PEDOMAN BAGI KONSELOR KRISTEN Pedoman sesuai Topik yang digunakan oleh Konselor-konselor pendoa
dari The Christian Broadcasting Network.
Sekarang dapat diperoleh dan digunakan untuk pelayanan pribadimu.
KATA PENGANTAR Buku ini merupakan rangkuman dari pengalaman-pengalaman konselor-konselor kami yang telah melayani 25 juta orang melalui telepon-telepon selama seperempat abad terahkir.
Sejak penayangan perdana kami, pada tanggal 1 Oktober 1961, visi kami tetap sama, untuk mencapai dunia yang terluka bagi Kristus. Dan dengan berkat Allah kami dapat melaksanakannya.
Selama bertahun-tahun sampai kini,konselor-konselor CBN dengan penuh kasih dan dedikasi tetap tekun melayani dengan setia melalui telepon. Mereka siap melayni ribuab penelepon yang setiap hari menelepon dengan segala macam problem, dari masalah aborsi sampai masalah perceraian dan masalah- masalah keluarga lainnya, depresi, obat-obatan terlarang, bunuh diri.
Sementara Allah meningkatkan kemampuan CBN untuk melayani melalui telepon, juga secara tatap muka kepada jutaan orang setiap tahun dan adalah suatu kenyataan bahwa bila kami mau tetap setia pada panggilan kami, maka konselor-konselor kami harus dibekali perlengkapan yang lebih baik.
Buku pedoman dengan referensi jawaban sesuai dengan Alkitab untuk setiap masalah dan kebutuhan-kebutuhan orang yang siap pakai ini adalah sungguh-sungguh merupakan jawaban Allah bagi kebutuhan kami.
Edisi "PEDOMAN BAGI KONSELOR KRISTEN" merupakan hasil dari penyelidikan yang membutuhkan waktu beratus-ratus jam, pengalaman, perencanaan yang teliti, doa dan pencairan yang rendah hati akan hikmat Allah.
Konseling adalah tugas yang penting. Tapi Roh Kudus akan memberi kita kemampuan. Saya yakin, pelayanan ini akan membawa berkat bagi saudara. Saya telah menyaksikan banyak mujizat terjadi sebagai hasil dari pemakaian buku ini.
Dalam buku ini saudara akan menemukan jawaban-jawaban yang dipakai konselor-konselor kami dalam melayani orang-orang yang telah menelepon kami sebanyak 5 juta dalam tahun ini.
Kebenaran Firman Allah dalam buku ini tidak akan berubah. Kebenaran itu tetap sama walaupun surga dan bumi berlalu.
Pat Robertson,
Ketua Dewan/Ketua Pelaksana
The Christian Broadcasting Network,Inc.
PEMBUKAAN Buku pedoman Konselor Kristen disusun sebagai referensi dan pembimbing terutama bagi konselor-konselor dari Christian Broadcasting Network Inc. Buku ini sebagai bahan tambahan disamping buku-buku pedoman lain, buku-buku dan alat bantu konseling yang mana mungkin lebih menyeluruh dalam penanganan tiap-tiap masalah.
Berpuluh-puluh ribu konselor telah menggunakan buku pedoman ini dalam pelayanan pribadi dan dalam pelayanan dibanyak pusat pelayanan CBN di seluruh dunia. Buku ini telah membantu dalam pelayanan berjuta-juta orang yang telah menelpon untuk permohonan doa dan koseling Alkitab sejak diperkenalkan pada tahun 1978.
Kebutuhan untuk buku ini diakui dan dipenuhi pada Desember 1976. Buku pedoman ini adalah hasil tertulis dari pergumulan doa bersama selama beratus tahun ,studi Alkitab, pengalaman dan hikmat pewahyuan Roh Kudus kepada tiga puluh manager dari 700 pusat pelayanan CBN.
Paling sedikit ada 4 pelayan yang bekerja baik secara sendiri-sendiri mapun dalam komite, yang menyususn materi dari tiap-tiap topik. Mereka menyelesaikan pekerjaan mereka dalam bulan Agustus 1977. Buku pedoman ini kemudian diserahkan kepada 15 pelayan , manager-manager dari 700 pusat pelayanan dan konselor-konselor Kristen yang terlatih. Mereka semua kemudian mengevaluasi secara kritis baik bentuknya ,ayat-ayat yang digunakan , doktrin-doktrin, dan kegunaannya dalam konseling dan dalam pengajaran.
Kemudian hasilnya ditulis, disadur dan disusun lagi.
Kami telah mencoba untuk memberi petunjuk tentang bagaimana cara mengatasi problema, juga menganalisa dan menunjukkan mengapa suatu problema terjadi.
Pendekatan konseling ini bertujuan untuk memberi pertimbangan yang positip, terarah dalam memperbaiki masalah-masalah dalam hidup seseorang ; sebagaimana Roh Kudus menyingkapkan hikmatnya kepada seorang konselor. Pertarungan melawan Iblis dan si jahat adalah pertarungan yang langsung berhadapan dengannya, dengan otoritas dan kuasa Allah dalam Roh Kudus untuk mengusir setan dan tak pernah undur. Dia adalah musuh yang telah dikalahkan dan seorang konselor Kristen adalah lebih dari seorang pemenang dalam Kristus.
Disamping cara melayani dengan konseling dan doa , buku pedoman ini menyajikan cara dan dasar-dasar berpijak untuk melayani. Dalam buku ini seorang konselor dianggap adalah seorang yang telah lahir baru dalam Kristus. Kami percaya dan telah mengalami bahwa baptisan Roh Kudus menjadikan seorang Kristen benar-benar lebih efektip, karena dia mengejar hidup berkemenangan dalam Kristus dan karena dia melayani orang-orang lain (Kisah 1:8) . Seorang yang memberi konseling harus selalu mendapat training yang mendalam dan pengalaman praktis selain yang didapat dari buku pedoman ini.
Buku pedoman ini ditujukan bagi orang mau belajar menjadi seorang konselor Kristen, sementara dia bertumbuh secara rohani dalan Tuhan dengan pewahyuan dari Roh Kudus.
Kami berdoa agar saudara diberkati dan biarlah urapan Roh Kudus turun atas saudara selagi saudara belajar dan menggunakan buku pedoman ini dan sebagai dampak dari semuanya agar banyak jiwa-jiwa boleh diselamatkan melalui karya ini dan Allah dipermuliakan.
PRINSIP-PRINSIP DALAM KONSELING.Hal-hal yang harus dilakukan :1. Berdoa tanpa henti, ucapkan syukur dan naikkan pujian dalam setiap saat.
2. Dengarkan konseli sambil berdoa dalam hati. Nantikan Roh Kudus mengungkapkan apa yang harus saudara katakan ; doakan dan layani setiap konseli baik itu sesuai atau mungkin tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.
3. Dalam memberi konseling, kutip ayat-ayat Alkitab yang berhubungan dengan masalah tersebut baik yang menganalisa maupun yang mengadakan pendekatan-pendekatan positip untuk menanggulangi masalah tersebut dan menjadi berkemenangan.
4. Bersikaplah selalu sopan dan suka menolong. Sadarlah bahwa konseli itu mengadukan masalahnya dengan harapan saudara akan memberikan pertolongan.
5. Bertindaklah dengan segenap otoritas yang diberikan Yesus. Tetaplah tegar menghadapi Iblis. Berbicarah lugas langsung kemasalahnya dan tersamar atau berputar-putar dan sebagainya. Jangan berkata bahwa saudara akan melakukannya tapi lakukanlah dalam nama Yesus.
6. Pegang setiap komitmen yang saudara buat, misalnya tepati janji.
7. Biasakan memakai prinsip-prinsip : persetujuan / penolakan , puasa , pujian, perkenan, pemberian dan perpuluhan, juga syafaat ( lihat dibagian pribadi). Semua prinsip ini akan saudara butuhkan dalam konseling. Doronglah konseli untuk belajar dan mempraktekkan semua prinsip tersebut.
8. Jadilah saluran kasih sekalipun semua nampak gagal.
9. Berharaplah pada Allah unuk menjawab doa-doamu disertai tanda-tanda dan karunia-karunia Roh kudus.
JANGAN MELAKUKAN :1. Berdebat,menuduh,mengkritik, mengkhotbahi, merendahkan atau bereaksi berlebihan dan berbicara dengan nada keras atau lantang.
2. Membujuk untuk pindah gereja (dari gereja yang satu ke gereja yang lain ) atau mengkonsel seorang untuk meninggalkan gerejanya (kecuali meninggalkan aliran mistik/okultisme atau aliran kepercayaan non Kristen).
3. Memberi konseling seorang untuk berhenti minum obat atau tidak berobat ke dokter. Saudara tidak dapat melakukannya.
4. Memberi konseling untuk bercerai atau meninggalkan pasangannya (suami/istri) d.p.l. jangan pernah memberi konseling yang berlawanan dengan Alkitab.
5. Mendikte apa yang harus di lakukan konseling, tapi sebaiknya berilah saran. Konseling harus membuat keputusan-keputusannya sendiri.
MENGAPA SARAN UNTUK KONSELOR KRISTEN“Sejauh yang saya ketahui tentang kalian, saudara-saudaraku, saya yakin bahwa kamu secara khusus telah penuh dengan kebaikan, dilengkapi dengan segala pengetahuan yang sempurna dan sanggup untuk saling menasihati”(Roma 15:14).
Sebagai konselor-konselor kristen kami melayani sebagai penghibur-penghibur bagi mereka yang menderita, penolong bagi yang membutuhkan, penasihat yang memberi nasihat dan dan petunjuk dari firman yang telah dihayati dalam hidupnya.
Berbagi penderitaan orang lain dalam doa syafaat (sementara dia menderitakan problemnya) adalah jauh lebih baik daripada berdebat dengannya tentang sol-soal teologia. Kami harus selalu ingat bahwa kami tidak bekerja sendirian. Roh Kudus memberikan pengharapan; konselor-konselor memberi konseling (Yohanes 14:16)
[B BAGAIMANA MENGGUNAKAN BUKU PEDOMAN INI.[/B]Buku pedoman ini disusun dengan tujuan agar setiap konseling mencapai hasil maksimal. Walaupun pada awalnya disusun untuk pelayanan konseling melalui telepon. Saudara dapat belajar menggunakan buku ini untuk pelayanan konseling pribadi secara tatap muka. Saudara sebaiknya tidak membaca langsung dari buku ini sementara saudara sedang berbicara dengan konseli. Sebaliknya buku ini di pakai sebagai referensi selama sesi konseling.
Buku ini menyajikan topik-topik yang menyangkut problema-problema umum yang di hadapi orang-orang sehari-hari. Sejak awal diskusi dengan seorang konseli, saudara dapat memilah topik-topik mana yang akan dibutuhkan. Seringkali saudara membutuhkan lebih dari satu topik, mungkin dua atau tiga yang berhubungan dengan masalahnya.
Konseling melalui tahapan-tahapan; dengan rumusan sebagai berikut :
1. Berhenti, lihat, dan dengarkan konseli.
2. Identifikasi masalah utamanya.
3. Bagikan firman dan beri konseling.
4. Minta jawaban.
5. Iringi dengan doa dan pelayanan selama dibutuhkan.
6. Beri tugas dan sarankan bertemu dengan gembala bila dibutuhkan.
PROSES PEMECAHAN MASALAH.Hindari kecenderungan untuk memberi untuk memberi solusi yang amat sederhana untuk suatu problema yang kompleks/rumit. Kesederhanaan memang dibutuhkan, tapi hati-hatilah untuk tidak menyepelekan. Seringkali telah menjadi budaya kami, untuk memberi jawaban sebelum memahami pertanyaannya, dan memberi solusi sebelum kami mengerti persoalannya. Setiap problema adalah unik, tapi ada pola umum tertentu yang dapat di pelajari :
1. Problema-problema yang bersifat pribadi tidak pernah muncul tanpa kaitannya dengan berbagai aspek.
2. kondisi-kondisi yang di beri nama “problema pribadi” seringkali telah ada sebelum faktor-faktor penyebabnya diketahui.
3. Di latar belakngi oleh budaya, tradisi, dan kondisi sosial yang mempengaruhi kesadaran kami akan problema pribadi ini. Mialnya seorang yang sakit hidup dalam suatu lingkungan sosial yang sakit mungkin merasa dirinya dalam keadaan sosialnya mengalami perubahan. Pada saat itulah orang tadi baru minta konseling.
4. Akar/inti permasalhan adalah penting. Konselor harus memperhatikan tidak hanya kata-kata, tapi juga nada suara konseli untuk mendapatkan kunci permasalahan untuk prmasalahan tersebut.
5. Ketika seorang memohon bantuan untuk masalah-masalah pribadinya, saat itu sebenarnya setengah dari kemenangan telah dicapai. Inilah saatnya seorang konselor harus membiasakan diri untuk menahan diri dan mendengarkan.
6. Yesus Kristus. ketika diperhadapkan dengan orang-orang dengan masalah-masalah mereka, mencari inti dari permasalahan itu. Ini harus menjadi metodologi dari konseling Kristen kami.
7. Salah satu masalah umum dalam konseling adalah adanya kecenderungan untuk memberi konseling denga solusi/pemecahan favorit untuk semua masalah yang ada. Hindari memiliki sindrom pemecahan tunggal. Belajarlah untuk mendengarkan Roh Kudus berbicara.
8. Pemecahannya harus selaras dengan bimbingan Roh Kudus (Yohanes 16:13-14), yang mungkin juga mengungkapkan masalah-masalah lain yang terselubung dalam situasi itu.
KONSELING YANG DIBAWAH PIMPINAN ROH KUDUS. Roh Kudus sajalah yang dapat memperbaiki orang. Kami hanya dapat menawarkan bantuan doa dan konseling sesuai yang ditaruh Roh Kudus dalam pikiran kami (Yohanes 14:26). Dalam buku pedoman ini ada ayat firman Tuhan yang khusus untuk situasi tertentu. Kami perlu untuk menyimpan ayat-ayat firman Tuhan tersebut dalam hati dan pikiran kami agar Roh Kudus dapat mengingatkan kami bila dibutuhkan. Setelah mendengarkan dengan seksama problema dan kebutuhan si konseli, dan sebelum memberi konseling, nasihat, atau membagikan firman, si konselor harus berdoa baik sendiri secara diam-diam atau bersama dengan konseli. Sementara puji-pujian dan ucapan syukur dinaikan baik secara dalam hati atau diucapkan (Efesus 5:20;1 Tesalonika 5:18), Roh Kudua akan mengingatkan kita car-cara bagaimana berdoa, apa yang harus dikatakan,dan apa yang harus dilakukan (Amsal 16:3; Yohanes 14:26; Yohanes 16:12-15).
Konselor harus memberi konseling sesuai dengan firman yang berhubungan dengannya. Yang dibutuhkan bukan hanya nasihat belaka, tapi firman Allah yang sesuai dengan kebutuhan. Firman Allah akan menyelesaikan pekerjaan seperti yang di kehendaki-Nya (Yesaya 55:11).
Bagi Konseling Kriste, kami membutuhkan kepekaan yang baik, hikmat yang dari Allah, pengetahuan, dan bimbingan Roh Kudus. Apa ang membuat kami mampu untuk memberi konseling? Tidak lain hanyalah karya Allah dalam diri kita yang memampukan kami untuk menolong.
TUJUAN AKHIR DARI KONSELING.Tujuan akhir dari konseling adalah selalu membantu koneli agar di dapat menolong dirinya sendiri. Dia harus bertumbuh menjadi lebih dewasa dan menjadi pemenang. Hal utama yang perlu diingat pleh setiap konselor Kristen adalah :
1. Keselamatan.
2. Baptis air.
3. Baptisan Roh Kudus.
4. Bertumbuh dan menghasilkan buah-buah Roh.
5. Menggunakan seluruh perlengkapan Allah.
6. Pertumbuhan rohani sejalan dengan prinsip-prinsip kebenaran Kerajaan Allah yang telah dipelajari dan dilakukan.
7. Pelayanan pribadi dan partisipasi dalam pelayanan kenabian, kerasulan, penginjilan, penggembalaan, pengajaran, dan pelayanan pribadi sesuai karunia dan kuasa dari Roh Kudus.
Dalam bidang ini, konseli itu sebaiknya menghubungi gereja Kristen setempat yang mengajar Alkitab dengan jelas, untuk mendapatkan bimbingan dalam pertumbuhan pelayanan pribadinya, persekutuan dan konseling selanjutnya,
Untuk pertumbuhan rohaninya, konseli itu perlu melanjutkan pencariannya untuk mendapatkan bantuan. Dia harus mengerjakan “tugasnya”. Refrensi dari bagian tugas untuk setiap topik mencantumkan beberapa judul buku-buku dan ayat-ayat Alkitab. Tugas lainnya dapat diberikan sesuai pengalaman dan hasil studi dari konselor. Desak si konseli untuk melakukan studi sediri/belajar sendiri.
DAFTAR ISI BAB 1 : PENYALAH GUNAAN BAB 2 : SIKAP-SIKAP BAB 3 : IKATAN BAB 4 : GEREJA BAB 5 : PERINTAH – PERINTAH ALLAH BAB 6: MASALAH -MASALAH EMOSIONIL BAB 7 : KELUARGA BAB 8 : FINANSIILBAB 9 :KARUNIA-KARUNIA ALLAH BAB 10 : PENYEMBUHAN BAB 11 :KEHIDUPAN DAN KEMATIAN BAB 12 : DOA BAB 13 : PRINSIP-PRINSIP ALLAH BAB 14 : PEMBERONTAKAN BAB 15 : DOSA SEKS