It is currently Mon Aug 31, 2015 9:29 am

SarapanPagi Biblika

Bible Study / Christian Library

KESELAMATAN : Status Khusus Orang Yahudi dalam PB

User avatar
 
Posts: 11006
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

KESELAMATAN : Status Khusus Orang Yahudi dalam PB

Post by BP » Wed May 23, 2007 10:41 am

KESELAMATAN :
Status Khusus Orang Yahudi dalam Perjanjian Baru




Baik teologi dan tafsiran dari Agama Roma Katolik, ataupun dari golongan Reformasi, Fundamentalisme, Injili, bahkan dari Modernisme, umumnya mengakui bahwa orang Yahudi mempunyai status dan keselamatan khusus dalam Perjanjian Baru. Mereka berkesimpulan demikian karen a Allah telah mengadakan perjanjian yang kekal dengan Abraham, Ishak, Yakub dan Daud. Allah tidak berubah untuk selama-lamanya, oleh sebab itu perjanjian yang diadakan-Nya dengan manusia pun tidak akan berubah. Firman Allah itu tetap untuk selama-lamanya. Ayat-ayat Alkitab yang mereka gunakan adalah:
Kejadian 13:14-17; 17:1-8; 26:1-6; 28:13-15;
Keluaran 2:24-25; 3:14-22; 32:11-14; 33:1;
2 Samuel 7:4-17;
Mazmur 89:19-37;
dan sebagainya.

Memang benar, Allah telah mengikat perjanjian yang kekal dengan bangsa Yahudi, Allah memilih bangsa Yahudi menjadi umat pilihan-Nya, dan memberikan pemeliharaan dan keselamatan khusus bagi mereka, Allah juga disebut sebagai Allah orang Israel atau Allah orang Ibrani (Keluaran 3:6, 15-18; 5:1 dan sebagainya).

Perjanjian Baru mencatat: Tuhan Yesus lahir di dunia, dengan darah-Nya yang kudus Ia mendirikan perjanjian yang baru. Apakah artinya? Yang memegang pandangan bahwa orang Yahudi tetap memiliki status dan keselamatan khusus, adalah mereka yang memegang Roma 9-10 (khususnya Roma 11:25,26), yang menekankan bahwa akhirnya seluruh Israel akan diselamatkan. Pulihnya Kerajaan Israel, kebangunan Agama Yahudi, dan kembalinya bangsa Israel dari seluruh pelosok dunia ke tanah perjanjian menjadi catatan penting dan fokus nubuat dalam eskatologi rnereka.

Selama ini banyak orang beranggapan pengajaran tersebut adalah mutlak benar dan merupakan kepercayaan ortodoks gereja. Karena teori itulah yang banyak diajarkan dalam beberapa aliran Kristiani, dan yang disampaikan buku-buku teologi dan tafsiran yang banyak beredar

Namun banyak juga kita temui bahwa ada sebagian tradisi yang belum tentu doktrin yang diajarkan Alkitab, tetapi berdasarkan subjektivitas dan ide pribadi, atau latar belakang sejarah tertentu dan isme suatu suku bangsa, bahkan dengan pikiran filsafat non kristen, dan doktrin agama lain, menafsirkan doktrin Alkitab.

Oleh sebab itu, kesimpulan yang diperoleh itu hanya tepat untuk kepentingan suatu suku bangsa, ortodoks untuk suatu golongan filsafat tertentu, cocok untuk suatu masyarakat pada masa tertentu. Tetapi bagaimanakah kesimpulan ini dikaitkan dengan kehidupan semua bangsa di dunia, dengan sejarah umat manusia dan seluruh rencana Allah? Untuk semuanya ini, kita perlu bersandar pada pertolongan Roh Kudus, dengan teliti, tenang, tekun dan mernakai banyak waktu untuk menyelidiki. Atas belas kasih Allah, kebenaran itu akan terungkap.

Artikel ini membahas masalah ada tidaknya status dan keselamatan khusus orang Yahudi dalam Perjanjian Baru, dan untuk dijadikan suatu bahan diskusi. Harapan penulis, kiranya pembaca yang lebih berpengetahuan dan para teolog dapat memberikan petunjuk dan koreksi.

User avatar
 
Posts: 11006
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Post by BP » Wed May 23, 2007 11:06 am

I. PANDANGAN TEOLOGIA TRADISI TENTANG ADANYA STATUS KHUSUS ORANG YAHUDI DALAM PERJANJIAN BARU DAN SEMUA ORANG YAHUDI AKAN SELAMAT


Kebanyakan tafsiran mengenai Roma 9-11 menjelaskan bahwa orang Israel memiliki status yang khusus, dan seluruh Israel akan diselamatkan, khususnya Roma 11:25-27. Di bawah inspirasi Roh Kudus, Rasul Paulus menulis surat ini kepada jemaat di kota Roma yang terdiri dari berbagai suku bangsa, terrnasuk bangsa Yahudi. Ia mengatakan,


* Roma 11:25-27
11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain (dalam bahasa Yunani adalah setiap bangsa) telah masuk.
11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.
11:27 Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka."



Sebelum mengerti arti sebenarnya dari ketiga ayat tersebut di atas, kita perlu melihat seluruh surat Roma, apakah ada perbedaan status dan keselamatan antara orang Yahudi dan bukan Yahudi? Jikalau kesimpulannya adalah bahwa orang Yahudi memiliki status dan keselamatan yang khusus, maka teori ini bisa dipegang. Jikalau tidak, maka doktrin yang dianggap ortodoks oleh teologi tradisi ini perlu kita pikirkan kembali.

User avatar
 
Posts: 11006
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Post by BP » Wed May 23, 2007 11:18 am

II. ARTI SEBENARNYA TENTANG TIDAK ADA PERBEDAAN ANTARA ORANG YAHUDI DAN BUKAN YAHUDI DALAM SURAT ROMA.



Surat Roma adalah surat yang ditujukan kepada jemaat di kota Roma. jemaat Roma terdiri dari berbagai suku bangsa, di antaranya orang Yahudi (Kisah 18:2; Roma 16:3), orang bukan Yahudi (Roma 16:5-16). Oleh sebab itu, dalam surat Roma, 17 kali menyebutkan tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi.



Sedikit penjelasan sebagai berikut:


1. Paulus menulis bahwa ia berhutang Injil kepada orang Yunani, orang Roma (yaitu setiap warga negara Roma, termasuk orang Yahudi yang berwarga negara Roma)


* Roma 1:14-16.
1:14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. 1:15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.
1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.



2. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani (lihat Roma 1:16 diatas). Ini hanyalah perbedaan urutan, bukan perbedaan status bangsa.


3. Pada hari penghakiman, Allah akan mengadili manusia sesuai dengan perbuatan mereka, pertama-tama orang Yahudi, kemudian orang Yunani (Roma2:6, 9). Ini juga menunjukkan perbedaan urutan, bukan perbedaan status bangsa.


* Roma 2:6,9
2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,



4. Allah mengaruniakan kemuliaan dan kehormatan dan damai sejahtera kepada semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, kemudian orang Yunani (Roma 2:7, 10). Ini juga menunjukkan perbedaan urutan, bukan perbedaan status bangsa.


* Roma 2:7,10
2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,
2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.



5. Allah tidak memandang bulu (Roma 2:11), baik dalam menghukum dosa, maupun dalam pemberian berkat-Nya.


* Roma 2:11
Sebab Allah tidak memandang bulu



6. Realita kehidupan manusia dan terang Hukum Taurat membuktikan bahwa baik orang Yahudi maupun orang Yunani berada di bawah kuasa dosa.


* Roma 3:9
Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,



7. Kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya, sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani.


* Roma 3:21, 22
3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
3:22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.



8. Allah adalah Allah orang Yahudi, juga Allah bangsa-bangsa lain.


* Roma 3:29
Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!



9. Allah akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tidak bersunat juga karena iman.


* Roma 3:30
Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.



10. Abraham (orang Kasdim) beriman kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran (Roma 4:1-5); demikian juga Daud (orang Yahudi) dibenarkan karena ia beriman kepada Tuhan (Roma 4:6-8 ).


* Roma 4:1-8
4:1 Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita?
4:2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.
4:3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.
4:5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
4:6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:
4:7 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;
4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."



11. Allah memilih di tengah bangsa Yahudi orang-orang yang akan dipakai-Nya, demikian juga Allah memilih di tengah bangsa lain (setiap bangsa) orang-orang yang akan dipakaiNya.


* Roma 9:24-26
9:24 yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,
9:25 seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih."
9:26 Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."



12. Yang diselamatkan adalah sisa orang Israel, seperti jumlah sisa orang diselamatkan ketika Sodom dan Gomora dibinasakan.


* Roma 9:27-29
9:27 Dan Yesaya berseru tentang Israel: "Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.
9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."
9:29 Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: "Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora."



13. Hanya ada satu Tuhan. Dialah yang akan memberkati setiap orang yang berseru kepada nama-Nya. Dalam hal inipun tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani.


* Roma 10:12, 13
10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.



14. Prinsip yang dipakai Tuhan terhadap pohon zaitun yang tidak berbuah, dipakai juga terhadap pohon zaitun liar yang tidak berbuah. Tidak ada perbedaan prinsip.


* Roma 11:17- 24
11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,
11:18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.
11:19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas.
11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!
11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.
11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.
11:23 Tetapi mereka pun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.
11:24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.



15. Allah mengurung semua orang (termasuk orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain) dalam ketidak-taatan, supaya Ia dapat menunjukkan-Nya atas mereka semua (termasuk orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain).


* Roma 11:32
Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.


(Lihat Artikel : "Memahami dan Menafsirkan Ucapan Paulus Yang Sulit, 10: Allah Telah Mengurung Semua Orang Dalam Ketidaktaatan" di http://www.sarapanpagi.org/10-allah-men ... .html#p3779 )


16. Prinsip ringkasan dari Hukum Taurat yaitu mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri, dikenakan kepada orang Yahudi (Imamat 19:18; Matius 22:37-39), juga kepada orang bukan Yahudi (setiap bangsa).


* Roma 13:8-10
13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.



17. Oleh karena kebenaran Allah, Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat (orang Yahudi), juga pelayan orang bukan Yahudi (setiap bangsa).


* Roma 15:8-13
15:8 Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita,
15:9 dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: "Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu."
15:10 Dan selanjutnya: "Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya."
15:11 Dan lagi: "Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia."
15:12 Dan selanjutnya kata Yesaya: "Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan."
15:13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.




Dari kutipan 17 ayat di atas, jelas menunjukkan kepada kita tentang pokok pikiran surat Roma, yang mengemukakan prinsip Tuhan yang sarna, tidak ada perbedaan menghadapi manusia dalam hal: menghukum dosa, dalam pembenaran Allah oleh karen a iman, kuasa Injil Allah yang menyelamatkan manusia, memberkati orang yang melakukan kebaikan, menghukum orang yang melakukan kejahatan, dibenarkan Allah karena iman dalam Kristus, dipilih untuk dipakai sebagai senjata kebenaran, prinsip terhadap pohon zaitun yang tidak berbuah, melaksanakan ringkasan Hukum Taurat, Kristus sebagai pelayan kebenaran Allah, dan hutang Injil rasul. Tidak ada satu bangsa pun diberikan status khusus, atau disediakan keselamatan khusus.


Apabila Allah menyediakan keselamatan khusus kepada orang Yahudi, maka perlu dipertanyakan keselamatan yang manakah itu? Apakah ada keselamatan yang lain di luar penebusan darah Yesus Kristus? Baik dalam seluruh Surat Roma, maupun dalam seluruh Kitab Perjanjian Baru kita tidak menemui pandangan tersebut!



Apakah orang Yahudi memiliki status yang khusus?

Seakan-akan memang ada, jika dilihat dari perjanjian yang diadakan Allah dengan Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Daud, tetapi surat Ibrani 8:7 jelas menunjukkan bahwa sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua. Demikian juga dalam Kitab Yeremia 31:31-34 dalam Perjanjian Lama dengan jelas menubuatkan Tuhan akan mengadakan perjanjian yang baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda. Dengan perjanjian yang baru ini Allah akan menaruh dan menuliskan hukum Taurat itu dalam hati mereka (Ibrani 8:10-12). Dikatakan perjanjian yang baru, berarti yang pertama telah menjadi usang. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya (Ibrani 8:13). Jadi, jelas perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah Kristus telah menggantikan perjanjian yang lama, maka status khusus yang dimiliki orang Yahudi dalam perjanjian yang lama itu, tidak lagi dimiliki dalam perjanjian yang baru.

Dalam surat Roma, 3 kali menyebutkan pertama-tama orang Yahudi, kemudian orang bukan Yahudi (setiap bangsa), hal itu hanya menunjukkan kronologi waktu, karena keselamatan itu berasal dari bangsa Yahudi, maka menurut urutan waktu mereka terlebih dulu menerima Injil, tetapi bukannya ada lagi Injil yang khusus.

Selain itu, bila ditinjau dari sifat Allah yang benar dan adil, maka Tuhan tidak akan memberikan status dan keselamatan khusus kepada bangsa Yahudi. Jika ada orang yang .tetap berpandangan demikian, maka itu berarti ia telah menyangkal kedua doktrin tentang Allah yang benar dan adil.

User avatar
 
Posts: 11006
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Post by BP » Wed May 23, 2007 11:33 am

III. MAKNA ISTILAH "ORANG YAHUDI" ATAU "ORANG ISRAEL" DALAM SURAT ROMA



Ditinjau dari kata yang dipakai, surat Roma telah memakai istilah "orang Yahudi" atau "orang Israel" sebanyak 26 kali. Jikalau kita menghayati makna dan cara pemakaian kedua istilah tersebut, maka kita pasti mengetahui siapakah sebenarnya orang Yahudi atau orang Israel itu.


* Roma 2:28-29
2:28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.
2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.



Kedua ayat tersebut diatas dengan jelas menunjukkan makna sebenarnya dari istilah "Orang Yahudi". Orang Yahudi lahiriah adalah orang Yahudi secara keturunan. Sunat lahiriah adalah sunat ritual agama dan kebudayaan seseorang itu menjadi orang Yahudi. Walaupun seseorang memiliki 2 ciri diatas, namun ia belum dapat disebut orang Yahudi sejati, yaitu mereka yang menerima janji anugerah keselamatan oleh karena iman, menerima perjanjian yang baru dalam darah Kristus, yang memiliki hidup Allah dan menjadi anak-anak Allah. Oleh karena itu, orang Israel sejati bukanlah Israel secara "keturunan" melainkan yang dilahirkan oleh "Firman". Bukan karena suku bangsa, melainkan suatu bukti iman.

Ditinjau dari sudut latar belakan suku bangsa, Abraham adalah seorang Kasdim, bukan Yahudi. Tetapi karena ia taat akan panggilan Allah, ia meninggalkan sanak keluarganya. Ia menerima janji Allah dan disunat sebagai bukti dibenarkan karena iman (Roma 4:9-13). Oleh sebab itu ia disebut sebagai nenek moyang Israel.

Selanjutnya, Roma 9:6-7 menjelaskan bahwa dalam pandangan Allah, orang Yahudi secara keturunan atau ritual agama tidak terhitung apa-apa:


* Roma 9:6-7
9:6 Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel,
9:7 dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."



Ayat 10-13 juga dengan jelas menunjukan bahwa walaupun yang lahir dari Ishak, tidak semuanya menjadi keturunan Abraham.


* Roma 9:10-13
9:10 Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita.
9:11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, -- supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya --
9:12 dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,"
9:13 seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."
Hanya keturunan yang dilahirkan setelah Yakub diganti namanya menjadi Israel (Kejadian 32:28,32). Dengand emikian, Allah berkenan disebut Allah Israel (Kejadian 33:20).



Dalam Keluaran 34:10-17, Allah melarang orang Israel berbaur dengan orang-orang asing yang berdiam di tanah Kanaan (ayat 12, 16). Larangan tersebut diulangi lagi dalam Ulangan 7:3. Sampai zaman Nehemia dan Ezra, setelah orang Israel kembali dari tawanan di Babel, ditemukan tidak sedikit orang Israel yang memperistri perempuan-perempuan asing (Ezra 10; Nehemia 13).

Dalam silsilah Tuhan Yesus yang tercantum dalam Injil Matius, ditemukan 4 nama wanita yang bukan orang Israel:

- Syua istri Yehuda adalah anak dari Syua, seorang Kanaan (Kejadian 38:1-2; Matius 1:3);
- Rahab istri Salmon adalah seorang perempuan Yerikho (Yosua 2:1; Matius 1:5);
- Rut istri Boaz adalah seorang perempuan Moab (Rut 1:4; Matius 1:5);
- Betsyeba istri Raja Daud, ibunda Raja Salomo, adalah istri Uria, orang Het (2 Samuel 11:3; Matius 1:6).

Nama-nama lainnya tidak dicatat dengan jelas dalam Alkitab. Nampak dengan jelas bahwa orang Israel (sejati) bukan murni keturunan orang Israel. Mereka tidak mementingkan keturunan, melainkan mementingkan iman, yaitu apakah ia menaati perintah dan janji Tuhan, menerima panggilan Tuhan untuk menjadi saksi bagi seluruh bangsa, menuntun mereka mengenal Allah yang benar.

Istilah "Israel" dalam bahasa Ibrani berarti "orang yang bergumul dengan Allah" (Kejadian 32:28 ). Dalam Alkitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, istilah "Israel" ini dipakai sebagai kata ganti umat Allah. Seperti: "umat-Ku, orang Israel", dipakai sebanyak 81 kali dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Keluaran 3:10; 5:1 dan sebagainya). Tetapi dalam Yesaya 19:25, Allah juga menyebut orang Mesir "umat-Ku." Dalam Sidang Raya Yerusalem (Kisah 15), Paulus dan Barnabas mengutarakan bahwa dengan perantaraan mereka Allah telah melakukan mujizat di tengah-tengah bangsa-bangsa lain (bahasa asli: setiap bangsa). Setelah mereka selesai berbicara, berkatalah Yakobus:


* Kisah 15:14-18
15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
15:15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis:
15:16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
15:17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,
15:18 yang telah diketahui dari sejak semula.
Jadi jelas, "orang Israel," umat Allah, yang disebut milik Allah, bukan hanya menunjuk kepada orang Israel secara keturunan, melainkan segala bangsa yang dipilih Allah berdasarkan kedaulatan dan belas kasihan-Nya.



* Roma 9:25, 26 (mengutip Hosea 1:10),
9:25 seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih."
9:26 Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."



Ayat-ayat di atas semuanya menjelaskan bahwa Israel, umat Allah: tidak terbatas pada keturunan satu suku bangsa saja, melainkan orang-orang yang dipilih Allah berdasarkan kedaulatan dan belas kasihan-Nya. Ketika Allah memilih orang Israel menjadi umat-Nya, bukan karena mereka memenuhi p.ersyaratan khusus atau layak, sebab pemilihan Allah terhadap srsa bangsa-bangsa untuk menjadi umat-Nya, bukan berdasarkan suatu persyaratan khusus, melainkan hanya jika mereka menerima panggilan-Nya, percaya keselamatan dalam darah Yesus Kristus, Anak-Nya, oleh iman diselamatkan, memperoleh hidup dan dibenarkan. Kebenaran ini tercantum dalam Efesus 2:11-22; Kolose 3:11; Wahyu 5:9-7:9 dan sebagainya.

Jadi, baik dalam surat Roma, maupun dalam kitab-kitab lainnya dalam Alkitab, istilah "Israel" merupakan kata ganti umat Allah. Umat Allah tidak terbatas pada unsur keturunan atau ritual keagamaan, melainkan berdasarkan pemeliharaan Tuhan atas segala bangsa, dari antara mereka dipilih-Nya orang-orang yang disebut milik-Nya. Semuanya ini menyatakan bahwa pemilihan Allah terhadap sese orang, bukan berdasarkan perbuatan manusia, melainkan berdasarkan kedaulatan-Nya; bukan berdasarkan kehendak manusia atau yang berusaha menjadi umat-Nya, melainkan berdasarkan belas kasihan Allah. Barangsiapa yang terpilih oleh belas kasih Allah, disebut umat Allah, dan menjadi orang Israel sejati.

User avatar
 
Posts: 11006
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Post by BP » Wed May 23, 2007 11:52 am

IV. SIAPAKAH YANG DISEBUT ORANG ISRAEL DALAM ROMA 11 :25, 26 ?



* Roma 11:25-26
11:25 LAI TB, Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
KJV, For I would not, brethren, that ye should be ignorant of this mystery, lest ye should be wise in your own conceits; that blindness in part is happened to Israel, until the fulness of the Gentiles be come in.
TR, ου γαρ θελω υμας αγνοειν αδελφοι το μυστηριον τουτο ινα μη ητε παρ εαυτοις φρονιμοι οτι πωρωσις απο μερους τω ισραηλ γεγονεν αχρις ου το πληρωμα των εθνων εισελθη
Translit. interlinear, ou {tidak} gar {sebab} thelô {aku ingin} humas {kamu} agnoein {tidak mengetahui} adelphoi {hai saudara-saudara} to mustêrion {rahasia} touto {ini} hina {agar} mê {jangan} ête {kamu adalah} par {dengan mengandalkan} heautois {dirimu} phronimoi {bijaksana} hoti {bahwa} pôrôsis {pengerasan} apo {pada} merous {sebagian} tô israêl {orang israel} gegonen {terjadi} achris {hingga} hou to plêrôma {jumlah lengkap} tôn ethnôn {dari bangsa-bangsa (bukan yahudi)} eiselthê {telah masuk}

11:26 LAI TB, Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.
KJV, And so all Israel shall be saved: as it is written, There shall come out of Sion the Deliverer, and shall turn away ungodliness from Jacob:
TR, και ουτως πας ισραηλ σωθησεται καθως γεγραπται ηξει εκ σιων ο ρυομενος και αποστρεψει ασεβειας απο ιακωβ
Translit. interlinear, kai {dan} houtôs {dengan demikian} pas {seluruh} israêl {israel} sôthêsetai {akan diselamatkan} kathôs {seperti} gegraptai {tertulis} hêxei {akan datang} ek {dari} siôn {sion} ho ruomenos {Pembebas} kai {dan} apostrepsei {Ia akan menyingkirkan} asebeias {ketidaksalehan-ketidaksalehan} apo {dari} iakôb {yakub}


Sejumlah orang Israel yang tegar hatinya yang disebut adalah Roma 11:25 menunjuk kepada orang Yahudi lahiriah karen a keturunan, atau karena melaksanakan ritual keagamaan. Dalam Roma 9:27, 31; 10:19-21; 11:1-7 menunjuk kepada orang Yahudi lahiriah berdasarkan unsur keturunan atau ritual keagamaan. Jadi secara harfiah, seolah-olah orang Israel yang disebut dalam Roma 11 :26 adalah orang Israel lahiriah berdasarkan unsur keturunan atau ritual keagamaan, karena Roma 11:26-29 mengutip Yesaya 59:20 "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan daripada Yakub," dari Yesaya 27:9 "Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka" yang menunjuk kepada orang Yahudi lahiriah.

Namun, jikalau kita dengan teliti membandingkan ayat-ayat dalam surat Roma dan kitab Yesaya, maka akan ditemui perbedaannya. Hal ini disebabkan ayat yang dikutip dalam surat Roma itu diambil dari terjemahan LXX (Septuaginta), dan bukan dari naskah asli bahasa Ibrani. Kemungkinan karena faktor bahasa, para penerjemah LXX telah menambahkan arti yang sesuai dengan pengertiannya sendiri, sehingga tidak sarna dengan bahasa aslinya. (Catatan: Menurut pengertiannya sendiri, atau demi kelancaran susunan kalimat, para penerjemah telah menambahkan arti atau kata yang sebenarnya tidak ada dalam naskah bahasa aslinya. Hal ini dapat ditemui juga dalam berbagai terjemahan Alkitab. Oleh sebab itu, seringkali terjemahan-terjemahan Alkitab itu diakui oleh penerjemahnya sebagai yang paling sesuai dengan bahasa aslinya, sebenarnya hanya merupakan pendapat pribadi dan belum tentu yang paling sesuai dengan bahasa aslinya).


Kita baca :


* Yesaya 59:20
Dan Ia akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk orang-orang Yakub yang bertobat dari pemberontakannya (yaitu mereka yang bertobat, meninggalkan berhala, dan berbalik kepada Allah yang benar), demikianlah firman TUHAN.


Perjanjian antara Allah dan Yakub adalah:

* Yesaya 59:21
Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.



Kedua ayat ini menunjukkan bahwa perjanjian yang diadakan Allah dengan Yakub beserta keturunannya itu adalah perjanjian kekal yang bersyarat: mereka harus bertobat, meninggalkan dosa, kemudian barulah Penebus itu datang ke Sion, dan mengikat perjanjian kekal dengan mereka. Menaruh "Roh"-Nya dan "Firman"-Nya dalam mulut mereka dan keturunan mereka sampai selama-lamanya.


* Yesaya 27:9
Maka beginilah akan dihapuskan kesalahan Yakub dan inilah buahnya kalau ia menjauhkan dosanya: ia akan membuat segala batu mezbah seperti batu-batu kapur yang dipecah-pecahkan, sehingga tiada lagi tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan yang tinggal berdiri.



Yesaya 27:9 ini sangat jelas menyatakan bahwa dosa Yakub (yaitu dosa Israel) akan diampuni dan dihapuskan, dengan syarat harus menghancurkan semua mezbah dan tiang-tiang berhala. Kalau tidak, bukan hanya dosa mereka tidak akan diampuni, bahkan penghakiman Allah yang adil akan men imp a mereka, kota berkubu akan menjadi kediaman yang dikosongkan dan ditinggalkan seperti padang gurun; Allah Pencipta mereka tidak akan mengasihani mereka, dan tidak akan memberkati mereka (Yesaya 27:10-11).


Prinsip "bertobat meninggalkan dosa, berbalik kepada Allah yang benar, baru diberiarkan", bukan hanya diperuntukkan kepada orang Israel lahiriah karena keturunan dan ritual keagamaan, juga kepada bangsa-bangsa lain. Karena hanya ada satu Allah, maka hanya ada satu standar yang ditetapkan-Nya, dan Ia tidak memandang bulu.


Ketika rasul Paulus memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa yang ada di Atena, ia berkata kepada para pendengar:

* Kisa17:30
Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.



Oleh sebab itu, yang mau mendengar firman Allah, meninggalkan dosa dan berhala, bertobat dan berbalik kepada Allah yang benar, menerima anugerah penebusan dalam darah Yesus Kristus, maka Tuhan akan mengaruniakan kepadanya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12, 13), menjadi umat Allah, yaitu menjadi orang Israel sejati.

Kalau demikian, apakah artinya kalimat dalam Roma 11:26, "seluruh Israel akan diselamatkan?" Para pernafsir Alkitab mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Dalam bahasa Yunani, "πας ισραηλ - pas israel" menunjuk kepada seluruh Israel, belum tentu berarti "seluruh keluarga Israel.
Kebanyakan penafsir beranggapan bahwa ketika Tuhan datang kembali, semua orang Israel yang beriman akan diselamatkan, tidak termasuk yang tidak beriman. Penafsir dari golongan Dispensasional beranggapan bahwa karena belas kasihan Allah, maka ketika Kristus datang kembali, semua keluarga Israel lahiriah secara keturunan itu melihat Mesias (Kristus) datang di atas awan-awan, akan bertobat dan percaya kepada-Nya.

Namun ditinjau dari sejarah Perjanjian Lama, selain Musa memimpin seluruh keluarga Israel keluar dari Mesir, 1.000 tahun kemudian, sampai rasul Paulus menulis surat kepada Jemaat di Roma, hanyalah "sisa" orang Israel yang sungguh-sungguh bertobat, yang tidak menyembah berhala dan berbalik kepada Allah yang benar (bandingkan Bilangan 14:20-24; 26:64-65; Yesaya 10:22; Hosea 1:10; Roma 9:27; 11:5). Dengan demikian, "seluruh keluarga Israel akan diselamatkan", atau "seluruh Israel akan diselamatkan" tentunya mempunyai pengertian yang lain.

Agustinus dari Hippo (354-430) beranggapan bahwa seluruh keluarga Israel itu menunjuk kepada jemaat, yaitu umat yang dipilih Allah, baik dari bangsa Yahudi maupun dari bangsa-bangsa lain (bangsa bukan Yahudi). Reformator John Calvin (1509-1564) dalam tafsiran surat Roma-nya menerima pandangan Agustinus ini.

Namun pada abad ke-19, Charles Hodge (1797-1878), seorang teolog dari Gereja Presbyterian Amerika Serikat, beranggapan bahwa seluruh orang Yahudi bukan menunjuk kepada jemaat.
Teolog Reformed Louis Berkof 0874-1953) beranggapan bahwa seluruh Israel menunjuk kepada orang-orang Israel yang terpilih sepanjang sejarah manusia.

Tetapi ditinjau dari sudut pandang surat Roma yang menitikberatkan "tidak ada perbedaan antara suku bangsa," maka seluruh Israel itu menunjuk kepada semua orang Kristen yang memperoleh anugerah keselamatan dalam Kristus, yang memiliki hidup Allah, mereka inilah yang disebut umat Allah, Israel yang sejati.

Apa yang dimaksudkan dengan "seluruh keluarga diselamatkan"? Apakah menunjuk kepada sekali diselamatkan? Ataukah menunjuk kepada kemenangan (diselamatkan) dalam hidup sehari-hari? Ataukah keberhasilan (diselamatkan) dalam pelayanan? Ataukah kelancaran (diselamatkan) dalam kehidupan sosial? Ataukah ada makna yang lain lagi? Jikalau kita hendak mengerti dengan tepat makna "diselamatkan" ini, maka kita perlu terlebih dulu menyelidiki makna dan pemakaian istilah "diselamatkan" dalam Perjanjian Baru.

User avatar
 
Posts: 11006
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Post by BP » Wed May 23, 2007 12:04 pm

V. MAKNA DAN PEMAKAIAN ISTILAH "DISELAMATKAN" DALAM PERJANJIAN BARU



1. Etimologi


Ditinjau dari asal kata dalam bahasa Yunani "soteria", yang memiliki beberapa pengertian: pembebasan (deliverance), pemeliharaan (preservation), keselama tan (salvatiom. Penentuan makna kata ini harus ditinjau dari pemakaiannya dalam kalimat yang lengkap, ayat yang lengkap, bahkan makna dari seluruh perikop yang bersangkutan. Misalnya:

a. Lukas 1:69, 71; Kisah Para Rasul 7:25 dan sebagainya, "Melepaskan orang Israel dari tangan musuh-musuhnya." Ini menunjukkan pelepasan dari keadaan yang sulit; juga diselamatkan satu kali dari kondisi tertekan. Namun tidak ada kaitannya dengan pengampunan dosa dan hidup kekal. Dalam Kisah Para Rasu127:34, kata ini menunjukkan Paulus beserta dengan penumpang kapal diselamatkan dari bahaya tenggelam; sedangkan dalam Filipi 1:19 menunjukkan Paulus dibebaskan dari penjara; dalam Ibrani 11:7 menunjukkan Nuh sekeluarga diselamatkan dari air bah; ayat-ayat di atas semuanya menunjuk kepada diselamatkan dari suatu kondisi, dan tidak ada kaitan dengan pengampunan dosa serta hidup kekal.

b. Matius 1:21; Kisah Para RasuI4:12; 5:31; 13:23; Roma 1:16; Efesus 1:13; 2:5, 8. Menunjukkan dosa diampuni dan hidup rohani yang diselamatkan, karen a beriman kepada Yesus Kristus dan menerima-Nya sebagai Juruselamat pribadi. Ini adalah diselamatkan satu kali untuk selama-lamanya. Segi negatif yaitu penebusan dari dosa, meninggalkan kuasa dan penghukuman dosa; segi positif yaitu memperoleh hidup kekal, menjadi anak-anak Allah. Ini adalah keselamatan hidup, yang satu kali untuk selama-lamanya.

c. Filipi 2:12; 2 Timotius 3:15-17; 1 Petrus 1:9; Roma 7:24-8:1. Menunjukkan orang Kristen di dalam kehidupan sehari-hari menaati pimpinan Roh Kudus untuk menjalankan kehendak Allah, dan setiap aspek perilaku dalam kehidupannya sesuai dengan kebenaran Alkitab. Keselamatan sehari-hari ini yaitu dalam setiap saat, untuk setiap hal. Tetapi bukan berarti diselamatkan (menang) dalam satu hal saja dapat menjamin akan keselamatan (kemenangan) dalam hal-hal yang lain. Oleh sebab itu, harus waspada dalam segala hal, senantiasa bersandar pada pimpinan, gerakan Roh Kudus, hidup penuh hikmat, menaati kebenaran Alkitab

d. Roma 8:24, 13:11; 1 Tesalonika 5:8-9; 2 Tesalonika 2:13; 1 Petrus 1:15; 2 Petrus 3:15. Menunjukkan ketika Kristus datang kembali, Allah akan melaksanakan penghakiman berdasarkan keadilan-Nya. Orang-orang percaya yang telah menerima penebusan Kristus dapat diselamatkan dari penghakirnan yang rnenakutkan itu. Ibrani 9:28 menyebutkan keselamatan ini tidak ada kaitannya dengan dosa.

e. Lukas 1:71. Menunjukkan harapan orang Israel akan kedatangan Mesias, untuk menyelamatkan rnereka dan rnendirikan kerajaan di burni, sama seperti kerajaan di zaman Daud dan Salomo. Namun ini hanyalah pengharapan nasionalis bangsa Israel, bukan berdasarkan perjanjian Tuhan. Orang Yahudi yang berpaham Sionisme tetap memegang konsep ini, yaitu ketika Mesias (yang diurapi) itu datang, Ia akan mendirikan kerajaan Israel di bumi. Golongan Dispensasional dan teolog-teolog yang dipengaruhi Sionisme rnernpunyai pandangan yang serupa. Masalah ini perlu didiskusikan lebih lanjut, di sini hanya membahas sebagian saja.

f. 2 Korintus 6:2; Ibrani 5:9; Yudas 3; 1 Korintus 3:6-15. Menunjukkan orang-orang percaya yang setia melayani menurut kehendak Allah dan bersandar pada pertolongan Roh Kudus, dan yang pelayanannya diperkenankan Tuhan. Ini dapat disebut sebagai keberhasilan dalam pekerjaan, atau keselamatan (diperkenankan Tuhan) pelayanan. Roma 9-11 menunjukkan kehendak Allah dalarn memilih Israel, yaitu agar mereka menjadi imam di antara bangsa-bangsa, menjadi saksi dan melayani Tuhan. Namun setelah mereka menerirna panggilan, perjanjian, hukum, tata ibadah, rnereka tidak melakukan kehendak Allah, dan tidak setia melayani, oleh sebab itu Tuhan tidak berkenan kepada mereka dan meninggalkan rnereka. Hal ini merupakan fakta pekerjaan orang Israel tidak berhasil dan tidak diselamatkan.

g. Lukas 19:9; Yohanes 4:42. Menunjukkan keselamatan pribadi dan seluruh kota karena menerirna Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yaitu keselamatan hidup.


Dengan demikian jelaslah bahwa istilah Yunani "diselamatkan" dan "keselamatan" yang digunakan dalarn Perjanjian Baru rnerniliki beberapa makna yang berbeda. Oleh sebab itu ketika hendak menentukan makna sebenarnya dari istilah tersebut, tidak dapat hanya dijelaskan secara sepihak, atau semua pernakaian istilah tersebut memiliki makna yang sama.



2. "Sozo" adalah kata kerja dari "keselamatan" yang merniliki arti yang sama dengan kata bendanya "soteria", tetapi penggunaan sebagai kata kerja ada sedikit perbedaan:


a. Matius 8:25; Markus 13:20; Lukas 23:35; Yohanes 12:27; 1 Timotius 2:15; 2 Timotius 4:18 rnenunjukkan diselamatkan dari kesulitan dan bahaya. Tetapi dalam Matius 9:22; Markus 5:34; Lukas 8:48; Yakobus 5:15, menunjukkan disembuhkan dari penyakit.

b. Kisah Para Rasul 2:47; 16:31; Roma 11:14; Efesus 2:5, 8; 1 Timotius 2:4; 2 Timotius 1:9, menunjukkan Allah langsung mengaruniakan hidup yang kekal kepada barangsiapa yang percaya Yesus sebagai Juruselamat pribadinya, ini adalah keselamatan hidup.

c. Matius 1:21; Roma 5:10; 1 Korintus 15:20; Ibrani 7:25; Yakobus 1:21; 1 Petrus 3:21, menunjukkan oleh kuasa yangdiberikan Kristus, orang percaya terlepas dari kuasa dosa, dapat dikatakan ini adalah diselamatkan dari belenggu dosa dalarn kehidupan sehari-hari.

d. Roma 5:9, menunjukkan ketika Tuhan menghakimi orang yang tidak percaya kepada-Nya, Yesus akan menyelamatkan orang percaya agar luput dari penghakiman itu.

e. Lukas 19:10; Yohanes 10:9; 1 Korintus 10:33; 1 Tirnotius 1:15, menunjukkan Allah mengaruniakan yang terbaik bagi orang bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus.

f. Matius 10:22; Markus 13:13, menunjukkan Tuhan mengaruniakan kekuatan bagi orang Kristen agar sabar dalam berbagai penderitaan, sampai mereka di selamatkan.

g. 1 Korintus 3:15; 5:5, menunjukkan ketika penghakiman atas pekerjaan dilaksanakan, mungkin orang Kristen kehilangan pahala, tetapi tidak kehilangan keselamatan.


Uraian di atas berdasarkan Expository Dictionary of New Testaments Words karangan W. E. Vine.

Artkel terkait :
SOZO (MENYELAMATKAN): STUDI KATA YUNANI, di http://www.sarapanpagi.org/sozo-menyela ... vt540.html


Tetapi bila ditinjau dari makna seluruh perikop atau ayat yang bersangkutan, maka selain diselamatkan, keselamatan dalam hidup dan kehidupan sehari-hari, juga menekankan keselamatan (keberhasilan) dalam pekerjaan dan pelayanan, atau memperoleh pahala karena diperkenankan Tuhan.

Seperti Tuhan Yesus menjanjikan pahala bagi pekerja yang rajin dan setia: Matius 16:27; 19:28-30; 25:14-30; Lukas 12:41-48; 19:.11-27; Wahyu 2:7, 11, 17,26,27 dan 3:5,12,21 dan seterusnya. Baik pahala: "misthos", maupun menang: "nikao", keduanya menunjukkan berhasil menjalankan tugas, memperoleh upah atau pahala karen a melayani seturut kehendak Tuhan. Rasul Paulus dalalam 1 Korintus 3:6-15 dengan jelas mengatakan bahwa setiap pekerja gereJa akan memperoleh pahala sesuai dengan usahanya.

Roma 9-12, seharusnya dimengerti sebagai kebenaran tentang pelayanan dalam rumah Tuhan. Karena Roma 1:1-17 adalah kata pengantar untuk surat Roma, Roma 1:18-32 membicarakan dosa seluruh umat manusia, baik orang bukan Yahudi ataupun orang Yahudi, yang memiliki hukum hati nurani atau yang memiliki Hukum Taurat, semuanya telah berdosa. Roma 3:21-31 membicarakan tentang di luar Hukum Taurat, Allah melalui penebusan yang dikaryakan oleh darah Kristus menyelamatkan setiap orang yang percaya, tidak membedakan suku bangsa. Roma 4:1-25 membicarakan Abraham orang Kasdim dan Daud orang Yahudi sebagai contoh dibenarkan karena iman, dan dosa diampuni. Roma 5:1-21 membicarakan anugerah dalam Kristus yang tak terukur dan tak terselami, bukan hanya melampaui segala kesusahan, juga melampaui dosa dan maut yang diturunkan oleh Adam. Pasal 6-8 menjelaskan ten tang masalah pengudusan dalam kehidupan sehari-hari. Pasal 9-11 membicarakan kebenaran ten tang pelayanan.

Maksud utama Allah memilih Abraham beserta anak cucunya ialah agar setelah mereka mengalami kuasa keselamatan dari Allah, dapat bersaksi kepada bangsa-bangsa lain, dan menuntun mereka berbalik untuk menyembah Allah yang benar dan esa. Namun setelah mereka menerima perintah Allah, bukan hanya mereka tidak mau menjadi saksi Allah, sebaliknya mereka menyia-nyiakan anugerah Allah dan melalaikan perintah Allah. Tetapi bagaimanapun pemberitaan anugerah keselamatan dalam Kristus tetap harus berlangsung. Karena orang Yahudi tidak rela menaati perintah Allah untuk melayani-Nya, maka Allah membangkitkan jemaat (gereja), yaitu mereka yang ditebus oleh darah Kristus untuk menjalankan amanat ini. Tetapi rasul Paulus memperingatkan jemaat, agar jangan serupa dengan orang Israel, yang setelah menerima anugerah keselamatan dan kebenaran Allah, tidak menjadi saksiNya dan tidak berbuah. Jikalau demikian, dalam menjalankan Amanat Agung, memberitakan Injil kepada semua bangsa, kemungkinan ada jemaat (gereja) yang akan ditebang. Juga ada kemungkinan ranting yang tidak berbuah yang telah dipatahkan itu - orang Israel, akan dicangkokkan kembali, yaitu yang lain, bukan seluruh suku bangsa itu.

Kita melihat jemaat (gereja) zaman Para Rasul, di antaranya ada orang Israel, juga ada bangsa-bangsa yang lain. Rasul-rasul generasi pertama adalah orang Yahudi, namun rekan kerja Rasul, seperti Lukas, Timotius dan sebagainya bukanlah orang Yahudi. Penatua, penilik, diaken dan lain-lain dalam jemaat (gereja) yang berada dalam wilayah kekaisaran Romawi tidak diharuskan berasal dari keturunan Yahudi.

Kita dapat melihat dalam Alkitab bahwa tidak semua (jemaat) gereja yang giat memberitakan Injil. Jemaat (gereja) Yerusalem berada dalam penganiayaan besar, barulah keluar memberitakan Injil kepada bangsa lain (Kisah 8:1-4). Demikian juga jemaat (gereja) di kota Roma yang tidak mementingkan pemberitaan Injil, sehingga rasul Paulus dalam Roma 15:14-29 menceritakan tentang bebannya untuk memberitakan Injil ke Spanyol, serta berharap jemaat di Roma dapat berperan serta dalam misi ke ujung bumi ini. Sebelum rasul Paulus membicarakan karunia-karunia rohani dalam Roma 12, dalam Roma 9-11 terlebih dulu ia mengambil contoh ketidaksetiaan orang Israel dalam panggilan dan penggunaan karunia rohani yang dianugerahkan Tuhan itu sebagai peringatan bagi jemaat zaman itu. Dengan demikian, Roma 11:25-27 membicarakan tentang keselamatan dalam pelayanan; bukan berbicara tentang keselamatan jiwa, atau kebangunan bangsa dan mendirikan kembali kerajaan Israel.

User avatar
 
Posts: 11006
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm

Post by BP » Wed May 23, 2007 1:34 pm

VI. PEMAKAIAN DAN MAKNA "DISELAMATKAN," "KESELAMATAN," "PENEBUSAN" DALAM SURAT ROMA



1. Roma 1:16 - Injil adalah Kekuatan Allah yang Menyelamatkan Setiap Orang yang Percaya.


* Roma 1:1-17, adalah kata pengantar Surat Roma:
1:1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.
1:2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci,
1:3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,
1:4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.
1:5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.
1:6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.
1:7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.
1:8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.
1:9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu:
1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu.
1:11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu,
1:12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.
1:13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu -- tetapi hingga kini selalu aku terhalang -- agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.
1:14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.
1:15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.
1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."



Ayat 1 : Injil adalah Injil Allah

Ayat 2-4 : lsi Injil yaitu Yesus Kritus, Firman menjadi manusia yang telah dijanjikan Allah sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya; oleh Roh Kudus Ia telah dibangkitkan dari an tara orang mati, dan bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa.

Ayat 5-7 : Injil ini dipercaya dan ditaati oleh semua bangsa, termasuk jemaat di Roma.

Ayat 8-15 : Harapan dan beban rasul Paulus terhadap jemaat di Roma.

Ayat 16-17 : Anugerah keselamatan Kristus adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.

Karena kedua ayat tersebut merupakan kata pengantar, juga merupakan pokok utama surat Roma, maka. Istilah "menyelamatkan" yang dipakai di sini menunjukkan kepada kuasa Allah yang besar yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.

"Menyelamatkan" ini bukan hanya menunjukkan bahwa Allah sanggup menyelamatkan roh manusia dari kuasa dosa, kematian dan setan sehingga beroleh hidup yang kekal; juga menyatakan kuasa Allah sanggup menolong orang Kristen menang atas pencobaan, tantangaan dalam kesulitan dalam kehidupan sehari-hari dan hidup seturut kehendak Allah. Seperti yang disebutkan dalam :


* Roma 8:37
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.



Juga memberikan suatu jaminan: Kuasa Allah yang besar Itu akan menolong setiap orang percaya yang taat kepada Allah sanggup melakukan pelayanan yang dipercayakan kepadanya. Dengan perkataan lain, Injil kekuatan Allah menyelamatkan hidup manusia, kehidupan sehari-hari, pekerjaan dan pelayanan. "Menyelamatkan" dalam bahasa Yunani merupakan kata kerja waktu sekarang, yang berarti "setiap saat menyelamatkan" " Ini adalah pengalaman setiap orang yang bersandar akan kuasaNya. Objek penyelamatan oleh kuasa Allah adalah setiap orang yang percaya dan taat kepada-Nya, tidak dibatasi oleh suku bangsa, strata sosial, latar belakang kebudayaan. Oleh sebab itu, "menyelamatkan" di sini merupakan keselamatan yang menyeluruh, dan anugerah keselamatan yang lengkap.



2. Roma 3:24 - Oleh Kasih Karunia telah Dibenarkan dengan cuma-cuma karena Penebusan dalam Kristus Yesus.


"απολυτρωσις – apolutrôsis" dalam bahasa Yunani berarti memakai suatu korban pengganti untuk membebaskan seorang budak atau tawanan. Ibrani 11:35, menggunakan istilah ini untuk menyatakan: Ada sebagian orang percaya demi mempertahankan kepercayaannya, membiarkan dirinya dianiaya dan tidak mau menerima pembebasan.


* Ibrani 11:35
LAI TB, Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.
KJV, Women received their dead raised to life again: and others were tortured, not accepting deliverance; that they might obtain a better resurrection:
TR, ελαβον γυναικες εξ αναστασεως τους νεκρους αυτων αλλοι δε ετυμπανισθησαν ου προσδεξαμενοι την απολυτρωσιν ινα κρειττονος αναστασεως τυχωσιν
Translit. interlinear, elabon {telah menerima} gunaikes {perempuan-perempuan} ex {karena} anastaseôs {kebangkitan} tous {orang-orang} nekrous {mati} autôn {dari mereka} alloi {yang lain} de {tetapi} etumpanisthêsan {disiksa} ou {tidak} prosdexamenoi {menerima} tên apolutrôsin {pembebasan} hina {supaya} kreittonos {yang lebih baik} anastaseôs {kebangkitan} tuchôsin {mereka beroleh}


Kita lihat ayat-ayat lainnya :


* Efesus 1:7
Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.

TR Translit, en hô echomen tên apolutrôsin dia tou haimatos autou tên aphesin tôn paraptômatôn kata ton plouton tês charitos autou


* Kolose 1:14
Di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

TR Translit, en hô echomen tên apolutrôsin dia tsb=tou aimatos autou tên aphesin tôn hamartiôn


* Ibrani 9:15
Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

TR Translit, kai dia touto diathêkês kainês mesitês estin hopôs thanatou genomenou eis apolutrôsin tôn epi tê prôtê diathêkê parabaseôn tên epaggelian labôsin oi keklêmenoi tês aiôniou klêronomias


Ayat-ayat di atas semuanya membicarakan khasiat dari penebusan oleh darah Kristus, yaitu setiap orang yang percaya beroleh pengampunan dosa, menerima bagian kekal yang dijanjikan yaitu hidup yang kekal, tidak lagi dibelenggu dosa dan kuasa setan, dan dibenarkan oleh Allah. Dengan demikian, penebusan yang dibicarakan dalam Roma 3:24 adalah penebusan yang kekal, keselamatan yang satu kali untuk selama-lamanya, dan tidak membedakan suku bangsa satu dengan yang lain. Seperti yang diutarakan dalam Roma 3:22: "Kebenaran Allah karen a iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan." Setiap orang dari setiap suku bangsa di dunia ini yang ingin memperoleh keselamatan, maka ia, secara pribadi bukan kolektif, harus percaya akan penebusan dalam darah Kristus. Orang Yahudi juga adalah salah satu suku bangsa di dunia ini, jikalau mereka ingin memperoleh keselamatan, juga harus secara pribadi, masing-masing orang percaya akan anugerah keselamatan dalam darah Yesus Kristus, dan tidak ada keselamatan kolektif yang khusus.



3. Roma 7:24 - "Aku, Manusia Celaka! Siapakah yang akan Melepaskan Aku dari Tubuh Maut Ini?"


* Roma 7:24-25
7:24 LAI TB, Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
KJV, O wretched man that I am! who shall deliver me from the body of this death?
TR, ταλαιπωρος εγω ανθρωπος τις με ρυσεται εκ του σωματος του θανατου τουτου
Translit. interlinear, talaipôros {yang malang} egô {aku} anthrôpos {manusia} tis {siapakah} me {aku} rusetai {akan melepaskan} ek {dari} tou sômatos {tubuh} tou thanatou {(yang mendatangkan) maut} toutou {ini}

7:25 LAI TB, Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
KJV, 7:25a I thank God through Jesus Christ our Lord.
TR, 7:25a ευχαριστω τω θεω δια ιησου χριστου του κυριου ημων
Translit. interlinear, eucharistô {syukur} tô {kepada} theô {Allah} dia {melalui} iêsou {Yesus} christou {Kristus} tou kuriou {Tuhan} hêmôn {kita}


Kalimat ini diucapkan oleh rasul Paulus setelah ia diselamatkan, dalam kehidupan sehari-harinya, ia mengalami pergumulan antara dua hukum dalam hatinya:
"Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat." (ayat 19). Ini merupakan keluhan dan seruan dalam pengalaman hidupnya. Seorang yang telah diselamatkan, memiliki hidup Kristus dalam hatinya, tetapi tubuh jasmaninya tetap memiliki hukum dosa. Sifat dosa manusia inilah yang mendesaknya menerima godaan dosa, kemudian berbuat dosa, sehingga terjadilah pergumulan antara hukum yang baik dan hukum yang jahat di dalam hatinya. Dalam pergumulan ini, ketika hukum yang baik dicobai oleh hukum yang jahat, dan jika tidak memohon pertolongan dari Roh Kudus untuk menentangnya, maka ia pasti gagal. Itulah keluhan dan seruan rasul Paulus ketika mendapat serangan dari luar dan dalarn: Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut (hukum dosa) ini?"

"Menyelamatkan" dalam bahasa Yunani "ρυσεται - rhusetai", yang berasal dari kata "rhuomai" berarti menyelamatkan seorang sedang berada dalam kesulitan, Matins 6:13 "lepaskan kami dari yang jahat". 2 Korintus 1:10 "Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami ... "

Ketiga kata "menyelamatkan" berbeda dalam waktu, tetapi semuanya berasal dari akar kata yang sama "rhuomai".

2 Timotius 3:11, " ... Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku daripadanya." 2 Timotius 4:17, "... Dengan demikian aku lepas dari mulut singa."

Pemakaian kata."menyelamatkan" dalam ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan dilepaskan dari kesulitan hidup, dengan demikian menunjuk kepada keselamatan dalam kesulitan hidup sehari-hari. Keselamatan sehari-hari ini sangat dibutuhkan oleh setiap orang Kristen. Baik orang Kristen bukan Yahudi, Juga orang Kristen Yahudi mempunyai kebutuhan ini. Tidak ada perbedaan.



4. Roma11:26 - Dari Sion akan Datang Penebus, Ia akan Menyingkirkan Segala Kefasikan daripada Yakub.


* Roma 11:25-27
11:25 LAI TB, Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
KJV, For I would not, brethren, that ye should be ignorant of this mystery, lest ye should be wise in your own conceits; that blindness in part is happened to Israel, until the fulness of the Gentiles be come in.
TR, ου γαρ θελω υμας αγνοειν αδελφοι το μυστηριον τουτο ινα μη ητε παρ εαυτοις φρονιμοι οτι πωρωσις απο μερους τω ισραηλ γεγονεν αχρις ου το πληρωμα των εθνων εισελθη
Translit. interlinear, ou {tidak} gar {sebab} thelô {aku ingin} humas {kamu} agnoein {tidak mengetahui} adelphoi {hai saudara-saudara} to mustêrion {rahasia} touto {ini} hina {agar} mê {jangan} ête {kamu adalah} par {dengan mengandalkan} heautois {dirimu} phronimoi {bijaksana} hoti {bahwa} pôrôsis {pengerasan} apo {pada} merous {sebagian} tô israêl {orang israel} gegonen {terjadi} achris {hingga} hou to plêrôma {jumlah lengkap} tôn ethnôn {dari bangsa-bangsa (bukan yahudi)} eiselthê {telah masuk}

11:26 LAI TB, Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.
KJV, And so all Israel shall be saved: as it is written, There shall come out of Sion the Deliverer, and shall turn away ungodliness from Jacob:
TR, και ουτως πας ισραηλ σωθησεται καθως γεγραπται ηξει εκ σιων ο ρυομενος και αποστρεψει ασεβειας απο ιακωβ
Translit. interlinear, kai {dan} houtôs {dengan demikian} pas {seluruh} israêl {israel} sôthêsetai {akan diselamatkan} kathôs {seperti} gegraptai {tertulis} hêxei {akan datang} ek {dari} siôn {sion} ho ruomenos {Pembebas} kai {dan} apostrepsei {Ia akan menyingkirkan} asebeias {ketidaksalehan-ketidaksalehan} apo {dari} iakôb {yakub}

11:27 LAI TB, Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka."
KJV, For this is my covenant unto them, when I shall take away their sins.
TR, και αυτη αυτοις η παρ εμου διαθηκη οταν αφελωμαι τας αμαρτιας αυτων
Translit. interlinear, kai {dan} autê {ini} autois {kepada mereka} hê par {dari} emou {-Ku} diathêkê {pernyataan kehendak} hotan {apabila} aphelômai {Aku menghapuskan} tas hamartias {dosa-dosa} autôn {merela}


Ayat ini dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan secara langsung ke dalam bahasa Inggris ialah: "And so all Israel will be saved, as it was been written: The One Delivering will come out ot Sion, He will turn away impiety from Jacob."

Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi: "Sebab itu seluruh orang Israel akan diselamatkan, seperti yang tertulis: Dari Sion akan datang seorang Penyelamat, yang akan menyingkirkan ketidaktaatan Yakub."

Untuk mengerti makna sebenarnva dari ayat 26, kita harus terlebih dulu mengerti makna sebenarnya dari ayat 25 dan 27. Ketiga ayat tersebut saling kait mengait, tidak bisa diartikan secara terpisah. Terjemahan langsung ayat 25:
"Sebab, saudara-saudara supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk." Ada tiga istilah penting dalam ayat ini:
a. "seluruh Israel," (πας ισραηλ - pas israêl)
b. "tegar," (πωρωσις – pôrôsis)
c. "jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk." (Roma 11:25)



a. "Seluruh Israel"

Siapakah seluruh Israel yang disebut dalam Roma 11:25,26 ini telah diuraikan dalam butir V pasal ini. Di sini penulis akan menguraikan "siapakah seluruh Israel" itu ditinjau mulai dari "Sejarah orang Yahudi dalam Perjanjian Lama" sampai "Siapakah orang Yahudi masa kini ?"

2 Raja-raja 17 mencatat: Sekitar tahun 721 SM, setelah raja Asyur mengalahkan 10 suku Israel di utara, ia mengangkut orang dari Babel, Kuta, Awa, Hamat dan Sefarwaim, lalu menyuruh mereka diam di kota-kota Samaria menggantikan orang Israel. Sedangkan orang-orang Israel yang tertawan diangkut ke pembuangan, Raja Asyur menempatkan mereka di Halah, pada sungai Habor di negeri Gozan dan di kota¬kota orang Madai. Bukan hanya orang-orang Israel yang tertawan itu berbaur dengan orang-orang asing, tetapi juga orang-orang Israel yang tertinggal di kota-kota Samaria berbaur dengan orang pendatang, sehingga melahirkan orang Samaria. Pada tahun 606-586 SM, setelah 2 suku Israel di Selatan, kerajaan Yehuda 3 kali ditawan oleh raja Babel dan diangkut ke negeri Kasdim, juga berbaur dengan bangsa asing. Oleh sebab itu, pada tahun 536 SM, ketika masa pemerintahan Koresy, raja Persia, Nehemia dan Ezra memimpin orang Yahudi kembali ke Yerusalem. ditemukan tidak sedikit orang Yahudi yang berbaur dengan bangsa asing (bandingkan Ezra 10; Neh. 13). Namun suku Yehuda di Selatan itu masih memelihara silsilah kerajaan, sehingga sampai waktu kelahiran Yesus, masih ditemukan daftar silsilah (Matius 1:1-17; Lukas 3:23-38 ). Dalam sejarah bangsa Yahudi, periode tahun 516 SM sampai tahun 70 disebut Second Jewish Commonwealth. Pada masa itu mereka dijajah oleh Persia, Yunani, Siria dan Romawi.

Mulai tahun 70, orang Yahudi menyebutnya Era Kekristenan (Christisn Era). Pada masa itu, orang Yahudi di Palestina tersebar ke seluruh dunia. Selain ke Timur Tengah, juga ke Italia, Spanyol, Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, Polandia, Rusia di Eropa, juga ke China di Asia, Amerika Serikat Meksi~o di Amerika, Etiopia dan Mesir di Afrika, dan sebagainya. Sejak itu tidak dapat ditemukan lagi daftar silsilah mereka.
Bandingkan:

1. What is a Jew? by Rabbai Morris N. Kerizer, Collier Books, N.Y. 1979.
2. A History of The fewish People, by Max 1. Margolis and Alexander Marx.
3. A History of The Jews, by Solomom G. Rayzel.
4. Tsar Nicholas I and The Jew, by Michael Stanis Lawski.
5. The Jews of Georgian England, by Todd M. Endelman.
6. Mandarins, Jews and Missionaries, by Michael Pollak.
7. The Jews of Arab Land, by Norman A. Stillman.
8. Spain, The Jews, and Franco, by Haim Avni.


Buku-buku tersebut di atas diterbitkan oleh The Jewish Publication Society, Philadelphia, P A.


Dalam buku Who was A Jew? karangan Lawrence H. Schlffman (Ktav. Publishing House, N.J. 1985), diperkenalkan 2 cara untuk mengetahui "Siapakah orang Yahudi masa kini? pertama, yaitu berdasarkan kelahiran lahiriah; dan kedua, berdasarkan pertobatan menjadi orang Yahudi. Terlahir orang Yahudi yaitu orang Yahudi yang lahir melalui kandungan ibunya dapat disebut orang Yahudi. Hal ini menurut definisi agama Yahudi (The Tannatic Definition).

Mengenai pertobatan masuk ke agama Yahudi, harus memenuhi 4 prasyarat:

(a) menerima Taurat (Torah) (biasa diterjemahkan Hukum; dalam bahasa Ibrani berarti mendidik, yaitu 5 kitab Musa):
(b) yang lelaki disunat;
(c) dibaptis;
(d) mempersembahkan korban (setelah kota Yerusalem dihancurkan, tidak ada lagi tuntutan ini).

Sebenarnya orang Yahudi golongan ini hanya bersifat ritual keagamaan dan kebudayaan, dan orang Yahudi secara keturunan. Anak-anak dari ibu yang berbangsa negara Yahudi, tetapi ayahnya adalah dari bangsa lain, disebut orang Yahudi campuran. Selama 2.000 tahun, beberapa kali orang Yahudi telah berbaur dengan bangs a asing, dengan demikian persentasi keaslian orang Yahudi keturunan semakin berkurang. Oleh sebab itu, yang disebut orang Yahudi tidak lagi menunjuk kepada orang Yahudi secara keturunan, tetapi menunjuk kepada orang Yahudi secara ritual keagamaan atau kebudayaan.

Masyarakat Yahudi di berbagai tempat di dunia dewasa ini mempunyai hak mutlak untuk menentukan keyahudian seseorang. Dasar penetapan mereka adalah: Apakah ibu yang bersangkutan adalah seorang Yahudi? Apakah yang bersangkutan bertekad masuk agama Yahudi, dan menaati semua ketetapan dan doktrin agama Yahudi? Pada zaman Ezra, karena takutnya kepada orang Yahudi, ban yak rakyat Persia yang masuk warga negara Yahudi (Ezra 8:17). Pada zaman Kisah Para Rasul juga ada orang Yahudi yang masuk agama Yahudi (Kisah 6:5; 13:43).

Jadi jelaslah bahwa yang dewasa ini disebut orang Yahudi sangat berbeda dengan orang Yahudi yang disebut dalam Perjanjian Lama, yang terlahir dari ayah orang Yahudi, termasuk dalam 12 suku Israel dan memiliki silsilah.

Dewasa ini yang disebut orang Yahudi kebanyakan adalah orang Yahudi secara ritual agama. Orang-orang Yahudi ini dibagi dalam beberapa golongan: orang Yahudi Ortodoks, orang Yahudi Konservatif, dan orang Yahudi Reformasi.

Orang Yahudi Ortodoks masih tetap menantikan kedatangan Mesias, untuk mendirikan kembali Kerajaan Israel di Palestina, Yerusalem sebagai ibu kotanya, dan Bait Allah sebagai pusat ibadah mereka. Mereka menolak pemerintahan Israel merdeka yang didirikan pada tahun 1948. Orang Yahudi Konservatif dan Reformasi lebih mementingkan perbaikan kondisi masyarakat, kemajuan ekonomi dan kekuatan politik. Dewasa ini banyak sekali orang Yahudi yang tidak pereaya akan adanya Allah yang benar dan esa, dan menentang kekristenan. Jikalau seeara objektif kita menyelidiki siapakah orang Yahudi, maka kita akan menemukan bahwa ban yak hal yang tidak seperti anggapan kita ten tang orang Yahudi. Jikalau orang Yahudi dewasa ini tidak sama dengan yang disebutkan dalam Perjanjian Lama, maka tentunya "seluruh Israel" yang disebut dalam Roma 11:25,26 bukanlah orang Yahudi seeara keturunan, tetapi menunjuk kepada yang lain.



b. "Tegar"

"Tegar" dalam bahasa Yunani "πωρωσις – pôrôsis" yang menunjuk sejenis batu. Biasanya istilah ini digunakan untuk melukiskan seseorang yang lamban dalam berpikir, bodoh, tidak lincah atau kaku.
Markus 3:5 mengatakan hati yang "degil" bagi orang Yahudi yang menentang Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat.


* Markus 3:5
LAI TB, Ia berdukacita karena kedegilan (hati) mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.
KJV, And when he had looked round about on them with anger, being grieved for the hardness of their hearts, he saith unto the man, Stretch forth thine hand. And he stretched it out: and his hand was restored whole as the other.
TR, και περιβλεψαμενος αυτους μετ οργης συλλυπουμενος επι τη πωρωσει της καρδιας αυτων λεγει τω ανθρωπω εκτεινον την χειρα σου και εξετεινεν και αποκατεσταθη η χειρ αυτου υγιης ως η αλλη
Translit., kai periblepsamenos autous met orgês sullupoumenos epi tê pôrôsei tês kardias autôn legei tô anthrôpô ekteinon tên cheira sou kai exeteinen kai apokatestathê hê cheir autou hugiês hôs hê allê


Efesus 4:18 mengatakan tentang orang kafir (orang yang tak mengenal Allah) adalah orang yang pengertiannya gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.


* Efesus 4:18
LAI TB, dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
KJV, Having the understanding darkened, being alienated from the life of God through the ignorance that is in them, because of the blindness of their heart:
TR, εσκοτισμενοι τη διανοια οντες απηλλοτριωμενοι της ζωης του θεου δια την αγνοιαν την ουσαν εν αυτοις δια την πωρωσιν της καρδιας αυτων
Translit., eskotismenoi tê dianoia hontes apêllotriômenoi tês zôês tou theou dia tên agnoian tên ousan en autois dia tên pôrôsin tês kardias autôn


Ayat-ayat di atas jelas menyatakan orang 'Yahudi dan orang kafir sama-sama degil hatinya (keras hati). Seseorang yang menjauhkan diri dari persekutuan dengan Allah, tidak mengerti kebenaran, bahkan menentang kebenaran, maka kemungkinan ia berhati keras. Ini bukanlah masalah suku bangsa, tetapi masalah sikap terhadap kebenaran dan relasi dengan Allah.

Dalam Kitab Keluaran, disebutkan Firaun dan orang Mesir berkeras hati (Keluaran 7:3, 13, 22; 14:17 dan sebagainya). Kitab Yehezkiel juga menyebut orang Yahudi yang tertawan itu keras kepala dan tegar hati (Yehezkiel 2:4). Di antara murid-murid Yesus, ada yang degil hatinya sehingga tidak pereaya akan kesaksian kebangkitan Kristus (Markus 16:14). Di Efesus, Paulus berkhotbah dengan berani selama 3 bulan, ada sebagian orang yang tegar hatinya dan tidak mau pereaya, malahan mengumpat jalan Tuhan di depan orang banyak (Kisah 19:8, 9). Di dalam jemaat Roma dan jemaat Korintus juga ada sebagian orang yang tegar hatinya dan tidak pereaya (Roma 2:5; 2 Korintus 3:14). Jelaslah bahwa ketegaran hati" adalah hal yang lazim dalam sepanjang sejarah, ada pada setiap suku bangsa, bahkan ada di antara pemimpin gereja di mana-mana.

"Sebagian dari Israel telah menjadi tegar." Dalam bahasa Yunani menunjukkan bahwa ada sebagian orang Isreal yang tetap tegar hatinya, dan ada sebagian yang tidak tegar hati. Seperti yang tereantum dalam Keluaran 32, 33: sebaglan besar orang Israel yang berkeras hati menyembah berhala, tetapi masih ada sebagian keeil orang Lewi yang taat kepada firman Tuhan. Pada zaman Samuel, orang Filistin Juga mengeraskan hatinya sepeti orang Mesir (1 Samuel 6:6). Ketika Hosea menjadi raja atas Israel, orang Israel tidak menaati Hukum Taurat yang diberikan Allah melalui para nabi, mereka menegarkan tengkuknya, tidak percaya kepada TUHAN, Allah mereka, sehingga TUHAN sangat murka terhadap mereka dan menjauhkan mereka dari hadapan-Nya (2 Raja 17:1-18 ).
Berulang kali Nabi Yeremia menegur orang Yahudi yang tegar hati, tidak taat dan tidak mau menerima teguran (Yeremia 7:26; 17:23; 19:15 dan sebagainya). Ketika Stefanus menyaksikan Tuhan Yesus yang bangkit, juga menegur orang Yahudi yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, yang selalu menentang Roh Kudus (Kisah 7:51). Di antara orang-orang Yahudi yang tegar tengkuk itu, masih terdapat sebagian orang yang rela menaati firman Tuhan, bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Jelaslah bahwa ketegaran hati bukanlah persoalan keturunan, melainkan sikap manusia terhadap firman Tuhan; bukan seluruh bangsa, melainkan pribadi lepas pribadi.



c. "Sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk"

Dalam Alkitab bahasa Mandarin diterjemahkan "orang kafir." Dalam bahasa Yunani disebut "εθνων - ethnôn", yang menunjukkan segala bangsa, artinya setiap bangsa. Kata ini dalam Kisah Para Rasul 10:35 diterjemahkan "bangsa manapun," dalam Lukas 7:5 diterjemahkan "bangsa." Sebagian menunjukkan tiap bangsa. Ketika Paulus menulis suratnya, paling sedikit silsilah suku Yehuda dan Benyamin dapat dijadikan bahan penelitian untuk mengetahui siapa orang Yahudi, dan siapa yang bukan orang Yahudi. Walaupun ada sebagian yang campuran. Tetapi setelah tahun 70, orang-orang Yahudi tersebar ke seluruh dunia, bukan hanya banyak yang berbaur dengan bangsa lain, bahkan sulit sekali menyelidiki keturunan mereka, karena tidak lagi memiliki daftar silsilah, sehingga sulit sekali untuk menentukan siapa orang Yahudi dan siapa yang bukan orang Yahudi. Tetapi istilah "bangsa-bangsa" juga termasuk orang Israel di dalamnya. Jika kita merenungkannya dari tema pokok seluruh surat Roma: Semua orang adalah sama di hadapan Allah, maka "bangsa-bangsa" menunjuk kepada setiap bangsa yang mendengarkan anugerah keselamatan dalam darah Kristus, yang kemudian menerima Yesus sebagai Juruselamat itu menjadi jumlah yang penuh. Ini tidak berarti Tuhan menyediakan satu keselamatan bagi tiap bangsa, dan keselamatan yang lain bagi orang Yahudi.

Oleh sebab itu, rahasia Roma 11:25 menunjukkan persamaan hak setiap bangsa dalam anugerah keselamatan. Tidak ada perbedaan karena zaman ataupun karena ras. Ada sebagian orang Yahudi yang tegar hatinya, juga ada sebagian orang dari bangsa-bangsa lain yang tegar hati; ada sebagian orang yang beragama lain yang tegar hati, juga ada orang Kristen yang tegar hatinya. Allah membiarkan mereka mengeraskan hati mereka, dan tidak mau mendengarkan perintah-Nya, tidak mau percaya kepada Injil, mempunyai fungsi saling bekerja sama, " Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu." (Roma 11:11). Allah memakai "pelanggaran sebagian orang Kristen dari tiap bangsa, agar keselamatan sampai kepada bangsa-bangsa lain" hingga jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain itu masuk.


Setelah mengerti akan Roma 11:25, maka apakah arti keselamatan "seluruh Israel" dalam ayat 26?

Dalam butir VI telah dibahas makna dan penggunaan istilah "diselamatkan" dalam Roma 9-12 yang menunjukkan kebenaran ten tang pelayanan yang ditinjau menurut isi seluruh Surat Roma. Di bagian ini akan dibahas berdasarkan tujuan utama Allah memilih Israel dan gereja-Nya.

Ketika Allah memilih Abram, ia berkata, "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat ... dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kejadian 12:2,3). Ketika Abram berusia 99 tahun, Allah mengadakan perjanjian dengannya serta berkata, "Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa," dan mengubah namanya menjadi Abraham (Kejadian 17:2-5). Setelah orang Israel keluar dari Mesir dan berada di padang belantara, melalui Musa Tuhan berkata kepada mereka: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus." (Kejadian 19:5-6).

Dalam Roma 9, rasul Paulus mengungkapkan kesedihannya terhadap orang Yahudi sebangsanya yang tidak mengerti ten tang tujuan Allah memanggil mereka, yaitu agar mereka menjadi saksi-Nya di antara bangsa-bangsa, supaya semua bangsa beroleh berkat. Allah memilih Ishak, karena Ishak rela mempersembahkan dirinya sebagai korban yang hidup, melakukan apa yang diperkenankan Allah, menyaksikan Allah di tengah-tengah bangsa Filistin yang tidak mengenal Allah: Yahweh (YHWH Adonai) adalah Allah yang Esa dan benar, dan sumber berkat (bandingkan Kejadian 22, 26). Allah mengasihi Yakub, memilih Yakub, karena ia menghargai hak kesulungan untuk melayani Tuhan (bandingkan Kejadian 25:21034; 27; 28:20-22). Ketika Yakub memberkati Yusuf, ia berkata, "Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak telah hidup di hadapan Allah; Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang, dan sebagai Malaikat yang telah melepaskan aku dari segala bahaya ... " (Kejadian 48:15).

Ketika Allah menyatakan kepada Musa tentang tujuan-Nya menyelamatkan bangsa Israel, berulang kali Ia berkata, "beribadah kepada-Ku" (Ke1uaran 3:12; 4:23; 7:16; 8:1, 20). Menjelang akhir hidupnya, Yosua menasihati orang Israel agar mereka takut kepada Allah, beribadah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Ia juga menyatakan tekadnya, "Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN" (Yosua 24:14, 15).

Dosa terbesar dalam sepanjang sejarah bangsa Israel adalah menyembah berhala dan tidak mau beribadah kepada Allah. Alasan utama bangsa Israel ditolak oleh Allah, adalah karena mereka tidak beribadah kepada-Nya sesuai kehendak-Nya. dan tidak menjadi saksi bagi-Nya di tengah-tengah bangsa lain (bandingkan Ulangan 28:15-68; l Samuel 8.7-9, 1 Raja 9:6-9'11:30-35; 13:33-34; 2 Tawarikh 7:19-22 dan sebagainya). Karena bangsa Israel melepaskan hak istimewa untuk beribadah kepada Allah, maka Allah menolak mereka.
Melalui penebusan Kristus, Allah memilih gereja untukberibadah kepada-Nya dan menjadi saksi bagi-Nya di tengah-tengah bangsa lain (Lukas 24:47-48; Kisah 1:8 ).

Oleh sebab itu ditinjau dari seluruh kebenaran Alkitab, "seluruh Israel akan diselamatkan" dalam Roma 11:25,26 menunjuk kepada keselamatan dalam pelayanan. Dalam Yesus Kristus Allah memilih gereja untuk benbadah kepada-Nya, dan oleh kuasa dan karunia yang diberikan Roh Kudus, mereka mempu menunaikan amanat agung tersebut, dan sanggup memperluaskan kerajaanNya. Bangsa-bangsa dipersatukan dalam tubuh Kristus : satu tubuh, satu Roh, dipanggil dalam satu pengharapan. Karunia-karnia Roh yang dianugerahkanNya adalah untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. Jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa menunjuk kepada jumlah yang penuh dari setiap bangsa yang masuk dan melayani didalam kebun anggur Kristus.





VII. KESIMPULAN



Ditiniau dari seluruh kebenaran Alkitab, di dalam karya penebusan Kristus tidak ada perbedaan suku bangsa, tidak ada dua jenis keselamatan.

Iniil Allah bukan hanya berkuasa menyelamatkan manusia dan memberikan kepada mereka hidup yang kekal, juga senantiasa memberikan keselamatan bagi orang Kristen dalam kehidupan sehari-hari, agar mereka memiliki hidup yang kudus, dan sanggup berperan serta dalam pelayanan gerejawi. Dibawah pimpinan Roh Kudus, memfungsikan karunia Roh yang dianugerahkan-Nya, tekun dan setia dalam pekerjaan pelayanan dan pembentaan Injil, bagi pembangunan tubuh Kristus. Kita harus bersandar bimbingan Roh Kudus mengenal doktrin Alkitab yang menyeluruh, dan menjadikannya standar dan peringatan bagi seluruh kehidupan dan pelayanan.





Sumber :
Dr. Peter Wongso,Hamba Tuhan dan Jemaat Kristus yang Melintasi Zaman, Saat, Malang, 2002. p 63-96. Penerjemah Ev. Amy Kho, Sm.Th.


Blessings in Christ,
BP
May 23, 2007


Return to Keselamatan (Salvation)

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests