SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Fri Jul 30, 2010 12:22 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 4 posts ] 
Author Message
 Post subject: KERAJAAN ALLAH DAN KERAJAAN SORGA
PostPosted: Tue Jun 13, 2006 4:25 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
KERAJAAN ALLAH DAN KERAJAAN SORGA



"Kerajaan Allah" (Yunani: η βασιλεια του θεου - hê basileia tou theou) dan "Kerajaan Sorga" atau "Kerajaan Langit" (Yunani: η βασιλεια των ουρανων - hê basileia tôn ouranôn), menggambarkan suatu gagasan yang sama.

Istilah "Kerajaan Sorga" (harfiah: Kerajaan Langit, Yunani: η βασιλεια των ουρανων - hê basileia tôn ouranôn) hanya ada di Injil Matius, tidak akan ditemukan di bagian Alkitab lainnya. Bagi orang Yahudi kata "Allah" sangat sakral untuk digunakan sembarangan atau terlalu sering. Matius yang menulis kepada orang Yahudi, itulah yang menyebabkan ia lebih sering memakai istilah "Kerajaan Sorga" (Kerajaan Langit), sedikit sekali menggunakan istilah "Kerajaan Allah".

Sebaliknya Markus dan Lukas tidak pernah menggunakan istilah "Kerajaan Sorga". Kedua penulis ini memakai istilah "Kerajaan Allah", artinya sama dengan "Kerajaan Sorga", tapi lebih gampang dimengerti oleh non-Yahudi. Pemakaian istilah "Kerajaan Sorga" oleh Matius disebabkan kecenderungan Yahudi tidak mau menyebut langsung nama Allah.


Tidak ada perbedaan arti antara dua istilah ini, sebagai contoh:


* Matius 5:3
LAI TB, Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
KJV, Blessed are the poor in spirit: for theirs is the kingdom of heaven.
TR, μακαριοι οι πτωχοι τω πνευματι οτι αυτων εστιν η βασιλεια των ουρανων
Translit interlinear, Makarioi {yang diberkatilah} hoi {orang-orang yang} ptôkhoi {(tahu dirinya) miskin } tô pneumati {dalam roh} hoti {karena} autôn {punya mereka} estin {adalah} hê basileia {Kerajaan} tôn ouranôn {Langit/ Surga}


* Lukas 6:20
LAI TB, Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
KJV, And he lifted up his eyes on his disciples, and said, Blessed be ye poor: for yours is the kingdom of God.
TR, και αυτος επαρας τους οφθαλμους αυτου εις τους μαθητας αυτου ελεγεν μακαριοι οι πτωχοι οτι υμετερα εστιν η βασιλεια του θεου
Translit interlinear, kai {lalu} autos {Ia} eparas {mengarahkan} tous ophthalmous {mata} autou {-Nya} eis {kepada} tous mathêtas {murid-murid} autou {-Nya} elegen {berkata} makarioi {yang diberkatilah} hoi {kamu/ orang-orang yang} ptôkhoi {miskin} hoti {karena} humetera estin {yang empunya} hê basileia {Kerajaan} tou theou {Allah}


Bandingkan pula kesejajaran antara "Kerajaan Sorga" menurut Matius, dengan "Kerajaan Allah" menurut Markus dan Lukas, misalnya Matius 4:17 dengan Markus 1:15; Matius 8:11 dengan Lukas 13:29; Matius 13:11 dengan Markus 4:11 dan Lukas 8:10; dan masih banyak lagi.


Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga itu ada di sorga, ada di dunia, bahkan ada di dalam diri manusia tertentu.


* Matius 12:28
LAI TB, Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
TR, ει δε εγω εν πνευματι θεου εκβαλλω τα δαιμονια αρα εφθασεν εφ υμας η βασιλεια του θεου
Translit, ei de egô en pneumati theou ekballô ta daimonia ara ephthasen eph humas hê basileia tou theou"


* Lukas 17:21
LAI TB, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.
TR, ουδε ερουσιν ιδου ωδε η ιδου εκει ιδου γαρ η βασιλεια του θεου εντος υμων εστιν
Translit, oude erousin idou ôde hê idou ekei idou gar hê basileia tou theou entos humôn estin


Dalam Perjanjian Lama istilah ini tidak pernah muncul, selain dari ke-3 Injil Matius, Markus dan Lukas. Ini menunjukkan betapa pentingnya peranan thema Kerajaan Allah dalam ajaran Tuhan Yesus sendiri. Kepada kita diajarkan bahwa Kerajaan Allah merupakan berita Injil :


* Markus 1:15
LAI TB, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!
TR, και λεγων οτι πεπληρωται ο καιρος και ηγγικεν η βασιλεια του θεου μετανοειτε και πιστευετε εν τω ευαγγελιω
Translit, kai legôn hoti peplêrôtai ho kairos kai êggiken hê basileia tou theou metanoeite kai pisteuete en tô euaggeliô


Dan ketika para murid diutus untuk pertama kalinya, yang harus mereka beritakan adalah perihal “Kerajaan Allah” :


* Lukas 9:2
LAI TB, Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,
TR, και απεστειλεν αυτους κηρυσσειν την βασιλειαν του θεου και ιασθαι τους ασθενουντας
Translit, kai apesteilen autous kêrussein tên basileian tou theou kai iasthai tous asthenountas


* Lukas 10:9-11
10:9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
10:10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:


10:11 LAI TB, Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.
[/color]TR, και τον κονιορτον τον κολληθεντα ημιν εκ της πολεως υμων απομασσομεθα υμιν πλην τουτο γινωσκετε οτι ηγγικεν εφ υμας η βασιλεια του θεου
Translit, kai ton koniorton ton kollêthenta hêmin ek tês poleôs humôn apomassometha humin plên touto ginôskete hoti êggiken eph humas hê basileia tou theou



ARTI "KERAJAAN"

Tuhan Yesus sengaja tidak pernah mendefinisikan secara gamblang apa yang dimaksudkanNya dengan “Kerajaan Allah”. Tetapi, ketika dihadapan Pontius Pilatus, sebagai jawaban ketika Ia dituduh sebagai pemberontak. Tuhan Yesus menjawabnya dengan cermat menyatakan maksudNya bukan untuk memiliki daerah kekuasaan yang bersifat fana didunia ini : "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." (Yohanes 18:36).

Kerajaan Allah dalam Alkitab pada umumnya berarti : Allah yang aktif memerintah di dunia. Kadang-kadang Tuhan Yesus mengatakan tentang “memasuki” Kerajaan Allah, adalah sama halnya kita memasuki sebuah negara, misalnya dalam ayat ini :


* Markus 10:23
LAI TB, Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
TR, και περιβλεψαμενος ο ιησους λεγει τοις μαθηταις αυτου πως δυσκολως οι τα χρηματα εχοντες εις την βασιλειαν του θεου εισελευσονται
Translit, kai periblepsamenos ho iêsous legei tois mathêtais autou pôs duskolôs hoi ta khrêmata ekhontes eis tên basileian tou theou eiseleusontai


Tetapi, gagasan dibalik kata yang dipergunakanNya jauh lebih berarti “pemerintahan” ketimbang “kerajaan”. Barangkali dalam Doa Bapa Kami, ada definisi yang boleh dikatakan tepat, yaitu ketika datangnya Kerajaan Allah dipersamakan dengan melakukan kehendakNya. Dimana kehendak Allah dilakukan dengan ketaatan yang sempurna, disinilah arti yang menurut Perjanjian Baru (PB), Kerajaan Allah dinyatakan.

Walaupun para penulis Perjanjian Lama (PL) tidak menggunakan istilah “Kerajaan Allah”, mereka dengan penuh harapan menantikan Hari yang besar itu, yakni saat YHVH akan memperlihatkan kemuliaanNya secara dramatis sehingga semua orang akan mengakui pemerintahanNya:


* Yesaya 24:23
LAI TB, Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab TUHAN semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya.
Hebrew,
וְחָפְרָה הַלְּבָנָה וּבֹושָׁה הַחַמָּה כִּי־מָלַךְ יְהוָה צְבָאֹות בְּהַר צִיֹּון וּבִירוּשָׁלִַם וְנֶגֶד זְקֵנָיו כָּבֹוד׃ פ
Translit, VEKHAFRAH HALEVANAH UVOSYAH HAKHAMAH KI-MALAKH YEHOVAH (baca: 'Adonay) TSEVA'OT BEHAR TSIYON UVIROUSHALAM VENEGED ZEKENAV KAVOD

* Zakaria 14:9
[/b]
LAI TB, Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya.
Hebrew,
וְהָיָה יְהוָה לְמֶלֶךְ עַל־כָּל־הָאָרֶץ בַּיֹּום הַהוּא יִהְיֶה יְהוָה אֶחָד וּשְׁמֹו אֶחָד׃
Translit, VEHAYAH YEHOVAH (baca: 'Adonay) LEMELEKH 'AL-KOL-HA'ARETS BAYOM HAHU YIHYEH YEHOVAH (baca: 'Adonay) EKHAD USYEMO 'EKHAD


Pengharapan yang sangat dalam ini, baik pengharapan dalam arti luas, maupun kerinduan akan kemerdekaan negeri itu, masih terus berkobar sampai pada zaman Tuhan Yesus (Yusuf dari Arimatea, menurut Markus, adalah salah seorang yang “juga menanti-nantikan Kerajaan Allah”).

Jadi, ketika Nabi Yahya (Yohanes Pembabtis) mengatakan bahwa “Kerajaan Allah sudah dekat” (Matius 3:2), ia segera dikerumuni oleh sekumpulan orang yang dengan penuh semangat datang untuk menyaksikan kuasa Allah, yang sudah lama mereka nanti-nantikan, memerintah dalam sejarah manusia.

Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus bersama-sama memberitakan Kerajaan Sorga/ Kerajaan Allah. Dan murid-murid Yesus juga memberitakan hal yang sama:


* Matius 10:5-7
10:5. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.



Matius mencatat pengajaran Tuhan Yesus semua dilandaskan, karena, dan untuk Kerajaan Sorga:

5:3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Dalam Doa Bapa-Kami, Yesusmenegaskan bahwa Allah, Bapa kita ada di Kerajaan Sorga.
6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu
Dalam ayat-ayat, Yesus kembali menegaskan tantang Kerajaan Sorga :
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.




KERAJAAN ALLAH - ASPEK ROHANI

Kerajaan Sorga/ Kerajaan Allah adalah satu tema yang utama di seluruh Alkitab. Allah adalah Raja dari semua raja-raja. Yesus yang kita sembah - Dia adalah Allah dan Raja dari kerajaan rohani. Di mana pemerintahan Yesus itu ada di dalam hati umat Tuhan di seluruh dunia. Jadi Kerajaan Allah tidaklah terlihat dari benda yang dibangun oleh manusia atau suatu tempat, tetapi Kerajaan Allah adalah Tuhan memerintah kerajaan-Nya di dalam hati semua umat Tuhan.

Kerajaan Allah ada di dalam kita! (Lukas 17:21). Tuhan Yesus memang tidak memerintah secara 'De Iure' dan secara 'De Facto' sebagai pemimpin suatu negara secara pengertian duniawi, misalnya menjadi Raja/Pemimpin Yudea seperti Herodes, tapi secara rohani Dia seorang Raja, Yesus Kristus. Dia Raja kita - Raja anda dan Raja saya. Kita ini rakyat-Nya, umat yang Dia perintah. Kita ini pengikut-pengikut-Nya. Dalam pemahaman ini mari kita menteladani sikap salah seorang yang disalib di sebelah Yesus: "Ya Yesus bila Engkau datang kembali sebagai Raja, ingatlah kepadaku..." Yesus menjawab: "Hari ini Engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:42-43).

Hadirnya Yesus sebagai manusia memang tidak membawa kuasa duniawi/ lahiriah, sebab misi Yesus adalah misi rohani. Dia yang adalah Allah itu telah lahir ke bumi dan berkarya bagi keselamatan umat manusia yang dikasihiNya (Yohanes 3:16).

