SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Sat Mar 13, 2010 7:09 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 30 posts ]  Go to page 1, 2  Next
Author Message
 Post subject: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Mon Mar 09, 2009 9:09 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Tue Jul 17, 2007 9:33 pm
Posts: 264
THE NEW LIFE MINISTRY:
Suatu pengajaran berdasarkan penafsiran spekulatif


PENDAHULUAN:
Paul C. Jong dari Korea Selatan, mengajarkan bahwa baptisan adalah sesuatu hal yang sangat esensial bagi keselamatan. Akan tetapi pengajaran tersebut memiliki suatu kesalahan yang sangat mendasar:

BAPTISAN YESUS MENGHAPUSKAN DOSA DUNIA

Pengajaran tersebut dapat dilihat dalam http://www.bjnewlife.org/indonesian.html, dimana setidaknya terdapat tiga pengajaran pokok didalamnya:
1. Yohannes Pembaptis adalah (seperti) seorang Imam Besar
2. Pengajaran Mengenai dosa
3. Baptisan memiliki makna khusus

Berikut kita akan melihat kutipan dari pengajaran Paul C. Jong:*)
Quote:
“Orang yang percaya kepada Jahshua, dibaptiskan. Baptisan berarti; ‘dicuci, dikubur, dibenamkan, diserahkan.’ Ketika Jahshua dibaptiskan, kehendak Jahweh digenapkan. ‘Kebenaran’ adalah ‘dikaiosune’ dalam bahasa Yunani yang berarti ‘adil,’ dan juga berarti ‘paling tepat’ ‘paling layak.’
Dengan baptisanNya, Jahshua menjadi Juruselamat dengan cara yang paling tepat dan layak. Oleh karena itu, orang yang percaya kepada Jahshua menerima anugerah keselamatan dari Jahweh dengan percaya kepada baptisan dan SalibNya, air dan Roh.
Dalam Perjanjian Baru, Yohanes Pembaptis adalah Imam Besar terakhir dari Perjanjian Lama. Mari kita melihat Matius 11:10-11. Alkitab berkata Yohanes Pembaptis merupakan wakil manusia. Dan sebagai Imam Besar dalam era Perjanjian Baru, dia menanggungkan segala dosa dunia kepada Jahshua; dengan demikian melaksanakan playanan Imam Besar dalam Perjanjian Lama.“

Quote:
“Yohanes Pembaptis membaptiskan orang-orang dan kemudian membaptiskan Jahshua. Kelompok yang pertama, adalah ‘baptisan pertobatan’ yang memanggil orang yang berdosa kembali kepada Tuhan. Banyak orang yang mendengar firman Tuhan melalui Yohanes membuang berhala mereka dan kembali kepada Tuhan.
Baptisan kedua adalah baptisan Jahshua, baptisan yang menanggungkan segala dosa dunia kepada Jahshua. Yohanes Pembaptis membaptiskan Jahshua untuk menggenapkan seluruh kedendak Jahweh. Jahshua dibaptis oleh Yohanes Pembaptis untuk menyelamatkan semua orang dari dosa-dosanya (Matius 3:15).
Mengapa Yohanes harus membaptiskan Jahshua? Untuk menghapuskan dosa-dosa di dunia, Tuhan harus membiarkan Yohanes menanggungkan segala dosa kepada Jahshua, sehingga orang-orang yang percaya Jahshua dapat diselamatkan.“

Quote:
“Yohanes Pembaptis merupakan wakil seluruh manusia dan Imam Besar seluruh manusia yang terakhir karena Perjanjian Lama berakhir ketika Jahshua Kristus dilahirkan. Selain Yohanes, siapa yang berhak menanggungkan semua dosa dunia kepada Jahshua dalam Perjanjian Baru sebagaimana Harun menyerahkan dosa-dosa orang dalam Perjanjian Lama? Sebagai Imam Besar terakhir dalam Perjanjian Lama dan sebagai wakil seluruh manusia, Yohanes Pembaptis saja yang berhak menanggungkan semua dosa kepada Jahshua dengan baptisan Jahshua.
Karena Yohanes menanggungkan semua dosa kepada Jahshua, kita dapat diselamatkan dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Jahshua menjadi Anak Domba untuk menyelamatkan orang berdosa, dan menggenapkan karya keselamatan yang direncanakan Jahweh. Jahshua berkata bahwa Yohanes Pembaptis adalah nabi terahkir, Imam Besar terakhir yang menanggungkan segala dosa di dunia kepadaNya.”

Quote:
“Maka, ketika Jahshua dibaptis untuk menanggung segala dosa dunia, apakah semuanya sungguh-sungguh ditanggungkan kepadaNya? Ya, Semua dosa di dunia ditanggungkan kepada Jahshua dan semua orang diselamatkan. Hal itu sama dengan menanggungkan dosa-dosa ke dalam diri binatang korban dalam Perjanjian Lama. Jahshua datang ke dunia ini dan di sungai Yordan, Dia berkata, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh. Dan Yohanes pun menurutiNya” (Matius 3:15).”

Walaupun kutipan-kutipan diatas tidak merepresentasikan keseluruhan pengajaran Paul C.Jong, akan tetapi kita dapat melihat secara garis besar pengajarannya yang meliputi ke-3 point pokok pengajarannya diatas.

Berikut kita akan melihat pengajaran tersebut diatas dalam terang Firman Tuhan:

YOHANNES PEMBAPTIS:
Alkitab tidak pernah sekalipun menyatakan bahwa Yohannes Pembaptis merupakan seorang Imam Besar, meskipun dia berasal dari keturunan imam seperti yang dapat kita lihat didalam Lukas 1. Yohannes selalu dinyatakan sebagai pembuka jalan atau sebagai seorang nabi:

Joh 1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."

Kutipan diatas diambil dari nubuatan Yesaya dalam Yes 40:3 dimana konteks dari keseluruhan pemberitaan adalah berita kelepasan dimana Allah akan mengutus seorang pembebas, yaitu mesias, yang didahului dengan seorang pembuka jalan/ pewarta

Tuhan Yesus juga mengkonfirmasi Yohannes sebagai pembuka jalan:

Mat 11:10 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

Kutipan ayat diatas memiliki parallel PL dengan kitab Maleakhi:

Mal 3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

Yohannes sendiri pun dalam pelayanannya bertindak sebagai seorang pembuka jalan, atau seorang pewarta, ataupun sebagai seorang Nabi. Yaitu orang yang menyuarakan suara Allah, yang dapat dilihat dalam kutipan Yoh 1:23 diatas.

Dengan melihat bahwa Yohannes pembaptis berfungsi pembuka jalan bagi kedatangan Kristus, dan Yohannes menyuarakan suara Allah, yaitu sebagai nabi. Maka keseluruhan pengajaran Paul C.Jong yang mendasarkan bahwa Yohannes Pembaptis adalah Imam Besar, hanyalah penafsiran yang bersifat spekulatif dan tidak memiliki dasar Alkitabiah-nya.

Dengan gugurnya konsep dari Paul C.Jong diatas, sebenarnya keseluruhan pengajarannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Yohannes bukanlah Imam Besar yang menanggungkan dosa manusia kedalam diri Yesus Kristus pada saat pembaptisan-Nya.

BAPTISAN MEMILIKI MAKNA KHUSUS:
Makna khusus yang dimaksud disini, seperti yang diajarkan oleh Paul C.Jong adalah pengampunan dosa manusia adalah melalui baptisan Kristus. Dan dia juga menambahkan frase "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dengan alasan bahwa kehendak Allah yang dimaksud adalah penebusan dosa manusia sebagaimana telah dijanjikan dalam Kejadian 3.

