Kitab-Kitab Apokrif
(Bahasa Yunani: terselubung, rahasia). Dalam percakapan katolik sehari-hari dimaksud: Kitab-kitab Yahudi dan Kristen purba yang tidak masuk dalam daftar kanon (di dalam theologi protestan disebut: "pseudo-epigraf"). Sebagian kitab-kitab Apokrif. menunjukkan kesamaan-kesamaan tertentu dengan kitab-kitab kanonik. Sebagian dari tulisan itu diwariskan dengan nama seorang penulis dari KITAB SUCI. Penemuan baru di Kumran dan Nag Hamadi telah memperganda bahan-bahan Apokrif.
Apokrif PERJANJIAN LAMA , abad 2 sebelum masehi. sampai abad 1 sesudah masehi. Apokrif cerita-cerita. Sebagian besar mempunyai sifat legenda. Cerita-cerita itu bagi pengertian penulis maupun bagi zamannya sangat memperkaya pandangan. Titel: Kitab Yubile, Mekrad Yesaya, Wahyu Musa, Surat Aristeas, Prolog untuk Sir., Yusuf dan Asenat, 3Esr, 3Mak.
Apokrif Didaktik. Sebagian dipengaruhi pandangan ethis PERJANJIAN LAMA Titel: Surat-surat wasiat ke 12 Patriarka, Mazm 15:1, Mazmur-mazmur Salomo, 4 Mak.
Apokrif apokaliptis. Saksi-saksi Apokaliptik Yahudi dan eskatologi. Titel: 1 Kitab Henokh, 4 Esr, Syr Barukh, Wasiat Abraham, Sibilina.
Apokrif. PERJANJIAN BARU sejak abad 2 sesudah masehi Injil-injil Apokrif.
Yang dimaksud untuk mengisi lubang-lubang dalam penyajian injil kanonik. Dalam pengertian-pengertian theologisnya nampak adanya asal-usul gnostik. Titel: Injil untuk orang Ibrani untuk orang Mesir, untuk orang Ebiniom, Proto-injil Yakobus, Injil Thomas.
Kisah-kisah Apokrif. yang menceritakan secara panjang-lebar mukjijat dan perjalanan para Rasul. Sering ada kecenderungan ajaran bidaah. Titel: Kisah Petrus, Paulus, Andreas, Yohanes, Barnabas.
Surat-surat Apokrif. sebagian dimaksudkan sebagai semacam pengakuan privilelsi semu bagi gereja-gereja tertentu. Sebagian lagi dimaksudkan menjadi pengganti surat-surat Paulus yang hilang. Titel: Surat kepada umat di Laodisea, surat bagi umat di Aleksandria, surat-surat dari dan untuk orang-orang Korintus.
Wahyu-wahyu Apokrif merupakan wahyu-wahyu yang menjanjikan suatu masa depan yang lebih baik. Titel: Why Petrus, Paulus, Yohanes dan Wahy. Maria.
KITAB-KITAB MAKABE
Memberitakan perlawanan Yudaisme terhadap Helenisme. Kitab-kitab itu tidak memberikan rangkaian peristiwa yang berlangsung dari 1Mak menuju 2Mak, melainkan hanya menguraikan kedua-duanya dalam periode waktu yang sama (1 Makabe 175-135; 2 Makabe 175-161 sebelum masehi.).
Kitab Makabe yang pertama. Kini tinggal naskah berbahasa Yunani yang masih tersimpan. Naskah itu jelas merupakan sebuah terjemahan dari bahasa Aram (atau Ibrani?). Sebuah pemenggalan yang datang secara tidak terduga dalam 1 Makabe 16:22 meninggalkan kesan, bahwa penulis asli belum menyelesaikan karyanya waktu naskah itu tiba pada tangan seorang redaktur. Pada kitab 1Mak dimasukkan sejumlah besar dokumen dan surat-surat (Misalnya: 1 Makabe 5:10-13; 8:23-32; 1 Makabe 10:18-20,25,45). Dokumen-dokumen itu pada umumnya cocok dengan hubungan diplomatik pada waktu itu dan penyelidikan-penyelidikan baru mengenai sejarah di zaman itu nampak cocok pula dengannya, sehingga dokumen-dokumen tadi boleh dipandang asli. Ketetapan topografis, maupun petunjuk-petunjuk kronologisnya tahan semua kritik, sehingga membuktikan pula, bahwa dokumen-dokumen dan surat-surat tersebut di atas adalah benar. Sumber lain yang nampaknya dipakai adalah sebuah kronik raja-raja Seleukid dan sebuah "riwayat hidup Yudas". Boleh jadi kitab 1 Makabe. dimaklumkan pada sekitar tahun 100 sebelum masehi. Penulis kitab nampaknya seorang Yahudi terpelajar dari Yerusalem. Sekaligus ia adalah seorang pengagum dinasti Hasmonit. Sikap penulis kitab Makabe ini lebih mengungkapkan sikap propaganda. Di dalam pandangan penulis nampak, bahwa perang Makabe adalah sebuah kejadian pergerakan dunia (hal mana misalnya nampak pada: jumlah pasukan musuh yang luar-biasa banyaknya). Banyak eksegit mengatakan, bahwa 1 Makabe adalah sebuah tulisan profan tanpa nilai theologis. Orang tidak menemukan adanya hubungan yang akrab antara Allah dan manusia, yang menjadi ciri khas Kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya ( Nama Tuhan sama sekali tidak muncul dalam seluruh Kitab). Sebaliknya undang-undang Musa memperoleh suatu tempat utama: Semangat yang berani dan jujur terhadap hukum membimbing pada kebahagiaan dan kesejahteraan (terutama : 1 Makabe 14:1-15).
Kitab Kedua diterbitkan dalam bahasa Yunani. Penulis yang tidak kita kenal bermaksud meringkas karya bercabang lima dari orang tertentu yang bernama Yason dari Kirene. Boleh jadi Yason telah menyelesaikan pekerjaannya sebelum tahun 161. Kitab 2 Makabe sendiri barangkali ditulis pada tahun 124 sebelum masehi. ( soal Surat pada 2 Makabe 1:1-10). Kitab ini adalah sebuah bukti khas dari penulisan sejarah yang ditulis dengan penuh pathos ( susunan kalimat, laporan jumlah perhitungan yang dibesar-besarkan, pelepasan-pelepasan caci-makian melawan para musuh kemurnian agama Yahudi), yang menggunakan segala cara untuk menggerakkan fantasi dan perasaan pembaca. Meskipun demikian kitab 2 Makabe secara relatif masih mempunyai nilai sejarah yang besar. Kitab 1 Makabe menekankan kegiatan pribadi manusia untuk mendapatkan kebahagiaan, sedangkan kitab 2Mak mengutamakan tekanan akan kepentingan doa memperoleh bantuan surgawi yang tidak bisa diabaikan. Kecuali itu hidup setelah kematian memegang peran yang besar (2 Makabe 7; 14:16; 15:11-16).
Kitab 3 Makabe dan 4 Makabe adalah kitab-kitab apokrif. Kitab 3 Makabe membicarakan sebuah pengejaran terhadap bangsa Yahudi di Mesir (akhir abad 3 sebelum masehi.). Ceritanya penuh gairah rasa (nampaknya ditulis pada abad 1 sebelum masehi.). Mungkin sekali cerita itu berakar pada sebuah inti sejarah. Kitab 4 Makabe adalah sebuah karya yang ditulis dalam bentuk ajaran, yang memperbincangkan kekuasaan tertinggi pada akal-pikiran yang dijiwai kesalehan atas perasaan atau nafsu. Diperkirakan, bahwa naskah itu ditulis dalam bahasa Yunani pada awal tahun perhitungan kristen.
Kitab Tobias
Adalah sebuah kitab deutero-kanonik, yang ditulis sekitar tahun 200 Sebelum masehi. (Barangkali dalam bahasa Aram) dan beredar dalam berbagai susunan. Tobias adalah seorang keturunan Naftali yang setia pada hukum dan dibuang ke Niniwe pada zaman pemerintahan Salmanazar V (726-722). Ia bisa menanjak menjadi orang terpandang di situ dan menjadi kaya. Oleh karena ia mengubur orang-orang Yahudi yang dibunuh oleh Sanherib (705-681), maka ia harus mengungsi. Tetapi lalu pulang kembali dari pengungsian pada zaman Asarhadon (681-668). Ia menjadi buta dan berharap minta mati kepada Tuhan ( Tobias 1-3:6). Pada saat yang sama Sara di Ekbatana, puteri kemenakannya Raguel, juga minta mati kepada Tuhan, sebab orang menuduhnya menjadi penyebab kematian ketujuh orang suaminya. Mereka sebenarnya telah dibunuh oleh suatu roh jahat. Allah memutuskan untuk mengirim malaikat Rafael agar menolong Tobias dan Sara ( Tobias 3:7-17). Putera Tobias juga diberi nama Tobias. Ia pergi dengan ditemani Rafael ke Ekbatana. Di sungai Tigris ia menangkap seekor ikan besar. Atas nasihat Rafael, jantung dan hati ikan dipakainya untuk mengenyahkan roh jahat dan Tobias mengawini Sara. Ia pulang kembali ke Niniwe dan menyembuhkan kebutaan ayahnya dengan empedu ikan ( Tobias 4:1-14:15).
Jenis sastra kitab. "Novel" yang penuh seni ini menegangkan. Mendekati hidup sehari-hari dan ditulis dengan perasaan kejiwaan yang mendalam. Tulisan itu kaya akan Parenese, doa-doa, pujian-pujian, sebaliknya juga kaya akan motif-motif dongeng (malam perkawinan), legenda dan folklore. Soal kepercayaan terhadap roh jahat dan ajaran tentang malaikat diabdikan pada ide penulis. Tema utama adalah penyelenggaraan Allah atas orang-orang saleh. Barang siapa memenuhi hukum, berdoa dan melakukan kasih terhadap sesama, ia dikasihi oleh Tuhan. Penderitaannya adalah sebuah percobaan. Sampai detik ini masih belum bisa dipastikan, apakah kitab itu berdasar pada peristiwa-peristiwa sejarah.
Talmud.
Talmud. (Bahasa Ibrani: ajaran, studi, keadaban). Sebutan bagi - Misyna dan Gemara (diskusi-diskusi orang-orang Amori perihal Misyna) bersama-sama. Orang membedakan Talmud yang kuno yang berasal dari Palestina (Yerusalem) yang timbul dari sekolah-sekolah para ahli Palestina. Talmud Palestina itu penting, terutama untuk ilmu pengetahuan sejarah. Talmud Palestina dibedakan dari Talmud Babilon dari diaspora, yang diselesaikan di sekitar tahun 500 sesudah masehi Talmud Babilon sampai kini masih menggariskan praksis hidup Yahudi. Talmud itu bukan hanya berisikan aturan dan perintah bagi segala situasi dalam hidup (Halakha), tetapi memuat pula uraian Alkitab, Amsal kebijaksanaan, cerita pendek dan uraian ilmiah (Hagada). Talmud adalah sebuah kitab untuk kehidupan yang memungkinkan Yudaisme bisa hidup lebih lanjut sampai masa kini.
Kitab Sirakh
Kitab Suci yang deuterokanonis dikenal dengan berbagai nama: Bahasa Ibrani: "Amsal-amsal Yesus Putera Sirakh", bahasa Yun.: "Kebijaksanaan Sirakh", di antara orang kristen yang berbahasa latin "Ecclesisticus" (Kitab Gereja). Kitab itu termasuk bilangan - sastera kebijaksanaan. Orang membaginya dalam dua bagian:
(1) Sebuah kumpulan nasihat dan amsal ( Sirakh 1:1-42:14) yang membagi tema pandangan hidup religius dan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan banyak kecocokannya dengan Kitab Amsal.
(2) Sebuah pujian terhadap kebijaksanaan ( Sirakh 42:15-43:33), "Memuji kemuliaan para Bapa bangsa" ( Sirakh 44:1-50:26), kata penutup dan lampiran ( Sirakh 50:27-51:30). - Yang paling sering timbul di situ adalah bait ( dua garis) pengenal (sering diperluas menurut baitnya dalam hal penjelasan-penjelasannya). Di situ kebijaksanaan itu bukanlah hanya sebuah sifat religius yang diberikan oleh Tuhan, tetapi juga merupakan sifat atau milik dari pada .Tuhan sendiri (menjadi hypostasi: bab 24). Meskipun ada pengaruh filsafat Yunani, namun soal kebijaksanaan hidup dan soal moral utilitaris kurang ditekankan daripada sikap religius susila: pengendalian diri pribadi, kemurnian, kesederhanaan, kecermetan, suka membantu, derma, semangat berkorban dan berdoa. - Naskah asli dari Yesus Sirakh itu berbahasa Ibrani yang diperkirakan timbul sekitar tahun 180 sebelum masehi. ( Sirakh 50:1-24 dimaksudkan Imam Agung Simon II; kekacauan di bawah Antiokhus IV Epifanes [175-164] masih belum terjadi). Kemudian timbul terjemahan dalam bahasa Yunani yang pertama ( prolog) yang terjadi segera setelah tahun 132 sebelum masehi. Sampai pada tahun 1896 orang hanya mengenal naskah Yunani dan Siria. Kemudian orang temukan di dalam - Genisa dari Kairo, - di waktu berikut juga di - Kumran dan di dalam salah satu Kasemat dari - Masada -, fragmen-fragmen manuskrip berbahasa Ibrani, yang memperlihatkan ketidak-tepatan maupun salah tangkap daripada terjemahan-terjemahan itu.
KANONISITAS. Kitab Sirakh adalah sebuah buku ajaran filsafat hidup yang praktis, yang disusun dari harta tradisi dalam agama Israel oleh pembuatnya. Kitab Sirakh beberapa kali dikutip dalam Talmud, tetapi tidak dimasukkan ke dalam - Kanon Yahudi. Bagi Gereja Katolik kanonisitasnya baru disahkan pada konsili Trente. Pihak Alkitab protestan memasukkan Kitab Sirakh ini dalam golongan Kitab-kitab Apokrif.
Disalin dari tulisan Herbert Haag
http://www.sanggaralkitab.8m.com/Apokrif.html