SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Tue Jan 06, 2009 4:12 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 6 posts ] 
Author Message
 Post subject: MJ - ALKITAB KRISTEN SEHARUSNYA DIKASIHANI
PostPosted: Fri Nov 10, 2006 9:24 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
Tuduhan :
Quote:
MISQUOTING JESUS :
ALKITAB KRISTEN SEHARUSNYA DIKASIHANI



Suatu titik balik saya alami pada semester kedua, dalam sebuah mata kuliah yang dosennya adalah seorang profesor yang sangat dihormati dan saleh bernama Cullen Story. Mata kuliah itu membahas eksegesis Injil Markus, yang pada waktu itu (dan sampai sekarang) adalah injil favorit saya. Untuk mata kuliah itu, kami harus bisa membaca injil Markus seluruhnya dalam bahasa Yunani (saya menghafalkan seluruh kosa kata bahasa Yunani dalam Injil itu satu pekan sebelum semester tersebut dimulai); kami harus menuliskan dalam buku catatan kami eksegesis kami renungan-renungan kami tentang penafsiran ayat-ayat kunci; kami membahas masalah-masalah penafsiran naskah; dan kami harus menulis sebuah makalah akhir semester tentang masalah penafsiran pilihan kami. Saya memilih suatu bagian di Markus 2 yang menceritakan bahwa Yesus sedang digugat oleh orang-orang Farisi karena murid-muridnya berjalan melintasi ladang gandum, memakan bulir gandum pada hari Sabat. Yesus ingin memperlihatkan kepada orang-orang Farisi itu bahwa “hari Sabat diadakan demi manusia, dan bukan manusia demi Sabat” dan dengan demikian mengingatkan mereka tentang apa yang dilakukan Daud yang agung sewaktu ia dan orang-orangnya sedang kelaparan, bagaimana mereka masuk ke dalam Rumah Allah “sewaktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar” dan memakan roti persembahan, yang tidak boleh dimakan kecuali oleh para imam. Salah satu masalah terkenal tentang cerita itu adalah bahwa sewaktu kita melihat bagian Perjanjian Lama yang Yesus kutip (1 Sam 21:1-6), ternyata Daud tidak melakukan hal itu sewaktu Abyatar menjabat sebagai imam besar, tetapi, sesungguhnya, sewaktu ayah Abyatar, Abimelekh, menjabat sebagai imam besar. Dengan kata lain, hal itu adalah salah satu bagian yang diajukan guna membuktikan bahwa Alkitab sama sekali tidak bebas salah, tetapi berisikan kesalahan-kesalahan !

Dalam makalah saya untuk Profesor Cullen Story, saya mengembangkan sebuah argument yang panjang dan rumit bahwa, meskipun buku Markus menunjukkan bahwa hal itu terjadi “sewaktu Abyatar menjabat sebagai imam besar”, buku itu tidak benar-benar memaksudkan bahwa Abyatar menjabat sebagai imam besar, tetapi bahwa peristiwa itu terjadi dalam bagian naskah Alkitab dimana Abyatar adalah salah satu tokoh utamanya.

Argumen saya diatas didasarkan pada makna kata-kata Yunani yang terkait dan argumen itu (memang) agak sulit dipahami. Saya sangat yakin bahwa Profesor Cullen Story akan menghargai argument itu, karena saya tahu bahwa dia adalah seorang cendekiawan Kristen yang baik yang tampaknya (seperti saya) berpendapat bahwa tidak mungkin ada kesalahan dalam naskah asli Alkitab.

Tetapi, diakhir makalah saya, ia menuliskan sebuah catatan singkat yang karena alasan tertentu cukup mengena bagi saya. Ia menulis, “Mungkin Markus memang membuat Kesalahan.” Saya mulai memikirkan hal itu, mengingat semua pekerjaan yang harus saya lakukan untuk menghasilkan makalah tersebut, karena menyadari bahwa saya harus merancang siasat eksegesis yang mengesankan guna mengatasi masalah itu, dan bahwa solusi saya ternyata agak luar biasa. Saya akhirnya menyimpulkan, “Hmmmm…. Mungkin Markus memang melakukan kesalahan.”

(SUMBER : MISQUOTING JESUS)



JAWAB :


Tuduhan/ anggapan Markus melakukan kesalahan, oleh penuduh diatas justru memperlihatkan bahwa penuduh tsb kurang memahami bahasa Yunani dan konteks historis.


* Markus 2:26
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu -- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -- dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?"

TR Translit, pôs eisêlthen eis ton oikon tou theou epi abiathar tou archiereôs kai tous artous tês protheseôs ephagen ous ouk exestin phagein ei mê tois iereusin kai edôken kai tois sun autô ousin


versus


* 1 Samuel 21:1
21:1 Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: "Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?"
21:2 Jawab Daud kepada imam Ahimelekh: "Raja menugaskan sesuatu kepadaku, katanya kepadaku: Siapa pun juga tidak boleh mengetahui sesuatu dari hal yang kusuruh kepadamu dan yang kutugaskan kepadamu ini. Sebab itu orang-orangku telah kusuruh pergi ke suatu tempat.
21:3 Maka sekarang, apa yang ada padamu? Berikanlah kepadaku lima roti atau apa pun yang ada."
21:4 Lalu jawab imam itu kepada Daud: "Tidak ada roti biasa padaku, hanya roti kudus yang ada; asal saja orang-orangmu itu menjaga diri terhadap perempuan."
21:5 Daud menjawab imam itu, katanya kepadanya: "Memang, kami tidak diperbolehkan bergaul dengan perempuan, seperti sediakala apabila aku maju berperang. Tubuh orang-orangku itu tahir, sekalipun pada perjalanan biasa, apalagi pada hari ini, masing-masing mereka tahir tubuhnya."
21:6 Lalu imam itu memberikan kepadanya roti kudus itu, karena tidak ada roti di sana kecuali roti sajian; roti itu biasa diangkat orang dari hadapan TUHAN, supaya pada hari roti itu diambil, ditaruh lagi roti baru.



