SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Thu Mar 18, 2010 2:00 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 30 posts ]  Go to page Previous  1, 2
Author Message
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Mon Mar 23, 2009 2:23 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP
User avatar

Joined: Fri Mar 28, 2008 12:53 pm
Posts: 368
Untuk memahami mengenai hati nurani, saya anjurkan anda membaca buku yang saya referensikan di artikel yg saya buat tsb.
Terus terang di dalam artikel yg saya buat tersebut sangatlah ringkas sekali di dalam pembahasan mengenai hati nurani, karena keterbatasan saya dalam menulis, waktu, dll. Dan tidak mungkin bagi saya untuk menjelaskan semua yang ada di dalam buku tsb. Dan di dalam buku tersebut juga ada Tanya jawab mengenai hal tersebut. Buku tersebut anda bisa dapatkan dari penerbit momentum atau di toko buku kidung agung.(mungkin toko buku Kristen lainnya juga ada, tp saya tidak bisa pastikan ).

Namun saya ingin menjelaskan sedikit mengenai artikel yang saya buat, supaya anda tidak salah paham dengan apa yang saya tulis di artikel tersebut.
Di dalam artikel tersebut Saya tidak mengatakan bahwa hati nurani tidak berfungsi sama sekali, namun fungsi hati nurani sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya sejak kejatuhan manusia di dalam dosa., dan hal tersebut hanya bisa dimurnikan oleh Allah TriTunggal.

Artinya hati nurani bukanlah kebenaran yang mutlak, karena Kebenaran yang mutlak hanyalah Allah sendiri. Itu sebabnya Yesus mengatakan bahwa "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Yesus adalah Allah, dan Ia adalah Kebenaran itu sendiri. Dan dari kalimat selanjutnya kita mengetahui bahwa tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Yesus. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kebenaran yang lainnya, hanya Dia sendiri.

Dengan demikian maka kita tidak boleh menggantikan kebenaran yang mutlak dengan yang tidak mutlak, karena jika tidak maka tanpa anda sadari anda telah menggeser posisi Allah dengan hati nurani anda(dan menurut saya ini bisa berbahaya, apalagi jika hati nurani kita telah terpolusi seperti yang saya sudah jelaskan di dalam artikel tsb.).

Namun anda jangan salah paham dengan apa yang saya jelaskan diatas, saya bukan ingin meniadakan hati nurani, karena saya juga mempercayai bahwa Allah juga memberikan suaranya melalui hati nurani. Namun yang ingin saya tekankan disini adalah bahwa hati nuranipun dipengaruhi oleh hal2 lain termasuk suara setan. Jadi kita harus bisa membedakan antara suara Roh Kudus, hati nurani dan suara setan.

Quote:
Akhirnya kita sama-sama percaya,hati kita sendiri akan memberitahu akan ini…kerna hati kita tidak akan pernah berdusta…kalau saat ini hati kita masih merasakan kita memiliki dosa…maka kita tetap memiliki dosa…tapi kalau hati kita berkata bahwa kita tidak lagi memiliki dosa …maka kita telah benar-benar bebas dari dosa…kerana semuannya diberi Cuma-Cuma dari Allah kepada sesiapa yang percaya…bagaimana pendapat saudara….


Dari pernyataan anda diatas, anda sepenuhnya berserah kepada hati nurani anda. Menurut saya kurang tepat pernyataan anda diatas, walaupun saya tidak menyangkali bahwa Allah dapat menggunakan hati nurani kita untuk menegor dosa2 kita. Namun setanpun bisa mempengaruhi kita, demikian juga factor lainnya.

Saya ingin memberikan contoh kepada anda, silakan anda renungkan contoh tersebut.
Contoh:
Seseorang yang non-Kristiani, maka pikiran dan hati nuraninya mengatakan bahwa Yesus bukanlah Allah, karena jika hati nuraninya mengatakan bahwa Yesus adalah Allah kemungkinan besar ia akan menjadi Kristiani. Atau seseorang yang mengimani ajaran bidat seperti Saksi Yehova, dimana pikiran dan hati nurani mereka mengatakan bahwa Yesus adalah Allah yang lebih rendah derajatnya, dsbnya.
Menurut anda apakah pikiran dan hati nurani mereka benar?? Jika pikiran dan hati nurani mereka mengatakan demikian , apakah berarti Yesus menjadi bukan Allah??
Jawabannya tentu Yesus tetap Allah walaupun pikiran dan hati nurani mereka mengatakan bahwa Yesus bukanlah Allah.

Jika demikian, pikiran dan hati nurani mereka mengatakan bahwa Yesus bukanlah Allah. Lalu kenapa hati nurani mereka tidak menegor mereka?? Bukankah mereka telah menyangkali Allah yang sejati?? Jika seseorang telah menyangkali Allah yang sejati bukankah hal tersebut berdosa??

Dari contoh ini saya ingin membuktikan bahwa hati nurani sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya semenjak kejatuhan manusia ke dalam dosa alias sudah tercemar. Dengan demikian maka kita tidak bisa bersandar kepada hati nurani secara mutlak, saya tekankan sekali lagi tidak secara mutlak.
Namun sebaliknya kita harus berserah sepenuhnya kepada Allah TriTunggal, karena hanya Allah TriTunggal yang dapat memurnikan hati nurani kita. Maka hendaknya kita memohon kepada Allah Roh Kudus agar membuka hati dan pikiran kita dan memurnikannya.
Dan satu hal lagi yang perlu kita ingat, segala sesuatunya adalah berdasarkan kehendakNya dan bukan kehendak kita.
Dan hal ini dapat kita lihat dari teladan yang Yesus berikan waktu Yesus berdoa di taman Getsemani, dimana Ia berdoa bahwa KehendakMu yang jadi.
Artinya kita harus mengakui kedaulatan Allah dan tidak memaksakan kehendak kita. Atau dengan kata lain jika Allah menghendaki untuk memurnikan hati dan pikiran kita maka permohonan kita dijawabNya. Sebenarnya hal ini ada hubungannya dengan Doktrin orang2 pilihan (TULIP) namun saya tidak akan membahas hal tsb, karena terlalu kompleks jadinya dan jadi melebar.

Jadi kesimpulan saya adalah kita tetap harus bersandar sepenuhnya kepada Allah bukan kepada Hati nurani, karena hati nurani hanyalah sebuah media yang digunakan Allah untuk menyatakan suaraNya dan bukanlah kebenaran itu sendiri. Karena jika kita bersandar sepenuhnya kepada hati nurani maka ada kemungkinan itu adalah suara Allah namun bisa juga bukan.
Jadi kita hanya bisa berharap Anugerah dari Allah untuk memurnikan hati nurani kita. Sehingga kita bisa membedakan mana ajaran yang benar dan yang palsu.


Quote:
Tuhan telah menaruhkan Hukum Taurat Nya serta dosa-dosa kita juga tertulis dengan pena besi yang matanya dari intan didalam loh hati setiap manusia…ini bermakna tiada siapa yang bisa menghapuskan Hukum Taurat dan dosa-dosa kita yang tercatat di dalam hati setiap manusia…selagi kita tidak percaya akan kebenaran Allah yakni kasih karunia keselamatanNya maka kita masih tetap dibawah/dikuasai oleh Hukum taurat…kerna itu hati kita masih merasakan kita masih memiliki dosa… Tetapi sewaktu kita percaya akan kebenaran Allah maka hati kita akan dikuasai oleh kasih karunia Allah yang memampuhkan Hukum taurat dan dosa-dosa kita yang tertulis dengan pena besi bisa dihapuskan kerna Allah sendiri yang akan mengampuni segala pelanggaran/Dosa-dosa kita…maka kita tidak lagi dibawah hukum taurat tetapi dibawah kasih karunia Allah…


Saya rasa ada yang kurang tepat di dalam pernyataan anda diatas. Memang kita tidak lagi dibawah hukum taurat melainkan dibawah kasih karunia. Dan memang kita tidak boleh berlarut-larut seperti orang yang tertuduh sebagai pendosa (karena hal ini yang diinginkan oleh Iblis). Namun bukan berarti kita juga boleh seenaknya dan tidak peka lagi terhadap tegoran2 dari hati nurani kita, justru sebaliknya setelah kita berada di dalam kasih karunia maka kita harus lebih peka terhadap dosa.
Artinya walaupun kita telah berada didalam kasih karunia namun Allah tetap menggunakan berbagai cara agar kita peka terhadap dosa ,salah satunya melalui tegoran dari hati nurani. Sehingga kita harus lebih peka terhadap dosa dan secepatnya mohon ampun dan berkomitmen utk tidak mengulangi dosa tsb.

Jadi kesimpulannya adalah kita tidak boleh berlarut2 seperti seorang tertuduh karena tegoran dari hati nurani kita (yang kemungkinan karena hati nurani kita telah dipengaruhi oleh suara setan sehingga kita seperti seorang tertuduh yang sebenarnya dosa kita telah diampuni oleh Allah). Namun sebaliknya juga kita tidak boleh mengabaikan tegoran hati nurani kita yang merupakan tegoran dari Allah agar kita lebih peka terhadap dosa.
Jadi yang harus kita lakukan adalah kita harus peka terhadap dosa dan segera menyelesaikannya dengan Tuhan, sehingga kita tidak berlarut2 sebagai seorang tertuduh karena ini yang diinginkan oleh iblis sebagai penuduh.


MEN_SUPERNOVA


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Tue Mar 24, 2009 12:26 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Quote:
Akhirnya kita sama-sama percaya,hati kita sendiri akan memberitahu akan ini…kerna hati kita tidak akan pernah berdusta…kalau saat ini hati kita masih merasakan kita memiliki dosa…maka kita tetap memiliki dosa…tapi kalau hati kita berkata bahwa kita tidak lagi memiliki dosa …maka kita telah benar-benar bebas dari dosa…kerana semuannya diberi Cuma-Cuma dari Allah kepada sesiapa yang percaya…bagaimana pendapat saudara….



Terimakasih saudara atas penjelasannya… "hati nurani bukanlah kebenaran yang mutlak, karena Kebenaran yang mutlak hanyalah Allah sendiri"..saya juga setuju tentang semua penjelasan saudara tentang hati nurani dan penyataan yang saya boldkan.

Mungkin penyataan saya diatas kurang tepat/atau mungkin kesalahfahaman saja kerna saya sebenarnya bukan bermaksud atau menyatakan bahwa hati nurani adalah kebenaran mutlak… sebenarnya ia lebih kepada pengalaman peribadi kita sebagai seorang kristian dalam keadaan sebelum dan sesudah dilahirkan kembali

Ketika kita belum dilahirkan kembali…pasti suara hati nurani kita yang mengatakan kita masih berdosa dan juga mengatakan bahwa kita akan masuk neraka dan pasti suara itu sangat menyakitkan kita dan sangat menakutkan bukan.. .Walaupun sekeras manapun kita berdoa ianya masih berseru-seru.

Setelah kita dilahirkan kembali..yakni kita sudah benar-benar percaya dan tahu akan Kebenaran Allah…kita bisa merasakan bahwa hati kita tidak lagi berseru seperti demikian…Dan kerna itu dan saat itu hati kita sangat bersukacita…sangat damai sekali yang tidak pernah kita rasa selama ini…kerna kita tidak bisa lagi membantah kebenaran Allah.

kebenaran Allah mengatakan ia sudah menghapus segala dosa kita…kerna kita percaya kita tidak berdosa lagi/hati kita juga akan mengatakan demikian…kita tidak bisa lagi mengatakan bahwa saya orang berdosa ketika kita percaya akan kebenaran Allah.kerna membantah itu adalah tidak percaya dan dosa…


Quote:
Saya rasa ada yang kurang tepat di dalam pernyataan anda diatas. Memang kita tidak lagi dibawah hukum taurat melainkan dibawah kasih karunia. Dan memang kita tidak boleh berlarut-larut seperti orang yang tertuduh sebagai pendosa (karena hal ini yang diinginkan oleh Iblis). Namun bukan berarti kita juga boleh seenaknya dan tidak peka lagi terhadap tegoran2 dari hati nurani kita, justru sebaliknya setelah kita berada di dalam kasih karunia maka kita harus lebih peka terhadap dosa.
Artinya walaupun kita telah berada didalam kasih karunia namun Allah tetap menggunakan berbagai cara agar kita peka terhadap dosa ,salah satunya melalui tegoran dari hati nurani. Sehingga kita harus lebih peka terhadap dosa dan secepatnya mohon ampun dan berkomitmen utk tidak mengulangi dosa tsb.


Mungkin ada ada kesalahfahaman disini ya…

Sesudah kita percaya akan kebenaran Allah baiklah kita melakukan kebaikan…kerana kalau kita dengan sengaja melakukan kejahatan setelah kita percaya bukankah itu namanya mencelakan diri kita sendiri dan kalau ada orang seperti ini ia sebenarnya belum percaya akan kebenaran Allah…kerna ada juga mengatakan kebaikan kita manusia tidak akan pernah membawa kita kepada keselamatan tetapi hanya dengan percaya kepada kebenaran Allah…kerna keselamatan itu diberi Cuma-Cuma kepada sesiapa yang percaya…

Mungkin penyataan saudara mengatakan berkomitment untuk tidak mengulangi dosa tersebut saya setuju tetapi bagaimana dengan daging kita…kita memang harus berkomitment tetapi kita harus akui juga bahwa kedagingan kita akan terus melakukan dosa sehingga kita mati…


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Wed Mar 25, 2009 1:22 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP
User avatar

Joined: Fri Mar 28, 2008 12:53 pm
Posts: 368
toba wrote:
Mungkin ada ada kesalahfahaman disini ya…

Sesudah kita percaya akan kebenaran Allah baiklah kita melakukan kebaikan…kerana kalau kita dengan sengaja melakukan kejahatan setelah kita percaya bukankah itu namanya mencelakan diri kita sendiri dan kalau ada orang seperti ini ia sebenarnya belum percaya akan kebenaran Allah…kerna ada juga mengatakan kebaikan kita manusia tidak akan pernah membawa kita kepada keselamatan tetapi hanya dengan percaya kepada kebenaran Allah…kerna keselamatan itu diberi Cuma-Cuma kepada sesiapa yang percaya…

Mungkin penyataan saudara mengatakan berkomitment untuk tidak mengulangi dosa tersebut saya setuju tetapi bagaimana dengan daging kita…kita memang harus berkomitment tetapi kita harus akui juga bahwa kedagingan kita akan terus melakukan dosa sehingga kita mati…


seseorang yang sungguh2 percaya mempunyai komitmen utk tdk mengulangi berbuat dosa yang telah diperbuatnya, menurut saya ini salah satu perbedaan antara orang yang sungguh2 percaya dan yang tidak sungguh2 percaya.
karena orang seringkali salah dalam memahami anugerah Keselamatan dari Allah. karena merasa itu adalah anugerah Allah dan merasa ia telah diampuni dosanya, maka dengan seenaknya berbuat dosa terus dgn asumsi bahwa ia merasa sudah diampuni.

satu hal yang kita perlu pahami adalah anugerah keselamatan dari Allah memang diberikan secara cuma-cuma dan bukan atas dasar perbuatan baik kita (atau atas dasar usaha kita), melainkan benar2 anugerah dari Allah semata. namun walaupun anugerah keselamatan tsb diberikan secara cuma2 bukan berarti anugerah tsb murahan, sehingga kita bisa semaunya sendiri berbuat dosa dgn asumsi kita telah diampuni.
jika ada orang yang spt itu (salah memahami anugerah Allah), maka hal itu hanya membuktikan bahwa orang tsb bukanlah orang yang sungguh2 percaya kepada Yesus seperti yang sudah anda katakan, dan hal itu memang benar demikian. sebaliknya orang yang sungguh2 percaya kepada Yesus, akan merasa bersyukur atas anugerah keselamatan yang diberikan, karena ia tahu tanpa anugerah tsb ia tidak akan mendapatkan keselamatan apalagi dengan usahanya sendiri, sehingga orang yang sungguh2 percaya biasanya mempunyai komitmen atau lebih peka thdp dosa.

namun saya tidak menyangkali bahwa orang2 yang sungguh percayapun masih tetap dapat jatuh di dalam dosa spt yang pernah saya tulis di dalam artikel dibawah ini:
ketekunan-orang-orang-kudus-vt2653.html
namun mereka tidak berlarut2 di dalam dosa (berkubang dlm dosa), sebaliknya mereka akan menyesali dan memohon ampun serta berkomitmen utk tdk mengulanginya.

dan memang benar, seringkali kita mengikuti kedagingan kita, sehingga kita sering jatuh ke dalam dosa. disini saya bukan mengatakan bahwa dengan berkomitmen, kita tidak akan bisa berbuat dosa lagi, bukan itu maksud saya. kita tidak akan pernah bisa dengan kekuatan kita sendiri atau dengan usaha kita sendiri melawan semua itu. kita hanya bisa sepenuhnya bersandar kepada Allah, biarlah Allah yang membentuk dan memproses kita.
jadi sebenarnya komitmen itu sebuah pengikrar-an /janji pada diri sendiri, walaupun kita tidak mampu dengan kekuatan kita sendiri untuk memenuhi komitmen kita, namun dengan adanya komitmen ini maka pada saat kita terjatuh di dalam dosa, kita tidak terus jatuh ke dalam dosa semakin dalam, sebaliknya kita harus ingat dgn komitmen kita dan segera bangkit dan meninggalkan dosa tsb serta menyelesaikannya dgn Tuhan serta bersandar kepadaNya.




MEN_SUPERNOVA


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Wed Mar 25, 2009 7:31 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Orang berdosa harus memiliki pengetahuan akan dosa terlebih dahulu

P. Baru: Roma: 5
5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.


Hari ini,saya mau berbicara mengenai asal mula dosa.Jangan pernah berfikir,”Anda berbicara mengenai hal yang sama setiap hari.Coba jelaskan hal-hal lain.”Saya ingin agar anda mendengarkan dengan sungguh-sungguh.Injil adalah hal yang paling berharga.Kalau seorang kudus yang dosa-dosanya sudah dihapuskan tidak berulang kali mendengar Injil untuk mengingatkannya akan hal ini setiap hari,ia akan mati.Bagaimana ia bisa hidup tanpa mendengar Injil air dan Roh?Satu-satunya cara bagi dia untuk hidup adalah dengan mendengar Injil.Mari kita membuka Alkitab untuk membagikan arti yang sesungguhnya didalamnya.

Saya berfikir, “Apakah yang paling dibutuhkan oleh orang-orang berdosa yang dosanya belum diampuni?”Kemudian saya sampai kepada pemahaman tentang dosa sesuai dengan Firman Allah kerna mereka hanya biasa menerima pengampunan dosa kalau mereka mengerti mengenai dosa.Saya percaya bahwa yang dibutuhkan oleh orang-orang berdosa adalah pemahaman tentang dosa.

Seseorang melakukan dosa berulangkali sejak ia dilahirkan baik ia mau atau tidak melakukannya.Ia tidak sungguh-sungguh berfikir secara mendalam mengenai dosa yang berdiam dalam dirinya meskipun ia adalah orang berdosa di hadapan Allah karena ia melakukan dosa berulangkali dalam pertumbuhanya.Melakukan dosa sama wajarnya dengan sebuah pohon epal yang bertumbuh,berbunga dan menghasilkan buah apel pada waktunya.Namun,kita harus mengerti bahwa upah dosa adalah maut sesuai dengan hukum Allah.

Kalau seseorang berfikir dan sungguh-sungguh mengerti akibat dosa,ia bisa dibebaskan dari dosa dan penghukuman dari Allah, dan menerima semua berkat rohaniNya.Kerna itu yang paling dibutuhkan oleh seorang berdosa adalah pemahaman mengenai dosa dan akibatnya, dan untuk memahami kebenaran pengampunan dosa, yang diberikan oleh Allah.

Bagaimana dosa masuk ke dalam dunia?

Mengapa seseorang bisa berdosa?Mengapa saya berdosa?Alkitab berbicara mengenai hal ini dalam roma

P. Baru: Roma: 5
5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.


Apa yang kemudian masuk ke dunia melalui dosa?-Maut-. Manusia cenderung berfikir bahwa kematian hanyalah sekadar terjadi kepada tubuh.Namun, kematian disini mengimplikasikan makna keterpisahan rohani dari Allah.Itu juga mengimplikasikan neraka dan penghukuman Allah,selain juga kematian daging.Roma 5:12 menunjukkan kepada kita bagaimana manusia bisa menjadi orang-orang berdosa.Firman Allah adalah kebenaran.Melalui satu orang berdosa masuk kedalam dunia, dan oleh dosa juga itu maut.

Kita dilahirkan sebagai keturunan Adam.Lalu apakah kita tidak memiliki dosa sebagai keturunan Adam?-Ya,kita memiliki dosa- Apakah kita dilahirkan dalam keadaan berdosa?-Ya,kerna kita semua adalah keturunan Adam,bapa leluhur kita.-
Adam memperanakan semua manusia,namun Adam dan Hawa sudah dibawah tipu daya iblis ketika mereka masih berada di Taman Eden.Allah mengatakan agar mereka tidak makan buah pengetahuan baik dan buruk, tetapi justru untuk mendapatkan kehidupan kekal dengan makan buah dari pokok kehidupan.

Tetapi mereka diperdaya oleh iblis dan meninggalkan firman Allah dan memakan dari buah pengetahuan akan baik dan buruk.Adam dan Hawa berdosa dengan meninggalkan Firman Allah, yang adalah Firman kehidupan kekal.Setelah Adam dan Hawa berdosa,Adam tidur dengan Hawa, dan semua manusia diperanakan melalui Adam dan Hawa.Kita adalah keturunan mereka.Kita tidak hanya mewarisi penampilan luar mereka, tetapi juga hakekat keberdosaan mereka.

Kerna itu, Alkitab mengatakan bahwa manusia adalah benih dosa.Semua manusia di dunia ini sudah mewarisi dosa dari Adam dan Hawa.Alkitab mengatakan, “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk kedalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang.Kerna semua orang telah berbuat dosa”. Jadi semua manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa.

Namun, banyak orang yang tidak tahu bahwa mereka lahir sebagai orang berdosa.Sebuah pohon mulai bertunas dan tumbuh serta menghasilkan buah, tetapi banyak orang yang merasa aneh kalau diberitahu bahwa mereka berdosa kerna mereka tidak tahu bahwa mereka lahir sebagai benih dosa..Ini adalah sama prinsipnya dengan sebuah pohon apel yang berfikir, “Aneh sekali.Mengapa saya berbuah apel?”

Jadi, memang sangat wajar bagi manusia untuk melakukan dosa.Pemikiran bahwa manusia bisa menghindar dari dosa adalah pemikiran yang sama sekali keliru.Sangat wajar bagi manusia yang mewarisi dosa untuk melakukan dosa sepanjang hidupnya dan menghasilkan buah dosa, tetapi tidak berfikir secara mendalam mengenai keberadaan sebagai orang berdosa.Apa yang Allah katakan? “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa”

Kita melakukan dosa sepanjang kehidupan kita kerna kita memang dilahirkan sebagai orang berdosa.Kerna itu, kita layak menerima hukuman dari Allah.Mungkin anda berfikir, ‘Bukankah tidak adil kalau Allah menghukum kita sementara kita tidak memiliki pilihan lain selain melakukan dosa?.’ Namun setelah menerima pengampunan dosa, anda akan mengetahui bahwa Allah merencanakan hal itu untuk menjadikan kita sebagai anak-anakNya.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Fri Mar 27, 2009 3:05 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Dear Men_Supernova....

Saya kira kita mempunyai cara penyampaian yang berbeda tapi sebenarnya mempunyai maksud yang sama...kerna sebenarnya saya juga setuju seperti penyataan saudara itu...Terimakasih atas perhatiannya....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Sat Apr 11, 2009 9:15 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Apakah perbedaan antara orang yang dilahirkan kembali dengan orang-orang yang tidak dilahirkan kembali

Hukum Taurat tidak pernah salah. Hukum Taurat itu kudus. Hukum taurat itu sungguh-sungguh benar saat kita sama sekali tidak pernah menjadi benar. Kita bertentangan dengan Hukum Taurat kerna kita lahir dengan dosa sebagai keturunan Adam. Kita melakukan apa yang tidak boleh kita lakukan, dan kita tidak melakukan apa yang harus kita lakukan. Kerna itu Hukum Taurat membuat dosa kita menjadi semakin nyata.

P. Baru: Roma: 7
7:14. Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.
7:15 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.
7:16 Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.
7:17 Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.
7:18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
7:20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.
7:21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
7:22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
7:23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
7:25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
7:26Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.


Sebelum bagian ini, Paulus mengatakan bahwa kita semua, termasuk dirinya, harus dihakimi sekali oleh Hukum Taurat di dalam tubuh Yesus Kristus yang bisa menghasilkan buah-buah dari kebenaran bagi Allah. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada yang baik dalam dirinya, dan bahwa seorang yang tidak dilahirkan kembali tidak bisa tidak melakukan dosa. Demikian juga orang yang sudah dilahirkan kembali. Tetapi tentu saja ada perbedaan besar antara keduanya. Mereka yang sudah dilahirkan kembali memiliki daging dan Roh, jadi ada dua macam kehendak didalam diri mereka. Tetapi mereka yang belum dilahirkan kembali hanya memiliki nafsu kedagingan, dan yang mereka kehendaki hanyalah dosa. Jadi, yang mereka perhatikan hanya betapa bagusnya dan berlanjutnya mereka melakukan dosa. Inilah tujuan di dalam kehidupan, yang sering di dalam kehidupan orang-orang yang tidak dilahirkan kembali.

Dosa membuat manusia melakukan dosa.Roma 7:20 mengatakan “Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.” Apakah ada dosa di dalam hati orang-orang yang dilahirkan kembali? –Tidak- Adakah dosa di dalam hati mereka yang belum dilahirkan kembali?-Ya- kalau anda memiliki dosa di dalam hati anda, dosa bekerja di dalam daging dan membuat anda melakukan lebih banyak dosa. “Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.”

Manusia tidak bisa tidak melakukan dosa sepanjang kehidupan mereka, kerna mereka dilahirkan dengan dosa. Orang-orang yang dilahirkan kembali bisa menghasilkan buah Roh secara spontan. Tetapi mereka yang belum dilahirkan kembali tidak bisa menghasilkan buah yang demikian. Mereka tidak memiliki belas kasihan kepada orang lain. Beberapa bahkan membunuh anak-anak di dalam hati mereka kalau anak-anak itu tidak taat. Meskipun mereka tidak sungguh-sungguh membunuh anak-anak, tetapi dengan hati mereka sering membunuh.

Apakah anda mengerti apa yang dijelaskan disini? Tetapi orang-orang benar tidak akan bisa melakukan hal seperti itu. Mereka mungkin saja terlibat dalam perdebatan, tetapi mereka tidak bisa memiliki hati yang kejam seperti itu, yang penuh dengan berbagai kepahitan dan kemarahan seperti yang dimiliki orang-orang lain. Namun orang-orang benar ingin menunjukkan belas kasihan kepada orang lain, meskipun kepada mereka yang membantah pandangannya. “Roma 7:21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.” Manusia ingin melakukan kebaikan kerna mereka diciptakan segambar dengan Allah, tetapi ketika dosa-dosa masih ada di dalam hatinya, hanya kejahatan yang keluar dari kehidupan mereka.

Orang-orang kristen yang belum dilahirkan kembali saling berkata, dengan meratap “Aku sungguh-sungguh ingin melakukan kebaikan, tetapi aku tidak bisa. Aku tidak tahu mengapa aku tidak bisa.” Mereka harus tahu bahwa mereka tidak bisa melakukan itu kerna mereka orang berdosa yang belum diselamatkan. Mereka tidak bisa melakukan kebaikan kerna mereka memiliki dosa di dalam hati mereka. Orang yang dilahirkan kembali memiliki kehendak Roh selain nafsu kedagingan, tetapi mereka yang tidak dilahirkan kembali tidak memiliki Roh. Inilah kunci perbedaan untuk membedakan antara orang-orang yang dilahirkan kembali dengan yang tidak.

Paulus berbicara mengenai keadaan orang yang tidak dilahirkan kembali di dalam Roma pasal 7. Menjelaskan Taurat dalam “Roma 7:1 Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum--bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup?” dan seterusnya, ia mengatakan ia tidak bisa melakukan kebaikan yang dikehendakinya, tetapi ia melakukan kejahatan yang tidak ia kehendaki. Paulus dengan kata lain, tidak memiliki keinginan untuk melakukan dosa dan hanya ingin melakukan kebaikan, tetapi ia hanya bisa melakukan apa yang tidak dikehendakinya,saat apa yang dikehendaki di dalam hati untuk dilakukan didapatinya tidak mungkin dilakukannya. “Roma 7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” . Ia meratapi nasipnya yang malang ini, tetapi kemudian ia langsung mengucap syukur kepada Tuhan dengan mengatakan “Roma7:25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”

Apakah anda mengerti maksudnya? Kita, orang-orang yang dilahirkan kembali, bisa mengerti, tetapi mereka yang belum dilahirkan kembali tidak pernah akan bisa memahaminya. Ulat yang belum pernah menjadi kupu-kupu. “wow! Aku menyanyikan lagu selama berjam-jam selama sehari di atas pohon. Betapa sejuknya udara ini!” Ulat tidak akan pernah mengerti yang dikatakan kupu-kupu, tetapi kupu-kupu itu akan bisa mengerti apa udara itu.

Kerna Paulus sudah dilahirkan kembali, ia bisa menjelaskan secara tepat apa perbedaan antara mereka yang sudah dilahirkan kembali dengan yang belum. Ia mengatakan Juruselamat yang menyelamatkan mereka adalah Yesus Kristus. Apakah Yesus Kristus menyelamatkan kita? Tentu saja ya. “Roma 7:26 Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.”

Mereka yang dosa-dosanya sudah dihapuskan melayani hukum Allah dengan hati mereka. Lalu kemudian apa yang mereka layani dengan daging mereka? Mereka melayani hukum dosa dengan daging mereka. Daging suka melakukan dosa kerna ia belum diubahkan sama sekali. Daging ingin melakukan keinginan daging dan Roh keinginan Roh. Kerna itu mereka yang dosa-dosanya sudah dihapuskan bisa dan ingin mengikuti Tuhan kerna Roh Kudus sekarang berdiam di dalam hidupnya. Tetapi mereka yang dosa-dosanya belum dihapuskan tidak bisa tidak melakukan dosa dengan fikiran dan daging mereka. Orang-orang yang dilahirkan kembali, sekarang dosa-dosanya sudah dihapuskan, bisa mengikuti Allah dengan fikiran mereka meskipun dengan daging mereka mengikuti dosa.

P. Baru: II Korintus: 6
6:10 sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.



Kita yang dilahirkan kembali tidak memiliki dosa meskipun kita nampaknya berdosa. Kita tidak memiliki dosa, meskipun kita melakukan dosa.

