MIKHAL Mikhal (Ibrani,
מיכל - MIKHAL,
siapakah seperti Allah, bandingkan dengan nama :
מיכאל – MIKHAEL).
Mikhal adalah putri bungsu
Saul (1 Samuel 14:49). Sebagai pengganti kakaknya, Merab, dia dinikahkan dengan
Daud, dengan mas kawin seratus kulit khatan orang Filistin (1 Samuel 18:20 dab). Tindakannya yang tangkas dan cerdik menyelamatkan
Daud dari tangan
Saul (I Samuel 19:11-17).
Waktu
Daud di pengasingan, Mikhal dikawinkan lagi oleh
Saul dengan Palti bin Lais, asal Galim (I Samuel 25:44). Sesudah
Saul meninggal Abner mau berunding dengan
Daud,
Daud menuntut supaya Mikhal dikembalikan kepadanya - suatu kiat politik untuk memperkokoh tuntutannya akan takhta kerajaan (2 Samuel 3:15).
Waktu membawa tabut perjanjian ke Yerusalem,
Daud menari-nari di hadapan tabut itu sehingga Mikhal mengejek dia (2 Samuel 6:12 dab). Karena perbuatan ini dia mandul sampai mati (2 Samuel 6:23). Disebut lima anaknya (2 Samuel 21:8), tapi anggapan tradisi ialah, mereka anak-anak Merab (demikian LXX dan dua naskah tangan Ibrani), dan Mikhal 'mengasuh mereka' (perihal Mikhal memmpunyai anak atau tidak, pernah dipermasalahkan, lihat artikel di
bible-tidak-pernah-diubah-vt588.html#p1248 ).
Menurut suatu pandangan,
Daud kawin dengan Mikhal di Hebron 'untuk menyatukan suku-suku Israel dan kaum-kaum Yehuda' (EBi); tapi pendapat bahwa Mikhal sama dengan Egla yg mempunyai seorang anak laki-laki, Yitream (2 Samuel 3:5) tidak mempunyai dasar sama sekali.
Data-data mengenai Mikhal :- Ayah : Saul - 1 Samuel 14:49
- Ibu : Ahinoam - 1 Samuel 14:49-50
- Suami : Daud dan Paltiel bin Lais - 1 Samuel 18:27, 1 Samuel 25:44, 2 Samuel 3:15
- Saudara laki-laki : Yonatan, Yiswi (Abinadab), Malkisua, - 1 Samuel 14:49, 1 Tawarikh 8:33
- Saudara perempuan : Merab - 1 Samuel 14:49
- Disebut pertama : 1 Samuel 14:49
- Namanya disebut : 18 kali
- Kitab yang menyebut : 2 buku : 1 Samuel dan 1 Tawarikh
- Terakhir disebut : 1 Tawarikh 15:29
- Fakta penting : Ia anak perempuan Saul yang bungsu dan istri pertama Daud (1 Samuel 14:49, 1 Samuel 18:27).
Sumber :
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Vol 2, Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1994, hlm. 84.