.
Dan yang paling penting ketika Raja kita masuk ke Kota, dan Ia akan dielu-elukan sebagai Raja. Kita bisa menempatkan diri kita sebagai 'keledai' yang siap membawa junjungan kita dan melayaniNya.
Amin.
Artikel terkait :
ISMAEL KELEDAI LIAR di
viewtopic.php?p=559#559