Salah satu makna baptisan yang disampaikan dalam PB dapat dilihat dalam surat Roma:

Rom 6:3-5 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? [4] Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. [5] Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Dimana Paulus menyatakan dengan jelas bahwa baptisan memiliki makna persekutuan dalam kematian Kristus. Yaitu menjadi satu dalam kematian-Nya agar kita juga menjadi satu dalam kebangkitan-Nya (ay.5).

Secara eksplisit, dari kutipan diatas sudah dinyatakan bahwa kematian Kristus yang memberikan kebangkitan orang percaya. Dengan kata lain karya salib-lah yang menebus dosa manusia. Hal ini dikonfirmasi didalam Ibrani:

Heb 9:13-15 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, [14] betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. [15] Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggara yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.
Dan sekali lagi, Firman Tuhan menyatakan makna baptisan orang percaya & makna dari kematian Kristus di kayu salib.


KESIMPULAN:
Pengajaran Paul C.Jong didasarkan atas penafsiran yang bersifat spekulatif. Dia berusaha menggali makna dibalik suatu peristiwa (metode penafsiran tersebut dikenal sebagai penafsiran alegoris). Akan tetapi kesalahan terutama dari Paul C.Jong, bukanlah karena dia berdiri diatas penafsiran spekulatif tersebut, tetapi karena penafsiran spekulatifnya tersebut bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan, dan dia mengajarkannya kepada orang lain !
Pengajarannya sangat tidak dapat dipertanggung-jawabkan dan pada dasarnya bersifat kontradiktif dengan Firman Tuhan, meskipun dia berusaha untuk menyembunyikan pertentangan pengajarannya tersebut dengan serapi mungkin.

SOLI DEO GLORIA

Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.- Galatia 1:8

*) Seluruh kutipan diambil dari http://www.bjnewlife.org/indonesian.html


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Tue Mar 10, 2009 2:56 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Tue Jul 17, 2007 9:33 pm
Posts: 264
Split from:

dosa-tidak-mendatangkan-maut-vt2602-40.html

toba wrote:
Dear michaelalexander,
Terimakasih atas artikel mengenai pengajaran Paul C.Jong...

Jadi menurut saudara sendiri...apakah makna dalam perjanjian lama seorang imam harus meletakkan kedua tangannya di kepala domba penghapus dosa tersebut,
Seperti Yohanis Pembaptis meletakkan kedua tangannya di kepala Yesus ketika hendak membaptisnya....Dalam perjanjian lama kita mengetahui perletakan tangan pada domba penghapus dosa itu bermakna meletakkan/memindahkan/menyalurkan/menangguhkan dosa-dosanya di kepala korban penghapus dosa tersebut....Mungkin saudara kita bisa beri pandangan supaya kita lebih mengetahui apakah makna perletakan/baptisan tersebut....

toba wrote:
Yesus berbicara tentang Yohanis Pembaptis
P. Baru: Matius: 11
11:2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
11:3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"
11:4 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."
11:7. Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?
11:8 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.
11:9 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.
11:10 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.
11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
11:14 dan--jika kamu mau menerimanya--ialah Elia yang akan datang itu.
11:15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

toba wrote:
michaelalexander wrote:
BAPTISAN MEMILIKI MAKNA KHUSUS:
Makna khusus yang dimaksud disini, seperti yang diajarkan oleh Paul C.Jong adalah pengampunan dosa manusia adalah melalui baptisan Kristus. Dan dia juga menambahkan frase "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dengan alasan bahwa kehendak Allah yang dimaksud adalah penebusan dosa manusia sebagaimana telah dijanjikan dalam Kejadian 3.

Salah satu makna baptisan yang disampaikan dalam PB dapat dilihat dalam surat Roma:

Rom 6:3-5 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? [4] Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. [5] Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Pada saya Baptisan Yesus oleh Yohanis Pembaptis disini bermakna menangguhkan/menghapuskan/memotong dosa dunia dan bukannya bermaksud penebusan dosa seperti yang saudara nyatakan….

Darah Yesus oleh kematiannya lah yang bermakna penebusan/perdamaian…

ini bermakna baptisan Yesus bermaksud menangguhkan/menghapuskan dosa dunia dan dengan darah Nya di kayu salip telah menebus/memperdamaikan seluruhnya atas dosa-dosa dunia….Jelas yang dimaksudkan dengan firman diatas ialah Air baptisan Yesus dan darah Nya yakni kematian Nya di kayu salib…

P. Baru: I Yohanes: 5
5:6. Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

Karya penyelamatan Yesus bukan datang dengan Air saja atau dengan darah saja…tapi dengan Air dan Darah……

Dear toba,

Seperti yang telah dibahas diatas, anak domba PL dikorbankan sebagai korban pendamaian, bukan melalui penumpangan tangan akan tetapi oleh darah anak domba tersebut. Kutipan Ibrani dengan jelas menyatakan hal tersebut:

Heb 9:13-15
Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, [14] betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. [15] Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggara yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Perhatikan ayat 13:

Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis,...

Terlihat dengan jelas sekali bahwa DARAH dari korban yang menguduskan mereka. Sekali lagi perhatikanlah kata sambung SEHINGGA, yang merupakan akibat dari pengorbanan korban:

...,sehingga mereka disucikan secara lahiriah,...

Perhatikan ayat 14:

betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat,

Sekali lagi dapat dilihat bahwa DARAH Kristus yaitu pengorbanan-Nya diatas kayu salib, yang disejajarkan oleh penulis dengan DARAH korban (domba, lembu, dsb). Juga dapat dilihat bahwa apabila darah binatang korban menyucikan secara lahiriah, maka darah Kristus menyucikan bukan saja secara lahiriah tetapi lebih daripada itu:

...,akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia,...

Tidak pernah penebusan disejajarkan dengan BAPTISAN (perhatikan bahwa domba, lembu, dsb juga tidak dibaptiskan...). TETAPI korban penebusan memerlukan darah yang dicurahkan !

Makna baptisan sendiri telah saya jelaskan dalam paul-c-jong-the-new-life-ministry-vt2697.html yaitu:

Persekutuan orang percaya dengan kematian Kristus (cf. Rm 6:3-5)

Perhatikan ayat 15:

sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Suatu ketegasan yang penulis Ibrani nyatakan didalam ayat 15 diatas. Kematian Kristus yang menebus pelanggaran2 selama perjanjian yang pertama (yaitu PL dengan darah binatang korban yang hanya menyucikan secara lahiriah saja).

Tidak pernah penulis PB menyatakan makna simbolis penumpangan tangan Yohannes pada saat baptisan-Nya.

toba wrote:
Jadi menurut saudara sendiri...apakah makna dalam perjanjian lama seorang imam harus meletakkan kedua tangannya di kepala domba penghapus dosa tersebut,
Seperti Yohanis Pembaptis meletakkan kedua tangannya di kepala Yesus ketika hendak membaptisnya....Dalam perjanjian lama kita mengetahui perletakan tangan pada domba penghapus dosa itu bermakna meletakkan/memindahkan/menyalurkan/menangguhkan dosa-dosanya di kepala korban penghapus dosa tersebut

Seorang imam PL memang menumpangkan tangan diatas korban tebusan, dan memang memiliki makna simbolis menanggungkan kesalahan kepada obyek korban. TETAPI hal tersebut TIDAK DAPAT disejajarkan dengan Yohanes Pembaptis yang menumpangkan tangan keatas Yesus pada saat pembaptisan-Nya.

Penafsiran tersebut yang saya maksudkan dengan PENAFSIRAN SPEKULATIF

Dan penafsiran tersebut tidak memiliki referensi pengajaran yang dicatat didalam Alkitab selain upaya 'mencocok-cocokan' pengajaran - misalnya dengan 1 Yohanes 5:6-8.

Dapatkah anda melihat kontradiksi pengajaran Paul C.Jong dengan bagian lain PB ?
Penafsiran yang benar tidak akan berkontradiksi dengan bagian manapun juga dari keseluruhan totalitas pengajaran Alkitab.

Semoga dapat memberi pengertian

SOLI DEO GLORIA

Best Regards,


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Tue Mar 10, 2009 3:01 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Tue Jul 17, 2007 9:33 pm
Posts: 264
Split from:

dosa-tidak-mendatangkan-maut-vt2602-40.html


toba wrote:
michaelalexander wrote:
Dear toba,
Seperti yang telah dibahas diatas, anak domba PL dikorbankan sebagai korban pendamaian, bukan melalui penumpangan tangan akan tetapi oleh darah anak domba tersebut. Kutipan Ibrani dengan jelas menyatakan hal tersebut:

Heb 9:13-15 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, [14] betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. [15] Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggara yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Perhatikan ayat 13:
Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis,...
Terlihat dengan jelas sekali bahwa DARAH dari korban yang menguduskan mereka. Sekali lagi perhatikanlah kata sambung SEHINGGA, yang merupakan akibat dari pengorbanan korban:


Saya juga setuju dengan saudara bahwa anak domba PL dikorbankan sebagai pendamaian…kita lihat firman dibawah…

P. Lama: Imamat: 1
1:3. Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan akan dia.
1:4 Lalu ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu, sehingga baginya persembahan itu diperkenan untuk mengadakan pendamaian baginya.

Sebelum disembelih untuk penebusan/perdamaian/pengudusan dosa ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu yakni bermaksud memindahkan dosa kepada domba penghapus dosa tersebut…ini bermakna tanpa penumpangan tangan maka korban tersebut tidak akan sah..bermaksud darah korban tersebut tidak ada maknanya yakni tidak dapat menguduskan umat…..oleh itu kedua-dua peristiwa itu sama pentingnya yakni penumpangan tangan dan penebusan/pendamaian/pengudusan yakni darah domba tersebut…


michaelalexander wrote:
Seorang imam PL memang menumpangkan tangan diatas korban tebusan, dan memang memiliki makna simbolis menanggungkan kesalahan kepada obyek korban. TETAPI hal tersebut TIDAK DAPAT disejajarkan dengan Yohanes Pembaptis yang menumpangkan tangan keatas Yesus pada saat pembaptisan-Nya.

Penafsiran tersebut yang saya maksudkan dengan PENAFSIRAN SPEKULATIF

Dan penafsiran tersebut tidak memiliki referensi pengajaran yang dicatat didalam Alkitab selain upaya 'mencocok-cocokan' pengajaran - misalnya dengan 1 Yohanes 5:6-8.

Dapatkah anda melihat kontradiksi pengajaran Paul C.Jong dengan bagian lain PB ?
Penafsiran yang benar tidak akan berkontradiksi dengan bagian manapun juga dari keseluruhan totalitas pengajaran Alkitab.



P. Baru: Yohanes: 1
1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Yohanis Pembaptis sendiri bersaksi pada keesokannya selepas Membaptis Yesus…bahawa Yesus menghapus dosa dunia dengan baptisannya..


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Tue Mar 10, 2009 3:53 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Tue Jul 17, 2007 9:33 pm
Posts: 264
toba wrote:
P. Baru: Yohanes: 1
1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Yohanis Pembaptis sendiri bersaksi pada keesokannya selepas Membaptis Yesus…bahawa Yesus menghapus dosa dunia dengan baptisannya..


Dear toba,
Hal tersebut diataslah yang saya sebut dengan PENAFSIRAN SPEKULATIF:

Marilah kita melihat Yoh 1:29 yang anda kutip diatas:

Joh 1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Data yang penulis Injil Yohannes berikan hanyalah perkataan Yohannes Pembaptis yang ditulis dengan kutipan langsung (Yoh 1:29-31) sebagai berikut:

"Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."

Yohannes TIDAK PERNAH mengatakan bahwa:

Yesus menghapus dosa dengan baptisannya (yaitu baptisan Yohannes pembaptis)

Yohannes MENYATAKAN bahwa:

"Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia...."

(Perhatikan: Yohannes HANYA mengatakan "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia...." Yohannes tidak mengatakan apapun juga mengenai "pelimpahan dosa")


Sedangkan TUJUAN pembaptisan Yesus berdasarkan Yoh 1:31 diatas adalah:

"...tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."

Yaitu supaya Ia, yaitu Yesus Sang Mesias, dinyatakan kepada Israel.

Hal tersebut bersesuaian dengan apa yang Yesus sendiri katakan:

Mat 3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.

Baptisan Yohannes melambangkan PERTOBATAN:

Mat 3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Yesus dibaptis oleh Yohannes bukan karena Yesus memiliki dosa & kemudian bertobat. Tetapi Yesus dibaptis untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah.

"...menggenapkan seluruh kehendak Allah..." tidak mengacu HANYA pada penebusan dosa SAJA tetapi juga pada PENYATAAN DIRI SANG MESIAS (kepada Israel) sebagaimana yang Yohannes katakan. Dan hal tesebut dikonfirmasi oleh Allah:

Mat 3:16-17 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, [17] lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

PRINSIP DASAR PENAFSIRAN:
Suatu prinsip penafsiran yang harus diikuti oleh para penafsir adalah:

LET THE BIBLE INTERPRET ITSELF

Yang berarti sebuah ayat yang ditafsirkan TIDAK BOLEH bertentangan dengan bagian manapun juga didalam Alkitab.

Sebuah ayat harus dapat menafsirkan dirinya sendiri dengan melihat:
1. Keseluruhan konteks
2. Totalitas Alkitab

Ayat2 yang susah untuk ditafsirkan, harus ditafsirkan dengan dukungan ayat2 yang lain. Dan TIDAK BOLEH ditafsirkan secara SPEKULATIF.

Meninjau tafsiran Paul C.Jong, anda dapat melihat bahwa dia menafsirkan:
1. Tanpa dukungan ayat manapun juga didalam Alkitab
2. Bersifat kontradiktif dengan ayat2 yang lain

Hal tersebut sudah membuktikan penafsiran Jong tidak bertanggung-jawab & pengajarannya tidak berkesesuaian dengan keseluruhan pengajaran Alkitab.

Kita sebagai orang2 yang mengakui otoritas Alkitab sebagai Firman Tuhan, sudah seharusnya memegang prinsip: BACK TO THE BIBLE. Dalam arti ketika ada suatu penafsiran tertentu kita harus mengujinya dengan apa yang dinyatakan sendiri oleh Alkitab. Dan ketika penafsiran tersebut hanya berisi dugaan2 spekulatif, sudah seharusnya kita membuang penafsiran tersebut dan kembali kepada Kebenaran Firman.

SOLI DEO GLORIA

Best Regards,


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Tue Mar 10, 2009 7:14 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Injil air dan Roh

Rasul Paulus berkata, "Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" (1 Korintus 15:3-4). Apa arti kata "Kitab Suci" dalam kalimat "Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci"? Itu menunjuk kepada Perjanjian Lama. Rasul Paulus berkata bahwa Yesus mati bagi dosa-dosa kita sesuai dengan perjanjian dan wahyu di dalam Perjanjian Lama. Bagaimana Ia membasuh dosa kita? Ia melakukannya melalui tindakan kebenaranNya: baptisan dan kematianNya di kayu Salib.
Anda tahu di janab gereja mula-mula, tidak ada perayaan Natal sampai akhir abad kedua. Orang-orang Kristen mula-mula bersama-sama dengan para Rasul hanya memperingati tanggal 6 Januari sebagao "hari baptisan Yesus," dan itu adalh satu-satunya peringatan yang ada di dalam gereja.

Mengapa para rasul memberikan penekanan yang sangat besar kepada baptisan Yesus? Karena hal itu adalah rahasia dari Injil yang sejati mengenai air dan Roh, yang mereka terima dari Yesus dan dikabarkan ke seluruh dunia. Yesus berkata, "sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah" (Yohanes 3:5). Alkitab berkata bahwa Yesus datang dalam air dan darah untuk menyelamatkan kita dari segala dosa kita (1 Yohanes 5:6). Darah berarti salib, lalu apa artinya air itu?

