Pertanyaan : WAJAH YESUS NATAL IBADAH MINGGU
Tanya :Quote:
mohon bantuannya, ada bbrp pertanyaan muslim. sekalian tolong pertanyaan2 yg gw beri dimasukan dlm sarapanpagi utk dijwb, spy umat Tuhan mengerti. tks 
1. sebenarnya siapa yang pernah motret/ melukis wajah yesus ?
2. tunjukkan dalil bahwa hari natal sebagai hari kelahiran yesus !
3. tunjukkan dalil bahwa Tuhan yang akan menjaga al kitab, sampai sekarang !
4. adakah dalil yang mengatakan hari minggu itu harus dikuduskan ? Tanggapan :Quote:
1. sebenarnya siapa yang pernah motret/ melukis wajah yesus ?
Lukisan-lukisan Yesus yang ada sebenarnya hanyalah imajinasi para seniman. Perlu diingat bahwa kitab Injil tidak pernah mencatat ciri-ciri fisik Yesus Kristus, misalnya : bagaimana warna kulitNya, gemuk-kurus-pendek-Nya dll.
Walaupun banyak sekali pengungkapan Injil tentang kepribadian Yesus, namun Allah tampaknya sengaja tidak mengilhamkan tanda-tanda fisikNya untuk ditulis dan diwariskan secara salah ke dunia. Tuhan tahu bahwa pengagungan (idol) unsur-unsur fisik oleh manusia akan berpotensi memicu SARA dan berhala.
Memang ada banyak lukisan karya para maestro dunia seperti Leonardo Da Vinci, Michelangelo dll. Dalam lukisan-lukisan mereka yang bertema religius, menggambarkan kira-kira wajah Yesus sesuai dengan insting seni mereka. Namun semua itu hanya rekaan seniman semata, bukan dengan dasar Alkitabiah yang menggambarkan bahwa Yesus memang berwajah seperti itu dan berpostur tubuh seperti itu.
Quote:
2. tunjukkan dalil bahwa hari natal sebagai hari kelahiran yesus !
Peringatan kelahiran Kristus sering menjadi sorotan berbagai pihak, diluar Kristiani maupun kalangan Kristiani sendiri, bahkan ada diantara mereka yang 'sangat membenci' hari Natal. Mereka mengatakan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Hal tersebut bisa dipahami, karena Alkitab memang tidak menulis tanggal kelahiran Yesus.
Ada anggapan bahwa 25 Desember adalah hari-raya kaum kafir . Terbukti dengan data tertulis yang memuat liturgi perayaan kelahiran Kristus itu dapat dilihat dalam papirus pada abad ke-IV. Pada tahun 274 M di Kerajaan Romawi, tanggal 25 Desember dimulai perayaan kelahiran matahari karena diakhir musim salju tanggal itu matahari mulai kembali penampakan sinarnya dengan kuat, karena itu bagi orang Romawi kuno, hari itu dirayakan sebagai hari Matahari.
Ketika Kekristenan 'dijadikan agama negara' di Kerajaan Romawi, kebiasaan perayaan itu ternyata sukar ditinggalkan masyarakat Roma yang sudah menjadi Kristen. Oleh karena itu para pemimpin gereja kemudian mengalihkan perhatian mereka, perayaan yang semula menjadi perayaan Matahari diganti menjadi perayaan peringatan kelahiran Yesus. Ketentuan ini oleh gereja pada masa itu diresmikan di Roma tahun 336, dan mereka menjadikan tanggal 25 Desember sebagai hari peringatan kelahiran Kristus.
Peringatan kelahiran Kristus dengan tanggal peringatan 25 Desember akhirnya juga diperkenalkan oleh Kaisar Konstantin, hal ini sebagai pengganti tanggal 5-6 Januari yang sebelumnya
sudah ditetapkan sebagai hari peringatan kelahiran Kristus. Perayaan Natal kemudian di lakukan di Anthiokia pada tahun 375 dan pada tahun 380 dirayakan di Konstantinopel, dan tahun 430 di Alexandria dan kemudian di tempat-tempat lain dimana kekristenan berkembang.
Tampaknya dengan latar belakang itu, tuduhan-tuduhan mengenai 25 Desember adalah hari raya kafir memang berdasar, karena ada catatan sejarah yang secara jelas menulis hal tersebut. Sekarang bagaimanakah umat Kristen menyikapi hal itu? Haruskah orang Kristen tidak lagi merayakan natal pada tanggal 25 Desember?
Dari penjelasan sejarah diatas, dapat kita ketahui bahwa awal-mula perayaan kelahiran Kristus bukan tanggal 25 Desember melainkan tanggal 5-6 Januari. Tetapi karena kesepakatan para pemimpin gereja pada waktu itu mereka mengubah peringatan tanggal 5-6 Januari menjadi tanggal 25 Desember untuk mengalihkan perhatian umat Kristiani dari kepercayaan lama mereka menuju kelahiran Kristus. Sehingga pada saat yang sama orang-orang kafir yang belum bertobat dan masih tetap merayakan tanggal 25 Desember dialihkan perhatiannya kepada Kristus.
Tetapi dalam ibadah memperingati kelahiran Kristus umat Kristen tidak ada yang mengkaitkan hari Natal dengan hari dewa Matahari, tidak ada penyembahan atau apapun yang berkaitan dengan paganisme matahari dalam perayaan natal orang-orang Kristen. Karena Kristus-lah yang menjadi center-nya. Jadi walaupun tidak ada tertulis dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, umat Kristen secara umum merayakan hari Natal pada salah satu hari di bulan Desember sampai Januari demi keseragaman.
Dalam memperingati "hari kelahiran Kristus" umat Kristiani akan menyadari makna yang lebih dalam lagi adalah kehadiran Allah dalam bentuk kelahiran Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang mendatangkan damai sejahtera di bumi. Kehidupan Yesus sebagai Tuhan yang menjadi manusia yang menyertai kita (Immanuel) tidak dapat dilepaskan dari saat kelahiran, pembaptisan, pelayanan, penyaliban, kebangkitan, sampai kenaikanNya ke surga. Sekalipun demikian, sebagai suatu peringatan, memang Natal kemudian berkembang sebagai suatu ‘perayaan’ dalam tradisi gereja dan masyarakat pada umumnya.
BOLEHKAH ORANG KRISTEN MERAYAKAN CHRISTMAS/NATAL?Perayaan hari kelahiran Yesus memang tidak tertulis, bahkan tidak ada anjuran dalam Alkitab untuk "merayakan" Natal, tidak ada anjuran untuk memasang pohon terang, dll.
Tetapi
"Memperingati" kelahiran Yesus Kristus itu mutlak.
Anda tentu bisa membedakan arti ‘perayaan’ dan ‘peringatan’, perayaan adalah cenderung bersifat pesta, sedangkan 'peringatan' lebih bersifat khidmat :
* 2 Timotius 2:8
LAI TB,
Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
KJV,
Remember that Jesus Christ of the seed of David was raised from the dead according to my gospel:
TR,
μνημονευε ιησουν χριστον εγηγερμενον εκ νεκρων εκ σπερματος δαβιδ κατα το ευαγγελιον μου
Translit,
mnêmoneue iêsoun khriston egêgermenon ek nekrôn ek spermatos dabid kata to euaggelion mou Ayat diatas mengungkapkan tentang 3 hal yang penting akan Tuhan Yesus Kristus : KelahiranNya, kematianNya, dan kebangkitanNya.
Peringatan, asal katanya adalah '
Ingat'. Kata "
ingatlah" dalam ayat diatas menggunakan kata
μνημονευε - 'mnêmoneue' dari kata dasar
μναομαι - 'mnaomai',
meletakkan sesuatu di dalam pikiran. Akar kata yang sama juga dijumpai dalam ayat ini:
* Lukas 22:19
LAI TB,
Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."
KJV,
And he took bread, and gave thanks, and brake it, and gave unto them, saying, This is my body which is given for you: this do in remembrance of me
TR,
και λαβων αρτον ευχαριστησας εκλασεν και εδωκεν αυτοις λεγων τουτο εστιν το σωμα μου το υπερ υμων διδομενον τουτο ποιειτε εις την εμην αναμνησιν
Translit,
kai labôn arton eukharistêsas eklasen kai edôken autois legôn touto estin to sôma mou to huper humôn didomenon touto poieite eis tên emên anamnêsin. "Peringatan akan Aku",
'eis tên emên anamnêsin'. Kata
'anamnêsin' adalah akusatif dari
'anamnêsis' yang berasal dari
'anamimnêsko' yaitu preposisi
'ana' (
ke/di tengah-tengah) dan
'mimnêsko'. Nah,
'mimnêsko' ini berasal dari
'mnaomai',
meletakkan sesuatu di dalam pikiran.
Apakah kita hanya "mengingat" kematian Kristus? Apakah kita tidak "mengingat" kebangkitan-Nya, dan apakah kita tidak "mengingat" kelahiran-Nya pula?
Justru kebangkitan dan kelahiran Yesus Kristus itulah yang menjadi "inti" pemberitaan Paulus seperti dalam 2 Timotius 2:8 di atas. Paskah tanpa Natal tidak akan lengkap maknanya, karena kita tidak mengerti makna dari Paskah itu bila kita tidak mengerti makna KelahiranNya (natal).
"Merayakan" jelas berbeda dengan "memperingati" atau "mengingat". Merayakan cenderung berhura-hura, berpesta. Tetapi "mengingat" adalah lawan dari kata "melupakan". Tentu kita tidak akan melakukan tindakan seperti lawan kata ini. Yesus yang lahir di kandang yang hina perlu dijadikan contoh kerendah-hatian umat Kristiani yang melayani dan tidak minta dilayani. Dan menjadikan contoh bahwa Allah yang Maha Mulia dan yang Empunya langit dan bumi itu ternyata lebih memilih cara sederhana dalam kedatanganNya di dunia.

Mengenai Natal/Christmas; Sebenarnya tidak hanya dirayakan secara "religius" oleh umat Kristiani. Pada masa kini orang-orang yang bukan Kristen dimana-mana, misalnya di Jepang, di China dan lain-lain mereka pun ‘merayakan’ Christmas sebagai hari raya untuk bersenang-senang. Bahkan Christmas di seluruh dunia banyak digunakan sebagai "marketing tools". Di Malaysia, negara Muslim terakhir saya kesana pada saat menjelang natal; Mall, Dept Store, Restaurant dimana-mana didekor sedemikian rupa untuk menarik minat customer/turis. Hal tersebut mungkin karena mereka juga tahu bahwa perayaan Natal pada 25 Desember hanyalah tradisi, bukan perintah yang tertulis dalam Alkitab.
Kami umat Kristen melihat segi positifnya saja, dengan Christmas banyak orang mengemas acara, ie. gathering, dinner dan macam-macam acara lain, untuk bercengkerama dengan keluarga dan sahabat2 mereka walaupun mereka bukan Kristen. Dan perayaan Christmas bisa juga menjadi sesuatu moment bagi tiap orang untuk merayakannya dengan caranya masing-masing.
Karena Perayaan Christmas sudah menjadi ‘tradisi dunia’, maka kami sebagai umat Kristiani harus sungguh menghargai karya penebusan Kristus yang sudah dijalankanNya dengan sempurna. Karena keyakinan akan Yesus tidak dapat dilepaskan dari kelahiranNya sebagai pemenuhan nubuatan para Nabi, Allah yang menjadi manusia Yesus (Matius 1:18-2:12 dan Lukas 1-2).
Quote:
3. tunjukkan dalil bahwa Tuhan yang akan menjaga al kitab, sampai sekarang !
'Alkitab adalah firman Allah' dan mempunyai sifat-sifat kekal. * 1 Petrus1:24,25
1:24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.
* Yesaya 40:1-8
40:1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,
40:2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.
40:3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
40:4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
40:5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
40:6 Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang.
40:7 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.
40:8 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."Quote:
4. adakah dalil yang mengatakan hari minggu itu harus dikuduskan ?
Jawabnya : baca di
mana-perintah-tuhan-untuk-beribadah-pada-hari-minggu-vt1176.htmlBlessings,
BP