SEPTUAGINTATanakh Ibrani (naskah Perjanjian Lama berbahasa Ibrani) sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dan dikenal dengan nama "Septuaginta", ditulis juga dengan angka Romawi LXX (tujuh puluh) karena diterjemahkan oleh sekitar 70-an orang Yahudi berbahasa Yunani di Alexandria, Mesir. Diperkirakan diterjemahkan mulai abad ke-3 sebelum Masehi.
Septuaginta atau dikenal dengan istilah LXX. Sama halnya dengan Perjanjian Lama yang juga dikenal dengan nama Tanakh, singkatan dari Torah, Nevi'im dan Ketuvim, maka ada pula yang namanya Septuaginta alias LXX.
Septuaginta atau LXX (tujuh puluh) adalah terjemahan tertua dan terpenting dari Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani. Nama Septuaginta berasal dari legenda yang diwariskan dalam surat Aristeas. Di dalam legenda itu disebutkan bahwa 72 orang Yahudi menyelesaikan terjemahannya selama 72 hari.
Septuaginta dibuat di Aleksandria untuk memenuhi kebutuhan orang Yahudi diaspora, yang berbicara bahasa Yunani. Semula diterjemahkanlah Pentateukh (pertengahan abad 3 sebelum Masehi), kemudian secara lambat laun diterjemahkan pula kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya (sampai menjelang tahun 100 sebelum Masehi).
Terjemahan Septuaginta segera digunakan menjadi Alkitab resmi dalam Yudaisme helenis di dalam sinagoga-sinagoga. Para penulis Perjanjian Baru lebih suka mengutip Perjanjian Lama dari naskah terjemahan itu. Setelah hancurnya Yerusalem, kewibawaan Septuaginta diserang oleh orang-orang Yahudi sendiri. Padahal sampai saat itu Septuaginta tidak pernah mengalami serangan demikian. Di dalam perdebatannya dengan orang-orang Kristen, orang Yahudi meragukan kesetiaan penterjemahan naskah Ibrani oleh kelompok Septuaginta (misalnya: Yesaya 7:14; dan Mazmur 95:10). Kecuali itu isi daripada Septuaginta tidak cocok dengan Kanon seperti yang di tetapkan oleh Yudaisme (90/95 sesudah Masehi). Akhirnya naskah Septuaginta tidak bisa mencukupi kebutuhan sekolah Rabi Akiba. Dari situlah timbul terjemahan baru bagi orang-orang Yahudi helenis dalam abad kedua.
* Yesaya 7:14
LAI TB,
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
KJV,
Therefore the Lord himself shall give you a sign; Behold, a virgin shall conceive, and bear a son, and shall call his name Immanuel.
Menurut naskah Ibrani,
לָכֵן יִתֵּן אֲדֹנָי הוּא לָכֶם אֹות הִנֵּה הָעַלְמָה הָרָה וְיֹלֶדֶת בֵּן וְקָרָאת שְׁמֹו עִמָּנוּ אֵל׃
Translit,
LÂKHÊN {oleh karena itu} YITÊN {Dia akan memberikan} 'ADONÂY {Tuhan} HU' {Dia} LÂKHEM {kepada kalian} 'OT {tanda} HINÊH {lihatlah} HÂ'ALMÂH {perempuan muda} HÂRÂH {mengandung} VEYOLEDET {dan akan melahirkan} BÊN {anak laki-laki} VEQÂRÂ'T {dan ia akan memanggil} SYEMO {namanya} 'IMÂNU 'ÊL {Imanuel; 'imânu = bersama kita; 'êl = Allah}Menurut Septuaginta,
δια τουτο δωσει κυριος αυτος υμιν σημειον ιδου η παρθενος εν γαστρι εξει και τεξεται υιον και καλεσεις το ονομα αυτου εμμανουηλ
Translit,
dia {oleh} touto {itu} dôsei {Dia akan memberikan} kurios {Tuhan} autos {Dia} humin {kepada kalian} sêmeion {tanda} idou {lihatlah engkau} hê parthenos {perawan} en {dalam} gastri {rahim} exei {ia akan memilikia} kai {dan} texetai {ia akan melahirkan} huion {anak laki-laki} kai {dan} kaleseis {ia akan memanggil} to onoma {nama} autou {-Nya} emmanouêl {Imanuel} Mengenai sejarah Septuaginta di dalam gereja Kristen sebelum Origenes sedikitlah yang diketahui. Sekitar tahun 200 naskah Septuaginta sudah begitu rusak, sehingga Origenes berusaha meniadakan perbedaan yang telah terjadi dengan membuat Heksapla (naskah Ibrani dan terjemahan-terjemahan Yunani dalam 6 kolom yang sejajar) dan memulihkan kembali naskah-naskah aslinya. Heksapla dan usaha di waktu berikut untuk memperbaiki naskah menimbulkan adanya resensi-resensi dan bentuk-bentuk naskah yang lain lagi.
Septuaginta memiliki beberapa kitab yang tidak ada dalam Tanakh Ibrani. Kitab-kitab itu disebut 'deuterokanonika', digunakan oleh kalangan Katolik. Dalam Alkitab Katolik, kitab-kitab 'deuterokanonika' terletak antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Berikut ini nama-nama kitab dalam Septuaginta : 1.
Γενεσις - GENESIS, Kejadian 2.
Εξοδος - EXODOS, Keluaran 3.
Λευιτικον - LEUITIKON, Imamat 4.
Αριθμοι - ARITHMOI, Bilangan 5.
Δευτερονομιον - DEUTERONOMION, Ulangan 6.
Ιησους Nαυη - IESOUS NAUÊ, Yosua (bin Nun) 7.
Κριται - KRITAI, Hakim-hakim 8.
Ρουθ - ROUTH, Rut 9.
Βασιλειων Α - BASILEIÔN ALPHA, 1 Samuel 10.
Βασιλειων Β - BASILEIÔN BETA, 2 Samuel 11.
Βασιλειων Γ - BASILEIÔN GAMMA, 1 Raja-raja 12.
Βασιλειων Δ - BASILEIÔN DELTA, 2 Raja-raja 13.
Παραλειπομενων Α - PARALEIPOMENÔN ALPHA, 1 Tawarikh 14.
Παραλειπομενων Β - PARALEIPOMENÔN BETA, 2 Tawarikh 15.
Εσδρας Α - ESDRAS ALPHA, 1 Esdras *) 16-17.
Εσδρας Β - ESDRAS BETA, Ezra - Nehemia 18a.
Εσθηρ - ESTHER, Ester, 18b.
& Tambahan-tambahan pada kitab Ester **)19.
Ιουδιθ - IOUDITH Judit *) **)20.
Τωβιτ - TOBIT Tobit *) **)21.
Μακκαβαιων Α- MAKKABAIÔN ALPHA, 1 Makabe *) **) 22.
Μακκαβαιων Β - MAKKABAIÔN BETA, 2 Makabe *) **)23.
Μακκαβαιων Γ - MAKKABAIÔN GAMMA, 3 Makabe *) 24.
Μακκαβαιων Δ Παραρτημα - MAKKABAIÔN DELTA PARARTÊMA, 4 Makabe *) 24b.
Ψαλμοι - PSALMOI, Mazmur , 24b.
Ψαλμός ΡΝΑ – PSALMOS 151 *) 26.
Προσευχη Μανασση - PROSEUKHÊ MANASSÊ, Doa Manasye *) 27.
Ιωβ - IÔB, Ayub 28.
Παροιμιαι - PAROIMIAI, Amsal 29.
Εκκλησιαστης - EKKLESIASTES, Pengkhotbah 30.
Ασμα Ασματων – ASMA ASMATÔN, Kidung Agung 31.
Σοφια Σαλoμωντος - SOPHIA SALOMÔNTOS, Kebijaksanaan Salomo *) **)32.
Σοφια Ιησου Σειραχ - SOPHIA IÊSOU SEIRAKH, Kebijaksanaan Sirakh *) **)33.
Ωσηε - ÔSÊE, Hosea 34.
Αμως - AMÔS, Amos 35.
Μιχαιας - MIKHAIAS, Mikha 36.
Ιωηλ - IÔÊL, Yoel 37.
Οβδιου - OBDIOU, Obaja 38.
Ιωνας - IÔNAS, Yunus 39.
Ναουμ - NAOUM, Nahum 40.
Αμβακουμ - AMBAKOUM, Habakuk 41.
Σοφονιας - SOPHONIAS, Zefanya 42.
Αγγαιος - AGGAIOS, Hagai 43.
Ζαχαριας - ZAKHARIAS, Zakharia 44.
Αγγελος - AGGELOS, Messenger/Maleakhi 45.
Ησαιας - HÊSAIAS, Yesaya 46.
Ιερεμιας - HIEREMIAS, Yeremia 47.
Βαρουχ - BAROUKH, Barukh *) **)48.
Θρηνοι - THRÊNOI, Ratapan 49.
Επιστολη Ιερεμιου - EPISTOLÊ IEREMIOU, Surat kiriman Yeremia *) ***) 50.
Ιεζεκιηλ - IEZEKIÊL, Yehezkiel 51a.
Δανιηλ - DANIÊL , 51b.
& Tambahan Daniel : Daniel with TON TRION PAIDON AINESIS, Daniel (plus Doa Azarya dan Kidung Tiga Anak Muda *) **)52.
Σοσσανα - SOSANNA, Susana *) ***) 53.
Βελ και Δρακον - BEL KAI DRAKON, Bel dan Naga *) ***).
Catatan : 1.
Warna biru adalah kitab-kitab yang terdapat dalam TANAKH IBRANI / Kitab Perjanjian Lama kalangan Protestan.
2.
Warna hijau dan Tanda
*) adalah literatur Yunani di luar TANAKH IBRANI dan tidak termasuk kitab-kitab DEUTEROKANONIKA (Kanon Kedua).
Namun pada Latin Vulgate yang di revisi oleh Paus Clementine (Pope Clement VIII, February 24, 1536 – March 3, 1605) disebut juga "The Clementine Vulgate 1592", memasukkan 3 Kitab-kitab, yaitu "3 & 4 Makabe (dalam beberapa literatur ditulis 3 & 4 Esdras)" dan "Doa Manasye" sebagai lampiran Deuterokanonika.
3.
Warna Maroon dan Tanda
*) **) adalah kitab-kitab yang masuk dalam golongan kitab-kitab DEUTEROKANONIKA kalangan Katolik, tidak ada pada TANAKH IBRANI.
4.
Warna merah dan Tanda
*) plus
***), Berdasarkan keputusan Gereja Katolik Roma, Konsili Trent pada tahun 1546 kitab ini masuk dalam DEUTEROKANONIKA. Misalnya Kitab “Susana” menjadi Daniel 13. Dan Kitab “Bel and the Dragon” menjadi Daniel 14. Pada TANAKH IBRANI dan Kitab Perjanjian Lama kalangan Protestan hanya ada 12 pasal pada Daniel. Sedangkan
"epistle of Jeremiah/ Surat kiriman Yeremia" ada dalam Latin Vulgate.
5. Jadi, DEUTEROKANONIKA tidak sama dengan SEPTUAGINTA. Ada beberapa kitab dalam Septuaginta yang tidak termasuk dalam Deuterokanonika. Dalam hal ini
St. Jerome yang menterjemahkan Alkitab Latin Vulgata meragukan beberapa kitab yang tidak ada sumber bahasa Ibraninya (Veritas Hebraica), lihat
Warna hijau dengan Tanda
*).
6. Tanakh Ibrani (Jewish Bible) = Perjanjian Lama kalangan Protestan (lihat warna biru saja)
Perjanjian Lama kalangan Katolik = Perjanjian Lama kalangan Protestan + Deuterokanonika = Septuaginta - dikurangi beberapa buku (lihat warna biru dan maroon dan "merah").
Kalangan Ortodox memasukkan seluruh kitab-kitab dalam Septuaginta, masuk dalam kitab Perjanjian Lama mereka.
-----
Septuaginta itu tidak membentuk sebuah kesatuan, sehingga nilai terjemahan tiap kesatuan itu berbeda jauh; Misalnya: Pentateukh diterjemahkan dengan baik sekali. Yesaya dan para Nabi Kecil diterjemahkan secara jelek sekali. Kitab Daniel lebih baik dikatakan sebuah saduran bebas daripada sebuah terjemahan. Tetapi terjemahan Septuaginta masih tetap tidak diubah-ubah sejak adanya usaha mempersatukan naskah-naskah Alkitab pada abad pertama/kedua. Dari segi pandangan lain Septuaginta adalah hasil usaha Kristen untuk mempersatukan naskah karena adanya maksud liturgis.
Penemuan Kitab-kitab Suci di Kumran menyatakan, bahwa pada abad terakhir sebelum Masehi ada sebuah bentuk naskah Ibrani yang beredar dan dekat sekali bentuknya dengan naskah Septuaginta. Setiap perbedaan naskah harus diperiksa sendiri-sendiri; Misalnya: di dalam memberi huruf vokal pada nama-nama pribadi, kelihatan, bahwa Septuaginta lebih baik daripada naskah Masorit yang dimiliki oleh umat Kristen (yang lebih muda).
Artikel terkait :
- The Old Testament Canon and Apocrypha, di
http://www.bible-researcher.com/canon2.html- Septuagint, di
http://en.wikipedia.org/wiki/Septuagint atau di
http://id.wikipedia.org/wiki/Septuaginta-
KITAB TANAKH, di
kitab-tanakh-vt115.html#p242