Sumber dari

http://www.bjnewlife.org/indonesian/printedbook/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Sat Apr 11, 2009 9:56 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
koreksi pada baris ketiga....

Sebelum bagian ini, Paulus mengatakan bahwa kita semua, termasuk dirinya, harus dihakimi sekali oleh Hukum Taurat.Ia mengatakan bahwa hanya mereka yang sudah menerima segala murka dan penghukuman Hukum Taurat di dalam tubuh Yesus Kristus yang bisa menghasilkan buah-buah dari kebenaran bagi Allah. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada yang baik dalam dirinya, dan bahwa seorang yang tidak dilahirkan kembali tidak bisa tidak melakukan dosa. Demikian juga orang yang sudah dilahirkan kembali. Tetapi tentu saja ada perbedaan besar antara keduanya. Mereka yang sudah dilahirkan kembali memiliki daging dan Roh, jadi ada dua macam kehendak didalam diri mereka. Tetapi mereka yang belum dilahirkan kembali hanya memiliki nafsu kedagingan, dan yang mereka kehendaki hanyalah dosa. Jadi, yang mereka perhatikan hanya betapa bagusnya dan berlanjutnya mereka melakukan dosa. Inilah tujuan di dalam kehidupan, yang sering di dalam kehidupan orang-orang yang tidak dilahirkan kembali.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Wed Apr 15, 2009 9:13 am 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Hukum Roh kehidupan di dalam Yesus Kristus sudah memerdekakan kita dari hukum dosa dan maut

Mari meloncat ke Roma 8:1 sekarang. Mereka yang dosa-dosanya ditanggung kerna percaya kepada keselamatan Yesus tidak lagi dihukum oleh Hukum Allah, meskipun mereka lahir sebagai orang berdosa.
P. Baru: Roma: 8
8:1. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.


Demikianlah sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada dalam Yesus Kristus. Tidak ada penghukuman!. Mereka yang dilahirkan kembali tidak memiliki dosa, dan tidak ada penghukuman bagi mereka. Tidak ada dosa yang tertinggal di dalam hati mereka kerna Hukum Roh Kehidupan di dalam Yesus Kristus sudah membuat mereka merdeka dari hukum dosa dan maut. Tuhan kita adalah sumber kehidupan. Ia menjadi Anak Domba Allah, dikandung dari Roh Kudus, dan menanggung segala dosa dunia di dalam diriNya di atas sungai yordan melalui baptisan oleh Yohanis.Menanggung hukuman kita, dengan disalibkan bagi kita. Melalui hal itu Ia secara sempurna menanggung segala dosa kita.

Apakah kemudian kita harus mati lagi kerna dosa-dosa kita? Tentu saja tidak! Kita tidak harus dihukum, kerna Tuhan telah dibaptiskan di sungai yordan, disalib menggantikan kita, dan bangkit kembali dari antara orang mati pada hari ketiga untuk menyelamatkan semua orang berdosa.Keselamatan Allah memerdekakan kita dari penghukumanNya, sementara Hukum Taurat mengakibatkan murka. Roma 8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Murka Allah dinyatakan kepada mereka yang memiliki dosa. Allah membuang mereka dalam neraka. Tetapi Tuhan telah memerdekakan kita dari hukum dosa dan maut dengan menghapuskan segala dosa dari hati kita. Ia menjadikan kita orang percaya, yang ada di dalam Yesus Kristus, merdeka dari dosa. Apakah dosa-dosa anda dihapuskan?

P. Baru: Roma: 8
8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
8:4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.


Tuhan kita menyatakan secara jelas di sini bahwa daging itu lemah dan tidak bisa taat kepada tuntutan Hukum Taurat. Hukum Taurat itu pasti baik dan indah, tetapi kita tidak bisa mentaatinya kerna daging kita terlalu lemah. Hukum Allah menuntut agar kita sempurna. Hukum itu menuntut agar kita sampai kepada ketaatan penuh kepada Hukum Allah, tetapi daging kita tidak akan bisa hidup dengan segala aturan Hukum Taurat kerna kelemahannya. Hukum taurat dengan demikian mengakibatkan murka bagi kita. Tetapi apa gunanya yang dilakukan oleh Yesus, kalau kita tetap harus dihukum?

Allah mengutus Anak TunggalNya untuk menyelamatkan kita. Allah memberikan kebenaranNya kepada kita dengan mengutus AnakNya dalam rupa manusia yang berdosa, kerna dosa-dosa kita. Yesus diutus ke dalam dunia ini dalam rupa manusia “Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging”. Allah menanggungkan segala dosa kepada Yesus sehingga kebenaran yang dituntut oleh Taurat bisa digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Dosa-dosa kita dihapuskan kerna kepercayaan kita kepada Yesus Kristus di dalam hati kita. Dosa-dosa kita dihapuskan ketika kita mengakui apa yang dilakukan Yesus Kristus kepada kita.


Mereka yang hidup menurut Roh dan yang menurut daging


Ada dua jenis orang kristen, mereka yang mengikuti pemikirannya sendiri dan yang mengikuti sabda kebenaran.Yang kedua bisa diselamatkan dan menjadi orang benar, sedangkan yang pertama akan binasa.
P. Baru: Roma: 8
8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Mereka yang berfikir bahwa percaya kepada Allah berarti harus hidup seturut dengan Hukum Taurat tidak akan pernah bisa menjadi sempurna. “Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.”

Hal kedaginganlah yang membersihkan hanya bagian luar sahaja. Mereka yang demikian mengelap debu Alkitab dan pergi ke gereja setiap minggu dengan gaya suci, meskipun mereka berkelahi dengan istrinya dan melakukan kejahatan di rumahnya. Mereka menjadi malaikat di hari minggu.
“Hai, apa khabar?”
“Senang bertemu dengan anda lagi”
Mereka mengatakan “Amen” berulangkali setiap kali pendeta berkotbah dengan suara yang suci dan gaya yang penuh kasih. Mereka dengan tenang keluar dari gereja sesudah ibadah penyembahan, tetapi menjadi berubah sama sekali kalau gereja tidak kelihatan lagi.

“Apa yang dikatakan firman Allah kepadaku? Aku tidak bisa ingat, mari kita pergi minum?” Mereka adalah para malaikat di dalam gereja tetapi makhluk duniawi dalam sekejap saja kalau jauh dari gereja.Orang-orang berdosa, kerna itu harus berdoa kepada Allah demikian “Allah, selamatkanlah saya, makhluk yang berdosa ini. Saya tidak bisa masuk ke dalam kerajaan Surga dan akan masuk ke neraka kalau Engkau tidak menyelamatkan saya. Tetapi kalau Engkau membasuh segala dosa yang saya lakukan sampai hari kematian saya, saya bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga dengan iman.” Mereka harus sungguh-sungguh bersandar kepada Allah. Setiap orang percaya bisa menerima pengampunan dosa dan menjalani kehidupan rohani kalau mereka mengikuti Firman Allah.
P. Baru: Roma: 8
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.



Mereka yang dosa-dosanya belum dihapuskan masih ada hidup di dalam daging dan tidak pernah akan bisa menyenangkan Allah.
P. Baru: Roma: 8
8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

Banyak orang bingung dengan bagian ini kerna Paulus berbicara secara mendalam dengan kata-kata rohani. Mereka yang belum dilahirkan kembali bingung dengan Roma pasal 7 dan 8. Mereka tidak pernah bisa memahami bagian Alkitab yang ini. Tetapi kita, yang dilahirkan kembali tidak hidup didalam daging, dan tidak hanya hidup menurut daging. Baca dengan hati-hati apa yang dikatakan Paulus di dalam bagian diatas. Apakah Roh Kudus berdiam di dalam anda? Kalau seseorang tidak memiliki Roh Kristus, berarti orang ini milik iblis dan akan masuk neraka.

P. Baru: Roma: 8
8:10. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Amin

Tuhan kita dikandung oleh Roh Kudus, diutus ke dalam dunia ini dalam rupa manusia, dan menanggung segala dosa kita. Tuhan sudah datang ke dalam hati orang-orang percaya, yang percaya kepada penghapusan dosa, dan bertahta di dalam hati orang-orang itu. Roh Kudus datang ke dalam dan membuktikan bahwa Tuhan Yesus kita menghapuskan segala dosa kita, seputih salju. Allah juga memberikan kehidupan kepada daging kita ketika Yesus datang ke dalam dunia ini kembali “Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”


Sumber dari

http://www.bjnewlife.org/indonesian/printedbook/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Fri Apr 17, 2009 1:16 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Allah membiarkan segala sesuatu bekerja bagi kebaikan orang-orang yang dilahirkan kembali yang mengasihi Dia

P. Baru: Roma: 8
8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
8:29. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.


Dalam Roma 8:28 paulus mengatakan “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Bagian ini sangat penting. Banyak orang berfikir “Mengapa aku dilahirkan? Allah seharusnya menciptakan aku di tempat dimana iblis tidak ada, dan Ia seharusnya mengijinkan aku masuk Kerajaan Surga sejak awal. Mengapa Ia menciptakan aku seperti ini?” Beberapa orang yang dilahirkan dalam keadaaan buruk menyimpan dendam, pertama-tama kepada orang tuanya, dan kemudian kepada Allah. “Mengapa Engkau menciptakan aku untuk mengalami begitu banyak penderitaan?”

Bagian ini memberikan kepada jawaban yang benar untuk pertanyaan itu. Kita dilahirkan sebagai ciptaan Allah benar bukan? Kita semua ciptaanNya. Allah menciptakan kita seturut dengan gambarNya, tetapi tetap saja kita ciptaanNya. Ada tujuan Allah menyampaikan kita di dalam dunia ini. Alkitab mengatakan, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Kerna dosa asal kita dapatkan dari Adam dan Hawa nenek moyang kita, yang didustai oleh iblis, kita dilahirkan sebagai orang-orang berdosa dan menderita. Tetapi Allah mengutus Yesus Kristus untuk kita supaya menjadikan kita anak-anakNya melalui iman. Itulah tujuan Ia menciptakan kita. Ia juga mau memberikan kita kehidupan yang bahagia dan kekal seperti dewa, dengan Yesus Kristus dan Bapa di dalam Kerajaan Seribu Tahun dan Kerajaan Surga.

Kehendak Allah bagi kita digenapi ketika dosa-dosa kita dihapuskan. Bukankan demikian? Bukankah kita harus bersukacita dilahirkan ke dalam dunia ini? Ketika kita berfikir mengenai kemuliaan yang akan kita nikmati di masa akan datang, kita tidak bisa tidak bersukacita bahwa kita sudah dilahirkan. Tetapi kebanyakan manusia tidak bersukacita dan ini kerna mereka menolak Kasih Alah.Apakah anda tahu mengapa ada dosa dan penyakit, dan mengapa segala sesuatu nampaknya baik untuk orang-orang jahat sementara mereka yang berusaha melakukan kebaikan justru menderita? Ini kerna hanya ketika kita menderita kita datang untuk mencari Allah, bertemu denganNya dan menjadi anak-anakNya dengan menerima pengampunan dosa. Allah membiarkan kejahatan ada di dalam dunia ini untuk menjadikan segala sesuatu bekerja untuk kebaikan mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Dia.

Jangan berfikir begini “Aku tidak tahu mengapa Allah menciptakan aku demikian. Apa sebabnya Allah membiarkan aku lahir dalam keluarga miskin dan menderita?” Allah membiarkan kita lahir ke dalam dunia di bawah kuasa iblis dan Hukum Taurat untuk menjadikan kita anak-anakNya dan menjadikan kita raja bersama Tuhan di dalam kerajaan Seribu Tahun. Inilah tujuan Allah menciptakan kita demikian. Kita tidak memiliki apa-apa untuk melakukan komplain dan mengerutu dihadapan Allah. “Mengapa aku diciptakan demikian? Mengapa aku begini?” Kehendak Allah yang baik digenapi melalui semua kesulitan itu.

Jangan mengeluh kerna penderitaan anda. Jangan menyanyikan lagu-lagu sendu mengenai kehidupan anda lagi.
“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27) Disinilah anugerah Keselamatan Allah di antara kelahiran dan penghakiman seseorang. Kita percaya kepada Yesus Kristus, segala dosa kita dihapuskan kerna anugerah Allah, dan kita akan memerintah selamanya di dalam Kerajaan Seribu Tahun dan Kerajaan Surga. “Kita akan disebut penguasa atas semua ciptaan”. Apakah anda mengerti mengapa Allah membiarkan anda menderita? Ia memberikan penderitaan dan kesulitan kepada kita untuk memberkati kita menjadi anak-anakNya dengan membuat kita kembali kepada Allah



Allah menentukan agar kita menjadi serupa dengar gambar AnakNya

Tidak perlu waktu yang lama bagi kita untuk menerima pengampunan dosa, diselamatkan dari penghukuman Allah dan menjadi orang benar. Kita dijadikan orang benar sekali untuk seterusnya, dan bisa langsung menjadi anak-anak Allah melalui iman. Keselamatan Allah bukanlah kerna sebuah proses jangka panjang pengudusan kita. Allah menyelamatkan kita sekali untuk selamanya dan menjadikan kita benar sekaligus.

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara, Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya” (Roma 8:29)

Banyak orang mendasarkan “lima doktrin Calvinisme” atas ayat-ayat ini. Tetapi mereka keliru. Disini Paulus mengatakan, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya” Allah menentukan kita menjadi anak-anakNya di dalam Yesus. Allah menentukan untuk mengadopsi kita menjadi anak-anakNya melalui Yesus kristus, sesuai dengan Kehendak kebaikanNya. Ia berjanji mengutus AnakNya untuk menjadikan kita anak-anakNya yang dijadikan serupa dengan gambaran AnakNya. Allah memanggil kita melalui Yesus Kristus ketika kita masih berdosa, sebagai keturunan Adam. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28) Ia memanggil kita setelah menanggung segala dosa kita. Ia memanggil kita untuk menjadikan kita orang percaya oleh iman.


Sumber dari

http://www.bjnewlife.org/indonesian/printedbook/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Paul C.Jong & The New Life Ministry
PostPosted: Sat Apr 18, 2009 4:36 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Sun Jan 25, 2009 8:23 pm
Posts: 105
Allah menjadikan kita orang percaya dan Ia mempermuliakan kita

Allah memanggil orang berdosa dan menjadikan mereka orang benar sekali untuk seterusnya. Kita dijadikan orang benar sekali untuk seterusnya dengan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita, bukan dengan cara dikuduskan secara bertahap, seperti pengajaran para theolog. Kebenaran Allah memanggil orang-orang berdosa dan menjadikan mereka orang benar, inilah alasannya Ia memanggil orang-orang berdosa. “Dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya.” Mereka yang dipanggil oleh Allah dan yang percaya kepada Yesus Kristus menjadi orang-orang benar. Kita sebelumnya tentu saja memiliki dosa sebagai keturunan Adam, tetapi dosa-dosa kita dihapuskan ketika kita percaya kepada kebenaran bahwa Yesus sudah menghapuskannya. Apakah kita memiliki dosa atau tidak? Tentu saja tidak. Kita tidak lagi memiliki dosa di dalam kita. “Dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya.”


Orang-orang benar yaitu mereka yang menjadi anak-anak Allah. Tidak benar bahwa kita menjadi anak-anak Allah secara bertahap, langkah demi langkah. Namun, kita sekaligus dimuliakan sebagai anak-anak Allah melalui penebusanNya.
“Dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya.” Allah menjadikan kita anak-anakaNya. Saya tidak mengerti mengapa banyak orang kristen yang percaya kepada apa yang disebut sebagai “lima langkah menuju keselamatan.” Keselamatan dan menjadi anak-anak Allah dilakukan sekali untuk selamanya.


Membutuhkan waktu bagi kita untuk mengambil bagian di dalam kebangkitan tubuh kita, kerna kita menantikan kedatangan Tuhan kita yang kedua kali, tetapi pembebasan kita dari dosa terjadi sekali, dalam sekejap mata. Kita langsung menerima penebusan ketika kita meresponi terhadap firman pengampunan dosa yang diberikan Allah, yang memanggil kita, kepada kita, dan menerima apa yang dilakukanNya untuk menyelamatkan kita. “Terima kasih, Tuhan. Haleluya! Amin! Saya diselamatkan kerna Engkau menyelamatkan aku. Aku tidak akan bisa ditebus kalau Engkau tidak membasuh segala dosaku. Terima kasih Tuhanku! Haleluya.” Dosa-dosa kita dihapuskan dengan cara demikian.


Penebusan tidak membutuhkan perbuatan atau waktu kita. Perbuatan kita tidak memainkan peranan apapun, bahkan 0.1 % sekalipun, di dalam penebusan kita. Penganut calvinis mengatakan bahwa seseorang harus melewati langkah demi langkah untuk ditebus dan masuk Kerajaan Surga. Sama seperti seekor cacing tidak bisa lari 100 m dalam sedetik seberapapun kerasnya ia berjuang, manusia tidak bisa menjadi benar dengan usahanya sendiri, seberapapun baiknya, atau kerasnya ia berjuang mentaati Hukum Taurat. Cacing tetaplah cacing bagaimanapun ia mencuci dirinya dan memakai make-up dengan kosmetik yang mahal. Demikian juga, selama orang berdosa memiliki dosa di dalam hatinya, mereka masih tetap orang berdosa bagaimanapun mereka kelihatan baik.


Bagaimana mungkin orang berdosa bisa secara sempurna disucikan secara bertahap? Apakah daging bisa semakin menjadi baik? Tidak, daging semakin jahat dan tidak taat semakin dia bertambah tua. Alkitab mengatakan “Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” Bagian ini menyebutkan secara berjenjang apa yang terjadi sekaligus dalam anugerah Allah. Tidak dikatakan bahwa penebusan dan pembenaran diperolehi secara bertahap. Seseorang bisa menjadi benar sekali untuk selamanya dengan memiliki iman kepada Tuhan, bukan secara bertahap.


Banyak teolog, tanpa mengerti apa yang mereka lakukan, terus yakin kepada teori yang tidak masuk akal dan membuat banyak orang masuk neraka. Allah menjanjikan penebusan dan memanggil kita melalui Yesus kristus, menjadikan kita benar, dan memuliakan mereka yang menyambuti penggilanNya. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12) Apalah Allah memuliakan kita? Tentu saja! Bisakah kita dipermuliakan melalui perbuatan baik dan usaha? Apakah kita harus berjuang lebih keras untuk menjadi orang benar? Tentu saja tidak! Kita sudah menjadi orang benar.


Sumber dari

http://www.bjnewlife.org/indonesian/printedbook/


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 30 posts ]  Go to page Previous  1, 2

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman