Tanya :
Quote:
Lho kok Paulus masih melakukan persembahan?
Ada statemen yang aneh dari PAULUS, didalam ayat-ayat berikut:
Kisah Para Rasul 21: 25, 26 :
Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan."
Pada hari berikutnya Paulus membawa orang-orang itu serta dengan dia, dan ia mentahirkan diri bersama-sama dengan mereka, lalu masuk ke Bait Allah untuk memberitahukan, bilamana pentahiran akan selesai dan persembahan akan dipersembahkan untuk mereka masing-masing.
Loh kok Paulus masih melakukan persembahan, katanya sudah menerima penebusan Yesus?
JAWAB :
Kita baca selengkapnya supaya kita bisa memahami konteks ayat yang dipersoalkan itu :
* Kisah 21:15-26
21:15 Sesudah beberapa hari lamanya tinggal di Kaisarea, berkemaslah kami, lalu berangkat ke Yerusalem.
21:16 Bersama-sama dengan kami turut juga beberapa murid dari Kaisarea. Mereka membawa kami ke rumah seorang yang bernama Manason. Ia dari Siprus dan sudah lama menjadi murid. Kami akan menumpang di rumahnya.
21:17 Ketika kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami dengan suka hati.
21:18 Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ.
21:19 Paulus memberi salam kepada mereka, lalu menceriterakan dengan terperinci apa yang dilakukan Allah di antara bangsa-bangsa lain oleh pelayanannya.
21:20 Mendengar itu mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat.
21:21 Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita.
21:22 Jadi bagaimana sekarang? Tentu mereka akan mendengar, bahwa engkau telah datang ke mari.
21:23 Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar.
21:24 Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat.
21:25 Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan."
21:26 Pada hari berikutnya Paulus membawa orang-orang itu serta dengan dia, dan ia mentahirkan diri bersama-sama dengan mereka, lalu masuk ke Bait Allah untuk memberitahukan, bilamana pentahiran akan selesai dan persembahan akan dipersembahkan untuk mereka masing-masing.
Ayat 15-19, Pada waktu itu Rasul Yakobus adalah pemimpin jemaat di Yerusalem. Kedua-belas Rasul disebutkan bahwa mereka masih disana.
Ayat 20, Kata
"beribu-ribu" mengungkapkan jumlah yang tak terbatas. Maksudnya, sejumlah besar orang Yahudi percaya kepada Yesus Kristus.
Ayat 21, Yakobus dan beberapa orang Yahudi menyebutkan tuduhan-tuduhan terhadap generasi Lukas (kalangan non-Yahudi). Ada desas-desus mengatakan bahwa Paulus mengajarkan kepada orang Yahudi supaya murtad dari Musa, mengatakan kepada mereka supaya mereka tidak menyunat anak-anak mereka atau mentaati Taurat.
Ayat 22-24, Desas-desus ini jelas mengacaukan apa yang diajarkan Paulus kepada orang non-Yahudi dengan pengajarannya kepada orang Yahudi. Yang benar adalah bahwa Paulus mengatakan kepada orang non-Yahudi bahwa mereka tidak perlu disunat atau menuruti Taurat. Dan Paulus jelas tidak membujuk orang Kristen kalangan Yahudi untuk meninggalkan kewajiban-kewajiban/ adat-istiadat/ kebiasaan yang telah menjadi jati diri orang-orang kalangan Yahudi.
Ayat 25,
'sudah kami tuliskan'. Yang dimaksud ialah Surat Para Rasul yang disebut dalam Kisah 15:23-29. Disebutnya surat ini di sini tidak berarti bahwa baru sekarang untuk pertama kalinya Paulus memberi tahu tentang surat itu.
Dan dalam pengantar ini telah disinggung persoalan jati diri orang-orang Kristen kalangan Yahudi bila begitu banyak bangsa lain (non-Yahudi) bergabung dengan mereka. Maka, dengan latar belakang ini, Paulus melakukan ritual Yahudi bersama-sama empat orang Yahudi Kristen untuk menangkal tuduhan bahwa ia mempengaruhi orang-orang Yahudi untuk tidak taat kepada Taurat – hukum khas bagi Israel (Yahudi).
Ayat 26, Tidak ada perbedaan yang mendasar didalam kesediaan Paulus selaku orang Yahudi untuk tetap taat kepada Hukum Taurat dengan sikapnya yang tegas bahwa orang percaya bukan Yahudi tidak perlu tunduk kepada Hukum Taurat, sebab mereka tunduk dibawah kasih karunia. Selaku ciptaan baru di dalam Kristus, bagi Paulus, disunat atau tidak disunat bukan merupakan hal yang menentukan (Galatia 6:15). Bagi penginjil ini kebiasaan religius semacam itu bukan merupakan sesuatu yang penting, sebab dunia telah disalibkan bagi dirinya dan dirinya telah disalibkan bagi dunia (Galatia 6:14).
Dia sendiri mengatakan bahwa jika seseorang bertobat selaku orang Yahudi, hendaknya dia tetap Yahudi (1 Korintus 7:18 ), sebab penyunatan itu sendiri tidak mempunyai arti apa-apa. Orang Kristen Yahudi boleh saja terus mentaati hukum Taurat selaku orang Yahudi, bukan selaku orang Kristen. Akan tetapi apabila kemudian Hukum Taurat dipaksakan kepada orang Kristen bukan Yahudi sebagai dasar keselamatan, Paulus berkeberatan dan bersikukuh dengan pendiriannya tentang kebebasan mutlak dari hukum Taurat.
Yakobus bersama para rasul lainnya membedakan antara kewajiban-kewajiban bagi orang Kristen kalangan Yahudi dan orang Kristen kalangan non-Yahudi. Empat peraturan dari Kisah 15:20 dan Kisah 15:29 mengingatkan kewajiban-kewajiban orang Kristen non-Yahudi, yang hidup dan makan bersama orang Yahudi yang telah menjadi Kristen.
Tidak diragukan lagi jika seandainya orang Kristen kalangan Yahudi ingin menghentikan ketaatan mereka kepada kebiasaan dalam hukum Taurat, Paulus pasti tidak akan keberatan. Pendirian Paulus yang membiarkan kebijakan menentukan prinsip pada bidang-bidang tertentu merupakan masalah yang begitu sulit sehingga banyak orang belum memahaminya dan menuduh Paulus dengan tidak semestinya sebagai seorang yang tidak konsisten. Hal demikian dapat kita pahami bahwa dengan datangnya Injil Kristus yang membawa banyak perubahan memerlukan masa transisi bagi kalangan Kristen Yahudi untuk beradaptasi dengan Hukum Kristus, Hukum yang baru yaitu Hukum dibawah Kasih Karunia.
Blessings,
BP
April 10, 2007
Sumber :
- Wycliffe Bible Commentary, vol 3.
- Dianne Bergant & Robert J Karris,
Tafsir Alkitab Perjanjian Baru, p 243-244.