SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Thu Mar 18, 2010 2:03 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 6 posts ] 
Author Message
 Post subject: PAULUS
PostPosted: Sun Jun 18, 2006 4:51 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6035
PAULUS



Image



I. SUMBER-SUMBER DAN KRONOLOGI


(1) Sumber-sumber untuk biografi Paulus terutama adalah surat-surat Paulus dan Kisah Para Rasul. Adapun surat-surat yang pasti berasal dari Paulus adalah: Roma, 1 & 2 Korintus, Galatia, Filipi, 1 Tesalonika, Filemon, Surat 2 Tesalonika dan Kolose menurut kebanyakan para eksegit berasal dari Paulus pula. Pandangan soal surat Efesus itu terbagi. Surat-surat Gembala jelas dianggap sebagai tulisan sesudah Paulus. Kemudian mengenai pembedaan antara Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus orang akan mengutamakan surat-suratnya.


(2) Tidak sepucukpun surat Paulus yang diwariskan kepada kita mempunyai ketentuan tanggal yang pasti, sehingga memungkinkan pembuatan kronologi hidup Paulus yang tepat. Memang ada dua buah kepastian tanggal yang tepat di dalam Kisah Para Rasul:

(a) Kematian Herodes Agripa (tahun 44; Kisah Para Rasul 12:20-23)

(b) Periode jabatan Prokonsul Gallio (51/51 atau 52/53, Kisah Para Rasul 18:12-17). Apabila Paulus dihadapkan Gallio pada bulan Juni/Juli 52, maka dapat dikatakan, bahwa ia datang di Korintus menjelang akhir 50 atau awal 51.


Dengan demikian, konsili para Rasul (tahun 15 = Galatia 2:1-10) dapat ditentukan tanggalnya pada tahun 49 dan tobatnya Paulus yang ditentukan 14 (atau 17) tahun sebelumnya (Galatia 2:1; bandingkan: Galatia 1:18), yaitu sekitar tahun 35/36 atau 33/34.

Perjalanan misionarisnya yang ketiga barangkali dimulai pada tahun 53. Perjalanan itu berlangsung lebih kurang lima tahun. Tiga tahun dilakukannya di Efesus (Kisah Para Rasul 19:8,10; 20:31). Dan berakhirnya perjalanan itu di Yerusalem, dimana Paulus lalu ditangkap. Di Yerusalem dan di Kaisarea ia ditahan oleh Feliks (Kisah Para Rasul 24:23) dan Festus selama dua tahun (Kisah Para Rasul 24:27). Ia lalu dikirim ke Roma.

Musim semi tahun 61 ia tiba di Roma dan tinggal di dalam penjara menjalani hukuman yang agak ringan selama dua tahun (Kisah Para Rasul 28:17-31). Penahanan ini barangkali diakhiri dengan sebuah pelepasan (Filemon 1:22). Paulus lalu melanjutkan karyanya pada tahun-tahun berikut sampai pada pelaksanaan pembunuhannya. Pada tahun-tahun tersebut hanya ditemukan berita-berita dari surat-surat Gembala. Kebanyakan menyebutkan tahun 67 sebagai tahun kematian Paulus (sudah sejak Eusibius).

Surat-surat tertua (1/2 Tesalonika) ditulis tahun 51/52. Dan Galatia maupun 1 Korintus 54/57; 2Kor dari tahun 57; Roma ditulisnya akhir tahun 57 atau awal 58; surat-surat dari penjara sekitar tahun 61/63.


II. SEJARAH HIDUPNYA


(1) Asal dan masa mudanya. Paulus dilahirkan di Tarsus daerah Silisia, sebuah pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan Yunani (Kisah Para Rasul 21:39*). Ia berasal dari sebuah keluarga Yahudi (Filipi 3:5) yang berbahasa Aram (Kisah Para Rasul 13:9) dan kaya (Kisah Para Rasul 22:28).

Pada saat kematian Stefanus (tahun 33/34 atau 35/36) Paulus masih "seorang pemuda", artinya kira-kira baru umur 30 tahun sehingga ia diperkirakan lahir pada tahun-tahun pertama perhitungan waktu kristen.

Hari ke-8 setelah lahir ia disunati (Filipi 3:5) dan diberi nama Saul (nama Romawi: Paulus: Kisah Para Rasul 13:9). Sejak kecil ia belajar bahasa Yunani, bahasa pergaulan di Tarsus. Sekitar umur 15 tahun ia diperkirakan datang ke Yerusalem dan menjadi pengikut seorang yang giat dari golongan kaum Farisi (Kisah Para Rasul 22:3; Galatia 1:14). Sesuai dengan kebiasaan Yahudi ia belajar mengerjakan salah satu pekerjaan tangan (ia adalah seorang pembuat kemah; Kisah Para Rasul 18:3) yang dilakukannya di tengah-tengah kesibukan karya kerasulannya, dan dipakainya untuk penghidupan (Kisah Para Rasul 18:3; 1 Korintus 4:12; 1 Tesalonika 2:9) sehingga ia tidak tergantung pada siapapun juga (1 Korintus 9:15).


(2) Paulus yakin, bahwa ia harus melakukan pengejaran terhadap para pengikut pewarta kristen purba. Yang paling penting adalah bertobatnya. Paulus sendiri menyatakan, bahwa ia bertobat karena digerakkan oleh sebuah wahyu khusus dari Kristus (1 Korintus 15:8; Galatia 1:15-16; bandingkan: Galatia 9:1). Pernyataan itu sesuai dengan kesaksian Kisah Para Rasul (Kisah Para Rasul 9:3-6; 22:6; 23:13-18). Di dalam wahyu khusus Kristus itu Paulus sekaligus dipanggil menjadi rasul orang kafir (bandingkan Roma 15:15-16; Galatia 2:7). Bagi Paulus panggilannya lewat wahyu khusus dari Kristus yang telah bangkit memberinya nilai kedudukan rasul yang sama dengan para Rasul terdahulu lainnya (2 Korintus 10:1-13; Galatia 1:1-2:21).


(3) Rasul. Menurut Galatia 1:17 Paulus segera pergi ke tanah Arab setelah pengalamannya di Damsyik. Artinya: ia pergi ke daerah kerajaan Nabati. Kemudian waktu, setelah ia pulang kembali ke Damsyik, ia lalu meninggalkannya lagi bukan atas kemauannya sendiri, melainkan ia harus mengungsi ke Yerusalem disebabkan oleh penguasa yang menjadi wakil raja Aretas (2 Korintus 11:32-33).

Tidak lama kemudian ia berangkat dari situ untuk pergi kembali ke daerah Siria dan Silisia tanpa mengadakan hubungan dengan jemaat-jemaat Yahudi (Galatia 1:18-24).

Dari Tarsus Paulus dibawa Barnabas ke Antiokhia. Kedua-duanya bekerja dengan rajin dan memperoleh hasil selama waktu setahun (Kisah Para Rasul 11:25-26). Dari situlah Paulus berangkat melakukan berbagai perjalanan misionaris.

(a) Perjalanan misionaris pertama (tahun 44-49; Kisah Para Rasul 13:1-14:28). Semula Paulus pergi bersama Barnabas ke Siprus. Kemudian mereka pergi ke Asia Kecil lewat Ikonium dan Listra ke Derbe. Mereka pulang lewat jalan keberangkatannya kembali ke Antiokhia. Masalah yang menjadi bahan pertentangan adalah: Apakah orang kristen asal kafir ikut dituntut memenuhi hukum Perjanjian Lama, terutama melaksanakan sunat. Hal itu diputuskan di dalam Konsili para Rasul (tahun 49) sesuai dengan pandangan Paulus. Sekaligus ia diakui sebagai rasul untuk orang-orang kafir, seperti Petrus untuk orang-orang Yahudi (Galatia 2:7).

(b) Perjalanan misionaris kedua (tahun 49-52; Kisah Para Rasul 15:36-18:22). Paulus pergi menuju benua Eropa lewat Asia Kecil dengan ditemani Silas dan Timotius. Paulus mendirikan sebuah jemaat yang hampir melulu terdiri dari orang kristen asal kafir (Kisah Para Rasul 16:11-40; 1 Tesalonika 2:2). Di Tesalonika Paulus menimbulkan sebuah permusuhan luar biasa dari pihak orang-orang Yahudi: Ia digugatkan ke pemimpin kota. Atas adanya gugatan itu Paulus harus meninggalkan kota dan melanjutkan perjalanan ke Athena. Ia sedih sekali (1 Tesalonika 3:3-4) dan setengahnya putus harapan (bandingkan: 1 Korintus 2:3) atas kegagalannya di Athena. Putusannya sudah tetap untuk meninggalkan jalan kefasihan serta kebijaksanaan manusiawi, waktu ia datang di Korintus (1 Korintus 2:2-3). Di situ ia tinggal di Galatia di rumah Akwila dan Priskila. Beberapa orang Yahudi dan banyak orang kafir ditobatkannya, terutama dari kalangan masyarakat rendahan (1 Korintus 1:26). Diperkirakan, bahwa pada pertengahan tahun 52 ia digugatkan oleh orang-orang Yahudi pada Gallio. Ia dituduh sebagai penyebar agama "yang melawan hukum". Gallio menolak gugatan mereka. Paulus lalu pergi ke Antiokhia.

(c) Dari Antiokhia Paulus berangkat untuk perjalanan misionarisnya yang ketiga (1 Korintus 53-58; Kisah Para Rasul 18:23; 21:14), yang dilakukannya melintasi Asia Kecil menuju ke Efesus. Di situ ia tinggal selama tiga tahun dan "ada banyak kesempatan baginya untuk melakukan pekerjaan yang besar dan penting" (1 Korintus 16:9). Di situ pula ditulisnya surat kepada jemaat di Galatia dan surat pertama kepada jemaat di Korintus. Ia terpaksa pergi karena timbulnya sebuah pengejaran. Kemudian ia datang di Korintus lewat Makedonia (Kisah Para Rasul 20:3). Ia berangkat ke Yerusalem membawa dana seraya dipenuhi berbagai macam pikiran (Kisah Para Rasul 20:13-21:17). Ia mengandung maksud untuk berada di Yerusalem pada hari Pentekosta. Di situ ia ditangkap karena menajiskan kenisah (Kisah Para Rasul 21:27-34).


(4) Di penjara. (Kisah Para Rasul 16:19-40; 21:17-28:31). Dari Yerusalem Paulus dibawa ke Prokurator Feliks di Kaisarea dengan penjagaan kuat. Di situ ia tingGalatia dua tahun di dalam penjara. Waktu Festus menggantikan Feliks, Paulus naik banding pada Kaisar. Oleh sebab itu ia perlu dikirim ke (60) Roma (Kisah Para Rasul 23:23-28:14). Dari Roma ditulisnya surat-surat penjara: Efesus, Kolose, Filemon, dan barangkali juga Filipi. Dalam kedua surat terakhir menyingsinglah harapan akan pembebasan yang sudah dekat (Filipi 1:26; 2:24; Filemon 1:22). Kisah para Rasul nampaknya juga menyindir hal itu. Mengenai tahun-tahun terakhir hidup Paulus, -- di luar keterangan dari Klemens dari Roma --, kita hanya dapat mengetahuinya dari ungkapan-ungkapan yang secara kebetulan timbul di dalam surat-surat Gembala.


III. PRIBADINYA


(1) Pribadi manusiawi

Paulus hanya dapat ditangkap dari peristiwa yang disebut pengalamannya di Damsyik. Sampai pada kebatinannya yang sedalam-dalamnya ia terbawa oleh bimbingan Tuhan lewat wahyu Kristus (Galatia 1:15-16; 2:20; Filipi 3:12), menjadi "budak Kristus Yesus" (Roma 1:1; Galatia 1:1). Hubungannya dengan orang-orang lain secara keseluruhan ditentukan oleh pengalamannya akan Allah di Damsyik (1 Korintus 9:22; bandingkan: Roma 15:1-3; Filipi 2:1).


(2) Surat-surat Paulus itu pada pandangan pertama bermaksud menjadi bantuan bagi jemaat-jemaat yang bersangkutan. Itulah sebabnya, bahwa di dalam surat-surat itu hanya dibicarakan masalah-masalah tertentu yang sudah dipilihnya dan kadang-kadang dijawabnya dengan semangat yang meluap-luap. Oleh karenanya dapatlah ditangkap bahwa bukan hanya corak bahasa yang tidak sama tingginya, atau kalimat-kalimat yang dipotong secara mendadak dan lain-lain, melainkan juga ada pertentangan antara berbagai ungkapan di dalam masing-masing surat.


IV. THEOLOGI


(1) Sumber-sumbernya


Tidak dapat disangkal lagi adanya hubungan yang akrab sekali antara jalan pikiran Paulus dengan jalan pikiran Farisi Palestina (berpikir dalam istilah ganda yang saling berlawanan; uraian Alkitab; Roma 3:10-18; 1 Korintus 10:1-5; Galatia 4:21-26, 30). Perlu diperhitungkan pula pengaruh aliran-aliran apokaliptis tertentu (Roma 5:14; 1 Korintus 15:26-28, 45), maupun teologi yang kita temui di dalam Kitab-kitab Kumran. Berlawanan dengan karya-karya awal abad 20, kini dinilai lebih kecil ketergantungan Paulus pada kesalehan misteri Helenisme. Sebaliknya kini lebih jelas diakui, betapa kuat Paulus diwarnai oleh warisan rasuli lain yang lebih tua (1 Korintus 11:23-27; 15:3-7; Filipi 2:6-11; bandingkan: Roma 1:3-4). Di situ hubungan Paulus dengan Yesus yang menyejarah tetap merupakan masalah (2 Korintus 5:8).


(2) Pesan


Meskipun tidak mungkin memperkembangkan sebuah sistim theologinya lewat surat-suratnya, namun surat-surat itu menunjukkan pengertian-pengertian dasar tertentu, yang khas bagi Paulus. Secara menyeluruh kunci theologinya dibentuk dari Kristus yang disalibkan dan bangkit dari maut. Allah telah memanggil dan memberi kemampuan pada Paulus menjadi rasul Kristus (Galatia 1:15).


Oleh karena itu Kristus-lah satu-satunya isi Injilnya (Roma 1:16-17; 1 Korintus 1:17). Hanya di dalam Kristus berpancarlah pengetahuan Allah yang sebenarnya bagi Paulus (2 Korintus 4:6). Di dalam penderitaan dan kematian Kristus terletaklah wahyu akan kehendak Allah yang menyelamatkan dengan tanpa syarat (Roma 3:25; 8:3-4). Di dalam kebangkitan-Nya dan pemuliaanNya nampaklah tanda dan jaminan kemenangan tetap dari belas kasih illahi (Roma 8:31-39), yang bermaksud mendamaikan kita denganNya (2 Korintus 5:18-21).

Di dalam dasar itulah Paulus tidak lelah-lelahnya menekankan rahmat penebusan (Galatia 2:16*) yang diberikanNya secara gratis. Oleh rahmat itulah manusia dibebaskan dari tuntutan hukum yang tidak kenal ampun (Galatia 3:10,13; Kolose 2:14). Hanya iman manusia yang penuh percaya masih tetap merupakan jawaban yang sesuai dengan karya Tuhan yang penuh rahmat (Roma 1:17; 3:28; 4:18; dan lain-lain). Di sini tidak ada pertentangan dengan Yakobus 2:14-19 karena jelas dibuktikan oleh Roma 7:4; Galatia 5:22; Filipi 1:11 dan lain-lain. Umum mengakui hal ini. Karya keselamatan Allah yang tidak mengenal batas itu mengandung arti pula bagi Paulus, bahwa setiap orang selaku anggota umat manusia, ikut ambil bagian di dalam keselamatan illahi (Roma 5:12-19; 1 Korintus 15:21-23, 45-49). Seluruh umat manusia dipersatukan dan dibangun Kristus di dalam tubuhNya (Efesus 2:16; Kolose 1:18). Atas dasar itu kesatuan gereja merupakan salah satu puncak tertinggi dari perhatian rasul (1 Korintus 1:10; 3:3-4; 11:17-22; bandingkan: Roma 15:5; Filipi 2:1-5; Efesus 4:1-32). Akhirnya keseluruhan pelayanan bagi Allah ditanggung oleh kesadaran orang, bahwa ia ada di dalam perjalanan menuju Allah keselamatan itu dan menuju Yesus Kristus, Tuhannya (Filipi 1:23; 2:16). Meskipun harapannya atas kedatangan Kristus berubah (bandingkan: Filipi 1:23; 1 Tesalonika 4:15 dst.), namun bagi Paulus tetap ada sebuah kepastian, bahwa pada akhirnya Allah akan menjadi "segala dalam segalanya" (1 Korintus 15:24-28).



Amin.


Artikel terkait :
- KEHIDUPAN RASUL PAULUS, di kehidupan-rasul-paulus-vt1663.html#p6606


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: PAULUS
PostPosted: Fri Mar 14, 2008 5:58 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6035
Paulus : Orang Yahudi, Farisi atau Rum ?



Tanya :
Quote:
Benarkah Paulus orang Yahudi, untuk itu perhatikan ayat-ayat Injil berikut ini:
“Aku adalah orang Yahudi dari Tarsus, warga dari kota yang terkenal di Kilikia (Kisah 21:39).



Jawab :

Paulus dilahirkan di Tarsus daerah Silisia, sebuah pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan Yunani, Kis 9:11; 21:39; 22:3, Ia berasal dari sebuah keluarga Yahudi (Filipi 3:5) yang berbahasa Aram (Kisah Para Rasul 13:9) dan kaya (Kisah Para Rasul 22:28). Hari ke-8 setelah lahir ia di-sunat (Filipi 3:5) dan diberi nama Saul (nama Romawi: Paulus: Kisah Para Rasul 13:9). Sejak kecil ia belajar bahasa Yunani, bahasa pergaulan di Tarsus.


Tanya :
Quote:
Paulus orang Farisi?
“Hai saudara-saudaraku, aku (Paulus) adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi.



Jawab :

Sekitar umur 15 tahun ia diperkirakan datang ke Yerusalem dan menjadi pengikut seorang yang giat dari golongan kaum Farisi . Semasa mudanya Paulus dididik di Yerusalem oleh Gamaliel yang memberinya pengajaran mendalam tentang agama Yahudi sesuai ajaran mazhab Farisi, Kisah Para Rasul 22:3; 26:4 dst; Galatia 1;14. Filipi 3:5.

Sesuai dengan kebiasaan Yahudi ia belajar mengerjakan salah satu pekerjaan tangan (ia adalah seorang pembuat kemah; Kisah Para Rasul 18:3) yang dilakukannya di tengah-tengah kesibukan karya kerasulannya, dan dipakainya untuk penghidupan (Kisah Para Rasul 18:3; 1 Korintus 4:12; 1 Tesalonika 2:9) sehingga ia tidak tergantung pada siapapun juga (1 Korintus 9:15).


Tanya :
Quote:
Paulus warga Negara Rum karena Kelahiran?
“Maka datanglah kepada pasukan itu kepada Paulus dan berkata: Katakanlah, benarkah engkau warga negara Rum?” Jawab Paulus: “Benar”. Jawab Paulus: “tetapi aku mempunyai hak itu karena kelahiranku (Kisah 22:28-29).



Jawab :

Sistem kewarganegaraan Kerajaan Roma (kalau memakai istilah bahasa hukum sekarang) adalah menganut azas Ius Solis, yaitu memberikan kewarganegaraan kepada seseorang yang otomatis diterima seseorang berdasarkan tempat kelahiran.

Paulus adalah warganegara Roma, karena rasul Paulus lahir di kota Tarsus yang berada diwilayah Asia Kecil di pesisir Laut Tengah yang adalah bagian kekaisaran Romawi.

"Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia ….." (Kisah 22:3)


Sumber : Ensiklopedia Groulier 1999

Tarsus menjadi ibu kota provinsi Cilicia (Kilikia) yang adalah bagian dari kekaisaran Romawi Kuno . Sebagian warga Yahudi yang tinggal di Tarsus mulai mendapatkan kewarganegaraan Romawi pada jaman pendudukan oleh Pompeius (lahir 106 SM – wafat 48 SM).


Sumber : Encyclopaedica Britannica

Tarsus
….. In 67 BC Tarsus was absorbed into the new Roman province of Cilicia. ….
….. Di tahun 67 SM Tarsus masuk kedalam propinsi Cilicia Romawi ……



Paulus mendapat privilege menjadi warga negara Roma karena dia dilahirkan di Tarsus daerah Silisia di area Kerajaan Roma (Ius Solis).
Tetapi secara keturunan dia tetap diakui sebagai orang Yahudi Asli karena Bapak-Ibunya adalah orang Yahudi Asli dan masih memegang adat Istiadat dan agama Yahudi dan kemudian dididik kebagai seorang Farisi.

Jadi, Paulus orang yang mempunyai dwikewarganegaraan, yang diperbolehkan dalam hukum Romawi masa itu. Apalagi Tanah Israel kala itu masih menjadi daerah jajahan Romawi sehingga hal ini tidak aneh bagi status kewarga-negaraan Paulus.


Note :
(Kalau Hukum di Indonesia adalah menganut Ius Sanguinis (Kewarganegaraan berdasarkan garis darah ayah) dan tidak memperbolehkan seseorang memiliki dwi-kewarganegaraan.)


Tanya :
Quote:
Ayat-ayat di atas telah menegaskan bahwa Paulus tidak konsisten dan “terkesan” telah berbohong, sebab kalau ia orang Rum berarti bukan orang Yahudi, bahkan peranakan Rum dengan Yahudi tidak diakui oleh Yahudi sesuai dengan hukum Taurat (Kitab Ezra 10:3-5).



Jawab :

Anda menuduh Paulus bohong dan tidak konsisten dengan tanpa alasan yang jelas.

Mengenai Kitab Ezra ini kita harus membacanya secara keseluruhan (paling tidak mulai dari Pasal 9 sampai dengan 10) apalagi Perikop Pasal 10 adalah berjudul TINDAKAN EZRA ATAS PERKAWINAN CAMPURAN. Kitab Ezra (pasal 9 dan 10) menyoroti kelakuan orang Israel yang meninggalkan Allah akibat perkawinan campuran mereka dengan perempuan-perempuan penganut paganisme.

Konteks yang dalam Kitab Ezra itu sama sekali berbeda dengan kisah Paulus.
Sedangkan Paulus lahir dari Keluarga Yahudi Asli (bukan campuran) dimana Paulus berada dalam lingkungan keluarga yang tetap sebagai penganut agama Yahudi yang taat.

Status Paulus sebagai Warga Negara Roma, memudahkan dirinya untuk mengadakan penginjilan diluar orang-orang Yahudi. Dari karya Paulus inilah Pengabaran berita tentang Yesus semakin meluas.


Blessings,
BP


Top
 Profile  
 
 Post subject: Apakah Paulus Masih Melakukan Syariat Taurat?
PostPosted: Thu Feb 26, 2009 6:10 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6035
Apakah Paulus Masih Melakukan Syariat Taurat?



Kisah Para Rasul 21:15-26 Pertemuan Paulus dengan Yakobus dan jemaat di Yerusalem :


21:15 LAI TB, Sesudah beberapa hari lamanya tinggal di Kaisarea, berkemaslah kami, lalu berangkat ke Yerusalem.
KJV, And after those days we took up our carriages, and went up to Jerusalem.
TR, μετα δε τας ημερας ταυτας αποσκευασαμενοι ανεβαινομεν εις ιερουσαλημ
Translit, meta de tas hêmeras tautas aposkeuasamenoi anebainomen eis ierousalêm

21:16 LAI TB, Bersama-sama dengan kami turut juga beberapa murid dari Kaisarea. Mereka membawa kami ke rumah seorang yang bernama Manason. Ia dari Siprus dan sudah lama menjadi murid. Kami akan menumpang di rumahnya.
KJV, There went with us also certain of the disciples of Caesarea, and brought with them one Mnason of Cyprus, an old disciple, with whom we should lodge.
TR, συνηλθον δε και των μαθητων απο καισαρειας συν ημιν αγοντες παρ ω ξενισθωμεν μνασωνι τινι κυπριω αρχαιω μαθητη
Translit, sunêlthon de kai tôn mathêtôn apo kaisareias sun hêmin agontes par hô xenisthômen mnasôni tini kupriô arkhaiô mathêtê


Paulus dan kawan-kawan merencanakan keberangkatan ke Yerusalem, keberangkatan sudah dipastikan, maka segala persiapan diadakan. Perkataan Yunaninya mengandung arti bahwa persiapan itu dilakukan dengan menyediakan barang-barang amat banyak. Dari Kaisarea sendiri ikut-serta juga beberapa saudara di dalam rombongan itu. Kalau perjalanan ke Yerusalem memakan waktu 2 hari lamanya, maka agaknya rumah Manason tempat mereka akan menumpang terletak di tengah-tengah antara Kaisarea dan Yerusalem. Seperti Barnabas maka Manason berasal juga dari Siprus dan termasuk salah satu dari orang-orang Kristen pertama.


21:17 LAI TB, Ketika kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami dengan suka hati.
KJV, And when we were come to Jerusalem, the brethren received us gladly.
TR, γενομενων δε ημων εις ιεροσολυμα ασμενως εδεξαντο ημας οι αδελφοι
Translit, genomenôn de hêmôn eis ierosoluma asmenôs edexanto hêmas hoi adelphoi

21:18 LAI TB, Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ.
KJV, And the day following Paul went in with us unto James; and all the elders were present. And when he had saluted them, he declared particularly what things God had wrought among the Gentiles by his ministry.
TR, τη δε επιουση εισηει ο παυλος συν ημιν προς ιακωβον παντες τε παρεγενοντο οι πρεσβυτεροι
Translit, tê de epiousê eisêei ho paulos sun hêmin pros iakôbon pantes te paregenonto hoi presbuteroi


Ketika tiba di Yerusalem, mereka disambut dengan sukacita. Tentulah yang menyambut mereka hanyalah suatu lingkungan yang kecil, barangkali lingkungan tuan rumah. Baru keesokan harinya diadakan penyambutan resmi. Hanya Yakobus, saudara Tuhan, yang disebutkan namanya (Kisah 12: 17), yang senantiasa bertindak di Yerusalem sebagai salah satu pemimpin utama (Kisah 15:13, Galilea 1:19). Para rasul yang lain agaknya tidak berada di Yerusalem. Tetapi segala penatua ada hadir. Dengan ayat ini Lukas mengakhiri kisahnya dalam bentuk "kami".


21:19 LAI TB, Paulus memberi salam kepada mereka, lalu menceriterakan dengan terperinci apa yang dilakukan Allah di antara bangsa-bangsa lain oleh pelayanannya.
KJV, And when he had saluted them, he declared particularly what things God had wrought among the Gentiles by his ministry.
TR, και ασπασαμενος αυτους εξηγειτο καθ εν εκαστον ων εποιησεν ο θεος εν τοις εθνεσιν δια της διακονιας αυτου
Translit, kai aspasamenos autous exêgeito kath en ekaston hôn epoiêsen ho theos en tois ethnesin dia tês diakonias autou


Lukas sangat singkat bercerita mengenai laporan Paulus. Bisa kita duga bahwa Paulus melaporkan perluasan gereja/ jemaat yang telah menjangkau orang-orang non-Yahudi, yaitu perluasan gereja dari Yerusalem hingga Yudea dan Samaria, hingga berdirinya gereja orang non-Yahudi di Antiokhia. Dari Antiokhia Injil disebarkan terus-menerus oleh para rasul-rasul lainnya ke seluruh Asia dan Eropa. Dalam laporannya Paulus berbicara sampai ke soal yang kecil-kecil (terperinci) tentang pekerjaan (karya) Allah, yang telah diadakan oleh Tuhan di antara orang-orang non Yahudi (bangsa-bangsa lain/ GOYIM) dengan perantaraan pelayanan dia dan kawan-kawannya.


21:20 LAI TB, Mendengar itu mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat.
KJV, And when they heard it, they glorified the Lord, and said unto him, Thou seest, brother, how many thousands of Jews there are which believe; and they are all zealous of the law:
TR, οι δε ακουσαντες εδοξαζον τον κυριον ειπον τε αυτω θεωρεις αδελφε ποσαι μυριαδες εισιν ιουδαιων των πεπιστευκοτων και παντες ζηλωται του νομου υπαρχουσιν
Translit, hoi de akousantes edoxazon ton kurion eipon te autô theôreis adelphe posai muriades eisin ioudaiôn tôn pepisteukotôn kai pantes zêlôtai tou nomou huparkhousin


Sekalipun para pemimpin jemaat di Yerusalem senang dengan berita yang disampaikan oleh Paulus, bahwa Injil telah menyebar. Mereka segera menyampaikan peringatannya kepada Paulus. Mereka kemudian mengalihkan pembicaraan mengenai orang-orang Kristen-asal-Yahudi. Malah mereka berbicara tentang beribu-ribu orang. Tidakkah barangkali jumlah ini dilebih-lebih kan , supaya memperkuat desakan mereka kepada Paulus? Sebab rupa-rupanya hal ini sudah menjadi pikiran mereka selama beberapa hari ini. Tentulah terdapat banyak kontak antara Yerusalem dengan kota-kota di Palestina. Lebih-lebih pada hari-hari raya di Yerusalem berkumpul beribu-ribu orang Yahudi dari segenap Kerajaan Romawi (ingatlah hari-hari Pentakosta pertama!). Demikian jugalah tentu bermacam-macam cerita tentang pekerjaan dan perjalanan Paulus itu sudah terkenal di Yerusalem. Di Yerusalem di mana sebagian besar orang-orang kristen berasal dari orang-orang Yahudi.

Tentulah sidang di Yerusalem, yang ditulis dalam Kisah 15, telah meniadakan banyak pertentangan yang terdapat antara orang-orang Kristen non-Yahudi dengan orang-orang Kristen-asal-Yahudi. Dan terutama di bidang pekabaran Injil, keputusan-keputusan sidang ini memberikan hasil yang baik. Dalam keputusan-keputusan ini diterima juga prinsip bahwa masa upacara taurat sudah lewat, dan bahwa hukum-hukum taurat ini antara lain : untuk penyunatan terhadap orang-orang Kristen non-Yahudi tidak berlaku lagi. Tetapi keputusan-keputusan ini selanjutnya tidak seberapa mengikat orang-orang Kristen-Yahudi dalam hidup keagamaannya. Bagi orang-orang Yahudi yang menjadi Kristen, yang menjadi tujuan penting ialah menerima Tuhan Yesus sebagai Mesias dan berdasarkan itu bertobat dari agama Yahudi yang bersifat taurat itu. Mereka harus dibebaskan dari sikap untuk mendasarkan iman kepada jasa memelihara upacara-upacara taurat.

Tetapi banyak hal dalam upacara taurat ini erat hubungannya dengan kebiasaan-kebiasaan kehidupan sehari-hari, sehingga hal ini memberikan cap Yahudi tersendiri pada kehidupan orang-orang Kristen-asal-Yahudi itu. Tentulah di sini letaknya bahaya itu, yang telah diperingatkan oleh Tuhan Yesus dan senantiasa juga disinyalir dalam surat-surat rasuli, yaitu bahaya bahwa kehidupan Kristen ini tidak cukup dibersihkan dari unsur-unsur taurat Yahudi yang diturunkan melalui Musa. Pauluspun menyadari bahaya ini serta berusaha melawannya. Jadi pastilah Paulus mengerti benar apa dan siapa yang dimaksudkan Yakobus dengan orang-orang beriman-asal-Yahudi itu, yang disifatkan oleh kerajinan menjalankan hukum taurat Musa.

Hanya saja, Paulus adalah seorang tokoh yang lain sama sekali dari Yakobus. Jangan pula dilupakan kedudukan Paulus yang lain sama sekali dalam perjalanan-perjalanannya dari kedudukan Yakobus ini di Yerusalem, pusat orang-orang Kristen-asal- Yahudi itu.


21:21 LAI TB, Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita.
KJV, And they are informed of thee, that thou teachest all the Jews which are among the Gentiles to forsake Moses, saying that they ought not to circumcise their children, neither to walk after the customs.
TR, κατηχηθησαν δε περι σου οτι αποστασιαν διδασκεις απο μωσεως τους κατα τα εθνη παντας ιουδαιους λεγων μη περιτεμνειν αυτους τα τεκνα μηδε τοις εθεσιν περιπατειν
Translit, katêkhêthêsan de peri sou hoti apostasian didaskeis apo môseôs tous kata ta ethnê pantas ioudaious legôn mê peritemnein autous ta tekna mêde tois ethesin peripatein


Dengan hati-hati Yakobus mendekati Paulus supaya menyetujui suatu rencana, yang agaknya sudah dibicarakan sebelum kedatangan Paulus. Pertama-tama, Yakobus memberitahukan apa-apa yang sudah diceritakan, dapat juga kita katakan apa yang sudah difitnahkan orang tentang Paulus. Bahwa orang-orang Kristen asal-Yahudi di Yerusalem itu mendengar Paulus mengajarkan kepada orang Yahudi di perantauan untuk melepas hukum Musa dan supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat Yahudi, yang mana hal itu bermakna bahwa Paulus mengajak orang-orang Yahudi untuk meninggalkan Yudaisme dan tidak lagi menjadi orang Yahudi lagi.

Kita tahu, sebenarnya Paulus tidak pernah melarang penyunatan orang-orang Yahudi. Malah pernah Paulus melakukan penyunatan itu pada Timotius. Memang ada Paulus mengajarkan bahwa jika berdasarkan prinsip orang melakukan penyunatan, maka orang juga harus memenuhi segala upacara taurat Musa (Galatia 5: 1-3). Lain daripada itu Paulus hanya mengajarkan, bahwa orang-orang Kristen non-Yahudi dibebaskan dari upacara-upacara taurat Musa, misalnya : Paulus tidak menuntut Titus untuk melakukan upacara sunat karena ia seorang non-Yahudi (GOYIM). Tetapi lawan-lawan Paulus di Yerusalem ini telah mempergunakan ajaran Paulus ini secara sepihak dan tidak lengkap untuk menghasut dia.

Dan Yakobus menduga, bahwa orang-orang inipun mengetahui, bahwa Paulus bermaksud datang ke Yerusalem dan tak dapat dielakkan lagi tentulah hal ini akan membawa pelbagai bentrokan. Yakobus mengenal benar-benar sikap orang-orang dalam jemaat yang ada di Yerusalem ini yang sangat rajinnya menjalankan hukum Taurat, tetapi di lain pihak Yakobus juga sangat mengenal Paulus juga.


21:22 LAI TB, Jadi bagaimana sekarang? Tentu mereka akan mendengar, bahwa engkau telah datang ke mari.
KJV, What is it therefore? the multitude must needs come together: for they will hear that thou art come.
TR, τι ουν εστιν παντως δει πληθος συνελθειν ακουσονται γαρ οτι εληλυθας
Translit, ti oun estin pantôs dei tsb=plêthos sunelthein akousontai gar hoti elêluthas

21:23 LAI TB, Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar.
KJV, Do therefore this that we say to thee: We have four men which have a vow on them;
TR, τουτο ουν ποιησον ο σοι λεγομεν εισιν ημιν ανδρες τεσσαρες ευχην εχοντες εφ εαυτων
Translit, touto oun poiêson ho soi legomen eisin hêmin andres tessares eukhên ekhontes eph heautôn

21:24 LAI TB, Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat.
KJV, Them take, and purify thyself with them, and be at charges with them, that they may shave their heads: and all may know that those things, whereof they were informed concerning thee, are nothing; but that thou thyself also walkest orderly, and keepest the law.
TR, τουτους παραλαβων αγνισθητι συν αυτοις και δαπανησον επ αυτοις ινα ξυρησωνται την κεφαλην και γνωσιν παντες οτι ων κατηχηνται περι σου ουδεν εστιν αλλα στοιχεις και αυτος τον νομον φυλασσων
Translit, toutous paralabôn agnisthêti sun autois kai dapanêson ep autois hina xurêsôntai tên kephalên kai gnôsin pantes hoti hôn katêkhêntai peri sou ouden estin alla stoikheis kai autos ton nomon phulassôn


Yakobus dan para penatua dalam jemaat di Yerusalem menyadari bahwa laporan itu tidak benar, dan bahwa sebenarnya Paulus masih mengizinkan orang-orang Yahudi melaksanakan adat-istiadat keyahudiannya. Namun mereka merasa bahwa sesuatu harus dilakukan untuk memperlihatkan kepada jemaat di Yerusalem, yaitu orang-orang Kristen asal-Yahudi bahwa laporan yang mereka dengar itu tidak benar.

Yakobus yang memberikan saran, tetapi tentulah dalam persetujuan semua penatua dalam jemaat Yerusalem itu. Pastilah juga hal itu telah dibicarakan di antara mereka sendiri.

Ketika itu ada terdapat empat orang lelaki, orang-orang Kristen-asal-Yahudi, yang bernazar. Hal ini mengingatkan kita kepada janji nazar yang digambarkan dalam Bilangan 6. Menurut pemberitahuan Flavius Yosephus (Bell. 2, 15, 1), lamanya nazar yang bersifat sementara itu ialah 30 hari. Mencukur rambut adalah tanda, bahwa nazar itu sudah ditebus dan dilakukan bersama-sama dengan membawa korban-korban di rumah ibadah. Dengan sukarela menanggung bersama-sama ongkos-ongkos, tidak saja merupakan perbuatan secara teman, tetapi dianggap juga sebagai perbuatan yang berjasa. Tentulah Yakobus tidak memaksudkan yang terakhir ini. Ia hanya menganggapnya sebagai perbuatan formil, yang dengan itu Paulus akan memperlihatkan secara terang-terangan bahwa bukan dengan sengaja ia menghina hukum taurat Yahudi.

Banyak yang menganggap bahwa usul Yakobus itu lahir dari perasaan takut dan Paulus semestinya tidak boleh menerimanya. Ada pendapat bahwa jalan sejarah selanjutnya telah membuktikan, betapa siasat ini adalah salah. Sebab kunjungan Paulus ke rumah ibadah menjadi alasan, sehingga ia ditangkap (Kisah 21:27-40).

Tetapi semuanya ini adalah pikiran kemudian setelah mengetahui jalannya sejarah. Paulus telah mengalahkan dirinya sesuai dengan asasnya dalam 1 Korintus 9: 19,20. Paulus mengatakan bahwa meskipun ia adalah orang merdeka, ia harus menjadi "hamba dari semua orang", termasuk menjadi orang Yahudi dan hidup di bawah adat istiadat Yahudi ketika berada di antara orang Yahudi, demi Injil ("Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi" 1 Korintus 9:20). Hal ini berarti bahwa 'secara pribadi' Paulus dapat ikut mengambil bagian dalam upacara orang Yahudi, alasannya semata-mata adalah demi penyampaian Injil diberitakan kepada kalangan Yahudi. Bukan karena ia masih terikat 613 Mitsvot Taurat.

Sikap Paulus melakukan kompromi terhadap tuntutan jemaat di Yerusalem, ada;ah juga disebabkan karena ia baru saja tiba di Yerusalem, makanya ia tidak mau menjadi sebab segala kerusuhan. Jika para saudara-saudaranya dengan tegas menganjurkan semuanya ini, supaya ia melakukannya, ia tidak hendak menentang mereka. Tambahan pula, bahwa melakukan suatu nazar secara pribadi tidaklah asing baginya dan tentu juga tidak berlawanan dengan suara hatinya.


21:25 LAI TB, Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan."
KJV, As touching the Gentiles which believe, we have written and concluded that they observe no such thing, save only that they keep themselves from things offered to idols, and from blood, and from strangled, and from fornication.
TR, περι δε των πεπιστευκοτων εθνων ημεις επεστειλαμεν κριναντες μηδεν τοιουτον τηρειν αυτους ει μη φυλασσεσθαι αυτους το τε ειδωλοθυτον και το αιμα και πνικτον και πορνειαν
Translit, peri {mengenai} de {tetapi} tôn pepisteukotôn {telah percaya} ethnôn {bangsa-bangsa non Yahudi (goyim)} hêmeis {kami} epesteilamen {menulis surat} krinantes {(dengan) mengambil keputusan} mêden {juga tidak} toiouton {sesuatu} têrein {menjalankan} autous {mereka} ei mê {kecuali} phulassesthai {menjauhkan diri} autous {mereka} to te eidôlothuton {yang disembah untuk berhala} kai {dan} to haima {dari darah} kai {dan} pnikton {yang dicekik (mati)} kai {dan} porneian {percabulan}


Kemudian Yakobus memastikan kepada Paulus, bahwa usul itu bukan merupakan perubahan dari keputusan Sidang yang telah ditetapkan dan dicatat dalam Kisah pasal 15. Bahwa orang-orang Kristen non-Yahudi bebas dari tuntutan adat-istiadat Yahudi/ hukum Taurat Musa. Tetapi kalangan Kristen non-Yahudi diminta untuk menjauhkan diri dari hal-hal tertentu yang dapat menjadi batu sandungan bagi orang-orang Kristen asal-Yahudi, yaitu supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang (1) dipersembahkan kepada berhala, (2)dari darah, dari (3) daging binatang yang mati dicekik dan (4) dari percabulan. Karena hal-hal tsb. menjadi kejijikan bagi kalangan Yahudi.

Dalam ayat 25 ini, sekali lagi Yakobus menekankan bahwa keputusan-keputusan itu tetap berlaku. Urutannya cocok dengan tulisan di dalam Kisah 15 :29. Jadi Paulus tidak usah kuatir, bahwa oleh tindakan-tindakannya ini ia akan memperlemah pendiriannya di hadapan orang-orang Kristen non-Yahudi.


21:26 LAI TB, Pada hari berikutnya Paulus membawa orang-orang itu serta dengan dia, dan ia mentahirkan diri bersama-sama dengan mereka, lalu masuk ke Bait Allah untuk memberitahukan, bilamana pentahiran akan selesai dan persembahan akan dipersembahkan untuk mereka masing-masing.
KJV, Then Paul took the men, and the next day purifying himself with them entered into the temple, to signify the accomplishment of the days of purification, until that an offering should be offered for every one of them. TR, τοτε ο παυλος παραλαβων τους ανδρας τη εχομενη ημερα συν αυτοις αγνισθεις εισηει εις το ιερον διαγγελλων την εκπληρωσιν των ημερων του αγνισμου εως ου προσηνεχθη υπερ ενος εκαστου αυτων η προσφορα
Translit, tote {kemudian} ho paulos {paulus} paralabôn {membawa serta} tous andras {para lelaki itu} tê ekhomenê {berikut} hêmera {hari} sun {bersama} autois {mereka} hagnistheis {setelah ditahirkan} eisêei {masuk} eis {ke dalam} to hieron {bait suci} diaggellôn {memberitahukan} tên ekplêrôsin {penyelesaian} tôn hêmerôn {hari-hari} tou hagnismou {pentahiran} heôs {sampai} hou prosênekhthê {dipersembahkan} huper {untuk} henos ekastou {masing} autôn {mereka} hê prosphora {persembahan}


Paulus menerima nasehat para penatua jemaat di Yerusalem tersebut selama beberapa hari (kata kerjanya dalam bentuk waktu imperfek). Paulus bersedia pergi ke dalam Bait Allah bersama empat orang Yahudi lainnya untuk mempersembahkan kurban pentahiran.

Berhubung dengan ayat 27 kita dapat mengatakan bahwa menurut hukum taurat, diperlukan waktu 7 hari lamanya pada akhir nazar, supaya dapat mempersembahkan korban-korban yang dituntut. Ada juga kemungkinan, bahwa korban-korban ini dipersembahkan sesudah 7 hari itu, dalam waktu mana orang mentahirkan diri untuk upacara korban ini.

Tidak ada perbedaan yang mendasar di dalam kesediaan Paulus selaku orang Yahudi untuk tetap taat kepada adat-istiadat keyahudiannya (tunduk syariat Taurat yang diturunkan dari Musa), dengan sikapnya yang tegas bahwa orang percaya non-Yahudi tidak perlu tunduk kepada syariat Taurat yang diturunkan dari Musa, sebab mereka ini tunduk dibawah kasih-karunia.

Selaku ciptaan baru di dalam Kristus, bagi Paulus disunat atau tidak disunat bukanlah merupakan hal yang menentukan (Galatia 6:15). Bagi Rasul Paulus kebiasaan ritual religius semacam ini bukan merupakan hal yang penting yang menentukan keselamatan di dalam Kristus, sebab dunia telah disalibkan bagi dirinya sendiri, dan dirinya telah disalibkan bagi dunia (Galatia 6:14). Paulus sendiri mengatakan bahwa jika seseorang bertobat selaku orang Yahudi, hendaknya dia tetap Yahudi (1 Korintus 7:18), sebab penyunatan itu sendiri tidak mempunyai arti apa-apa, selain menuruti kemauan masyarakat yang masih menuntut ditegakkannya adat-istiadat yang mencirikan bahwa mereka adalah Yahudi.

Orang Kristen asal-Yahudi boleh saja terus menaati hukum Taurat warisan Musa, selaku orang Yahudi, bukan selaku orang Kristen. Tetapi apabila kemudian hukum Taurat itu dipaksakan kepada orang Kristen non-Yahudi sebagai dasar keselamatan, Paulus bersikukuh dengan pendiriannya tentang kebebasan mutlak dari hukum Taurat.

Tidak diragukan lagi, seandainya orang percaya Yahudi ingin menghentikan ketaatan mereka kepada adat-istiadat Yahudi/ syariat Taurat itu, Paulus tidak akan keberatan. Pendirian Paulus yang membiarkan kebijaksanaan menntukan prinsip pada bidang-bidang-bidang tertentu merupakan masalah yang begitu sulit sehingga banyak orang belum memahaminya dan menuduh Paulus dengan tidak semestinya sebagai orang yang sangat konsisten.



Blessings,
BP
February 26, 2009



Sumber :
- Ds HVD Brink, Kisah Para Rasul, BPK Gunung Mulia, 2003, hlm. 233-254.
- The Wicliffe Commentary, hlm 478-480.



Artikel tekait :
- Memahami Ucapan Yang Sulit Dalam Perjanjian Baru, 17: Haruskah Orang Kristen Yahudi Hidup Seperti Bangsa Yahudi?, di 17-haruskah-org-kristen-yahudi-hidup-seperti-bangsa-yahudi-vt1322.html#p4426

- Memahami Ucapan Yang Sulit Dalam Perjanjian Baru, 13: Paulus Menyuruh Menyunatkan Dia, di 13-paulus-menyuruh-menyunatkan-dia-vt1316.html#p4380


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: PAULUS
PostPosted: Wed Aug 26, 2009 2:59 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6035
Gaya Hidup Kerasulan Paulus


Ketika Paulus mewartakan Injil di Asia yaitu di daerah-daerah yang berbudaya Yunani nampaknya di sana juga telah muncul pemberita-pemberita dari Palestina. Kelompok misionari dari Palestina ini dikenal dengan sebutan Gerakan Yesus, khususnya di kota Korintus. Beberapa penulis teologia Perjanjian Baru memperkirakan Gerakan Yesus ini adalah murid-murid (bukan dua belas rasul) dari tanah Palestina yang dulu pernah menjadi bagian dari kelompok yang selalu menyertai Yesus berkeliling memberitakan Kerajaan Allah.

Pola atau gaya hidup kelompok gerakan Yesus dalam memberitakan Injil sangat berbeda dari Paulus. Mereka hidup sebagai gelandangan, dan mengemis untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Tetapi mereka memberitakan Injil dengan gaya karismatis, yaitu dengan cara menonjolkan karunia-karunia Roh Kudus seperti wahyu-wahyu, mujizat-mujizat; dan manifestasi-manifestasi Roh. Di dalam suratnya yang kedua kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus pernah mempertanyakan kepada Jemaat siapa merekaitu:

* 2 Korintus 11:22-23
11:22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham!
11:23 Apakah mereka pelayan Kristus? -- aku berkata seperti orang gila -- aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.



Berbeda dari gaya hidup gerakan Yesus, Paulus berkeliling mewartakan Injil tidak seperti gelandangan, dan juga tidak mengemis. Melalui beberapa ayat di dalam suratnya, Paulus memberikan penjelasan bagaimana ia dan teman-teman sekerjanya memberitakan Injil. Dengan terus terang ia mengatakan bahwa ia dan kawan-kawannya harus bekerja keras untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan finansial mereka dalam melaksanakan tugas pemberitaan Injil.

* 1 Tesalonika 2:9
Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.


Sebenarnya Paulus juga menyadari akan hak-haknya sebagai seorang hamba Tuhan, yaitu bahwa ia berhak mendapatkan jaminan finansial dari jemaat atas jerih payahnya memberitakan Injil, akan tetapi ia tidak menggunakan hak-hak itu untuk kepentingan dirinya;

* 1 Korintus 9:15-18
9:15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya aku pun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada ...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapa pun juga!
9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.


Menurut laporan Lukas, Rasul Paulus bekerja bersama, atau pada Akwila sebagai pembuat kemah. Tentu saja status Paulus dalam pekerjaan ini•~aatah sebagai pekerja atau buruh, meskipun perusahaan pembuat tenda itu adalah milik anggota jemaat Paulus. Tujuan utama Rasul Paulus bekerja sebagai buruh, adalah untuk mencukupi kebutuhan finansialnya dalam pelayanan memberitakan Injil.

* Kisah 18:2-3
18:2 Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka.
18:3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.


Paulus mengakui dengan terus terang bahwa ia dan teman¬temannya harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berat demi memenuhi kebutuhan nafkah mereka:

* 1 Korintus 4:12
kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;


Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh Paulus untuk memenuhi kebutuhan makanan dalam pelayanannya, .dirasakan sangat berat dan sangat melelahkan, seperti yang diungkapkan dari kesaksiannya:

* 2 Korintus 11:27
Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,


Dan walaupun ia dan kawan-kawannya sudah kerja keras sedemikian rupa, tetapi ternyata penghasilan dari pekerjaan itu sangat minim bahkan sering tidak mencukupi kebutuhan pokok mereka. Kenyataan ini terungkap dari keluhan-keluhan Paulus dankawan-kawannya:
* 1 Korintus 4:11-12
4:11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,
4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;



Keluhan-keluhan itu terasa lebih menusuk batin saat Paulus mengatakan; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian (2 Korintus 11:27b) dan mengembara karena tidak ada tempat untuk berteduh (1 Korintus 4:11) Kondisi kemiskinan tersebut membuat Paulus dan rekan-rekan sekerjanya sering mengalami penghinaan dan fitnah, bahkan pelecehan yang sangat merendahkan dari masyarakat umum, dan bahkan dari jemaatnya sendiri. Tetapi semua perlakuan tersebut ditanggapi Paulus dan kawan-kawan sekerjanya dengan sikap hati yang sabar.

* 1 Korintus 4:12-13
4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;
4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.


Paulus bekerja di perusahaan Akwila. Dari laporan Lukas muncul kesan yang kuat, bahwa Akwila adalah seorang Yahudi yang cukup kaya;

* Kisah 18:2-4
18:2 Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka.
18:3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.
18:4 Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.


Akwila mempunyai perusahaan di beberapa kota seperti: di Efesus, di Roma, dan di Korintus. Perusahaan-perusahaan ini memproduksi tenda dan barang-barang kerajinan kulit, serta. kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Akwila juga memiliki beberapa kapal niaga, yang sering digunakan oleh Paulus untuk bepergian dalam rangka pewartaan Injil.

Beberapa ahli berpendapat bahwa istilah skenopoios dalam bahasa Yunani seharusnya diterjemahkan tukang kulit. Sebagai tukang kulit, Paulus mempunyai keahlian membuat sepatu, tenda atau kemah, dan layar untuk kapal-kapal besar. Keahlian seperti ini sangat menguntungkan bagi Paulus, karena selain menjadi penopang utama dalam pelayanannya, keahlian tersebut juga selalu dibutuhkan di dalam masyarakat.
Paulus biasanya tidak tinggal lama di suatu tempat.

Ia berkeliling atau berpindah-pindah dari satu kota ke kota yang lain untuk memberitakan Injil. Ketika ia berada di kota Korintus atau di kota Efesus, Paulus dapat bekerja di perusahaan Akwila. Tetapi saat ia berada di kota-kota yang lain seperti di Tesalonika, tentu Paulus harus bekerja pada orang lain. Sebab untuk bekerja sendiri kemungkinannya sangat kecil mengingat alat-alat pertukangannya yang masih tradisional - tentu sangat sulit untuk dibawa ke mana-mana.

Banyak pengamat menilai dengan profesi sebagai tukang kulit, Paulus masuk ke dalam golongan wiraswasta, yang dalam tatanan sosial ketika itu, merupakan kelas menengah. Beberapa orang mungkin akan mempertanya¬kan mengapa Paulus harus bekerja sedemikian rupa, sampai ia harus membiarkan martabatnya direndahkan dan dihina baik oleh masyarakat umum maupun oleh jernaatnya sendiri.

Paulus rela m:Uakukan pekerjaan-pekerjaan berat sebagai buruh - tukang kulit atau tukang tenda - dan juga rela mengalami penderitaan-penderitaan lahir dan batin, seperti yang telah digambarkan di atas, karena misi pelayanannya mengharuskannya demikian. Ada beberapa faktor yang dapat dikemukakan di sini sebagai alasan mengapa Paulus dan kawan-kawannya harus bekerja sementara mereka mewartakan Injil.


Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi tentu saja merupakan pertim¬bangan yang paling dominan mengapa Paulus harus bekerja sambil memberitakan InjiL Sebab dengan bekerja, Paulus mendapatkan penghasilan untuk menopang misi pelayanannya. Dengan bekerja ia tidak tergantung pada orang lain. Selain itu, Paulus juga tidak ingin menjadi ~ beban bagi jemaat. Hal itu diungkapkan dengan terus terang kepada jemaat di Tesalonika:

* 1 Tesalonika 2:9
2:9 Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.


Paulus mengulangi pemyataan ini di dalam suratnya yang kedua kepada Jemaat yang sama:

* 2 Tesalonika 3:7-9
3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu.
3:9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.


Meskipun Paulus mengetahui semua haknya sebagai pemberita Injil, dan ia dapat saja menuntut hak-haknya itu, akan tetapi Paulus tidak menggunakan ataupun menuntut hak-haknya demi kemuliaan Injil.

* 1 Korintus 9:12
Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus.


Paulus menganggap pekerjaan pemberitakan Injil adalah suatu keharusan baginya, oleh karena itu ia tidak mau menggunakan hak-haknya untuk menuntut sesuatu dari jemaat. Dengan tidak menuntut haknya dan tidak membebani jemaat, Paulus menemukan kebanggaan dan kebahagiaan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemberita Injil.

* 1 Korintus 9:15-19
9:15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya aku pun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada ...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapa pun juga!
9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
9:19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.


Paulus merasa bangga dan sangat bahagia karena ia dapat memberitakan Injil dengan tulus, bukan sebagai suatu profesi untuk memperkaya diri, atau bukan sebagai pekerjaan alternatif dalam mencari nafkah. Paulus mengahayati tugas pemeberitaan Injil sebagai tugas yang mulia karena berita Injil adalah kabar baik yang membawa sukacita bagi semua orang. Selain itu kebanggaan Paulus juga disebabkan oleh tidak adanya beban psikologis dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Oleh karena ia berusaha bekerja keras untuk memenuhi setiap keq~tuhannya, maka ia tidak merasa berhutang budi pada siapapun. Dan sebaliknya, tidak ada seorang pun - jemaat - yang merasa memiliki andil dalam keberhasilan pelayanan Paulus. Dan dengan demikian tidak ada juga seorang pun yang merasa berhak untuk mengatur atau mengendalikan Paulus. Ia tidak pernah bergantung pada siapapun. Ia seorang yang bebas. Inilah inti kebanggaan seorang hamba Tuhan.


Faktor Budaya

Rasul Paulus menyadari benar bahwa ia adalah rasul atau utusan Yesus untuk suatu masyarakat yang budayanya sangat berbeda dari budaya Yahudi. Oleh karena itu Rasul Paulus harus mampu menyesuaikan diri dengan konteks budaya masyarakat tersebut, yaitu budaya Yunani.

Gaya hidup para misionari dari Palestina yang disebut gerakan Yesus, yang mengembara untuk memberitakan Injil sambil hidup mengemis seperti gelandangan, jelas tidak sesuai dengan budaya hidup masyarakat di dunia Yunani. Nilai-nilai budaya masyarakat Yunani sangat berbeda dari masyarakat Yahudi. Kalau di dalam tradisi Musa, pelayan-pelayan bait Allah, seperti kaum Lewi, tidak perlu bekerja tetapi mendapat jaminan hidup dari jemaat Israel, maka di dalam budaya Yunani orang-orang yang tidak mau bekerja justru memberi kesan negatif sehingga mereka harus dijauhi.

* 2 Tesalonika 3:6
Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.

Sebaliknya, orang-orang yang mau bekerja keras dengan tangannya untuk mencukupi kebutuhan-ke¬butuhan hidupnya, dinilai memiliki harga diri, terhormat, dan dianggap memiliki nilai kesopanan hidup yang tinggi.

[color=green]* 1 Tesalonika 4:11-12
4:11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,
4:12 sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.


Atas dasar pertimbangan konteks budaya tersebut, Paulus dan kawan-kawan sekerjanya tidak punya pilihan lain. Mereka harus berusaha untuk mendapatkan pekerjaan, dan berjerih lelah demi mencukupi kebutuhan nafkah mereka sehari-hari. Dengan cara demikian mereka tidak akan dijauhi masyarakat, tetapi sebaliknya dapat berinteraksi dengan masyarakat umum. Mereka juga tidak dicap makan roti dengan gratis, suatu gaya hidup yang dianggap tidak berbudaya di dalam budaya masyarakat Yunani. Dalam kaitannya dengan bekerja untuk mendapatkan makanan, Rasul Paulus menegaskan pendiriannya dengan mengatakan demikian:

* 2 Tesalonika 3:7-8
3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu.



Faktor Teologis

Alasan lain yang mendasari gaya hidup kerasulan Paulus demikian adalah pemahamannya akan jabatan rasul. Paulus menghayati dan memahami.kerasulannya bukan sebagai jabatan profesional yang memiliki nilai material, atau yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mencari nafkah. Jabatan rasul, bagi Paulus, juga bukan suatu pen¬capaian tingkat prestasi keagamaan yang bisa dikategorikan sebagai suatu karier yang memiliki standar penghasilan. Dalam pandangan Paulus, jabatan rasul adalah anugerah atau karunia dari Allah. Di dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, ia menyebut berbagai macam karunia, termasuk jabatan rasul, kesemuanya bersifat anugerah.

* 1 Korintus 12: 28
Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.


Anugerah adalah pemberian cuma-cuma dari Allah. Selanjutnya, Paulus mengidentikkan jabatan rasul dengan hamba. Dalam hal ini Ia sendiri menyebut dirinya sebagai hamba; Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah (Titus 1:1) Seorang hamba doulos dalam konteks Surat-surat Paulus adalah orang yang dibeli untuk menjadi pelayan tanpa upah atau tanpa bayaran. Hamba/ doulos melakukan seluruh tugasnya bukan karena ingin mendapatkan upah tetapi karena dia memang seorang pelayan, dan karena memang kedudukannya adalah hamba.

Paulus juga memahami dan menghayati bahwa ia menjadi rasul bukan karena keinginan atau karena cita-citanya, melainkan karena kehendak Allah. Hal ini ditekankan oleh Paulus secara berulang-ulang: Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus yesus ....., (1 Korintus 1:1; 2 Korintus 1:1; Galatia 1:1, dan lain-lain) Dengan cara ini, secara implisit Paulus mengatakan bahwa jabatan rasul itu bukan suatu gelar profesi yang mengandung nilai ekonomi dan juga bukan
suatu tingkat karier yang mempunyai standar penghasilan, tetapi suatu panggilan Allah untuk menjadi hamba, dan menjadi pelayan tanpa mengharapkan imbalan materi.

Berangkat dari pehaman tersebut, Rasul Paulus melihat dan memahami tugasnya untuk mewartakan Injil sebagai suatu pengabdian dan kewajiban moral. Rasul adalah sebuah jabatan yang bersifat anugerah, dan bukan jabatan karier, suatu predikat doulos - hamba, bukan predikat profesional, sebuah misi yang menuntut pengorbanan dan bukan mengharapkan imbalan dari pengorbanan atau penghasilan, seperti pengakuannya sendiri; Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini, oleh karena itu kami tidak tawar hati (2 Korintus 4:1)

Atas dasar itulah Paulus menegaskan bahwa dalam melakukan pekerjaan mewartaan Injil, ia tidak berhak, dan tidak sepantasnya menuntut upah atau mengharapkan imbalan. Bagi Paulus upah atau imbalan yang menjadi kebanggaannya adalah memberitakan Injil tanpa upah;

* 1 Korintus 9:16-18
9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.


Dengan pengertian lain, bagi Paulus jabatan rasul identik dengan tugas atau pekerjaan mewartakan Injil dan bukan suatu jabatan profesi yang menjanjikan upah. Pekerjaan atau tugas mewartakan Injil tidak dikaitkan dengan usaha mencari nafkah atau mencari sumbangan. Injil bukanlah komoditi komersial yang menjadi alat untuk meraih berkat sebanyak-banyaknya demi memperkaya diri.

Persepsi yang menganggap atau memperlakukan pewartaan Injil 'sebagai suatu profesi' akan mendorong seseorang atau banyak orang, untuk mewartakan Injil dengan tujuan mendapatkan hasil material. Mereka lalu berkeliling 'seolah-olah gelandangan' memberitakan Injil sambil melegitimasi diri dengan jabatan-jabatan rohani sepertii'rasul, penginjil, guru, nabi, pendeta, dan jabatan-jabatan rohani lainnya, sehingga tanpa sadar mereka sesungguhnya mengkomersialkan Injil. Pemberita-pemberita seperti ini pada hakekatnya tidak berbeda dari kelompok gerakan Yesus yang mengembara sebagai pengemis-pengemis yang menggunakan Injil sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan materi.

Bandingkan Artikel :
MENJAJAKAN FIRMAN ALLAH, di menjajakan-firman-allah-vt2004.html
KESALEHAN PROFESSIONAL VS KESALEHAN AMATEUR, di kesalehan-professional-dan-kesalehan-amateur-vt1650.html#p6476

Di bawah ini, riwayat hidup Paulus disusun secara singkas dan sistematis, dengan menyoroti hanya aktivitas-aktivitas pelayanannya secara periodik. Tentu saja informasi mengenai riwayat hidup dalam bagan ini tidak sempurna atau tidak lengkap. Daftar riwayat ini hanya sekedar memberikan kita bayangan mengenai urutan perintiwa-peristiwa dalam hidupnya.


Riwayat Hidup Paulus

Tahun 3 Paulus lahir
Tahun 18-30 Masa pendidikan di Yerusalem
Tahun 33/34 Paulus bertobat
Tahun 34-36 Paulus di Arab
Tahun 46 Paulus di Yerusalem
Tahun 46-48 Perjalanan penginjilan I : Asia Kecil
Tahun 48-49 Konferensi di Yerusalem
Tahun 49-52 Perjalanan Penginjilan II: Asia Kecil & Eropa
Tahun 53-57 Perjalanan Penginjilan III: Asia Kecil & Eropa
Tahun 58-60 Paulus dipenjarakan di Kaisarea ,
Tahun 60-61 Perjalanan ke Roma
Tahun 61-63 Paulus dipenjarakan di Roma
Tahun 63-66 Pelayanan sampai ke Spanyol
Tahun 66-67 Paulus dipenjara dan dihukum mati di Roma


Sumber :
DR.S. Tandiasa, Teologia Paulus, Moriel, 2008, hlm. 41-55


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: PAULUS
PostPosted: Tue Sep 08, 2009 10:46 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6035
Perincian mengenai Paulus


- Disebut pertama: Saulus Kis 7:50, Paulus Kis 13:9
- Namanya disebut: 180 X (Saulus 22 X / Paulus 158 X)
- Kitab yang menyebut: 15 Kitab Kisah Para Rasul, Rama, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, I Tesalonika, 2 Tesalonika, I Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon dan Petrus.
- Pekerjaan: Tukang kemah dan rasul.
- Tempat kelahiran: Kota Tarsus di Asia Kecil.(Kis 9:11; 22:3)
- Keadaan kematian: Dibunuh dengan pedang.
- Terakhir disebut: Saulus Kis 26:14, Paulus 2 Pet 3:15
- Fakta penting: Dia adalah penginjil terbesar, Penanam Gereja, pemenang jiwa, dan seorang Teolog dari sejarah Gereja. Dia penulis 13 dari 27 Kitab Perjanjian Baru.


Ringkasan tentang Paulus:


I. Latar belakangnya.

    A. Silsilah dan masa muda Kis 21:39; 22:3; 23:34; Rom 11:1 2 Kor 11: 22; Fil 3:4-5
      1. Dia lahir dan dibesarkan di Tarsus di Kilikia; Kis 21:39
      2. Dia adalah keturunan Benyamin; Rom 11:1
      3. Dia adalah orang Ibrani; Fil 3:5

    B. Pendidikan.- Kis 22:3; 23:6; 26:4-5; Gal 1:13-14; Fil 3:5
      1. Dia dididik di bawah pimpinan Gamaliel; Kis 22:3
      2. Dia adalah Farisi dan keturunan Farisi; Kis 23:6

    C. Status politiknya.
      Dia adalah warganegara Romawi. Kis 16:37; 22:25-29

    D. Karakternya. Fil 3:6; 1Tim l:12-13; 2 Tim 1:3
      1. Tentang agama ia tidak bercacat; Fil 3:6
      2. Ia melakukan segala sesuatu dengan semangat tinggi
      3. Karena kebodohan ia menyiksa gereja; Fil 3:6
      4. Karena kebodohan, ia menyiksa gereja; 1Tim 1:13

    E. Penampilan pribadinya
      1. Dia orangnya kecil,sesuai namanya Paulus artinya kecil.
      2. Dia mempunyai kelemahan di matanya, seperti yang, tertulis di Galatia 4:15; 16:11. Tuhan berkata: "Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahan kuasaKu menjadi sempurna." 2 Kor 12:7-10 Paulus berkata: "Sebab jika aku lemah, maka aku kuat."
      3. Ia bukan seorang yang tampan atau mengesankan; 2 Kor 10:7-10
      4. Rupanya dia.bukanlah seorang yang fasih bicara; 2 Kor 10:10; 11:6


II. Peperangan melawan gereja.

Kis 7:57-58; 8:1-4; 22:4-5,19-20; 26:9-11; 1 Kor 15-9; Gal 1:13,22-24; Fil 3:6; 1 Tim 1: 3.

    A. Stefanus diseret ke luar kota, lalu dilemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda bernama Saulus. Kis 7:57-58; 8:1-2; 22:20

    B. Dia membuat malapetaka pada gereja; Kis 8:3

    C. Dia memasuki rumah orang Kristen, dan menganiaya serta memenjarakannya; Kis 8:3

    D. Di berbagai kota ia memburu orang-orang Kristen untuk dibunuh; Kis 22:4

    E. Dia memasuki beberapa rumah ibadat, dan menangkapi orang-orang percaya dan memasukkan ke dalam penjara; Kis 22:19

    F. Dia menangkapi mereka untuk dihukum mati; Kis 26:10

    G. Dengan amarah yang meluap-luap, ia menangkapi dan menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkali imannya. Dan mengejar-ngejar mereka sampai ke kota-kota asing; Kis 26:11

    H. Hidupnya dalam agama Yahudi; tanpa batas ia menganiaya Jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Gal 1:13



PERTOBATAN PAULUS

I. Penglihatan dari Anak Allah. Kis 9:3-9; 22:6-11; 26:1-18

    A. Apa yang ia lihat? Cahaya yang memancar dari langit yang menyilaukan, lebih dari terangnya matahari, mengelilingi aku." Kis 9:3; 22:6; 26:13

    B. Apa yang ia dengar?
      1. Yesus berkata:"Akulah Yesus yang kau aniaya." Kis 9:4,5; 22:7-8; 26:15.
      2. Yesus berkata: "Di sana akan dikatakan kepadamu apa yang harus kau perbuat." Kis 9:6; 22:10; 26:16-18.


II. Ia dikunjungi seorang Hamba Allah.

    A. Ananias protes.
      Tuhan menyuruh Ananias untuk mengunjungi Paulus, namun Ananias menjawab: "Tuhan, betapa banyak kejahatan yang dilakukan orang ini, terhadap orang-orang kudusMu di Yerusalem." Tuhan menjawab: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagiKu untuk memberitakan namaKu kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Kis 9:11,13-16

    B. Ananias menggembalakan.
      Ananias pergi dan.masuk ke rumah itu, serta menumpangkan tangan ke atas Saul supaya dapat melihat dan Penuh Roh Kudus. Seketika itu juga ia dapat melihat, kemudian bangun dan dibaptis. Kis 9:17-18

    C. Ananias menubuatkan.
      Katanya: "Allah telah menetapkan - Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulutNya. Sebab engkau harus menjadi saksiNya terhadap semua orang. Kis 22:14-15



KEGIATAN PAULUS SETELAH BERTOBAT

I. Awal pelayanannya.
Kis 9:19-30; 11:22-30; 12:25-13:3; Gal 2:1-14

    A. Mengajar dalam rumah-rumah sembahyang di Damsyik. Kis 9:19-21

    B. Mengasingkan diri di gurun Arab selama beberapa tahun. Gal 1:16-17

    C. Kembali ke Damsyik dengan pengetahuan yang tinggi dan ia mengajar dengan kuasa. Kis 9:22; Gal 1:17

    D. Melarikan diri dari Damsyik. Kis 9:23-25

    E. Mengunjungi Yerusalem untuk pertama kalinya, sejak ia bertobat. Kis 9:26-29; Gal 1:18-19
      1. Lamanya kunjungan. Gal 1:18-19
        "Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.
      2. Kesulitannya dalam kunjungan. Kis 9:26-29
        a. Kekhawatiran.- Semua takut kepadanya, karena mereka tidak percaya kalau sia seorang murid. Kis 9:26
        b. Persekutuan.- Tetapi Barnabas menerimanya, dan membawanya kepada rasul-rasul, dan menceritakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan. Kis 9:27.

    F. Melarikan diri dari Yerusalem dan pergi ke Tarsus. Kis 9:29-30; 22:17-21; Gal 1:21
      1. Komplotan penjahat akan membunuh Paulus. Kis 9:29
      2. Penglihatan tentang komplotan pembunuh.
      Tetapi kata Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain." Kis 22:17-21


    G. Pergumulan dalam diri Paulus.- Yaitu dari kehendak hati dan dari akalnya. Rom 7:18-19,21-25

    H. Bekerjasama dengan Barnabas di Antiokia. Kis 11:19-21
    1. Latar belakang gereja di Antiokia. Kis 11:19-26
    2. Gembala misi pada gereja di Antiokia. Kis 11:22-24
    3. Teman sejawat kependetaan di Antiokia. Kis 11:25-26

Kunjungan ke dua kalinya di Yerusalem.
Untuk membawa sumbangan kasih bagi yang kekurangan. Kis 11:27-30; Gal 2:1
    1. Berita dari Roh Allah mengarahkan kunjungan itu. Kis 11:28; Gal 2:2
      a. Wahyu kepada Agabus Kis 11:28
      b. Wahyu kepada Paulus Gal 2:2
    2. Pertemuan dengan umat Allah selama kunjung. Gal 2:9
    3. Kembali ke Antiokia untuk khotbah dan mengajar Firman. Kis 12:25-13:1


II. Perjalanan Misi Paulus yang pertama.
Kis 13:2-14:28

    A. Berhenti pertama di Siprus. Kis 13:4-12
    1. Khotbah di Salamis. Kis 13:5
    2. Khotbah di Pafos. Kis 13:6
      a. Kesempatan. Kis 13:6,8-11
      b. Perlawanan
        (1) Dari Elimas Kis 13:6,8
        (2) Kebutaan Elimas Kis 13:9-11
      c. Hati yang terbuka

    B. Berhenti ke dua di Perga. Kis 13:13
    Yohanes memisahkan diri.

    C. Berhenti ke tiga di Antiokia Kis 13 :14-50
    1. Khotbah pertama. Kis 13:14-43

    a. Persiapan Juruselamat
      (1) Persiapan Historis
      (a) Allah memilih bangsa Israel. Kis 13:17
      (b) Allah memimpin bangsa itu keluar dari tanah Mesir masuk ke Kanaan. Kis 13:18-19
      (c) Memberikan Hakim-hakim. Kis 13:20
      (d) Ia memilih raja-raja untuk memerintah atas mereka. Kis 13:21
    (2) Persiapan melalui nubuatan Kis 13:33-37
    (3) Persiapan melalui khotbah Yohanes Pembaptis tentang Anak Domba. Kis 13:24-25

    b. Ciri-ciri dari Juruselamat.
      (1) Dia adalah keturunan Daud. Kis 13: 23
      (2) Namanya Yesus Kis 13:23

    c. Penolakan Juruselamat Kis 13:27-29
    d. Kebangkitan Juruselamat. Kis 13:30-32
    e. Tawaran dari Juruselamat. Kis 13:38-39

    2. Khotbah Paulus yang ke dua. Kis 13:44-50
      a. Ditolak oleh orang Yahudi. Kis 13:45-46,50
      b. Diterima oleh orang kafir. Kis 13:47-49
        (1) Menerima berita Injil. Kis 13:48
        (2) Membantu pemberitaan Injil Gal 4:13-15


    D. Berhenti ke empat di Ikonium. Kis 13:51-14:5

    E. Berhenti ke lima di Listra. Kis 14:6-23
      1. Penyembuhan seorang yang lumpuh kakinya sejak lahir. Kis 14:8
      2. Paulus berkata: "Berdirilah teguh diatas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian kemari. Kis 14:9-10
      3. Keributan. Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likonia: " Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia." Kis 14:11
      4. Kekacauan. Barnabas mereka sebut Zeus, dan Paulus mereka sebut Hermis, karena ia yang berbicara. Kis 14:12
      5. Kecurangan. Datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama orang banyak kepada rasul-rasul itu. Kis 14:13
      6. Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian dan masuk di tengah-tengah orang banyak. Kis 14:14
      7. Koreksi. "Mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami diutus memberitakan Injil kepadamu." Kis 14:15
      8. Penghukuman. Orang Yahudi membujuk mereka, lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeret dia ke luar kota. Mereka menyangka Paulus sudah mati. Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe. Kis 14:19-20
      9. Penegasan. Bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Kis 14:22-23

      F. Berhenti ke enam, kembali ke Antiokia di Siria. Kis 14:14-28.



    III. Peran Paulus di dalam Sidang di Yerusalem.
    Kis 14:1-15:35; Gal 2:1-50

      A. Wahyu untuk menghadiri Sidang. Gal:2:1-2

      B. Alasan diselenggarakannya Sidang. Masalah penyunatan Kis 15:1,6

      C. Laporan yang diberikan di dalam Sidang.
        1. Laporan Petrus. Kis 15:7-11
        2. Laporan Paulus. Kis 15:12
        3. Laporan Yakobus. Kis 15:13-21
          (1) Alasan praktis.
          Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmatNya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi namaNya. Kis 15:14
          (2) Alasan nubuatan.
          "Supaya semua orang lain mencari Tuhan, dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku. Kis 15:15-18
          (3) Saran.
          Bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah. Kis 15:19

      D. Rekomendasi Sidang.
        1. Utusan yang membawa rekomendasi. Kis 15:22-27
        2. Isi rekomendasi. Kis 15:28-35

      E. Hasil dari Sidang
        1. Paulus menolak tuntutan untuk menyunat Titus. Gal 2:3-5
        2. Pemberitaan Paulus dalam misinya dikenal oleh pemimpin Kristen Yahudi. Gal 2:6-7
        3. Paulus dan Barnabas diterima dalam persekutuan oleh Yakobus, Petrus dan Yohanes. Gal 2:19

      F. Kembali kepada Dewan. Kis 15:30,35
      G. Kemarahan anggota Dewan. Gal 2:11-14



    IV. Pertentangan dengan Barnabas.
    Kis 15:36-40

      A. Latar belakang pertentangan. Kis 15:36-38
      B. Berkat dari pertentangan. Kis 15:39-40



    V. Perjalanan Misi ke dua

      A. Berhenti pertama di Listra. Kis 16:1-5
        1. Memilih Timotius. Kis 16:1-2
        2. Menyunat Timotius. Kis 16:3

      B. Berhenti ke dua di Troas. Kis 16:6-10
        1. Roh Kudus melarang untuk pergi ke utara atau selatan. Kis 16:6-7
        2. Roh Kudus menyuruh pergi ke barat. Kis 16:8-10

      C. Berhenti ke tiga di Filipi. Kis 16:11-40
      Di Filipi ada tiga pertobatan yang terjadi
        1. Penyelamatan seorang pedagang perempuan. Kis 16:13-15
        2. Penyelamatan seorang hamba perempuan. Kis 16:16-18
        3. Penyelamatan kepala penjara. Kis 16:19-40
          a. Paulus difitnah. Kis 16:19-21
          b. Paulus didera. Kis 16:22-24
          c. Paulus menyanyi. Kis 16:25
          d. Paulus jurubicara. Kis 16:26-28
          e. Paulus pemenang jiwa. Kis 16:29-34
          f. Paulus warganegara Roma. Kis 16:35-40

      D. Berhenti ke empat di Tesalonika. Kis 17:1-9
        1. Paulus bekerja tidak mengenal lelah. 2 Tes 3:7-10
        2. Paulus bersaksi tidak mengelah lelah. Kis 17:2-5

      E. Berhenti ke lima di Berea. Kis 17:10-14

      F. Berhenti ke enam di Atena. Kis 17:15-34
        1. Paulus sangat sedih hatinya, melihat kota ini penuh dengan patung-patung. Kis 17:16-17
        2. Para pendengar khotbahnya. Kis 17:22
        3. Kata pengantar khotbahnya. Kis 17:22
        4. Naskah khotbahnya. Kis 17:23-31
        5. Maksud dari khotbahnya. Kis 17:24-31
          a. Allah adalah pencipta. Kis 17:24-26,28-29
          b. Allah ingin menyelamatkan semua bangsa. Kis 17:27,30
          (1) Supaya mereka mencari Dia. Kis 17:27
          (2) Supaya mereka bertobat. Kis 17:30
          c. Mengenai masa depan Allah akan menghakimi. Kis 17:31
        6. Reaksi terhadap khotbahnya Kis 17:32
          a. Ada yang mengejek. Kis 17:32-34
          b. Ada yang tertambat. Kis 17:32
          c. Ada yang percaya. Kis 17:34

      G. Berhenti ketujuh di Korintus. Kis 18:1-18
      Ia datang bukan dengan akal budi, tetapi dengan kuasa Roh Kudus. 1 Kor 2:1-4
        1. Sahabat-sahabat Paulus ada di kota ini. Kis 18:1-5
          a. Tukang kemah. Kis 18:1-4
          b. Anggota misi. Kis 18:5
        2. Lawan Paulus ada di kota ini. Kis 18:5-6,12-17
          a. Ciri-ciri mereka. Kis 18:5
          b. Penghinaan mereka. Kis 18:6
          c. Pemberontakan mereka. Kis 18:12-15
            (1) Ironinya usaha mereka. Kis 18:16
            (2) Pengejekan. Kis 18:17
        3. Buah-buah Paulus di kota ini. Kis 18:8,11
        4. Bapa Sorgawi Paulus di kota ini. Kis 18:19-21

      H. Berhenti ke delapan di Efesus. Kis 18:10-21
        1. Priskila dan Akwila menyertai dia. Kis 18:18
        2. Mereka minta Paulus tinggal di situ, tetapi Paulus melanjutkan perjalanannya. Kis 18:20-21

      I. Berhenti terakhir kembali ke Antiokia.



    VI. Perjalanan Misi ke tiga.
    Kis 18:23-21:24

      A. Berhenti pertama di Asia Kecil. Kis 18:24-19:40
      Paulus mengunjungi kembali Gereja-gereja dengan mengajar mereka.

      B. Berhenti ke dua di Efesus. Kis 18:24
        1. Pendahulu Paulus. Kis 18:24
          a. Pengajaran Apolos. Kis 18:25
          b. Guru Apolos. Kis 18:26
        2. Buah-buah Paulus di Efesus Kis 19:1-41
          a. Murid Yohanes Kis 19:1-7
          b. Lamanya berada di Tiranus Kis 19:8-10
          c. Membagikan kain yang sudah didoakan Kis 19:11-12
          d. Peristiwa Skewa Kis 19:13-17
          e. Pengabdian orang orang percaya Kis 19:18-20
          f. Keputusan Paulus
          g. Pembela-pembela, Diana / Artemis. Kis 19:23-40
            (1) Fitnah Demitrius. Kis 19:23-28
            (2) Kegilaan orang banyak. Kis 19:29-34
            (3) Logika pegawai kota. Kis 19:35-41
            (a) Satu : Sifat Ilahi patung. Kis 19:35-36
            (b) Dua : Kejujuran lawan. Kis 19: 37
            (c) Tiga : Sahnya persoalan. Kis 38-39
            (d) Empat: Kemungkinan dituduh mengadakan huru-hara. Kis 19:40
        3. Tindak lanjut Paulus di Efesus
          a. Sementara di Efesus, Paulus menerima berita yang mengganggu. 1 Kor 1:11
          b. Dia menulis surat 1 Korintus dari Efesus.
          c. Ia pernah menerima surat yang mungkin hilang di gereja ini. 1 Kor 5:9
          d. Paulus mempercepat perjalanannya ke Korintus. 2 Kor 2:1; 12:4; 13:1-2.
          e. Sesudah kembali, ia menulis surat 2 Korintus dari Efesus .

      C. Berhenti ke tiga di Gerika. Kis 20:1-5
        1. Sesudah tinggal tiga bulan, ia melarikan diri dari komplotan orang Yahudi yang akan membunuh dia.
        2. Paulus menulis Kitab Roma dari Gerika.

      D. Berhenti ke.empat di Troas. Kis 20:6-12
        1. Khotbah tengah malam. Kis 20:7
        2. Kecelakaan di pagi buta. Kis 20:8-9
        3. Bangun kembali oleh mujizat. Kis 20:10-12

      E. Berhenti ke lima di Miletus. Kis 20:13-38
        1. Tinjauan masa lalu. Kis 20:31
          a. Tugas sebagai hamba Tuhan. Kis 20:19
          b. Tugas sebagai guru. Kis 20:20,27
          c. Tugas sebagai pemberi Injil. Kis 20:21,26
          d. Tugas sebagai teladan. Kis 20:33-35
        2. Pandangan mengenai saat ini
          a. Ringkasan situasinya. Kis 20:22-23,25
          b. Ringkasan situasi mereka. Kis 20:28,32
            (1) Apa yang harus mereka kerjakan. Kis 20:28
            (2) Bagaimana mereka dapat bekerja Kis 20:32
        3. Peninjauan masa depan
          a. Hasrat apa yang ada. Kis 20:24
          b. Apa bahayanya. Kis 20:29-30

      F. Berhenti ke enam di Tire. Kis 21:1-6
        1. Berita Injil dari Roh Kudus. Kis 21:4
        2. Persekutuan di pantai. Kis 21:5-6

      G. Berhenti ke tujuh di Ptolemais. Kis 21:7

      H. Berhenti ke delapan di Kaisarea. Kis 12:8-14
        1. Prajurit Allah. Kis 21:8
        2. Wanita dari Allah. Kis 21:9
        3. Peringatan dari Allah. Kis 21:10-11
        4. Kemauan dari Allah. Kis 21:12-14



    VII. Penangkapan Paulus di Yerusalem.
    Kis 21:15-23:32

      A. Desas-desus tentang perlawanan. Kis 21:18-22,27-30
        1. Dituduh mencela hukum Musa. Kis 21:18-21
        2. Menajiskan Bait Allah. Kis 21:27-30

      B. Reaksi Paulus. Kis 21:23-26

      C. Penyelamatan Paulus. Kis 21:30-32

      D. Jawaban Paulus. Kis 21:33-23:10
        1. Jawaban kepada Kapten kepala
          a. Percakapan pertama Kis 21:33-39
            (1) Kebingungan Kapten Kis 21:38
            (2) Koreksi dari rasul Kis 21:39
          b. Percakapan kedua. Kis 22:24-30
            (1) Perintah Kapten. Kis 22:24-25
            (2) Perhatian Kapten. Kis 22:28-29
        2. Jawaban kepada orang-orang Yahudi Kis 21:40; 22:23
          a. Pidato. Kis 22:1-21
            (1) Pertobatannya. Kis 22:1-16
            (2) Panggilannya. Kis 22:17-18,21
          b. Jeritan. Kis 22:22-23
        3. Jawaban kepada Sanhedrin Kis 23:1-10
          a. Ia ditampar. Kis 23:1-2
          b. Allah akan menampar mereka. Kis 23:3
          c. Penyesalan. Kis 23:4-5
          d. Diambil dari tengah massa

      E. Wahyu kepada Paulus Kis 23:11

      F. Pembalasan dendam dan perlawanan Kis 23:12-15

      G. Sanak famili Paulus Kis 23:16-22

      H. Paulus dipindahkan Kis 23:23-24
        1. Para prajurit. Kis 23:23-24
        2. Salam. Kis 23:25-32


    VIII. Hukuman penjara di Kaisarea.
    Kis 23:33-26:32

      A. Paulus di hadapan Feliks. Kis 23:33-24:27
        1. Dakwaan dari Tertulus. Kis 24:1-9
          a. Pemberontakan politik. Kis 24:5
          b. Dituduh menghujat agama. Kis 24:5
          c. Penajisan rumah ibadat. Kis 24:6
        2. Jawaban Paulus. Kis 24:10-21
          a. Mengenai tuntutan yang pertama dan ketiga. Kis 24:11-13
          b. Mengenai tuntutan yang kedua. Kis 24:14-16,20-21
        3. Pemikiran Feliks. Kis 24:22

      B. Paulus di hadapan Festus Kis 25:1-12
        1. Perjalanan. Kis 25:1-6
        2. Penyiksa Kis 25:7
        3. Yang disiksa. Kis 25:8
        4. Pengkhianatan Kis 25:9
        5. Naik banding Kis 25:10-12

      C. Paulus di hadapan Agripa Kis 25:13-26:32
        1. Meringkaskan
          a. Kegiatannya sebagai orang beragama Kis 26:2-5,9-11
          b. Kegiatannya sebagai orang yang ditebus
            (1) Pertobatannya. Kis 26:15
            (2) Panggilannya. Kis 26:16-18
            (3) Pengabdiannya. Kis 26:19
            (4) Perselisihannya. Kis 26:21
            (5) Ketetapannya. Kis 26:22-23
        2. Pemenang jiwa Kis 26:24-32
          a. Paulus dan Festus. Kis 26:24-25
          b. Paulus dan Agripa Kis 26:26-32

        Paulus menulis Ibrani dari Kaisarea.


    IX. Pelayarannya ke Roma.
    Kis 27:1-28:15

      A. Tahap 1: Dari Kaisarea ke Pelabuhan Indah. Kis 27:1-2
        1. Kebaikan Yulius kepada Paulus. Kis 27:1,3
        2. Perhatian Paulus kepada Yulius. Kis 27:9-11

      B. Tahap 2: Dari Pelabuhan Indah ke Melita. Kis 27:13-14
        1. Badai yang menakutkan. Kis 27:14-20
        2. Orang-orang kudus yang gembira Kis 27:21-26,33-37
          a. Aspek nubuat. Kis 27:23-25
            (1) "Kamu akan selamat". Kis 27:22
            (2) Kecuali kapal ini. Kis 27:22
            (3) Namun kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau. Kis 27:26
          b. Aspek praktis. Paulus memecahkan roti untuk 276 jiwa. Kis 27:33-37.
          c. Aspek politik. Kis 27:39-44

      C. Tahap 3: di Melita. Kis 28:1-10
        1. Paulus dan rakyat Kis 28:1-6
          a. Pendapat pertama, mereka mengira Paulus pembunuh. Kis 28:2-4
          b. Akhirnya Paulus disebut dewa. Kis 28:5,7
        2. Paulus dan Publius Kis 28:7-10
          a. Penyembuhan Ayahnya. Kis 28:8
          b. Penyembuhan sahabatnya. Kis 28:9

      D. Tahap 4: Dari Melita ke Roma Kis 28:11-15



    X. Pertama dipenjara di Roma.
    Kis 28:11-15

      A. Dua kali pertemuan di mana Injil diberitakan kepada orang-orang Yahudi di Roma. Kis 28:17-29
        1. Pertemuan pertama. Kis 28:17-22
          a. Tinjauan Rasul. Kis 28:17-20
          b. Reaksi para hadirin. Kis 28:21-22
        2. Pertemuan ke dua. Kis 28:23-29
          a. Khotbah yang terperinci tentang Allah Kis 28:23-24
          b. Melakukan Injil Allah Kis 28:25-26
          c. Mengembangkan keselamatan dari Allah Kis 28:28

      B. Dua tahun, selama Injil diberitakan kepada semua orang. Kis 28:30-31


    XI. Pembebasannya.

      * Kemegahan dalam Kristus semakin bertumbuh Fil 1:26
      * Tetapi dalam Tuhan aku percaya, bahwa aku sendiripun akan segera kembali. Fil 2:24
      * Karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu. Filemon 22.



    XII. Perjalanan Misi terakhir.

      A. Di Efesus. 1 Tim 1:3;3:14-15
      Paulus meninggalkan Timotius untuk menggembalakan sidang di Efesus.

      B. Di Makedonia. 1 Tim 1:3
      Paulus menulis surat l Timotius dari Makedonia.

      C. Mungkin di Spanyol, seperti ia jelaskan dalam surat Roma 15:24-28.

      D. Paulus meninggalkan Titus untuk menjadi penilik jemaat di Krete.

      E. Di Korintus. 2 Tim 4:20
        1. Paulus meninggalkan Erastus.
        2. Paulus menulis Surat Titus.

      F. Dia meninggalkan Trophinus yang sakit di Miletus. 2 Tim 4:20

      G. Di Troas 2 Tim 4: 13
      Jika engkau ke mari bawa juga jubahku yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu.

      H. Di Nikopolis. Tit 3:12
      Paulus merencanakan tinggal selama musim dingin.



    XIII. Terakhir dipenjarakan di Roma.

      A. Dia menulis 2 Timotius.

      B. Dia ditinggalkan banyak sahabatnya 2 Tim 1:15; 4:10

      C. Hal ini terjadi pada waktu pemeriksaan pertama. 2 Tim 4:16

      D. Hanya Onesiphorus, keluarganya dan Lukas yang tetap setia 2 Tim 1:16; 4:11

      E. Permintaan Paulus; agar Timotius segera datang kepadanya sebelum musim dingin. 2 Tim 4:19,21

      F. Apabila ia datang, agar membawa Yohanes Markus, juga mantel dan buku-buku. 2 Tim 4:13



XIV. Kematiannya sebagai martir buat Kristus.
2 Tim 4:6-8.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: PAULUS
PostPosted: Fri Jan 22, 2010 7:46 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6035
Apakah Paulus Masih Terikat Taurat karena Beribadah di Hari Sabat dan Hari Raya Yahudi?


Klaim :
Quote:
Paulus masih mentaati dan mengajarkan sabat dan hari2 raya menurut alkitab:

Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci (Kisah Para Rasul 17:2). Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta (1 korintus 16:8).

Tanggapan :

1. Apakah Paulus Beribadah di Hari Sabat?


* Kisah 17:1-4
17:1 Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi.
17:2 Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.
17:3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu."
17:4 Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka.


Bandingkan apa yang dilakukan Paulus di hari sabat ini dengan yang pernah dilakukan Yesus, silahkan baca di artikel: PADA HARI APA BIASANYA YESUS BERIBADAH?, di sabat-vt311.html#p15090

Selanjutnya mari kita cek ayatnya :

* Kisah 17:2
LAI TB, Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.
KJV, And Paul, as his manner was, went in unto them, and three sabbath days reasoned with them out of the scriptures,
TR, κατα δε το ειωθος τω παυλω εισηλθεν προς αυτους και επι σαββατα τρια διελεγετο αυτοις απο των γραφων
Translit, kata {menurut} de {maka} to eiôthos {menjadi kebiasaan} tô paulô {bagi paulus} eisêlthen {ia pergi} pros {kepada} autous {mereka} kai {lalu} epi {pada} sabbata {sabat-sabat} tria {tiga} dielegeto {berdiskusi} autois {dengan mereka} apo {bagian2 dari} tôn graphôn {alkitab}

Kata "seperti biasa" Kisah 17:2 diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia dari kata Yunani ειωθα-eiôtha, ayat di atas menulis ειωθος - eiôthos sesuai dengan kaidah tata bahasa Yunani yaitu ditulis dalam bentuk verb - second perfect active passive - accusative singular neuter. Kata yang sama persis digunakan dalam Lukas 4:16 yang juga diklaim oleh beberapa orang bahwa 'Yesus beribadah pada hari sabat'.

Frasa "Seperti biasa", ungkapan ini menunjukkan bahwa setiap kali Paulus berada di suatu kota yang ada rumah ibadatnya (Sinagoga). Paulus selalu pergi ke rumah ibadat itu, dihubungkan dengan ayat pertama pasal ini membawa kepada pengertian "Paulus biasanya mengunjungi rumah ibadat orang Yahudi, dan kali ini pun dia pergi ke rumah ibadat di Tesalobika itu".

Frasa "Tiga hari Sabat berturut-turut", ini berarti bahwa Paulus datang ke rumah ibadat itu pada hari sabat, tiga minggu berturut-turut. Seperti dejelaskan pada Kisah 1:12, hari sabat merupakan hari ke-tujuh menurut kalender orang Yahudi. Hari itu merupakan hari istirahat dan orang yahudi tidak boleh bekerja pada hari itu. Sebab itu mereka punya waktu untuk berkumpul dan beribadah bersama. Paulus menggunakan moment ini untuk mengabarkan Injil.

Frasa "ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci", dalam metode penginjilannya, Paulus menggunakan jalur dengan berdiskusi dengan orang-orang Yahudi yang belium menjadi Kristen yang hadir di rumah ibadat itu, yaitu dengan mengadakan pembicaraan, saling mengeluarkan pendapat masing-masing. Paulus menggunakan ayat-ayat Kitab Suci dan menjelaskan artinya yang berkaitan dengan penggenapannya dalam Yesus Kristus (seperti dijelaskan pada ayat 3-4)

Kembali ke frasa "Seperti biasa": Kebiasaan bukanlah kewajiban atau keharusan. Kebiasaan adalah sesuatu yang biasa -- tetapi tidak wajib -- dikerjakan, suatu pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu dan yang dilakukannya secara berulang untuk hal yang sama. (Baca artikel: PADA HARI APA BIASANYA YESUS BERIBADAH?, di sabat-vt311.html#p15090 )

Adapun catatan-catatan kisah tentang Paulus di hari sabat (Kisah 13:14 , Kisah 13:42, Kisah 16:13, Kisah 17:2) bukan dalam konteks Paulus beribadah bersama dengan jemaat kristiani, melainkan justru dalam konteks mewartakan Injil kepada jemaat Yahudi yang belum menjadi Kristen.
Jadi, wajar saja Paulus berdiskusi dan mengajar umat Yahudi di hari sabat, karena di hari itu orang-orang Yahudi banyak hadir di sinagoga-sinagoga. Dan juga karena umat Yahudi itu masih belum menjadi umat Kristiani yang beribadah pada hari Minggu (Kisah 20:7). Pada masa itu, ada diantara orang-orang Yahudi tsb tertarik pada ajaran Paulus tetapi diantaranya masih belum mengikuti kebiasaan Kristiani sehingga meminta diajarkan di hari Sabtu (masih mengikuti kebiasaan Yahudi, bandingkan Kisah 13:42)


Klaim :
Quote:
Bukannya hanya mentaati Paulus juga mengajarkan kepada kita untuk mentaati hari sabat/hari ketujuh silahkan simak ibrani 4:9-13:

Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya. Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Tanggapan :

Baiklah kita kaji bersama beberapa ayat itu menurut arti lexicon bahasa Aslinya, terjemahan secara STATIC kata-per-kata, seperti sajian terjemahan KING JAMES VERSION (KJV), bukan terjemahan yang mengandung "tafsir":

* Ibrani 4:9
LAI TB, Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.

Naskah-naskah bahasa asli Yunani :
Bizantine text, αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεου
Tischendorf Text, αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεου
Wescott & Hort (TW) αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεου
Textus Receptus (TR), αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεου
Translit, ara apoleipetai sabbatismos tô laô tou theou

Ibrani 4:9 dalam bahasa asli Yunani tidak menulis "hari perhentian" atau "hari ketujuh", bandingkan dengan terjemahan KJV di bawah ini.

KJV : There remaineth therefore a rest to the people of God.

Kita cek kata-per-kata :

Translit. interlinear, ara {oleh karena itu} apoleipetai {ia disisakan} sabbatismos {perhentian} tô laô {bagi umat} tou theou {Allah}

Tidak ada kata "hari" dalam text bahasa aslinya, entah mengapa terjemahan LAI menambah kata "hari". Ayat di atas sama sekali tidak menyebutkan bahwa "hari Sabat bagi umat Allah" melainkan "perhentian bagi umat Allah", bahkan tidak ada kata "hari" (Yunani 'ημερα - hêmera') di sana.


Tidak semua kata Sabat bermakna/ dimaknakan "hari Sabtu" :

Kata 'σαββατισμος - sabbatismos', "perhentian" mirip dengan bentukan kata dengan imbuhan pe- dan -an dalam bahasa Indonesia misalnya 'hagiasmos', "pengudusan" (Roma 6:19) dari kata 'hagiazô', "menguduskan"; 'hagnismos', "pentahiran" (Kisah Para Rasul 21:26) dari kata 'hagnizô', "mentahirkan"; 'aspasmos', "penghormatan" dari kata 'aspazomai', "memberi salam"; 'baptismos', "pembaptisan" (Ibrani 6:2) dari kata 'baptizô', "membaptiskan"; dan lain-lain. Kata ]Sabat sendiri bukanlah kata Yunani melainkan berasal dari kata Ibrani שבת syin-bet-tav, 'syabat', arti harfiahnya adalah "beristirahat", "berhenti".

Maka, kata 'sabbatismos' sama sekali bukan hari Sabat, bukan pula hari Sabtu.


Lanjutan ayat :


* Ibrani 4:10
LAI TB, Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.
KJV, For he that is entered into his rest, he also hath ceased from his own works, as God did from his.

TR , ο γαρ εισελθων εις την καταπαυσιν αυτου και αυτος κατεπαυσεν απο των εργων αυτου ωσπερ απο των ιδιων ο θεος
Translit, ho gar eiselthôn eis tên katapausin autou kai autos katepausen apo tôn ergôn autou hôsper apo tôn idiôn ho theos


Bandingkan dengan terjemahan The Orthodox Jewish Brit Chadasha (ORTHJBC) dibawah ini :

"For whoever has entered into the menukhah of Hashem has also rested from his ma'asim, just as Hashem rested from his."


Kita cek kata-per-kata :

Translit Interlinear : ho {yang} gar {karena} eiselthôn {masuk} eis {ke dalam} tên katapausin {perhentian} autou {-Nya} kai {dan} autos {ia} katepausen {berhenti} apo {dari} tôn ergôn {pekerjaan} autou {-Nya} hôsper {sama seperti} apo {dari} tôn idiôn {-Nya sendiri} ho theos {Allah itu}"


Perhatikan kata 'ωσπερ - hôsper' alias "sama seperti". Apakah kata ini berhubungan dengan hari Sabat, atau bermakna berhenti dari pekerjaan?

Hari ketujuh adalah Sabtu, hari Sabtu adalah Sabat, tetapi Sabat bukan hanya hari Sabtu.


-----


Mari kita kaji teliti lagi, apakah "perhentian" yang dimaksud itu adalah hari Sabtu atau bahkan punya makna khusus?


* Ibrani 4:11
LAI TB, Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam 'perhentian' itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.
KJV, Let us labour therefore to enter into that rest, lest any man fall after the same example of unbelief.

TR, σπουδασωμεν ουν εισελθειν εις εκεινην την καταπαυσιν ινα μη εν τω αυτω τις υποδειγματι πεση της απειθειας
Translit, spoudasômen oun eiselthein eis ekeinên tên katapausin hina mê en tô autô tis hupodeigmati pesê tês apeitheias
Interlinear, spoudasômen {kita berusaha} oun {oleh karena itu} eiselthein {masuk} eis {ke dalam} ekeinên {itu} tên katapausin {perhentian} hina {supaya} mê {tidak} en {di dalam} tô autô {-nya} tis {seseorang} hupodeigmati {contoh} pesê {ia jatuh} tês apeitheias {dari ketidaktaatan, ketidakpercayaan}


Tentu ayat di Ibrani 4:11 tidak bisa ditafsirkan/diterjemahkan bebas begini, "Karena itu baiklah kita memelihara hari Sabtu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga."

Perhatikan bahwa kata "perhentian" dalam Ibrani 4:11 bukanlah 'sabbatismos' tetapi 'katapausis' yang biasanya digunakan untuk "tempat" dan bukan "hari".


Bandingkan dengan ayat ini :


* Kisah Para Rasul 7:49
LAI TB, Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikian firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi 'perhentian'-Ku?
KJV, Heaven is my throne, and earth is my footstool: what house will ye build me? saith the Lord: or what is the place of my rest?

TR, ο ουρανος μοι θρονος η δε γη υποποδιον των ποδων μου ποιον οικον οικοδομησετε μοι λεγει κυριος η τις τοπος της καταπαυσεως μου
Translit, ho ouranos moi thronos hê de gê upopodion tôn podôn mou poion oikon oikodomêsete moi legei kurios ê tis topos tês katapauseôs mou
Interlinear, ho ouranos {langit} moi {-Ku} thronos {takhta} hê de {dan} gê {bumi} upopodion {tumpuan} tôn podôn {kaki} mou {-Ku} poion {apakah} oikon {rumah} oikodomêsete {kalian akan membangun} moi {bagi-Ku} legei {firman} kurios {Tuhan} ê {atau} tis {apakah} topos {tempat} tês katapauseôs {perhentian} mou {-Ku}


-----


Ibrani 4:1-13 adalah nasehat untuk masuk ke dalam perhentian, bukan tentang menguduskan hari Sabtu. Memasuki perhentian berarti beristirahat dari jerih-lelah manusia sendiri, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan penciptaan pada hari ketujuh. Karena itu dalam kesempurnaannya, tujuan seperti itu sebenarnya adalah sesuatu yang berada di luar hidup ini. Namun mereka yang mendapat keselamatan dan hidup baru di dalam Kristus sungguh sudah mulai mengalami hal itu, kini dan di sini.

Umat Kristiani perlu untuk rajin dan sungguh-sungguh berusaha masuk kepada perhentian, jangan sampai seorang pun jatuh di jalan, dan menjadi seperti orang Israel di padang gurun, yaitu menjadi contoh lain yang sama dengan ketidaktaatan yang tak percaya.


* Matius 11:28-29,
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan."



Mereka yang sudah mengambil langkah yang menentukan dan menjadi orang percaya secara Kristiani, sedang memasuki perhentian. Mereka sudah mulai menikmati suatu berkat, yang masih juga akan disempurnakan. Memiliki perhentian itu memang mencakup keduanya, sekarang sudah, namun belum sempurna.

Perhentian yang dijanjikan Allah tidak hanya untuk di dunia ini, tetapi juga di surga (Ibrani 4:7-8; 13:14). Bagi orang-orang percaya, masih ada perhentian abadi di surga (Yohanes 14:1-3; Ibrani 11:10,16). Memasuki perhentian yang terakhir ini berarti berhenti bekerja, menderita, dan dianiaya seperti biasa dialami dalam kehidupan kita di bumi ini (Wahyu 14:13), mengambil bagian dalam perhentian Allah sendiri, dan mengalami sukacita, kesenangan, kasih, dan persekutuan dengan Allah dan orang-orang kudus lainnya untuk selama-lamanya.



2. Apakah Paulus Terikat Merayakan Hari Raya Yahudi?

aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta (1 korintus 16:8)

Ayat di atas bukan sebagai penunjuk bahwa Paulus masih terikat pada perayaan hari-hari raya yahudi. Secara konteks ayat di atas sebagai penunjuk masa.
Silahkan baca lebih lengkap:

* 1 Korintus 16:5-9
16:5 Aku akan datang kepadamu, sesudah aku melintasi Makedonia, sebab aku akan melintasi Makedonia.
16:6 Dan di Korintus mungkin aku akan tinggal beberapa lamanya dengan kamu atau mungkin aku akan tinggal selama musim dingin, sehingga kamu dapat menolong aku untuk melanjutkan perjalananku.
16:7 Sebab sekarang aku tidak mau melihat kamu hanya sepintas lalu saja. Aku harap dapat tinggal agak lama dengan kamu, jika diperkenankan Tuhan.
16:8 Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta,
16:9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.

Ada 2 alasan mengapa Paulus tinggal lebih lama di antara orang-orang di Efesus sampai hari raya Pentakosta :

Pertama, "banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting". Kedua , :" ada banyak penentang " (ayat 9).
Paulus akan memiliki kesempatan besar untuk memberitakan Injil karena banyak orang yang suka mendengar kabar baik itu. Tetapi disamping itu, ada banyak juga orang-orang yang mnentangnya di kota itu. Karena keadaan itu, Paulus didesak untuk semakin giat dalam pekerjaan besar, yaitu memberitakan Injil Kristus dan juga untuk meneguhkan jemaat di situ. Paulus tetap berdiri teguh emskipun banyak penentangnya. Ia tetap berusaha memperoleh banyak kesempatan mengabarkan Injil meski ada banyak pula perlawanan-perlawanan, sebab Paulus konsisten bahwa dirinya adalah laskar bagi Kristus untuk memperlebar Kerajaan Allah dengan datangnya jiwa-jiwa baru datang kepada Kristus. Jelas sekali bahwa tujuan utamanya bukan untuk merayakan hari raya Yahudi, tetapi untuk memberitakan Injil!

Selanjutmya, mari kita pahami ayatnya secara detil dalam bahasa asli Yunani, sbb :

* 1 korintus 16:8
LAI TB, aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta
KJV, But I will tarry at Ephesus until Pentecost. 1TR, επιμενω δε εν εφεσω εως της πεντηκοστης
Translit interlinear, epimenô {aku akan tinggal} de {tetapi} en {di} ephesô {efesus} heôs {sampai} tês pentêkostês {(hari) pentakosta}

Cermati kata Yunani εως - "heôs", , yang merujuk kepada "batasan waktu". Berdasarkan penjelasan sebelumnya, cukup jelas bahwa frasa "heôs tês pentêkostês" adalah sebuah keterangan untuk penunjukkan waktu.

Sebaliknya, jikalau ayat tersebut diartikan bahwa Paulus masih mengikatkan diri pada hari-hari raya Yahudi, maka hal tersebut bakal bentrok dengan ayat ini :


* Kolose 2:16-17
LAI TB 2:16 "Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
KJV, Let no man therefore judge you in meat, or in drink, or in respect of an holyday, or of the new moon, or of the sabbath days:
TR, μη ουν τις υμας κρινετω εν βρωσει η εν ποσει η εν μερει εορτης η νουμηνιας η σαββατων
Translit interlinear, mê {janganlah} oun {oleh karena itu} tis {ada orang} humas {kalian} krinetô {ia menghakimi/ ia mengkritik} en {dalam} brôsei {hal makan} ê {atau} en {dalam} posei {hal minum} ê {atau} en {mengenai} merei {bagian} heortês {hari raya} ê {atau} noumênias {(perayaan) bulan baru} ê {atau} sabbatôn {sabat-sabat}"

LAI TB 2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.
KJV, Which are a shadow of things to come; but the body is of Christ.
TR, α εστιν σκια των μελλοντων το δε σωμα του χριστου
Translit interlinear, ha {(hal-hal) yang} estin {adalah} skia {bayang2} tôn {(dari hal-hal yang)} mellontôn {yang akan datang} to de {tetapi} sôma {kenyataan (adalah)} khristou {Kristus}


HARI RAYA, BULAN dan SABAT TELAH BERHENTI UNTUK MENGIKAT ORANG KRISTEN (Kolose 2:16) dan sulit masuk akal untuk menyarankan bahwa bayangan-bayangan ini akan dikembalikan lagi.

Berdasarkan kemenangan Kristus atas segala musuh rohani, maka tidak ada tempatnya apabila orang menjatuhkan hukuman atas dasar soal makanan dan minuman atau mengenai hari-hari raya. Dalam hubungan ini Paulus menunjuk kepada setiap faham yang menggantungkan keselamatan pada ketaatan agamawi yang ditunjukkan dengan ketaatan dalam menghormati peraturan makanan atau ketatnya mentaati peraturan-peraturan hari suci.

Orang Yahudi bersalah dalam hal ini dan biasanya pendekatan-pendekatan semacam ini seringkali dilakukan oleh guru-guru palsu. Paulus memakai bayangan dan wujudnya sebagai gambaran dari hubungan agama ritual dan Yesus Kristus. Lambang atau kiasan apapun yang dipakai semuanya bukanlah realitas.

Kita kaji lebih dalam ayat diatas, selain makanan dan minuman, ada tiga hal lainnya yang ditulis oleh Paulus:

[1] "hari raya", 'merei heortês', yaitu hari-hari raya orang Yahudi yang terdiri atas:

a. Pesakh, hari raya Paskah
b. Khag Hamatsah, hari raya roti tidak beragi
c. Sfirat haomer, hari raya buah sulung
d. Syavuot, hari raya Pentakosta
e. Rosy hasyanah, hari raya sangkakala
f. Yom kippur, hari raya pendamaian
g. Sukot, hari raya tabernakel

Hari pertama dari hari raya tersebut merupakan 'sabat' diperlakukan seperti Sabtu hari ketujuh.


[2] "bulan baru", 'noumênias' yang merupakan kewajiban orang Yahudi mempersembahkan korban bakaran.


* Bilangan 28:11
LAI TB, Pada bulan barumu haruslah kamu mempersembahkan sebagai korban bakaran kepada TUHAN: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan, tujuh ekor domba berumur setahun yang tidak bercela,
KJV, And in the beginnings of your months ye shall offer a burnt offering unto the LORD; two young bullocks, and one ram, seven lambs of the first year without spot;
Hebrew,
וּבְרָאשֵׁי חָדְשֵׁיכֶם תַּקְרִיבוּ עֹלָה לַיהוָה פָּרִים בְּנֵֽי־בָקָר שְׁנַיִם וְאַיִל אֶחָד כְּבָשִׂים בְּנֵי־שָׁנָה שִׁבְעָה תְּמִימִֽם׃
Translit. Interlinear, UVERA'SYEY {dan pada permulaan} KHADSYEYKHEM {bulan-bulan kalian} TAQRIVU {kalian harus mempersembahkan} 'OLAH {korban bakaran} LAYEHOVAH {kepada TUHAN} PARIM {lembu-lembu jantan} BENEY-VAQAR {umur muda} SYENAYIM {dua} VE'AYIL {dan domba jantan} 'EKHAD {satu} KEVASIM {domba-domba kecil} BENÊY-SYANAH {umur setahun} SYIV'ÂH {tujuh} TEMIMIM {tanpa cacat}


[3] "hari sabat", 'sabbatôn', Sabtu hari ketujuh yang merupakan sabat mingguan, termasuk juga tahun sabat.

Kata 'sabbatôn' yang dimaksud bukanlah sabat tahunan, hari pertama dari hari raya Yahudi karena hari-hari raya ini sudah termasuk pada point [1] di atas, kata ini jelas merujuk kepada Sabtu hari ketujuh yang merupakan Sabat Yahudi.

Ketiga hal inilah yang senantiasa diusahakan oleh kalangan Yahudi-Kristen agar diterapkan di kalangan Kristen non-Yahudi. Dan Paulus seringkali mengkritisinya bahkan menyebut mereka adalah 'anjing-anjing' (Reff : KEBENARAN SEJATI, Filipi 3:1-21 di kebenaran-sejati-filipi-3-1-21-vt1621.html#p6219 ).



Blessings,
BP
January 22, 2010



Blessings,
BP
January 22, 2010


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 6 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman