It is currently Tue Aug 04, 2015 2:21 pm

SarapanPagi Biblika

Bible Study / Christian Library

PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

User avatar
 
Posts: 2
Joined: Wed Aug 11, 2010 12:32 pm

PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by alifhamzah » Tue Jun 07, 2011 12:00 am

Tahun 306 M merupakan tahun keemasan dalam sejarah gereja. Pada waktu itu Konstantin I memegang tampuk pemerintahan kaisar Romawi. Kemudian ia menganut agama Masehi dan menjadikannya sebagai agama resmi negara, dengan demikian tergenggamlah kekuasaan agama dan dunia dalam satu waktu, sehingga menjadikan pemerintahan Romawi sebagai pemerintahan Kudus. Pada waktu itu, urusan Gereja diserahkan kepada lima orang pastur besar yang dinamakan Patriarch atau Paus-paus. Mereka bekerja di bawah pemerintahan pastur2 kecil lainnya.

Orang pertama yang menyusun dengan rapi sistem kepausan dan ikut mendukungnya adalah Gregory I (540-609 M). Ketika pengaruh gereja makin luas, Paus diangkat sebagai sumber kekuasaan agama dan dunia, dan menerima kekuasaan tak terbatas. Melanggar titah dan perintahnya adalah dosa besar (diktator). Ia mempunyai hak dalam menyusun undang-undang, para kaisar tidak memiliki jalan lain, selain takluk dan tunduk kepadanya. Semua orang tunduk dalam masalah agama dan dunia kepada lapisan pastur dan susunan kepegawaian. Mereka seperti bentuk sebuah piramida dan Paus berada di puncaknya. Peristiwa ini terjadi hingga sampai menimbulkan pertentangan antara PAUS & ILMUWAN.

Terhadap peristiwa ini, Paus bukannya mengambil hikmah dan mamfaat terhadap Ilmu Pengetahuan dalam mengatur tatanan dan manajemen, tetapi ia justru menangkapi semua orang yang berbicara tentang sistem ilmu tsb karena dianggap bertentangan dengan faham agama yang non-exacta. Paus menghukum orang2 yang dicurigainya itu dengan sadis, buas dan ganas. Paus mengadakan pengadilan pengusutan (tahun 1478 M) untuk memata-matai dan mengusut orang2 yang dicurigai. Mereka ditangkap dan dihukum dengan berbagai macam hukuman yang berkisar antara denda uang dan hukuman bakar hidup-hidup. Mahkamah2 ini sudah menjatuhkan hukumannya kepada 340.000 orang (antara 1481-1808). Lebih kurang 32.000 orang yang dihukum bakar hidup-hidup!

Dalam kurun waktu 18 tahun, Pater Tarqui Mida telah membakar hidup sekitar 210.220 orang dan menghukum dengan hukuman yang lain sekitar 97.000 orang. Bahkan mayat orang mati itu tidak diperlakukan dengan wajar. Mereka malah menghina 6.860 mayat para ilmuwan dan filsuf yang dihukum bakar hidup2 itu.

Meskipun Paus sudah berupaya dan bertekad memadamkan sinar ilmu pengetahuan, namun sinar ilmu pengetahuan semakin terang pancaran cahayanya. Akhirnya dikeluarkanlah peraturan baru pada tahun 1515 M, yakni melarang terbitnya buku apapun, sebelum mendapat persetujuan dari Gereja. Setiap orang yang mencetak atau menjual buku dengan begitu saja akan dijatuhi hukuman mati. Seperti Kisah GALILEO yang mati dalam penjaranya karena menyatakan bumi itu bundar, dan dibakarnya BRUNO yang menyatakan adanya planet-planet lain, selain dari bumi dsb.

Kepemimpinan dan akhlak gereja merosot drastis, Paus sudah menjelma menjadi musuh Ilmu Pengetahuan dan gereja ditegakkan diatas kemusyrikan. Maka meratalah dekadensi moral keseluruh lapisan masyarakat. Penyakit SYPHILIS bahkan menjalar menjangkiti banyak orang, termasuk PAUS LEO X sendiri!

Walhasil semua bentuk kerendahan budi pekerti dan akhlak sudah menjadi ciri kehidupan dan pergaulan pada masa itu. Semua bentuk keluhuran nilai dan moral hancur luluh. Petaka itu terlebih dahulu menimpa para ahli agama, sebelum penyakit itu menyerang masyarakat awam, padahal masyarakat itu berkeyakinan bahwa Paus adalah Mandataris Allah dan wakil Isa Almasih. Keputusan2nya selalu dianggap benar dan tidak boleh dibantah. Ia menggugurkan dosa dan menanggalkan kesalahan orang dengan kesuciannya bagi yang tergelincir jatuh kedalam dosa.

Perkembangan akidah semacam ini mencuat cepat. Hal ini memaksa Paus membuat Akte Pengampunan yang dimulai dengan pengumuman Paus Erien II dalam Perang Salib atas restu Paus Urban II (1088-1099M) dari Vatikan, Siapa yang tidak dapat ikut langsung dalam peperangan ini, hendaknya mengirimkan seorang wakilnya, maka Paus akan memberinya Akte Pengampunan yang bisa menyelamatkan di hari Kiamat kelak.

Ketika Paus Leo X ingin membangun gereja suci Paulus di Roma, dalam pembangunannya memerlukan dana, maka mulailah ia mengobral akte-akte semacam itu dan ternyata laris. Kemudian mereka mengembangkannya lagi dengan menyatakan Akte Khusus dengan harga tertentu. Bunyi akte itu sbb:
“Atasmu rahmat Tuhan Yesus Almasih mengampuni kamu dengan rahmatnya semua dosamu, dan saya mengampuni dosamu berdasarkan mandat yang diberikan Yesus dan muridnya, Petrus dan Paulus yang pertama tentang semua perbuatanmu melanggar gereja bagaimanapun bentuknya, kemudian semua pelanggaran atau kesalahan bagaimanapun besarnya. Saya akan angkat semua rintangan yang sudah ditetapkan menimpamu karena dosa2mu di neraka, sehingga apabila kamu mati tertutup semua pintu nereka bagimu dan terbuka semua pintu sorga bagimu dengan nama Bapa, Anak dan Roh kudus. “

Setelah itu diletakkanlah daftar harga bagi semua dosa dan kesalahan. Tiap2 agen penjual akte menyimpan selembar salinannya dan aslinya terpampang di Gereja. Dalam daftar itu disebutkan bermacam2 dosa berikut harga Akte Pengampunannya, antara lain:
Menggugurkan Kandungan 3 Shilling dan 6 penceMencuri 9 ShillingMemperkosa seorang Gadis 9 ShillingBerzina 7 Shilling dan 6 penceMembunuh 7 Shilling dan 6 pence

Lelucon ini tidak hanya mengenai dosa orang2 yang masih hidup. Dosa2 orang yang sudah mati pun bisa dibelikan akte pengampunannya untuk mensucikan dosa-dosanya. Selain itu, tersebar pula iklan yang digantung dimana2 yang berisi anjuran agar segera membersihkan dosa-dosanya dengan membeli akte tsb. Dengan demikian banyaknya akte tersebut diperjual belikan, maka semakin banyak pula tindak kejahatan dan maksiat, karena semua dosa dapat ditebus dengan harga yang relatif murah. Maka masa pemerintahan gereja merupakan masa yang paling BURUK dalam sejarah kejahatan. Masa itu merupakan masa percontohan merajalelanya berbagai jenis kejahatan, kekacauan, kezaliman dan dekadensi moral karena tidak lagi adanya rasa takut bagi masyarakat pada saat itu untuk berbuat jahat, karena segala kesalahan dapat ditebus hanya dengan membeli akte. (Manken dalam bukunya Treatise on Right on and Wrong on hal.187-198).

Belum termasuk aib yang menimpa para biarawati menjadi sasaran affair para rahib (Lihat di Encyclopedia of Religion and Ethics yang berkenaan dengan uraian khusus tentang kerahiban dan akidah agama Masehi dan Arnold Toynbee dalam The Study of History). Karena bagaimanapun manusia tidak dapat menentang kodrat alami manusia yang diberikan Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan, saling mencintai dan membutuhkan pasangan hidup. (Untuk referensinya silahkan cari buku yang berjudul Sex Lives of the Popes ditulis oleh Nigel Cawthorne).

Akibat merosot dan jatuhnya gereja, orang mulai tidak senang bahkan membenci gereja dengan berbagai keputusan-keputusannya yang aneh dan cenderung zalim. Peristiwa ini berlanjut cukup lama, sehingga keyakinan orang mulai goyah dan kepercayaan terhadap Paus sudah punah. Akhirnya terjadilah gerakan-gerakan REFORMASI dibawah pimpinan tokoh2 revolusioner, antara lain:

1. Pieter Waldoe : Ia populer pada akhir abad XI Masehi. Ia seorang pedagang di Perancis, lagi kaya raya. Cintanya pada agama luar biasa, sehingga ia mulai menerjemahkan Injil.

2. John Touler (1290-1361 M)

3. John Wicelif : Dia adalah seorang Pastur Inggris (1320-1384). Ia mengajar di Universitas Oxford, tapi kemudian ia berontak terhadap gereja. Ia mengatakan bahwa Paus sendiri bergelimang dosa dan kesalahan. Maka Paus tidak berhak mengajar agama kepada orang lain. Namun hidupnya berakhir dengan hukuman 13 tahun penjara dan setelah mati mayatnya dikeluarkan dari dalam kubur lalu dibakar.

4. Martin Luther:Tgl 21 Oktober 1517 M merupakan hari penting dalam sejarah Gereja. Pada waktu itu Martin Luther mengumumkan revolusinya terhadap Paus di Roma setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang pola kehidupan Paus. Gerakan Martin Luther membangkitkan revolusi bangsa Jerman terhadap Paus. Mereka mendukung pikiran Martin. Ketika Paus Roma melihat kekuasaannya sudah mulai terancam runtuh, pada tahun 1520 ia mengeluarkan pengumuman dan memandang akidah Martin Luther sebagai akidah buruk yang ke 41. Ia minta kepada semua orang untuk membakar buku-buku si kafir dan atheis.

Dan dari dukungan2 berbagai pihak kepadanya maka terbentuklah suatu golongan baru yang memisahkan diri dari gereja Katolik dan mendirikan gereja baru, yakni GEREJA PROTESTAN.

5. Zoungely adalah salah satu penyebar gerakan reformasi yang dilancarkan oleh Martin Luther. Ketika kunjungannya ke Roma, dia menyaksikan sendiri penyelewengan yang dilakukan Paus dan gereja katolik.6. John Calvin mendirikan gereja baru sendiri dengan nama Reformed Church, lain dengan Gereja protestan. Disamping dalam gerejanya terbentuk faham2 baru.7. John Nuks: Ia melihat dari dekat bahwa ternyata para Paus itu jiwanya sudah jauh dari agama, akhlaknya bobrok, tingkah lakunya banyak menyimpang, mereka serakah dan rakusnya tidak terperikan. Kemudian dia ditangkap, dipenjara, disiksa dan diasingkan selama 17 tahun. Tapi ia dibebaskan atas permintaan Raja Edward VI.

Terbentuknya Gereja adalah identik dengan Katolik, sedangkan gereja dalam kejayaannya cenderung seperti diktator dan penentu segala keputusan, hukum2 maupun faham2 dogmatis yang berujung dengan berbagai penyimpangan seperti terurai diatas, Para reformer hanya sekedar memprotes segala tindak tanduk penyimpangan Gereja dan sedikit merubah dari faham-faham hasil keputusan Gereja, padahal sudah jelas bahwa akibat terlalu banyak bersandar kepada keyakinan petunjuk Roh Kudus yang datang dengan sendirinya(Dan bukan berdasarkan petunjuk/hukum agama yang sudah ditetapkan) maka kuasa roh jahat (syetan) pasti akan menuntun, tidak peduli orang suci macam manapun dia.

Bagaimana kita dapat mempercayai suatu agama yang berkembang 3 abad setelah kenabian Isa. Dari segi geografis saja sudah dapat memungkiri. Bagaimana mungkin Nabi Isa yang berlokasi di Timur Tengah namun ajarannya berkembang dari Eropa (Roma, Italia)? Belum lagi dari segi nama yang bermula Isa menjadi Jesus, Yahya menjadi Yohanes dll. Termasuk nama pendiri agama Kristen sendiri yang berawal Syaul menjadi Paulus?

Ajaran Paulus yang banyak mengandung mithos-mithos Yunani ini ternyata banyak sekali mendapat dukungan, dari orang-orang sekitar Mediteraan, Laut Tengah.

Ia antaranya didukung oleh Ireneus (150 – 202 M), Tertulianus (155 – 220 M) Origens (185 – 254 M) dan Anthanasius, yaitu Bapak yang melahirkan Trinitas yang hidup sekitar tahun 298 – 377 M, yang ikut memelopori Trinitas dalam sidang dikota Nicea tahun 325 M.

Di belakang Anthanasius berdiri pula Santo Agustinus (354 – 430) dan Gregoryus Nyssa (335 – 394 M). Mereka, pendukung-pendukungnya ini memikirkan, berpikir dan berunding, bagaimana memecahkan persoalan Tuhan itu tiga tetapi satu.

Maka tidaklah heran kita bila kemudian mendengarkan adanya konsili-konsili seperti konsili Nicea, konsili Epesus, konsili Alexandria dll, dimana pada tiap-tiap konsili akan lahir pula suatu “perkembangan baru dari Tuhan,” seperti pelenyapan Injil-injil yang asli, pelarangan padri-padrinya kawin dan seterusnya.

Dalam zaman seperti yang saya sebutkan tadi, tidak pula seluruh orang menerima ajaran gila Paulus ini, sebab pada waktu itu lahir pula golongan-golongan Nestorius (388-440 M) dan Arius (270-350 M).Kedua golongan ini terkenal gigihnya menentang ajaran Paulus, sambil tetap berkeyakinan bahwa tiada lain yang disembah melainkan Allah yang Maha Esa, dan pertentangan mereka inilah yang akhirnya menimbulkan perburuan manusia yang tiada taranya, dimana lawan-lawan ideologinya dibunuh dengan dibakar hidup-hidup, diadu dengan singa, diseret oleh kuda ataupun dihukum pijak oleh gajah.

Pemerintah Romawi melihat adanya suatu kericuhan-kericuhan didalam negerinya, tidaklah tinggal diam. Kericuhan-kericuhan agama ini bila dibiarkan, kemungkinan besar akan menimbulkan suatu hal-hal yang lebih besar dan berbahaya pula. Itulah sebabnya maka pada tahun 326 M, kaizar Konstantin yang Agung segera mengadakan musyawarah atau konsili dikota Nicea, dimana golongan-golongan Tertulianus, Origenes, Anthanasius dipertemukan dengan golongan Nestorius, Arius serta kawan-kawan yang seangkatan dengannya. Gagasan Kaisar mungkin kurang ditanggapi oleh ummat, maka dari undangan yang datang ternyata belum setengahnya.

Didalam perdebatan itu, mereka terpecah dua, yaitu golongan-golongan yang mempertahankan Yesus sebagai manusia, dan golongan golongan yang mempertahankan Yesus sebagai Tuhan.

Berhubung tidak adanya kata sepakat, maka kaisar mengambil keputusan (dekrit?) bahwa Yesus adalah Tuhan dan manusia, atau setengah Tuhan dan setengah manusia. Gagasan ini diterima hanya dengan 2 suara, sedang penolaknya 10 suara. Berhubung yang 2 suara ini lebih dekat dengan selera kaisar, maka sejarah kemudian mencatat yang 2 suara inilah yang menang, yaitu mereka yang menerima gagasan Tuhan manusia terhadap diri Yesus. Kaisar kemudiannya mengadakan suatu dekrit umum bahwa semua orang harus menerima gagasannya itu.

Maka mulailah disini penjagalan manusia besar-besaran, dimana siapa saja yang menolak ajaran Yesus Tuhan dan manusia dibunuh dengan bermacam-macam cara yang keji. Belakangan ternyata pula, kaisar Konstantin raja Romawi yang kafir itu masuk Kristen, dan kemungkinan mulai tahun-tahun inilah Kristen itu mulai lahir, dalam suatu bentuk yang bernama: Katolik yang artinya Umum.

Konsili I ini rupa-rupanya belumlah dapat menampung segala aspirasi ummat. Maka mereka kemudian mengadakan Konsili II dikota Konstantinople pada tahun 381 M, yang memutuskan lagi bahwa Anak adalah Homo Osius dengan Bapa (Creator).

Didalam Konsili II ini pula mereka menambahkan materi Rokhulkudus sebagai oknum ke-III dari Allah, sehingga lengkap lahirlah Tuhan Allah Bapa, dan Anak serta Rokhulkudus. Didalam tahun-tahun inilah kemungkinan besar orang mulai menambah-nambah Injil Matius dengan tulisan: Pergilah keseluruh dunia baptiskanlah seluruh bangsa dengan nama Bapa, dan Anak dan Rokhulkudus (Matius 28:10).

Konsili ke-III diadakan dikota Epesus tahun 439 M, didalam konsili inilah dikeluarkan perintah untuk mengutuk ajaran-ajaran Nestorian dan Arianisme yang bidaat itu. Merekapun mengeluarkan pernyataan perang terhadap Injil, dimana seluruh Injil-injil yang asli dimusnahkan atau diapokratipkan. Sebagaimana kita mengetahui, semasa Yesus hidup ia mempunyai pula pengikut-pengikut, yang kian kemari menuliskan khutbah-khutbah dan ajaran-ajarannya sebab pada zaman itu memang alphabet telah ditemukan. Murid-murid Yesus ada 70 orang. diantaranya 12 yang disebutkan namanya didalam Injil. Dari catatan-catatan murid-murid Yesus ini, kemudian hari kita kenal telah dibukukan dengan nama Injil, yang dinamai oleh masing-masing penulisnya seperti: (1) Injil Markion, (2) Injil Mesir, (3) Injil Eva, (4) Injil Yudas, (5) Injil Nicodemus, (6) Injil Thomas, (7) Injil Barnaba, (8) Injil Matius, (9) Injil Yosepus, (10) Injil Duabelas, (11) Injil Kebenaran, (12) Injil Maria, (13) Injil Yesus, (14) Injil Andreas, (15) Injil Pilipias, dan lain-lainnya

MATIUS CS. PENJIPLAK PAULUS

Sebaliknyalah bahwa Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya itulah yang mengajarkan ajaran-ajaran palsu. Lukas misalnya, ia adalah dokter pribadi dari Paulus. Ia dalam menulis Injil, dengan sendirinya kemasukan pula ajaran-ajarannya Paulus. Ini bisa dibuktikan dalam tulisannya pada kisah rasul- rasul, dimana jelas nampak kecenderungannya untuk mengangkat-angkat nama Paulus, bahkan murid ini setengah mengkultus dan mendewakannya. Lukas menyusun Injilnya berdasarkan kepada Markus-tua atau Ur Markus. Sedangkan Markus sendiri bukannya orang yang dikenal. Matius menulis Injilnya berdasarkan pula kepada Ur Markus, jadi Matiuspun menjiplak. Itulah sebabnya dalam Injil-injil Matius, Markus dan Lukas banyak sekali dijumpai kalimat-kalimat atau perkataan-perkataan yang sama, disamping pertentangan-pertentangan yang ada.

Lalu bagaimanakah dengan Injil Yahya? Marilah kita ikuti uraian Jarnawi Hadikusumo dalam bukunya: Tinjauan sekitar Perjanjian Lama & Baru, halaman 69-74 yang bunyinya kurang lebih: 1. Injil Yahya tidak termasuk dalam Injil Sipnotik, sebab isi dan sejarahnya lain sekali. Menurut keyakinan Kristen, Injil Yahya ditulis oleh Yahya murid Yesus yang terkasih. (Yahya 13:23 dan 21:20).

Oleh karena itulah maka kepercayaan Kristen, penulis Injil Yahya ialah Yahya bin Zabdi adik Yakub bin Zabdi seorang diantara muridnya yang duabelas itu. 2. Oleh para ahli sejarah yang lebih dapat dipercaya, Yahya bin Zabdi telah dibunuh oleh Raja Herodes Agerippa I pada tahun 44 atau 66 M. Padahal Injil Yahya baru ditulis sekitar tahun 100 M. Maka benar kemudian, Injil ini kemungkinan besar sekali ditulis oleh Yahya Prebester pendeta sidang Jum’at di Asia Kecil yang hidup dalam abad I Masehi. Ia menulis Injilnya itu dengan maksud untuk menentang ajaran Corentus dan Irenius. Hal ini dikuaykan lagi oleh kitab-kitab Encyclopedia, terutama Encyclopedia Britanica yang mendasarkan keterangannya atas Papias Uskup Hieropolis. Demikian juga keterangan vang dibawakan oleh Dr. J. H. Bavink dalam kitabnya yang bernama: “De Weg Van Gods Koninkrijk.”

Menurut sejarah, maka tokoh Paulus alias Saulus ini muncul kira-kira tahun 38 M. Ada pula yang mengatakan tahun 80 M, tetapi saya kira yang jelas ia ada hidup di zaman Yesus, paling tidak ia seangkatan dengan murid-murid Yesus. Paulus adalah anak didik Gamalied, seorang guru yang termasyhur, akhli Taurat dan Falsafah. Ibu Paulus adalah orang Yunani, dan ayahnya orang Yahudi, sehingga pelajaran agama yang diperolehnya adalah gabungan daripada kepercayaan Yahwe dan Helenisme.

dan terdorong oleh kebenciannya kepada sang ayah yang menurut penyelidikan sejarah tidak pernah mencintai Paulus, maka ia sangat memusuhi ayahnya, bahkan bangsa dan agama ayahnya. Kitapun dapat membaca nanti dalam surat-surat kirimannya, betapa ia mencuci bersih-bersih orang-orang Yahudi, bahkan sampai kepada Tauratnya sekalipun.

PRIBADINYA Mengenai sukubangsanya, ia Paulus sendiri memberikan iawaban sebagai berikut:1. Ia adalah orang Rum, dalam keterangannya kepada orang Rum. (Kisah rasul-rasul 16:37)2. Ia adalah orang Yahudi, dalam keterangannya kepada orang Yahudi. (Kisah rasul-rasul 22:2)3. Ia adalah orang Parisi, dalam keterangannya kepada orang Parisi. (Kisah rasul-rasul 23:6)

AJARAN-AJARAN PAULUS Didalam ia membawakan ajarannya, maka ia, Paulus, mengajarkan sesuatu yang dirasakan oleh masyarakat sangat baru. Kesimpulan ajaran-ajarannya ialah:

1. Ia mengajarkan bahwa Tuhan bukan satu tetapi dua, yaitu Allah Bapa dan Allah Anak. (I Korintus 1:3)2. Yesus adalah juga Allah yang sama dan sehakekat denganNya. (sda)3. Yesus telah disalib, mati dan dikuburkan, bangkit pula pada hari yang ketiga, duduk disebelah kanan Allah Bapa yang maha kuasa. Ia disalib adalah untuk menebus isi dunia ini, sebab sekaliannya telah berdosa, tidak ada seorangpun yang dibenarkan lagi, termasuk dia sendiri dan nabi besar Muhammad s.a.w. (Rum 3:10, Rum 5:8, Galatia 1:4)4. Ia, Paulus, mengajarkan bahwa hukum Taurat sudah tidak berlaku lagi, sejak penyaliban Yesus di bukit Golgotha. Ia kemudian berpendapat, bahwa hukum Musa adalah sebenarnya sumber segala dosa, dan suatu kutukan yang tiada taranya. (Rum 4 :15, Galatia 3:10, Galatia 2:21). Didalam Galatia 5:4 ia mengatakan: Maka kamu yang hendak dibenarkan oleh Taurat Musa itu, sudah diceraikan daripada Kristus. Juga dalam Rum 7:6, Galatia 3:24 dan 25, Rum 10:4 : Ia menekankan bahwa Kristus Yesus itulah penyudah atau penammat Taurat.kecualinya ia halal ataukah haram. (Kisah rasul-rasul 10:10-15)

Situs Christian.Tripod

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Tue Jun 07, 2011 12:20 pm

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Tahun 306 M merupakan tahun keemasan dalam sejarah gereja. Pada waktu itu Konstantin I memegang tampuk pemerintahan kaisar Romawi. Kemudian ia menganut agama Masehi dan menjadikannya sebagai agama resmi negara, dengan demikian tergenggamlah kekuasaan agama dan dunia dalam satu waktu, sehingga menjadikan pemerintahan Romawi sebagai pemerintahan Kudus. Pada waktu itu, urusan Gereja diserahkan kepada lima orang pastur besar yang dinamakan Patriarch atau Paus-paus. Mereka bekerja di bawah pemerintahan pastur2 kecil lainnya.

Orang pertama yang menyusun dengan rapi sistem kepausan dan ikut mendukungnya adalah Gregory I (540-609 M). Ketika pengaruh gereja makin luas, Paus diangkat sebagai sumber kekuasaan agama dan dunia, dan menerima kekuasaan tak terbatas. Melanggar titah dan perintahnya adalah dosa besar (diktator). Ia mempunyai hak dalam menyusun undang-undang, para kaisar tidak memiliki jalan lain, selain takluk dan tunduk kepadanya. Semua orang tunduk dalam masalah agama dan dunia kepada lapisan pastur dan susunan kepegawaian. Mereka seperti bentuk sebuah piramida dan Paus berada di puncaknya. Peristiwa ini terjadi hingga sampai menimbulkan pertentangan antara PAUS & ILMUWAN.

Terhadap peristiwa ini, Paus bukannya mengambil hikmah dan mamfaat terhadap Ilmu Pengetahuan dalam mengatur tatanan dan manajemen, tetapi ia justru menangkapi semua orang yang berbicara tentang sistem ilmu tsb karena dianggap bertentangan dengan faham agama yang non-exacta. Paus menghukum orang2 yang dicurigainya itu dengan sadis, buas dan ganas. Paus mengadakan pengadilan pengusutan (tahun 1478 M) untuk memata-matai dan mengusut orang2 yang dicurigai. Mereka ditangkap dan dihukum dengan berbagai macam hukuman yang berkisar antara denda uang dan hukuman bakar hidup-hidup. Mahkamah2 ini sudah menjatuhkan hukumannya kepada 340.000 orang (antara 1481-1808). Lebih kurang 32.000 orang yang dihukum bakar hidup-hidup!

Dalam kurun waktu 18 tahun, Pater Tarqui Mida telah membakar hidup sekitar 210.220 orang dan menghukum dengan hukuman yang lain sekitar 97.000 orang. Bahkan mayat orang mati itu tidak diperlakukan dengan wajar. Mereka malah menghina 6.860 mayat para ilmuwan dan filsuf yang dihukum bakar hidup2 itu.

Meskipun Paus sudah berupaya dan bertekad memadamkan sinar ilmu pengetahuan, namun sinar ilmu pengetahuan semakin terang pancaran cahayanya. Akhirnya dikeluarkanlah peraturan baru pada tahun 1515 M, yakni melarang terbitnya buku apapun, sebelum mendapat persetujuan dari Gereja. Setiap orang yang mencetak atau menjual buku dengan begitu saja akan dijatuhi hukuman mati. Seperti Kisah GALILEO yang mati dalam penjaranya karena menyatakan bumi itu bundar, dan dibakarnya BRUNO yang menyatakan adanya planet-planet lain, selain dari bumi dsb.

Kepemimpinan dan akhlak gereja merosot drastis, Paus sudah menjelma menjadi musuh Ilmu Pengetahuan dan gereja ditegakkan diatas kemusyrikan. Maka meratalah dekadensi moral keseluruh lapisan masyarakat. Penyakit SYPHILIS bahkan menjalar menjangkiti banyak orang, termasuk PAUS LEO X sendiri!

Walhasil semua bentuk kerendahan budi pekerti dan akhlak sudah menjadi ciri kehidupan dan pergaulan pada masa itu. Semua bentuk keluhuran nilai dan moral hancur luluh. Petaka itu terlebih dahulu menimpa para ahli agama, sebelum penyakit itu menyerang masyarakat awam, padahal masyarakat itu berkeyakinan bahwa Paus adalah Mandataris Allah dan wakil Isa Almasih. Keputusan2nya selalu dianggap benar dan tidak boleh dibantah. Ia menggugurkan dosa dan menanggalkan kesalahan orang dengan kesuciannya bagi yang tergelincir jatuh kedalam dosa.

Perkembangan akidah semacam ini mencuat cepat. Hal ini memaksa Paus membuat Akte Pengampunan yang dimulai dengan pengumuman Paus Erien II dalam Perang Salib atas restu Paus Urban II (1088-1099M) dari Vatikan, Siapa yang tidak dapat ikut langsung dalam peperangan ini, hendaknya mengirimkan seorang wakilnya, maka Paus akan memberinya Akte Pengampunan yang bisa menyelamatkan di hari Kiamat kelak.

Tanggapan:

Tidak dipungkiri ada lembaran sejarah hitam yang mencoreng Kekristenan, yaitu pada masa adanya INQUISISI.
Inquisisi bertugas untuk menumpas gerakan-gerakan heretic/ bidat yang dianggap membahayakan gereja. Pada masa itu muncul pula penyimpangan-penyimpangan dalam kekuasaan Gereja Katolik Roma. Maka muncullah gerakan Protestan karena kekeliruan fatal yg dilakukan Paus Leo X (Giovanni di Lorenzo de' Medici) yang menyimpang a.l menjual surat penebusan dosa, berfoya-foya dg uang gereja dll. Masa ini dikenal sebagai masa kegelapan gereja.
Silahkan baca di inkuisisi-dalam-sejarah-gereja-vt1554.html

Martin Luther pada tahun 1510 melakukan perlawatan ke Roma. Di situ Luther menemukan penyimpangan-penyimpangan dalam kekuasaan gereja, ia juga menyaksikan pemborosan dan kemewahan duniawi para pemimpin gerejasehingga dia menempelkan poster di pintu gerbang gereja Wittenberg yang berisi 'sembilan puluh lima pokok sikap' (Martin Luther's 95 Theses / 95 Dalil Luther). Luther meningkatkan serangannya ke jantung masalah : mengingkari kekuasaan Paus dan Dewan Gereja. Maka timbulah Kelompok Kristen Protestan yang lepas dari Gereja Katolik Roma. Selengkapnya mengenai Martin Luther, silahkan baca di martin-luther-vt69.html

Dari kelompok Protestan kemudian muncul beberapa aliran lagi, termasuk adanya kalangan yang menyebut dirinya 'Unitarian' yang menggunakan pokok pikiran yang pernah dipakai oleh kalangan Arius yang menolak keIlahian Yesus Kristus.


Dan, Alhamdulilah, Sejarah hitam Inquisisi akhirnya tidak ada lagi, yaitu berakhirnya Lembaga Gereja membunuh/mengeksekusi "kalangan yang dianggap bidat" atas nama Tuhan. Mendiang Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1998 telah mengakui kesalahan para bapa Gereja (para paus) pada masa lalu dan meminta maaf:

http://www.vatican.va/holy_father/john_ ... io_en.html

Saya kutip sebagian :
4. Ladies and Gentlemen! The problem of the Inquisition belongs to a troubled period of the Church’s history, which I have invited Christians to revisit with an open mind. As I wrote in the Apostolic Letter Tertio millennio adveniente: “Another painful chapter of history to which the sons and daughters of the Church must return with a spirit of repentance is that of the acquiescence given, especially in certain centuries, to intolerance and even the use of violence in the service of the truth” (n. 35).


Inquisisi bukan kesalahan Gereja secara menyeluruh. Tetapi inkuisisi adalah kesalahan para bapa Gereja secara pribadi-pribadi (oknum) di dalam Gereja Katolik Roma. Landasan hukum inkuisisi tidak infalible, hanya berupa bulla. Perlu usaha lebih lagi untuk menjatuhkan dogma infalibilitas Gereja Katolik Roma. Sebab bulla-bulla itu tidak lahir dari persetujuan konferensi para Uskup (Konsili).

Berikut ini bulla-bulla yang menjadi landasan hukum Inkuisisi:
http://www.newadvent.org/cathen/08026a.htm

Bull "Ut commissi vobis officii" (Sext. Decret., 1. V, tit. ii )

; and commanded that at all trials, even inquisitorial, the witnesses must be named to the accused. There was no personal confrontation of witnesses, neither was there any cross-examination. Witnesses for the defence hardly ever appeared, as they would almost infallibly be suspected of being heretics or favourable to heresy. For the same reason those impeached rarely secured legal advisers, and were therefore obliged to make personal response to the main points of a charge.


the Bull "Si adversus vos"

forbade any legal help for heretics: "We strictly prohibit you, lawyers and notaries, from assisting in any way, by council or support, all heretics and such as believe in them, adhere to them, render them any assistance or defend them in any way."


the Bull "Ad exstirpanda"

(1252)
Curiously enough, torture was not regarded as a mode of punishment, but purely as a means of eliciting the truth. It was not of ecclesiastical origin, and was long prohibited in the ecclesiastical courts. Nor was it originally an important factor in the inquisitional procedure, being unauthorized until twenty years after the Inquisition had begun.

Innocent IV says:

When those adjudged guilty of heresy have been given up to the civil power by the bishop or his representative, or the Inquisition, the podestà or chief magistrate of the city shall take them at once, and shall, within five days at the most, execute the laws made against them.


the Bull "Declinante jam mundi" of 26 May, 1232

Archbishop Esparrago and his suffragans were instructed to search, either personally or by enlisting the services of the Dominicans or other suitable agents, and condignly punish the heretics in their dioceses.


