SarapanPagi Biblika

Bible Study / Christian Library
It is currently Mon Sep 06, 2010 11:22 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 2 posts ] 
Author Message
 Post subject: Kitab-Kitab Apokrif
PostPosted: Thu Jun 15, 2006 11:06 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6490
Kitab-Kitab Apokrif


(Bahasa Yunani: terselubung, rahasia). Dalam percakapan katolik sehari-hari dimaksud: Kitab-kitab Yahudi dan Kristen purba yang tidak masuk dalam daftar kanon (di dalam theologi protestan disebut: "pseudo-epigraf"). Sebagian kitab-kitab Apokrif. menunjukkan kesamaan-kesamaan tertentu dengan kitab-kitab kanonik. Sebagian dari tulisan itu diwariskan dengan nama seorang penulis dari KITAB SUCI. Penemuan baru di Kumran dan Nag Hamadi telah memperganda bahan-bahan Apokrif.

Apokrif PERJANJIAN LAMA , abad 2 sebelum masehi. sampai abad 1 sesudah masehi. Apokrif cerita-cerita. Sebagian besar mempunyai sifat legenda. Cerita-cerita itu bagi pengertian penulis maupun bagi zamannya sangat memperkaya pandangan. Titel: Kitab Yubile, Mekrad Yesaya, Wahyu Musa, Surat Aristeas, Prolog untuk Sir., Yusuf dan Asenat, 3Esr, 3Mak.

Apokrif Didaktik. Sebagian dipengaruhi pandangan ethis PERJANJIAN LAMA Titel: Surat-surat wasiat ke 12 Patriarka, Mazm 15:1, Mazmur-mazmur Salomo, 4 Mak.

Apokrif apokaliptis. Saksi-saksi Apokaliptik Yahudi dan eskatologi. Titel: 1 Kitab Henokh, 4 Esr, Syr Barukh, Wasiat Abraham, Sibilina.

Apokrif. PERJANJIAN BARU sejak abad 2 sesudah masehi Injil-injil Apokrif.
Yang dimaksud untuk mengisi lubang-lubang dalam penyajian injil kanonik. Dalam pengertian-pengertian theologisnya nampak adanya asal-usul gnostik. Titel: Injil untuk orang Ibrani untuk orang Mesir, untuk orang Ebiniom, Proto-injil Yakobus, Injil Thomas.

Kisah-kisah Apokrif. yang menceritakan secara panjang-lebar mukjijat dan perjalanan para Rasul. Sering ada kecenderungan ajaran bidaah. Titel: Kisah Petrus, Paulus, Andreas, Yohanes, Barnabas.

Surat-surat Apokrif. sebagian dimaksudkan sebagai semacam pengakuan privilelsi semu bagi gereja-gereja tertentu. Sebagian lagi dimaksudkan menjadi pengganti surat-surat Paulus yang hilang. Titel: Surat kepada umat di Laodisea, surat bagi umat di Aleksandria, surat-surat dari dan untuk orang-orang Korintus.

Wahyu-wahyu Apokrif merupakan wahyu-wahyu yang menjanjikan suatu masa depan yang lebih baik. Titel: Why Petrus, Paulus, Yohanes dan Wahy. Maria.


KITAB-KITAB MAKABE

Memberitakan perlawanan Yudaisme terhadap Helenisme. Kitab-kitab itu tidak memberikan rangkaian peristiwa yang berlangsung dari 1Mak menuju 2Mak, melainkan hanya menguraikan kedua-duanya dalam periode waktu yang sama (1 Makabe 175-135; 2 Makabe 175-161 sebelum masehi.).

