Apakah Paulus Masih Terikat Taurat karena Beribadah di Hari Sabat dan Hari Raya Yahudi?Klaim :Quote:
Paulus masih mentaati dan mengajarkan sabat dan hari2 raya menurut alkitab:
Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci (Kisah Para Rasul 17:2). Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta (1 korintus 16:8).
Tanggapan :1. Apakah Paulus Beribadah di Hari Sabat?* Kisah 17:1-4
17:1 Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi.
17:2 Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.
17:3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu."
17:4 Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka.Bandingkan apa yang dilakukan Paulus di hari sabat ini dengan yang pernah dilakukan Yesus, silahkan baca di artikel: PADA HARI APA BIASANYA YESUS BERIBADAH?, di
sabat-vt311.html#p15090Selanjutnya mari kita cek ayatnya :
* Kisah 17:2
LAI TB,
Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.
KJV,
And Paul, as his manner was, went in unto them, and three sabbath days reasoned with them out of the scriptures,
TR,
κατα δε το ειωθος τω παυλω εισηλθεν προς αυτους και επι σαββατα τρια διελεγετο αυτοις απο των γραφων
Translit,
kata {menurut} de {maka} to eiôthos {menjadi kebiasaan} tô paulô {bagi paulus} eisêlthen {ia pergi} pros {kepada} autous {mereka} kai {lalu} epi {pada} sabbata {sabat-sabat} tria {tiga} dielegeto {berdiskusi} autois {dengan mereka} apo {bagian2 dari} tôn graphôn {alkitab}Kata "seperti biasa" Kisah 17:2 diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia dari kata Yunani
ειωθα-eiôtha, ayat di atas menulis
ειωθος - eiôthos sesuai dengan kaidah tata bahasa Yunani yaitu ditulis dalam bentuk
verb - second perfect active passive - accusative singular neuter. Kata yang sama persis digunakan dalam Lukas 4:16 yang juga diklaim oleh beberapa orang bahwa 'Yesus beribadah pada hari sabat'.
Frasa "
Seperti biasa", ungkapan ini menunjukkan bahwa setiap kali Paulus berada di suatu kota yang ada rumah ibadatnya (Sinagoga). Paulus selalu pergi ke rumah ibadat itu, dihubungkan dengan ayat pertama pasal ini membawa kepada pengertian "Paulus biasanya mengunjungi rumah ibadat orang Yahudi, dan kali ini pun dia pergi ke rumah ibadat di Tesalobika itu".
Frasa "
Tiga hari Sabat berturut-turut", ini berarti bahwa Paulus datang ke rumah ibadat itu pada hari sabat, tiga minggu berturut-turut. Seperti dejelaskan pada Kisah 1:12, hari sabat merupakan hari ke-tujuh menurut kalender orang Yahudi. Hari itu merupakan hari istirahat dan orang yahudi tidak boleh bekerja pada hari itu. Sebab itu mereka punya waktu untuk berkumpul dan beribadah bersama. Paulus menggunakan moment ini untuk mengabarkan Injil.
Frasa "
ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci", dalam metode penginjilannya, Paulus menggunakan jalur dengan berdiskusi dengan orang-orang Yahudi yang belium menjadi Kristen yang hadir di rumah ibadat itu, yaitu dengan mengadakan pembicaraan, saling mengeluarkan pendapat masing-masing. Paulus menggunakan ayat-ayat Kitab Suci dan menjelaskan artinya yang berkaitan dengan penggenapannya dalam Yesus Kristus (seperti dijelaskan pada ayat 3-4)
Kembali ke frasa "
Seperti biasa": Kebiasaan bukanlah kewajiban atau keharusan. Kebiasaan adalah sesuatu yang biasa -- tetapi tidak wajib -- dikerjakan, suatu pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu dan yang dilakukannya secara berulang untuk hal yang sama. (Baca artikel: PADA HARI APA BIASANYA YESUS BERIBADAH?, di
sabat-vt311.html#p15090 )
Adapun catatan-catatan kisah tentang Paulus di hari sabat (Kisah 13:14 , Kisah 13:42, Kisah 16:13, Kisah 17:2)
bukan dalam konteks Paulus beribadah bersama dengan jemaat kristiani, melainkan justru dalam konteks mewartakan Injil kepada jemaat Yahudi yang belum menjadi Kristen.
Jadi, wajar saja Paulus berdiskusi dan mengajar umat Yahudi di hari sabat, karena di hari itu orang-orang Yahudi banyak hadir di sinagoga-sinagoga. Dan juga karena umat Yahudi itu masih belum menjadi umat Kristiani yang beribadah pada hari Minggu (Kisah 20:7). Pada masa itu, ada diantara orang-orang Yahudi tsb tertarik pada ajaran Paulus tetapi diantaranya masih belum mengikuti kebiasaan Kristiani sehingga meminta diajarkan di hari Sabtu (masih mengikuti kebiasaan Yahudi, bandingkan Kisah 13:42)
Klaim :Quote:
Bukannya hanya mentaati Paulus juga mengajarkan kepada kita untuk mentaati hari sabat/hari ketujuh silahkan simak ibrani 4:9-13:
Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya. Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Tanggapan :Baiklah kita kaji bersama beberapa ayat itu menurut arti lexicon bahasa Aslinya, terjemahan secara STATIC kata-per-kata, seperti sajian terjemahan KING JAMES VERSION (KJV), bukan terjemahan yang mengandung "tafsir":
* Ibrani 4:9 LAI TB,
Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.Naskah-naskah bahasa asli Yunani :
Bizantine text,
αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεουTischendorf Text,
αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεουWescott & Hort (TW)
αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεουTextus Receptus (TR),
αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεουTranslit,
ara apoleipetai sabbatismos tô laô tou theouIbrani 4:9 dalam bahasa asli Yunani tidak menulis "hari perhentian" atau "hari ketujuh", bandingkan dengan terjemahan KJV di bawah ini.
KJV :
There remaineth therefore a rest to the people of God. Kita cek kata-per-kata :
Translit. interlinear,
ara {oleh karena itu} apoleipetai {ia disisakan} sabbatismos {perhentian} tô laô {bagi umat} tou theou {Allah}Tidak ada kata "hari" dalam text bahasa aslinya, entah mengapa terjemahan LAI menambah kata "hari". Ayat di atas sama sekali tidak menyebutkan bahwa "hari Sabat bagi umat Allah" melainkan
"perhentian bagi umat Allah", bahkan tidak ada kata "hari" (Yunani
'ημερα - hêmera') di sana.
Tidak semua kata
Sabat bermakna/ dimaknakan "
hari Sabtu" :
Kata
'σαββατισμος - sabbatismos',
"perhentian" mirip dengan bentukan kata dengan imbuhan pe- dan -an dalam bahasa Indonesia misalnya
'hagiasmos', "pengudusan" (Roma 6:19) dari kata
'hagiazô', "menguduskan";
'hagnismos', "pentahiran" (Kisah Para Rasul 21:26) dari kata
'hagnizô', "mentahirkan";
'aspasmos', "penghormatan" dari kata
'aspazomai', "memberi salam";
'baptismos', "pembaptisan" (Ibrani 6:2) dari kata
'baptizô', "membaptiskan"; dan lain-lain. Kata
]Sabat sendiri bukanlah kata Yunani melainkan berasal dari kata Ibrani
שבת syin-bet-tav,
'syabat', arti harfiahnya adalah
"beristirahat", "berhenti".
Maka, kata
'sabbatismos' sama sekali bukan hari Sabat, bukan pula hari Sabtu.
Lanjutan ayat :
* Ibrani 4:10 LAI TB,
Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya. KJV,
For he that is entered into his rest, he also hath ceased from his own works, as God did from his.TR ,
ο γαρ εισελθων εις την καταπαυσιν αυτου και αυτος κατεπαυσεν απο των εργων αυτου ωσπερ απο των ιδιων ο θεοςTranslit,
ho gar eiselthôn eis tên katapausin autou kai autos katepausen apo tôn ergôn autou hôsper apo tôn idiôn ho theosBandingkan dengan terjemahan The Orthodox Jewish Brit Chadasha (ORTHJBC) dibawah ini :
"For whoever has entered into the menukhah of Hashem has also rested from his ma'asim, just as Hashem rested from his."Kita cek kata-per-kata :
Translit Interlinear :
ho {yang} gar {karena} eiselthôn {masuk} eis {ke dalam} tên katapausin {perhentian} autou {-Nya} kai {dan} autos {ia} katepausen {berhenti} apo {dari} tôn ergôn {pekerjaan} autou {-Nya} hôsper {sama seperti} apo {dari} tôn idiôn {-Nya sendiri} ho theos {Allah itu}"Perhatikan kata
'ωσπερ - hôsper' alias
"sama seperti". Apakah kata ini berhubungan dengan hari
Sabat, atau bermakna berhenti dari pekerjaan?
Hari ketujuh adalah Sabtu, hari Sabtu adalah
Sabat, tetapi
Sabat bukan hanya hari Sabtu.
-----
Mari kita kaji teliti lagi, apakah "perhentian" yang dimaksud itu adalah
hari Sabtu atau bahkan punya makna khusus?
* Ibrani 4:11 LAI TB,
Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam 'perhentian' itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.KJV,
Let us labour therefore to enter into that rest, lest any man fall after the same example of unbelief.TR,
σπουδασωμεν ουν εισελθειν εις εκεινην την καταπαυσιν ινα μη εν τω αυτω τις υποδειγματι πεση της απειθειαςTranslit,
spoudasômen oun eiselthein eis ekeinên tên katapausin hina mê en tô autô tis hupodeigmati pesê tês apeitheiasInterlinear,
spoudasômen {kita berusaha} oun {oleh karena itu} eiselthein {masuk} eis {ke dalam} ekeinên {itu} tên katapausin {perhentian} hina {supaya} mê {tidak} en {di dalam} tô autô {-nya} tis {seseorang} hupodeigmati {contoh} pesê {ia jatuh} tês apeitheias {dari ketidaktaatan, ketidakpercayaan}Tentu ayat di Ibrani 4:11 tidak bisa ditafsirkan/diterjemahkan bebas begini,
"Karena itu baiklah kita memelihara hari Sabtu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga."Perhatikan bahwa kata "perhentian" dalam Ibrani 4:11 bukanlah
'sabbatismos' tetapi
'katapausis' yang biasanya digunakan untuk "tempat" dan bukan "hari".
Bandingkan dengan ayat ini :
* Kisah Para Rasul 7:49 LAI TB,
Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikian firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi 'perhentian'-Ku?KJV,
Heaven is my throne, and earth is my footstool: what house will ye build me? saith the Lord: or what is the place of my rest?TR,
ο ουρανος μοι θρονος η δε γη υποποδιον των ποδων μου ποιον οικον οικοδομησετε μοι λεγει κυριος η τις τοπος της καταπαυσεως μουTranslit,
ho ouranos moi thronos hê de gê upopodion tôn podôn mou poion oikon oikodomêsete moi legei kurios ê tis topos tês katapauseôs mouInterlinear,
ho ouranos {langit} moi {-Ku} thronos {takhta} hê de {dan} gê {bumi} upopodion {tumpuan} tôn podôn {kaki} mou {-Ku} poion {apakah} oikon {rumah} oikodomêsete {kalian akan membangun} moi {bagi-Ku} legei {firman} kurios {Tuhan} ê {atau} tis {apakah} topos {tempat} tês katapauseôs {perhentian} mou {-Ku}-----
Ibrani 4:1-13 adalah nasehat untuk masuk ke dalam perhentian, bukan tentang menguduskan hari Sabtu. Memasuki perhentian berarti beristirahat dari jerih-lelah manusia sendiri, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan penciptaan pada hari ketujuh. Karena itu dalam kesempurnaannya, tujuan seperti itu sebenarnya adalah sesuatu yang berada di luar hidup ini. Namun mereka yang mendapat keselamatan dan hidup baru di dalam Kristus sungguh sudah mulai mengalami hal itu, kini dan di sini.
Umat Kristiani perlu untuk rajin dan sungguh-sungguh berusaha masuk kepada perhentian, jangan sampai seorang pun jatuh di jalan, dan menjadi seperti orang Israel di padang gurun, yaitu menjadi contoh lain yang sama dengan ketidaktaatan yang tak percaya.
* Matius 11:28-29,
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan."Mereka yang sudah mengambil langkah yang menentukan dan menjadi orang percaya secara Kristiani, sedang memasuki perhentian. Mereka sudah mulai menikmati suatu berkat, yang masih juga akan disempurnakan. Memiliki perhentian itu memang mencakup keduanya, sekarang sudah, namun belum sempurna.
Perhentian yang dijanjikan Allah tidak hanya untuk di dunia ini, tetapi juga di surga (Ibrani 4:7-8; 13:14). Bagi orang-orang percaya, masih ada perhentian abadi di surga (Yohanes 14:1-3; Ibrani 11:10,16). Memasuki perhentian yang terakhir ini berarti berhenti bekerja, menderita, dan dianiaya seperti biasa dialami dalam kehidupan kita di bumi ini (Wahyu 14:13), mengambil bagian dalam perhentian Allah sendiri, dan mengalami sukacita, kesenangan, kasih, dan persekutuan dengan Allah dan orang-orang kudus lainnya untuk selama-lamanya.
2. Apakah Paulus Terikat Merayakan Hari Raya Yahudi?aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta (1 korintus 16:8)
Ayat di atas bukan sebagai penunjuk bahwa Paulus masih terikat pada perayaan hari-hari raya yahudi. Secara konteks ayat di atas sebagai penunjuk masa.
Silahkan baca lebih lengkap:
* 1 Korintus 16:5-9
16:5 Aku akan datang kepadamu, sesudah aku melintasi Makedonia, sebab aku akan melintasi Makedonia.
16:6 Dan di Korintus mungkin aku akan tinggal beberapa lamanya dengan kamu atau mungkin aku akan tinggal selama musim dingin, sehingga kamu dapat menolong aku untuk melanjutkan perjalananku.
16:7 Sebab sekarang aku tidak mau melihat kamu hanya sepintas lalu saja. Aku harap dapat tinggal agak lama dengan kamu, jika diperkenankan Tuhan.
16:8 Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta,
16:9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang. Ada 2 alasan mengapa Paulus tinggal lebih lama di antara orang-orang di Efesus sampai hari raya Pentakosta :
Pertama, "
banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting". Kedua , :"
ada banyak penentang " (ayat 9).
Paulus akan memiliki kesempatan besar untuk memberitakan Injil karena banyak orang yang suka mendengar kabar baik itu. Tetapi disamping itu, ada banyak juga orang-orang yang mnentangnya di kota itu. Karena keadaan itu, Paulus didesak untuk semakin giat dalam pekerjaan besar, yaitu memberitakan Injil Kristus dan juga untuk meneguhkan jemaat di situ. Paulus tetap berdiri teguh emskipun banyak penentangnya. Ia tetap berusaha memperoleh banyak kesempatan mengabarkan Injil meski ada banyak pula perlawanan-perlawanan, sebab Paulus konsisten bahwa dirinya adalah laskar bagi Kristus untuk memperlebar Kerajaan Allah dengan datangnya jiwa-jiwa baru datang kepada Kristus. Jelas sekali bahwa tujuan utamanya bukan untuk merayakan hari raya Yahudi, tetapi untuk memberitakan Injil!
Selanjutmya, mari kita pahami ayatnya secara detil dalam bahasa asli Yunani, sbb :
* 1 korintus 16:8
LAI TB,
aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta KJV,
But I will tarry at Ephesus until Pentecost. 1TR,
επιμενω δε εν εφεσω εως της πεντηκοστης
Translit interlinear,
epimenô {aku akan tinggal} de {tetapi} en {di} ephesô {efesus} heôs {sampai} tês pentêkostês {(hari) pentakosta}Cermati kata Yunani
εως - "heôs", , yang merujuk kepada "batasan waktu". Berdasarkan penjelasan sebelumnya, cukup jelas bahwa frasa
"heôs tês pentêkostês" adalah sebuah keterangan untuk penunjukkan waktu.
Sebaliknya, jikalau ayat tersebut diartikan bahwa Paulus masih mengikatkan diri pada hari-hari raya Yahudi, maka hal tersebut bakal bentrok dengan ayat ini :
* Kolose 2:16-17LAI TB 2:16
"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;KJV,
Let no man therefore judge you in meat, or in drink, or in respect of an holyday, or of the new moon, or of the sabbath days: TR,
μη ουν τις υμας κρινετω εν βρωσει η εν ποσει η εν μερει εορτης η νουμηνιας η σαββατωνTranslit interlinear,
mê {janganlah} oun {oleh karena itu} tis {ada orang} humas {kalian} krinetô {ia menghakimi/ ia mengkritik} en {dalam} brôsei {hal makan} ê {atau} en {dalam} posei {hal minum} ê {atau} en {mengenai} merei {bagian} heortês {hari raya} ê {atau} noumênias {(perayaan) bulan baru} ê {atau} sabbatôn {sabat-sabat}" LAI TB 2:17
semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. KJV,
Which are a shadow of things to come; but the body is of Christ. TR,
α εστιν σκια των μελλοντων το δε σωμα του χριστουTranslit interlinear,
ha {(hal-hal) yang} estin {adalah} skia {bayang2} tôn {(dari hal-hal yang)} mellontôn {yang akan datang} to de {tetapi} sôma {kenyataan (adalah)} khristou {Kristus} HARI RAYA, BULAN dan SABAT TELAH BERHENTI UNTUK MENGIKAT ORANG KRISTEN (Kolose 2:16) dan sulit masuk akal untuk menyarankan bahwa bayangan-bayangan ini akan dikembalikan lagi.
Berdasarkan kemenangan Kristus atas segala musuh rohani, maka tidak ada tempatnya apabila orang menjatuhkan hukuman atas dasar
soal makanan dan minuman atau mengenai hari-hari raya. Dalam hubungan ini Paulus menunjuk kepada setiap faham yang menggantungkan keselamatan pada ketaatan agamawi yang ditunjukkan dengan ketaatan dalam menghormati peraturan makanan atau ketatnya mentaati peraturan-peraturan hari suci.
Orang Yahudi bersalah dalam hal ini dan biasanya pendekatan-pendekatan semacam ini seringkali dilakukan oleh guru-guru palsu. Paulus memakai
bayangan dan wujudnya sebagai
gambaran dari hubungan agama ritual dan Yesus Kristus. Lambang atau kiasan apapun yang dipakai semuanya bukanlah realitas.
Kita kaji lebih dalam ayat diatas, selain makanan dan minuman, ada
tiga hal lainnya yang ditulis oleh Paulus:
[1] "hari raya",
'merei heortês', yaitu hari-hari raya orang Yahudi yang terdiri atas:
a.
Pesakh, hari raya Paskah
b.
Khag Hamatsah, hari raya roti tidak beragi
c.
Sfirat haomer, hari raya buah sulung
d.
Syavuot, hari raya Pentakosta
e.
Rosy hasyanah, hari raya sangkakala
f.
Yom kippur, hari raya pendamaian
g.
Sukot, hari raya tabernakel
Hari pertama dari hari raya tersebut merupakan 'sabat' diperlakukan seperti Sabtu hari ketujuh.
[2] "bulan baru",
'noumênias' yang merupakan kewajiban orang Yahudi mempersembahkan korban bakaran.
* Bilangan 28:11LAI TB,
Pada bulan barumu haruslah kamu mempersembahkan sebagai korban bakaran kepada TUHAN: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan, tujuh ekor domba berumur setahun yang tidak bercela,KJV,
And in the beginnings of your months ye shall offer a burnt offering unto the LORD; two young bullocks, and one ram, seven lambs of the first year without spot;Hebrew,
וּבְרָאשֵׁי חָדְשֵׁיכֶם תַּקְרִיבוּ עֹלָה לַיהוָה פָּרִים בְּנֵֽי־בָקָר שְׁנַיִם וְאַיִל אֶחָד כְּבָשִׂים בְּנֵי־שָׁנָה שִׁבְעָה תְּמִימִֽם׃
Translit. Interlinear,
UVERA'SYEY {dan pada permulaan} KHADSYEYKHEM {bulan-bulan kalian} TAQRIVU {kalian harus mempersembahkan} 'OLAH {korban bakaran} LAYEHOVAH {kepada TUHAN} PARIM {lembu-lembu jantan} BENEY-VAQAR {umur muda} SYENAYIM {dua} VE'AYIL {dan domba jantan} 'EKHAD {satu} KEVASIM {domba-domba kecil} BENÊY-SYANAH {umur setahun} SYIV'ÂH {tujuh} TEMIMIM {tanpa cacat}[3] "hari sabat",
'sabbatôn', Sabtu hari ketujuh yang merupakan sabat mingguan, termasuk juga tahun sabat.
Kata
'sabbatôn' yang dimaksud bukanlah sabat tahunan, hari pertama dari hari raya Yahudi karena hari-hari raya ini sudah termasuk pada point [1] di atas, kata ini jelas merujuk kepada Sabtu hari ketujuh yang merupakan Sabat Yahudi.
Ketiga hal inilah yang senantiasa diusahakan oleh kalangan Yahudi-Kristen agar diterapkan di kalangan Kristen non-Yahudi. Dan Paulus seringkali mengkritisinya bahkan menyebut mereka adalah 'anjing-anjing' (Reff : KEBENARAN SEJATI, Filipi 3:1-21 di
kebenaran-sejati-filipi-3-1-21-vt1621.html#p6219 ).
Blessings,
BP
January 22, 2010
Blessings,
BP
January 22, 2010