TENTANG NASRANI DAN RASUL PAULUS
Muslim sering kali menyatakan bahwa orang-orang Kristen bukanlah pengikut Yesus yang asli. Menurut muslim, pengikut Yesus yang asli adalah kaum
Nashara atau menurut Al-Qur’an adalah hawariyun. Pihak yang kemudian dituduh sebagai biang kerok adalah Rasul Paulus. Namun satu hal yang paling ironis ternyata keberadaan rasul Paulus ini bahkan tidak tercatat dalam al-Qur’an sebagai sumber kebenaran mutlak bagi iman Islam.
I. TUDUHAN
Sebagai contoh adalah 2 kutipan berikut ini yang diambil dari FFI yang lama.
Topik : Alexius Handoko oleh sdr. Mampir doank
Tidak banyak yg paham, bahkan yg mengaku Kristen , bahwa antara nasrani dan Kristen memiliki makna yg berbeda. Nasrani menunjuk pada ajaran yg dibawa oleh orang yg berasal dari Nasareth yaitu Isa as atau Yesus (Mathius 2:23, 21:11; Markus 10:47).
PENGIKUTNYA DISEBUT NASHARA/NASHORO (HAWARIYUN) BUKAN KRISTEN seperti yg kita kenal.
Muslim lebih jauh menuduh bahwa Paulus dan pengikutnya membantai pengikut asli Yesus.
Topik : Yesus vs Paulus oleh Rasul Petrus :
Menyimak ayat Bibel, Yohanes 16:2, sebagaimana tersebut di atas, bagi orang yang paham tentang sejarah awal umat Kristiani, bahwa ucapan Yesus tersebut justru ditujukan kepada PAULUS DAN PARA PENGIKUTNYA YANG TELAH MEMBUNUH pengikut-pengikut setia Yesus……. Kemudian PAULUS MENGADAKAN KUDETA (Pen: perobahan ajaran Yesus), dan menderikan agama baru (setelah Yesus wafat) 40 Masehi di kota Antiokhia……
Pengikut Yesus disebut kaum Khawariyun yaitu yang kemudian disebut kaum Nazarean (Nasrani) kemudian Unitarian dan habis DIBANTAI OLEH PARA PENGIKUT PAULUS dengan penjagalan (Pen: pemancungan) yang disebut “LEMBAGA INKUISISI”.
Dari uraian diatas dapat ditarik satu benang merah “tuduhan” Islam sebagai berikut :
1. Dimasa awal pengikut Kristus adalah kaum Nasrani/Hawariyun
2. Rasul Paulus dan pengikutnya melakukan penganiayaan terhadap kaum Nasrani/Hawariyun
3. Rasul Paulus melakukan kudeta di tahun 40 M dengan mendirikan agama Kristen
4. Para pengikut rasul Paulus membantai kaum Nasrani dan Unitarian dengan lembaga Inkuisisi.
Uraian dibawah ini akan membahas apakah memang ada pertentangan antara pengikut Yesus “yang asli” dengan pengikut rasul Paulus. Pembahasan dibagi menjadi 2 bagian sesuai uraian dibawah ini.
II. TENTANG KAUM NASRANI
II.1. SIAPA KAUM NASRANI
Yesus tidaklah memberikan nama kelompok (baik itu Kristen ataupun Nasrani ataupun hawariyun) bagi pengikut-pengikutnya selain menyebut pengikut-pengikutNya sebagai
Ekklesia (jemaat / kumpulan)
Matius 16:18 :
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Kago desoi lego hoti su ei Petros, kai epi taute te petraoikodomeso mou ten ekklesian, kai pulai Hadou oukatischusousin autes.
Strong's Ref. # 1577
Romanized ekklesia
from a compound of GSN1537 and a derivative of GSN2564; a calling out, i.e. (concretely) a popular meeting, especially a
religious congregation
Sumber :
Kamus Inggris – Indonesia
Prof Drs S. Wojowasito
C.V. Pengarang, 1982
Congregation = …… ; perhimpunan keagamaan ; ……
Dalam perkembangan awal selanjutnya, pengikut-pengikut Yesus hanya disebut sebagai
murid-murid Yesus.
KPR 9 : 1 :
Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
Ho de Saulos eti empneon apeiles kai fonou eistous mathetas tou Kuriou, proselthon to archierei
Romanized mathetes
from GSN3129; a
learner, i.e.
pupil:
Sumber :
Kamus Inggris – Indonesia
Prof Drs S. Wojowasito
C.V. Pengarang, 1982
Learner = murid, magang
Ssesuai kesaksian KPR 9 : 1 diatas, dapat disimpulkan bahwa istilah Nasrani belum muncul pada saat Saulus menganiaya pengikut-pengikut Yesus (sebelum 33 M). Namun dapat dipastikan istilah Nasrani ini sudah ada saat Paulus ditangkap sekitar tahun 60an Masehi dimana dalam pengadilannya
Paulus disebut seorang Nasrani oleh Tertulus seorang pengacara yang mewakili imam besar Yahudi.
KPR 24 : 5
Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa IA ADALAH SEORANG TOKOH DARI SEKTE ORANG NASRANI.
Istilah Nasrani sendiri tidak pernah muncul dalam tulisan bapa-bapa gerejawi hingga sekitar tahun
374 – 376 M saat Epiphanus dari Salamis (310 M – 403 M) menuliskan bukunya yang berjudul
Panarion yang mendaftarkan sekte-sekte dalam Kristen, salah satunya adalah sekte kaum Nasrani.
Sumber :
Panarion Buku No. 29
Epiphanus dari Salamis
But these sectarians... did not call themselves Christians--but "Nazarenes," ... However they are simply complete Jews. They use not only the New Testament but the Old Testament as well, as the Jews do... They have no different ideas, but confess everything exactly as the Law proclaims it and in the Jewish fashion-- except for their belief in Messiah, if you please! For they acknowledge both the resurrection of the dead and the divine creation of all things, and declare that G-d is one, and that his son is Y'shua the Messiah. They are trained to a nicety in Hebrew. For among them the entire Law, the Prophets, and the... Writings... are read in Hebrew, ….. …... They disagree with Jews because they have come to faith in Messiah; but since they are still fettered by the Law--circumcision, the Sabbath, and the rest-- they are not in accord with Christians........ They have the Goodnews according to Matthew in its entirety in Hebrew…….
Tetapi mereka kaum sectarian …. Tidak menyebut diri mereka Kristen – namun Nasrani,”…. Namun mereka sepenuhnya adalah Yahudi. Mereka menggunakan tidak hanya Perjanjian Baru namun juga Perjanjian Lama, seperti orang-orang Yahudi …. Mereka tidak memiliki ide yang berbeda namun mengakui sepenuhnya hukum Taurat dengan tradisi hidupYahudi – kecuali bahwa mereka mempercayai mesias, jika engkau berkenan!. Mereka mengakui sepenuhnya kebangkitan orang mati dan penciptaan segala sesuatu oleh Tuhan, dan menyatakan Tuhan adalah Satu, dan Yesus anaknya adalah mesias. Mereka dilatih untuk menguasai bahasa Ibrani karena keseluruhan Taurat, kitab Nabi-Nabi dan Tulisan Lain (Ketubim) ditulis dengan bahasa Ibrani….. Mereka berbeda dengan agama Yahudi karena mereka telah mempercayai Mesias ; namun karena mereka masih terikat dengan Taurat – sunat, Sabbat dan lain-lainnya – makanya mereka berbeda dengan Kristen …. Mereka memiliki Injil menurut Matius dalam bahasa Ibrani ….
Dapat disimpulkan bahwa kaum Nasrani adalah
jemaat Kristen Yahudi dimana jemaat ini berpusat di Yerusalem dibawah pimpinan Yakobus saudara Yesus.
II.2. TENTANG KAUM NASRANI YERUSALEM
Kaum Nasrani Yerusalem tumbuh dan berkembang dibawah pimpinan Yakobus saudara Yesus.
Matius 13:55
Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
Setelah kebangkitanNya, Yesus menampakkan diri kepada Yakobus.
1 Korintus 15:7
Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
Dan Yakobus kemudian menjadi pemimpin jemaat Yahudi Kristen di Yerusalem sebagaimana tercatat oleh
Eusebius (270 M - ??).
Sumber :
Church History
Eusebius of Caesarea
Book VII
CHAPTER 19
The Episcopal Chair of James
The chair of James, who first received the episcopate of the church at Jerusalem from the Saviour himself and the apostles, and who, as the divine records show, was called a brother of Christ
Kepemimpinan Uskup Yakobus
Kepemimpinan Yakobus, yang pertama kali menerima jabatan uskup gereja Yerusalem dari Juru Selamat sendiri dan rasul-rasul, yang dia yang menurut catatan rasuli, disebut saudara dari Kristus
Hubungan antara Yakobus, Petrus (Kefas) dan Yohanes sebagai pemimpin jemaat Kristen Yahudi di Yerusalem dengan Rasul Paulus sangatlah baik terbukti dimana mereka mempercayakan penginjilan bagi orang-orang non Yahudi kepada Paulus dan Barnabas.
Galatia 2 : 9 :
Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;
Jadi tidak ada pertentangan antara jemaat Kristen Yahudi (Nasrani) dengan Rasul Paulus. Bahkan kaum Nasrani menghargai rasul Paulus dengan mengutusnya ke kaum non Yahudi sesuai tulisan dari
Jerome (347 M – 419 M) yang memperkuat ayat Galatia 2 : 9 diatas.
Sumber :
Jerome's commentary on Isaiah 9.1 - 4.
"The Nazarenes, whose opinion I have set forth above, try to explain this passage in the following way: When Christ came and this preaching shone out, the land of Zebulon and Naphtali first of all were freed from the errors of the Scribes and Pharisees and he shook off their shoulders the very heavy yoke of the Jewish traditions. Later, however, the preaching became more dominant, that means the preaching was multiplied, through the Gospel of the apostle Paul who was the last of all the apostles. And the Gospel of Christ shone to the most distant tribes and the way of the whole sea. Finally the whole world, which earlier walked or sat in darkness and was imprisoned in the bonds of idolatry and death, has seen the clear light of the Gospel."
Orang-orang Nasrani, …, menjelaskan pasal ini sebagai berikut : Ketika Kristus datang dan mulai memberikan pengajaran, tanah Zebulon dan Naftali pertama kali dibebaskan dari kesalahan Kitab Suci dan kaum Parisi dan dia mengguncangkan pundak mereka dari beban berat tradisi Yahudi. Kemudian, pengajaran menjadi semakin dominant, yang berarti pengajaran menjadi semakin berlipat-lipat, melalui Injil dari rasul Paulus yang adalah rasul terakhir. Dan Injil Kristus menyinari hingga ke kaum yang terjauh dan seluruh lautan. Akhirnya seluruh dunia, yang sebelumnya berjalan atau duduk dalam kegelapan dan dipenjarakan dalam ikatan penyembahan berhala dan kematian, telah melihat terang Injil.
Tidak tercatat adanya “kudeta” dan “penganiayaan” oleh rasul Paulus terhadap kaum Nasrani sesuai tuduhan Islam.
Penganiayaan justru datang dari orang-orang Yahudi yang beragama Yahudi karena bagi mereka kaum Nasrani dianggap sebagai sekte (bidah / heresy) dalam agama Yahudi.
KPR 24 : 14 :
Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi.
Acts 24:14 Homologo de touto soi hoti kata ten hodonhen legousin "hairesin," houtos latreuo to patrooTheo pisteuon pasi tois kata ton nomon kai tois entois profetais gegrammenois
Karena dianggap bidah, kaum Yahudi sangat membenci kaum Nasrani ini.
Sumber :
Panarion Buku No. 29
Epiphanus dari Salamis
"However, they are very much hated by the Jews. For not only the Jewish children cherish hate against them but the people also stand up in the morning, at noon, and in the evening, three times a day and they pronounce curses and maledictions over them when they say their prayers in the synagogues. Three times a day they say: 'May God curse the Nazarenes.' For they are more hostile against them because they proclaim as Jews that Jesus is the Christ."
“Namun, mereka sangatlah dibenci oleh orang-orang Yahudi. Karena tidak hanya anak-anak diajarkan membenci mereka bahkan juga orang-orang berdiri dipagi hari, siang hari dan sore hari, tiga kali sehari dan mereka mengucapkan caci maki dan kutuk saat berdoa di sinagoga. Tiga kali sehari mereka berkata, “Semoga Allah mengutuk orang-orang Nasrani.” Karena mereka sangat agresif terhadap Nasrani sebab kaum Nasrani telah menyatakan kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesus adalah Kristus (mesias).
Terbukti dimana
Yakobus meninggal sebagai martir karena dihukum rajam oleh Sanhedrim (Mahkamah Agama Yahudi) sekitar tahun 61/63 M saat Albinus menjadi wali Roma di Yerusalem. Kejadian ini tercatat oleh sejarawan sekuler Yahudi yaitu
Flavius Josephus (37 M – 100 M).
Sumber :
Antiquities of The Jews
Flavius Josephus
Book XX – Chapter 9
Concerning Albinus Under Whose Procuratorship James Was Slain
1. …. Festus was now dead, and Albinus was but upon the road; so he assembled the Sanhedrin of judges, and brought before them the brother of Jesus, who was called Christ, whose name was James, and some others, [or some of his companions]; and when he had formed an accusation against them as breakers of the law, he delivered them to be stoned …..
1…… Festus sekarang telah meninggal, dan Albinus menggantikannya; jadi dia mengumpulkan hakim-hakim Sanhedrin, dan menghadapkan kepada mereka saudarai dari Yesus yang disebut Kristus, namanya adalah Yakobus, dan beberapa orang lainnya [atau beberapa temannya]; dan ketika dia sudah menetapkan tuduhannya bahwa mereka adalah pelanggar hukum, dia menghukum mereka dengan hukuman rajam ….
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Istilah Nasrani baru muncul lebih dari 3 tahun setelah penyaliban Yesus.
2. Kaum Nasrani adalah PENGIKUT YESUS DARI KETURUNAN YAHUDI dan mereka masih memegang hukum Taurat dan tradisi hidup Yahudi
3. Kaum Nasrani dibenci oleh bangsa Yahudi lainnya karena mereka MENGIMANI YESUS ADALAH MESIAS.
4. Rasul Pauluspun adalah kaum Nasrani karena dia adalah PENGIKUT YESUS DARI KETURUNAN YAHUDI.
5. Rasul Paulus diterima dengan sangat baik oleh kaum Nasrani
Jadi tuduhan Islam adalah tidak terbukti.
III. RASUL PAULUS MENGKUDETA DAN MENGANIAYA KAUM NASRANI?
Untuk menjawab pertanyaan diatas, kita harus mengetahui
kronologis peristiwa seputar kehidupan rasul Paulus. Ini sangat penting karena dengan mengetahui kronologis peristiwa kita akan bisa melihat apakah “kudeta” ditahun 40 M dan “penganiayaan” yang dilakukan itu benar atau tidak.
Secara garis besar kronologis peristiwa dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Peristiwa setelah penyaliban Yesus hingga sidang para rasul di Yerusalem
2. Peristiwa setelah sidang para rasul hingga kematian Paulus
III.1. PERISTIWA SETELAH PENYALIBAN YESUS HINGGA SIDANG PARA RASUL DI YERUSALEM
Tahun-tahun berikut ini mengacu kepada pendapat dari John Wenham.
Sumber :
Redating Matthew, Mark, and Luke
John Wenham, IVP : 1992
1) Penyaliban Yesus : tahun 30 M
2) Saulus menganiaya murid-murid Yesus (tahun 30 M – 33 M)
Peristiwa ini terjadi segera setelah peristiwa penyaliban dan berlangsung selama beberapa tahun.
KPR 9 : 1 :
Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
Kejadian Saulus (Paulus) menganiaya pengikut Yesus memang benar terjadi, namun hal ini terjadi hanya dalam waktu sekitar 3 tahun setelah peristiwa penyaliban.
3) Pertobatan Paulus, (tahun 33 M).
KPR 9 : 18 :[/b]
Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
4) Kunjungan singkat ke Damsyik
Segera setelah pertobatannya, Pulus tinggal di Damsyik selama beberapa hari
KPR 9 : 19b
Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.
5) Kunjungan ke tanah Arab
Dari Damsyik, Paulus kemudian pergi ketanah Arab selama beberapa waktu dan kemudian kembali lagi ke Damsyik.
Gal 1 : 17 :
juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.
6) Paulus menetap di Damaskus selama sekitar 3 tahun (tahun 35 M – 37 M)
Gal 1:18 :
Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya
7) Kunjungan Paulus pertama kali ke Yerusalem (sekitar 37/38 M)
Setelah menetap 3 tahun di Damsyik, Paulus mengunjungi Yerusalem untuk pertama kalinya dan bertemu dengan Kefas (Petrus). Ini terjadi sekitar tahun 33 + masa selama di tanah Arab (asumsi sekitar 1 tahun) + 3 (tinggal di Damsyik) = 37/38 M.
KPR
9:26 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri…...
9:27 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul …..
9:28 Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.
Gal 1.18
Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
8) Paulus tinggal di Tarsus
Setelah dari Yerusalem, Paulus pergi ke Kaisarea dan kemudian ke Tarsus.
KPR 9 : 30 :
Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus.
9) Paulus bergabung dengan Barnabas di Antiokhia (tahun 39 M)
Dari Tarsus, Paulus kemudian bergabung dengan Barnabas di Antiokia selama sekitar 1 tahun. Disinilah pertama kalinya jemaat disebut Kristen.
KPR 11 : 25 – 26 :
Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 38 + 1 = 39 M.
10) Paulus dan Barnabas mengunjungi Yerusalem (tahun 47 m) dengan sumbangan untuk mengatasi bahaya kelaparan, 14 tahun setelah pertobatan Paulus
Peristiwa ini berarti terjadi sektiar 33 M + 14 M = 47 M.
KPR 11:29
Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea.
Gal 2 : 1 :
Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga.
11) Konsili para Rasul di Yerusalem (sekitar tahun 49 / 50 M)
Ini adalah kunjungan Paulus ke tiga kalinya ke Yerusalem untuk mengikuti sidang para rasul. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 49 M / 50 M. Dalam sidang para rasul ini, Paulus diterima dengan baik oleh rasul-rasul lainnya dan diberi kepercayaan untuk menginjili orang-orang non Yahudi.
KPR 15 :
ayat 13 : Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku:
ayat 14 : Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
…….
ayat 22 : Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu.
……….
ayat 25 : Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi,
ayat 26 : yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.
Secara garis besar :
Tahun 30 M,Yesus disalibkan
Tahun 30 – 33 M, Saulus menganiaya murid-murid Yesus
Tahun 33 M, Rasul Paulus bertobat dalam perjalanannya ke Damaskus
Tahun 37/38 M, kunjungan pertama Rasul Paulus ke Yerusalem, MENGAJAR BERSAMA-SAMA DENGAN PARA RASUL LAINNYA
Tahun 39 M, Rasul Paulus menetap di Antiokhia
Tahun 47/48 M, kunjungan kedua Rasul Paulus ke Yerusalem, MEMBAWA BANTUAN
Tahun 49/50 M, kunjungan ketiga Rasul Paulus ke Yerusalem mengikuti sidang para Rasul, PAULUS DIUTUS OLEH PEMIMPIN JEMAAT YERUSALEM
Jadi dalam periode setelah penyaliban Yesus hingga sidang rasuli pertama sekitar tahun 49 M / 50 M, Paulus diterima dan dipercaya oleh rasul-rasul lainnya. Laporan ini bertentangan dengan tuduhan Islam bahwa rasul Paulus melakukan “kudeta” ditahun 40 M.
Berarti “kudeta” oleh Paulus tidak mungkin terjadi dalam periode ini (30 M – 50 M)
III.2. PERISTIWA SETELAH SIDANG PARA RASUL HINGGA KEMATIAN PAULUS
Setelah peristiwa sidang para rasul di Yerusalem, rasul
Paulus disibukkan dengan perjalanannya mewartakan Injil kepada kaum non Yahudi sesuai keputusan sidang rasuli di Yerusalem tahun 49 M / 50 M sebanyak 2 kali.
1) Perjalanan Kedua Rasul Paulus
Perjalanan kedua (atau pertama setelah sidang di Yerusalem) ini mengunjungi : Siria dan Kilikia – Darbe – Listra – Frigia – Troas – Neapolis - Filipi – Tesalonika – Berea – Athena – Korintus – Efesus – Kaisarea - Antiokhia
KPR
15:41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.
16:1. Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra.
16:8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.
16:11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;
16:12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini,
17:1. Paulus dan Silas …… tiba di Tesalonika.
17:10. Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea.
17:15 Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena,
18:1. Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.
18:19 Lalu sampailah mereka di Efesus.
18:22 Ia sampai di Kaisarea dan setelah naik ke darat dan memberi salam kepada jemaat, ia berangkat ke Antiokhia.
2) Perjalanan Ketiga Rasul Paulus
Perjalanan ketiga (atau kedua setelah sidang di Yerusalem) ini mengunjungi : Galatia dan Frigia – Efesus – Makedonia – Yunani – kembali melalui Makedonia – Filipi – Troas – Asos – Metilene – Samos – Miletus – Kos – Rodos – Patara - Tirus – Ptolemais – Kaisarea – Yerusalem.
KPR
18:23 Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia
19:1. ……., Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus
20:1. …….. Dan sesudah minta diri, ia berangkat ke Makedonia.
20:2 ……….. Lalu tibalah ia di tanah Yunani.
20:3 ……… Karena itu ia memutuskan untuk kembali melalui Makedonia.
20:6 ……… kami berlayar dari Filipi dan empat hari kemudian sampailah kami di Troas
20:14 Ketika ia bertemu dengan kami di Asos, kami membawanya ke kapal, lalu melanjutkan pelayaran kami ke Metilene.
20:15 …...Pada hari berikutnya kami menuju Samos dan sehari kemudian tibalah kami di Miletus.
21:1. Sesudah perpisahan yang berat itu bertolaklah kami dan langsung berlayar menuju Kos. Keesokan harinya sampailah kami di Rodos dan dari situ kami ke Patara.
21:3 …… Akhirnya tibalah kami di Tirus
21:7 Dari Tirus kami tiba di Ptolemais
21:8. Pada keesokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di Kaisarea.
21:17 Ketika kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami dengan suka hati.
21:18 Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ.
Sesampainya di Yerusalem inilah rasul Paulus kemudian ditawan oleh penguasa Romawi atas pengaduan pemuka-pemuka Yahudi.
Menurut John Wenham peristiwa ini terjadi sekitar tahun 57 M – 59 M.
3) Perjalanan Rasul Paulus ke Roma sebagai tawanan
Rute yang diliwati adalah Kaisarea – Sidon – Mira – pulau Kreta – Malta – Roma
KPR
23:23 Kemudian kepala pasukan memanggil dua perwira dan berkata: "Siapkan dua ratus orang prajurit untuk berangkat ke Kaisarea beserta tujuh puluh orang berkuda dan dua ratus orang bersenjata lembing, kira-kira pada jam sembilan malam ini.
27:3 Pada keesokan harinya kami singgah di Sidon.
27:5 …….., sampailah kami di Mira, di daerah Likia.
27:7 ……… kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone.
27:8 Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.
28:1. Setelah kami tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu, bahwa daratan itu adalah pulau Malta.
28:12 Kami singgah di Sirakusa dan tinggal di situ tiga hari lamanya.
28:13 Dari situ kami menyusur pantai, lalu sampai ke Regium. Sehari kemudian bertiuplah angin selatan dan pada hari kedua sampailah kami di Putioli.
28:14 Di situ kami berjumpa dengan anggota-anggota jemaat, dan atas undangan mereka kami tinggal tujuh hari bersama-sama mereka. Sesudah itu kami berangkat ke Roma.
Dan di Roma inilah akhirnya rasul Paulus mati sebagai martir dibawah pemerintahan Nero.
4) Rasul Paulus dan Rasul Petrus meninggal dibawah pemerintahan Nero (sekitar 64 M)
Sumber :
Church History
Eusebius of Caesarea
Book II
CHAPTER 25
The Persecution under Nero in which Paul and Peter were honored at Rome with Martyrdom in Behalf of Religion
…. It is, therefore, recorded that Paul was beheaded in Rome itself, and that Peter likewise was crucified under Nero. This account of Peter and Paul is substantiated by the fact that their names are preserved in the cemeteries of that place even to the present day….
…. Inilah sebabnya, tercatat bahwa Paulus dihukum pancung di Roma, dan bahwa Petrus juga disalibkan saat pemerintahan Nero. Kejadian yang dialami Petrus dan Paulus ini dikuatkan dengan kenyataan bahwa nama mereka diabadikan di pemakaman ditempat tersebut hingga saat ini.
Banyak pakar menempatkan peristiwa martirnya rasul Paulus sekitar tahun 64 M.
Sumber :
Memahami Perjanian Baru
John Drane
BPK Gunung Mulia, 2001, halaman 379
…. , Paulus kelihatannya masih melakukan kegiatan lain sampai pada pengadilannya yang terakhir serta kematiannya dibawah Nero pada tahun 64 M.
Dari periode setelah sidang rasuli di Yerusalem ini
Rasul Paulus disibukkan dengan penginjilannya kepada bangsa non Yahudi dan melakukan 2 kali perjalanan penginjuilan hingga ke Yunani. Hanya tercatat sekali saja rasul Paulus mengunjungi Yerusalem sekitar 57 M / 59 M dan itu berbuntut dengan penangkapannya karena dianggap mencemarkan agama Yahudi.
Jadi dalam kurun waktu 14 tahun (50 M – 64 M) ini bisa dipastikan
beliau tidak mempunyai waktu untuk menimbulkan pertentangan di Yerusalem, apalagi sampai menganiaya jemaat Yerusalem dan melakukan “kudeta”.
IV. APA YANG DIKATAKAN SUMBER KUNO ISLAM
Uniknya sumber-sumber kuno Islam justru mencatat bahwa
rasul Paulus adalah salah satu yang menyebarkan ajaran Yesus kepelosok dunia.
IV.1. Ibn Ishaq (85 H – 151 H)
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kisah Sejarah Nabi Tertua,
Muhammad bin Yassar bin Ishaq
Muhammadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 200
Setiap orang dari mereka yang menguasai bahasa suatu negeri, dia akan dikirim ke negeri tersebut. (T. Yesus berkata : “Inilah apa yang telah ditetapkan Allah yang harus kalian patuhi, maka berangkatlah”)
Mereka yang dikirim Yesus putra Maryam, baik para pendeta maupun mereka yang datang sesudahnya, dinegeri itu adalah : Peter sang murid dan Paul yang ikut bersamanya, (Paul termasuk dari para pengikut tetapi bukan seorang murid) ke Roma, Andrew dan Matthew ke negeri para kanibal, Thomas ke negeri Babel di negeri sebelah timur, Phillip ke Carthage yang terletak di Afrika, John ke Efesus, kota dimana pernah tinggal para pemuda al Kahfi, James ke Yerusalem, yang adalah Aelia kota suci tempat kuil berada, Bartholomew ke Arab yang merupakan negeri Hijaz, Simon ke negeri Berbers , Judah yang bukan termasuk diantara murid Yesus dikirim ke Judas
IV.2. Ibn Kathir (1302 M – 1373 M)
Quran 36:13-14
Ayat 13: Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka;
Tafsir Ibn Khathir:
http://www.tafsir.com/default.asp?sid=36&tid=43384
Terjemahan NoMind:
(sebuah persamaan; penghuni suatu kota dimana datang utusan-utusan itu kepada mereka)
Dalam laporan yang disampaikan dari Ibn Abbas, Ka'b Al-Ahbar dan Wahb bin Munabbih - Ibn Ishaq melaporkan bahwa kota yang dimaksud adalah Antiokia, dimana ada seorang raja bernama Antiochus anak Antiochus yang dulu biasanya menyembah berhala. Allah mengirim kepada dia tiga orang Utusan (Rasul), yang bernama Sadiq, Saduq dan Shalum, dan dia tidak percaya kepada mereka. Juga diriwayatkan oleh Buraydah bin Al-Husayb, Ikrimah, Qatadah dan Az-Zuhri bahwa kota itu adalah Antiokia. Sebagian dari Imam tidak yakin bahwa itu adalah Antiokia, sebagaiman bisa kita lihat di bahwa ini setelah menceritakan sisa dari cerita itu, insya Allah.
Ayat 14: (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu".
Tafsir Ibn Khathir:
http://www.tafsir.com/default.asp?sid=36&tid=43384
Terjemahan NoMind:
(jadi Kami memperkuat mereka dengan yang Ketiga)
berarti, Kami mendukung dan memperkuat mereka dengan Utusan (Rasul) yang ketiga. Ibn Jurayj meriwayatkan dari Wahb bin Sulayman, from Shu'ayb Al-Jaba'i, "Nama kedua Utusan (Rasul) yang pertama adalah Sham'un dan Yuhana, dan nama yang ketiga adalah Bulus, dan kota yang dimaksud adalah Antiokia (Antakiyah).
(Sesungguhnya, kami telah dikirim kepada mu sebagai Utusan (Rasul).)
berarti, dari Tuhan mu yang menciptakan kamu dan yang memerintahkan kamu menyembah Dia Seorang dengan tanpa pendamping dan rekan. Ini adalah pandangan Abu Al-Aliyah. Qatadah bin Di'amah mengklaim bahwa mereka adalah utusan dari Mesias, pbuh, yang dikirim kepada orang-orang Antiokia.
Shamun tampaknya adalah Simon Petrus.
Yuhana tampaknya adalah Yohanes
Bulus tampaknya adalah Paulus yang menyebarkan Injil di kota Antiokia.
Jadi sumber kuno Islam hingga era Ibn Kathir masih menganggap rasul Paulus sebagai salah satu utusan Yesus.
V. KESIMPULAN
Dari sumber-sumber diatas tidak terbukti adanya kudeta dan aniaya yang dilakukan oleh Rasul Paulus terhadap “pengikut Yesus yang asli” sebagaimana tuduhan Islam selama ini. Kenyataan ini justru
diperkuat oleh sumber-sumber kuno Islam sendiri. Yang terbukti justru bahwa rasul Paulus diterima dengan baik oleh kaum Nasrani Yerusalem dan mendapatkan kepercayaan mereka untuk menginjili kaum non Yahudi.
Tiga hal paling mendasar dari sisi Islam adalah :
1. Tuduhan Islam terhadap rasul Paulus tidaklah didasarkan atas al-Qur’an sebagai sumber kebenaran mereka, justru tafsir Al-Qur'an menyatakan rasul Paulus adalah utusan Yesus.
2. Muhammad SAWpun tidak pernah menuduh rasul Paulus terbukti dengan tidak adanya hadis tentang tuduhan ini (mohon koreksi jika salah)
3. Sejarawan kuno muslim setidaknya hingga era Ibn Kathirpun (3. 1373 M) tidak pernah menuduh rasul Paulus
Jika Al-Qur’an dan Muhammad SAW saja sebagai 2 rujukan kebenaran Islam tidak pernah menuduh rasul Paulus, mengapa muslim sekarang memberanikan diri menuduh sesuatu yang tidak memiliki dasar sama sekali??
Disalin dari : VIVALDI
Artikel terkait :
1.
PAULUS MEMALSUKAN KITAB SUCI? di,
http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=236#236
2.
KEBOHONGAN PAULUS TARSUS, di
http://www.sarapanpagi.org/42-kebohonga ... vt681.html
3. PAULUS, di
http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=608#608