Ini sistem pengorganisasiannya:

Organization

At the head of the Inquisition, known as the Holy Office, stood the grand inquisitor, nominated by the king and confirmed by the pope. By virtue of his papal credentials he enjoyed authority to delegate his powers to other suitable persons, and to receive appeals from all Spanish courts. He was aided by a High Council (Consejo Supremo) consisting of five members -- the so-called Apostolic inquisitors, two secretaries, two relatores, one advocatus fiscalis -- and several consulters and qualificators. The officials of the supreme tribunal were appointed by the grand inquisitor after consultation with the king. The former could also freely appoint, transfer, remove from office, visit, and inspect or call to account all inquisitors and officials of the lower courts. Philip III, on 16 December, 1618, gave the Dominicans the privilege of having one of their order permanently a member of the Consejo Supremo. All power was really concentrated in this supreme tribunal. It decided important or disputed questions, and heard appeals; without its approval no priest, knight, or noble could be imprisoned, and no auto-da-fé held; an annual report was made to it concerning the entire Inquisition, and once a month a financial report. Everyone was subject to it, not excepting priests, bishops, or even the sovereign. The Spanish Inquisition is distinguished from the medieval its monarchical constitution and a greater consequent centralization, as also by the constant and legally provided-for influence of the crown on all official appointments and the progress of trials.



Sangat jelas ada banyak sekali campur tangan politik para penguasa negeri (seperti Spanyol, Portugis, Italia, dll). Dalam hal politik kenegaraan bahkan yang mencampuri ataupun dicampuri oleh orang awam seperti para Raja tersebut, Paus tidak mengajar secara infalible.

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Tue Jun 07, 2011 12:21 pm

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Ketika Paus Leo X ingin membangun gereja suci Paulus di Roma, dalam pembangunannya memerlukan dana, maka mulailah ia mengobral akte-akte semacam itu dan ternyata laris. Kemudian mereka mengembangkannya lagi dengan menyatakan Akte Khusus dengan harga tertentu. Bunyi akte itu sbb:
“Atasmu rahmat Tuhan Yesus Almasih mengampuni kamu dengan rahmatnya semua dosamu, dan saya mengampuni dosamu berdasarkan mandat yang diberikan Yesus dan muridnya, Petrus dan Paulus yang pertama tentang semua perbuatanmu melanggar gereja bagaimanapun bentuknya, kemudian semua pelanggaran atau kesalahan bagaimanapun besarnya. Saya akan angkat semua rintangan yang sudah ditetapkan menimpamu karena dosa2mu di neraka, sehingga apabila kamu mati tertutup semua pintu nereka bagimu dan terbuka semua pintu sorga bagimu dengan nama Bapa, Anak dan Roh kudus. “

Setelah itu diletakkanlah daftar harga bagi semua dosa dan kesalahan. Tiap2 agen penjual akte menyimpan selembar salinannya dan aslinya terpampang di Gereja. Dalam daftar itu disebutkan bermacam2 dosa berikut harga Akte Pengampunannya, antara lain:
Menggugurkan Kandungan 3 Shilling dan 6 penceMencuri 9 ShillingMemperkosa seorang Gadis 9 ShillingBerzina 7 Shilling dan 6 penceMembunuh 7 Shilling dan 6 pence

Lelucon ini tidak hanya mengenai dosa orang2 yang masih hidup. Dosa2 orang yang sudah mati pun bisa dibelikan akte pengampunannya untuk mensucikan dosa-dosanya. Selain itu, tersebar pula iklan yang digantung dimana2 yang berisi anjuran agar segera membersihkan dosa-dosanya dengan membeli akte tsb. Dengan demikian banyaknya akte tersebut diperjual belikan, maka semakin banyak pula tindak kejahatan dan maksiat, karena semua dosa dapat ditebus dengan harga yang relatif murah. Maka masa pemerintahan gereja merupakan masa yang paling BURUK dalam sejarah kejahatan. Masa itu merupakan masa percontohan merajalelanya berbagai jenis kejahatan, kekacauan, kezaliman dan dekadensi moral karena tidak lagi adanya rasa takut bagi masyarakat pada saat itu untuk berbuat jahat, karena segala kesalahan dapat ditebus hanya dengan membeli akte. (Manken dalam bukunya Treatise on Right on and Wrong on hal.187-198).

Tanggapan:

Memang pada masa itu terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam kekuasaan Gereja Katolik Roma. Maka muncullah gerakan Protestan karena kekeliruan fatal yg dilakukan Paus Leo X (Giovanni di Lorenzo de' Medici) yang menyimpang a.l menjual surat penebusan dosa, berfoya-foya dg uang gereja dll. Masa ini dikenal sebagai masa kegelapan gereja.

Ada gerakan reformasi dari kaum Protestan, tetapi bukan berarti Gereja Katolik tidak mereformasi dirinya. Bahkan secara Lembaga, Gereja Katolik melalui Paus Yohanes Pulus II telah meminta maaf atas kesalahan2 Gereja masa lalu
Reff: http://www.vatican.va/holy_father/john_ ... io_en.html

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Tue Jun 07, 2011 12:23 pm

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Belum termasuk aib yang menimpa para biarawati menjadi sasaran affair para rahib (Lihat di Encyclopedia of Religion and Ethics yang berkenaan dengan uraian khusus tentang kerahiban dan akidah agama Masehi dan Arnold Toynbee dalam The Study of History). Karena bagaimanapun manusia tidak dapat menentang kodrat alami manusia yang diberikan Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan, saling mencintai dan membutuhkan pasangan hidup. (Untuk referensinya silahkan cari buku yang berjudul Sex Lives of the Popes ditulis oleh Nigel Cawthorne).

Tanggapan:

Dalam lingkungan agama apapun, sebenarnya telah terjadi penyimpangan2 yang dilakukan oleh oknum-oknum, namun ini bukan berarti kekristenan mengajarkan kebobrokan itu. Agama apapun mengajarkan hal-hal yang baik.

Ngga' usah jauh2 ke luar negeri, di sekitar kita, sebagai perbandingan, dalam kalangan Muslim yang terjadi di pesantren2 juga terjadi penyimpangan2 yang sifatnya skandal seksual, misalnya dalam buku ini:

Judul :Mairil, Sepenggal Kisah Biru di Pesantren
Penulis : Syarifuddin
Penerbit : P_Idea, Jogjakarta
Cetakan 1 : 2005
Tebal : viii + 254
Reviewed by : Zamaahsari A. Ramzah, mahasiswa FISIPOL, Universitas Muhammdiyah Yogyakarta, alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Mairil, Tradisi Seks Ala Pesantren

REVIEW :

Selama ini dunia pesantren dikenal sangat lekat dengan nuansa agama. Setiap pagi, siang, sore hingga malam hari kegiatan-kegiatan yang diajarkan di pesantren selalu berkaitan dengan (pendalaman) agama. Ngaji, tadarus, shalat berjamaah adalah beberapa kegiatan rutin di dalamnya.

Namun, siapa yang mengira di balik kentalnya nuansa agama yang ada di pesantren ternyata menyimpan cerita-cerita miris yang sangat bertentangan dengan (doktrin) agama? Buku dengan judul Mairil, Sepenggal Kisah Biru di Pesantren yang ditulis oleh Syarifuddin ini mengungkap secara transparan perilaku-perilaku menyimpang di dunia pesantren, terutama yang berkaitan dengan penyimpangan seksual santri.

Ibarat lokalisasi, pesantren sering dijadikan tempat untuk menyalurkan hasrat libido santri pada santri lain. Bedanya, kalau di lokalisasi berlaku hukum pasar, yaitu terjadi transaksi antara penjual dan pembeli. Di pesantren kegiatan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan umumnya dilakukan di tengah malam ketika "korban" sedang tertidur lelap.

Yang lebih mencengangkan, praktik seperti ini dilakukan antarsesama jenis kelamin (laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan). Seks antarsesama jenis kelamin inilah yang menjadi titik tekan buku ini. Di pesantren budaya ini bukanlah hal yang tabu, bahkan sudah mentradisi secara turun-temurun hingga kini. Sehingga sukar menghilangkan budaya itu karena sang pelaku dalam menjalankan aksinya sangat rapi, di luar pengetahuan orang lain.

Jangankan orang lain, kadang yang menjadi korban sendiri tidak menyadari kalau dirinya pernah dijadikan pelampiasan nafsu seks orang lain. Biasanya korban baru menyadari kalau dirinya telah menjadi pelampiasan seksual orang lain ketika bangun tidur. Karena hubungan seks ala pesantren bukan didasarkan suka sama suka tetapi secara sembunyi-sembunyi, ketika korban sudah terlelap.

Budaya itu kemudian dikenal dengan istilah nyempet dan mairil. Menurut penulis, nyempet merupakan jenis atau aktivitas pelampiasan seksual dengan kelamin sejenis yang dilakukan seseorang ketika hasrat seksualnya sedang memuncak, sedangkan mairil merupakan perilaku kasih sayang kepada seseorang yang sejenis (hlm. 25).

Perilaku nyempet terjadi secara insidental dan sesaat, sedangkan mairil relatif stabil dan intensitasnya panjang. Namun dalam banyak hal antara nyempet dan mairil mengandung konotasi negatif, yaitu sama-sama terlibat dalam hubungan seksual satu jenis kelamin.

Kondisi sosiologis dunia pesantren dengan pembinaan moral dan akhlak secara otomatis interaksi antara santri putra dan putri begitu ketat. Keseharian santri dalam komunitas sejenis, mulai bangun tidur, belajar, hingga tidur kembali. Santri bisa bertemu dengan orang lain jenis ketika sedang mendapat tamu. Itu pun jika masih ada hubungan keluarga.

Praktis, ketika ada di pesantren --terutama pesantren salaf (tradisional)-- tidak ada kesempatan untuk bertemu dan bertutur sapa dengan santri beda kelamin.

Di samping tempat asrama putra dan putri berbeda, hukuman yang harus dijalankan begitu berat, bisa-bisa dikeluarkan dari pesantren, jika ada santri putra dan putri ketahuan bersama. Kondisi seperti inilah yang menyebabkan perilaku nyempet di kalangan santri di pesantren begitu marak (hlm. 31).

Perilaku nyempet dan mairil biasanya dilakukan oleh santri tua (senior), tidak jarang pula para pengurus atau guru muda yang belum menikah. Dari hasil penelitian penulis, kegiatan nyempet hanya terjadi ketika masih menetap di pesantren tetapi ketika sudah lulus dari pesantren budaya seperti itu ditinggalkan.

Terbukti, kehidupan mereka normal dan tidak ditemukan kasus mereka menjadi homo atau lesbi. Mereka semua berkeluarga dan mempunyai anak. Karena orang yang melakukan itu hanya iseng bukan tergolong homoseksual (bagi kaum laki-laki) atau lesbian (bagi kaum wanita). Mereka melakukan penyimpangan seks itu sekadar menyalurkan libido seksualnya yang memuncak.

Umumnya yang menjadi korban nyempet dan mairil adalah santri yang memiliki wajah ganteng, tampan, imut, dan baby face. Hampir pasti santri (baru) yang memiliki wajah baby face selalu menjadi incaran dan rebutan santri-santri senior. Bahkan tidak jarang antara santri yang satu dan santri yang lain terlibat saling jotos, adu mulut, bertengkar (konflik) untuk mendapatkannya.

Di pesantren berlaku hukum tidak tertulis yang harus dijalankan bagi orang yang memiliki mairil. Misalnya jika si A sudah menjadi mairil orang, maka si mairil tersebut akan dimanja, diperhatikan, diberi uang jajan, uang makan, dicucikan pakainnya, dan sebagainya; layaknya sepasang kekasih (pacaran). Jika si mairil dekat dengan orang lain pasti orang yang merasa memiliki si mairil tersebut akan cemburu berat.

Kelebihan buku ini adalah penulis mampu menceritakan pelaku nyempet dan mairil dalam suasana santai, kocak, tetapi serius. Gaya penulisanya bertutur hampir menyerupai novel. Misalnya ketika penulis menceritakan tentang santri bernama Subadar yang akan nyempet santri lain.

Di beranda joglo masjid tanpa penerangan lampu, Subadar sambil berpura-pura tidur, terus merangsek mendekati santri yang masih kecil yang beberapa hari terakhir menjadi incarannya. "Harus bisa," gumam Subadar dalam hati.

Namun naas nasibnya kali ini, baru saja mulai angkat sarung korban, tiba-tiba lampu beranda joglo dinyalakan petugas piket yang seketika itu membuat Subadar terkejut bukan kepalang...

Penulis buku ini tentu paham betul tentang budaya nyempet dan mairil yang ada di pesantren. Karena dia juga pernah mengenyam pendidikan di pesantren Wonorejo dan Jombang, Jawa Timur.

Boleh dikatakan buku ini adalah hasil temuannya langsung saat dia hidup di dunia pesantren selama kurang lebih enam tahun lamanya. Membaca buku ini kita akan terkejut dan mengernyitkan dahi, "Ah yang bener aja."

Meski peristiwa yang diceritakan dalam buku ini lebih mengandalkan inprovisasi penulis, pembaca bisa melacak sendiri bahwa peristiwa seperti ini dalam dunia pesantren, terutama saat malam menjelang, benar adanya. Atau boleh jadi mereka yang pernah dibesarkan di pesantren akan tersenyum kecut atau mengakui dan menyangkal peristiwa kebenaran cerita ini.

*) Zamaahsari A. Ramzah, mahasiswa FISIPOL, Universitas Muhammdiyah Yogyakarta, alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Tue Jun 07, 2011 12:26 pm

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Akibat merosot dan jatuhnya gereja, orang mulai tidak senang bahkan membenci gereja dengan berbagai keputusan-keputusannya yang aneh dan cenderung zalim. Peristiwa ini berlanjut cukup lama, sehingga keyakinan orang mulai goyah dan kepercayaan terhadap Paus sudah punah. Akhirnya terjadilah gerakan-gerakan REFORMASI dibawah pimpinan tokoh2 revolusioner, antara lain:

1. Pieter Waldoe : Ia populer pada akhir abad XI Masehi. Ia seorang pedagang di Perancis, lagi kaya raya. Cintanya pada agama luar biasa, sehingga ia mulai menerjemahkan Injil.

2. John Touler (1290-1361 M)

3. John Wicelif : Dia adalah seorang Pastur Inggris (1320-1384). Ia mengajar di Universitas Oxford, tapi kemudian ia berontak terhadap gereja. Ia mengatakan bahwa Paus sendiri bergelimang dosa dan kesalahan. Maka Paus tidak berhak mengajar agama kepada orang lain. Namun hidupnya berakhir dengan hukuman 13 tahun penjara dan setelah mati mayatnya dikeluarkan dari dalam kubur lalu dibakar.

4. Martin Luther:Tgl 21 Oktober 1517 M merupakan hari penting dalam sejarah Gereja. Pada waktu itu Martin Luther mengumumkan revolusinya terhadap Paus di Roma setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang pola kehidupan Paus. Gerakan Martin Luther membangkitkan revolusi bangsa Jerman terhadap Paus. Mereka mendukung pikiran Martin. Ketika Paus Roma melihat kekuasaannya sudah mulai terancam runtuh, pada tahun 1520 ia mengeluarkan pengumuman dan memandang akidah Martin Luther sebagai akidah buruk yang ke 41. Ia minta kepada semua orang untuk membakar buku-buku si kafir dan atheis.

Dan dari dukungan2 berbagai pihak kepadanya maka terbentuklah suatu golongan baru yang memisahkan diri dari gereja Katolik dan mendirikan gereja baru, yakni GEREJA PROTESTAN.

5. Zoungely adalah salah satu penyebar gerakan reformasi yang dilancarkan oleh Martin Luther. Ketika kunjungannya ke Roma, dia menyaksikan sendiri penyelewengan yang dilakukan Paus dan gereja katolik.6. John Calvin mendirikan gereja baru sendiri dengan nama Reformed Church, lain dengan Gereja protestan. Disamping dalam gerejanya terbentuk faham2 baru.7. John Nuks: Ia melihat dari dekat bahwa ternyata para Paus itu jiwanya sudah jauh dari agama, akhlaknya bobrok, tingkah lakunya banyak menyimpang, mereka serakah dan rakusnya tidak terperikan. Kemudian dia ditangkap, dipenjara, disiksa dan diasingkan selama 17 tahun. Tapi ia dibebaskan atas permintaan Raja Edward VI.

Terbentuknya Gereja adalah identik dengan Katolik, sedangkan gereja dalam kejayaannya cenderung seperti diktator dan penentu segala keputusan, hukum2 maupun faham2 dogmatis yang berujung dengan berbagai penyimpangan seperti terurai diatas, Para reformer hanya sekedar memprotes segala tindak tanduk penyimpangan Gereja dan sedikit merubah dari faham-faham hasil keputusan Gereja, padahal sudah jelas bahwa akibat terlalu banyak bersandar kepada keyakinan petunjuk Roh Kudus yang datang dengan sendirinya(Dan bukan berdasarkan petunjuk/hukum agama yang sudah ditetapkan) maka kuasa roh jahat (syetan) pasti akan menuntun, tidak peduli orang suci macam manapun dia.

Tanggapan:

Seperti dijelaskan di atas, jikalau ada gerakan2 reformasi dari kaum Protestan, itu bukan berarti Gereja Katolik tidak mereformasi dirinya.Secara Lembaga, Gereja Katolik melalui Paus Yohanes Pulus II telah meminta maaf atas kesalahan2 Gereja masa lalu
Reff: http://www.vatican.va/holy_father/john_ ... io_en.html

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Tue Jun 07, 2011 12:50 pm

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Bagaimana kita dapat mempercayai suatu agama yang berkembang 3 abad setelah kenabian Isa. Dari segi geografis saja sudah dapat memungkiri. Bagaimana mungkin Nabi Isa yang berlokasi di Timur Tengah namun ajarannya berkembang dari Eropa (Roma, Italia)?

Tanggapan:

Kekristenan berkembang sejak abad pertama mulai dari Yerusalem. Gereja perdana (Jemaat mula-mula) terbentuk pada hari Pentakosta:

* Kisah Para Rasul 2:1
LAI TB, Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat."
KJV, And when the day of Pentecost was fully come, they were all with one accord in one place.
TR, και εν τω συμπληρουσθαι την ημεραν της πεντηκοστης ησαν απαντες ομοθυμαδον επι το αυτο
Translit, kai en tô sumplêrousthai tên hêmeran tês pentêkostês êsan hapantes homothumadon epi to auto

Jemaat dalam arti Kristiani, pertama kali muncul di Yerusalem, setelah kenaikan Yesus ke Surga. Bagian terbesar dari jemaat itu adalah kelompok murid-murid Yesus yang berasal dari Galilea, bersama-sama dengan mereka yang menyambut pemberitaan para rasul di Yerusalem.

Dalam perkembangannya, kekristenan menyebar sampai ke Asia dan Eropa, namun bukan berarti hal tersebut harus dipersalahkan. Kekristenan menyebar ke seluruh penjuru dunia adalah mengikuti perintah Yesus Kristus sendiri:

* Matius 28:19-20
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."


Jemaat di kota Roma, Itali, yang ada di daratan Eropa termasuk jemaat mula-mula, yang sudah terbentuk pada abad 1 Masehi, dan itu juga tertulis di dalam Alkitab, silahkan baca Surat Roma pasal 1.

Kalau kita tinjau dari segi sejarah para Rasul: Jemaat di Roma dan kota Roma bukanlah sesuatu yang asing dalam Kekristenan sejak mula-mua, sehingga dapat dipertanyakan keberadaannya.

Rasul Paulus dipenjarakan di Roma pada tahun 61 M dan di sana ia menulis surat-surat dari penjara: surat Efesus, surat Filipi, dan surat Kolose. Pemenjaraannya berakhir sekitar tiga tahun kemudian pada saat Roma dibakar, yang terjadi pada bulan Mei tahun 64 M (lihat Kisah Para Rasul 28:30). Selama kebebasannya yang singkat, Paulus mungkin telah mengunjungi Eropa barat dan timur serta Asia Kecil- ia juga menulis surat kiriman pertama kepada Timotius dan surat kiriman kepada Titus. Semula Nero disalahkan karena ia membakar kota Roma. Jadi, untuk mengalihkan tuduhan itu darinya ia menyalahkan orang-orang Kristen. Akibatnya, penganiayaan yang kejam mulai berkobar terhadap mereka. Pada masa itu, Paulus ditangkap dan dimasukkan kembali ke dalam penjara Roma. Sementara berada di penjara untuk kedua kali, ia menulis surat kedua kepada Timotius. Itu adalah surat terakhirnya. Tidak lama sesudahnya, ia diputuskan bersalah karena melakukan kejahatan melawan Kaisar dan dihukum mati. Ia dibawa ke tiang eksekusi dan dipancung. Hal itu terjadi pada tahun 66 M, tepat empat tahun sebelum Yerusalem jatuh.

Demikian pula, dari segi sejarah juga dapat kita ketahui bahwa Rasul Petrus, menjadi martir di Yerusalem di bawah pemerintahan Kaisar Nero yang kejam. Diceritakan bahwa Petrus yang usianya sudah tua diusahakan oleh jemaat untuk meninggalkan Roma. Tetapi ketika Petrus keluar kota Roma, ia berjumpa dengan Tuhan Yesus yang sedang menuju Roma. Petrus bertanya, "Tuhan hendak ke mana?". Tuhan menjawab, "Ke Roma untuk disalibkan lagi". Rasul Petrus mengerti, akhirnya ia balik ke Roma untuk tetap mendampingi jemaat dalam masa penganiayaan sulit itu. Dan sesuai nubuat Tuhan Yesus tentang bagaimana ia akan mati, Petrus ditangkap oleh Nero. Ketika akan disalibkan, ia menolak disalibkan dengan cara yang sama dengan Tuhan. Ia merasa sangat tidak layak bahkan dalam matinya, ia memilih disalibkan dengan kepala di bawah.

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Tue Jun 07, 2011 1:42 pm

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Belum lagi dari segi nama yang bermula Isa menjadi Jesus, Yahya menjadi Yohanes dll. Termasuk nama pendiri agama Kristen sendiri yang berawal Syaul menjadi Paulus?

Tanggapan:

Penyebutan Nama Yesus Sang Mesias (Yunani: ιησους - IÊSOUS) sudah sejak abad pertama Masehi di dalam bukti Alkitab kami Perjanjian Baru, bahasa Yunani:

* Lukas 23:43
LAI TB, Kata YESUS kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
KJV, And JESUS said unto him, Verily I say unto thee, To day shalt thou be with me in paradise.
TR, και ειπεν αυτω ο ιησους αμην λεγω σοι σημερον μετ εμου εση εν τω παραδεισω
Translit Interlinear, kai {dan} eipen {Dia berkata} autô {kepadanya} ho iêsous {Yesus} amên {Amin} legô {Aku berkata} soi {kepadamu} sêmeron {hari ini} met {bersama} emou {Aku} esê {engkau akan ada} en {di dalam} tô paradeisô {Firdaus}

* Matius 1:18
LAI TB, Kelahiran YESUS KRISTUS adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
KJV, Now the birth of JESUS CHRIST was on this wise: When as his mother Mary was espoused to Joseph, before they came together, she was found with child of the Holy Ghost.
TR, του δε ιησου χριστου η γεννησις ουτως ην μνηστευθεισης γαρ της μητρος αυτου μαριας τω ιωσηφ πριν η συνελθειν αυτους ευρεθη εν γαστρι εχουσα εκ πνευματος αγιου
Translit interlinear, tou de {adapun} iêsou {Yesus} khristou {Kristus} hê gennêsis {kelahiran} houtôs {seperti ini} ên {adalah} mnêsteutheisês {ketika ditunangkan} gar tês mêtros {ibu} autou {-Nya} marias {maria} tô {dengan} iôsêph {yusuf} prin {sebelum} ê sunelthein {bercampur} autous {mereka} eurethê {ia ditemukan} en {di dalam} gastri {kandungan/ rahim} ekhousa {ia (maria) sedang memegang} ek {yang keluar dari} pneumatos {Roh} hagiou {Kudus}

Penyebutan Yesus sebagai "Isa" di dalam Al~Qur'an justru terjadi belakangan, sebab kita tahu bersama bahwa Era Islam baru mulai sekitar abad ke 7 Masehi.

Demikian pula nama Yohanes (Yunani: ιωαννης – IÔANNÊS) nama ini sudah ada sejak abad pertama Masehi di dalam bukti Alkitab kami Perjanjian Baru, bahasa Yunani:

* Yohanes 10:40
LAI TB, Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
KJV, And went away again beyond Jordan into the place where John at first baptized; and there he abode.
TR, και απηλθεν παλιν περαν του ιορδανου εις τον τοπον οπου ην ιωαννης το πρωτον βαπτιζων και εμεινεν εκει
Translit interlinear, kai {kemudian} apêlthen {Ia pergi} palin {lagi} peran {ke seberang} tou iordanou {(sungai) yordan} eis {ke} ton topon {tempat} hopou {dimana} ên {adalah} iôannês {yohanes} to prôton {pertama} baptizôn {membaptis} kai {lalu} emeinen {tinggal} ekei {di sana}

Mengenai nama Saulus – Paulus (Aksara Yunani: σαυλος – SAULOSπαυλος – PAULOS , kita lihat bukti paling awal yang tercatat dalam Alkitab, sejak abad pertama Masehi:

* Kisah13:9
LAI TB, Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia
KJV, Then Saul, (who also is called Paul,) filled with the Holy Ghost, set his eyes on him. TR, σαυλος δε ο και παυλος πλησθεις πνευματος αγιου και ατενισας εις αυτον
Translit interlinear, saulos {saulus} de {tetapi} ho {yang} kai {juga (disebut)} paulos {paulus} plêstheis {dipenuhi} pneumatos {Roh} hagiou {Kudus} kai {dan} atenisas {menatap} eis {kepada} auton {dia}
Ha-Berit,
וְשָׁאוּל הַנִּקְרָא גַּם־פּוֹלוֹס מָלֵא רוּחַ הַקֹּדֶשׁ וַיִּסְתַּכֵּל בּוֹ׃
Translit, VESYA'UL HANIQ'RO GAM-POLOS MALE' RU'AKH HAQODESY VAYOSETAKEL BO


Dari ungkapan itu tampaknya kedua nama itu bersama-sama merupakan nama Paulus. Memang, banyak ahli menduga bahwa dia disebut "Paulus" adalah karena dia warganegara Romawi (Kisah 16:37; 22:25-29). Lihat Kisah 13:7: ada nama "Sergius Paulus", gubernur pulau Pafos, memberikan kita bukti bahwa Paulus adalah nama "Romawi" yang lazim. Dan karena ia juga berkomunitas pada orang-orang yang berbahasa Yunani maka namanya juga dikenal sebagai "Saulus". Jadi "Paulus" (versi Romawi/ Latin) "Saulus" (versi Yunani). "Paulus" adalah versi Latin dari nama Ibrani "Saul". Jadi Paulus punya nama seperti nama moyangnya, Saul (aksara Yunani: σαουλ – SAOUL ; Ibrani שאול - SYA'UL), raja pertama orang Israel (Kisah 13:21) dari suku Benyamin.

Apakah Paulus Pendiri Agama Kristen?

Penulis Islam memang sering memojokkan Paulus seraya menuduh bahwa "agama" Kristen tidak didirikan oleh Yesus, melainkan oleh Paulus. Terhadap tuduhan itu, jelas sekali hal itu tidak benar karena jemaat Kristen mula-mula terbentuk di Yerusalem, jauh sebelum Paulus bertobat, bahkan Paulus inilah yang menganiaya, mengejar, dan membunuh sebagian besar anggota jemaat yang mula-mula.

* Kisah Para Rasul 8:3
Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.


Saulus/ Paulus menyebabkan kematian para murid kristus termasuk diantaranya adalah Stefanus. Kematian Stefanus mempunyai dampak nyata. Penganiayaan menyusul (Kisah 8:1) namun ini justru mengakibatkan pemberitaan Injil semakin meluas (Kisah 8:4,11,19). Juga dapat dikatakan bahwa kematian Stefanus merupakan faktor yang membawa Saulus semakin memburu pengikut-pengikut Kristus (Kisah 7:58, 8:1,3, 22:20). Kemudian Paulus bertobat (lihat Kisah 9:3-9; 22:6-11; 26:1-18) dan ia menjadi pengikut Kristus yang setia dan menggembalakan jemaat-jeamaat.

Perlu diketahui bahwa pemberian nama Kristen bukan dari Paulus, tetapi dari masyarakat di Antiokia :

* Kisah 11:26
LAI TB, Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen."
KJV, And when he had found him, he brought him unto Antioch. And it came to pass, that a whole year they assembled themselves with the church, and taught much people. And the disciples were called Christians first in Antioch.
TR, και ευρων αυτον ηγαγεν αυτον εις αντιοχειαν εγενετο δε αυτους ενιαυτον ολον συναχθηναι εν τη εκκλησια και διδαξαι οχλον ικανον χρηματισαι τε πρωτον εν αντιοχεια τους μαθητας χριστιανους
Translit interlinear, kai {dan} heurôn {setelah menemui} auton {dia} êgagen {membawa} auton {nya} eis {ke} antiokheian {antiokia} egeneto {itu terjadi} de {lalu} autous {pada mereka} eniauton {satu tahun} holon {penuh} sunakhthênai {(mereka) berkumpul} en {dalam} te ekklêsia {jemaat/ kumpulan umat} kai {dan} didaxai {mengajar} okhlon {orang-orang/ masyarakat} ikanon {banyak} khrêmatisai te {(mereka) dipanggil} prôton {(untuk) pertama kali} en {di} antiokheia {antiokia} tous mathêtas {para murid} khristianous {(orang2) Kristen}

Kata 'Kristen' adalah terjemahan dari kata Yunani : χριστιανους – khristianous, kata khristianous ini hanya ada 3x di dalam Alkitab Perjanjian Baru, yaitu di Kisah 11:26, 26:28 dan 1 Petrus 4:16.
Kata 'khristianous' ada di dalam tulisan Rasul Petrus :

* 1 Petrus 4:16
LAI TB, Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.
KJV, Yet if any man suffer as a Christian, let him not be ashamed; but let him glorify God on this behalf.
TR, ει δε ως χριστιανος μη αισχυνεσθω δοξαζετω δε τον θεον εν τω μερει τουτω
Translit interlinear, ei {jika} de {tetapi} hôs khristianos {sebagai seorang kristen} mê {janganlah} aiskhunesthô {ia merasa malu} doxazetô {hendaklah ia memuji} de {tetapi} ton theon {Allah} en {karena} tô {dalam} merei {memuliakan} toutô {Nya}

Dan menariknya kata khristianous justru tidak pernah ada dalam tulisan-tulisan Rasul Paulus. Jadi, sungguh tidak tepat sasaran apabila dikatakan Pauluslah yang menciptakan "agama Kristen".

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Tue Jun 07, 2011 1:56 pm

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Ajaran Paulus yang banyak mengandung mithos-mithos Yunani ini ternyata banyak sekali mendapat dukungan, dari orang-orang sekitar Mediteraan, Laut Tengah.

Tanggapan:

Tuduhan itu tidak tepat.

PAULUS adalah ORANG FARISI (Bukan Helenistik/ yang mengandung mithos Yunani) :

Sekitar umur 15 tahun ia diperkirakan datang ke Yerusalem dan menjadi pengikut seorang yang giat dari golongan kaum Farisi . Semasa mudanya Paulus dididik di Yerusalem oleh Gamaliel yang memberinya pengajaran mendalam tentang agama Yahudi sesuai ajaran mazhab Farisi, Kisah 22:3; 26:4 dst; Galatia 1;14. Filipi 3:5. Dan masa sebelum pertobatannya, kehidupan Paulus dalam agama Yahudi; tanpa batas ia menganiaya Jemaat Allah dan berusaha membinasakannya (Galatia 1:13).

Jelas sekali bahwa:
1. Dia dididik di bawah pimpinan Gamaliel (Farisi); Kisah 22:3
2. Dia adalah Farisi dan keturunan Farisi; Kisah 23:6

Maka tidak ada dasar untuk menuduh Paulus mempunyai latar belakang mithos Yunani/ helenistik ataupun beragama Yunani.

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Tue Jun 07, 2011 8:00 pm

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Ia (Paulus) antaranya didukung oleh Ireneus (150 – 202 M), Tertulianus (155 – 220 M) Origens (185 – 254 M) dan Anthanasius, yaitu Bapak yang melahirkan Trinitas yang hidup sekitar tahun 298 – 377 M, yang ikut memelopori Trinitas dalam sidang dikota Nicea tahun 325 M.

Di belakang Anthanasius berdiri pula Santo Agustinus (354 – 430) dan Gregoryus Nyssa (335 – 394 M). Mereka, pendukung-pendukungnya ini memikirkan, berpikir dan berunding, bagaimana memecahkan persoalan Tuhan itu tiga tetapi satu.

Tanggapan:

Ajaran Allah Tritunggal (Trinitas) adalah doktrin produk era Katolik. Istilah Trinitas tidak berasal dari Paulus.

Paulus adalah orang Ibrani asli dan pengikut aliran paling keras, yaitu golongan Farisi. Hal ini bukan hanya memberi dampak yang mendalam atasnya, tapi juga memberi kebanggaan yang besar. Ia telah mendapat pelajaran dari Gamaliel yang masyhur itu, dan telah berkembang lebih maju daripada kebanyakan temannya sezaman dalam soal agama Yahudi.

* Kisah Para Rasul 26:5
LAI TB, Sudah lama mereka mengenal aku dan sekiranya mereka mau, mereka dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah hidup sebagai seorang Farisi menurut mazhab yang paling keras dalam agama kita.
KJV, Which knew me from the beginning, if they would testify, that after the most straitest sect of our religion I lived a Pharisee.
TR, προγινωσκοντες με ανωθεν εαν θελωσιν μαρτυρειν οτι κατα την ακριβεστατην αιρεσιν της ημετερας θρησκειας εζησα φαρισαιος
Translit, proginôskontes me anôthen ean thelôsin marturein hoti kata tên akribestatên hairesin tês hêmeteras thrêskeias ezêsa pharisaios

Suatu corak lain dari pendekatan keagamaan Paulus adalah besarnya pengaruh Perjanjian Lama atas dia. Sekalipun dalam banyak hal ia memakai naskah Septuaginta (LXX), namun pada hakekatnya caranya menggunakan Kitab-kitab Perjanjian Lama adalah cara Yahudi. Sebagai Yahudi, Paulus kuat kepercayaannya kepada Allah yang Esa:

* Ulangan 6:4
LAI-TB, Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
KJV, Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:
Hebrew,
שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה ׀ אֶחָֽד ׃
Translit interlinear, SYEMA' {dengarlah} YISRA'EL {Israel} YEHOVAH {YHVH dibaca 'Adonay, TUHAN} 'ELOHEINÛ {Allah kita} YEHOVAH {YHVH dibaca 'Adonay, TUHAN} EKHAD {esa}"

Lebih dari itu ia memiliki keyakinan tentang kekudusan Allah. Dalam agama Yahudi kepercayaan ini memimpin kepada transendentalisme, tapi dalam teologia Kristen Paulus tidak ada persoalan tentang Allah yang jauh. Allah didekatkan di dalam Yesus Kristus. Tapi tidak dapat diragukan bahwa bagi konsepsinya yang mulia tentang Allah, Paulus banyak berhutang kepada warisan Yahudinya.

* Roma 3:30
LAI TB, Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.
KJV, Seeing it is one God, which shall justify the circumcision by faith, and uncircumcision through faith.
TR, επειπερ εις ο θεος ος δικαιωσει περιτομην εκ πιστεως και ακροβυστιαν δια της πιστεως
Translit, epeiper heis ho theos hos dikaiôsei peritomên ek pisteôs kai akrobustian dia tês pisteôs

* 1 Korintus 8:4
LAI TB, Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.
KJV, As concerning therefore the eating of those things that are offered in sacrifice unto idols, we know that an idol is nothing in the world, and that there is none other God but one.
TR, περι της βρωσεως ουν των ειδωλοθυτων οιδαμεν οτι ουδεν ειδωλον εν κοσμω και οτι ουδεις θεος ετερος ει μη εις
Translit, peri tês brôseôs oun tôn eidôlothutôn oidamen hoti ouden eidôlon en kosmô kai hoti oudeis theos heteros ei mê heis.

* 1 Korintus 8:6
LAI TB, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
KJV, But to us there is but one God, the Father, of whom are all things, and we in him; and one Lord Jesus Christ, by whom are all things, and we by him.
TR, αλλ ημιν εις θεος ο πατηρ εξ ου τα παντα και ημεις εις αυτον και εις κυριος ιησους χριστος δι ου τα παντα και ημεις δι αυτου
Translit, all hêmin heis theos ho patêr ex hou ta panta kai hêmeis eis auton kai heis kurios iêsous khristos di hou ta panta kai hêmeis di autou

* Galatia 3:20,
LAI TB, Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu.
KJV, Now a mediator is not a mediator of one, but God is one
TR, ο δε μεσιτης ενος ουκ εστιν ο δε θεος εις εστιν
Translit, ho de mesitês henos ouk estin ho de theos heis estin

Pandangan Paulus tentang Allah dipengaruhi sekali oleh Perjanjian Lama dan oleh kepercayaan Yahudi yang konsekuen. Pandangan itu pada hakekatnya juga sama dengan yang terdapat dalam ajaran Yesus:

* Markus 12:29
LAI TB, Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
KJV, And Jesus answered him, The first of all the commandments is, Hear, O Israel; The Lord our God is one Lord:
TR, ο δε ιησους απεκριθη αυτω οτι πρωτη πασων των εντολων ακουε ισραηλ κυριος ο θεος ημων κυριος εις εστιν
Interlinear, ho de {dan} iêsous {Yesus} apekrithê {Dia menjawab} autô {kepadanya} hoti {bahwa} prôtê {pertama} asôn {dari segala} tôn entolôn {perintah-perintah} akoue {dengarlah engkau} israêl {Israel} kurios {Tuhan} ho theos {Allah} hêmôn {kita} kurios {Tuhan} heis {satu} estin {Dia adalah}

Pandangan Paulus tentang Allah tinggi, tapi ia tidak mengikuti kesalahan orang Yahudi sezamannya, yang menjadikan Allah jauh sekali (transendentalisme). Konsepnya tentang Allah dikuasai oleh gagasan tentang kasih karunia, yaitu kebaikan Allah yang bukan berdasarkan kelayakan manusia. Paulus tidak pernah dapat melepaskan diri dari gagasan, bahwa seluruh proses keselamatan itu adalah inisiatif Allah dan tidak tergantung pada usaha manusia. Ia tahu benar kasih Allah di dalam Kristus dan tidak pernah jemu untuk mengucapkan hal itu.

Yesus Kristus sendiri senantiasa berpatokan kepada Perjanjian Lama sedangkan monotheisme adalah dasar dan inti Perjanjian Lama. Perjanjian Lama tidak menulis bahwa Allah yang Esa terdiri atas tiga pribadi yang berbeda. Klimaks Perjanjian Lama adalah Allah sendiri yang telah turun ke bumi dan Dia datang di dalam Yesus Kristus untuk melaksanakan penyelamatan dunia dalam rupa Mesias yang ilahi, Manusia Ilahi, tangan Tuhan.

* 1 Timotius 3:16
LAI TB, Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia (naskah Yunani: Allah), yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.
KJV, And without controversy great is the mystery of godliness: God was manifest in the flesh, justified in the Spirit, seen of angels, preached unto the Gentiles, believed on in the world, received up into glory.
TR, και ομολογουμενως μεγα εστιν το της ευσεβειας μυστηριον θεος εφανερωθη εν σαρκι εδικαιωθη εν πνευματι ωφθη αγγελοις εκηρυχθη εν εθνεσιν επιστευθη εν κοσμω ανεληφθη εν δοξη
Translit, kai homologoumenôs mega estin to tês eusebeias mustêrion theos ephanerôthê en sarki edikaiôthê en pneumati ôphthê aggelois ekêrukhthê en ethnesin episteuthê en kosmô anelêphthê en doxê

Jelas sekali bahwa Paulus TIDAK PERNAH memakai istilah TRINITAS/ TRITUNGGAL.


Lalu bagaimana dengan ajaran/ doktrin Trinitas/ Titunggal itu sendiri, apakah bertentangan dengan azas Monoteisme?

Gereja Katolik Roma berkata: "Tritunggal" adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin utama. Jadi, dalam kata-kata Kredo Athanasia: "sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan satu Allah. Dalam Tritunggal ini. Pribadi-Pribadinya sama kekal dan setara: semuanya tidak diciptakan dan mahakuasa." - The Catholic Encyclopedia.

Hampir semua gereja-gereja yang lain dalam Kekristenan menyetujuinya. Misalnya, Gereja Ortodoks Yunani juga menyebut Tritunggal "doktrin dasar dari Kekristenan," bahkan mengatakan: "Orang Kristen adalah orang-orang yang menerima Kristus sebagai Allah." Dalam buku Our Orthodox Christian Faith, gereja yang sama berkata: "Allah adalah suatu kesatuan tiga serangkai. Sang Bapa adalah Allah sepenuhnya. Sang Anak adalah Allah sepenuhnya. Roh Kudus adalah Allah sepenuhnya."

Artikel terkait:
DOKTRIN TRINITAS, di doktrin-trinitas-vt19.html#p37

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Tue Jun 07, 2011 8:14 pm

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Maka tidaklah heran kita bila kemudian mendengarkan adanya konsili-konsili seperti konsili Nicea, konsili Epesus, konsili Alexandria dll, dimana pada tiap-tiap konsili akan lahir pula suatu “perkembangan baru dari Tuhan,” seperti pelenyapan Injil-injil yang asli, pelarangan padri-padrinya kawin dan seterusnya.

Tanggapan:

Mengenai tuduhan pelenyapan Injil2 yang asli, pernah dibahas di benarkah-konsili-nicea-untuk-menghancurkan-injil-yang-asli-vt991.html#p2942

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Dalam zaman seperti yang saya sebutkan tadi, tidak pula seluruh orang menerima ajaran gila Paulus ini, sebab pada waktu itu lahir pula golongan-golongan Nestorius (388-440 M) dan Arius (270-350 M).Kedua golongan ini terkenal gigihnya menentang ajaran Paulus, sambil tetap berkeyakinan bahwa tiada lain yang disembah melainkan Allah yang Maha Esa, dan pertentangan mereka inilah yang akhirnya menimbulkan perburuan manusia yang tiada taranya, dimana lawan-lawan ideologinya dibunuh dengan dibakar hidup-hidup, diadu dengan singa, diseret oleh kuda ataupun dihukum pijak oleh gajah.

Pemerintah Romawi melihat adanya suatu kericuhan-kericuhan didalam negerinya, tidaklah tinggal diam. Kericuhan-kericuhan agama ini bila dibiarkan, kemungkinan besar akan menimbulkan suatu hal-hal yang lebih besar dan berbahaya pula. Itulah sebabnya maka pada tahun 326 M, kaizar Konstantin yang Agung segera mengadakan musyawarah atau konsili dikota Nicea, dimana golongan-golongan Tertulianus, Origenes, Anthanasius dipertemukan dengan golongan Nestorius, Arius serta kawan-kawan yang seangkatan dengannya. Gagasan Kaisar mungkin kurang ditanggapi oleh ummat, maka dari undangan yang datang ternyata belum setengahnya.

Tanggapan:

Sudah dijelaskan bahwa Doktrin Trinitas tidak berasal dari Paulus.

Konsili diadakan karena adanya penatua di Aleksandria bernama Arius yang melontarkan ajaran yang berbeda dengan pemahaman gereja secara umum selama 4 abad mengenai ke'Tuhan'an Yesus. Pandangan Arius ditolak oleh uskup Aleksander dan penatua Athanasius yang juga berasal dari gereja Aleksandria, penolakan ini kemudian diteguhkan dalam konsili Nicea yang khusus diadakan membahas pengajaran Arius.

Pernah dijelaskan di paulus-trinitas-dosa-waris-vt867.html
Tuduhan:
alifhamzah wrote:Didalam perdebatan itu, mereka terpecah dua, yaitu golongan-golongan yang mempertahankan Yesus sebagai manusia, dan golongan golongan yang mempertahankan Yesus sebagai Tuhan.

Tanggapan:

Konsili Nicea mempertahankan ajaran Alkitab yang sudah ada sejak dulu (sebelumnya) yang menyebutkan bahwa Yesus adalah Allah (Yohanes 1:1; Yohanes 20:28 ) yang sehakekat dengan Bapa (homo-ousius).

Ajaran Yesus adalah Allah sudah tercatat dalam Alkitab Perjanjian Baru yang ditulis pada tengah kedua abad pertama (50-100), jadi bukan merupakan hasil keputusan politik kaisar Konstantin melalui Konsili Nicea (325).

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Tue Jun 07, 2011 8:20 pm

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Berhubung tidak adanya kata sepakat, maka kaisar mengambil keputusan (dekrit?) bahwa Yesus adalah Tuhan dan manusia, atau setengah Tuhan dan setengah manusia. Gagasan ini diterima hanya dengan 2 suara, sedang penolaknya 10 suara. Berhubung yang 2 suara ini lebih dekat dengan selera kaisar, maka sejarah kemudian mencatat yang 2 suara inilah yang menang, yaitu mereka yang menerima gagasan Tuhan manusia terhadap diri Yesus. Kaisar kemudiannya mengadakan suatu dekrit umum bahwa semua orang harus menerima gagasannya itu.

Maka mulailah disini penjagalan manusia besar-besaran, dimana siapa saja yang menolak ajaran Yesus Tuhan dan manusia dibunuh dengan bermacam-macam cara yang keji. Belakangan ternyata pula, kaisar Konstantin raja Romawi yang kafir itu masuk Kristen, dan kemungkinan mulai tahun-tahun inilah Kristen itu mulai lahir, dalam suatu bentuk yang bernama: Katolik yang artinya Umum.

Konsili I ini rupa-rupanya belumlah dapat menampung segala aspirasi ummat. Maka mereka kemudian mengadakan Konsili II dikota Konstantinople pada tahun 381 M, yang memutuskan lagi bahwa Anak adalah Homo Osius dengan Bapa (Creator).

Didalam Konsili II ini pula mereka menambahkan materi Rokhulkudus sebagai oknum ke-III dari Allah, sehingga lengkap lahirlah Tuhan Allah Bapa, dan Anak serta Rokhulkudus. Didalam tahun-tahun inilah kemungkinan besar orang mulai menambah-nambah Injil Matius dengan tulisan: Pergilah keseluruh dunia baptiskanlah seluruh bangsa dengan nama Bapa, dan Anak dan Rokhulkudus (Matius 28:10).

Konsili ke-III diadakan dikota Epesus tahun 439 M, didalam konsili inilah dikeluarkan perintah untuk mengutuk ajaran-ajaran Nestorian dan Arianisme yang bidaat itu. Merekapun mengeluarkan pernyataan perang terhadap Injil, dimana seluruh Injil-injil yang asli dimusnahkan atau diapokratipkan. Sebagaimana kita mengetahui, semasa Yesus hidup ia mempunyai pula pengikut-pengikut, yang kian kemari menuliskan khutbah-khutbah dan ajaran-ajarannya sebab pada zaman itu memang alphabet telah ditemukan. Murid-murid Yesus ada 70 orang. diantaranya 12 yang disebutkan namanya didalam Injil. Dari catatan-catatan murid-murid Yesus ini, kemudian hari kita kenal telah dibukukan dengan nama Injil, yang dinamai oleh masing-masing penulisnya seperti: (1) Injil Markion, (2) Injil Mesir, (3) Injil Eva, (4) Injil Yudas, (5) Injil Nicodemus, (6) Injil Thomas, (7) Injil Barnaba, (8) Injil Matius, (9) Injil Yosepus, (10) Injil Duabelas, (11) Injil Kebenaran, (12) Injil Maria, (13) Injil Yesus, (14) Injil Andreas, (15) Injil Pilipias, dan lain-lainnya

Tanggapan:

Yesus sebagai Tuhan tidak ditentukan oleh intervensi Kaisar Konstantin di Konsili NICEA. Alkitab dengan jelas bersaksi bahwa Yesus adalah Tuhan.

Ajaran Yesus adalah Allah sudah tercatat dalam Alkitab Perjanjian Baru yang ditulis pada tengah kedua abad pertama 50-100 Masehi, jadi bukan merupakan hasil keputusan politik kaisar Konstantin melalui Konsili Nicea 325 M.

Jauh sebelum konsili Nicea dilakukan, para Rasul, Murid dan orang-orang percaya mengakui Yesus Tuhan. Bahkan Yesaya dan kitab-kitab para nabi dalam Perjanjian Lama menuliskan tentang keilahian Sang Mesias (dari kata Ibrani, משיח - MASYIAKH) / Kristus (dari kata Yunani, χριστος - khristos).


ALKITAB yang bersaksi tentang ke-ALLAH-an Yesus Kristus :

* Yohanes 1:1-3,14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

* Yohanes 13:13
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan

* Yohanes 20:28
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!


Artikel terkait :
- YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH, di yesus-kristus-adalah-allah-vt35.html#p80
- YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN, di yesus-kristus-adalah-tuhan-vt625.html#p1440


Beberapa perkataan Yesus yang menarik dipelajari:

* Yesus mengatakan, "Akulah gembala yang baik" (Yohanes 10:11), sedangkan Perjanjian Lama mengatakan, "TUHAN adalah gembalaku" (Mazmur 23:1).

* Yesus menyatakan Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31), Perjanjian Lama mengatakan TUHAN adalah hakim segala bangsa (Yoel 3:12).

* Yesus mengatakan, "Akulah terang dunia" (Yohanes 8:12), Perjanjian Lama mengatakan "'TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu" (Yesaya 60:19).

* Yesus mengatakan Dia adalah yang pertama dan yang akhir (Wahyu 1:17), sama seperti YHVH dalam Perjanjian Lama (Yesaya 44:6).

Artikel terkait : Yesus menyatakan diri sebagai YHVH, di yesus-kristus-adalah-yhvh-vt41.html#p2668


Pernyataan keilahian Yesus sangat jelas di Yohanes 8:58, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada"


Artikel terkait :
11) Tahun 325 Konsili Nicea, di 100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html#p5522

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Tue Jun 07, 2011 8:24 pm

Tuduhan:
alifhamzah wrote:MATIUS CS. PENJIPLAK PAULUS

Sebaliknyalah bahwa Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya itulah yang mengajarkan ajaran-ajaran palsu. Lukas misalnya, ia adalah dokter pribadi dari Paulus. Ia dalam menulis Injil, dengan sendirinya kemasukan pula ajaran-ajarannya Paulus. Ini bisa dibuktikan dalam tulisannya pada kisah rasul- rasul, dimana jelas nampak kecenderungannya untuk mengangkat-angkat nama Paulus, bahkan murid ini setengah mengkultus dan mendewakannya. Lukas menyusun Injilnya berdasarkan kepada Markus-tua atau Ur Markus. Sedangkan Markus sendiri bukannya orang yang dikenal. Matius menulis Injilnya berdasarkan pula kepada Ur Markus, jadi Matiuspun menjiplak. Itulah sebabnya dalam Injil-injil Matius, Markus dan Lukas banyak sekali dijumpai kalimat-kalimat atau perkataan-perkataan yang sama, disamping pertentangan-pertentangan yang ada.

Tanggapan:

Mengenai tuduhan pertentangan-pertentangan pada Perjanjian Baru, silahkan baca pembahasannya di kontradiksi-perjanjian-baru-vt543.html

Di dalam Kitab Kisah Para Rasul meski menulis sebagian kisah Paulus sebelum dan sesudah pertobatannya, tetapi kitab ini tidak mengangkat-angkat nama Paulus. Kitab ini mencatat kisah Rasul-rasul yang tidak hanya terbatas pada Paulus, saja tetapi tentang Petrus, Barnabas, Yakobus dan lain-lain.

Tentang Matius:

    Injil Matius ditulis oleh salah satu murid Yesus Matius (yang juga disebut Lewi). Ia mulai mencatat ajaran Yesus pada tahun 27-29 Masehi, dan selesai membukukannya pada tahun 60 Masehi. Injil ini ditulis lebih dulu dari Injil-injil lainnya.
    Tuduhan bahwa Matius menjiplak Paulus tidak berdasar. Matius adalah murid langsung dan ada bersama-sama dalam pelayanan Yesus Kristus.

    Tujuan Matius menulis Injil ini
      (1) untuk memberikan kepada sidang pembacanya kisah seorang saksi mata mengenai kehidupan Yesus,
      (2) untuk meyakinkan pembacanya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Mesias yang dinubuatkan oleh nabi PL, yang sudah lama dinantikan, dan
      (3) untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dinyatakan di dalam dan melalui Yesus Kristus dalam cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.


    Matius ingin sekali agar pembacanya memahami bahwa:
      (1) hampir semua orang Israel menolak Yesus dan kerajaan-Nya. Mereka tidak mau percaya karena Ia datang sebagai Mesias yang rohani dan bukan sebagai Mesias yang politis.
      (2) Hanya pada akhir zaman Yesus akan datang dalam kemuliaan-Nya sebagai Raja segala raja untuk menghakimi dan memerintah semua bangsa.


    Matius memperkenalkan Yesus sebagai penggenapan pengharapan Israel yang dinubuatkan. Yesus menggenapi nubuat PL dalam kelahiran-Nya (Matius 1:22-23), tempat lahir (Matius 2:5-6), peristiwa kembali dari Mesir (Matius 2:15) dan tinggal di Nazaret (Mat 2:23); Ia juga diperkenalkan sebagai Oknum yang didahului oleh perintis jalan Sang Mesias (Matius 3:1-3); dalam hubungan dengan lokasi utama dari pelayanan-Nya di depan umum (Matius 4:14-16), pelayanan penyembuhan-Nya (Mat 8:17), peranan-Nya selaku hamba Allah (Matius 12:17-21), ajaran-Nya dalam bentuk perumpamaan (Matius 13:34-35), peristiwa memasuki Yerusalem dengan jaya (Matius 21:4-5) dan penangkapan-Nya (Matius 26:56).

    Artikel terkait: matius-penulis-injil-vt4205.html#p22913



Tentang Markus:

    Markus bukan orang yang tidak dikenal. * Kisah 15:37-39
    15:37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;
    15:38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.
    15:39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.
    (baca keterangan selanjutnya di sidang-gereja-bersama-untuk-pertama-kalinya-kisah-pasal-15-vt2639.html#p15195 )

    Dia juga kemungkinan besar adalah seorang saksi mata, pada saat Yesus ditangkap, baca keterangannya di markus-14-51-52-anak-muda-dg-kain-lenan-vt359.html#p773

    Sumber lain menulis:
      Papias, yang menulis sekitar tahun 140 M, menyatakan "Markus adalah penterjemah Petrus", dan mengatakan "ia menulis secara teliti, tetapi tidak secara berurutan, sebanyak mungkin dari apa yang dapat diingatnya tentang hal-hal yang dikatakan dan dilakukan oleh Kristus" (History III.39.15) Sumber : John Drane, Memahami Perjanjian Baru, BPK Gunung Mulia, halaman 207.

    Itulah komentar tertua dari Papias. Papias (lahir 40 M - wafat sekitar 130 M) adalah murid rasul Yohanes.
    Catatan : ada sedikit perbedaan pendapat tentang rentang hidup Papias, ada yang menyatakan Markus meninggal sekitar tahun 130 an, ada yang menyatakan sekitar tahun 140 an.

    Artikel terkait: yohanes-markus-vt3210.html#p17941



Tentang Lukas

    Sedangkan Lukas adalah sahabat dari Rasul Paulus, Lukas -- singkatan dari Loukanos atau Loukios – bukanlah murid Yesus Kristus, bukan orang Yahudi, diperkirakan ia adalah tabib dari Troas, bertobat dan menjadi Kristen oleh Paulus.

    * Kolose 4:14
    LAI TB, Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas.
    KJV, Luke, the beloved physician, and Demas, greet you.
    TR, ασπαζεται υμας λουκας ο ιατρος ο αγαπητος και δημας
    Translit, aspazetai humas loukas ho iatros ho agapêtos kai dêmas

    Lukas adalah teman seperjalanan rasul Paulus (Kolose 4:14, Filemon 24:2 dan 2 Timotius 4:11).
    Lukas mulai menemani Paulus sejak kunjungan Paulus ketiga di kota Filipi, menemani Paulus hingga ke Yerusalem, kemudian tidak terdengar lagi. Ada yang memperkirakan bahwa sebagian isi surat-surat Paulus adalah tulisan Lukas terutama yang menyangkut pengetahuan tentang pengobatan, demikian pula surat Paulus yang kedua buat jemaat di Korintus diperkirakan ditulis dari Filipi oleh Titus dan Lukas.

    Sumber lain menulis:
      …. Ireneus, Clement dari Alexandria,Origenes dan Tertullianus, semuanya menyebut Lukas sebagai penulisnya….. Sumber : John Drane, Memahami Perjanjian Baru, BPK Gunung Mulia, halaman 211.

    Dari sumber tersebut, kita melihat ada komentar tertua berasal dari Clement dari Alexandria (murid rasul Petrus dan rasul Paulus) yang menjadi Uskup di Roma tahun 92 M – 101 M.

    Artikel terkait: lukas-penulis-injil-vt4191.html#p22839


-----

Memang Markus dan Lukas bukan murid langsung Yesus, namun mereka adalah pengikut langsung dari rasul Petrus dan rasul Paulus.

Ke-empat Injil, 2 Kitab ditulis dari kalangan 12 Murid (Matius dan Yohanes) dan 2 Kitab ditulis dari kalangan di luar 12 murid, ini justru memenuhi Hukum yang berlaku dalam masyarakat Semit, yaitu HUKUM DWIGANDA SAKSI, silahkan baca keterangannya di hukum-dwiganda-saksi-vt714.html#p1644

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Wed Jun 08, 2011 1:34 am

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Lalu bagaimanakah dengan Injil Yahya? Marilah kita ikuti uraian Jarnawi Hadikusumo dalam bukunya: Tinjauan sekitar Perjanjian Lama & Baru, halaman 69-74 yang bunyinya kurang lebih:
1. Injil Yahya tidak termasuk dalam Injil Sipnotik, sebab isi dan sejarahnya lain sekali. Menurut keyakinan Kristen, Injil Yahya ditulis oleh Yahya murid Yesus yang terkasih. (Yahya 13:23 dan 21:20).
Oleh karena itulah maka kepercayaan Kristen, penulis Injil Yahya ialah Yahya bin Zabdi adik Yakub bin Zabdi seorang diantara muridnya yang duabelas itu.
2. Oleh para ahli sejarah yang lebih dapat dipercaya, Yahya bin Zabdi telah dibunuh oleh Raja Herodes Agerippa I pada tahun 44 atau 66 M. Padahal Injil Yahya baru ditulis sekitar tahun 100 M. Maka benar kemudian, Injil ini kemungkinan besar sekali ditulis oleh Yahya Prebester pendeta sidang Jum’at di Asia Kecil yang hidup dalam abad I Masehi. Ia menulis Injilnya itu dengan maksud untuk menentang ajaran Corentus dan Irenius. Hal ini dikuaykan lagi oleh kitab-kitab Encyclopedia, terutama Encyclopedia Britanica yang mendasarkan keterangannya atas Papias Uskup Hieropolis. Demikian juga keterangan vang dibawakan oleh Dr. J. H. Bavink dalam kitabnya yang bernama: “De Weg Van Gods Koninkrijk.”

Tanggapan:

Tuduhan di atas jelas keliru. Karena yang dihukum mati pada sekitar tahun 44 M oleh perintah Raja Herodes Agrippa I dari Yudea adalah Yakobus anak Zebedeus dan Salome yang adalah kakak rasul Yohanes. Ia adalah rasul pertama yang menjadi martir dari antara 12 rasul:

* Kisah Para Rasul 12:2
12:1 Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.
12:2 Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.


Sedangkan Rasul Yohanes, saudara Yakobus itu , dipercaya mendirikan tujuh jemaat di Kitab Wahyu:
Smirna, Pergamus, Sardis, Filadelphia, Laodikia, Tiatira, dan Efesus. Dikatakan ia ditangkap di Efesus dan dibawa ke Roma tempat ia dilemparkan ke dalam tempat penggorengan yang diisi minyak yang mendidih, tetapi tidak melukainya. Akibatnya ia dilepaskan dan dibuang oleh Kaisar Domitian ke Pulau Patmos, tempat ia menulis Kitab Wahyu. Setelah dilepaskan dari Patmos ia kembali ke Efesus, tempat ia meninggal sekitar tahun 98 M. Rasul Yohanes satu-satunya rasul yang tidak mengalami kematian yang mengerikan.

Sumber:
John Foxe, Foxe's Book of Martyrs, Kisah Para Martir tahun 35-2001, Andi, 2001.
http://www.hrionline.ac.uk/johnfoxe/intro.html
Online Version : http://www.ccel.org/f/foxe/martyrs/home.html
Atau di http://www.the-tribulation-network.com/ ... rs_toc.htm

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Wed Jun 08, 2011 2:28 am

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Ibu Paulus adalah orang Yunani, dan ayahnya orang Yahudi

Tanggapan:

Anggapan tersebut tidak tepat, karena jikalau ia mempunyai ibu non Yahudi, maka Paulus tidak layak disebut seorang Ibrani asli.

* Filipi 3:5
LAI TB, disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
KJV, Circumcised the eighth day, of the stock of Israel, of the tribe of Benjamin, an Hebrew of the Hebrews; as touching the law, a Pharisee;
TR, περιτομη οκταημερος εκ γενους ισραηλ φυλης βενιαμιν εβραιος εξ εβραιων κατα νομον φαρισαιος
Translit interlinear, peritomê {disunat} oktaêmeros {pada hari ke-8} ek {dari} genous {bangsa} israêl {israel} phulês {dari suku} beniamin {benyamin} hebraios {orang ibrani} ex {dari} hebraiôn {orang2 ibrani} kata {terhadap} nomon {hukum taurat} pharisaios {(aku) seorang farisi}

Orang-orang Yahudi sangat tertarik kepada silsilah-silsilah. Kita lihat Injil Matius sebagai contoh yang menyebut kitab yang ditulisnya itu dengan nama BUKU SILSILAH YESUS KRISTUS. Dan Yesus Kristus pun dicatat silsilahnya menurut garis ibu-Nya dalam kitab Lukas. Daftar silsilah yang panjang mungkin membosankan bagi orang lain. Tetapi bagi orang Yahudi cara itu adalah cara yang biasa dan yang paling menarik, dan merupakan cara yang penting untuk memulai ceritera kehidupan seseorang.
Maka, ketika Paulus mengatakan dirinya adalah seorang Ibrani asli (Yunani "hebraios ex hebraiôn"), bangsa Israel dari suku Benyamin, ia benar2 seorang Yahudi asli dimana ayah dan ibunya seorang Ibrani asli pula ("hebraios ex hebraiôn").

Tuduhan:
alifhamzah wrote:Menurut sejarah, maka tokoh Paulus alias Saulus ini muncul kira-kira tahun 38 M. Ada pula yang mengatakan tahun 80 M, tetapi saya kira yang jelas ia ada hidup di zaman Yesus, paling tidak ia seangkatan dengan murid-murid Yesus. Paulus adalah anak didik Gamalied, seorang guru yang termasyhur, akhli Taurat dan Falsafah. Ibu Paulus adalah orang Yunani, dan ayahnya orang Yahudi, sehingga pelajaran agama yang diperolehnya adalah gabungan daripada kepercayaan Yahwe dan Helenisme.

Tanggapan:

Telah dibahas diatas bahwa tuduhan Paulus penganut Helenisme itu tidak tepat.

PAULUS adalah ORANG FARISI (Bukan Helenistik/ yang mengandung mithos Yunani) :

Sekitar umur 15 tahun ia diperkirakan datang ke Yerusalem dan menjadi pengikut seorang yang giat dari golongan kaum Farisi . Semasa mudanya Paulus dididik di Yerusalem oleh Gamaliel yang memberinya pengajaran mendalam tentang agama Yahudi sesuai ajaran mazhab Farisi, Kisah 22:3; 26:4 dst; Galatia 1;14. Filipi 3:5. Dan masa sebelum pertobatannya, kehidupan Paulus dalam agama Yahudi; tanpa batas ia menganiaya Jemaat Allah dan berusaha membinasakannya (Galatia 1:13).

Jelas sekali bahwa:
1. Dia dididik di bawah pimpinan Gamaliel (Farisi); Kisah 22:3
2. Dia adalah Farisi dan keturunan Farisi; Kisah 23:6

Paulus adalah orang Ibrani asli dan pengikut aliran paling keras, yaitu golongan Farisi. Hal ini bukan hanya memberi dampak yang mendalam atasnya, tapi juga memberi kebanggaan yang besar. Ia telah mendapat pelajaran dari Gamaliel yang masyhur itu, dan telah berkembang lebih maju daripada kebanyakan temannya sezaman dalam soal agama Yahudi.

* Kisah Para Rasul 26:5
LAI TB, Sudah lama mereka mengenal aku dan sekiranya mereka mau, mereka dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah hidup sebagai seorang Farisi menurut mazhab yang paling keras dalam agama kita.
KJV, Which knew me from the beginning, if they would testify, that after the most straitest sect of our religion I lived a Pharisee.
TR, προγινωσκοντες με ανωθεν εαν θελωσιν μαρτυρειν οτι κατα την ακριβεστατην αιρεσιν της ημετερας θρησκειας εζησα φαρισαιος
Translit, proginôskontes me anôthen ean thelôsin marturein hoti kata tên akribestatên hairesin tês hêmeteras thrêskeias ezêsa pharisaios


Tuduhan:
alifhamzah wrote:dan terdorong oleh kebenciannya kepada sang ayah yang menurut penyelidikan sejarah tidak pernah mencintai Paulus, maka ia sangat memusuhi ayahnya, bahkan bangsa dan agama ayahnya. Kitapun dapat membaca nanti dalam surat-surat kirimannya, betapa ia mencuci bersih-bersih orang-orang Yahudi, bahkan sampai kepada Tauratnya sekalipun.

Tanggapan:

Tidak ada bukti yang jelas bahwa Paulus membenci ayahnya. Dan Paulus tidak dapat dituduh "mencuci bersih-bersih orang-orang Yahudi", malah sebaliknya ia sangat mencintai bangsanya, terbukti dari kesedihan hatinya ketika ia mendapati bahwa orang2 sebangsanya, yaitu kalangan Yahudi menolak Yesus Sang Mesias yang lahir dan melayani di antara orang-orang Yahudi

Di dalam Kitab Roma 9:1-5, Paulus mengungkapkan kesedihan hatinya atas karena ketegaran hati Israel/ Yahudi:

* Roma 9:1-5
9:1 LAI TB, Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus,
KJV,I say the truth in Christ, I lie not, my conscience also bearing me witness in the Holy Ghost,
TR, αληθειαν λεγω εν χριστω ου ψευδομαι συμμαρτυρουσης μοι της συνειδησεως μου εν πνευματι αγιω
Translit interlinear, alêtheian {kebenaran} legô {aku mengatakan} en {dalam} khristô {Kristus} ou {tidak} pseudomai {aku berdusta} summarturousês {memberi kesaksian yg mendukung} moi {aku} tês suneidêseôs {hati nurani} mou {ku} en {di dalam} pneumati {Roh} hagiô Kudus}

9:2 LAI TB, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati.
KJV, That I have great heaviness and continual sorrow in my heart.
TR, οτι λυπη μοι εστιν μεγαλη και αδιαλειπτος οδυνη τη καρδια μου
Translit interlinear, hoti {bahwa} lupê {duka-cita} moi {padaku} estin {ada} megalê {besar} kai {dan} adialeiptos {yg tidak berhenti} odunê {kesedihan} tê kardia {hati} mou {-ku}

9:3 LAI TB, Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.
KJV,For I could wish that myself were accursed from Christ for my brethren, my kinsmen according to the flesh:
TR, ηυχομην γαρ αυτος εγω αναθεμα ειναι απο του χριστου υπερ των αδελφων μου των συγγενων μου κατα σαρκα
Translit interlinear, êukhomên {aku mengingini} gar {sebab} autos egô {bahwa aku inilah} anathema {terkutuk} einai apo {(sehingga) terpisah dari} tou khristou {kristus} huper {demi} tôn adelphôn {saudara2} mou {-ku} tôn suggenôn {sebangsa} mou {-ku} kata {menurut} sarka {daging (jasmani)}

9:4 LAI TB, Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.
KJV,Who are Israelites; to whom pertaineth the adoption, and the glory, and the covenants, and the giving of the law, and the service of God, and the promises;
TR, οιτινες εισιν ισραηλιται ων η υιοθεσια και η δοξα και αι διαθηκαι και η νομοθεσια και η λατρεια και αι επαγγελιαι
Translit interlinear, hoitines {yang} eisin {adalah} israêlitai {orang2 israel} hôn {dari (orang2 ini)} hê huiothesia {pengangkatan sbg anak} kai {dan} hê doxa {kehormatan} kai {dan} hai diathêkai {ketentuan2} kai {dan} hê nomothesia {pemberian hukum (taurat)} kai {dan} hê latreia {penyembahan} kai {dan} hai epaggeliai {janji2}

9:5 LAI TB, Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!
KJV,Whose are the fathers, and of whom as concerning the flesh Christ came, who is over all, God blessed for ever. Amen.
TR, ων οι πατερες και εξ ων ο χριστος το κατα σαρκα ο ων επι παντων θεος ευλογητος εις τους αιωνας αμην
Translit interlinear, hôn {orang2 ini} hoi pateres {nenek moyang} kai {dan} ex {dari} hôn {orang2 ini} ho khristos {Kristus/ Mesias} to kata {secara} sarka {daging/ jasmani} ho {yang} ôn {ada} epi {di atas} pantôn {segala sesuatu} theos {Allah} eulogêtos {yg dipuji} eis tous aiônas {untuk selama2nya} amên {amin}

Ayat 1-2, pasal ini diawali dengan sejumlah bukti bahwa Paulus sangat berduka cita dan sangat bersedih hati sehubungan dengan bangsanya sendiri. Inilah bukti yang dikemukakannya: dia memberitakan kebenaran di dalam Kristus, dia tidak berdusta; suara hatinya ikutbersaksi di dalam Roh Kudus.

Dalam ayat 2 keluarlah isi pernyataan Paulus. Ayat ini terdiri atas duo kalimat singkat yang sejajar, yang saling memperkuat. Hal ini tampak lebih jelas kalau kita memperhatikan bunyi harfiah naskah Yunani, padaku ada dukacita besar, dan pada (dalam) hatiku ada kesedihan yang tiada hentinya' Kedua perkataan Yunani yang diterjemahkan 'dukacita' dan 'kesedihan' tidak berbeda artinya; di sini kita menemukan paralelisme (kesejajaran) yang biasa dalam bahasa Ibrani dan yang sering muncul dalarn Kitab Mazmur. Tidak dikatakan di sini apa yang menjadi pokok kesedihan Paulus; hal itu baru akan dijelaskan dalam ayat 30-33: 'mereka tersandung pada batu sandungan', tidak percaya kepada Injil mengenai Kristus.

Paulus hendak berdoa supaya ia 'menjadi barang terkutuk dari Kristus' (terjemahan harfiah). Dalam nas ini artinya adalah: 'kehilangan keselamatan kekal di dalam/bersama Kristus', 'untuk selamanya dibuang dari hadirat Kristus'. Paulus mengatakan hahwa ia bersedia, malah hendak berdoa, agar menjadi barang haram bagi Kristus, dibuang dari Kristus. Ia bersedia kehilangan keselamatan bersama Kristus demi saudara saudaraku.

Jadi, Paulus ingin 'menjadi terkutuk' demi saudara-saudaranya orang Yahudi. Dengan demikian Paulus secara tidak langsung menyatakan bahwa Israel sedang menghadapi murka Allah (lihat ayat 6a). Paulus sebagai mana Musa sangat mencintai bangsanya dimana selalu bersyafaat bagi bangsanya (Keluaran 32:11, 32; Ulangan 10:10): kita teringat juga akan Yeremia (bnd. Yeremia 7.16). Yehezkiel (Yehekiel 13:4,22), dalam arti tertentu juga akan Daud (1 Tawarikh 21:17) yang berdoa bagi bangsanya.

Paulus sangat bersedih atas ketidak-percayaan bangsa Yahudi. Tadi kita lihat bahwa Musa pun melakukan doa syafaat bagi bangsanya ketika Tuhan mengancam akan memusnahkan bangsa itu dari muka bumi. Musa pada saat itu sedang menghadapi pencobaan berat. Sebab Tuhan berjanji akan membuat Musa menjadi bapa leluhur bangsa yang baru, bangsa yang besar, yang akan menggantikan bangsa Israel (Keluaran 32:10). Menjadi bapa leluhur suatu bangsa merupakan kehormatan yang amat besar. Demikian juga halnya Paulus: Paulus bisa saja berpaling dari bangsa Yahudi yang 'tegar tengkuk' dan tidak mau menerima Injil, lalu menjadi bapak suatu umat yang baru, yaitu Bapa Gereja dari orang-orang non Yahudi.
Tetapi Paulus mengambil sikap yang sama seperti Musa yang mencintai bangsanya dan bersyafaat bagi bangsanya agar mereka boleh mendapat keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus yang telah datang di antara manusia sebagai Sang Juru Selamat yang dapat memberikan jaminan keselamatan kekal.

Artikel terkait: PAULUS RELA TERKUTUK, di paulus-vt274.html#p19858

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Wed Jun 08, 2011 7:01 am

Tuduhan:
alifhamzah wrote:PRIBADINYA Mengenai sukubangsanya, ia Paulus sendiri memberikan Jawaban sebagai berikut:
1. Ia adalah orang Rum, dalam keterangannya kepada orang Rum. (Kisah rasul-rasul 16:37)
2. Ia adalah orang Yahudi, dalam keterangannya kepada orang Yahudi. (Kisah rasul-rasul 22:2)
3. Ia adalah orang Parisi, dalam keterangannya kepada orang Parisi. (Kisah rasul-rasul 23:6)

Tanggapan:

1. Secara etnis/ suku bangsa, Paulus adalah orang Ibrani asli, seorang Yahudi dari suku Benyamin (Roma 11:1, Filipi 3:5)
2. Secara politis Paulus berkewarganegaraan Roma, karena ia lahir di Tarsus yang berada diwilayah Asia Kecil di pesisir Laut Tengah yang adalah bagian kekaisaran Romawi. Kisah 9:11; 21:39; 22:
3. Secara pendidikan keagamaan/ hukum Taurat, ia adalah orang Farisi. Semasa mudanya Paulus dididik di Yerusalem oleh Gamaliel yang memberinya pengajaran mendalam tentang agama Yahudi sesuai ajaran mazhab Farisi, Kisah Para Rasul 22:3; 26:4 dst; Galatia 1;14. Filipi 3:5.

Ketiga identitas tersebut memang dimiliki Paulus dan semuanya tercatat jelas di dalam Alkitab, tidak ada yang perlu dipermasalahkan.


Artikel terkait:
PAULUS, di paulus-vt274.html#p608

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Wed Jun 08, 2011 9:51 am

Tuduhan:
alifhamzah wrote:AJARAN-AJARAN PAULUS Didalam ia membawakan ajarannya, maka ia, Paulus, mengajarkan sesuatu yang dirasakan oleh masyarakat sangat baru. Kesimpulan ajaran-ajarannya ialah:

1. Ia mengajarkan bahwa Tuhan bukan satu tetapi dua, yaitu Allah Bapa dan Allah Anak. (I Korintus 1:3)
2. Yesus adalah juga Allah yang sama dan sehakekat denganNya. (sda)

Tanggapan:

Pembaharu ajaran bukanlah Paulus tetapi Tuhan Yesus sendiri (nanti dijelaskan di bawah)

Dan, pernyataan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah, bukan hanya pernyataan dari Paulus saja, tetapi para penulis kitab-kitab Perjanjian Baru semuanya bersaksi bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah:

Rasul Petrus bersaksi bahwa Yesus adalah Allah:

* 2 Petrus 1:1
LAI TB, Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
KJV, Simon Peter, a servant and an apostle of Jesus Christ, to them that have obtained like precious faith with us through the righteousness of God and our Saviour Jesus Christ:
TR, συμεων πετρος δουλος και αποστολος ιησου χριστου τοις ισοτιμον ημιν λαχουσιν πιστιν εν δικαιοσυνη του θεου ημων και σωτηρος ιησου χριστου
Translit interlinear, sumeôn {Simon} petros {Petrus} doulos {hamba} kai {dan} apostolos {rasul} iêsou {Yesus} khristou {Kristus} tois {kepada orang2 yang} isotimon {sama nilainya/ jenisnya} hêmin {dengan kami} lakhousin {telah menerima} pistin {iman} en {karena} dikaiosunê {keadilan} tou theou {Allah} hêmôn {kita} kai {dan} sôtêros {Juruselamat} iêsou {Yesus} khristou {Kristus}


Matius, murid Yesus mencatat dan bersaksi bahwa Yesus Kristus merujuk bahwa diriNya "κυριος - KURIOS" yang ilahi, Tuhan, Tuan diatas segala tuan :

* Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
KJV, Not every one that saith unto me, Lord, Lord, shall enter into the kingdom of heaven; but he that doeth the will of my Father which is in heaven.
TR, ου πας ο λεγων μοι κυριε κυριε εισελευσεται εις την βασιλειαν των ουρανων αλλ ο ποιων το θελημα του πατρος μου του εν ουρανοις
Translit, ou pas ho legôn moi kurie kurie eiseleusetai eis tên basileian tôn ouranôn all ho poiôn to thelêma tou patros mou tou en ouranois

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
KJV, Many will say to me in that day, Lord, Lord, have we not prophesied in thy name? and in thy name have cast out devils? and in thy name done many wonderful works?
TR, πολλοι ερουσιν μοι εν εκεινη τη ημερα κυριε κυριε ου τω σω ονοματι προεφητευσαμεν και τω σω ονοματι δαιμονια εξεβαλομεν και τω σω ονοματι δυναμεις πολλας εποιησαμεν
Translit, polloi erousin moi en ekeinê tê hêmera kurie kurie ou tô sô onomati proephêteusamen kai tô sô onomati daimonia exebalomen kai tô sô onomati dunameis pollas epoiêsamen

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
KJV, And then will I profess unto them, I never knew you: depart from me, ye that work iniquity.
TR, και τοτε ομολογησω αυτοις οτι ουδεποτε εγνων υμας αποχωρειτε απ εμου οι εργαζομενοι την ανομιαν
Translit, kai tote homologêsô autois hoti oudepote egnôn humas apokhôreite ap emou hoi ergazomenoi tên anomian

Perhatikan ayat 21 diatas, Yesus jelas menyatakan dirinya adalah "κυριος - KURIOS", "Tuan, Penguasa, Pemilik" atas Kerajaan Surga. Dan pemilik dan penguasa Kerajaan Surga tidak lain adalah Allah sendiri.


Banyak sekali rujukan-rujukan dalam Alkitab, yang menyatakan secara jelas bahwa Yesus Kritus adalah "κυριος - KURIOS" : "Tuhan", Pencipta, yang berkedudukan sebagai "Tuan, Penguasa, Pemilik", diantaranya sebagai berikut :

* Yohanes 1:3
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

KJV, All things were made by him; and without him was not any thing made that was made.
TR, παντα δι αυτου εγενετο και χωρις αυτου εγενετο ουδε εν ο γεγονεν
Translit, panta di autou egeneto kai khôris autou egeneto oude en ho gegonen

Mengenai Bapa yang sehakekat dengan Sang Anak, bukan hanya Paulus yang berbicara demikian. Rasul Yohanes itupun bersaksi dan mencatat pernyataan Yesus Kristus, sbb:

* Yohanes 10:30
LAI Terjemahan Baru (TB), Aku dan Bapa adalah satu.
King James Version (KJV), I and my Father are one.
Textus Receptus (TR), εγω και ο πατηρ εν εσμεν
Interlinear, egô {Aku} ka i{dan} ho patêr {Bapa itu} hen {satu} esmen {kami adalah}

Penjelasan Yohanes 10:30, bisa dibaca di aku-dan-bapa-adalah-satu-vt183.html#p367

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Wed Jun 08, 2011 10:12 am

Tuduhan:
alifhamzah wrote:3. Yesus telah disalib, mati dan dikuburkan, bangkit pula pada hari yang ketiga, duduk disebelah kanan Allah Bapa yang maha kuasa. Ia disalib adalah untuk menebus isi dunia ini, sebab sekaliannya telah berdosa, tidak ada seorangpun yang dibenarkan lagi, termasuk dia sendiri dan nabi besar Muhammad s.a.w. (Rum 3:10, Rum 5:8, Galatia 1:4)

Tanggapan:

Pernyataan untuk percaya kepada Yesus Kristus (Sang Anak) dan hanya dengan jalan tersebut memperoleh kehidupan yang kekal bukan hanya dinyatakan oleh Paulus saja, tetapi semua penulis kitab-kitab Perjanjian Baru menyatakan hal yang sama:


Rasul Yohanes menulis tentang Syarat Keselamatan:

* Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.



Paulus menulis tentang Syarat Keselamatan:

* Roma 10:9-10
10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.



Rasul Petrus dalam khotbahnya yang dicatat oleh Lukas mengatakan: TIDAK ADA KESELAMATAN DILUAR YESUS KRISTUS :

* Kisah 4:12
LAI TB, Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
KJV, Neither is there salvation in any other : for there is none other name under heaven given among men, whereby we must be saved.
TR, και ουκ εστιν εν αλλω ουδενι η σωτηρια ουτε γαρ ονομα εστιν ετερον υπο τον ουρανον το δεδομενον εν ανθρωποις εν ω δει σωθηναι ημας
Translit Interlinear, kai {tetapi} ouk {tidak} estin {ada} en {didalam} allô {yang lain} oudeni {siapapun} hê sôtêria {keselamatan} oute {juga tidak} gar {sebab} onoma {nama} estin {ada} heteron {lain} hupo {dibawah} ton ouranon {langit} to {yang} dedomenon {telah diberikan} en {diantara} anthrôpois {manusia-manusia} en hô {yang olehnya} dei {harus} sôthênai {diselamatkan} hêmas {kita}

Tidak ada keselamatan di dalam orang lain (αλλως-allos), kemudian dilanjutkan dengan dipersempit menjadi tidak ada nama yang lain (ετερον–heteros) kita harus (δει-dei) diselamatkan.

Pemakaian kata-kata dalam ayat ini sudah cukup untuk menjawab tuntas bahwa memang tidak ada keselamatan selain daripada Yesus, bahkan selain dari nama Yesus Kristus.

Tampak jelas bahwa kata 'sangkal' di sana benar-benar absolut, tanpa syarat, bahwa tidak ada orang lain, bahkan tidak ada nama lain itu mutlak. Yesus Kristus satu-satunya Sang Pengantara untuk menuju kepada Bapa dan melayakkan kita tainggal bersama-sama di rumah Bapa.

Perjanjian Baru berulang-ulang menulis bahwa satu-satunya syarat keselamatan adalah iman kepada Tuhan Yesus Kristus (Yohanes 1:12; 3:16,18,36; Kisah 16:31; Roma 3:22,28; 4:1-25; 5:1; Galatia 2:16; 3:1-18; Efesus 2:8,9 dan 1Yohanes 5:13).

Di dalam keimanan kami, ada jaminan keselamatan dalam Yesus Kristus. Sehingga jika ada seorang Kristiani meninggal, kami dengan yakin mengatakan "pulang ke Rumah Bapa" (pulang ke Surga). Tuhan Yesus sendiri telah menjanjikannya :

* Yohanes 14:1-6 Rumah Bapa
14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
14:5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.



Amin.

User avatar
 
Posts: 10898
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Re: PAULUS DAN SEJARAH ( KEKEJAMAN ) GEREJA

Post by BP » Wed Jun 08, 2011 10:43 am

Tuduhan:
alifhamzah wrote:4. Ia, Paulus, mengajarkan bahwa hukum Taurat sudah tidak berlaku lagi, sejak penyaliban Yesus di bukit Golgotha. Ia kemudian berpendapat, bahwa hukum Musa adalah sebenarnya sumber segala dosa, dan suatu kutukan yang tiada taranya. (Rum 4 :15, Galatia 3:10, Galatia 2:21). Didalam Galatia 5:4 ia mengatakan: Maka kamu yang hendak dibenarkan oleh Taurat Musa itu, sudah diceraikan daripada Kristus. Juga dalam Rum 7:6, Galatia 3:24 dan 25, Rum 10:4 : Ia menekankan bahwa Kristus Yesus itulah penyudah atau penammat Taurat. kecualinya ia halal ataukah haram. (Kisah rasul-rasul 10:10-15)

Tanggapan:

Pernyataan awal yang menyatakan masa Taurat bukan berasal dari Paulus tetapi dari Yesus Kristus sendiri:

    * Lukas 16:16
    LAI TB, Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
    KJV, The law and the prophets were until John: since that time the kingdom of God is preached, and every man presseth into it.
    TR, ο νομος και οι προφηται εως ιωαννου απο τοτε η βασιλεια του θεου ευαγγελιζεται και πας εις αυτην βιαζεται
    Translit Interlienar, ho nomos {(kitab) Taurat} kai {dan} hoi prophêtai {(kitab) nabi-nabi} heôs {hingga} iôannou {yohanes} apo tote hê basileia tou theou euaggelizetai kai pas eis autên biazetai

    Bandingkan :

    * Matius 11:13
    LAI TB, Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
    KJV, For all the prophets and the law prophesied until John.
    TR, παντες γαρ οι προφηται και ο νομος εως ιωαννου προεφητευσαν
    Translit Interlienar, pantes {semua} gar {karena} hoi prophêtai {para nabi} kai {dan} ho nomos {hukum [taurat]} heôs {hingga} iôannou {Yohanes} proephêteusan {mereka bernubuat}

    Dengan demikian kita mengerti bahwa TAURAT dan Nubuat-nubuat para nabi dalam Perjanjian Lama berakhir pada saat tampilnya Nabi Terbesar, yaitu Yohanes Pembaptis.

    Pengertian Lukas 16:16, di bawah ini saya kutip beberapa Bible Commentary:

    The Wycliffe Bible Commentary, Vol 3, Gandum Mas, 2001, hlm. 267:
    Hukum Taurat dan kitab para nabi sampai kepada zaman Yohanes. Yesus menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis (yang digelari Nabi Terbesar) menandai akhir sebuah zaman. Sistem keagamaan yang lama dengan Hukum Taurat berlaku sampai Yohanes Pembaptis mulai memberitakan keatangan Sang Mesias dan memperkenalkan Kerajaan Allah.

    Matthew Henry Commentary, Injil Lukas 13-24, Momentum, 2009, hlm 612:
    Hukum Taurat dan kitab para nabi sampai kepada zaman Yohanes. Yesus memberitakan kepada orang Farisi yang sombong, bahwa tata aturan Perjanjian Lama hanya berlaku bagi kalian, hai orang Yahudi, berlanjut hingga kedatangan Yohanes Pembaptis. Sejak Yohanes Pembaptis muncul, Kerajaan Allah diberitakan, yakni suatu tata aturan Perjanjian yang Baru yang sama sekali tidak menilai manusia dari sejauh mana mereka mendalami atau mengetahui Hukum Taurat.

    Dr. BJ Boland, Tafsiran Alkitab, Injil Lukas, BPK Gunung Mulia, 2001, hlm394:
    Hukum Taurat dan kitab para nabi sampai kepada zaman Yohanes. Yesus berkata: zaman taurat seperti yang tercantum pada kitab-kitab Musa (dan dalam kitab nabi-nabi yang juga tergolong kepada zaman dahulu itu!) sudah lewat. Yohanes Pembaptis adalah nabi penghabisan yang dihitung kepada zaman itu. Sekarang sudah datang zaman baru, yaitu zaman pemberitaan Kerajaan Allah yang pada azasnya mulai datang. Zaman dahulu itu, cirinya adalah Hukum Taurat yang terbatas kepada orang Yahudi, tetapi kini sudah datang waktunya untuk memberitakan kasih Allah yang tak terbatas. Sebab Allah telah menyediakan keselamatan yang daripadaNya kepada semua orang (bandingkan Lukas 14:23, 30-orang-orang-yang-berdalih-vt2125.html )

    Tarfsir Alkitab Perjanjian Baru, Dianne Bergant & Robert Karris, Lembaga Biblika Indonesia, Kanisius, 2001, hlm. 145:
    Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes. Yohanes Pembaptis adalah titik balik. Ia adalah nabi yang terakhir dari nabi-nabi Perjanjian Lama.

    Ketiga commentary di atas sepakat bahwa Ayat ini berbicara mengenai periode, Yohanes Pembaptis (nabi Yahya, yang disebut nabi terbesar) sebagai tanda akhir dari sistem keagamaan yang menggunakan Hukum Taurat. Jika dikaitkan dengan gelar yang diberikan Yesus kepada Yohanes Pembabtis yang menggelarinya "NABI TERBESAR" kita akan semakin mengerti mengapa justru Yohanes Pembabtis mendapat gelar seperti ini, dan gelar ini tidak dikenakan kepada Musa ataupun Elia ataupun nabi-nabi yang lain. Sebab dialah tanda yang mengakhiri Era Perjanjian Lama dan dia adalah saksi yang merujuk langsung ke hidung Allah yang inkarnasi, yaitu manusia yang bernama Yesus Sang Mesias.

    Yohanes Pembaptis digelari sebagai "Nabi yang terbesar." Tuhan YESUS berkata : "Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis". Perkataan ini bersifat paradoks, bila tidak ada seorang manusiapun yang melampaui kebesaran Yohanes Pembabtis, maka bagaimanakah mungkin ada orang yang lebih besar dari dia? Benarkah diantara para nabi itu tidak ada yang lebih besar dari Nabi Yahya? Bahkan Musa atau Elia? Paradoks ini pasti disengaja.

    Apakah sebenarnya yang membuat Yohanes Pembaptis layak digelari "Nabi yang terbesar?" Seperti yang diakui Yohanes Pembaptis sendiri sendiri bahwa ia bukan Mesias namun diutus mendahuluiNya untuk menjadi corong suara yang meluruskan dan mempersiapkan jalan bagi pengenalan jati-diri Yesus Sang Mesias dan misiNya : "Ditengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal" (Yohanes 1:26)

    Dengan peran khusus Yohanes Pembaptis dan posisi sentralnya yang dinyatakan sebagai nabi terbesar (Matius 11:11; Lukas 7:28 ), sedikitnya itu berarti bahwa dialah bukti dan saksi Ilahi yang paling tinggi di dunia ini bagi YESUS sebagai Mesias.
    Maksud dikatakan sebagai "yang terbesar" karena Yohanes Pembabtis ini diberi hak istimewa oleh Tuhan untuk mengidentifikasi jati-diri Sang Mesias dengan tanda-ilahi(!) yaitu Roh Kudus (seperti merpati) yang terlihat turun kepada sosok-fisiknya Yesus Sang Mesias. Dengan demikian, Yohanes menjadi saksi mata yang paling shahih, dekat dan langsung "menunjuk hidung" ke sosok Sang Mesias, Allah yang inkarnasi, tanpa usah khawatir akan kesalahan dan kekeliruan sosok akibat rentang generasi dimuka (seperti halnya dengan nabi-nabi lainnya) baru kemudian bisa dicocok-cocokkan lagi nubuatnya oleh gererasi belakang dengan memberi peluang tafsiran yang bisa salah sosok. Yohanes Pembaptis digelari Nabi Terbesar karena dialah sebagai penunjuk-hidung yang paling absah, memberi 2 (dua) kesaksian yang penting bagi kemanusiaan dalam :

    Satu, "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya (YESUS). ….aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah". (Yohanes 1:32-34)

    Dua, "Lihatlah (Dia) Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1:29)

    Perhatikan dua kata-saksi dari Yohanes langsung kepada Mesias. Right now and here “inilah” dan "lihatlah".
    Dua penyaksian yang berotoritas ini menunjukkan lurus kepada penyaliban YESUS sebagai Anak Allah yang menjadi kurban-tebusan bagi umat manusia. Kesaksian yang menunjuk ke hidung kepada Allah (yang inkarnasi) membuat posisi Yohanes Pembaptis lebih daripada nabi-nabi yang lainnya yang sebelumnya pernah ada, bahkan lebih daripada Musa, Elia, dll.

    Kemudian, Gelar "Nabi terbesar" dimantabkan kepada suatu titik tolak suatu periode bahwa Yohanes Pembaptis (nabi Yahya) menjadi tanda bahwa ia adalah nabi yang terakhir dari nabi-nabi Perjanjian Lama, ia menjadi tanda berakhirnya periode Taurat/ sistem keagamaan dibawah Hukum Taurat (Lukas 16:16, Matius 11:13)

    Yohanes Pembaptis, Nabi Terbesar itu dijadikan tanda akhir periode Hukum Taurat. Kemudian, Alkitab juga merujuk jelas bahwa sosok dan karya Yesus Kristus adalah kegenapan Taurat itu sendiri, kata "kegenapan" di sana dalam bahasa Yunani ditulis 'TELOS', "akhir". Pernyataan Yesus itu ditegaskan kembali oleh Paulus dengan menyatakan bahwa Yesus Kristus mengakhiri hukum Taurat dan memulainya dengan hukum-Nya sendiri yaitu Hukum yang baru yang disebut sebagai hukum Kristus.

    * Roma 10:4
    LAI TB, Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
    TBR, Sebab Kristus adalah tujuan akhir hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
    KJV, For Christ is the end of the law for righteousness to every one that believeth."
    TR, τελος γαρ νομου χριστος εις δικαιοσυνην παντι τω πιστευοντι
    Translit, telos gar nomou khristos eis dikaiosunên panti tô pisteuonti


    Jika Yesus Kristus menyatakan Hukum Taurat HINGGA Yohanes. Artinya Yesus telah memproklamirkan bahwa Dia adalah Hukum yang baru itu sendiri. Yesus Kristus adalah Hukum dan memberikan tatanan Hukum baru yang mereformulasikan Hukum Taurat.

    Kita harus menyadari bahwa Yesus Kristus justru "merombak hukum yang lama itu" menuju kepada kemunian HUKUM YANG BARU, yang lebih kepada hakikatnya yang bersifat moral spritual.

    Yesus Kristus adalah Allah. Karena Ia Allah, maka Ia mempunyai otoritas :

    1. Membuat hukum dan
    2. Mereformulasi hukum-hukum.

    Hukum yang telah direformulasi, tidak dapat dikatakan sebagai HUKUM LAMA (yang sudah ada)

    Dia adalah HUKUM itu sendiri.

    inilah contoh Hukum-hukum yang telah dirombak itu :

    Dari Kitab Matius :

    5:21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
    5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

    5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
    5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

    5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
    5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

    5:33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
    5:34 [color=red]Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,

    5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
    5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

    5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
    5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.


    Tuhan Yesus Kristus menunjukkan diriNya berotoritas penuh dalam legislasi hukum. Berkali-kali Ia menjejalkan pemurnian Hukum dengan mengkontraskan apa yang diterima manusia secara tidak murni/ tidak dalam kepenuhan Makna.

Dalam 5:21-44 Yesus Kristus menetapkan sebuah Hukum yang sama-sekali baru, yang sungguh berbeda dengan Hukum yang Lama. Ia sungguh2 merombak Hukum yang Lama dengan pengertian yang sama sekali baru di dalam Perjanjian yang Baru.

Di Perjanjian Baru ini kita memang diperhadapkan pada suatu tindakan Yesus yang multi-kompleks, yaitu: Yesus merombak, mengubah, mereformulasi Hukum-hukum. Bahkan secara penuh Yesus menggenapinya (menyelesaikannya dengan baik) dengan tindakan bahwa Ia sendirilah yang menjadi Kurban dan darahnya tertumpah. Untuk karyaNya yang agung ini Paulus memberikan istilah yang sangat monumental di dalam Efesus 2:15 "sebab dengan mati-Nya sebagai manusia IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT DENGAN SEGALA PERINTAH DAN KETENTUANNYA".

Maka jelaslah bahwa Sang Pembaharu Hukum, Pembaharu Ajaran, bukanlah Paulus, tetapi Tuhan Yesus sendiri Sang empunya Hukum
Pernyataan Taurat batal karena kematian Kristus, adalah penekanan kembali apayang sudah dinyatakan Kristus dan apa yang dilakukan oleh Kristus.

alifhamzah wrote: kecualinya ia halal ataukah haram. (Kisah rasul-rasul 10:10-15)

Tanggapan:

Isa Al-Masih di dalam Al-Quran adalah satu-satunya dinyatakan sebagai pembuat hukum (legislatif), bukan pelaksana hukum-hukum. Dia sanggup mengubah hukum-hukum Taurat dengan cara menghalalkan (sebagian) dari apa-apa yang diharamkan untuk manusia :

* Qs 3:50
Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.


Ini dikatakan Qur'an secara lurus, bukan suatu tafsiran. Para pakar berpendapat bahwa hakekat dari "Kalimat Allah" dan "Roh dari-padaNya" yang melekat pada Isa yang memungkinkan Ia menjadi penetap hukum.


Mengenai Halal - Haram:

    Yesus memberikan suatu tatanan baru:

    * Markus 7:18-19
    7:18 LAI TB, Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
    7:19 LAI TB, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
    KJV, Because it entereth not into his heart, but into the belly, and goeth out into the draught, purging all meats?
    TR, οτι ουκ εισπορευεται αυτου εις την καρδιαν αλλ εις την κοιλιαν και εις τον αφεδρωνα εκπορευεται καθαριζον παντα τα βρωματα
    Translit Interlinear, [color=olive]hoti {karena} ouk {bukan} eisporeuetai {(itu) masuk} autou {nya} eis {ke dalam} tên kardian {hati} all {tetapi} eis {ke dalam} tên koilian {perut} kai {lalu} eis {ke dalam} ton aphedrôna {jamban} ekporeuetai {keluar} katharizon {[Dia 'Yesus'] menghalalkan} panta {semua} ta brômata {makanan-makanan}


    Coba Anda perhatikan "empat" kata terakhir Markus 7:19 :

    [1] καθαριζον - 'KATHARIZON', dalam bentuk present aktif partisip, nominatif tunggal netral, dari kata dasar καθαριζω – 'KATHARIZÔ'. Tunggal berarti yang dimaksud adalah salah satu dari "aku", "engkau", atau "ia". Nominatif berarti kata kerja itu digunakan sebagai predikat dari subyek kalimat induk. Dalam hal ini subyek berada di ayat 18, "Maka jawab-Nya...", KAI LEGEI AUTOIS," dan Dia berkata kepada mereka".

    Partisip adalah menggambarkan partisipasi dalam tindakan yang dilakukan oleh kata kerja, menerangkan dan memodifikasi kata kerja dalam kalimat utama ('LEGEI').

    Tunggal Nominatif, 'KATHARIZON', "(ia) menghalalkan" Genitif (verba menyatakan sumber atau milik),

    [2] παντα - 'PANTA', dalam bentuk adjektiva akusatif jamak netral dari dasar - 'PAS', "segala", "semua"; Kata παντα - 'PANTA' (jamak) bermakna "semua, seluruh, segenap"

    [3] τα - 'TA', artikel (kata sandang), akusatif jamak netral, bandingkan dengan 'the' dalam bahasa Inggris, dan artikel ini berhubungan dengan kata berikutnya.

    Kasus Akusatif adalah kasus yang menunjukkan fungsi sebagai obyek langsung atau obyek berpreposisi dalam kalimat.

    [4] βρωματα - 'BRÔMATA', bentuk akusatif jamak netral dari kata βρωμα - 'BRÔMA', "makanan" atau "daging"

    Maka "empat" kata terakhir Markus 7:19 dapat diterjemahkan menjadi "KATHARIZON {[Dia 'Yesus'] menghalalkan} PANTA {segala} TA BROMATA {makanan-makanan}"

    Jelas bahwa dalam Markus 7:18-19, Yesus telah mencabut segala peraturan imamat mengenai makanan dan praktek-praktek yang najis. Tertulis juga dalam Matius 15:1-20. Dalam terang mana Petrus diperintahkan supaya berbuat, dan Paulus mengumumkan dengan resmi peraturan tentang tingkah laku kristiani. Titik berat bahwa satu-satunya kenajisan (haram) yang berarti penting secara agamawi ialah kenajisan hati nurani. Obatnya adalah korban Kristus, yang dipersembahkan dalam dunia kerohanian.

    * Matius 15:11
    LAI TB, Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.
    KJV, Not that which goeth into the mouth defileth a man; but that which cometh out of the mouth, this defileth a man.
    TR, ου το εισερχομενον εις το στομα κοινοι τον ανθρωπον αλλα το εκπορευομενον εκ του στοματος τουτο κοινοι τον ανθρωπον
    Translit, ou to eiserkhomenon eis to stoma koinoi ton anthrôpon alla to ekporeuomenon ek tou stomatos touto koinoi ton anthrôpon

    Sebagai tambahan. Peraturan makanan Halal dan Haram adalah peraturan dalam Hukum Taurat. Kami, umat Kristus Perjanjian Baru tidak dibawah Hukum Taurat tetapi kami di bawah Hukum Kristus.

    Artikel terkait:
    Yesus Kristus dan ajaranNya menggenapi Taurat. KematianNya membatalkan Taurat, di menggenapi-dan-membatalkan-taurat-vt545.html#p1022



Dalam Injil, Yesus tidak mengubah Hukum, tetapi Dialah Hukum. Dalam Khotbah diatas Bukit (Matius pasal 5-7), Yesus menunjukkan diriNya berotoritas penuh dalam legislasi hukum. Berkali-kali Ia menjejalkan pemurnian Hukum dengan mengkontraskan apa yang diterima manusia secara tidak murni/ tidak dalam kepenuhan Makna. Akibatnya seperti "merombak hukum" :

* Matius 5:27-30
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka

* Matius 5:38-42
5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
5:41 Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

* Matius 5:43-45
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.


Haleluyah!



Blessings,
BP
June 8, 2011


Return to Rasul Paulus

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests