Tuduhan :
Quote:
Sebagaimana hampir semua orang Yahudi tahu, bahwa agama Kristen mengklaim Perjanjian Lama sebagai bagian dari kitab-kitab mereka berdasarkan pernyataan Yesus dalam kitab Matius berikut ini:
5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Namun demikian, perlu diingat, Yesus tidak berhenti dengan perkataan itu saja, tetapi masih ada terusannya:
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Dengan jelas dikatakan oleh Yesus dalam ayat-ayat 18,19, dan 20 di atas, bahwa hukum Taurat wajib dilaksanakan oleh umat Yesus hingga hari kiamat tiba, dan Yesus mengancam mereka yang hidup keagamaannya tidak lebih baik dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, mereka tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga.
JAWAB :
Penuduh "merasa tahu apa itu Taurat" dengam memaksakan Matius 5:18 sesuai kehendaknya. Daripada menuruti seseorang yang "sok tahu" mari kita kaji ayat-ayat yang dipersoalkan diatas sbb :
* Matius 5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi
KJV,
For verily I say unto you, Till heaven and earth pass, one jot or one tittle shall in no wise pass from the law, till all be fulfilled.
TR,
αμην γαρ λεγω υμιν εως αν παρελθη ο ουρανος και η γη ιωτα εν η μια κεραια ου μη παρελθη απο του νομου εως αν παντα γενηται
Interlinear,
amên {sesungguhnya} gar {karena} legô {Aku berkata} humin {kepadamu} heôs an {sampai} parelthê {berlalu} ho ouranos {langit} kai {dan} hê gê {bumi} iôta {iota (titik)} hen {satu} hê {atau} mia {satu} keraia {garis kecil (dari sebuah huruf)} ou mê {pasti tidak} parelthê {berlalu} apo {dari} tou nomou {Taurat} heôs an {sampai} panta {semua} genêtai[/b] {terjadi}.
Penuduh dengan menggunakan ayat dalam Matius 5:18 mengatakan bahwa Taurat itu berlaku selamanya, satu iota (satu titik) pun tidak ditiadakan. Namun pendapat ini mengabaikan frasa yang juga terdapat pada ayat itu juga, yaitu frasa
"sebelum semuanya terjadi". Padahal frasa inilah kunci dalam memahami ayat tsb.
Untuk mengerti makna dalam Matius 5:18, sebaiknya juga dibaca ayat-ayat sesudahnya, tentang "iota" yang dipermasalahkan, adalah berhubungan dengan hal-hal yang akan segera digenapi Yesus Kristus dalam pelayananNya di dunia ini, untuk itulah Ia berkata "satu iota-pun tidak akan dibatalkan sebelum semuanya terjadi", Maksud dari "semuanya terjadi" ini adalah berkaitan dengan hal-hal yang akan segera digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus, yaitu kematianNya dan kebangkitanNya yang dengan sendirinya akan menggenapi Hukum Taurat.
Iota adalah huruf Ibrani
"YOD" atau
"WAW", yang artinya "titik" dan garis kecil. huruf ini dalam tulisan Ibrani sering boleh saja dilihangkan.
"
selama belum lenyap langit dan bumi ini" artinya pada masa ini --> ini menunjukkan keabadian Taurat itu.
dikontraskan dengan :
"
satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi"
Kata
"ditiadakan": Yunani
"parelthê' dari kata
"parerkhomai adalah kata yang sama dengan
lenyap.
"
semuanya terjadi" : Yunani
"genêtai" dari kata
"ginomai. Kata ini sering dipakai oleh Matius untuk sesuatu yang terjadi sebagai penggenapan nubuat (bandingkan dengan Matius 1:22, 21:4, 24:6, 26:54, 56) sbb:
Matius 1:22 :
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi
Matius 21:4 :
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi
Matius 24:6 :
Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
Matius 26:54 :
Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?
Mat 26:56 :
Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.
Pada Matius 24:34-35 sejajar dengan Matius 5:18 :
* Matius 24:34-35
24:34
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi
TR Translit,
amên legô umin hoti ou mê parelthê hê genea autê heôs an panta tauta genêtai
24:35
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu
TR Translit,
ho ouranos kai ê gê pareleusetai pareleusontai oi de logoi mou ou mê parelthôsin
Kata
"ginomai" dan
"parerkhomai sama-sama dipakai dalam ayat diatas. Maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa
pada masa ini tidak akan ada yang dilenyapkan dari Firman yang tertulis dalam Perjanjian Lama. Sampai semua yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama tentang Mesias sudah terjadi, dengan begitu artinya yang sepenuhnya sudah nyata.
Selanjutnya kita teruskan ke ayat 19, supaya lebih :
* Matius 5:19
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
KJV,
Whosoever therefore shall break one of these least commandments, and shall teach men so, he shall be called the least in the kingdom of heaven: but whosoever shall do and teach them, the same shall be called great in the kingdom of heaven.
TR,
ος εαν ουν λυση μιαν των εντολων τουτων των ελαχιστων και διδαξη ουτως τους ανθρωπους ελαχιστος κληθησεται εν τη βασιλεια των ουρανων ος δ αν ποιηση και διδαξη ουτος μεγας κληθησεται εν τη βασιλεια των ουρανων
Translit,
hos ean {siapa saja yang} oun {karena itu} lusê {meniadakan/memperlunak} mian {satu} tôn entolôn {dari perintah-perintah} toutôn {ini} tôn elachistôn {yang paling kecil} kai {dan} didaxê {mengajarkan} outôs {demikian} tous anthrôpous {orang-orang} elachistos {yang paling kecil} klêthêsetai {ia akan dipanggil} en {didalam} tê basileia {Kerajaan} tôn ouranôn {Surga} hos d an {tetapi siapa saja} poiêsê {melakukan} kai {dan} didaxê {mengajarkan} outos {(orang) ini} megas {yang besar} klêthêsetai {akan dipanggil} en {didalam} tê basileia {kerajaan} tôn ouranôn {Surga}
Ayat diatas memperluas prinsip dari apa yang "digenapi" dengan datangnya Kristus, ke sikap para murid terhadap hukum Taurat.
Kata
"λυση – lusê", verb – ditulis dalam bentuk
aorist active subjunctive - third person singular
Dari kata
"luo", leksikon Yunani,
to loosen -- break (up), destroy, dissolve, (un-)loose, melt, put off
Kata
"λυση – lusê" (
meniadakan/ memperlunak), yang dilakukan oleh orang-orang Farisi. Dengan cara penafsiran mereka yang kasuistik, mereka membuat Hukum Taurat itu dapat gampang dilaksanakan karena memperlemah (memperlunak) kuasa moral Hukum Taurat itu. Mereka akan "
menduduki tempat yang paling rendah….., menduduki tempat yang paling tinggi…" artinya secara harfiah akan disebut "tak berarti"
Sebaliknya, Yesus mengatakan "
yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga".
segala perintah menunjuk kepada Hukum Taurat PL dan hal-hal yang segera menyusul, yakni rumusan Kristus yang lebih dalam tentang Hukum Taurat yang menunjukkan kepada penggenapan sesungguhnya (Matius 5:38, Matius 22:34-40 dst). Yesus Kristus merujuk kepada diriNya yang akan segera mengajarkan kegenapan Taurat, revitalisasi dari Taurat yang Ia rumuskan dalam Hukum yang baru, yaitu
HUKUM KASIH :
Kita lanjut ayat 20 :
* Matius 5:20
LAI TB,
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
LAI TL,
Karena Aku berkata kepadamu: Jikalau tiada kebenaranmu terlebih daripada kebenaran segala ahli Taurat dan orang Parisi, sekali-kali tiada dapat kamu masuk ke dalam kerajaan surga
KJV,
For I say unto you, That except your righteousness shall exceed the righteousness of the scribes and Pharisees, ye shall in no case enter into the kingdom of heaven.
TR,
λεγω γαρ υμιν οτι εαν μη περισσευση η δικαιοσυνη υμων πλειον των γραμματεων και φαρισαιων ου μη εισελθητε εις την βασιλειαν των ουρανων
Translit,
legô gar humin oti ean mê perisseusê humôn hê dikaiosunê humôn pleion tôn grammateôn kai pharisaiôn ou mê eiselthête eis tên basileian tôn ouranôn.
Disini padanan kata Yunani
"dikaiosunê",
kebenaran, dalam terjemahan lama (TL) lebih tepat daripada "hidup keagamaan" (TB). Keagamaan berbau kepada inisyatif manusia, justru kurang tepat menggambarkan syarat masuk surga.
lebih benar : lebih benar, bukan lebih besar! Ahli-ahli Taurat yang adalah orang-orang yang menganggap dirinya sebagai pengajar Hukum Taurat, dan Farisi adalah orang-orang yang mengaku mengerjakan hukum Taurat. Masuk ke dalam Kerajaan Surga itu tergantung pada hubungan dengan Allah dan ini harus diperlihatkan dalam kehidupan dan ajaran yang bersifat mendalam. Kita dituntut untuk melakukan kebenaran itu sebagai syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Sebagai kelanjutan dari Matius 5:19; Tuhan Yesus merangkumkan rumusan baru mengenai Hukum Taurat,
lex talionis (Ulangan 19:21), sbb :
* Ulangan 19:21
Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki."
KJV,
And thine eye shall not pity; but life shall go for life, eye for eye, tooth for tooth, hand for hand, foot for foot.
Hebrew,
וְלֹא תָחֹוס עֵינֶךָ נֶפֶשׁ בְּנֶפֶשׁ עַיִן בְּעַיִן שֵׁן בְּשֵׁן יָד בְּיָד רֶגֶל בְּרָֽגֶל׃ ס
Translit,
VELO TAKHOS EINEKHA NEFESH BENEFESH AYIN BE'AYIN SHEN BESHEN YAD BEYAD REGEL BERAGEL
Yesus menggenapi ajaran diatas dengan memberikan rumusan baru tentang
lex talionis itu , sbb :
* Matius 5:38,
5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
5:41 Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Tentang ajaran Yesus dalam Matius 5:39: "
Jika pipi kananmu ditampar beri juga pipi kirimu!" Tidak bisa kita artikan secara harafiah begitu saja. Bukan berarti Yesus mengajar jika ada kejahatan kita diamkan saja. Tetapi yang hendak ditekankan di sini adalah lebih baik kita balas kejahatan itu dengan kebaikan, daripada membalas dendam. Jika kita terpaksa membela diri, maka itu jangan dilandasi dengan perasaan benci. Dalam ajaran ini Yesus hendak mengingatkan bahwa prinsip balas dendam (
lex talionis), keras melawan keras, seperti "mata dibalas mata, gigi dibalas gigi", pada hakikatnya tidak akan menyelesaikan masalah.
Selanjutnya, bisa Anda baca pengertiannya dalam artikel yang berjudul :
DITAMPAR PIPI KANAN, BERIKAN PIPI KIRI, di
http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=788#788
Tidak selesai sampai disitu, Tuhan Yesus kristus kembali memberikan rumusan baru yang dikenal sebagai
HUKUM KASIH :
* Matius 22:36-40
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Artinya, prinsip hukum Taurat tetap dilaksanakan dalam iman kristiani. Tetapi pelaksanaannya telah disempurnakan, dirumuskan ulang, direformulasikan sekaligus direvitalisasikan oleh Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Yesus memberi pengajaran yang sederhana dan jelas; meskipun kelihatannya sederhana, tetapi hukum diatas mencakup seluruh hukum Taurat!
Bahwa jika kita mengasihi Allah, maka kita akan melakukan prinsip-prinsip bahwa TUHAN adalah satu-satunya sesembahan kita, dan pelaksanaan ini akan selaras dengan Firman ke1-5 dalam
Dasa Titah. Jika kita mengasihi sesama, tentu kita tidak boleh membunuh (Firman ke 6); berzinah (Firman ke 7) dan seterusnya. Dan semuanya akan selaras dengan (Firman 6-10).
10 Firman (Dasa Titah, Ibrani : 'ASERET HADEVÂRÏM), menulis "Jangan ini, jangan itu" harus kita akui, memang cenderung negatif. Juga bermacam-macam perintah yang tersebar dalam ke-5 kitab Musa itu berbeda gaya dengan apa yang dirumuskan Yesus tentang Hukum Kasih yang lebih positif "Hendaklah begini atau begitu". Dasa Titah memberi peringatan bahwa orang telah salah jalan, sedangkan Hukum Kasih memberi petunjuk, ke mana orang mesti putar haluan.
Tuhan Yesus merangkum Taurat itu menjadi 2 point yang sederhana. Pelaksanaan
HUKUM KASIH sudah mencerminkan seluruh hukum Taurat (ayat 40).
Firman dalam PL tetap merupakan Firman Allah bagi orang percaya, sebab semuanya adalah dasar dari Perjanjian Baru.
Kita tidak akan bisa mengerti arti "kurban Yesus" tanpa melihat dan memahami dosa asal yang diperbuat Adam-Hawa.
Kita tidak akan mengerti terminologi "Anak Domba Allah" tanpa mempelajari prinsip-prinsip pengampunan dosa yang ada di Perjanjian Lama, kurban bakaran, kurban pengampunan dosa dll.
Dengan demikian, Yesus telah menggenapi Taurat dan menyempurnakannya. Pada beberapa keterangan Alkitab "Menggenapi" berarti "Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik" :
* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Yesus dan ajaranNya
HUKUM KASIH menggenapi HUKUM TAURAT!
Penjelasannya sebegai berikut :
TUHAN YESUS KRISTUS MENGGENAPI HUKUM TAURAT
ada 4 pengertian "menggenapi" yang berkaitan dengan hal ini.
I. Menggenapi semua nubuatan mengenai diriNya dalam kitap Taurat, Nabi-nabi dan Mazmur.
* Lukas 24:44
Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
* Matius 1: 22-23
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. --> Yesaya 7 : 14
* Matius 2:14-15
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." --> Hosea 11:1
* Matius 2:17:18
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." --> Yeremia 31: 15
* Matius 4: 13-16
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
Yesaya 8: 23 - 9:1
* Matius 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Yesaya 53:4
* Matius 12: 16-21
Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap." Yesaya 42 : 1-4
* Matius 21: 4-5
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." Zakharia 9:9
* Kisah Para Rasul 13:35
telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini. Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud.
Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
* Yohanes 13:18.
Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. --> Mazmur 41: 10
* Yohanes 18:32
Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
* Yohanes 19:24
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu. --> Mazmur 22:19
* Yohanes 19:28
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!" --> Mazmur 22: 16, 69: 22
* Yohanes: 19:36
Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." Keluaran 12:46; Bilangan 9 : 12; Mazmur 34:21
* Yohanes 19:37
Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam." Zakharia 12: 10
II. Menggenapi hukum Taurat yang melambangkan pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Kristus (hukum upacara)
(al. penyembelihan binatang korban yang dibawa si pendosa untuk menjadi penggantinya; pekerjaan Imam di bilik kudus dan pekerjaan pendamaian di bilik maha kudus oleh Imam Besar; hari-hari raya lambang).
III. Menggenapi hukum Taurat yaitu melakukannya dengan sempurna.
Menggenapi = to fulfill = memenuhi (melaksanakan dengan penuh, dengan sempurna, tanpa cacat ).
Kita tidak bisa melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna, namun Kristus telah melakukannya untuk kita. Kristus mendapatkan kebenaranNya bukan karena anugrah tetapi karena Dia memang telah melaksanakan seluruh perintah Allah dengan sempurna. Maka jika kita menerima Kritus menjadi pengganti kita, maka kebenaran Kristus menjadi milik kita.
* Roma 8 : 1-4
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Gagal melaksanakan hukum Taurat mendatangkan hukuman (maut), daging kita tak berdaya melaksanakannya. Tapi hukuman maut itu sudah ditanggung Kristus. Kita kini hidup menurut Roh, yang menyanggupkan kita memenuhi kehendak Tuhan dalam hukumNya, yang mana tadinya tidak berdaya oleh daging.
* Roma 8 : 12-13
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab jika kamu hidup menurut danging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Catatan :
Pada beberapa keterangan Alkitab "Menggenapi" berarti "Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik".
* Matius 3: 15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
IV. Menggenapi/ mengakhiri hukum Taurat sebagai alat mendapatkan Kebenaran
* Roma 10:4
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
RSV, For Christ is the end of the law, that every one who has faith may be justified.
Interpretasi ayat ini harus lah selaras dengan bagian lebih awal dari tulisan Paulus dalam surat yang sama kepada jemaat Roma (Roma 3 : 31), yaitu :
"Adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya."
Paulus selaras dengan Kristus, yang menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan Taurat. (Matius 5:17.
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya). Yesus Kristus sendirilah yang melaksanakan Hukum Taurat dengan sempurna, sekaligus menggenapiNya. Untuk itu umat yang percaya kepada Yesus Kristus tidak dituntut untuk melaksanakan Taurat, tetapi melaksanakan ajaran yang telah disempurnakanNya yang terangkum dalam
HUKUM KASIH.