(Saya harap anda tidak dibingungkan antara baptisan air yang diterima orang-orang percaya dengan Baptisan Yesus. Perhatikan baik-baik makna baptisan Yesus secara menyeluruh. Saat ini kita tidak sedang berbicara mengenai baptisan air dari orang percaya atau doktrin kelahiran baru karena baptisan.)

Mengapa Yesus dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis? Mengapa Yesus menegaskan bahwa baptisanNya "kita menggenapkan kehendak Allah?" (Matius 3:15).

Ibrani 10:1 berkata "Karena Hukum Taurat (korba-korban) hanya terdapat bayangan dari keselamatan yang akan datang . . ." Mari kita melihat cara korban yang ditentukan Allah bagi umatNya untuk keselamatan mereka di masa Perjanjian Lama. Kalau seseorang berdosa dan melakukan kesalahan, orang itu harus mempersembahkan korba penghapus dosa untuk menghapuskan dosanya. Mari kita lihat Imamat 1:3-5. "Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan akan dia. Lalu ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu, sehingga baginya persembahan itu diperkenan untuk mengadakan pendamaian baginya. Kemudian haruslah ia menyembelih lembu itu di hadapan TUHAN, dan anak-anak Harun, imam-imam itu, harus mempersembahkan darah lembu itu dan menyiramkannya pada sekeliling mezbah yang di depan pintu Kemah Pertemuan." Kita lihat di sini bahwa korban itu harus memenuhi tiga persyaratan di bawah ini agar bisa layak di hadapan Allah.

Mereka harus
(1) mempersiapkan binatang korban yang tidak bercela (ay. 3).
(2) meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu (ay. 4).
(3) membunuh (menyembelih) binatang untuk pendamaian bagi dosanya (ay. 5).

Di dalam ayat-ayat di atas, kita harus mengakui kebenaran hukum Allah yaitu bahwa dosa harus diletakkan ke kepala binatang korban dengan cara penumpangan tangan sebelum binatang korban itu disembelih. Ini adalah kebenaran yang sangat penting. Anda akan bisa menemukan begitu banyak istilah seperti, "menumpangkan tangan di atas kepala binatang kurban" bagi pengampunan dosa di dalam pasal-pasal kitab Imamat. Imamat 16:21 mengatakan, "dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apa pun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun dengan perantaraan seseorang yang sudah siap sedia untuk itu."
Ketika Harun, Imam Besar, meletakkan tangannya ke atas kepala kambing itu, semua dosa bangsa Israel diletakkan di kepala kambing tersebut. Ketika seorang berdosa meletakkan tangannya ke atas kepala korban, dosa-dosanya diletakkan ke atas kepala kurban. Dengan cara yang sama, ketika seseorang dilantik menjadi imam, seorang hamba Tuhan meletakkan tangannya ke atas kepala orang yang dilantik untuk meletakkan tugas keimaman. Karena itu, "peletakkan tangan di atas kepala" adaah tindakan meletakkan dosa di atas kepala korban. Arti tindakan itu adalah "meletakkan."
Dan kemudian binatang korban itu harus disembelih karena "Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan . . ., karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa" (Imamat 17:11).
Namun,bangsa Israel terlalu lemah untuk dibersihkan dari dosa mereka, karena mereka tidak bisa tidak berbuat dosa setiap hari sampai mereka mati meskipun mereka mempersembahkan korban setiap kali mereka berdosa. Karena itu Allah membuka kesempatan lain bagi mereka untuk mendapatkan pengampunan bagi semua dosa mereka sepanjang tahun. Itu adalah upacara Hari Raya Pendamaian. Di Hari Raya Pendamaian itu, Harun, Imam Besar, meletakkan tangannya ke atas kepala kambing kurban untuk meletakkan seluruh dosa tahunan bangsa Israel (Imamat 16:21).

Harun adalah wakil bangsa Israel pada saat ia meletakkan tangannya ke atas kepala kambing mewakili bangsa Israel. Ketika ia sendiri meletakkan tangan ke atas kepala kambing korban, semua dosa bangsa Israel (sekitar 2-3 juta orang saat itu) diletakkan ke atas kepala kambing itu melalui tindakan yang sesuai dengan hukum itu. Tindakan itu menjadi peringatan bagi manusia untuk selama-lamanya (Imamat 16:29).
Semua itu adalah "bayangan saja dari keselamatan yang akan datang," melalui Yesus Kristus. Mari kita melihat bagaimana Yesus Kristus menggenapi perjanjianNya.
Pertama, Allah Bapa mengutus Yesus Kristus dalam rupa manusia tanpa cacat cela sebagai Anak Domba Allah yang dijanjikan. Dialah Anak Tunggal Allah, dan Da adalah Allah yang Kudus juga. Karena itu ia sangat cocok menjadi Korban bagi semua manusia yang tidak memiliki cacat cela.

Kedua, Ia dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan. Di sini, kita perlu mengenal siapaah Yohanes Pembaptis yang membatiskan Yesus. Yohanes Pembaptis adalah keturunan Harun, sang Imam Besar. Imam Zakaria, ayah Yohanes Pembaptis dilahirkan dari jalur keturunan Abia, cucu Harun (Lukas 1:5; 1 Tawarikh 24:10). Karena itu Yohanes Pembaptis juga keturunan Harun, sang Imam Besar. Itu berarti bahwa ia juga memiliki hak untuk menjadi Imam Besar. Dan lebih lagi, Tuhan Yesus mengakui Yohanes Pembaptis sebagai manusia yang terbesar yang pernah hidup. "Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya" (Matius 11:11, 14). Itu berarti bahwa Yohanes Pembaptis adalah Imam Besar di bumi dan juga wakil dari manusia yang memang telah dipersiapkan dan dijanjikan oleh Allah. "Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum. Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah
Perjanjian Lama bernubuat mengenai dia, "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!" (Maleakhi 3). Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. (Maleakhi 4:4-6). Yesus berkata, "dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu" (Matius 11:14).

Yohanes Pembaptis adalah Elia yang akan datang dan mengembalikan manusia kepada Yesus Kristus dengan cara mempersiapkan mereka untuk menerima Yesus. Ia dilahirkan enam bulan sebelum Yesus. Ia memberikan baptisan pertobatan kepada orang-orang di padang gurun untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Ia perlu memimpin orang-orang untuk mengingat hukum dan sistem korban di dalam Perjanjian Lama untuk membuat mereka siap menerima Juru Selamat mereka, Yesus Kristus. Karena itu ia membaptiskan orang-orang dan membuat mereka menyadari bahwa Juru Selamat akan datang dan menghapuskan dosa dunia dalam bentuk penumpangan tagan. Baptisan Yohanes Pembaptis memanggil orang-orang berdosa untu kembali kepada Allah. Banyak orang yang mendengar firman Allah melalui perkataan Yohanes Pembaptis dan membuang semua berhala mereka serta kembali kepada Allah, mengakui dosa mereka.

Kemudian Yesus datang dari Galilea kepada Yohanes Pembaptis di sungai Yordan untuk dibaptiskan. Yesus berkata, ""Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah" (Matius 3:15). Di sini, seluruh kehendak Allah dalam bahasa Yunaninya adalah "dikaiosune" yang artinya "Kebenaran dan keadilan." Itu berarti bahwa Yesus menyelamatkan orang-orang berdosa dari dosa mereka dengan cara yang sungguh-sungguh benar dan adil. Untuk membebaskan orang berdosa dengan cara yang benar dan adil, Yesus harus mengangkat dosa mereka melalui "penumpangan tangan" sesuai dengan perjanjian yang dibuat Allah dalam Perjanjian Lama. Inilah cara yang paling tepat bagi Dia untuk menghapuskan dosa dunia dengan menerima pembaptisan dari Yohanes Pembaptis. Karena Yesus menanggung semua dosa dunia melalui baptisanNya, keesokan harinya Yohanes Pembaptis memberi kesaksian, ""Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Matius 3:15). Yohanes yang sama yang juga melakukan baptisan kepada Yesus dengan menumpangkan tangan. Pada saat Yohanes meletakkan tangannya ke atas kepala Yesus, semua dosa dunia ditanggungkan kepadaNya sesuai dengan Hukum Allah.
Ketiga, Ia disalibkan untuk menghapus dosa kita. Sebelum Ia menghembuskan nafas terakhirnya Ia berkata, "Sudah selesai!" (Yohanes 19:30). Ia mencurahkan darahNya sebagai bayaran untuk hutang dosa. Ia membasuh semua dosa dunia secara sempurna dengan menggunakan baptisan dan darahNya di atas kayu Salib.

Rasul Paulus menulis, "Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci" (1 Korintus 15:3). Sekarang, apakah anda memahami bagaimana korban binatang dipersembahkan bagi pengampunan dosa di dalam Perjanjian Lama, dan mengapa itu dikatan sebagai gambaran mengenai apa yang akan datang?
Harus ada "penumpangan tangan" sebelum penyembelihan binatang korban. Kalau seseorang melewati "penumpangan tangan di atas kepala korban" ketika ia mempersembahkan korban, ia tidak bisa mendapatk pengampunan dosa karena ia tidak mentaati hukum yang ada. Allah tidak pernah menerima korban yang tidak sesuai dengan hukum seperti itu. Kalau aada orang yang mempersembahkan korban tanpa menumpangkan tangannya terlebih dahulu, berarti ia sedang melanggar perintah Allah.

Yesus datang ke dunia ini untuk membersihkan dosa kita dengan perbuatan kebenarannya (Roma 5:18). Perbuatan kebenarannya itu adalah bahwa Dia dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis untuk menanggung segala dosa dunia dan kemudian disalibkan untuk membayar hutang dosa. Ia datag dengan baptisan dan darahNya. Tetapi sayangnya, banyak orang Kristen yang hanya mengerti setengah dari perbuatan kebenarannya. Kita harus tahu seluruh bagian Injil air dan Roh. Percaya kepadanya dengan melewatkan bagian yang penting sama saja dengan tidak taat hukum dan sia-sia.

Rasul Yohanes merangkumkan seluruh bagian di dalam Injil dalam suratnya yang pertama, "Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah." (1 Yohanes 5:6).

Kita dilahirkan dalam hakekat kita sebagai orang berdosa, dan kita akan terus melakukan dosa sampai menghembuskan nafas terakhir. Kita semua umat manusia ditentukan untuk masuk neraka, "Sebab upah dosa ialah maut" (Roma 6:23). Tetapi di mana dosa menumpuk, maka anugrah juga berlimpah, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 5:20, Yohanes 3:16).

Yesus Kristus, Anak Allah datang ke dunia ini sebagai Anak Domba Allah. Ia menanggung semua dosa dunia ketika Ia dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan. Sebagai akil dari manusia, Yohanes Pembaptis menumpangkan tangan ke atas kepala Yesus, dan pada saat itulah semua dosa dunia ditanggungkan kepada Yesus. Dengan demikian Yesus menanggung semua dosa kita dengan baptisanNya dan membawa semuanya ke atas kayu Salib. Ia mencurahkan darahNya sebagai pembayaran atas hutang dosa kita, dan membasuh segala dosa dunia secara sempurna.

Kemudian Ia berseru dengan suara nyaring, Sudah selesai!" sebelum Ia menghembuskan nafas terakhir di kayu Salib. Apa yang diselesaikan oleh Yesus? Semua dosa dan penghukuman diselesaikan dengan perbuatan kebenaranNya, dengan kata lain, kita semua diampuni melalui baptisan dan kematianNya di atas sal. Yesus Kristus membasuh semua dosa dunia 2000 tahun yang lalu. Dan Ia menyediakan bagi kita jalan dan kehidupan yang baru (Ibrani 10:20). Sekarang adalah masa-masa anugrahNya. Siapa saja yang percaya kepada baptisan dan kematianNya di atas kayu Salib bisa diampuni dari segala dosanya, dan Roh Kudus berdiam di dalam dia (Kisah Para Rasul 2:38). Haleluya!

Apa lagi yang harus kami katakan? Ada begitu banyak ayat di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa baptisanNya adalah perbuatan kebenaran yang tidak terpisahkan dari Yesus untuk keselamatan kita (Matius 3:13-17, 1 Petrus 3:21, Yohanes 6:53-55, Efesus 4:5, Galatia 3:27, Kisah Para Rasul 10:37, dll).

Sumber dari

http://www.bjnewlife.org/indonesian/printedbook/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Wed Mar 11, 2009 2:25 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Tue Jul 17, 2007 9:33 pm
Posts: 264
Dear toba,

Terima kasih atas tanggapan anda, tetapi seperti yang telah saya sampaikan, apa yang anda tuliskan merupakan tafsiran spekulatif, yaitu tafsiran 'cocok-cocokan' yang dipergunakan untuk mendukung doktrin Paul C.Jong.

Saya secara pribadi sangat mengharapkan agar anda mempelajari kembali pengajaran orthodoxy, dan mencoba untuk meneliti ulang ajaran Jong tersebut.

Berikut saya mencoba menyusun suatu uraian ringkas mengenai 1 Yohannes 5:6-9

SURAT 1 YOHANNES 5:6-9

Paul C.Jong menggunakan Surat 1 Yohannes 5:6-9 sebagai ‘pembenaran’ pengajarannya mengenai penebusan melalui ‘injil air dan darah’. Berikut kita akan melihat makna yang penulis surat berikan kepada kita didalam terang Firman Tuhan:

[6] Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. [7] Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. [8] Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. [9] Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. - 1 Yohannes 5:6-9

Menurut tradisi, penulis surat 1 Yohannes adalah Rasul Yohannes yang juga menulis Injil Yohannes. Dalam ayat 6 kita dapat melihat bahwa penulis mengangkat sebuah tema “Air dan Darah” yang kemungkinan besar dikembangkan dari pengalaman pribadi penulis yang menyaksikan sendiri peristiwa penyaliban Tuhan Yesus:

tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. – Yohannes 19:34

Gambaran dalam peristiwa tersebut kemudian diangkat menjadi suatu konsep Kristologi oleh penulis dengan memberikan makna simbolis terhadap peristiwa mengalirnya darah dan air dari lambung-Nya.

Dalam ayat 7-8 kita dapat melihat adanya 2 kelompok yang memberikan kesaksian mengenai pekerjaan Tuhan Yesus:
1. Kesaksian Surgawi: Bapa, Firman yaitu Yesus Kristus dan Roh Kudus
2. Kesaksian Duniawi: Roh, Air dan Darah

Hal penting yang harus dipahami adalah penggunaan kata Roh yang memberi kesaksian baik didalam kelompok surgawi maupun dalam kelompok duniawi. Yang terbaik untuk memahami hal tersebut adalah dengan membedakan antara Roh Kudus didalam eksistensinya sebagai Pribadi Maha Kudus dan Roh yang mengacu pada pekerjaan Roh Kudus:

[14:26] tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. [16:8] Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman – Yohannes 14:26; 16:8

Dengan melihat kelompok ke-1, kita dapat menyimpulkan bahwa kesaksian kelompok surgawi adalah kesaksian Allah Tri Tunggal. Sedangkan kelompok ke-2 yaitu: (Pekerjaan) Roh (Kudus), Air dan Darah, adalah kesaksian yang dapat kita lihat didalam diri setiap orang percaya.

Mengenai pekerjaan Roh Kudus, tentulah kita sudah memahami bahwa Roh Kudus yang akan memimpin setiap orang pilihan-Nya untuk hidup didalam pertobatan & pengudusan. Dan buah dari pemanggilan ilahi tersebut adalah baptisan yang dalam hal ini disimbolkan dengan ‘air’. Makna baptisan sendiri dapat kita lihat sebagai berikut:

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? - Roma 6:5

Dari kutipan diatas kita dapat melihat bahwa kita yang dibaptis dalam Kristus memiliki makna dibaptis didalam kematian-Nya, dan kematian Kristus inilah yang disimbolkan dengan ‘darah’.

1Yoh 5:8 diatas mencatat bahwa kelompok ke-2 yaitu kelompok yang memberi kesaksian di bumi, ketiganya adalah satu. Hal tersebut bermakna bahwa kehidupan orang percaya tidak terlepas dari pekerjaan Roh Kudus: Yang memanggil, menginsyafkan dan mempertobatkan. Yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan diri pribadi orang berdosa tersebut kedalam tubuh Kristus yaitu jemaat-Nya melalui pembasuhan air baptisan dan hidup didalam pengudusan (sanctification). Dan keseluruhan kelahiran baru orang percaya tersebut tidaklah terlepas dari karya penebusan Kristus dikayu salib yang memberikan anugerah pendamaian dan pembenaran (justification).

Dengan melihat makna sebenarnya yang disampaikan kepada kita oleh Rasul Yohannes, maka kita seharusnya dapat melihat bahwa ‘Air’ yang disampaikan olehnya merupakan simbol baptisan orang percaya dan bukan symbol ‘pelimpahan’ beban dosa manusia kepada Yesus Kristus pada saat pembaptisan-Nya melalui penumpangan tangan Yohannes Pembaptis, sebagaimana yang ditafsirkan & diajarkan oleh Paul C.Jong. Hal ini secara sederhana didukung oleh teks sendiri yang mengelompokkan ‘air’ didalam kesaksian duniawi, yaitu kesaksian didalam diri setiap orang percaya.

SOLI DEO GLORIA


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Thu Mar 12, 2009 10:12 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Tue Jul 17, 2007 9:33 pm
Posts: 264
toba wrote:
Rasul Paulus berkata,

"Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" (1 Korintus 15:3-4).

Apa arti kata "Kitab Suci" dalam kalimat "Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci"? Itu menunjuk kepada Perjanjian Lama. Rasul Paulus berkata bahwa Yesus mati bagi dosa-dosa kita sesuai dengan perjanjian dan wahyu di dalam Perjanjian Lama.

Bagaimana Ia membasuh dosa kita? Ia melakukannya melalui tindakan kebenaranNya: baptisan dan kematianNya di kayu Salib.

Dear toba,

Saya mencoba menyusun ulang kutipan anda kedalam 3 bagian:

1. Bagian pertama: (italic font) Menunjuk kutipan Paulus dalam 1Kor 15:3-4

2. Bagian kedua: (blue color) Merupakan penafsiran yang anda tarik berdasarkan text diatas. Dan pada dasarnya saya setuju dengan penafsiran tersebut. Memang dalam PL terdapat banyak sekali ayat2 yang mengacu pada janji Allah akan datangnya Mesias yang akan menebus dosa manusia.

3. Bagian ketiga: (bold-red color) Merupakan kesimpulan yang anda tarik dari data bagian ke-1 dan ke-2. Tetapi kesimpulan ini TIDAK didukung oleh text yang anda kutip diatas. Anda membuat kesimpulan berdasarkan doktrin yang anda anut dan kemudian menempelkan text PB sebagai dasar pembenaran (bukan kebenaran) pandangan anda.

Didalam ilmu penafsiran, hal ini disebut dengan eisegese dan bukan eksegese. Dan metode eisegese tersebut merupakan metode yang dihindari oleh para penafsir.

Saya akan mencoba memberikan suatu ilustrasi mengenai penarikan kesimpulan perdasarkan ilmu logika:

Fakta 1: Saya memberi makan jangkrik kepada burung jalak supaya berkicau
Fakta 2: Saya memberi makan jangkrik kepada ikan arwana

Kesimpulan BENAR: Saya memberi makan jangkrik kepada burung dan kepada ikan arwana

Kesimpulan SALAH: Karena burung makan jangkrik supaya berkicau maka arwana juga makan jangkrik supaya berkicau

Mengapa kesimpulan terakhir itu salah? Karena ditariknya kesimpulan secara SPEKULATIF !

Perhatikanlah kata "supaya" dalam fakta 1 yang tidak dinyatakan didalam fakta 2. Kesimpulan yang BENAR memperhatikan ketiadaan kata "supaya" pada fakta 2.

Sedangkan kesimpulan yang SALAH tidak memperhatikan kata "supaya" tersebut. Kemudian berdasarkan fakta 1 & fakta 2: Burung jalak & ikan arwana sama-sama makan jangkrik, maka ditarik kesimpulan spekulatif: Ikan arwana juga makan jangkrik supaya berkicau

Kesimpulan ditarik dengan 'mencocok-cocokkan' kata "supaya berkicau" pada kedua data faktual diatas, padahal hanya fakta 1 yang menyatakannya. Fakta 2 tidak menyatakan hal tersebut & juga tidak ada data pendukung lain yang menghubungkan "arwana makan jangkrik supaya berkicau"


Adakah text PB yang menyatakan Penumpangan tangan Yohannes pada Yesus pada baptisan-Nya sebagai simbol "penanggungan" dosa?

Adakah text PB yang menyatakan Yohannes pembaptis merupakan seorang Imam Besar?

Saya dapat memberikan referensi dari RATUSAN teolog dari berbagai macam latar belakang pandangan yang menyatakan: Pengampunan Dosa Manusia digenapi dalam Karya Penebusan Kristus.

Dapatkah anda memberikan referensi dari luar New Life Ministry yang mendukung doktrin Paul C.Jong?

Best Regards,


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Thu Mar 12, 2009 1:38 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
michaelalexander wrote:
[Saya dapat memberikan referensi dari RATUSAN teolog dari berbagai macam latar belakang pandangan yang menyatakan: Pengampunan Dosa Manusia digenapi dalam Karya Penebusan Kristus.

Dapatkah anda memberikan referensi dari luar New Life Ministry yang mendukung doktrin Paul C.Jong?

Best Regards,


Dear michaelalexander,

Seperti yang saudara nyatakan bahawa pengampunan Dosa Manusia digenapi dalam karya penebusan Kristus yakni DarahNya...saya juga percaya akan itu...kerna DarahNya kita seluruh umat manusia diperdamaikan/Menjadi kudus yakni tidak berdosa lagi....Tetapi saya juga percaya akan baptisannya yang menanggung dosa dunia....yakni percaya bukan saja dengan DarahNya tetapi dengan Air dan Darah....

Alkitab mengatakan kita harus percaya kepada Air dan Darah...

P. Baru: Yohanes: 3
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Fri Mar 13, 2009 8:25 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Maaf...double posting ...baru belajar...


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Fri Mar 13, 2009 8:26 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
toba wrote:
Alkitab mengatakan kita harus percaya kepada Air dan Darah...

P. Baru: Yohanes: 3
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.….




Air ialah baptisan Yesus oleh Yohanis Pembaptis yang berarti menanggung dosa dunia…Roh malambangkan kematian dan juga melambangkan kebangkitan…ini bermakna kita juga telah mati dan bangkit bersama-sama kristus..Maut tidak lagi menguasai Roh kerna Roh adalah kebenaran…Roh juga melambangkan roh kita yakni hati kita…kerna bukan kenajisan jasmani kita yang dilahir baru melainkan hati kita/roh kita…roh yang sudah dilahir baru memiliki Roh Kudus berdiam di dalam dia dan tidak akan pernah meninggalkan kita selama-lamanya.....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Fri Mar 13, 2009 5:56 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Tue Jul 17, 2007 9:33 pm
Posts: 264
toba wrote:
Seperti yang saudara nyatakan bahawa pengampunan Dosa Manusia digenapi dalam karya penebusan Kristus yakni DarahNya...saya juga percaya akan itu...kerna DarahNya kita seluruh umat manusia diperdamaikan/Menjadi kudus yakni tidak berdosa lagi....Tetapi saya juga percaya akan baptisannya yang menanggung dosa dunia....yakni percaya bukan saja dengan DarahNya tetapi dengan Air dan Darah.

Dear toba,

Sama sekali bukan maksud saya untuk berargumentasi dengan anda mengenai penebusan dosa yang HANYA oleh karya salib Kristus. Dalam arti tidak diperlukannya 'tambahan' apapun juga, misal baptisan-Nya atau yang lain. Akan tetapi saya mencoba untuk menguraikan apa yang Alkitab sendiri nyatakan, tanpa bentuk penafsiran yang 'macam-macam'. Dan tentunya kita berdiri HANYA diatas kebenaran Firman Tuhan saja, bukan?

Mengenai makna Roh, air, dan darah sudah saya uraikan diatas dalam pembahasan Surat 1 Yoh 5:6-9, sedangkan yang anda kutip dalam Injil Yoh 3 tentunya mengandung pengertian yang sama, karena ditulis oleh penulis yang sama, yang tentunya tidak akan memiliki pandangan teologis yang bersifat dualistik.

Satu pertanyaan yang belum anda jawab, "Adakah orang diluar New Life Ministry yang memahami baptisan Kristus sebagaimana Jong menafsirkannya?"

Saya sangat berharap anda mau membuka wawasan anda dengan meneliti pandangan2 lain diluar New Life Ministry, yang setidaknya menambah pemahaman anda dan dapat menjadi cross reference bagi anda didalam memahami Alkitab.

Best regards,


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Sat Mar 14, 2009 8:37 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Dear michaelalexander,

Saya mengakui bahwa pandangan2 diluar New Life Ministry tidak mempunyai pengertian seperti Paul C.Jong sendiri,Tapi kita sama-sama percaya bahwa kita juga harus merujuk kepada Alkitab yakni firman Tuhan itu sendiri…Jadi persoalannya kita hanya tidak sependapat tentang pengertian baptisan Yesus yakni penumpangan tangan tersebut....

kita melihat cara korban yang ditentukan Allah bagi umatNya untuk keselamatan mereka di masa Perjanjian Lama

1.Binatang korban yang tidak bercela
2.Meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu (perletakan tangan bearti meletakkan dosa)
3.Membunuh (menyembelih) binatang untuk pendamaian bagi dosanya(Darah untuk penebusan dosa)

Karya penyelamatan Anak Domba Allah yakni Yesus Kristus dalam perjanjian Baru

1.Yesus Kristus adalah manusia tanpa cacat cela sebagai Anak Domba Allah
2. Yesus dibaptis/perletakan tangan oleh Yohanis Pembaptis
3. Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa kita(Darah untuk penebusan dosa)

Adakah hukum penebusan dosa pada perjanjian lama tidak sama seperti dalam perjanjian baru…yakni pengertian yang berbeda…atau adakah Anak domba dalam PL dan PB tidak saling berkait antara satu sama lain yakni tidak berhubungan sama sekali...

Terimakasih atas saranan saudara,saya akan coba membaca dan meneliti pandangan2 lain diluar New Life Ministry….

Sebagai Renungan

P. Baru: II Timotius: 3

3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.


P. Lama: Yesaya: 34

34:15 Di sana ular pohon bersarang dan bertelur, mengeram sampai telurnya menetas; burung-burung dendang saja berkumpul di sana, masing-masing dengan pasangannya.
34:16 Carilah di dalam kitab TUHAN dan bacalah: Satupun dari semua makhluk itu tidak ada yang ketinggalan dan yang satu tidak kehilangan yang lain; sebab begitulah perintah yang keluar dari mulut TUHAN, dan Roh TUHAN sendiri telah mengumpulkan mereka.
34:17 Ia sendiri telah membuang undi dan membagi-bagi negeri itu di antara mereka dengan tali pengukur; mereka akan mendudukinya sampai selama-lamanya dan akan tinggal di situ turun-temurun.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Sat Mar 14, 2009 10:30 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Tue Jul 17, 2007 9:33 pm
Posts: 264
Dear toba,

Berikut adalah tambahan untuk Yoh 1:29

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.- Yoh 1:29

Mengapa Yohannes pembaptis mengatakan, "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia..."?

Dia menyatakannya kepada orang banyak sebagai kesaksiannya yang menyaksikan sendiri peristiwa konfirmasi Allah pada saat pembaptisan Yesus. Hal tersebut dicatat dalam ay. 32-34

Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah." - Yoh 1:32-34

Hal tersebut tidak perlu ditafsirkan secara spekulatif yaitu sebagai 'imam besar' Yohannes mengetahui bahwa dia telah 'menanggungkan' dosa dunia kepada Yesus, sebagaimana yang Paul C.Jong tafsirkan & ajarkan.

(Selain itu, PB hanya mencatat Yohannes pembaptis adalah anak seorang imam, dan PL mencatat bahwa anak seorang imam tidak secara otomatis akan menjadi imam. Dari seluruh silsilah keturunan Harun, tidak semuanya menjadi imam besar bukan? Pekerjaan Yohannes lebih mengarah pada jabatan & fungsi nabi yang menyuarakan berita dari Allah, dan bukan sebagai imam)

Penafsiran yang natural - berdasarkan text - dapat menjelaskan perkataan dalam ay. 29 merupakan pemberitahuan kepada orang banyak mengenai peristiwa hari sebelumnya yang dicatat dalam ay. 32-34 dimana Yohannes merupakan saksi mata terhadap peristiwa tersebut.

(Silahkan anda membaca ulang seluruh perikop, melihat alur cerita dengan seksama, dan kemudian memperhatikan kesejajaran ayat 29 dan 34. Bacalah dengan perlahan & seksama !)

toba wrote:
Saya mengakui bahwa pandangan2 diluar New Life Ministry tidak mempunyai pengertian seperti Paul C.Jong sendiri,Tapi kita sama-sama percaya bahwa kita juga harus merujuk kepada Alkitab yakni firman Tuhan itu sendiri

Saya harap bahwa apa yang anda tuliskan diatas dan yang juga anda kutip dalam II Tim 3:16 mengenai otoritas Alkitab sebagai Firman Tuhan benar2 menjadi dasar kebenaran dan penguji setiap pengajaran.

Anda dapat mempelajari banyak sekali buku2 mengenai metodologi penafsiran, yaitu bagaimanakah tata-cara penafsiran terhadap Alkitab dilakukan. Apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Buku pengantar penafsiran yang dapat menjadi referensi bagi anda adalah:

Sutanto, Hasan., "Hermeneutik: Prinsip & metode penafsiran Alkitab", SAAT Malang
Fee, Gordon., "Hermeneutik: Bagaimana menafsirkan Firman Tuhan dengan tepat", Gandum Mas


Pengajaran Jong mengenai makna baptisan & penyaliban Kristus dapat anda bandingkan dengan pandangan Katholik Roma, Gereja Orthodoks Timur, Tradisi Reformed (Lutheran & Calvinis), ataupun Teologia Armenian. Dimana kelompok2 diatas (dengan beberapa variannya) mewakili pandangan orthodoxy didalam Kristologi & doktrin keselamatan manusia.

Saya sangat menyadari bahwa pandangan mayoritas tidak selalu mewakili Kebenaran, tetapi bukan berarti bahwa pandangan minoritas adalah Kebenaran.

Seperti yang saya uraikan diatas, kesalahan pandangan Jong terletak pada metodologi penafsirannya yang dalam hal ini terlalu spekulatif, sedangkan Alkitab sendiri tidak memberikan pengajaran yang bersifat spekulatif.

Best regards,

Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, - II Ptr 1:20


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Sun Mar 15, 2009 8:58 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Dear michaelalexander,

Walaupun kita masih tidak sependapat akan makna baptisan Yesus…dan juga tentang Yohanis pembaptis….saya sangat senang dapat berdiscusi dengan saudara…terimakasih atas perhatian dan juga saranannya…..

Akhirnya kita sama-sama percaya,hati kita sendiri akan memberitahu akan ini…kerna hati kita tidak akan pernah berdusta…kalau saat ini hati kita masih merasakan kita memiliki dosa…maka kita tetap memiliki dosa…tapi kalau hati kita berkata bahwa kita tidak lagi memiliki dosa …maka kita telah benar-benar bebas dari dosa…kerana semuannya diberi Cuma-Cuma dari Allah kepada sesiapa yang percaya…bagaimana pendapat saudara…..


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Wed Mar 18, 2009 3:40 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Tue Jul 17, 2007 9:33 pm
Posts: 264
Dear toba,

Saya juga senang dapat berdiskusi dengan anda. Dan apa yang saya uraikan diatas semoga dapat menjadi bahan cross reference terhadap pengajaran yang anda pegang.

toba wrote:
Akhirnya kita sama-sama percaya,hati kita sendiri akan memberitahu akan ini…kerna hati kita tidak akan pernah berdusta…kalau saat ini hati kita masih merasakan kita memiliki dosa…maka kita tetap memiliki dosa…tapi kalau hati kita berkata bahwa kita tidak lagi memiliki dosa …maka kita telah benar-benar bebas dari dosa…kerana semuannya diberi Cuma-Cuma dari Allah kepada sesiapa yang percaya…bagaimana pendapat saudara….


Akan tetapi dalam hal ini (quote anda diatas) saya sekalilagi terpaksa untuk kurang setuju dengan pemahaman diatas (blue bold font).

Anda memulai dengan kata hati yang tidak dapat berdusta, akan tetapi pada kenyataannya banyak sekali kasus dimana orang: "Tidak menyadari telah berbuat dosa". Sehingga akibatnya orang tersebut: "Tidak merasa berdosa". Demikian pula sebaliknya.

Saya setuju dengan kalimat terakhir diatas, "...semuannya diberi Cuma-Cuma dari Allah kepada sesiapa yang percaya" sehingga karena semuanya adalah anugerah-Nya maka tidak ada peranan perasaan subyektif manusia didalam hal ini. Bisa jadi seseorang 'merasa' begitu dekat dan berkenan kepada Allah akan tetapi pada dasarnya orang tersebut tidak memperoleh anugerah keselamatan.

Best regards,


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Thu Mar 19, 2009 8:53 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Dear michaelalexander,

Mungkinkah orang yang belum mengetahui hukum tidak akan mengenal dosa…Alkitab mengatakan..

P. Lama: Yeremia: 17
17:1. "Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka

Tuhan telah berkata bahwa dosa-dosa manusia tertulis dengan pena besi yang matanya dari intan,dan semuanya tercatat dalam hati setiap manusia.Tuhan mencatat setiap dosa-dosa kita kerna kita lemah terhadap hukum.Pada saat dosa-dosa itu tertulis pada hati kita.Kita akan menyadari bahwa kita adalah orang-orang berdosa saat kita melihat hukum taurat.Kerna Dia mencatat dalam hati nurani kita.Maka kita mengetahui bahwa kita orang-orang berdosa dihadapan Allah.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Fri Mar 20, 2009 2:07 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP
User avatar

Joined: Fri Mar 28, 2008 12:53 pm
Posts: 367
mengenai Hati nurani, silakan anda baca di
hati-nurani-vt2713.html



MEN_SUPERNOVA


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Sat Mar 21, 2009 10:21 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Terimakasih saudara Men_supernova atas penerangan tentang hati nurani…

Tuhan juga menaruh Taurat-Nya dalam batin kita dan menuliskannya dalam hati kita….

P. Lama: Yeremia: 31
1:27. "Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan melimpahi kaum Israel dan kaum Yehuda dengan benih manusia dan benih hewan.
31:28 Maka seperti tadinya Aku berjaga-jaga atas mereka untuk mencabut dan merobohkan, untuk meruntuhkan dan membinasakan dan mencelakakan, demikianlah juga Aku akan berjaga-jaga atas mereka untuk membangun dan menanam, demikianlah firman TUHAN.
31:29 Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu,
31:30 melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.
31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
31:34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."


kita juga tahu bahwa kita seluruh umat manusia mendapat pengetahuan tentang baik dan jahat iaitu dosa yang kita warisi daripada adam dan hawa..maka setiap manusia bisa membedakan dimana yang baik dan jahat…kita tahu bahwa perkara itu jahat tetapi kita suka melakukannya….kita tahu perkara itu baik tapi kita tidak suka melakukannya…itulah sifat kedagingan manusia yang sudah tercemar…Tetapi jauh disudut hati nurani kita hanya kita yang tahu dan Allah juga lebih lagi mengetahuinya…


Dosa-dosa manusia tercatat dalam dalam dua tempat iaitu buku kehidupan dan loh hati manusia…seperti kata Yesus “Barang siapa diantara kamu yang tidak berdosa,hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”…kita lihat ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi semuanya tidak berani melemparkan batu kerna mereka telah diketuk oleh hati nurani mereka sendiri kerna mereka juga orang-orang berdosa…


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Mon Mar 23, 2009 9:03 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Saya sering terfikir akan hal ini …..

Tuhan telah menaruhkan Hukum Taurat Nya serta dosa-dosa kita juga tertulis dengan pena besi yang matanya dari intan didalam loh hati setiap manusia…ini bermakna tiada siapa yang bisa menghapuskan Hukum Taurat dan dosa-dosa kita yang tercatat di dalam hati setiap manusia…selagi kita tidak percaya akan kebenaran Allah yakni kasih karunia keselamatanNya maka kita masih tetap dibawah/dikuasai oleh Hukum taurat…kerna itu hati kita masih merasakan kita masih memiliki dosa… Tetapi sewaktu kita percaya akan kebenaran Allah maka hati kita akan dikuasai oleh kasih karunia Allah yang memampuhkan Hukum taurat dan dosa-dosa kita yang tertulis dengan pena besi bisa dihapuskan kerna Allah sendiri yang akan mengampuni segala pelanggaran/Dosa-dosa kita…maka kita tidak lagi dibawah hukum taurat tetapi dibawah kasih karunia Allah…


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Mon Mar 23, 2009 12:24 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Saya sering juga terfikir akan hal ini …

Manusia terdiri daripada tubuh,jiwa dan roh…Apakah ketiga-tiga daripada diri kita turut jatuh kedalam dosa yakni turut melakukan dosa.

Tubuh- Iaitu kedagingan kita.
Jiwa- Dimanakah ia terletak..adakah ia juga adalah hati kita.
Roh- Ada juga yang mengatakan roh juga adalah hati nurani kita sendiri.

Adakah hati kita terbahagi kepada jiwa dan roh….

Ada yang mengatakan bahwa walaupun kita selalu melakukan dosa dan tidak percaya akan Kebenaran Allah yakni Karya keselamatanNya.Roh kita sendiri akan berdoa kepada Bapa untuk keselamatan kita.Jadi adakah hanya Roh kita yang masih tidak tercemar oleh dosa…Tetapi kerna tubuh dan jiwa kita telah jatuh kedalam dosa maka roh kita turut menerima hukuman terhadap dosa….kerana ada dikatakan upah dosa adalah maut…

Minta pendapat saudara-saudara…terimakasih…


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 30 posts ]  Go to page 1, 2  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman