WHO IS PAULUS?
Quote:
WHO IS PAULUS ?
Paulus adalah seorang Yahudi yang lahir di Tarsus di tanah Kilikia.
Kisah Para Rasul 22:3
“Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini.”
Sekedar Tambahan :
Paulus dilahirkan di Tarsus daerah Silisia, sebuah pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan Yunani, Kisah 9:11; 21:39; 22:3, Ia berasal dari sebuah keluarga Yahudi (Filipi 3:5) yang berbahasa Aram (Kisah Para Rasul 13:9) dan kaya (Kisah Para Rasul 22:28). Hari ke-8 setelah lahir ia di-sunat(Filipi 3:5) dan diberi nama Saul (nama Romawi: Paulus: Kisah Para Rasul 13:9). Sejak kecil ia belajar bahasa Yunani, bahasa pergaulan di Tarsus.
Sekitar umur 15 tahun ia diperkirakan datang ke Yerusalem dan menjadi pengikut seorang yang giat dari golongan kaum Farisi . Semasa mudanya Paulus dididik di Yerusalem oleh Gamaliel yang memberinya pengajaran mendalam tentang agama Yahudi sesuai ajaran mazhab Farisi, Kis 22:3; 26:4 dst; Gal 1;14. Flp 3:5.
Sesuai dengan kebiasaan Yahudi ia belajar mengerjakan salah satu pekerjaan tangan (ia adalah seorang pembuat kemah; Kisah Para Rasul 18:3) yang dilakukannya di tengah-tengah kesibukan karya kerasulannya, dan dipakainya untuk penghidupan (Kisah Para Rasul 18:3; 1 Korintus 4:12; 1 Tesalonika 2:9) sehingga ia tidak tergantung pada siapapun juga (1 Korintus 9:15).
Quote:
Paulus mengaku bahwa ia manusia pilihan Tuhan sejak dalam kandungan ibunya.
Galatia 1:15
“Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya.”
Tanggapan :Paulus tidak mengatakan dirinya saja, tetapi mengatakan "kita" artinya plural :
* Efesus 1:4-5
Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya. Untuk mengerti konteks dalam ayat Galatia 1:15, Selanjutnya perlu pemahaman istilah Predestrinasi, di :
http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=371#371Quote:
Tetapi kenyataannya, setelah dewasa Paulus banyak melakukan pembunuhan, penganiayaan, penyiksaan, dan ancaman terhadap orang-orang saleh.
Kisah Para Rasul 8:1-3
Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. (8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.
Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat.
Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara
Kisah Para Rasul 9:1-2
“Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.”
Tanggapan :Memang Paulus mempunyain sejarah yang buruk, yaitu membunuhi para pengikut Yesus, diapun mengakuinya :
* 1 Timotius 1: 13
aku (PAULUS) yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.PAULUS yang TADINYA.....
jadi apa yang dipermasalahkan?
Kenyataannya setelah itu Paulus menjadi seorang pengikut Kristus yang setia.
Allah bisa memberikan pengampunan dosa kepada manusia dengan tidak mengingat dosa-dosa yang pernah diperbuat manusia :
* Mazmur 103:12-14
103:12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
103:13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
103:14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. * Yeremia 31:34
Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka." * Yesaya 1:18
Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Quote:
Paulus mengatakan bahwa tidak ada kebenaran dalam Hukum Taurat
Galatia 2:16
…Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.
Galatia 2:21
…Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.
Tanggapan :Baca ayat jangan comot satu ayat, tiap-tiap ayat mempunyai konteks. Galatia 2:16 konteksnya adalah Pembenaran oleh karya Kristus :
Pembenaran adalah pekerjaan Allah di mana kebenaran Kristus diperhitungkan sebagai kebenaran orang berdosa sehingga orang berdosa bisa dideklarasikan oleh Allah sebagai orang benar berdasarkan Hukum Taurat (Roma 4:3; 5:1,9; Galatia 2:16; 3:11). Kebenaran ini tidak dapat diperoleh atau pun dipertahankan dengan usaha manusia. Pembenaran adalah kejadian seketika dengan hasil berupa hidup yang abadi. Pembenaran ini didasarkan sepenuhnya hanya pada pengorbanan Kristus di kayu salib (1 Petrus 2:24) dan diterima hanya dengan iman (Efesus 2:8-9). Tidak ada usaha apa pun yang diperlukan untuk memperoleh pembenaran. Jika sebaliknya, itu bukan lagi disebut anugrah (Roma 6:23). Karenanya, kita dibenarkan oleh iman (Roma 5:1).
Keselamatan tidaklah datang karena melaksakanan syariat Taurat, melainkan oleh Kristus saja. Dengan penyerahan demikian, dan keinginan untuk dibenarkan karena amal perbuatan sedemikian rupa, seorang pada prinsipnya dan dalam kenyataannya memisahkan dirinya dari lingkungan "kasih karunia" dan dari kesetiaan iman dalam Yesus Kristus.
Jika pembenaran adalah deklarasi formal yang bersifat seketika , penyucian adalah suatu proses. Maka Pensucian adalah suatu proses, maka untuk mengerti ayat tersebut sepenuhnya silahkan baca juga(Galatia 5:22-23)
Upaya untuk memperoleh keselamatan yang hanya ada di dalam Yesus Kristus. Hal ini karena tidak ada seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat (Galatia 2:16). Manusia tidak bisa memberikan sumbangan apa pun atas keselamatannya (Galatia 5:1-8). Karena manusia penuh dengan dosa, bahkan perbuatan terbaiknya pun ternodai dan kotor dihadapan Allah (Yesaya 64:6). Karenanya, membenarkan seseorang hanya dapat dilakukan oleh Allah (Galatia 2:20).
Quote:
Berarti Paulus mengatakan bahwa Tuhan memberikan hukum yang tidak benar kepada Nabi Musa ?
Padahal Yesus sendiri berkata:
Matius 5:17-20
Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Paulus, who are you???
Tanggapan :
Hukum Taurat (Perjanjian Lama) ditujukan "langsung" kepada bangsa Israel, apakah Taurat Perjanjian Lama itu merupakan perintah "langsung" kepada umat Kristen ?
Ini adalah perintah "langsung" untuk bangsa Israel --
cukup sadis kayaknya seandainya tidak diperbaharui oleh Yesus Kristus.
* Keluaran 21:24
"mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki,"
* Imamat 24:20
"patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya."
* Ulangan 19:21
"Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebabberlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki."
Dan ini adalah "penggenapan" atau "penyempurnaan" yang disampaikan oleh Yesus Kristus:
* Matius 5:38
"Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu."
Matius 5:18 sering digunakan untuk mempertahankan hukum Taurat dengan mengutip sebagian kata-kata yakni
"satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat,". Mengapa ungkapan terakhir tidak dikaji lebih lanjut yakni
"sebelum semuanya terjadi"? Ungkapan terakhir ini punya makna cukup penting karena jika seandainya "semuanya terjadi" apakah "tidak yang ditiadakan" itu menjadi "ditiadakan"?
"Sebelum semuanya terjadi",
'heôs an panta genêtai' adalah ungkapan khas Matius, bandingkanlah dengan Matius 1:22, 21:4, 24:6, 26:54, 56.
Benar bahwa Allah konsisten dengan firman-Nya dan memerintahkan agar jangan ada penambahan atau pengurangan atas firman-Nya, namun mari kita selidiki bersama apakah Allah pernah merevisi perjanjian-Nya dengan bangsa Israel? Mengapa terjadi demikian?
Hukum Taurat (Perjanjian Lama) adalah firman Allah yang diilhamkan sepenuhnya "bagi" umat Kristen masa kini, namun bukanlah sebagai perintah Allah yang langsung "kepada" umat Kristen.
* Ibrani 8:7
"Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua."
* Ibrani 8:13
"Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya."
Semua aturan atau hukum Perjanjian Lama memang merupakan firman Allah bagi umat Kristen, namun hukum itu tidak lagi merupakan "perintah" bagi kita.
Banyak contoh dalam Alkitab yang Allah mau kita "ketahui" namun tidak secara langsung ditujukan kepada kita secara pribadi.
Misalnya Matius 11:4, "Yesus menjawab mereka:
'Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:" Orang-orang yang mula-mula mendengar perintah itu adalah murid-murid Yohanes Pembaptis. Kita membaca "tentang" perintah itu, dan perintah itu bukan buat kita.
Demikian pula orang-orang yang mula-mula mendengar dan membaca aturan Perjanjian Lama adalah orang Israel masa lalu. Kita membaca "tentang" aturan itu, namun itu bukanlah aturan bagi kita. Aturan atau hukum itu amat berharga bagi orang Kristen namun belum tentu masih tetap berlaku untuk orang Kristen.
Blessings,
BP