Allah itu RohTanya :Quote:
Kamu bilang Tuhan itu Roh. Saya sudah baca SELURUH Ayat PL & PB yang berbicara tentang Roh. Dan disitu “Roh” tidak mesti bersandar kepada Tuhan, ada Roh peramal, Roh jahat, Roh sesat, Roh Kudus. Tuhan kamu Roh yang mana? Lagipula, dalam Alkitab, kata Roh (dalam arti yang baik) -pun tidak mesti berarti Tuhan!! Atau, Tuhan menurut kamu memang salah satu (/salah 3) dari sekian banyak jenis Roh? Jangan sok lah… Tunjukkan mana ayatnya….
Jawab :Roh Kudus adalah Roh Allah, adalah Allah sendiri karena dzat Allah adalah roh:
* Yohanes 4:24
LAI TB,
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
KJV,
God is a Spirit: and they that worship him must worship him in spirit and in truth.
Textus Receptus (TR),
πνευμα ο θεος και τους προσκυνουντας αυτον εν πνευματι και αληθεια δει προσκυνειν
Translit. Interlinear,
pneuma {Roh} ho {(itu)} theos {Allah} kai {dan} tous {(orang-orang yang)} proskunountas {menyembah} auton {Dia} en {Dalam} pneumati {roh} kai {dah} alêtheia {kebenaran} dei {harus} proskunein {menyembah}-----
Tanya :Quote:
Kata roh, mulai dinisbatkan juga dalam menyebut Tuhan, paling banyak kan di PB. Kalau di PL sich, kata Roh seringkali tidak langsung digunakan untuk menyebut Tuhan secara ADA-Nya.
Jawab :Lihat artikel : ROH KUDUS DALAM PL, di
http://www.sarapanpagi.org/roh-kudus-da ... .html#p1111BP wrote:
ROH KUDUS DALAM PLgracs wrote:
sejak bila Roh Kudus ini ada?
Roh Kudus adalah Roh Allah yang kudus; rujukan mengenai Roh Allah ini ada, ditulis mulai di pertama dalam Alkitab kita yaitu Kitab Kejadian :
* Kejadian 1:2
LAI TB,
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air KJV
And the earth was without form, and void; and darkness was upon the face of the deep. And the Spirit of God moved upon the face of the waters. Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS),
Hebrew with vowels,
וְהָאָרֶץ הָיְתָה תֹהוּ וָבֹהוּ וְחֹשֶׁךְ עַל־פְּנֵי תְהֹום וְרוּחַ אֱלֹהִים מְרַחֶפֶת עַל־פְּנֵי הַמָּיִם׃
Translit,
VEHA'ARETS HAITAH TOHU VAVOHU VEKHOSYEKH AL-PENEY TEHOM VERUAKH 'ELOHIM MERAKHEFET AL-PENEY HAMAYIM gracs wrote:
sebab dalam PL Roh Kudus tidak perna disebut.
-CUT-
Ada contoh ayat dalam Perjanjian Lama yang secara eksplisit menulis Roh Kudus, yaitu Yesaya 63:10-11, dari sisi kontekstual, kata itu merujuk kepada Allah :
* Yesaya 63:10-1163:10 LAI TB,
Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka. KJV
But they rebelled, and vexed his holy Spirit: therefore he was turned to be their enemy, and he fought against them. Hebrew,
וְהֵמָּה מָרוּ וְעִצְּבוּ אֶת־רוּחַ קָדְשֹׁו וַיֵּהָפֵךְ לָהֶם לְאֹויֵב הוּא נִלְחַם־בָּם׃
Translit,
VEHEMAH MARU VE'ITSVU 'ET-RUAKH QADSYO VAYEHAFEKH LAHEM LE'OYEV HU NILKHAM-BAM63:11 LAI TB,
Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka; KJV,
Then he remembered the days of old, Moses, and his people, saying, Where is he that brought them up out of the sea with the shepherd of his flock? where is he that put his holy Spirit within him? Hebrew,
וַיִּזְכֹּר יְמֵי־עֹולָם מֹשֶׁה עַמֹּו אַיֵּה הַמַּעֲלֵם מִיָּם אֵת רֹעֵי צֹאנֹו אַיֵּה הַשָּׂם בְּקִרְבֹּו אֶת־רוּחַ קָדְשֹׁו׃
Translit,
VAYIZKOR YEMEY-'OLAM MOSYEH AMO 'AYEH HAMA'ALEM MIYAM ET RO'EY TSONO AYE HASAM BEQIRBO ET-RUAKH QADSYOBahwa mendukakan Roh Kudus adalah mendukakan Allah dapat dibandingkan dengan Mazmur 78:8, 40, 49, 56; 95:9-11; Yehezkiel 6:9; Kisah Para Rasul 7:51, dan Efesus 4:30.
Selengkapnya tentang ROH KUDUS, silahkan baca di :
http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=73#73-----------------------------------------
ALLAH MENYATAKAN DIRINYA SEBAGAI ROH Dalam Perjanjian Lama Tuhan Allah sebagai sekutu Israel juga menyatakan diri-Nya sebagai Roh. Arti dasar kata roh (Ibrani,
רוח - RUAKH) adalah nafas, angin. Di dalam Perjanjian Lama, kata roh diterjemahkan dengan bermacam-macam kata. Di Mazmur 33:6 umpamanya,
RUAKH diterjemahkan dengan nafas dari mulut, sedangkan di Yeremia 10:14 diterjemahkan dengan nyawa dan lain sebagainya. Jika kata
RUAKH dikenakan kepada Tuhan Allah sendiri, maka Roh dipandang sebagai kekuatan atau kuasa yang menjadi alat Tuhan Allah bekerja. Hal itu umpamanya tampak dari Yehezkiel 37:9-10 di mana disebutkan, bahwa Roh dapat menjadikan tulang-tulang yang mati menjadi hidup. Di bagian Alkitab ini, Nabi Yehezkiel berada di dalam lembah di tengah-tengah tulang yang mati. Karena nubuat Nabi Yehezkiel datanglah Roh Allah seperti angin yang keras yang menghidupkan tulang-tulang itu menjadi manusia yang berdaging dan berurat dan sebagainya, sehingga mewujudkan suatu tentara yang besar.
Demikianlah Roh Allah adalah daya atau kuasa Allah dengannya Allah menghidupkan. Dan oleh karena yang digambarkan dengan tulang-tulang yang mati itu adalah Israel yang telah mati secara rohani, maka Roh Allah yang menghidupi itu juga berarti daya atau kuasa Allah yang menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati secara rohani.
* Yesaya 44:3
LAI TB,
Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.KJV,
For I will pour water upon him that is thirsty, and floods upon the dry ground: I will pour my spirit upon thy seed, and my blessing upon thine offspring:Hebrew,
כִּי אֶצָּק־מַיִם עַל־צָמֵא וְנֹזְלִים עַל־יַבָּשָׁה אֶצֹּק רוּחִי עַל־זַרְעֶךָ וּבִרְכָתִי עַל־צֶאֱצָאֶיךָ׃
Translit,
KI 'ETSAQ-MAYIM 'AL-TSAME VENOZLIM 'AL-YABASYAH 'ETSOQ RUKHI AL-ZAREKHA 'UVIRKHATI AL-TSE'ETSA'EIKHA Selanjutnya dapat dikatakan, bahwa jika Tuhan Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Roh, hal itu bukanlah suatu uraian yang bersifat filsafati, tetapi bahwa hal itu menyatakan Allah di dalam firman dan karya-Nya. Di Yesaya 31:3 umpamanya, Tuhan Allah membandingkan diri-Nya dengan Mesir. Di situ disebutkan, bahwa orang Mesir adalah manusia, bukan Allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Jadi orang Mesir disamakan dengan manusia, sedang kekuatan perangnya disamakan dengan makhluk yang lemah, yang berarti, bahwa kekuatan Mesir tidaklah berdaya. Sebaliknya Tuhan Allah disamakan dengan roh, yang berarti bahwa Tuhan Allah adalah kekuatan yang mutlak dan agung. Allah adalah Roh atau kekuatan yang dinamis. Sifat dinamis ini tampak di dalam karya Roh itu. Menurut Yesaya 32:15 dan ayat berikutnya, Roh Allah mengubah padang gurun menjadi kebun buah-buahan.
Demikianlah Roh adalah kekuatan atau kuasa ilahi yang bekerja sebagai alat atau sarana Tuhan Allah. Dengan Roh itu Tuhan Allah menghendaki para kerub pergi menuju ke tempat yang di hadapannya, memberikan kekuatan badaniah yang luar biasa, umpamanya kepada Simson, menjadikan orang dapat bernubuat, dan lain sebagainya.
Akhirnya Roh yang dinamis itu juga mengandung di dalamnya sifat-sifat yang etis. Hal ini terang dari Yesaya 30:1, yang mengancam dengan hukuman para anak yang murtad, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan oleh dorongan Roh Tuhan. Jadi Roh Allah yang dinamis tadi memang adalah kekuatan atau kekuasaan yang menciptakan hal-hal yang baru, yang ditujukan kepada tujuan keagamaan. Dalam arti inilah Roh Allah disebut: berada pada Mesias sebagai Roh hikmat dan pengertian, Roh nasehat dan keperkasaan, Roh pengenalan dan takut akan TUHAN. Dalam arti yang demikian itu juga dikatakan, bahwa Roh Tuhan ditaruhkan ke atas hamba TUHAN untuk menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
Di dalam terang inilah disebutkan, bahwa keselamatan Israel terjadi oleh karena Roh Allah, yang akan memberikan hati yang baru kepada umat itu, yang akan mengubah hati yang keras dari Israel menjadi hati yang taat, dan menjadikan Israel menjadi umat Allah.
Oleh karena sifat Roh yang demikian itulah, maka ada hubungan yang erat sekali di antara firman dan Roh Allah. Bahkan dapat dikatakan, bahwa Roh Allah adalah sinonim dari firman Allah. Di Mazmur 33:6 disebutkan, "Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya (Roh-Nya) segala tentaranya." Di sini diungkapkan suatu paralelisme Ibrani, yang mengungkapkan suatu gagasan dengan dua cara, tetapi yang mengandung arti yang sama. Maka kalimat "oleh firman TUHAN langit telah dijadikan" mengungkapkan gagasan yang sama dengan "oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya." Dengan demikian "Firman TUHAN" adalah sinonim dari "Nafas dari mulut-Nya."
Demikianlah Roh Allah bagi Israel adalah kuasa Allah, yang menjadikan segala sesuatu. Hal yang demikian memang dialami oleh Israel di dalam sejarah hidupnya, sebab seperti yang telah dikemukakan di atas, Roh inilah yang mengaruniakan kecakapan kepada para hakim, kepada Daud, dan sebagainya.
Reff :
http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=59#59 (AJARAN TTG TUHAN ALLAH)
-----
Tanya :Quote:
Bagi Islam, Roh hanyalah ciptaan, tidak lebih. Roh bukan Tuhan.
Jawab :Setahu saya, Al~Qur'an menulis bahwa Roh adalah urusan Allah, manusia tidak dapat mengambil kesimpulan bahwa roh diciptakan oleh Allah begitu saja. Jika Anda mengatakan bahwa roh adalah ciptaan Allah, bagaimana dengan Roh Allah? Apakah Allah tidak memiliki roh? Apakah Roh Allah ini pun diciptakan oleh Allah?
QS 17 : 85
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... a=85&t=indSementara Alkitab kami cukup menjelaskan apa hakekat pribadi dan peran
Roh Kudus, Qur'an justru mengingatkan setiap Muslim bahwa tidak ada seorangpun yang diberi penjelasan tentang siapa atau bagaimana Roh itu (
QS 17:85). Walau Sudah diperingatkan demikian. Banyak penafsir masih nekad "memastikan" bahwa
Roh Kudus] adalah malaikat Jibril, tanpa menunjukkan ayat explisit manapun dalam Qu'ran
Lihat Artikel : Menjamu tuduhan dan salah paham : Roh Kudus itu siapa? Allah ataukah Malaikat Allah?
http://www.sarapanpagi.org/roh-kudus-it ... vt558.htmlTanya :Quote:
Allah bukan “Roh”, karena “Roh” tidak mesti Allah. Roh bisa Roh jahat, bisa Roh peramal, bisa Roh kudus, dll.
Padahal Allah itu MAHA. Dalam ke-MAHA-anNya, Allah tidak ada yang menyamainya. Baik itu Roh, Zat, Sifat, atau apa saja… ALLAH selalu diatasnya dengan segala ke-MAHA-anNya.
Jawab:Anda perlu belajar banyak tentang "roh", Roh Allah tentu saja berbeda dengan roh manusia, roh iblis dan roh-roh lainnya.
Lihat di Forum ini
http://www.sarapanpagi.org/roh-vf6.htmlBlessings,
BP
March 7, 2008