SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Tue Mar 16, 2010 11:15 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 
Author Message
 Post subject: Nubuat : Sisa Israel dan Penghukuman atas Asyur, Yesaya 10
PostPosted: Mon Jun 29, 2009 11:02 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6033
Sisa Israel dan Penghukuman atas Asyur


* Yesaya 10:20-23
10:20 Tetapi pada waktu itu sisa orang Israel dan orang yang terluput di antara kaum keturunan Yakub, tidak akan bersandar lagi kepada yang mengalahkannya, tetapi akan bersandar kepada TUHAN, Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tetap setia.
KJV, And it shall come to pass in that day, that the remnant of Israel, and such as are escaped of the house of Jacob, shall no more again stay upon him that smote them; but shall stay upon the LORD, the Holy One of Israel, in truth.
Hebrew,
וְהָיָה ׀ בַּיֹּום הַהוּא לֹא־יֹוסִיף עֹוד שְׁאָר יִשְׂרָאֵל וּפְלֵיטַת בֵּית־יַעֲקֹב לְהִשָּׁעֵן עַל־מַכֵּהוּ וְנִשְׁעַן עַל־יְהוָה קְדֹושׁ יִשְׂרָאֵל בֶּאֱמֶת׃
Translit, VEHAYAH BAYOM HAHU LO'-YOSIF 'OD SYE'AR YISRA'EL UFELEYTAT BEIT-YA'AQOV LEHISYA'EN 'AL-MAKEHU VENISYAN 'AL-YEHOVAH (baca 'Adonay) QEDOSY YISRA'EL BE'EMET

10:21 Suatu sisa akan kembali, sisa Yakub akan bertobat di hadapan Allah yang perkasa.
KJV, The remnant shall return, even the remnant of Jacob, unto the mighty God.
Hebrew,
שְׁאָר יָשׁוּב שְׁאָר יַעֲקֹב אֶל־אֵל גִּבֹּור׃
Translit, SYE'AR YASYUV SYE'AR YA'AQOV 'EL-'EL GIBOR

10:22 Sebab sekalipun bangsamu, hai Israel, seperti pasir di laut banyaknya, namun hanya sisanya akan kembali. TUHAN telah memastikan datangnya kebinasaan dan dari situ timbul keadilan yang meluap-luap.
KJV, For though thy people Israel be as the sand of the sea, yet a remnant of them shall return: the consumption decreed shall overflow with righteousness.
Hebrew,
כִּי אִם־יִהְיֶה עַמְּךָ יִשְׂרָאֵל כְּחֹול הַיָּם שְׁאָר יָשׁוּב בֹּו כִּלָּיֹון חָרוּץ שֹׁוטֵף צְדָקָה׃
Translit, KI 'IM-YIHYEH 'AMKHA YISRA'EL KEKHOL HAYAM SYE'AR YASYUV BO' KILAYON KHARUTS SYOTEF TSEDAQAH

10:23 Sungguh, kebinasaan yang sudah pasti akan dilaksanakan di atas seluruh bumi oleh Tuhan, TUHAN semesta alam.
KJV, For the Lord GOD of hosts shall make a consumption, even determined, in the midst of all the land.
Hebrew,
כִּי כָלָה וְנֶחֱרָצָה אֲדֹנָי יְהוִה צְבָאֹות עֹשֶׂה בְּקֶרֶב כָּל־הָאָרֶץ׃ ס
Translit, KI KHALAH VENEKHERATSAH 'ADONAY YEHOVIH (baca 'Elohim) TSEVA'OT 'OSEH BEQEREV KOL-HA'ARETS


Penjelasan :

Bagian ini, Yesaya memberi penghiburan dan peringatan yang penting bagi Yehuda. Untuk lebih menghayati berita ini baiklah kita memperhatikan latar belakang sejarahnya.

Mungkin sekali bagian ini diucapkan pada tahun 701 sM, yaitu pada zaman Raja Hizkia. Setelah perang Syro-Efraimi selesai (734), Raja Ahas dari Yehuda, ayah dari Hizkia, menyandarkan diri pada pertolongan Asyur, karena Yehuda berada di bawah pemerintahan Asyur. Akan tetapi, ia kemudian menunjukkan sikap yang ingin memberontak terhadap Asyur, dan menunjukkan sikap yang lebih bersahabat dengan Babel. Ia memperkuat pertahanan kota Yerusalem, bahkan mengadakan persekutuan dcngan Fenisia dan Filistin. Sanherib dari Asyur lalu bertindak dan datang untuk menertibkan kota Yerusalem. Hizkia menyerah kepada Asyur, akan tetapi harus membayar upeti yang berat. Namun tekanan Sanherib tidak berkurang. Kota Yerusalem dikepung, dirusak dan dijarah. Nabi Yesaya menubuatkan bahwa musuh tidak akan berhasil merebut kota Yerusalem. Peristiwa ini merupakan tanda dan berita yang serius bagi Yehuda (2 Raja 18:30).


Yesaya 10: 20-21

Nabi Yesaya telah memperingatkan Yehuda agar jangan menyandarkan diri kepada Asyur, karena Asyur akan terkena juga murka Tuhan (Yesaya 10:5-19).
Tuhan akan melindungi Yerusalem. Hal ini mulai tampak dalam peristiwa pengepungan kota Yerusalem (701). Dahulu pada zaman Raja Ahas, ayah Hizkia, Yesaya telah memberikan tanda "Imanuel" (Yesaya 7:14) dan tanda-tanda kelahiran anak yang diberi nama Syear Yasyub (Yesaya 7:3, yaitu anak Yesaya sendiri). Kini tanda yang kedua itu diberitakan lagi kepada Hizkia dan umatnya Yesaya yakin adanya suatu sisa yang akan diselamatkan.

Hukuman Tuhan atas Asyur membuka jalan yang baru bagi "sisa" untuk kembali kepada Tuhan. Sebutan "pada waktu itu" menunjukkan kepastian dan keyakinan mengenai tibanya hari kelepasan bagi umat-Nya dari bahaya kuasa duniawi.


Siapakah "sisa" itu?

Yaitu mereka yang sudah melihat dan mengalami tindakan Tuhan di dalam sejarah, yang sudah mengalami akibat yang pahit karena kebodohan mereka sendiri. yaitu bersandar pada kuasa duniawi, bukan pada Tuhan yang Mahakudus.

"Sisa" itu ialah sebagian keturunan Yakub, orang-orang yang sadar dan kembali dalam pertobatan kepada Tuhan. Selanjutnya Tuhan di sini disebut "Allah yang perkasa", yang perkasa dalam peperangan dan menyatakan kuat-kuasa-Nya melalui Malaikat Tuhan yang membinasakan tentara Asyur dan melepaskan Yerusalem dari pengepungan (701 sM.). Sebutan tersebut juga diberikan kepada Sang Putera (Mesias) yang dinubuatkan (bandingkan Yesaya 9:5).

Sisa-sisa Israel yang bertobat. Kedua implikasi dari kedua perkataan dalam ungkapan 'Sekelompok sisa akan kembali' (Syear Yasyub, Bandingkan Yesaya 7:3) dikemukakan dalam perikop yang mengandung banyak hal ini. Pada suatu pihak, tidak lebih dari segelintir yang tersisa akan hidup sesudah penghukuman mendatang itu, atau yang akan kembali dari pembuangan (ayat 22, 23: bandingkan Yesaya 11:11); pada pihak lain, Suatu sisa akan kembali di hadapan Allah yang perkasa (ayat 21; bandingkan Yesaya 9:5) yang mencakup pengertian pertobatan.

Allah mencari orang yang bertobat; yang menaruh kepercayaan pada-Nya, bukan seperti Ahas yang lebih percaya pada manusia (ayat 20, 21). Demikianlah Israel yang benar: tidak dimaksudkan meliputi seluruh keturunan Abraham (lihat sindiran dalam ayat 2a kepada Kejadian 22:17; bandingkan 4:16; Galatia 3:7-9). Paulus tidak hanya mengutip perikop ini (Roma 9:27-28) melainkan menerangkan secara luas bahwa 'sisa', menurut pilihan kasih karunia' (Roma 11:5) adalah kunci pengertian bagi perlakuan Allah terhadap Israel dan dunia ini.


Kita bahas Roma 9:27-29 :

* Roma 9:27-29
9:27 LAI TB, Dan Yesaya berseru tentang Israel: "Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.
KJV, Esaias also crieth concerning Israel, Though the number of the children of Israel be as the sand of the sea, a remnant shall be saved:
TR, ησαιας δε κραζει υπερ του ισραηλ εαν η ο αριθμος των υιων ισραηλ ως η αμμος της θαλασσης το καταλειμμα σωθησεται
Translit, êsaias de krazei huper tou israêl ean ê ho arithmos tôn huiôn israêl hôs hê ammos tês thalassês to kataleimma sôthêsetai

9:28 LAI TB, Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."
KJV, For he will finish the work, and cut it short in righteousness: because a short work will the Lord make upon the earth.
TR, λογον γαρ συντελων και συντεμνων εν δικαιοσυνη οτι λογον συντετμημενον ποιησει κυριος επι της γης
Translit, logon gar suntelôn kai suntemnôn en dikaiosunê hoti logon suntetmêmenon poiêsei kurios epi tês gês

9:29 LAI TB, Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: "Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora."
KJV, And as Esaias said before, Except the Lord of Sabaoth had left us a seed, we had been as Sodoma, and been made like unto Gomorrha.
TR, και καθως προειρηκεν ησαιας ει μη κυριος σαβαωθ εγκατελιπεν ημιν σπερμα ως σοδομα αν εγενηθημεν και ως γομορρα αν ωμοιωθημεν
Translit, kai kathôs proeirêken êsaias ei mê kurios sabaôth egkatelipen hêmin sperma hôs sodoma an egenêthêmen kai hôs gomorra an hômoiôthêmen

Dalam ayat-ayat sebelumnya Paulus telah membuktikan penerimaan bangsa-bangsa kafir (non Yahudi, Ibrani גוים - GOYIM) ke dalam umat Allah pada zaman akhir ini termasuk khazanah nubuat Kitab Suci. Artinya, penerimaan mereka itu seturut kehendak Allah. Dalam ayat 27-29 ini ia berbicara perihal tempat bangsa Yahudi pada zaman akhir ini.

Bertentangan dengan ayat 25-26, ayat-ayat tsb ditandai suasana suram. Sedangkan dalam ayat 27-29 ini adalah sebuah penghiburan. Buktinya, dari perikop Yesaya 10:20-27, yang bersifat penghiburan dan peringatan bagi Yehuda, Paulus mengutip ayat-ayat yang mengandung peringatan (22 dyb., bandingkan Yesaya 28:22). Pintu keselamatan, yang terbuka lebar dimasuki bangsa-bangsa kafir (non-Yahudi/ GOYIM) berbondong-bondong, tetapi Israel menegarkan hati, sama seperti Firaun (Roma 9:17). Hanya sisa, artinya sebagian kecil bangsa Israel, yang masuk ke dalamnya.

Kalau hanya sebagian kecil bangsa Israel yang akan diselamatkan, Tuhan tidak bisa dipersalahkan karenanya. Hal itu diisyaratkan oleh kata-kata jumlah anak Israel seperti pasir di laut. Sebab adanya jumlah itu merupakan hasil janji Tuhan kepada bapa-bapa leluhur (Kejadian 22:17; 32:12). Tuhan setia dan janji-Nya terlaksana. Sebaliknya, bangsa Israel tidak setia, sehingga mendatangkan hukuman atas dirinya.

Hampir saja hukuman itu sama parahnya dengan hukuman yang telah menimpa kota-kota Sodom dan Gomora, yang dilenyapkan tanpa meninggalkan bekas (Kejadian 19), sehingga nasibnya menjadi peribahasa di kalangan orang Yahudi (bandingkan Matius 10: 15; 11: 24).

Catatan :
    Roma 9:28 : Dalam hubungan ini kita memperhatikan kata-kata sempurna dan segera, Yunaninya συντελων και συντεμνων - suntelôn kai suntemnôn, harfiah 'sambil menuntaskan (bandingkan τελος - telos, tujuan) dan 'mempersingkat/ membatasi'. Jelaslah kedua kata kerja berbentuk partisip itu perlu dihubungkan dengan λογον ποιησει - logon poiêsei (melaksanakan firman). Namun, tafsirannya kurang pasti, lebih-lebih karena Paulus telah menyingkatkan nas Yesaya sebagaimana terdapat dalam LXX. Ada dua tafsiran.

    (a) Ada yang beranggapan bahwa λογος - logos (firman) di sini adalah janji kepada Israel. Janji itu dilaksanakan dengan menuntaskan/ menyempurnakan (yaitu dengan memanggil bangsa-bangsa kafir pula) sekaligus dengan membatasi, artinya hanya sisa Israel yang mendapat bagian dalam pelaksanaan janji itu.

    (b) Ada yang menerjemahkan λογον ποιησει - logon poiêsei dengan: menyelesaikan perkara, melakukan perhitungan, sehingga kedua kata kerja tadi diberi arti sebagaimana yang terdapat dalam LAI: dengan tuntas dan tanpa mengulur-ulur waktu.

Meskipun demikian, ayat 27-29 tidak hanya mengandung ancaman saja. Sebagian besar Israel kena hukuman, sebagaimana telah dinubuatkan Nabi Yesaya, tetapi suatu sisa akan diselamatkan. Merekalah yang menurut ayat 24 telah dipanggil 'dari antara orang Yahudi'. Maknanya barulah dapat kita pahami kalau kita memperhatikan arti perkataan 'sisa'. Sama seperti dalam Perjanjian Lama, begitu juga di sini 'sisa' mempunyai arti lebih dalam daripada sekadar 'sebagian yang ditinggalkan'. Sebab di dalamnya terkandung pengertian 'sebagian umat yang diselamatkan berkat rahmat Tuhan'. Juga 'sebagian umat yang tetap berpegang pada perjanjian dengan Tuhan dan karena itu mewakili serta meneruskan kehidupan umat itu'.

Kata-kata dari rumpun 'sisa' malah muncul dua kali di sini (ayat 27) dan dua kali dalam ayat 29, yaitu dalam 'meninggalkan' (lihat penjelasan di atas). Maka inilah yang hendak diungkapkan Paulus dalam ketiga ayat ini: Israel kena hukuman, tetapi ada sebagian yang menerima Injil tentang Yesus Kristus. Bagian itu meneruskan umat yang lama dan menjadi ahli waris janji-janji Allah bagi umat-Nya. Namun, melebihi nubuat-nubuat dalam PL, di samping mereka orang percaya dari bangsa-bangsa lain masuk menjadi umat dan ahli waris bersama mereka (bandingkan Roma 8:17). Lagi pula, adanya 'sisa' Israel merupakan anugerah ilahi semata-mata, sebab sisa itu pun tak dapat mengandalkan kedudukan (ayat 6-10) ataupun jasa (11-12) sendiri. Mereka memperoleh keselamatan melalui jalan yang sama seperti orang kafir, yaitu oleh rahmat Tuhan.

Paulus menjelaskan perihal Israel dan bangsa-bangsa kafir/ non Yahudi/ GOYIM (Roma 9:19-29). Paulus mempertahankan kebebasan Tuhan untuk memilih dan menolak siapa Ia kehendaki. Kebebasan itu digambarkan melalui perumpamaan tukang periuk. Perumpamaan yang bernada begitu mengancam. Sebagaimana hutan belukar perlu diratakan agar kebun dapat ditanami, begitu pula pasal-pasal ini merobohkan keangkuhan manusia, supaya dalam hati manusia disediakan tempat bagi rahmat Tuhan. Hal ini lebih dalam dijelaskan pada Roma 11:5-6, penjelasannya demikian "


* Roma 11:5-6
11:5 LAI TB, Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.
KJV, Even so then at this present time also there is a remnant according to the election of grace.
TR, ουτως ουν και εν τω νυν καιρω λειμμα κατ εκλογην χαριτος γεγονεν
Translit, houtôs oun kai en tô nun kairô leimma kat eklogên kharitos gegonen

11:6 LAI TB, Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.
KJV, And if by grace, then is it no more of works: otherwise grace is no more grace. But if it be of works, then it is no more grace: otherwise work is no more work.
TR, 11:6 ει δε χαριτι ουκετι εξ εργων επει η χαρις ουκετι γινεται χαρις ει δε εξ εργων ουκετι εστιν χαρις επει το εργον ουκετι εστιν εργον
Translit, ei de khariti ouketi ex ergôn epei hê kharis ouketi ginetai kharis ei de ex ergôn ouketi estin kharis epei to ergon ouketi estin ergon


Dalam ayat 5 Paulus langsung menghubungkan firman Allah itu dengan keadaan pada zamannya sendiri. Dengan menggunakan istilah 'sisa'. Artinya, sejumlah orang percaya - yang dimaksud tentu orang percaya dari bangsa Yahudi - yang mewakili seluruh umat selama mayoritas umat itu murtad. Lalu Paulus menambahkan empat kata: menurut pilihan kasih karunia. Dalam bahasa Yunani κατ εκλογην χαριτος γεγονεν - kat eklogên kharitos gegonen.

Bila kita merenungkan kata-kata 'menurut pilihan' ini, tambahan kasih karunia tidak boleh diabaikan. Kalau tambahan itu tidak ada, pilihan Allah dapat menjadi kenyataan yang mengerikan. Bagaimana kalau seseorang tidak termasuk jumlah yang terpilih, yang diangkat dari dalam golongan manusia yang binasa! Tanpa tambahan itu kita akan merasa menghadapi Allah yang sewenang-wenang. Akan tetapi, di sini tertulis 'pilihan kasih karunia'. Artinya, kasih karunia itulah yang menentukan sifat, makna, dan tujuan pilihan itu. Maka makna dan tujuannya ialah keselamatan , 'sisa' yang terpilih, supaya Tuhan tetap memiliki umat yang taat dan bersujud menyembah Dia, bukan berhala. Bagi mereka pilihan Allah menjadi sumber keselamatan dan penghiburan. Namun, 'sisa' itu bukan jumlah yang tertutup. Batas kasih karunia Allah tidak sama dengan batas 'sisa' itu, tetapi lebih luas. Dalam mega mendung hukuman-Nya yang mengancam terbentang pelangi kasih karunia-Nya.

Dalam ayat 6 kata-kata terakhir ayat terdahulu diuraikan lebih lanjut. Kasih karunia dipertentangkan dengan 'perbuatan'. Janganlah kita pandang tambahan ini sebagai hasil 'hobi' Paulus, seakan-akan Paulus di mana saja dan kapan saja harus memberantas ajaran mereka yang menganut keselamatan berdasarkan perbuatan (bandingkan Roma 3:21-4:25). Sebab ayat 6 memang ada maknanya. Pertama, karena dengan demikian sekali lagi ditegaskan bahwa 'sisa' itu setia bukan karena sifatnya yang unggul - misalnya karena mereka orang-orang yang berwatak mulia. Mereka dapat setia hanya karena Tuhan telah memilih mereka dari semula, dalam kasih karunia-Nya, lalu memelihara mereka di tengah segala kesulitan, 'Ia tidak meninggalkan perbuatan tangan-Nya.' Di sini (bandingkan Roma 8:29; 9:24) memang kita lihat bagaimana pemilihan Allah dapat menjadi sumber kekuatan dan penghiburan. Kalau pemilihan kita berdasarkan perbuatan amal, kita bisa saja kehilangan status kita sebagai orang pilihan begitu perbuatan itu menjadi kurang. Kita mau tidak mau akan hidup dalam ketegangan dan ketidakpastian karena hasil yang definitif tidak dapat diketahui. Sebaliknya, kalau oleh kasih karunia, hal itu berarti kasih karunia itu menjadi jaminan, Dia akan memelihara kita, kita tak mungkin lepas dari tangan-Nya.

Namun, dalam menggambarkan makna ayat 6 ini kita tidak boleh hanya memperhatikan orang-orang pilihan saja. Sebab kata-kata 'oleh kasih karunia, bukan berdasarkan perbuatan' berdampak pula bagi mereka yang tidak termasuk kelompok orang pilihan itu. Seandainya 'berdasarkan perbuatan', pilihan itu tidak mengandung harapan bagi mereka. Sebab mereka tidak layak dimasukkan ke dalam kelompok tersebut. Tetapi justru karena halnya 'oleh kasih karunia', maka adanya 'sisa' itu merupakan jaminan pemeliharaan Tuhan terhadap umat-Nya, kesetiaan Tuhan terhadap umat itu. Tetapi janganlah mereka yang masih setia, yang tetap ingin melayani dan menyembah Tuhan dengan jujur, menyombongkan kedudukan mereka yang istimewa. Sebab kalau mereka setia, hal itu hanya berkat kasih karunia Tuhan (bandingkan ayat 18-22).



Yesaya 10:21-23

Mengenai Allah yang perkasa, lihat pada Yesaya 9:5. Ayat 22, 23 Mengenai ucapan dua kali bahwa Tuhan telah memastikan datangnya kebinasaan, perhatikan pertimbangan yang mendalam dengan mana Allah bertindak seterusnya dalam pasal ini: lihat tangan yang teracung dalam ayat 4 (dengann 9:11, dll), sikap yang tak memihak dalam ayat 12, 25, keprihatinan akan keadilan dalam ayat 2. 22b, dan hasilnya yang baik yang digambarkan dalam ayat 20, 21.

Ayat 22-23. Sebaliknya berita tanda "Syear Yasyub" memberi Juga suatu peringatan yang menguatkan. Jumlah "sisa" hanya kecil jika dibandingkan denganjumlah tentara musuh yang "seperti pasir di laut" banyaknya. Tuhan memang setia akan janji- Nya kepada Abraham (Kejadian 32: 12): anak-anak Israel akan menjadi "seperti pasir di laut" banyaknya. Akan tetapi, kebesaran bangsa dalam arti kwantitas bukanlah tujuan pada dirinya. Kesetiaan dan kemuliaan Tuhan akan disaksikan melalui "sisa" kecil yang diselamatkan itu. Melalui "sisa" yang kecil itu akan disaksikan adanya keadilan Tuhan yang meluap-luap di negeri dan disaksikan oleh bangsa-bangsa di muka bumi. Bukankah Dia Tuhan semesta alam') Keadilan itu hanya timbul melalui api penyucian yang dikenakan kepada bangsa yang mengeraskan hati dan tidak mau "kembali" kepada Tuhan. Keadilan itu merupakan dasar dari Kerajaan kasih dan kebenaran yang mendatangkan sejahtera ( שלום - SYALOM) sejati yang didambakan oleh manusia di muka bumi. Inilah tugas kesaksian yang harus diberitakan oleh "sisa" yang kecil itu yang diselamatkan. Secara teologis. ini menunjuk kepada Raja Damai yang akan datang: Raja Mesias yang disebut Raja Damai (lihat Yesaya 9:5).

Nubuat dalam Yesaya 10 ini sudah tergenapi. Sesudah Asyur dihancurkan, Allah memulihkan kembali "sisa orang Israel dan orang yang terluput di antara kaum keturunan Yakub" (ayat 20). Sisa orang Israel itu akan kembali ke tanah airnya (ayat 21). Kembalinya sebagian dari Israel ke tanah airnya dari Asyur terjadi sesudah Niniwe jatuh ke tangan orang Babel (tahun 612 sM). Rasul Paulus secara tidak langsung merujuk dirinya sebagai sisa yang diselamatkan di samping mereka orang percaya dari bangsa-bangsa lain masuk menjadi umat dan ahli waris. Selanjutnya pengumpulan kembali sisa Israel secara keseluruhan akan tergenapi dalam kaitan dengan kedatangan kembali Tuhan Yesus Kristus.




Blessings,
BP
June 29, 2009



Sumber :
- Dr. Th. Van Den End, Kitab Roma, BPK Gunung Mulia, 1995, hlm 595-598.
- Widyapranawa PhD, Kitab Yesaya, BPK Gunung Mulia, 2003, hl, 62-64.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman