86. Apakah semua isi Kitab Suci bermanfaat (2 Timotius 3:16) atau Tidak? (Ibrani 7:18 )JAWAB :(Kategori : Salah memahami cara Tuhan bekerja dalam sejarah)
* 2 Timotius 3:16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. * Ibrani 7:18-19
7:18 Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna,
7:19 -- sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan -- tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah. Tuduhan kontradiksi telah dikenakan kepada Alkitab yang mengatakan bahwa seluruh isi Kitab Suci bermanfaat; sementara ayat lain menyebutkan bahwa hukum sebelumnya adalah tidak kuat dan tidak berguna. Permasalahan disini adalah masalah kontekstual tentang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang berkembang karena kurang memahami apa yang dijanjikan Tuhan waktu berfirman kepada para Nabi.
Kami merasa perlu untuk menjelaskan hal-hal ini yang melatarbelakangi ucapan ini kepada para pembaca yang awam terhadap Alkitab, sehingga dapat lebih memahami maksudnya. Sebagai ilustrasi, kami akan merujukkan pertanyaan diatas dengan Pertanyaan "Allah menyesal atau tidak" (Reff Kontradiksi PL No.28 di
kontradiksi-perjanjian-lama-vt549-20.html#p1120 ), yang menunjukkan betapa kaya dan dalam arti dari sejumlah kata-kata bahasa asli Alkitab tentang kata
"NÂKHAM" yang bermakna
sedih, berduka, menyesal, dll.
Firman Allah berasal daripada-Nya saja, dan tentu bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran, seperti yang tertulis dalam Kitab 2 Timotius. Ini merupakan pernyataan umum yang menunjuk kepada semua perkara yang datangnya dari Allah.
Ibrani 7 secara khusus berbicara mengenai Hukum yang berlaku bagi sebuah masyarakat pada suatu masa yang spesifik dan terbatas, tentang sistem pengorbanan Kemah Musa, kemudian dalam Bait Suci (Bait Allah) di Yerusalem. Allah meneguhkan dalam suatu Kontrak atau Perjanjian dengan umatNya yaitu Israel, sebuah sistem dimana mereka diharuskan untuk mempersembahkan korban, binatang yang disembelih, agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka; khususnya apa yang Allah sebut sebagai "korban karena dosa" dan "korban kesalahan" dalam Kitab Imamat pasal 4-6.
Konsep substitusi "korban yang mati dengan darah tercurah sebagai pengganti" ini adalah hal yang asing bagi Islam, namun hal ini adalah hal yang mendasar dalam ibadah Yahudi dan Kristen. Penebusan dosa harus dilakukan. Dosa harus dihukum. Hukum Allah yang kudus dan adil adalah
"upah dosa adalah maut" (Roma 6:23, Kejadian 2:17). Harga upah itu harus dibayar! Ada yang harus mati untuk membayar harga itu. Dan tidak ada pengampunan dosa tanpa adanya cucuran darah (yang melambangkan maut itu), karena Allah menuntut keadilan mutlak. Bila Allah hanya mengampuni dengan menutup mata saja terhadap dosa, mata itu tidak-adil sama sekali. Minta pengampunan saja tidak akan cukup harganya untuk membayar "upah dosa", emlainkan tetap harus dibayar dengan nyawa/ kematian, yang dilambangkan dalah sebuah korban (binatang), yaitu berupa korban-penebusan :
Baca artikel terkait (silahkan klik):
1.
PENGAMPUNAN DENGAN DARAH2.
Menjawab "salah-paham" : Bila Allah itu Maha Kuasa, Ia tidak perlu mengorbankan AnakNya3.
Menjawab "Salah-Paham" : ALLAH MAHA KASIH Vs ALLAH MAHA ADIL 4.
APA PERLUNYA YESUS DATANG KE DUNIA?5.
BUKANKAH ALLAH BISA MENGAMPUNI SAJA? APA PERLUNYA ALLAH MENYERAHKAN NYAWA YESUS UNTUK PENEBUSAN DOSA?6.
KEJATUHAN MANUSIA DAN PENYELAMATANNYA 7.
KESELAMATAN dari ALLAH8.
Kematian Martir dan Kematian KurbanSistem penebusan dosa "dengan darah" seperti ini diutarakan dalam Perjanjian Lama sebanyak 79 kali! Dimana darah binatang yang menjadi korban
penebusan sementara (yang harus dilakukan berulang kali terus-menerus), yang kelak akan digantikan secara permanen dengan "
darah Anak Domba" sebagai Pernjanjian Baru dari Allah. Yaitu darah Yesus Kristus untuk penebusan dosa manusia, sekali dan selamanya. Maka Allah berfirman :
* Yeremia 31:31-33
31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; (ket : Ketika Allah pertama kali mengadakan Perjanjian kepada bangsa Israel di Gunung Sinai setelah diselamatkan dari kejaran bangsa Mesir)
perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.Perjanjian Baru ini akan membayar harga satu kali untuk selama-lamanya dosa-dosa manusia :
* Ibrani 7:27
yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban. Maka korban yang telah dilaksanakan oleh Yesus Kristus, bukan seperti Perjanjian Lama yang mengharuskan pembayaran berulang-ulang dari domba atau binatang lain.
Allah berfiman pula dalam Pernjanjian Lama mengenai Mesias, Juruselamat yang akan melakukan penebusan dosa tersebut (dalam Perjanjian Baru). Seorang
Mesias yang bukan berasal dari Imamat Lewi, tetapi seorang yang sempurna yang berasal dari suku Yehuda yang akan menjadi Imam Besar. Orang yang sempurna itu adalah
Mesias, akan menjadi korban pengganti itu, dan yang akan membayar sekaligus harga sepenuhnya, sehingga Dialah Sang Imam Besar itu (Imam Mahdi) namun tidak dari garis keturunan Lewi sebagaimana dalam Tradisi Yahudi turun temurun, tetapi berdasarkan kesempurnaanNya sendiri (Baca Artikel :
Keimaman Melkisedek adalah typologi keimaman Yesus Kristus )
Orang-orang yang percaya dan beriman kepada
Sang Mesias ini, menerima bayaran penebusan dari hukuman dosanya, maka Allah akan menuliskan hukum Taurat dalam hati dan pikiran mereka, dan Allah dapat menyalurkan belas kasihanNya sepenuhnya kepada orang-orang yang percaya, karena tuntutan keadilanNya ("upah dosa adalah maut") telah dipenuhi oleh Yesus Kristus sebagai
korban sembelihan diatas kayu salib. Oleh sebab itu semua orang yang percaya kepadaNya, kini dapat menghampiri Allah, karena Allah ingin memiliki hubungan intim dengan ciptaanNya (Kejadian 3:8-11), tetapi hanya dosalah yang menghalangi itu terjadi.
Kalau membaca seluruh Perjanjian Lama dengan teliti, hal ini dapat dimengerti. Semua isi Alkitab memang berguna, termasuk semua penjelasan tentang
sistem korban sembelihan. Namun, Allah juga berjanji untuk membuat Perjanjian Baru dengan umatNya yaitu bahwa korban hewan yang kurang sempurna akan diganti dengan korban sempurna yang membawa keselamatan bagi semua orang yang percaya kepdaNya :
* Galatia 3:19-25
3:19 Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran -- sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu -- dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.
3:20 Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu.
3:21 Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.
3:22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.
3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.
3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. * Ibrani 9:11-28
9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, -- artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.
9:16 Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu.
9:17 Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup.
9:18 Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah.
9:19 Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat,
9:20 sambil berkata: "Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu."
9:21 Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah.
9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
9:23 Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu.
9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.
9:25 Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.
9:26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.
9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. Banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang menggambarkan
Sang Mesias yang datang dengan membawa Perjanjian Baru. Dalam hal ini, Allah menjadikan Yesus "
sebagai korban penebusan dosa" dan dikatakann :
* Yesaya 53:4-5
53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. dan bacalah pasal 53 ini seluruhnya.
Anda dapat saja membayar harga dosa-dosa Anda – harganya adalah maut yang kekal. Dengan kata lain, Anda akan mati debagai bayaran atas dosa-dosa Anda dan masuk ke api jahanam neraka yang kekal. Atau, akrena kasih Allah, Anda dapat meminta
Sang Mesias untuk membayarkan harga tersebut sebagai pengganti bagi Anda. Inilah yang akan membuat Anda berdamai dengan Allah. Allah akan mengizinkan Anda masuk
Surga yang kekal karena keadilanNya sudah dipuaskan. Yohanes Pembabtis telah berseru ketika ia melihat Yesus
Sang Mesias sbb :
* Yohanes 1:29
LAI Terjemahan Baru (TB),
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." King James Version (KJV),
The next day John seeth Jesus coming unto him, and saith, Behold the Lamb of God, which taketh away the sin of the world. Textus Receptus (TR),
τη επαυριον βλεπει ο ιωαννης τον ιησουν ερχομενον προς αυτον και λεγει ιδε ο αμνος του θεου ο αιρων την αμαρτιαν του κοσμουTranslit. interlinear,
tê epaurion {pada hari yang berikut} blepei {ia melihat} iôannês {Yohanes} ton iêsoun {Yesus} erkhomenon {datang} pros {kepada} auton {dia} kai {dan} legei {berkata} ide {inilah} ho amnos {Anak Domba} tou theou {Allah} ho airôn {yang menanggung/ menyingkirkan} tên amartian {dosa} tou kosmou {dunia}Melalui korban kematianNya, sistem pengorbanan lama yang mengorbankan binatang secara terus-menerus menjadi tidak berlaku karena sudah digenapi.
Rasul Yohanes juga mengatakan :
* Yohanes 3:36
Barangsiapa percaya kepada Anak (Yesus), ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." Pengikut-pengikut Yesus telah berjalan dalam "Janji yang Baru" dan yakin bahwa darah Yesus telah menebus segala dosa mereka. Mereka tidak hidup dibahwah "Janji Lama" yang dibuat Allah dengan orang-orang Israel di Gunung Sinai. Di dalam hidup di bawah “Janji Baru" ini, para pengikut Yesus tetap memiliki hukum yang mengatur. Isinya tetap berhubungan dengan apa yang tertulis dalam perjanjian Lama, tetapi tentunya dalam konteks yang baru, yaitu
yang telah digenapi di dalam Yesus Kristus. Jadi, jelas ada kesinambungan, penyingkapan dan pembaharuan dari kedua "janji" tersebut – yang baru dan yang lama. Dengan demikian jelas bahwa Kitab Suci bermanfaat untuk dipelajari, untuk mengetahui darimana kita berasal dan kemana kita akan pergi.
Catatan :
Paralel dengan isu yang ditampilkan Shabbir diatas, tidakkah Al~Qur'an terang-terangan memposisikan Yesus sebagai legislatif, pembuat undang-undang Ilahi? Sebab siapakah Dia yang boleh menjungkir-balikkan Hukum Allah, "yang haram menjadi halal" (Reff.
Sura 3:49-50). Dan karena Islam menolak konsep penebusan dosa dengan darah, maka bagaimanakah teologi Islam harus memberi jawaban terhadap kontradiksi sifat-sifat Allah yang Mahakasih (yang mengampuni setiap dosa umatNya) dan sekaligus Mahaadil (yang menghukum dosa, dan tidak bisa mengampuni saja tanpa ada harga yang dibayar, karena setiap dosa harus dihukum demi keadilanNya). Hanya konsep substitusilah (penebusan oleh korban pengganti) yang dapat menjebatani ketegangan antara KasihNya dan AdilNya Allah).
Sumber :
Jay Smith, Alex Chowdhry, Toby Jepson, James Schaeffer, 101 Contradictions in the Bible Cleared Up