|
77. Kejadian 10:5, 20, 31 menulis sudah ada bahasa-bahasa tetapi dalam Kejadian 11:1 ditulis hanya ada 1 bahasa
JAWAB :
* Kejadian 10:5, 20, 31 10:5 Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka. 10:20 Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka. 10:31 Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
Apakah kontradiksi dengan :
* Kejadian 11:1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
Kalau dilihat sekilas, sepertinya terdapat kontradiksi, namun kita akan segera mengerti bahwa sebenarnya tidak ada kontradiksi jika kita juga membaca ayat dalam Kejadian 11:6.
* Kejadian 11:6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
Jelas bahwa apa yang ditulis dalam pasal 11 ini belum terbentuk bangsa-bangsa, karena semuanya masih satu bangsa dan datu bahasa.
Sedangkan Kitab Kejadian pasal 10 mencatat bangsa-bangsa yang diturunkan oleh ketiga anak-anak Nuh (Yafet, Ham dan Sem). Dalam pasal ini Keluarga Sem disebutkan paling akhir, karena dari keturunan Sem ini mereka akan menajdi bangsa-bangsa yang akan diceritakan dalam perkembangan kisah selanjutnya (Abraham adalah keturunan Sem, sehingga juga ada dikenal istilah Semit, Semitik, Samawi).
Maka penulisan peristiwa antara Kejadian pasal 10 dan Kejadian pasal 11, adalah bukan kejadian yang sifatnya kronologis (berurutan). Kejadian pasal 10 adalah penulisan umum yang menggambarkan perkembangan kemajemukan bangsa-bangsa dan penyebarannya yang berlangsung terus sesudah peristiwa air bah, juga tentang bagaimana keturunan Nuh mulai mendiami bumi kembali dan beranak-cucu. Anak-anak dari Nuh (Yafet, Ham dan Sem) menurunkan berbagai macam ras, ini meliputi seluruh proses sampai pada zaman Abraham. Keturunan-keturunan yang diturunkan dari anak-anak Nuh, yaitu Ham, Sem dan Yafet tentu saja awalnya mereka semua berbicara dalam bahasa yang sama. Namun ada suatu saat manusia menjadi angkuh, mereka ingin meninggikan diri dan melupakan Allah.
Sesudah penulisan umum pada pasal 10 ini, penulis Kitab Kejadian melihat kembali kebelakang episode penting yang terjadi pada awal-awal zaman pasca air bah, yaitu peristiwa kekacauan bahasa sesudah usaha sia-sia untuk mendirikan menara Babel (Kejadian 11:1-9). Peristiwa ini pasti terjadi dalam abad-abad tidak lama sesudah peristiwa air bah. Kita baca lebih lengkap :
* Kejadian 11:1-9 Menara Babel 11:1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. 11:2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat. 11:4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." 11:5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 11:6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." 11:8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
Ayat 1& 2, melukiskan Nuh dan keluarganya turun dari bahtera dengan memiliki satu bahasa dan satu perangkat istilah (yaitu bahasa yang dipakai oleh Nuh sendiri). Ketika keturunan Nuh bertambah, dengan sendirinya mereka melanjutkan bahasa yang sama karena bahasa itu sudah memadai dan mereka kenal. Mereka hidup di lembah Efrat dan sekitarnya, wilayh yang umumnya dipandang sebagai cikal-bakal peradaban.
Sinear dikenal oleh orang Ibrani sebahai nama wilayah di Mesopotamia Utara, untuk mengacu pada seluruh wilayah Mesopotamia. Suku-suku yang mengembara bergerak dari wilayah pegunungan Ararat menuju ke tanah datar Babel yang subur.
Ayat 3&4, Ketika keturunan Nuh bergerak ke arah timur mereka telah menemukan sebuah tempat untuk dijadikan tempat tinggal. Mereka mengambil keputusan untuk mendirikan sebuah kota. Mereka akan mendirikan sebuah menara yang sedemikian tingginya sehingga puncaknya diharapkan dapat menyeentuh "busur langit" diatas mereka. Bangunan raksasa ini akan memberikan keuntungan bagi mereka dengan mana mereka bisa memperoleh kedudukan terhormat di mata manusia dan mungkin juga di mata Allah
Tujuan proyek tersebut ada dua. Pertama, mereka ingin memastikan tentang kekuatan yang bisa timbul dari kesatuan. Kota dan menara itu akan mengikat mereka menjadi kelompok yang kokoh – bahkan tanpa pertolongan Allah sekalipun. Mereka mengatakan : Supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi. Disisi yang lain, mereka berniat untuk menjadikan diri mereka terkenal – "marilah kita cari nama". Dosa karena menganggap diri mampu berdiri sendiri dan karena angkuh menguasai pikiran mereka. Mereka ingin memastikan bahwa mereka tidak akan dilupakan orang. Menara itu akan mempersatukan mereka dan memastikan nama mereka diabadikan. Bangunan yang menjulang itu akan merupakan monumen tentang tenaga, keberanian, kepandaian dan kekayaan mereka. Banyak kota yang megah seperti Babel, Sodom, Gomorah, Sidon, Tirus yang mempunyai banyak bangunan-bangunan megah dan dianggap suci. Namun pada saat manusia menolak hukum dan kasih karunia Allah serta meninggikan diri, malapetaka pasti menimpa mereka.
Ayat 5-6, Firman Allah "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya", sebagai penunjuk utama bahwa apa yang diceritakan dalam pasal 11 ini pada masa itu belum terbentuk bangsa-bangsa. Ini beda dengan apa yang ditulis pada Kitab Kejadian pasal 10 dimana dalam pasal ini diperincikan bangsa-bangsa yang diturunkan oleh ketiga anak-anak Nuh. Dengan demikian jelas bagi kita bahwa apa yang tertulis dalam pasal 11 ini bukanlah kelanjutan kronologi peristiwa setelah apa yang tertulis dalam pasal 10. Yang terjadi justru sebaliknya, penulis Kitab Kejadian dalam pasal 11 ini menulis flash-back beristiwa sebelum terjadinya bangsa-bangsa.
Ayat 7-9, YHVH memahami keinginan dan rencana mementingkan diri dari orang-orang yang memberontak tsb. Segera Dia bertindak dan mengacaukan rencana mereka yang bodoh itu. Justru terhadap hal yang ingin mereka hindari itulah yang menimpa mereka. Allah turun tangan langsung untuk memastikan bahwa mereka tidak lagi saling mengerti. Kemudian Dia menyebarkan mereka. Menurut beberapa penafsir, Kata BABEL berasal dari kata Ibrani "BALAL" artinya 'mengacaukan', dalam bahasa Aram dikenal dengan kata "BALBEL" dengan arti yang sama yaitu "kekacauan", menunjukkan adanya gangguan khusus yang membuat orang-orang itu sangat kebingungan. Namun ada pendapat beberapa ahli bahasa Ibrani, bahwa kata BABEL, itu artinya adalah "pintu gerbang Allah".
Siapakah yang membangun Menara Babel ini? Kira-kira dari keturunan Nuh dari anak yang mana yang memimpin proyek ini?. Kita bisa melihatnya dari Kejadian 10:6-10. Yosefus, sejarahwan Yahudi (dalam bukunya Antiquities, Buku I, bab 4), mengatakan bahwa mereka ini adalah sejumlah orang yang menngikuti ajakan Nimrod untuk membangun menara.
Dari peristiwa Menara babel yang diceritakan dalam Kejadian 11 mengakibatkan tercerai-berainya manusia menjadi bangsa-bangsa dan bahasa-bahasa. Kitab Kejadian pasal 10 memerincikan bangsa-bangsa yang diturunkan dari anak-anak Nuh (Yafet, Ham dan Sem) :
* Kejadian 10:1-32 10:1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka. 10:2 Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras. 10:3 Keturunan Gomer ialah Askenas, Rifat dan Togarma. 10:4 Keturunan Yawan ialah Elisa, Tarsis, orang Kitim dan orang Dodanim. 10:5 Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka. 10:6 Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan. 10:7 Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan. 10:8 Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; 10:9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: "Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN." 10:10 Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear. 10:11 Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah 10:12 dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu. 10:13 Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim, 10:14 orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin. 10:15 Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het, 10:16 serta orang Yebusi, orang Amori dan orang Girgasi; 10:17 orang Hewi, orang Arki, orang Sini, 10:18 orang Arwadi, orang Semari dan orang Hamati; kemudian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu. 10:19 Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa. 10:20 Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka. 10:21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet. 10:22 Keturunan Sem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram. 10:23 Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter dan Mas. 10:24 Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber. 10:25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan. 10:26 Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah, 10:27 Hadoram, Uzal dan Dikla, 10:28 Obal, Abimael dan Syeba, 10:29 Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan. 10:30 Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur. 10:31 Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka. 10:32 Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu.
|