Kitab Makabe yang pertama. Kini tinggal naskah berbahasa Yunani yang masih tersimpan. Naskah itu jelas merupakan sebuah terjemahan dari bahasa Aram (atau Ibrani?). Sebuah pemenggalan yang datang secara tidak terduga dalam 1 Makabe 16:22 meninggalkan kesan, bahwa penulis asli belum menyelesaikan karyanya waktu naskah itu tiba pada tangan seorang redaktur. Pada kitab 1Mak dimasukkan sejumlah besar dokumen dan surat-surat (Misalnya: 1 Makabe 5:10-13; 8:23-32; 1 Makabe 10:18-20,25,45). Dokumen-dokumen itu pada umumnya cocok dengan hubungan diplomatik pada waktu itu dan penyelidikan-penyelidikan baru mengenai sejarah di zaman itu nampak cocok pula dengannya, sehingga dokumen-dokumen tadi boleh dipandang asli. Ketetapan topografis, maupun petunjuk-petunjuk kronologisnya tahan semua kritik, sehingga membuktikan pula, bahwa dokumen-dokumen dan surat-surat tersebut di atas adalah benar. Sumber lain yang nampaknya dipakai adalah sebuah kronik raja-raja Seleukid dan sebuah "riwayat hidup Yudas". Boleh jadi kitab 1 Makabe. dimaklumkan pada sekitar tahun 100 sebelum masehi. Penulis kitab nampaknya seorang Yahudi terpelajar dari Yerusalem. Sekaligus ia adalah seorang pengagum dinasti Hasmonit. Sikap penulis kitab Makabe ini lebih mengungkapkan sikap propaganda. Di dalam pandangan penulis nampak, bahwa perang Makabe adalah sebuah kejadian pergerakan dunia (hal mana misalnya nampak pada: jumlah pasukan musuh yang luar-biasa banyaknya). Banyak eksegit mengatakan, bahwa 1 Makabe adalah sebuah tulisan profan tanpa nilai theologis. Orang tidak menemukan adanya hubungan yang akrab antara Allah dan manusia, yang menjadi ciri khas Kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya ( Nama Tuhan sama sekali tidak muncul dalam seluruh Kitab). Sebaliknya undang-undang Musa memperoleh suatu tempat utama: Semangat yang berani dan jujur terhadap hukum membimbing pada kebahagiaan dan kesejahteraan (terutama : 1 Makabe 14:1-15).

Kitab Kedua diterbitkan dalam bahasa Yunani. Penulis yang tidak kita kenal bermaksud meringkas karya bercabang lima dari orang tertentu yang bernama Yason dari Kirene. Boleh jadi Yason telah menyelesaikan pekerjaannya sebelum tahun 161. Kitab 2 Makabe sendiri barangkali ditulis pada tahun 124 sebelum masehi. ( soal Surat pada 2 Makabe 1:1-10). Kitab ini adalah sebuah bukti khas dari penulisan sejarah yang ditulis dengan penuh pathos ( susunan kalimat, laporan jumlah perhitungan yang dibesar-besarkan, pelepasan-pelepasan caci-makian melawan para musuh kemurnian agama Yahudi), yang menggunakan segala cara untuk menggerakkan fantasi dan perasaan pembaca. Meskipun demikian kitab 2 Makabe secara relatif masih mempunyai nilai sejarah yang besar. Kitab 1 Makabe menekankan kegiatan pribadi manusia untuk mendapatkan kebahagiaan, sedangkan kitab 2Mak mengutamakan tekanan akan kepentingan doa memperoleh bantuan surgawi yang tidak bisa diabaikan. Kecuali itu hidup setelah kematian memegang peran yang besar (2 Makabe 7; 14:16; 15:11-16).

Kitab 3 Makabe dan 4 Makabe adalah kitab-kitab apokrif. Kitab 3 Makabe membicarakan sebuah pengejaran terhadap bangsa Yahudi di Mesir (akhir abad 3 sebelum masehi.). Ceritanya penuh gairah rasa (nampaknya ditulis pada abad 1 sebelum masehi.). Mungkin sekali cerita itu berakar pada sebuah inti sejarah. Kitab 4 Makabe adalah sebuah karya yang ditulis dalam bentuk ajaran, yang memperbincangkan kekuasaan tertinggi pada akal-pikiran yang dijiwai kesalehan atas perasaan atau nafsu. Diperkirakan, bahwa naskah itu ditulis dalam bahasa Yunani pada awal tahun perhitungan kristen.



Kitab Tobias


Adalah sebuah kitab deutero-kanonik, yang ditulis sekitar tahun 200 Sebelum masehi. (Barangkali dalam bahasa Aram) dan beredar dalam berbagai susunan. Tobias adalah seorang keturunan Naftali yang setia pada hukum dan dibuang ke Niniwe pada zaman pemerintahan Salmanazar V (726-722). Ia bisa menanjak menjadi orang terpandang di situ dan menjadi kaya. Oleh karena ia mengubur orang-orang Yahudi yang dibunuh oleh Sanherib (705-681), maka ia harus mengungsi. Tetapi lalu pulang kembali dari pengungsian pada zaman Asarhadon (681-668). Ia menjadi buta dan berharap minta mati kepada Tuhan ( Tobias 1-3:6). Pada saat yang sama Sara di Ekbatana, puteri kemenakannya Raguel, juga minta mati kepada Tuhan, sebab orang menuduhnya menjadi penyebab kematian ketujuh orang suaminya. Mereka sebenarnya telah dibunuh oleh suatu roh jahat. Allah memutuskan untuk mengirim malaikat Rafael agar menolong Tobias dan Sara ( Tobias 3:7-17). Putera Tobias juga diberi nama Tobias. Ia pergi dengan ditemani Rafael ke Ekbatana. Di sungai Tigris ia menangkap seekor ikan besar. Atas nasihat Rafael, jantung dan hati ikan dipakainya untuk mengenyahkan roh jahat dan Tobias mengawini Sara. Ia pulang kembali ke Niniwe dan menyembuhkan kebutaan ayahnya dengan empedu ikan ( Tobias 4:1-14:15).

Jenis sastra kitab. "Novel" yang penuh seni ini menegangkan. Mendekati hidup sehari-hari dan ditulis dengan perasaan kejiwaan yang mendalam. Tulisan itu kaya akan Parenese, doa-doa, pujian-pujian, sebaliknya juga kaya akan motif-motif dongeng (malam perkawinan), legenda dan folklore. Soal kepercayaan terhadap roh jahat dan ajaran tentang malaikat diabdikan pada ide penulis. Tema utama adalah penyelenggaraan Allah atas orang-orang saleh. Barang siapa memenuhi hukum, berdoa dan melakukan kasih terhadap sesama, ia dikasihi oleh Tuhan. Penderitaannya adalah sebuah percobaan. Sampai detik ini masih belum bisa dipastikan, apakah kitab itu berdasar pada peristiwa-peristiwa sejarah.


Talmud.


Talmud. (Bahasa Ibrani: ajaran, studi, keadaban). Sebutan bagi - Misyna dan Gemara (diskusi-diskusi orang-orang Amori perihal Misyna) bersama-sama. Orang membedakan Talmud yang kuno yang berasal dari Palestina (Yerusalem) yang timbul dari sekolah-sekolah para ahli Palestina. Talmud Palestina itu penting, terutama untuk ilmu pengetahuan sejarah. Talmud Palestina dibedakan dari Talmud Babilon dari diaspora, yang diselesaikan di sekitar tahun 500 sesudah masehi Talmud Babilon sampai kini masih menggariskan praksis hidup Yahudi. Talmud itu bukan hanya berisikan aturan dan perintah bagi segala situasi dalam hidup (Halakha), tetapi memuat pula uraian Alkitab, Amsal kebijaksanaan, cerita pendek dan uraian ilmiah (Hagada). Talmud adalah sebuah kitab untuk kehidupan yang memungkinkan Yudaisme bisa hidup lebih lanjut sampai masa kini.


Kitab Sirakh


Kitab Suci yang deuterokanonis dikenal dengan berbagai nama: Bahasa Ibrani: "Amsal-amsal Yesus Putera Sirakh", bahasa Yun.: "Kebijaksanaan Sirakh", di antara orang kristen yang berbahasa latin "Ecclesisticus" (Kitab Gereja). Kitab itu termasuk bilangan - sastera kebijaksanaan. Orang membaginya dalam dua bagian:

(1) Sebuah kumpulan nasihat dan amsal ( Sirakh 1:1-42:14) yang membagi tema pandangan hidup religius dan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan banyak kecocokannya dengan Kitab Amsal.

(2) Sebuah pujian terhadap kebijaksanaan ( Sirakh 42:15-43:33), "Memuji kemuliaan para Bapa bangsa" ( Sirakh 44:1-50:26), kata penutup dan lampiran ( Sirakh 50:27-51:30). - Yang paling sering timbul di situ adalah bait ( dua garis) pengenal (sering diperluas menurut baitnya dalam hal penjelasan-penjelasannya). Di situ kebijaksanaan itu bukanlah hanya sebuah sifat religius yang diberikan oleh Tuhan, tetapi juga merupakan sifat atau milik dari pada .Tuhan sendiri (menjadi hypostasi: bab 24). Meskipun ada pengaruh filsafat Yunani, namun soal kebijaksanaan hidup dan soal moral utilitaris kurang ditekankan daripada sikap religius susila: pengendalian diri pribadi, kemurnian, kesederhanaan, kecermetan, suka membantu, derma, semangat berkorban dan berdoa. - Naskah asli dari Yesus Sirakh itu berbahasa Ibrani yang diperkirakan timbul sekitar tahun 180 sebelum masehi. ( Sirakh 50:1-24 dimaksudkan Imam Agung Simon II; kekacauan di bawah Antiokhus IV Epifanes [175-164] masih belum terjadi). Kemudian timbul terjemahan dalam bahasa Yunani yang pertama ( prolog) yang terjadi segera setelah tahun 132 sebelum masehi. Sampai pada tahun 1896 orang hanya mengenal naskah Yunani dan Siria. Kemudian orang temukan di dalam - Genisa dari Kairo, - di waktu berikut juga di - Kumran dan di dalam salah satu Kasemat dari - Masada -, fragmen-fragmen manuskrip berbahasa Ibrani, yang memperlihatkan ketidak-tepatan maupun salah tangkap daripada terjemahan-terjemahan itu.

KANONISITAS. Kitab Sirakh adalah sebuah buku ajaran filsafat hidup yang praktis, yang disusun dari harta tradisi dalam agama Israel oleh pembuatnya. Kitab Sirakh beberapa kali dikutip dalam Talmud, tetapi tidak dimasukkan ke dalam - Kanon Yahudi. Bagi Gereja Katolik kanonisitasnya baru disahkan pada konsili Trente. Pihak Alkitab protestan memasukkan Kitab Sirakh ini dalam golongan Kitab-kitab Apokrif.




Disalin dari tulisan Herbert Haag
http://www.sanggaralkitab.8m.com/Apokrif.html


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Jun 15, 2006 11:10 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6490
From :http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=1576#1576

TANYA :

gmn menurut BP, apakah kitab tambahan di Bible katolik itu tidak melanggar Firman Tuhan ? kalo ga salah ada tulisan jangan menambahkan Firman yang ada deh.. gue lupa dimana, kalo ga salah wahyu



JAWAB :

Kita lebih baik tidak menuduh demikian, sebab sistem kanon yang dipergunakan berbeda; Umat Katolik menggunakan semua kitab yang ada dalam Septuaginta. Kalangan Protestan tidak memakai semua kitab yang ada dalam Septuaginta karena ada bagian-bagiannya yang tidak lulus kanonisasi kalangan Yudaisme.

Alkitab Perjanjian Lama kalangan Protestan sesuai dengan kanonisasi kalangan Yudaisme :

TANAKH IBRANI

A. TORAH (Taurat)

1. BERESYIT ("pada mulanya", Kejadian)
2. SYEMOT ("nama-nama", Keluaran)
3. VAYIQRA ("dan Dia memanggil", Imamat)
4. BEMIDBAR ("di padang gurun", Bilangan)
5. DEVARIM ("perkataan-perkataan", Ulangan)

B. NEVI'IM (Nabi-nabi)

1. NEVI'IM RISYONIM (Nabi-nabi pertama)

a. YEHOSYUA' (Yosua)
b. SYOFETIM (Hakim-hakim)
c. SYEMU'EL (1 & 2 Samuel)
d. MELAKHIM (1 & 2 Raja-raja)

2. NEVI'IM AKHARONIIM (Nabi-nabi kemudian)

a. YESYA'YAHU (Yesaya)
b. YIRMEYAHU (Yeremia)
c. YEKHEZQ'EL (Yehezkiel)
d. TREI ASAR (Dua belas), terdiri atas satu kitab

- HOSYEA' (Hosea)
- YO'EL (Yoel)
- 'AMOS (AMOS)
- 'OVADYAH (Obaja)
- YONAH (Yunus)
- MIKHAH (Mikha)
- NAKHUM (Nahum)
- KHABAQUQ (Habakuk)
- TSEFANYAH (Zefanya)
- KHAGAI (Hagai)
- ZEKHARYAH (Zakharia)
- MAL'AKHI (Maleakhi)

C. KETUVIM (Tulisan-tulisan)

1. TEHILIM (Mazmur)
2. MISYLEI (Amsal)
3. 'IYOV (Ayub)
4. SYIR HASYIRIM (Kidung Agung)
5. RUT (Rut)
6. 'EYKHAH (Ratapan)
7. QOHELET (Pengkhotbah)
8. 'ESTER (Ester)
9. DANI'EL (Daniel)
10. 'EZRA'-NEKHEMYAH (Ezra-Nehemia)
11. DIVREY HAYAMIM (1 & 2 Tawarikh)


-----------------------------------------------------

SEPTUAGINTA


Septuaginta bukan hanya berisikan kitab-kitab Tanakh, tetapi juga
memuat literatur Yunani lain yang dikenal sebagai 'apokrifa
Perjanjian Lama'.

Berikut ini nama-nama kitab dalam Septuaginta dan terjemahannya dalam
bahasa Indonesia:

GENESIS, Kejadian
EXODOS, Keluaran
LEUITIKON, Imamat
ARITHMOI, Bilangan
DEUTERONOMION, Ulangan
IESOUS NAUE, Yosua (bin Nun)
KRITAI, Hakim-hakim
ROUTH, Rut
BASILEION ALPHA, 1 Samuel
BASILEION BETA, 2 Samuel
BASILEION GAMMA, 1 Raja-raja
BASILEIÔN DELTA, 2 Raja-raja
PARALEIPOMENON ALPHA, 1 Tawarikh
PARALEIPOMENON BETA, 2 Tawarikh
ESDRAS ALPHA, 1 Esdras *)
ESDRAS BETA, Ezra
NEEMIAS, Nehemia
ESTHER, Ester
IOUDITH Judit *)
TOBIT Tobit *)
MAKKABAION ALPHA, I Makabe *)
MAKKABAION BETA, 2 Makabe *)
MAKKABAION GAMMA, 3 Makabe *)
MAKKABAION DELTA, 4 Makabe *)
PSALMOI, Mazmur
ODAI (with PROSEUKHE MANASSE), Ode (dengan Doa Manasye) *)
PAROIMIAI, Amsal
EKKLESIASTES, Pengkhotbah
ASMA, Kidung Agung
IOB, Ayub
SOPHIA SALOMON, Kebijaksanaan Salomo *)
SOPHIA SEIRAKH, Kebijaksanaan Sirakh *)
OSEE, Hosea
IOEL, Yoel
AMOS, Amos
OBDIOU, Obaja
IONAS, Yunus
MIKHAIAS, Mikha
NAOUM, Nahum
AMBAKOUM, Habakuk
SOPHONIAS, Zefanya
AGGAIOS, Hagai
ZAKHARIAS, Zakharia
MALAKHIAS, Maleakhi
HESAIAS, Yesaya
IEREMIAS, Yeremia
BAROUKH, Barukh *)
THRENOI, Ratapan
EPISTOLE IEREMIOU, Surat kiriman Yeremia *)
IEZEKIEL, Yehezkiel
DANIEL (with TON TRION PAIDON AINESIS), Daniel (plus Doa Azarya dan
Kidung Tiga Anak Muda *)
SOSANNA, Susana *)
BEL KAI DRAKON, Bel dan Naga *)

Tanda *) adalah literatur Yunani di luar Tanakh Ibrani.

Alkitab Vulgata (terjemahan dalam bahasa Latin) menggunakan Septuaginta ini, dan dewasa ini Vulgata adalah Alkitab resmi kalangan Katolik.



--------------------------------------------------

Kemudian, selengkapnya mengenai penjelasan perbedaan jumlah kitab, biarlah yang berwenang saja menjelaskannya

dibawah ini kutipannya :

---------- mulai mengutip ----------

RE : Kanonika dan Dauterokanonika


Shalom!

Kami sudah membaca dengan seksama email Anda dan berterima kasih atas perhatian pada pekerjaan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Perkenankan kami mengawali penjelasan ini dengan ulasan singkat mengenai apa yang disebut 'kanon' dan sedikit mengenai sejarahnya. Kata 'kanon' semula berarti 'buluh' dan merupakan kata pinjaman dari bahasa Semit yang juga meminjamnya dari bahasa Sumer. Karena buluh dipakai utnuk mengukur maka akhirnya kata ini dipakai sebagak istilah yang berhubungan dengan pengukuran. Dalam hal kitab suci, kanon adalah sebuah istilah teknis yang berarti buku-buku yang dianggap bermuatan 'keilahian' dan dengan demikian dianggap layak masuk dalam Kitab Suci. Dalam hal Perjanjian Lama, ada dua kanon yang paling dikenal, yaitu kanon Ibrani dan kanon Yunani. Yang pertama menerima 39 kitab yang dalam ilmu Perjanjian Lama dikenal sebagai Torah, Nabi-nabi, dan Kitab-kitab. Kanon yang satu lagi, yaitu Kanon Yunani, selain 39 kitab ini memasukkan juga tambahan kitab-kitab lain. Tambahan kitab ini dalam Gereja Katolik dikenal sebagai kitab-kitab Deuterokanonika,
sedangkan 39 kitab yang lain dikenal sebagai Protokanonika. Konsili Trent (1546) dan Vatikan I (1870) memutuskan bahwa baik kitab Protokanonika maupun Deuterokanonika sama-sama memiliki kewibawaan sebagai kitab suci. Dalam Gereja Protestan kitab Deuterokanonika disebut Apokrifa (artinya: tersembunyi) dan tidak diterima sebagai bagian dari kanon. Sementara, dalam Gereja Katolik, Apokrifa sendiri adalah juga sebutan untuk kitab-kitab yang oleh gereja-gereja Protestan dikenal sebagai Pseudoepigrafa.

Sejarah kekristenan mencatat beberapa pandangan yang berbeda mengenai status Apokrifa atau Deuterokanonika. Luther misalnya, memandang Apokrifa sebagai kitab-kitab yang tidak kanonik, tapi berharga dan layak untuk dibaca. Itu sebabnya, dalam Alkitab terjemahannya yang berbahasa Jerman (1534), Luther menyertakan juga Apokrifa. Lain Luther, lain lagi Calvin, menurut reformatoris ini dan pengikutnya, kitab-kitab Apokrifa cenderung bersifat kontroversial dalam gereja, tidak memiliki wewenang keilahian, dan menjadi sumber pengajaran yang keliru. Untuk sedikit menjembatani perbedaan ini, Luther lalu menyusun Alkitab terjemahannya (1534) dengan menempatkan kitab-kitab Deuterokanonika di antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tidak lagi sebagai bagian dari Perjanjian Lama sebagaimana dalam Septuaginta. Praktik ini lalu diikuti oleh beberapa terbitan lain seperti The Coverdale Version dalam bahasa Inggris (1535), The Olivetan Bible dalam bahasa Perancis (1535), dan The Reins Valera Bible dalam bahasa Spanyol (1602). Sementara itu, yang mengikuti alur pikiran Calvin dan kawan-kawan tercermin dalam misalnya Confessio Belgica (1561) dan Westminster Confession (1647). Dua perbedaan pandangan ini mewarnai sejarah gereja-gereja Protestan dan pada gilirannya, ketika Lembaga Alkitab Sedunia (United Bible Societies) berdiri dengan diawali oleh kelahiran British and Foreign Bible Society (BFBS) pada tahun 1710 dualisme pandangan ini juga tercermin di dalamnya.

Hal ini misalnya tampak dalam anjuran BFBS yang menasihatkan cabang-cabangnya untuk tidak menyertakan Deuterokanonika dalam terjemahan maupun dalam terbitan mereka. Tetapi, dalam kenyataannya, beberapa cabang di Benua Eropa lebih memilih untuk melayani umat yang menginginkan adanya Alkitab dengan kitab-kitab Deuterokanonika di dalamnya. Bisa dikatakan, pada dekade-dekade selanjutnya lembaga-lembaga Alkitab di negara-negara Anglo-Saxon termasuk American Bible Society lebih menampakkan pengaruh reformasi.

Sementara di negara-negara dengan Lutheran sebagai gereja negara, Deuterokanonika diterjemahkan, diterbitkan, dan didistribusikan dengan tanpa keraguan sedikitpun. Pada dekade tahun 1960, sikap lembaga Alkitab makin pasti terhadap terbitan Deuterokanonika. Bersamaan dengan itu, melalui Konsili Vatikan II Gereja Katolik pun memutuskan untuk melayankan misa dalam bahasa nasional suatu negara.

Hal ini berarti mesti tersedia Alkitab dalam banyak bahasa yang penuturnya adalah umat Katolik. Melalui berbagai proses, lembaga-lembaga Alkitab yang tergabung dalam Lembaga Alkitab sedunia (UBS) lalu akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa adalah gereja yang menetapkan kanon dan bukan lembaga Alkitab. Dalam hal ini lembaga Alkitab memutuskan untuk tidak bersikap doktrinal dan sebaliknya melayani umat sesuai dengan kebutuhannya. Bagi umat yang menginginkan Deuterokanonika maka hal itu akan disediakan. Jadi, penerjemahan dan penerbitan yang berdasarkan pada permintaan. Selain itu juga diatur berbagai hal lain, di antaranya mengenai penempatan Deuterokanonika yang dalam Kanon Yunani ditempatkan sebagai bagian dari Perjanjian Lama maka sekarang diletakkan di antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Lembaga Alkitab Indonesia yang berdiri pada tahun 1954 juga mengambil sikap seperti ini dengan menempatkan Deuterokanonika sebagai bagian dari terbitan LAI untuk umat Katolik. Selain itu, Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Terjemahan Baru 1974, Bahasa Indonesia Sehari-hari 1985) berbahasa Indonesia juga tercatat sebagai salah satu dari sedikit terjemahan di dunia yang berstatus interconfessional, artinya diterima dan dipakai baik oleh gereja-gereja Protestan maupun Katolik. Sebagai sebuah lembaga penyedia Kitab Suci, tujuan LAI adalah melayani semua gereja, kelompok, dan orang yang membutuhkan Alkitab. LAI telah memilih untuk tidak memilih dengan tidak berpihak pada sebuah aliran. Karena, pelayanan kami ditujukan pada orang-orang yang memerlukan Alkitab. Merekalah yang menjadi perhatian utama LAI dan untuk itu kami harus mendahulukan mereka ketimbang memilih sebuah dogma atau doktrin yang cenderung mengikat.

Demikianlah penjelasan kami dan besar harapan kami semoga uraian ini memberi kejelasan.

Wassalam,

Neila G.M. Mamahit
Pjs. Kepala Departemen Penerjemahan LAI


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 2 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman