SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Tue Jan 06, 2009 12:44 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 
Author Message
 Post subject: Tuhankah Yesus itu?
PostPosted: Mon Oct 09, 2006 12:03 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
Quote:
Tuhankah Yesus itu?



JAWAB :


Yang harus kita perhatikan dalam mempelajari Hakekat Yesus Kristus adalah :

• Ada banyak bukti dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan (Kurios/Adonai), dan Yesus disebut sebagai Allah (Theos/Allah & YHVH), bahkan sebelum Yesus Naik ke Surga.

• Ada Banyak bukti dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus adalah manusia.

Tetapi ayat-ayat yang menyatakan kemanusiaan Yesus tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Tuhan
Demikian pula sebaliknya, ayat-ayat yang menyatakan Ke-Allahan Yesus tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Manusia.


Quote:
KETUHANAN YESUS PATUT DIPERTANYAKAN!!
SIFAT-SIFAT TUHAN DIPERBANDINGKAN DENGAN YESUS

1) Tuhan mengabulkan doa
- “TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengarNya”(Ams 15:29)
Yesus sendiri berdoa:
- “Kemudian Ia menjauhkandiri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu ia berlutut dan berdo’a…” (Luk 22:41)
- “Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdo’a” (Mark 14:35)
- “Maka Ia maju sedikit lalu sujud dan berdo’a...” (Mat 26:39)



JAWAB :


Definisi doa adalah adalah sebagai berikut : Hubungan persekutuan dengan Allah, atau lebih tepatnya Doa adalah komunikasi pribadi dengan Allah.
Yesus memberikan teladan bagi murid-muridNya, bahwa Yesus suka berdoa.
Pengajaran dan contoh yang konkrit agar kita selalu berdoa dan mengikuti kehendak Allah Yang Mahakuasa .
Bagi Yesus, tujuan tujuan perjalanan-nya (Yunaninya exodos; Lukas 9:31) dicapai dengan cara mengajar, menyembuhkan orang-orang yang menderita, menjauhkan mereka dari kuasa yang jahat, mengajarkan kepada orang banyak siapa Yang Mahakuasa.

Pertanyaannya; Yesus itu sendiri adalah Allah kok pakai berdoa segala?

Inilah yang saya maksud dengan posting sebelumnya "ayat-ayat yang menyatakan kemanusiaan Yesus tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Tuhan.
Demikian pula sebaliknya, ayat-ayat yang menyatakan Ke-Allahan Yesus tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Manusia.

Dan juga tulisan diatas mengenai pengertian "menjelma" tidak berarti di Surga tidak ada Allah.

Doa Yesus di Getsemani juga sebagai persiapan Yesus untuk menghadapi siksa salib.
Perlu dipahami perendahan diri Yesus ('kenosis'). Artinya, dalam keadaanNya sebagai manusia, ada hal-hal yang bersifat kemanusiawian yang harus dipikul oleh Yesus. Dalam hal ini, Ia telah membuat diriNya menjadi lebih rendah dari BapaNya, dalam tubuh manusia, Yesus memiliki keterbatasan untuk sementara waktu.


* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!



Quote:
2) Allah Maha kuasa mutlak atas segala sesuatu (II Kor 6:18)
Yesus tidak berkuasa sama sekali:
- “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriKu sendiri”(Yoh 5:30)
- “Ia tidak dapat mengadakan satu mukjizat pun di sana” (Mar 6:5)
- Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihatNya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagi pula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus meng-adakan suatu tanda. Ia mengajukan banyak per-tanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak mem-beri jawab kepadanya” (Luk 23:8,9)
- “Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan”(II Kor 13:4)
- “Cawanku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kananKu atau di sebelah kiriKu, Aku tidak berhak memberikannya” (Mat 20:23)
- “Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Mat 26:39)



JAWAB :


Hal tersebut berkaitan dengan KENOSIS dari Tuhan Yesus Kristus yang sudah dijelaskan pada No. 1


* Yohanes 5:30,
"Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menurut kehendak diri-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku."

OU DUNAMAI EGÔ POIEIN AP EMAUTOU OUDEN KATHÔS AKOUÔ KRINÔ KAI HÊ KRISIS HÊ EMÊ DIKAIA ESTIN HOTI OU ZÊTÔ TO THELÊMA TO EMON ALLA TO THELÊMA TOU PEMPSANTOS ME PATROS


Penghakiman Allah adalah penghakiman yang sempurna. Hanya Allah saja yang suci, dan karena itu hanya Dia saja yang mengetahui ukuran yang benar untuk menghakimi orang. Hanya Allah saja yang secara sempurna mengasihi, dan hanya Dia saja yang melakukan penghakiman dengan belas kasih. Di dalam belas kasih itulah semua penghakiman yang benar dilakukan. Hanya Allah saja yang MENGETAHUI secara sempurna dan penuh, dan penghakiman itu bisa disebut sempurna apabila semua HAL YANG BERSANGKUTAN dengan itu dipertimbangkan. Pertimbangan Yesus sebagai yang berhak menghakimi didasarkan pada pengakuan bahwa di dalam diri-Nya terdapat pikiran Allah yang sempurna. Yesus tidak menghakimi berdasarkan motivasi manusiawi yang mungkin sulit dihindarkan. Yesus melakukan penghakiman dengan kesucian, kasih dan simpati Allah yang sempurna.



Sumber : Yohannes/Biblika


Quote:
"Ia tidak dapat mengadakan satu mukjizatpun disana" (Mar 6:5);



JAWAB :


Yesus tidak dapat membuat mujizat karena ketidak percayaan penduduk Nazareth (Markus 6 : 1 – 6a). Ini bukan berarti Yesus tidak mampu. Sama seperti jika seorang dosen berkata, “Saya tidak dapat meluluskan kamu karena kamu tidak ikut ujian”. Bukan berarti bahwa dosen tersebut tidak mampu meluluskan mahasiswa tersebut khan?


Quote:
"Cawanku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan Ku atau di sebelah kiriKu, Aku tidak berhak memberikannya" (mat 20:23);
"Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" (Mat 26:39)



JAWAB :


Tentang Yesus menderita tidak menunjukkan Dia tidak maha kuasa. Yesus kalau mau bisa saja membuat diriNya tidak menderita, bahkan tidak mengalami proses penyaliban tersebut. Injil juga memberikan adanya KEMAMPUAN YESUS UNTUK MELOLOSKAN DIRI DARI PENGEPUNGAN APAPUN. Baca dalam Yohanes 8:59; Lukas 4 : 29; Matius 17 : 2; Markus 9:2 yang menggambarkan kemampuan Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah saat dikepung.


Quote:
3) Allah itu Maha Mengetahui segala yang Gaib
- “Maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di Sorga, tempat kediamanMU yang tetap, dan Engkau kiranya mengampuni, bertindak, dan membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan segala kelakuannya, karena Engkau mengenal hatinya, sebab Engkau sajalah yang mengenal hati semua anak manusia”(I Raja 8:39)
Yesus sedikit pun tidak tampak memiliki sifat ini.
- “Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon Ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja”(Mat 21:18:19 )
- “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri”(Mat 24:36)
- “Lalu kata Yesus: “Siapa yang menjamah Aku?” Dan karena tidak ada yang mengakuinya, ber-katalah Petrus: “Guru orang banyak mengeru-muni dan mendesak Engkau.” Tetapi Yesus berkata: Ada seorang yang menjamah aku, sebab aku merasa ada kuasa keluar diri diriKu” (Mat 8:45-46)
Yudas adalah salah satu dari kedua-belas murid Yesus. Dia mengkhianati Yesus. Meskipun demikian, kata Yesus kepada mereka (termasuk Yudas):
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak manusia bersemayam di tahta kemuliaan-Nya, kamu yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas tahta untuk menghakimi kedua belas suku Israel”(Mat 19:28)



JAWAB :


* Matius 21:19
"Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: 'Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.'"



Pohon ara adalah lambang bangsa Yahudi, yang berlimpah-limpah dalam daun-daun pekerjaan keagamaan, tapi mandul dalam buah-buah kebenaran. Pengutukan pohon itu menubuatkan nasib para pembesar Yahudi, yang saat itu siap untuk menolak Mesias mereka. Israel Memang diumpamakan dengan pohon ara. Tindakan Yesus Kristus melambangkan hukuman yang akan datang atas Israel yang tidak percaya. Israel diumpamakan dengan pohon ara dalam Hosea 9:10, suatu bagian tentang hukuman karena melanggar penjanjian Allah.


* Hosea 9:10
"Seperti buah-buah anggur di padang gurun Aku mendapati Israel dahulu; seperti buah sulung sebagai hasil pertama pohon ara Aku melihat nenek moyangmu. Tetapi mereka itu telah pergi kepada Baal-Peor dan telah membaktikan diri kepada dewa keaiban, sehingga mereka menjadi kejijikan sama seperti apa yang mereka cintai itu."

KA'ANÂVÎM BAMIDBÂR MÂTSÂ'TÎ YISRÂ'ÊL KEVIKÛRÂH VIT'ÊNÂH BERÊ'SYÎTÂH RÂ'ÎTÎ 'AVÔTÊYKHEM HÊMÂH BÂ'Û VA'AL-PE'ÔR VAYINÂZRÛ LABOSYET VAYIHYÛ SYIQÛTSÎM KE'OHOVÂM


* Yudas 1:12
"Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali."



Bandingkan dengan ayat Al~Qur'an ini:


* Q.S. 14:24-26,
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap sedikitpun."



Sumber : Yohannes/Biblika


Quote:
4) Tuhan tidak mungkin bisa mati:
- “Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri” (I Tim 6:16)
Yesus mati:
- “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita” (Roma 5:6)



JAWAB :


Kedua konteks berbicara mengenai Perjanjian Lama dan Baru.
Sedangkan dalam Roma 5:6 ; Kristus harus mati sebagai korban penebusan dosa yang jangan anda potong informasinya, bahwa Dia akan bangkit, karena kematian sudah dikalahkan dan kuasa iblis dinyatakan sudah di bawah kaki Tuhan Yesus. (Roma 6:23) Kematian itu menyatakan Tuhan Yesus mati sebagai manusia sempurna sebagai pembelaan akan pembayaran hutang, namun Dia bangkit sebagai Tuhan yang menggenapi hutang darah kita.


MANGAPA YESUS MATI?

Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Roma 5:6 )

Baca: Kitab Yesaya pasal 53 (seluruhnya)

Penebusan melalui kematian Kristus merupakan kebenaran yang mendalam sehingga para cendekiawan pun tak mampu mengukur kedalamannya. Renungkanlah, Yesus, Anak Allah, mati untuk menebus dosa-dosa kita!
Berbagai teori telah disampaikan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tetapi Kitab Suci mengajarkan bahwa kata "menggantikan" adalah kata yang paling mendekati makna yang sebenarnya dari misteri yang luar biasa ini. Seorang manusia yang tidak berdosa memikul dosa semua manusia.

Cliff Barrows bercerita tentang dua anaknya yang melakukan kesalahan. Meskipun sudah diperingatkan, mereka tetap mengulangi pelanggarannya sehingga perlu didisiplinkan. Hati Cliff yang lembut merasa terluka saat harus menghukum mereka yang dikasihinya. Karena itu ia memanggil Bobby dan Bettie ke kamarnya, melepas baju dan ikat pinggangnya, dan dengan punggung terbuka ia berlutut menghadap tempat tidur. Ia meminta kedua anaknya untuk mencambuknya 10 kali. Mereka menangis. Namun hukuman harus tetap dijalankan. Mereka menangis saat mencambuki punggung ayahnya. Kemudian Cliff memeluk, mencium mereka, dan berdoa bersama. "Memang terasa seperti sakit," katanya, "tetapi mulai sekarang aku tidak akan pernah memukul mereka lagi."

Yesus sudah menerima cambukan untuk dosa kita semua. Kini Dia mengundang kita untuk menerima pengampunan-Nya dan mempersembahkan sisa hidup kita kepada-Nya. Dia ingin kita tahu keagungan kasih Bapa-Nya. Itulah alasan mengapa Yesus mati?

ALLAH SANG HAKIM TIDAK HANYA MENYATAKAN BAHWA KITA BERSALAH TETAPI JUGA MEMBAYAR HUKUMAN KITA


* Yesaya 53
1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kitasekalian.
7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.



Juruselamat telah mati dengan cara yang sangat hina di atas salib. Mengapa sangat hina? Karena di atas salib, kita hanya melihat orang yang ditolak oleh Allah dan ditolak manusia. Paulus mengatakan "Terkutuklah orang yang tergantung di atas kayu salib" (Galatia 3:13). Yesus menanggung kutuk Allah, ditolak oleh

Allah namun bukan karena dosa-Nya tetapi karena dosa kita. Begitu dalamnya penderitaan dan pengorbanan Juruselamat kita sampai Ia mau mati dengan cara yang sangat hina. Yesus mati dengan cara terhina agar kita mati tidak mengalami maut dan kebinasaan.
Semua kutuk dosa telah ditanggung Yesus melalui kematian-Nya, sehingga kita tidak menanggung kutuk saat kita mati. Sebagai orang Kristen, kematian bukan sesuatu yang memalukan melainkan suatu kemuliaan dan keuntungan (Filipi 1:21). Mati adalah suatu keuntungan karena kita langsung bersama-sama dengan Yesus begitu kita mati, tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Betapa besarnya kasih Juruselamat kita.


Quote:
5) Tuhan memberikan keselamatan:
- “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwa” (Mzm 34-19)
Yesus sendiri minta keselamatan dari TUHAN:
- “Jiwaku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku” (Yoh 12:27)



JAWAB :


Kok dipotong ayatnya?

* Yohanes 12:27 lengkap adalah demikian :
Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini

Bagian ini bukan mengatakan Tuhan Yesus minta keselamatan, melainkan Tuhan Yesus justru mengungkapkan misi utamaNya datang kedunia, dan Dia menghadapi bukan dengan kegentaran untuk kemudian lari dari kehendak Tuhan melainkan datang untuk menggenapiNya walau secara manusiawi, Dia gemetar akan hukuman yang akan disandangNya, karena begitu berat hukuman tersebut!!

Sebaiknya untuk mengerti ayat yang tertulis diatas, hendaknya dibaca mulai dari ayat 20 pada Yohanes pasal 12 ini. Judul perikopnya adalah : YESUS MEMBERITAKAN KEMATIANNYA
Dalam perikop tersebut, Yesus mengetahui apa yang akan terjadi, karena Yesus adalah Tuhan yang Maha Tahu, walaupun pada hal-hal tertentu Yesus membatasi kemahatahuanNya tentang hari Kiamat.


Quote:
6) TUHAN tidak mungkin takut
Yesus takut:
- “Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi” (Yoh 11:53,54)
- “Yesus melarang murid-muridNya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias”(Mat 16:20)
- “Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam”(Mat 26:39)



JAWAB :


Apakah ayat-ayat di atas mengungkapkan bahwa Tuhan Yesus takut?


Quote:
7) TUHAN tidak mungkin dapat diuji oleh siapa pun, tidak dalam arti baik atau buruk.
- “Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun” (Yak 1:13)
Yesus sendiri dicobai selama 40 hari oleh setan (Luk 4:1-13)



JAWAB :


Kedua ayat ini memiliki konteks yang berbeda. Karena kitab Yakobus adalah penjelasan mengenai posisi Allah terhadap yang jahat. Sedangkan Lukas yang dipertegas dalam kitab matius pasal 4 adalah menyatakan Tuhan Yesus sebelum memulai pelayanan, Dia dicobai namun menang, menang atas keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup, cobaan yang tidak dapat diatasi oleh Adam dan Hawa dan juga kebanyakan dari kita, umatNya.
1 Yohanes 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.


Quote:
8) TUHAN itu baik.
- “Bersyukurlah kepada TUHAN sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (1 Taw 16:34)
Yesus menolak disebut baik:
- “Jawab Yesus mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja” (Mrk 10:18)



JAWAB :


Ke-dua ayat diatas mempunyai konteks yang berbeda. 1 Taw 16:34 adalah menyatakan bagaimana rasa syukur kita kepada Tuhan yang berlimpah kasih setiaNya tidak pernah terputus, sedangkan bagian kedua dalam kitab Markus adalah menyatakan bagaimana Tuhan Yesus, tidak mau dimanfaatkan sebagai pembenaran akan pengakuan bahwa seseorang dapat dikatakan baik oleh karena melakukan perbuatan baik yang dasar motivasi sesungguhnya adalah bukan karena masalah hati tetapi masalah pengakuan dari orang lain dan bukannya Tuhan. Orang seperti ini sudah mendapatkan upahnya, tetapi upah dari Allah tidak.


APAKAH YESUS MENOLAK DISEBUT BAIK?

* Lukas 18:18-27 “Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah”
18:18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
18:19 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
18:20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu."
18:21 Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
18:22 Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
18:23 Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
18:24 Lalu Yesus memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
18:25 Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
18:26 Dan mereka yang mendengar itu berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
18:27 Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."



Lukas 18:18-27. Dikisahkan ada seorang Kaya bertanya kepada Yesus dengan keyakinannya bahwa dia adalah orang yang baik karena sudah menuruti semua hukum-hukum Taurat dan perintah agama, demikian : [i]"Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
. Kemudian jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja”

Jawaban Yesus ini merupakan jawaban yang sulit untuk dicerna, seolah-olah Yesus menolak diriNya disebut baik. Siapapun akan tahu lawan kata baik adalah buruk/jahat. Apakah benar demikian?

Mari kita coba pahami apa maksud pertanyaan orang kaya tadi kepada Yesus. Bahwa Ketika dia melihat Yesus, dia tidak mengerti bahwa Yesus adalah Allah, tapi dia hanya melihat Yesus sebagai “guru”, dan oleh sebab itu, dia mengira Yesus adalah juga seorang yang baik (Baca ayat 18) seperti pemahamannya terhadap dirinya sendiri yang sudah berusaha menjadi orang baik.

Kemudian kita perhatikan jawaban Yesus yang juga merupakan pertanyaan balik di ayat 19 ; “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja”. Pertanyaan ini dilontarkan kepada orang itu sebab Yesus tahu bahwa orang ini tidak melihat-Nya sebagai Allah. Orang kaya itu tahu betul bahwa Yesus itu baik, tapi dia menyebut Yesus baik untuk alasan yang keliru. Orang kaya itu mengira Yesus itu juga baik sebagaimana dia baik karena menuruti hukum-hukum Allah.

Disini Yesus Kristus mengajarkan bahwa percaya pada kehidupan yang baik; atau melakukan perbuatan yang baik tidak akan memberikan kehidupan kekal.

Dalam Yesaya 64:6 tertulis “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin”. Sebab apabila untuk mendapat keselamatan didasarkan dengan perbuatan baik, untuk apa Tuhan Yesus datang?. Sejauh mana kebaikan manusia bisa meraih kehidupan kekal itu, jika kutuk dosa masih mencengkeram manusia.Sebab manusia akan tetap berada dibawah murka Allah (akibat dosa manusia pertama). Hal ini memang tidak semuanya diterangkan dalam satu perikop tersebut, tetapi kita tahu dari bagian-bagian lain dari Alkitab banyak menjelaskan; walaupun kita berusaha menjalani kehidupan sesempurna mungkin, namun satu dosa saja sudah cukup untuk membawa manusia ke dalam neraka selamanya. Jadi manusia itu benar-benar membutuhkan seorang Penebus. Yesus Kristus datang untuk menebus dosa-dosa manusia. Dia datang untuk menyelamatkan manusia dari kutuk dosa.

Yesus adalah satu-satunya cara pemecahan masalah dosa-dosa kita dan memungkinkan kita untuk mendapat kehidupan yang kekal seperti yang diharapkan oleh orang kaya itu.


Quote:
9) Allah tidak mungkin tidur (Maz 121:3-4)
Yesus tidur :
- “Lalu mengamuklah taufan yag sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam.” (Mrk 4:37,38)



JAWAB :


Posisi dalam kitab Markus, bisa menyatakan Tuhan Yesus itu kelelahan sehabis Dia mengajar, dan beristirahat sama seperti manusia biasa sePerti kita, akan tetapi implikasi yang lain dapat menyatakan bahwa Tuhan Yesus tidur hanya ketika Dia akan melakukan suatu perbuatan yang besar yang bersifat memberikan pelajaran kepada para muridNya waktu itu, akankah dalam kesulitan badai taufan yang berkecamuk hebat seperti itu, mereka tetap beriman kepada Tuhan dan memiliki kuasa atasnya?
Dalam kisah itu mengandung pengajaran bahwa Yesus berkuasa atas badai yang mengamuk, dan murid-muridpun takjup akan kuasanya.


Quote:
10) Tuhan tidak terbunuh. Bila terbunuh, dia bukan TUHAN. Dikatakan:
- “Apakah engkau masih akan mengatakan di hadapan pembunuhmu: Aku adalah Allah!? Padahal terhadap kuasa penikammu engkau adalah manusia, bukanlah Allah” (Yeh 28:9)
Tentang Yesus dikatakan:
- “Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh" (Kis 5:30)



JAWAB :


Ini adalah garis besar rencana Tuhan bahwa Tuhan Yesus sebagai manusia yang akan menjadi korban pendamaian, harus mati agar kita ini dapat diselamatkan. Konteksnya sudah jelas menyatakannya. Tidak perlu diperpanjang pembahasan ini, karena kedua hal menyatakan posisi penjelasan dan KONTEKS yang berbeda.


Quote:
11) TUHAN yang menghidupkan orang mati:
- “Hanya kepada Allah yang membangkitkan orang orang mati” (II Kor 1:9)
Sedang Yesus sendiri, daripada menghidupkan orang mati, dia sendiri mati. TUHAN yang membuatnya hidup.
- “Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.” (Kis 13:3)



JAWAB :


Ayat yg diberikan tidak cocok.
Isi ayat sebenarnya :
Kisah 13:3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.



Quote:
12) Hanya orang suci hatinya yang bisa melihat ALLAH
- “Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat ALLAH” (Mat 5:8).
Bila Yesus itu TUHAN tentu mereka yang haus darah tak bisa melihat Yesus dan bahwasanya memang ALLAH itu tidak tampak (I Tim 1:17).



JAWAB :


Ayat Sebenarnya :

1 Timotius 1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.


===================================


Secara singkat ayat-ayat yang sudah disampaikan justru malah memperkuat bahwa Yesus adalah Tuhan dengan penggenapan nubuat dari Perjanjian Lama Terutana Yesaya 53

Dari penjabaran2 diatas sudah jelas menyatakan Ketuhanan Yesus sudah dapat membela DIRINYA sendiri!

Ketika Yesus datang ke dunia dalam wujud manusia masih memiliki sifat ketuhananNya, antara lain Yesus mengampuni dosa (Lukas 5:25-26, Matius 9:2). Yesus berkuasa melakukan mujizat (Mat 14:13-21, Markus 6:30-44, Luk 9:10-17, Yoh 6:1-13, Yoh 11:1-44 dan masih banyak lagi).
SifatNya yang omniscience tercatat dalam (Yoh 4:17-18, Matius 22:15-22 dll). Walaupun demikian Yesus berada dalam batasan-batasan inkarnasi. Salah satunya adalah Yesus tidak memiliki Omnipresent (Maha hadir), Yesus terikat kepada ruangan dan waktu untuk sementara waktu saja. Saat Yesus tergantung diatas kayu salib, Yesus tidak lagi Omnipotent karena untuk inilah Dia datang ke dunia menebus manusia dari dosa dan mati diatas kayu salib. Tetapi tidak selama-lamanya Yesus dalam batasan ini. Tidak selama-lamanya maut itu menguasaiNya.

Ketika Yesus bangkit dari kematian, Yesus ada dalam “tubuh kemuliaan” (Matius 28:9; Lukas 24:3,15,30,31,40,42,50; Yohanes 20:17,22-29; 21:7,15). Tubuh Kemuliaan itu tidak dapat dibatasi oleh pintu atau tembok atau lain-lain (Yesus kembali menjadi Omnipresent). Tubuh itu adalah tubuh yang mulia dan tentu sesuai dengan keadaan di bumi ini; oleh sebab itulah Tuhan Yesus harus naik ke sorga, suatu tempat yang sesuai dengan tubuh rohani-Nya. Lagi pula sifat Yesus Kristus yang lain daripada orang-orang di dunia ini menuntut supaya Ia keluar dari dunia ini dengan cara yang ajaib. Ia masuk ke dalam dunia ini dengan cara yang ajaib, maka patutlah Ia keluar dengan cara yang ajaib pula. Suatu kehidupan yang tidak berdosa wajib berakhir dengan cara yang ajaib dan mulia. Demikian pula tubuh orang-orang saleh yang akan diangkat akan serupa dengan tubuh kemuliaan Tuhan Yesus itu (1Korintus 14:51,52). Yesus dalam tubuh kemuliaanNya terangkat ke Surga dan Yesus akan datang kembali (second coming) dengan cara yang demikian.

Jadi, Yesus dalam status inkarnasi di dunia ini yang memang lebih rendah. Namun ketika Yesus naik ke surga maka Yesus yang adalah Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensiNya yang hakiki (Omnipresent, Omnipotent, Omniscience, dan Maha segalanya):


* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.


* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!



Penjelasan diatas tentu tidak akan memuaskan “orang-orang yang belum percaya”. Tetapi kebenaran telah dibukakan bahwa Allah sungguh-sungguh mengasihi manusia sehingga rela datang sebagai manusia sederhana yang melakukan karya agung dan mulia yaitu misi keselamatan bagi semua umat manusia.



Blessings,
BP
September 6, 2005


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman
Links: Hosting Murah | Parfum Murah