* 1 Samuel 22:20
Tetapi seorang anak Ahimelekh bin Ahitub, namanya Abyatar luput; ia melarikan diri menjadi pengikut Daud.



-----


Markus 2:26 mengutip Yesus sedang bertanya kepada orang-orang yang ada dihadapanNya, apakah mereka tidak pernah membaca apa yang telah dilakukan Daud ketia dia dengan orang-orangnya kelaparan dan masuk ke tempat suci di Nob untuk meminta makanan pada zaman Abyatar menjadi imam besar (1 Samuel 21:1-6). Tetapi, kenyataannya, Daud berhadapan dengan ayah Abyatar, Ahimelekh sebab yang menjadi imam besar ketika peristiwa itu terjadi adalah Ahimelekh.

Apakah Yesus keliru ketika Dia menyebut tentang imam besar yang tidak tepat? Pemeriksaan atau penyelidikan secara seksama atas Markus 2:26 mengungkapkan sebenarnya. Yesus tidak mengimplikasikan Abyatar yang menjadi imam besar ketika Daud berkunjung kesana. Yesus hanya mengatakan “epi abiathar tou archiereôs", yang artinya "pada zaman Abyatar menjadi imam besar". Ketika segala sesuatu berubah, maka Raja Saul yang haus darah ini membantai Ahimelekh dan semua imam Tuhan di Nod mamakai tangan Doeg, orang Edom itu :


* 1 Samuel 22:18-19
22:18 Lalu berkatalah raja kepada Doëg: "Majulah engkau dan paranglah para imam itu." Maka majulah Doëg, orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan.
22:19 Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.



Selanjutnya hanya Abyatar, anak Ahimelekh, satu-satunya yang cukup beruntung melarikan diri. Dia lari dan bergabung dengan Daud (ayat 20)


* 1 Samuel 22:20
Tetapi seorang anak Ahimelekh bin Ahitub, namanya Abyatar luput; ia melarikan diri menjadi pengikut Daud.



Lalu Abyatar ini mengabdi kepada Daud dan menjadi imamnya selama Daud berada dalam pengembaraan dan pengasingan.
Maka, adalah wajar dia diangkat sebagai imam besar oleh Daud setelah ia menjadi raja; Abyatar berbagi kedudukan sebagai imam besar dengan Zadok, orang yang diangkat oleh Saul, sampai dengan kematian Daud.
Dibawah keadaan seperti ini, adalah tepat sejali untuk menyebut Abyatar sebagai imam besar – kendatipun pengangkatannya sendiri terjadi agak belakangan, setelah peristiwa di Nob – itu sama dengan mengemukakan sebuah anekdot dengan mengatakan "Ketika Raja Daud masih menajdi seorang pemuda penggembala" kendatipun kenyataannya Daud bukanlah raja ketika ia menjadi penggembala.

Menurut WF Arndt dan FW Gringricch (A Greek-English Lexicon of the New Testament, Chicago : University of Chicago, 1957, p 286) kata "epi" dengan genitif (penanda hubungan milik) hanya bisa berarti "pada zaman…", itulah pengertian yang dipakai pada Markus 2:26.
Bentuk yang sama dipakai dalam :


* Kisah 11:28
Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius.

TR Translit, anastas de eis ex autôn onomati agabos esêmanen dia tou pneumatos limon megan mellein esesthai eph olên tên oikoumenên hostis kai egeneto epi klaudiou kaisaros


* Ibrani 1:2
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

TR Translit, ep eschatôn tôn hêmerôn toutôn elalêsen hêmin en huiô on ethêken klêronomon pantôn di ou kai tous aiôna


Kisah 11:28 " pada zaman kaisar Klaudius", ("epi klaudiou kaisaros") dan Ibrani 1:2 "pada zaman akhir ini" ("ep eschatôn tôn hêmerôn toutôn").


Bandingkan dengan Markus 2:26 :
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu -- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -- dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?"
TR Translit, pôs eisêlthen eis ton oikon tou theou epi abiathar tou archiereôs kai tous artous tês protheseôs ephagen ous ouk exestin phagein ei mê tois iereusin kai edôken kai tois sun autô ousin


Peristiwa tersebut terjadi "pada zaman" Abyatar; dia bukan saja hidup, tetapi kenyataannya hadir ketika peristiwa itu terjadi, dan segera sesudah itu dia menjadi imam besar setelah ayahnya Ahimelekh, dibunuh oleh Saul.

Jika kata-kata Yesus itu ditafsirkan sebagaimana yang Yesus maksudkan, maka mutlak hal tersebut tidak berbeda dengan fakta sejarah.



Sumber :
- Archer, Gleason, L., Encyclopedia of Bible Difficulties, 1994 Revised Edition, 1982, Zondervan Publishing House, p 362.
- Arndt WF & FW Gringricch, A Greek-English Lexicon of the New Testament, Chicago : University of Chicago, 1957, p 286


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Nov 10, 2006 11:39 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
Tuduhan :
Quote:
Begitu saya membuat pengakuan itu, terbukalah pikiran saya. Karena jika di dalam Markus 2 terdapat satu kesalahan kecil dan remeh, bias jadi ada kesalahan di bagian-bagian lainnya juga. Mungkin, sewaktu Yesus kemudian mengatakan di Markus 4 bahwa biji sesawi adalah “biji yang terkecil di dunia”, mungkin saya tidak perlu menyusun penjelasan yang mengesankan tentang bagaimana biji sesawi bisa dikatakan sebagai biji terkecil sedangkan saya tahu betul bahwa tidaklah demikian halnya.



JAWAB :


Sayang sekali penuduh hanya menuduh berdasarkan opini pribadi saja, tanpa menunjuk biji manakah yang lain yang lebih kecil daripada biji sesawi.


* Markus 4:31
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.

KJV, It is like a grain of mustard seed, which, when it is sown in the earth, is less than all the seeds that be in the earth:
TR, ως κοκκω σιναπεως ος οταν σπαρη επι της γης μικροτερος παντων των σπερματων εστιν των επι της γης
Interlinear, hôs {seperti} kokkô {biji} sinapeôs {sesawi/ mustard} hos {yang} hotan {apabila} sparê {ia ditaburkan} epi {di} tês gês {tanah} mikroteros {lebih kecil} pantôn {dari segala} tôn spermatôn {benih-benih} estin {adalah} tôn epi {diatas} tês gês {bumi}


Matius juga sepakat dengan Markus, bahwa biji sesawi adalah biji yang terkecil :


* Matius 13:31-32
13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."



Yesus Kristus memberikan perumpamaan tentang "biji sesawi" dalam pengajaranNya :

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya". Dalam pemahaman Yahudi pada masa Yesus memberikan perumpamaan itu. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

Pohon sesawi umumnya itu kira-kira 4 meter tingginya. Ia lebih nampak sebagai semak belukar. Tetapi juga yang bisa bertumbuh hingga mencapai ketinggian 15 meter, dan karena itu ia layak disebut sebagai pohon. Dan di atas pohon sesawi dengan ketinggian inilah burung-burung datang bersarang. Di Israel tak ada pohon yang luar biasa besar kecuali pohon zaitun dan pohon ara. Karena itu burung-burung juga bersarang pada pohon-pohon yang rendah dan semak-semak. Apa yang ditekankan Yesus dalam perumpamaan ini? Suatu pertumbuhan. Yang ditekankan bukanlah pohonnya, tetapi proses pertumbuhan yang dimulai dari suatu biji yang kecil hingga menjadi sebatang pohon. Sehingga dapat dimengerti maknanya bahwa pekerjaan Allah dimulai dalam bentuk yang sangat kecil dan tidak kelihatan. Namun pekerjaan itu akan bertumbuh menjadi besar dan luas, bagaikan benih sesawi yang tumbuh menjadi pohon besar yang mampu menampung burung-burung yang datang dan bersarang di dahan-dahannya.

Iman "sebiji sesawi", mampu melakukan hal-hal yang besar, dengan bahasa figuratif pula Yesus Kristus mengatakan :


* Matius 17:20
Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.



Dibawah ini pengertian biji-sesawi (Mustard Seed), menurut kamus :


Mustard :
From Easton's Bible Dictionary


a plant of the genus sinapis, a pod-bearing, shrub-like plant, growing wild, and also cultivated in gardens. The little round seeds were an emblem of any small insignificant object. It is not mentioned in the Old Testament; and in each of the three instances of its occurrence in the New Testament (Matthew 13:31,32; Mark 4:31,32; Luke 13:18,19) it is spoken of only with reference to the smallness of its seed. The common mustard of Palestine is the Sinapis nigra. This garden herb sometimes grows to a considerable height, so as to be spoken of as "a tree" as compared with garden herbs.

http://bibletools.org/index.cfm/fuseact ... on/ID/2628



MUSTARD :
From International Standard Bible Encyclopedia


mus'-tard (sinapi (Matthew 13:31; Mark 4:31; Luke 13:19; Matthew 17:20; Luke 17:6)): The minuteness of the seed is referred to in all these passages, while in the first three the large size of the herb growing from it is mentioned. In Matthew 13:32 it is described as "greater than the herbs, and becometh a tree" (compare Luke 13:19); in Mark 4:32 it "becometh greater than all the herbs, and putteth out great branches." Several varieties of mustard (Arabic, khardal) have notably small seed, and under favorable conditions grow in a few months into very tall herbs--10 to 12 ft. The rapid growth of an annual herb to such a height must always be a striking fact. Sinapis nigra, the black mustard, which is cultivated, Sinapis alba, or white mustard, and Sinapis arvensis, or the charlock (all of Natural Order Cruciferae), would, any one of them, suit the requirements of the parable; birds readily alight upon their branches to eat the seed (Matthew 13:32, etc.), not, be it noted, to build their nests, which is nowhere implied.
Among the rabbis a "grain of mustard" was a common expression for anything very minute, which explains our Lord's phrase, "faith as a grain of mustard seed" (Matthew 17:20; Luke 17:6).

The suggestion that the New Testament references may allude to a tall shrub Salvadora persica, which grows on the southern shores of the Dead Sea, rests solely upon the fact that this plant is sometimes called khardal by the Arabs, but it has no serious claim to be the sinapi of the Bible.

E. W. G. Masterman

http://bibletools.org/index.cfm/fuseact ... BE/ID/6205


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Nov 10, 2006 1:43 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
Tuduhan :
Quote:
Dan mungkin “kesalahan-kesalahan” itu juga terdapat dalam kasus-kasus yang lebih besar :

1. Mungkin ketika Markus mengatakan bahwa Yesus disalib pada hari setelah perjamuan Paskah (Markus 14:12; 15:25) dan Yohanes mengatakan bahwa Yesus wafat pada hari sebelum perjamuan Paskah (Yoh 19:14) – mungkin perbedaan itu memang ASLI.



JAWAB :


Penuduh kurang memahami konteks historis, penjelasannya demikian :


* Markus 14:12-17
14:12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
14:13 Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia
14:14 dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku?
14:15 Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!"
14:16 Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya di kota, didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.
14:17 Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu.



Versus :

* Yohanes 13:1,29-30
13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
13:29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. 13:30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.


* Yohanes 18:28
Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah.



Yesus disalibkan pada siang hari sebelum Paskah. Alasan Markus seolah-oleh mengatakan bahwa peristiwa penyaliban itu terjadi setelah jamuan Paskah, hanyalah merupakan masalah budaya dan kontekstualisasinya.

Bukti kencang dalah Kitab Injil adalah bahwa Yesus mati pada saat menjelang malam Paskah, ketika perjamuan Paskah akan disantap setelah matahari terbenam. Sebelum kita tuntaskan masalah ini, harap diperhatikan bahwa Markus 14 telah menjelaskan bahwa Yesus tidak makan perjamuan Paskah bersama murid-muridNya.

Lukas 22:1 menyebutkan sebagai "Hari Raya Roti Tidak Beragi" (Ibrani, "KHAG HAMATSOT") yang disebutnya juga sebagai "Paskah" (Ibrani, "PESAKH").


* Lukas 22:1
Hari raya Roti Tidak Beragi, yang disebut Paskah, sudah dekat.

KJV, Now the feast of unleavened bread drew nigh, which is called the Passover.
TR, ηγγιζεν δε η εορτη των αζυμων η λεγομενη πασχα
Interlinear, êggizen {mendekat} de {adapun} hê heortê {perayaan} tôn azumôn {roti tidak beragi} hê {yang} legomenê {disebut} pascha {paskah}


Seperti namanya, hari raya Roti tidak beragi ini diselenggarakan dengan memakan roti tidak beragi. Ini adalah perintah yang ditaati sampai saat ini untuk jamuan Paskah, Karena Allah memerintahkannya dengan amat jelas :


Peringatan Paskah dan larangan makan roti yang beragi :


* Keluaran 12:1-20
12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:
12:2 "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.
12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
12:4 Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
12:5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
12:9 Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.
12:10 Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.
12:11 Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.
12:12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.
12:13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.
12:15 Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertama pun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.
12:16 Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun pada hari yang ketujuh; pada hari-hari itu tidak boleh dilakukan pekerjaan apa pun; hanya apa yang perlu dimakan setiap orang, itu sajalah yang boleh kamu sediakan.
12:17 Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya.
12:18 Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang.
12:19 Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli.
12:20 Sesuatu apa pun yang beragi tidak boleh kamu makan; kamu makanlah roti yang tidak beragi di segala tempat kediamanmu."



Ditegaskan kembali pada :


* Imamat 23:5
Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.

Hebrew Translit Interlinear, BAKHODESY {pada bulan} HARI'SYON {pertama itu} BE'ARBA'AH {pada empat} 'ASAR {sepuluh} LAKHODESY {kepada bulan} BEYN {antara} HA'ARBAYIM {petang} PESAKH {Paskah} LAYHOVAH {bagi TUHAN}


Tanggal 14 Nisan pada waktu senja Kalangan Yudaisme menamakan hari itu sebagai 'EREV PESAKH. Pada saat ini orang Israel sudah tidak makan roti beragi. Tanggal 15 Nisan mereka merayakan PESAKH. Perayaan ini ini dikenal juga dengan nama KHAG HAMATSOT (Hari Raya Roti Tidak Beragi, 15 Nisan).


* Imamat 23:6
Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.

Hebrew Translit Interlinear, UVAKHAMISYAH {dan pada lima} 'ASAR {sepuluh} YOM {hari} LAKHODESY {kepada bulan} HAZEH {itu} KHAG {hari raya} HAMATSOT {roti tidak beragi itu} LAYHOVAH {bagi TUHAN} SYIV'AT {tujuh} YAMIM {hari} MATSOT {roti tidak beragi} TO'KHELU {engkau harus makan}


* Markus 14:12
Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"

TR Translit Interlinear, kai {adapun} tê prôtê {pertama} hêmera {pada hari} tôn {dari} azumôn {Roti tidak beragi} hote {ketika} to pascha {domba Paskah} ethuon {mereka merayakan/ mereka mentembelih} legousin {berkata} autô {kepada Dia} hoi mathêtai {murid-murid} autou {Nya} pou {kemana} theleis {Engkau menghendaki} apelthontes {pergi} etoimasômen {kami menyiapkan} hina {supaya} phagês {Engkau makan} to {itu} pascha {domba Paskah}


Kata Yunani untuk "Roti Tidak Beragi" adalah "azumos". Kata inilah yang digunakan oleh Markus dalam "Hari Raya Roti Tidak Beragi". Sedangkan kata Yunani untuk roti biasa (beragi) adalah "artos".

Seluruh penulis kitab Injil termasuk Markus, menulis yang sama, bahwa saat itu merupakan perjamuan terakhir Yesus dengan murid-muridNya memakan "artos" (roti biasa beragi) :


* Markus 14:22
Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Ambillah, inilah tubuh-Ku."

TR Translit Interlinear, kai {lalu} esthiontôn {ketika sedang makan} autôn {mereka} labôn {setelah mengambil} ho iêsous {Yesus} arton {roti (roti biasa beragi)} eulogêsas {mengucap syukur/ pujian} eklasen {Ia membelah} kai {lalu} edôken {memberikan} autois {kepada mereka} kai {dan} eipen {berkata} labete {ambilah} phagete {makanlah} touto estin {inilah} to sôma {tubuh} mou {Ku}


Oleh karena itu, perjamuan makan malam itu walaupun sebuah "perjamuan Paskah", namun itu bukan perjamuan paskah dengan Roti Tidak Beragi, sebab itu hanya dapat dimulai pada waktu petang 14 Nisan saat Yesus Kristus ada di kayu Salib. Dengan demikian terjadinya "perjamuan terakhir" dalam yang diceritakan dalam Markus 14:22 adalah sebelum tanggal 14 Nisan.

Hal tersebut ditujukan dengan adanya penggunaan kata yang berbeda pada pasal yang sama. Karena untuk Paskah, tidak mungkin mereka akan memakan sesuatu yang telah dilarang oleh Allah melalui Hukum Musa (yaitu memakan "artos" – roti biasa beragi), dan tidak memakan sesuatu yang diperintahkan untuk dimakan (yaitu roti tidak beragi - "azumos").



Jikalau begitu, apa maksud Markus 14 dalam ayat 12-17?


Pertama, kita baca, "ada tradisi pada waktu itu untuk menyembelih domba Paskah". Perjamuan Paskah harus dilaksanakan pada hari ke-14 pada bulan Nisan. Tetapi, ternyata ada perbedaan pendapat dalam hal menentukan hari itu, karena mereka menggunakan sistem kalendar yang berbeda untuk menghitung hari-hari Raya. Tampaknya, perbedaan tradisi ini terus berlanjut sampai dengan masa kehidupan Yesus. Jadi, memang sebagian orang sudah bisa mulai menjalankan tradisi mereka dengan mengorbankan domba Paskah pada hari itu, sementara sebagian orang lainnya menganggap bahwa Paskah baru akan dirayakan esok malamnya. Perbedaan kebiasaan ini disebabkan karena hari Yahudi dimulai puluh 18:00 petang sedangkan hari Romawi mulai pada jam 24:00 tengah malam.


Kedua, murid-muridNya bertanya kepada Yesus, "Ke tempat mana Engkau menghendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagiMu?". Mereka tidak menyangka bahwa malam itu yesus akan segera menyerahkan nyawaNya untuk menebus dosa manusia di dunia seperti domba Paskah dalam Keluaran pasal 12, yang dikorbankan untuk menyelamatka orang Israel dari murka Allah terhadap orang mesir.
Yesus sesungguhnya telah menjelaskannya kepada murid-muridNya, namun mereka tidak dapat memahami pengorbanan ini karena berbagai alasan, termasuk ketika Yesus di-elu-elukan oleh orang-orang Israel sebagai Mesias (Raja Penyelamat, bukan korban), yang masih terus "bergema di telinga mereka". Yesus tidak menyatakan bahwa Ia akan amkan Perjamuan Paskah bersama-sama dengan murid-muridNya. Yesus sangat ingin, tetapi Ia tahu hariNya tidak sampai untuk melakukannya. Tidak ada peluang bagi satu dogma pun yang dapat menyatakan bahwa perjamuan Paskah tersebut dipinjam dan disiapkan. Tetapi yang pasti, orang-orang Yahudi, karena telah diatur dalam Kitab Keluaran 12, mempersiapkan rumah mereka untuk Hari Raya Roti Tidak Beragi (Ibrani, "KHAG HAMATSOT").

Ketiga, dalam beberapa cara, Kitab Injil menecritakan tentang Perjamuan Terakhir, dalam bentuk penggenapan karya Yesus, seperti misalnya dalam Lukas pasal 22 yang menuliskan kerinduan yesus untuk makan Perjamuan paskah "ini" bersama dengan murid-muridNya. Lalu apakah Lukas mengatakan bahwa saat itu adalah perjamuan paskah? Tidak! Mengapa? Antara lain karena penggunaan yang sama untuk kata "artos" (roti biasa beragi) dan bukan "azumos" (roti tidak beragi).
Yesus memang menjadikan makan malam terakhir ini sebagai sejenis santapan paskah (tidak dalam arti sebenarnya, melainkan simboliknya) karena Ia hendak bersekutu secara khusus dengan murid-muridNya, menyadari akhirnya Ia harus masuk kedalam penderitaan beberapa jam setelah itu.

Yesus juga ingin menunjukkan kepada murid-muridNya bahwa Paskah itu berbicara tentang diriNya, yaitu bahwa Ia adalah korban yang memberikan Perjanjian Baru yang telah Allah janjikan (reff. Yeremia 31:31-33, Ibrani 7:27) seperti domba yang disembelih 1500 tahun sebelumnya untuk menyelamatkan orang-orang Israel dari Muka Allah di tanah Mesir.
Dalam perjamuan tersebut, Yesus menggambarkan diriNya sebagai "Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia" seperti yang dikatakan Yohanes Pembabtis (reff Yohanes 1:29). Yesus ingin menyantap jamuan Paskah bersama murid-muridNya, karenanya Ia mengatakan :


* Lukas 22:16
22:15 Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.
TR Translit, kai eipen pros autous epithumia epethumêsa touto to pascha phagein meth humôn pro tou me pathein

22:16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah."
TR Translit, legô gar umin hoti ouketi ou mê phagô ex autou eôs otou plêrôthê en tê basileia tou theou

22:17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: "Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.
TR Translit, kai dexamenos potêrion eucharistêsas eipen labete touto kai diamerisate eautois

22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang."
TR Translit, legô gar uminoti ou mê piô apo tou gennêmatos tês ampelou eôs otou hê basileia tou theou elthê

22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."
TR Translit, kai labôn arton eucharistêsas eklasen kai edôken autois legôn touto estin to sôma mou to uper humôn didomenon touto poieite eis tên emên anamnêsin

22:20 Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.
TR Translit, ôsautôs kai to potêrion meta to deipnêsai legôn touto to potêrion hê kainê diathêkê en tô aimati mou to uper humôn ekchunomenon


Perhatikan ayat 16, Yesus mengatakan "Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah". Dan kegenapan itu adalah kematianNya, "Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus" (1 Korintus 5:7)

Kemudian, perhatikan ayat 19, sama seperti Markus, Lukas juga menulis roti yang dimakan adalah roti biasa (yang beragi) yaitu "artos" dan bukan "azumos" yang sedianya dimakan pada jamuan Paskah dalam EREV PESAKH tanggal 14 Nisan, maupun pada jamuan "KHAG HAMATSOT" pada 15 Nisan maupun 7 hari setelahnya.

Maka, dengan ini jelas tidak ada pertentangan seperti apa yang dituduhkan. Yesus mati sebelum orang-orang Yahudi merayakan PASKAH dan memakan jamuan PASKAH.



Sumber :
- Yohannes/ Biblika
- Jay Smith, Alex Chowdhry, Toby Jepson, James Schaeffer, 101 Contradictions in the Bible Cleared Up


Artikel terkait :

1. PERJAMUAN YANG TERAKHIR sebagai sejenis PERJAMUAN PASKAH, di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=531#531

2. MITSVOT TENTANG PASKAH DAN HARI RAYA LAIN, silahkan baca di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=449#449

3. HARI-HARI RAYA DALAM ALKITAB di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=459#459

4. PERJAMUAN KUDUS di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=525#525


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Nov 10, 2006 1:55 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
Tuduhan :
Quote:
2. Atau ketika Lukas menunjukkan dalam kisahnya tentang kelahiran Yesus bahwa Yusuf dan Maria pulang ke Nazaret sebulan lebih sedikit setelah mereka tida di Betlehem (dan mengadakan upacara pemurnian/pentahiran; Luk 2:39), sedangkan Matius menunjukkan bahwa mereka melarikan diri ke Mesir (Mat. 2:19-22) – MUNGKIN MEMANG ADA PERBEDAAN.



JAWAB :


Ada perbedaan cara penulisan antara penulis Injil Lukas dan Injil Matius, meski berbeda bukan berarti mereka berkontradiksi, melainkan apa yang ditulis di masing-masing Injil itu saling melengkapi.


* Matius 2:13-23
2:13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."
2:14 Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,
2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."
2:16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
2:17 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:
2:18 "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."
2:19 Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya:
2:20 "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati."
2:21 Lalu Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel.
2:22 Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea.
2:23 Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.



versus


* Lukas 2:21-40
2:21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
2:22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
2:23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
2:24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
2:25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
2:26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
2:27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
2:28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
2:29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
2:30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
2:31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
2:32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."
2:33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
2:34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
2:35 -- dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri --, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."
2:36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,
2:37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
2:38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
2:39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
2:40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.



Kontradiksi semu diatas tampaknya menanyakan : "Apakah nyawa bayi terancam di Yerusalem" Menurut Matius 2:13-23 "ya" sedangkan menuurt Lukas 2:21-40 agaknya "tidak". Kedua cerita diatas sebenarnya saling melengkapi kisah hidup Yesus pada masa bayi dan bukan bertentangan sama-sekali. Perlu waktu bagi Herodes untuk menyadari bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang Majus. Injil Matius mengatakan bahwa ia membunuh semua bayi laki-laki yang berusia kurang dari 2 tahun di Betlehem dan sekitarnya. Sebelum itu Yusuf dan Maria mempunyai kesempatan bebas untuk melakukan ritual adat istiadat Yahudi di Bait Allah di Yerusalem, lalu kembali ke Nazare di Galilea. Dari situlah kemungkinan mereka pergi ke Mesir, setelah Herodes mati barulah mereka kembali lagi.



Sumber :
Jay Smith, Alex Chowdhry, Toby Jepson, James Schaeffer, 101 Contradictions in the Bible Cleared Up .


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Nov 12, 2006 6:35 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
Tuduhan :
Quote:
3. Atau ketika Paulus mengatakan bahwa setelah ia bertobat di jalan menuju Damaskus ia tidak pergi ke Yerusalem untuk menemui rasul-rasul sebelum dia (Gal. 1:16-17), sedangkan buku Kisah Para Rasul mengatakan bahwa hal itulah yang pertama kali ia lakukan setelah meninggalkan Damaskus (Kis. 9:26) – MUNGKIN MEMANG ADA PERBEDAAN.



JAWAB :


* Galatia 1:16-17
1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.



versus :


* Kisah 9:26
Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.



Untuk mengetahui kronologi pertobatan Paulus, sebaiknya dibaca secara lengkap, supaya tidak terjadi salah paham :


* Kisah 9:1-19 Saulus bertobat
9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
9:5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.
9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.
9:10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"
9:11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
9:12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."
9:13 Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
9:14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."
9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
9:17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
9:18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
9:19a Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.
9:19b Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.



Pertobatan Paulus adalah dalam perjalanan menuju kota Damsyik, kemudian setelah kejadian yang menakjubkan dimana ia bertemu dengan Yesus dalam pengelihatan, teman-temannya menuntun dia masuk ke kota Damsyik disana ia bertemu dengan Ananias yang mendapat perintah khusus dari Tuhan untuk menyertai Paulus dan membabtisnya.


* Kisah 9:20-25 Penginjilan pertama Paulus
9:20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.
9:21 Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: "Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?"
9:22 Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.
9:23 Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus.
9:24 Tetapi maksud jahat itu diketahui oleh Saulus. Siang malam orang-orang Yahudi mengawal semua pintu gerbang kota, supaya dapat membunuh dia.
9:25 Sungguhpun demikian pada suatu malam murid-muridnya mengambilnya dan menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang.



Pertobatan Paulus, berkelanjutan, ia segera menjadi pekabar Injil. Perubahan sikapnya yang tiba-tiba ini membingungkan kalangan Yahudi yang ada di Damsyik. Kaum Yahudi itu ingin membunuhnya, kemudian ia diselamatkan teman-temannya dengan mengeluarkannya dari tembok kota Damsyik, dari sini ia menuju ke Yerusalem :


* Kisah 9:26-31 keluar dari Damsyik menuju Yerusalem
9:26 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.
9:27 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.
9:28 Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.
9:29 Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia.
9:30 Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus.
9:31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.



Itu adalah kisah awal Paulus mulai pertobatannya, sampai ia dibabtis dan menjadi penginjil. Ia memang pernah ke Yerusalem, sebagai pelarian sementara ketika ia terancam berada di kota Damsyik. Bahkan iapun dicatat pergi ke kota-kota lain. Tetapi jelas sekali pada ayat-ayat diatas bahwa penginjilan Paulus yang efektif tidak terjadi saat ia berada di Yerusalem, melainkan di luar kota Yerusalem, karena keselamatannya di Yerusalem juga terancam.


Apa yang diceritakan Paulus dalam Galatia 1:16-17 bukan kontradiksi, dari apa yang ditulis dalam Kitab Kisah Para Rasul. Maksud Paulus dalam ayat tersebut adalah bahwa Paulus mendapat tugas khusus untuk memberitakan Injil kepada orang-orang yang bukan Yahudi, yaitu orang-orang diluar kota Yerusalem. Apa yang diceritakan oleh Paulus dalam Kitab Galatia ini adalah hal-hal yang terjadi setelah apa yang tertulis dalam Kitab Kisah Para Rasul pasal 9. Dimana Ia telah memulai pelayanan sebenarnya diluar kota Yerusalem :


* Galatia 1:11-17
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.



Yerusalem adalah pusat berkumpulnya para rasul mula-mula. Paulus tidak bergabung bersama-sama mereka untuk mengabarkan Injil, melainkan ia melakukan tugasnya sesuai panggilannya, yaitu untuk melakukan pengabaran Injil di tanah Arab dan di Damsyik. Inilah yang dimaksud dalam ayat 17, dan ayat ini tidak berkontradiksi dengan apa yang tertulis dalam Kitab Kisah Para Rasul pasal 9.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Nov 12, 2006 6:59 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
Tuduhan :
Quote:
Kesadaran itu selaras dengan masalah-masalah yang sedang saya hadapi seiring semakin dalamnya penelitian saya terhadap manuskrip-manuskrip Perjanjian Baru yang masih bertahan hingga sekarang. Disatu pihak, orang mengatakan bahwa naskah-naskah asli Alkitab diilhami, tetapi kenyataannya adalah kita tidak memiliki naskah-naskah ASLI itu – mengatakan bahwa naskah-naskah itu terilhami tidaklah banyak membantu, kecuali saya bisa memulihkan naskah-naskah aslinya. Selain itu, sebagian besar orang Kristen di sepanjang sejarah Gereja tidak memiliki akses untuk membaca naskah aslinya, sehingga keterilhaman naskah-naskah itu DIPERTANYAKAN. Kita bukan hanya tidak memiliki naskah aslinya, kita juga tidak memiliki salinan pertama dari naskah aslinya. Kita bahkan tidak memiliki salinan dari salinan naskah aslinya, atau salinan dari salinan dari salinan naskah aslinya. Yang kita miliki hanyalah salinan yang dibuat lama kemudian – sangat lama kemudian. Dalam banyak kasus, salinan itu dibuat berabad-abad kemudian.



JAWAB :


Kami akui dengan senang hati. Naskah-naskah bahasa asli Alkitab yang ada sekarang memang adalah "salinan" naskah asli (authographa). Tidak berbeda jauh dengan Al~Qur'an yang beredar masa kini yang juga merupakan "salinan" dari naskah asli.

Naskah asli (authographa) sudah tidak ada lagi. Seperti yang kita ketahui, Perjanjian Lama (PL) ditulis pada abad ke 17 s/d 5 sebelum Masehi diatas kulit-kulit dan Papyrus yang mudah rusak, sehingga perlu terus menerus disalin ulang selama lebih dari 3,000 tahun, dan Perjanjian Baru disalin ulang selama 1,400 tahun, oleh masyarakat yang terserak ke pelbagai komunitas di tempat-tempat dan benua yang berbeda-beda, tetapi isinya tidak mengalami perubahan mendasar.


Tuduhan :
Quote:
Dan, salinan salinan itu berbeda satu dengan yang lainnya, dan bagian yang berbeda berjumlah ribuan. Sebagaimana akan kita lihat dalam buku ini, salinan-salinan itu berbeda satu dengan lainnya dalam begitu banyak bagian sehingga kita bahkan tidak tahu berapa banyak perbedaan yang sebenarnya ada. Mungkin hal itu bisa lebih mudah dipahami dengan perbandingan berikut :

JUMLAH PERBEDAAN YANG TERDAPAT DI ANTARA MANUSKRIP-MANUSKRIP KITA LEBIH BANYAK DARI PADA JUMLAH KATA-KATA DALAM PERJANJIAN BARU.

Sebagian besar dari perbedaan itu sama sekali tidak penting. Banyaknya jumlah perbedaan demikian semata-mata menunjukkan bahwa para penyalin di zaman dahulu tidak lebih hebat kemampuan mengejanya dari pada kebanyakan orang dewasa ini (dan mereka malah tidak punya kamus, apalagi perangkat lunak untuk memeriksa ejaan). Meskipun demikian, apa arti dari semua perbedaan itu? Jika ada pendapat yang bersikukuh mengatakan bahwa Allah mengilhami kata-kata Alkitab, apa gunanya jika kita tidak memiliki kata-kata Alkitab tersebut? Dalam beberapa kasus, sebagaimana akan kita lihat, kita benar-benar tidak bisa yakin bahwa kita telah memulihkan naskah aslinya secara akurat. BAGAIMANA KITA BISA TAHU ARTI KATA-KATA ALKITAB JIKA KITA BAHKAN TIDAK TAHU APA KATA-KATANYA?

Hal itu mengganggu pandangan saya terhadap pengilhaman, karena saya menyadari bahwa kalau Allah bisa mengilhami kata-kata Alkitab dahulu, pastilah Ia juga bisa melestarikannya. Jika Ia ingin agar umat-Nya bisa membaca firman-Nya, pastilah Ia akan memberikannya kepada mereka (dan bahkan mungkin memberikannya dalam bahasa yang bisa mereka pahami, bukan bahasa Yunani atau Ibrani). Fakta bahwa kita tidak memiliki kata-kata itu pastilah memperlihatkan, menurut saya, bahwa Ia tidak melestarikannya untuk kita. Dan jika Ia tidak melakukan mujizat tersebut, tampaknya tidak ada alas an untuk berfikir bahwa Ia telah melakukanf mujizat sebelumnya, yakni pengilhaman kata-kata itu.

Singkatnya, penelitian saya terhadap Perjanjian Baru bahasa Yunani, dan penyelidikan saya terhadap manuskrip-manuskripnya, menghasilkan perubahan radikal terhadap pemahaman saya akan Alkitab. Hal itu merupakan perubahan yang sangat berpengaruh bagi saya. Sebelumnya – dimulai dari pengalaman lahir-kembali (reborn) di SMA, melalui hari-hari saya di Moody Institute (Sekolah teologi) sebagai fundamentalis, dan lewat hari-hari saya di Wheaton sebagai evangelis – iman saya didasarkan sepenuhnya pada pandangan bahwa Alkitab sepenuhnya diilhami, firman yang tak bisa salah dari Allah. Sekarang, saya tidak lagi memandang Alkitab dengan cara seperti itu. Bagi saya, Alkitab mulai tampak sebagai buku yang sangat manusiawi. Sebagaimana para penyalin; manusia telah menyalin, dan mengubah, naskah Alkitab ; demikian pula para penulis: manusialah yang pada awalnya menulis naskah Alkitab. Alkitab adalah buku yang manusiawi dari awal hingga akhir. Alkitab ditulis oleh beragam penulis manusia pada waktu yang beragam dan di tempat yang beragam guna membahas beragam keperluan. Banyak dari para penulis itu tak diragukan lagi percaya bahwa mereka diilhami oleh Allah untuk menulis Alkitab, tetapi mereka memiliki sudut pandang sendiri, kepercayaan sendiri, pandangan sendiri, kebutuhan sendiri, dan hasrat sendiri, teologi sendiri; dan sudut pandang, kepercayaan, pandangan, kebutuhan, hasrat, dan teologi itu memberi informasi tentang segala sesuatu yang mereka tulis. Dalam semua itu, mereka berbeda satu dengan yang lainnya. Diantaranya, hal itu berarti bahwa Markus tidak mengatakan hal yang sama seperti Lukas. Yohanes berbeda dengan Matius – tidak sama. Surat Paulus berbeda dengan buku Kisah para rasul. Dan Yakobus berbeda dengan Paulus. Tiap penulis Alkitab adalah penulis manusia dan karyanya harus dibaca sebagaimana sang penulis menulisnya, tidak menganggap bahwa apa yang dikatakan sang penulis sama, sesuai, atau konsisten dengan apa yang para penulis lainnya katakana. Alkitab, pada akhirnya, adalah buku yang sangat manusiawi.

(SUMBER : MISQUOTING JESUS)



JAWAB :


Dewasa ini, banyak catatan-catatan yang usianya tua ditemukan sehingga dapat mendukung pembuktian tulisan kitab-kitab yang telah ada. Kitab Perjanjian Baru (PB) sendiri memiliki 5,300 naskah dan fragmen (bagian-bagian naskah) dalam bahasa Yunani, 10,000 naskah latin Vulgate dan 9,300 naskah tua dalam terjemahan bahasa lainnya.

Dengan kata lain, PB memiliki lebih dari 24,000 salinan naskah untuk digunakan!. Jelas bahwa luasnya per-naskah-an ini memungkinkan kita membuat gambaran terhadap setiap ayat variant (tidak baku) yang selalu akan ada. Dimana muncul variant tertentu, maka teks tersebut kemudian diidentifikasi dan disisihkan untuk dijadikan catatan kaki pada ayat yang bersangkutan. Tetapi hal tersebut tidak membuat Alkitab menjadi cacat (ketika kita membandingkannya dengan tulisan aslinya).

Orang Kisten dengan senang hati mengakui, bahwa ada "ketidak sempurnaan" dalam penyalinan ulang terhadap PL dan PB. Tetapi hal seperti itu memang diluar kemampuan manusia manapun untuk dihindari, karena menyalin ulang halaman demi halaman dengan tangan secara manual akan menghasilkan kesalahan manusiawi, baik untuk buku suci maupun sekuler. Apalagi kalau naskahnya yang akan dialin itu sudah buram ditelah usia dan cara penyimpanan yang tidak bisa sempurna. Namun, kita tahu bahwa naskah aslinya (yang disebut autograph, yaitu yang diinspirasikan langsung oleh Tuhan kepada penulis Alkitab) tidak akan memiliki kesalahan sedikitpun juga . Tetapi berhubung dokumen-dokumen yang asli telah ditulis pada masa yang amat lampau, maka dokumen tersebut tidak dapat lagi ditampilkan.

Para analis naskah kuno mencatat bahwa setiap orang yang menulis ulang (juru-tulis atau penyalin ulang) cenderung membuat 2 jenis kesalahan dalam penulisan salinan kitab :
Yang pertama berhubungan dengan ejaan nama-nama (apalagi nama-nama aneh dan asing). Dan yang kedua berkenaan denga bilangan-bilangan. Kenyataan bahwa kedua jenis "kesalahan" ini saja yang utamanya mulcul dalam salinan Alkitab semakin membuktikan bahwa kesalahan-kesalahan dalam naskah Alkitab hanya dilakukan oleh para penyalin ulang belaka. Jika memang benar bahwa pesan-pesan Alkitab asli-lah yang bertentangan, maka tentulah buktinya dapat ditemukan dalam isi Alkitab itu sendiri. (Archer 1982:221-222).

Yang perlu disadari oleh kita semua adalah bahwa tidak ada satupun perbedaan dalam serentetan salinan ulang Alkitab yang sampai ke tangan kita itu, menggeser atau mengubah doktrin Alkitab itu sendiri. Justru Roh Kudus telah melakukan "campur tangan" dan menjaga agar penyalinan ulang teks Alkitab jangan sampai menggeser ajaran-ajaran doktrinal itu sendiri.

(Catatan : Bila ada yang menjahili Alkitab agar ajarannya terselewengkan, maka tentulah sasaran penjahilnya bukan pada tetek-bengek angka dan huruf yang sama-sekali tidak ada bobot signifikansinya terhadap ajaran doktrinal itu sendiri!)

Tuhan menjadikan kebenaran FirmanNya lewat pewahyuan/pengilhaman. Namun Tuhan tidak pernah berjanji tidak ada keteledoran dalam penulisan ulang Alkitab. Maka dapat dipastikan bahwa naskah asli Alkitab (autograph) merupakan ilham dari Tuhan sendiri yang tidak ada cacatnya. Karena itu kita perlu menjadikan kritik-kritik yang ada sebagai alat untuk menemukan keteledoran yang mungkin saja terdapat dalam salinan ulang Alkitab.

Secara keilmuan, teks Alkitab dalam bahasa Ibrani dan Yunani terbukti amat terpelihara dalam Alkitab, sehingga bersama Westminter Confession, kami mampu menegaskan bahwa dibawah penjagaan Tuhan, maka keabsahan dan otoritas Kitab Sudi tidak sedikitpun dirusakkan oleh adanya salinan ulang yang "kurang sempurna" dalam bentuknya, bukan dalam isi dan pesan-pesan doktrinalnya.



Blessings,
BP
November 12, 2006




Sumber :
Archer, Gleason, L., Encyclopedia of Bible Difficulties, 1994 Revised Edition, 1982, Zondervan Publishing House
Jay Smith, Alex Chowdhry, Toby Jepson, James Schaeffer, 101 Contradictions in the Bible Cleared Up .


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 6 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman
Links: Hosting Murah | Parfum Murah