krisandhie210977 wrote:
krisandhie210977 wrote:
Assalamu'alaikum
Syalom
Al Quran,Surah 40/77-81.Disitu mengatakan Kami tetapi didalam perkataan tersebut merujuk Allah.Sebagai contoh ayat 77.Dari itu sabarlah,(karena)sesungguhnya perjanjian Allah(adalah)benar. Kami tunjukkan kepadamu sebagian dari yang Kami ancam mereka, atapun Kami ambil(jiwa)-mu, maka kepada Kamilah mereka dikembalikan.
Bukankah wahyu yang diturunkan kepada Muhammad melalui malaikat Jibril?Apa kata "Kami" sepertinya merujuk kepada malaikat?
Gmn teman2jadi bingung sendiri?
Assalumu'alaikum
Syalom
Sebenarnya sudah jelas bahwa kata Kami itu merujuk kepada "jamak kekuasaan". Malaikat adalah ciptaan Tuhan yang memiliki tugas2 tertentu, ato boleh dikatakan malaikat adalah hardware nya Tuhan.
Bingungnya dimana...?
Wassalam
Assalamu'alaikum
Syalom
Nah loh....tadi katanya "Jamak Kekuasaan" trus Malaikat adalah ciptaan Tuhan.Nah kalo gitu kata "Kami" merujuk pada ALLAH dan MalaikatNya?Atau mana yang benar?
Yang kedua, kalau memang kata "Kami/Kita" dipahami oleh saudara seberang kita sebagai "Jamak Kekuasaan", lalu apa susahnya memahami Bapa(ALLAH Pencipta yang satu hakekat dari Dzat dan Firman/Sidat Nya),Putra(Firman ALLAH yang Hidup dalam pribadi Yesus),Roh Kudus(Roh ALLAH yang Maha Suci)?
Mohon pencerahannya kak BP dan saudara2 SP...
Assalamu'alaikum
Syalom
alaikum salam
Allah memang tidak mungkin dapat dipahami. Dia lah Yang Maha Hidup, Yang Maha Wujud.
Seluruh makhluk tidak hidup dan tidak wujud kecuali karena memperoleh Hidup dan Wujud dariNya.
Dia Maha Suci..., Suci dari seluruh persangkaan dan persepsi...
KehadiranNya ada pada segala sesuatu.
Terpujilah Dia...., dan barangsiapa memujiNya, maka hidupnya menjadi terpuji, penuh apresiasi tanpa rasa dengki dan benci.....