|
Pendahuluan :
MELURUSKAN TUDUHAN DAN SALAH PAHAM
Di Indonesia/ Malaysia, orang-orang Kristiani jarang merupakan mayoritas di suatu komunitas. Walau berinteraksi wajar dalam kontak-kontak sosial-ekonomi sehari-hari, namun kaum minoritas merasa risi, kurang percaya diri atau kawatir menyampaikan soal keimanannya. Ada diantara kita yang merasa was-was kalau hal itu akan mencetuskan masalah "rukun-lingkungan". Tetapi, kerukunan beragama bukanlah hal yang pasif, mengkotakkan diri atau bersikap menghindar, melainkan mampu memahami timbal-balik isu-isu pokok perbandingan agama secara benar. Apabila kita menyadari bahwa dikalangan intern seagama-pun masih selalu saja terdapat perbedaan penafsiran dan melahirkan berbagai aliran-aliran/ denominasi-denominasi, maka pemahaman yang berbeda secara lintas-agama tentulah akan lebih lumrah terjadinya, dan hal itu sah-sah saja.
Agama tidak pernah menempatkan dirinya sebagai diktator yang tidak pernah memberi peluang untuk dipertanyakan atau bahkan ditolak. Agama bukanlah sesuatu "dosa dan tabu" untuk di-sharing-kan atau di-dialogkan secara terbuka dan objektif, jikalau kita tidak berkehendak menempatkan agama kita total diluar ilmu pegetahuan. Sebab, bagaimanapun, diskusi yang konstruktif adalah suatu sains tersendiri. Bahkan Alkiktab menyerukan pemberitaan Kabar Baik dengan tidak memandang suku dan bangsa, serta keharusan bagi kita untuk memberi jawaban atas iman yang kita percayai kepada orang-orang yang memintanya :
* 1 Petrus 3:15 "Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,"
Dan Petrus sekalipun enggan namun ia melangkah dalam ketaatannya untuk menebarkan jala ikan, yang disimbolkan kelak untuk menjala manusia "tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Lukas 5:5,10).
Dengan beredarnya begitu banyak buku-buku dan penerbitan dari pihak seberang yang menafsirkan Kristianitas secara tidak-pas dan menyimpang, maka kami menyadari bahwa di akhir zaman kegelapan ini setiap anak Tuhan makin terpanggil untuk memperlengkapi dirinya dengan terang Injil.
Kita sering berjumpa dan diperhadapkan dalam interaksi dengan teman-teman Muslim, ada 6 dasar yang kompleks yang menjadi penyebab sulitnya menemukan pemahaman bersama. Apa yang diajarkan Kitab Suci seseorang tidak mesti persis merupakan apa ang dipercayai orang tersebut. Dan ini dipersulit lagi dengan kompleksitas lintas ilmu agama yang dipahami pihak yang satu terhadap yang lainnya.
Keenam dasar referensi dalam interaksi kepercayaan yang dimaksud adalah :
1. Apa yang Alkitab ajarkan tentang suatu isu
2. Apa yang Kristen percayai tentang suatu isu
3. Apa tanggapan Kristen tentang apa yang dipercayai Muslim
4. Apa yang Qur'an ajarkan tentang suatu isu
5. Apa yang Muslim plercayai tentang isu itu
6. Apa anggapan Muslim tentang apa yang dipercayai umat Kristiani.
Dengan menyadari dan sekaligus memanfaatkan pemahaman tentang dasar referensi itu, Anda dapat mengurangi banyak friksi ketika berbincang-bincang tentang isu keagamaan. Anda bahkan akan mampu mengatasi tuduhan teman-teman Muslim dengan cara yang jauh lebih efektif. Kita tahu bahwa tudingan/tuduhan dan penolakan Muslim itu ada bermacam-ragam bahkan bisa aneh-aneh, mengapa? Karena Islam adalah satu-satunya agama di dunia yang menempatkan Kitab Suci mereka sebagai pengkoreksi Kitab Suci orang lain, antara lain dengan menyalah-nyalahi penyaliban Yesus Kristus dan mensyirikkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Allah. Bagi mereka salib-keselamatan adalah batu sandungan terbesar. Itulah isu-isu dan tudingan/tuduhan yang akan kita hadapi secara elegan disini. Berpokok kepada 5 penolakan utama mereka :
(1) Menolak ke-Tritunggal-an Allah
(2) Menolak Yesus sebagai Anak Allah
(3) Menolak keTuhanan Yesus
(4) Menolak Yesus disalibkan (tidak pernah mati disalib dan tidak bangkit dari kematian)
(5) Menolak Alkitab itu Firman Tuhan.
Ini adalah bagian tanggung jawab Kristiani dalam membela keimanannya. Seperti ayat yang telah dikutip diatas, Rasul petrus berkata bahwa kita perlu siap memberi jawaban atas iman yang kita percayai untuk orang-orang (teman Muslim) yang memintanya, tetapi haruslah dengan lembah-lembut dan hormat dan hati nurani yang murni. Maka, disini kita menggali satu metode pendekatan terbaik, dari berbagai sumber, web Kristiani, buku-buku, dari sebuah badan pelatihan Kabar Baik di Cape Town Afrika Selatan (tempat dimana Mr. Ahmed Deedat berasal, dimana darinyalah mayoritas tuduhan itu berasal), artikel-artikel yang membangun dari Milis Biblika, dll.
Saatnya kini kita tidak cukup sekedar berperan sebagai seorang Samaria yang baik, tetapi juga mengindahkan apa yang telah diserukan oleh Yohanes Pembabtis dengan serius : "Luruskan jalan bagi TUHAN!", jalan yang telah terbengkok oleh begitu banyak salah paham, tidak paham dan tuduhan.
Disinilah sajian-sajian artikel dalam Laman ini dipersiapkan untuk memperlengkapi Anda dalam ber-sharing, berdiskusi, membandingkan atau meluruskan isu-isu pokok kebenaran Alkitab dan Kristianitas. Biarlah ini menjadi berkat bagi sesama dan semua, dibawah anugerah Kristus, biarlah komitmen hati Anda berbuah-buah bagi kelebaran Kerajaan Allah.
Metode yang disajikan dalam artikel-artikel disini tidak konfrontatif atau proklamatif melainkan dialogis, bersahabat dalam ketulusan dan kasih, sebagaimana kasih adalah unsur utama dari Kristianitas. Kita haruslah memberikan jawaban-jawaban atas tuduhan-tuduhan yang bersahabat dan sopan, meskipun apa yang dilontarkan oleh teman-teman Muslim umumnya adalah kecaman-kecaman terhadap Kristianitas, untuk itu perlu kita perhatikan beberapa langkah berikut ini :
• Presentasikan Kabar Baik dengan tidak terbawa pada kontroversi.
• Menggungak teman Muslim yang sedang menuduh/ mengecam dengan Pernyataan dan Pertanyaan kunci.
• Masuk dalam penjelasan rasional dan membiarkan teman Muslim yang menuduh itu merekonsiliasikan pemahamannya sendiri.
Khusus untuk butir terakhir, Anda dapat memilih sendiri bahan-bahan yang telah diuraikan dalam pasal PENJELASAN dari setiap pokok isu yang digelar. Pilihlah dari bahgian yang kurang kontroversial, atau yang dapat dibawa dengan cara dan gaya yang tidak provokatif, namun jangan sampai menumpukkan otoritas. Koleksi penjelasan dalam artikel-artikel disini itu hanyalah sebagian himpunan argumen-argumen terbaik dari contoh-contoh, yang dapat menjadi alat bantu jika anda menghadapi tuduhan dari teman-teman Muslim. Kelak Anda perlu mengembangkan bahan, maupun mengusahakan adaptasi tekhnik penyajian, demi pendekatan pemahaman dan peyakinan yang lebih effektif. Semuanya namun dengan tetap menjaga diri agar tidak terbawa pada kontroversi ketika suatu isu disharingkan.
Sedangkan untuk memenangkan hatinya, Anda tak perlu bersusah payah, itu adalah pekerjaan Roh Kudus. Anda cukup berdoa saja, karena ini juga termasuk jenis "peperangan rohani" yang perlu didoakan saja. Berdialog dengan teman-teman Muslim dan menjawab tuduhan-tuduhan mereka semacam ini hanya perlu antisipasi "Berdoalah dalam Roh Kudus" (Yudas 1:20). Allah akan menggerakkan firmanNya untuk melaksanakan apa yang dikehendakiNya dan akan membuahkan hasil dalam apa yang disuruhkan kepadanya (Yesaya 55:11).
Amin.
Blessings,
BP
November 30, 2006.
Sumber :
- Badan pelatihan Kabar Baik, Cape Town, Afrika Selatan
- Umar Tariqas, Ismael Saudaraku, Bincang-bincang Tentang Tudingan dan Salah paham.
- Eja Kalima, Kitab TUHAN Menjamu Tuduhan dan Salah-paham
dll.
|