* Yohanes 3:1-6
3:1. Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.


Ayat diatas menerangkan bahwa Yesus sedang bicara mengenai satu Kerajaan yang tidak nampak dengan mata. Setelah kebangkitan, Yesus ternyata masih menempatkan ‘Kerajaan Allah’ sebagai topik utama :

* Kisah 1:3
LAI TB, Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
TR, οις και παρεστησεν εαυτον ζωντα μετα το παθειν αυτον εν πολλοις τεκμηριοις δι ημερων τεσσαρακοντα οπτανομενος αυτοις και λεγων τα περι της βασιλειας του θεου
Translit, hois kai parestêsen eauton zônta meta to pathein auton en pollois tekmêriois di hêmerôn tessarakonta optanomenos autois kai legôn ta peri tês basileias tou theou

Selanjutnya, para murid Tuhan Yesus meneruskannya dalam kegiatan mereka mengabarkan Injil, Kerajaan Allah tetap menjadi topik utama.


* Kisah 8:11-12
8:11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya.
8:12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan

* Kisah 19:6-8
19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
19:7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.
19:8. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.



KERAJAAN ALLAH – MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG

Khotbah pertama yang disampaikan Tuhan Yesus Kristus menggunakan kata-kata serupa yang dipakai Yohanes Pembabtis. Tetapi menurut Markus, Tuhan Yesus mengawali pemberitaanNya tentang Kerajaan Allah, yang sudah dekat itu, dengat kata-kata, “Waktunya telah genap” (Markus 1:15).

Berita mengenai penggenapan ini digemakan terus dalam kitab-kitab Injil, yaitu bahwa didalam Tuhan Yesus Kristus, Kerajaan Allah telah menjadi kenyataan yang hidup. Mujizat-mujizatNya, dan teristimewa pengusiran setan, memberi kesaksian tentang fakta bahwa Kerajaan Allah sudah datang kepada manusia (Matius 12:28 ). KhotbahNya yang disampaikan dengan otoritas yang unik merupakan bukti bahwa kerajaanNya sudah datang :

* Markus 1:27
LAI TB, Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."
TR, και εθαμβηθησαν παντες ωστε συζητειν προς αυτους λεγοντας τι εστιν τουτο τις η διδαχη η καινη αυτη οτι κατ εξουσιαν και τοις πνευμασιν τοις ακαθαρτοις επιτασσει και υπακουουσιν αυτω
Translit, kai ethambêthêsan pantes hôste suzêtein pros autous legontas ti estin touto tis hê didakhê hê kainê autê hoti kat exousian kai tois pneumasin tois akathartois epitassei kai hupakouousin autô


* Matius 11:5
LAI TB, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
TR, τυφλοι αναβλεπουσιν και χωλοι περιπατουσιν λεπροι καθαριζονται και κωφοι ακουουσιν νεκροι εγειρονται και πτωχοι ευαγγελιζονται
Translit, tuphloi anablepousin kai khôloi peripatousin leproi katharizontai kai kôphoi akouousin nekroi egeirontai kai ptôkhoi euaggelizontai


Tuhan Yesus berkata “Kerajaan Allah ada diantara kamu” (Lukas 17:21), maka berkat-berkat Kerajaan Allah (diantaranya adalah : pengampunan, keselamatan, dan kehidupan kekal) menjadi milik yang dapat dinikmati oleh orang-orang yang percaya, yang dapat dinikmati tidak hanya pada masa yang akan datang, melainkan juga pada masa sekarang ini juga. Selama berabad-abad para nabi telah menubuatkan suatu masa Allah akan menyatakan kekuasaanNya sebagai raja diatas bumi. Nah, dalam Diri dan pelayanan Tuhan Yesus Kristuslah, masa ini telah dinyatakan.

Tuhan Yesus mengajarkan bahwa dengan kedatangan DiriNya sendiri, Kerajaan Allah itu sebenarnya sudah datang, dan juga jelas bahwa Ia memandang ke masa yang akan datang pula, saat kuasa Allah yang berdaulat penuh itu pada akhirnya tampak dengan nyata. Murid-muridNya harus berdoa begini “Datanglah KerajaanMu” dan memperlihatkan dengan waspada agar melihat “Kerajaan Allah (telah) datang dengan kuasa” (Markus 9:1, Matius 25:1). Mujizat-mujizat yang mereka lihat dilakukan oleh Tuhan Yesus – yang mereka sendiri juga lakukan dengan kekuatan Tuhan Yesus – adalah tanda yang jelas bahwa Kerajaan itu sudah ada. Tetapi peperangan dengan Iblis masih berlangsung terus dengans eru, dan tidak ada keraguan sedikitpun tentang hasil akhirnya :


* Matius 25:41
LAI TB, Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
TR, τοτε ερει και τοις εξ ευωνυμων πορευεσθε απ εμου οι κατηραμενοι εις το πυρ το αιωνιον το ητοιμασμενον τω διαβολω και τοις αγγελοις αυτου
Translit, tote erei kai tois ex euônumôn poreuesthe ap emou hoi katêramenoi eis to pur to aiônion to êtoimasmenon tô diabolô kai tois aggelois autou

Karena itu, nubuat-nubuat tentang peristiwa penggenapan yang agung di masa depan, berkaitan dengan bukti nyata tentang Kerajaan Allah yang sudah datang saat itu. Juga dari “Perumpamaan tentang Kerajaan Allah” dalam Matius 13, jelas bahwa Tuhan Yesus ingin para muridNya mengerti tentang kedua kebenaran tersebut. Benih itu sudah ditabur dan akan bertumbuh sampai puncak masa panen.



TUNTUTAN KERAJAAN ALLAH

Baik pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang, Allah yang memerintah sebagai Raja menuntut manusia untuk menyerahkan dirinya dengan penuh ketaatan. Manusia tidak dipanggil untuk membangun atau mendirikan sendiri Kerajaan itu, melainkan hanya mencarinya dan memasukinya :

* Matius 6:33
LAI TB, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
TR, ζητειτε δε πρωτον την βασιλειαν του θεου και την δικαιοσυνην αυτου και ταυτα παντα προστεθησεται υμιν
Translit, zêteite de prôton tên basileian tou theou kai tên dikaiosunên autou kai tauta panta prostethêsetai humin

* Markus 9:47
LAI TB, Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,
TR, και εαν ο οφθαλμος σου σκανδαλιζη σε εκβαλε αυτον καλον σοι εστιν μονοφθαλμον εισελθειν εις την βασιλειαν του θεου η δυο οφθαλμους εχοντα βληθηναι εις την γεενναν του πυρος
Translit, kai ean ho ophthalmos sou skandalizê se ekbale auton kalon soi estin monophthalmon eiselthein eis tên basileian tou theou hê duo ophthalmous ekhonta blêthênai eis tên geennan tou puros


Standard-standard etika Kerajaan itu tinggi sekali, jauh diatas standard para ahli Taurat dan orang Farisi, tuntutannya bukan hanya pengetahuan teori semata-mata, melainkan bagaimana melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Matius 5:20
LAI TB, Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
TR, λεγω γαρ υμιν οτι εαν μη περισσευση η δικαιοσυνη υμων πλειον των γραμματεων και φαρισαιων ου μη εισελθητε εις την βασιλειαν των ουρανων
Translit, legô gar humin hoti ean mê perisseusê hê dikaiosunê humôn pleion tôn grammateôn kai pharisaiôn ou mê eiselthête eis tên basileian tôn ouranôn


* Markus 12:32-34
32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.


* Markus 10:15
LAI TB, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.
TR, αμην λεγω υμιν ος εαν μη δεξηται την βασιλειαν του θεου ως παιδιον ου μη εισελθη εις αυτην
Translit, amên legô humin hos ean mê dexêtai tên basileian tou theou hôs paidion ou mê eiselthê eis autên

* Matius 13:44-46
44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."



Singkatnya, untuk dapat masuk kedalam Kerajaan Allah diperlukan ketaatan mutlak seperti seorang anak kecil dan juga dituntut kesetiaan serta pengapdian mutlak seorang murid. Namun yang seharusnya diutamakan manusia adalah mematuhi ketentuan atau peraturan Allah, sebab kerajaan Allah – seperti harta yang terpendam atau mutiara yang sangat mahal harganya – adalah satu perkara yang paling berharga di dalam hidup ini, sehingga pengorbanan macam apapun pantas dilakukan untuk memperolehnya.




Amin.




Blessings in Christ
BP
February 9, 2006


Sumber :
David Field, Pedoman Lengkap Pemahaman Alkitab, p 542-543, dan berbagai sumber.

Artikel terkait : ajaran-yesus-kristus-vt380.html#p804


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 13, 2006 4:33 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
KERAJAAN ALLAH, KERAJAAN SURGA



Menurut Injil-injil Sinoptik, Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah adalah tema pokok dari pemberitaan Yesus. Matius yang menulis kepada orang Yahudi memakai istilah Kerajaan Surga, tapi Markus dan Lukas memakai istilah Kerajaan Allah, artinya sama dengan Kerajaan Surga, tapi lebih gampang dimengerti oleh non-Yahudi. Pemakaian istilah kerajaan surga oleh Matius pasti disebabkan kecenderungan Yahudi tidak mau menyebut langsung nama Allah. Tidak ada perbedaan arti antara dua istilah ini sebagai contoh:


* Matius 5:3
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga."

* Lukas 6:20
"Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah."



Yohanes Pembaptis muncul dengan pemberitaan Kerajaan Allah sudah dekat, dan Yesus mengambil alih pemberitaan ini. Ungkapan Kerajaan Surga (Ibrani: malekhut syamayim) dalam pengharapan Yahudi Sesudah Pembuangan, mengandung unsur campur tangan Allah yang sungguh diharapkan Israel, untuk memulihkan kebahagiaan umat-Nya dan membebaskannya dari kuasa musuh. Kedatangan Kerajaan adalah perspektif masa depan yang dipersiapkan oleh kedatangan Mesias dalam meratakan jalan bagi Kerajaan Allah.

Pada masa Yesus, harapan eskatologis agama Yahudi ini telah berkembang dalam banyak bentuk: sekali unsur nasionalisme menonjol, sekali unsur kosmik dan apokaliptik. Pengharapan itu mulai dalam pemberitaan mengenai pemulihan takhta Daud dan kedatangan Allah untuk membaharui dunia, sesuai nubuat Perjanjian Lama. Walaupun Perjanjian Lama tidak berbicara langsung tentang Kerajaan Surga eskatologis, namun dalam Mazmur dan Kitab-kitab Nabi penyataan kedaulatan Allah sebagai Raja, adalah satu dari gagasan paling utama dalam iman dan pengharapan Perjanjian Lama. Beberapa unsur menonjol, sebagai jelas kelihatan bila membandingkan nubuat nabi-nabi terdahulu dengan nubuat tentang kedaulatan universal dan munculnya Anak Manusia dalam Daniel.

Tatkala Yohanes Pembaptis dan kemudian Yesus sendiri memberitakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat pemberitaan ini membangunkan perhatian dan mengandung arti universal. Diberitakan bahwa poros sejarah yang lama dinanti-nantikan, yaitu campur tangan Allah untuk memulihkan segala sesuatu, sudah dekat, bagaimanapun pengertiannya waktu itu. Jadi sangat penting meneliti isi pemberitaan Perjanjian Baru mengenai kedatangan Kerajaan itu.

Dalam pemberitaannya Yohanes Pembaptis menonjolkan penghakiman Allah sebagai realitas dekat: kapak diletakkan pada akar pohon.
Allah datang selaku Raja adalah untuk memurnikan, menyaring dan menghakimi. Semua orang akan terlibat, tidak ada kekecualian atas dasar hak istimewa, termasuk kesanggupan menyebut Abraham sebagai bapaknya. Pada saat itu juga Yohanes Pembaptis berkata, ia sendiri perintis jalan bagi Dia yang akan datang dengan membawa penampi.
Karena kedatangan-Nya dekat, umat harus bertobat dan memberikan diri dibaptis untuk pembersihan dosa, supaya luput dari hukuman akan datang dan menerima bagian dalam keselamatan Kerajaan dan pembaptisan dengan Roh Kudus yang akan dicurahkan.



Dalam pengajaran Yesus


a. Segi sekarang

Pemberitaan Yesus tentang Kerajaan memakai kata Yohanes, tapi sifatnya lebih luas. Yohanes memperhatikan penampilan Yesus beberapa lama, kemudian mulai ragu-ragu apakah Yesus betul-betul Yang akan datang yang diberitakannya. Pemberitaan Kerajaan oleh Yesus berbeda dengan pemberitaan Yohanes dalam dua hal :
Pertama, meskipun pemberitaan tentang penghakiman dan panggilan untuk bertobat tetap ada dan tidak dikurangi maknanya, namun unsur penyelamatan dalam Kerajaan ditekankan.
Kedua (inilah inti dari perbedaannya), Yesus memberitakan bahwa Kerajaan bukan hanya dekat tapi sudah ada dalam Pribadi dan pelayanan Yesus sendiri. Yesus tidak banyak berkata langsung bahwa Kerajaan sudah ada, namun seluruh pemberitaan dan pelayanan-Nya diwarnai kenyataan itu. Dalam Dia, masa depan yang mulia menjadi masa kini.

Segi masa kini dari Kerajaan nampak dalam bermacam-macam cara pada Pribadi dan perbuatan Kristus. Dapat kelihatan dalam pengusiran setan dan umumnya dalam kuasa Yesus untuk membuat mujizat. Dalam penyembuhan orang yang kerasukan setan, jelas bahwa Yesus telah memasuki rumah orang kuat untuk mengikatnya erat, dan karena itu siap menyita harta bendanya. Kerajaan Surga menyerbu ke dalam wilayah si jahat. Kuasa Iblis dipatahkan. Yesus melihatnya jatuh dari Surga seperti kilat. Ia memiliki dan menganugerahkan kuasa untuk menginjak-injak kekuasaan lawan. Tidak ada yang mustahil bagi mereka yang dianugerahi kuasa Yesus untuk pergi ke dalam dunia sebagal saksi Kerajaan. Segenap kegiatan Yesus melakukan mujizat adalah bukti dari kedatangan Kerajaan. Murid-Nya melihat dan mendengar kedatangan zaman keselamatan, yang banyak nabi dan orang saleh rindu untuk melihatnya tapi tidak bisa. Pada saat Yohanes mengutus muridnya untuk bertanya, "Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?" mereka ditunjukkan perbuatan ajaib Yesus yang sesuai dengan janji nubuat yang membuktikan Kerajaan; orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar, orang kusta ditahirkan, orang mati dibangkitkan, dan kabar kesukaan diberitakan kepada orang miskin. Dalam hal terakhir ini juga, yaitu pemberitaan kabar kesukaan, kelihatan terobosan Kerajaan. Karena keselamatan diumumkan dan ditawarkan sebagai anugerah yang siap diberikan kepada orang miskin di hadapan Allah, orang lapar dan orang berdukacita, maka Kerajaan adalah milik mereka. Demikian juga keampunan dosa diberitakan, bukan kelak terjadi di Surga, bukan kemungkinan masa kini, tapi tenjadi hari ini di bumi ini melaiui Yesus sendiri: "Anak-Ku, dosa-dosamu telah diampuni; karena Anak Manusia memiliki kuasa di dunia untuk mengampuni dosa-dosa".

Seperti jelas dalam Firman yang penuh kuasa dan yang baru dikutip, semuanya ini didasarkan pada kenyataan bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah. Kerajaan telah datang dalam Dia dan dengan Dia: Dia-lah auto-basilea, auto-basileia (Ia sendiri Kerajaan). Penyataan diri Yesus sebagai Mesias, Anak Manusia dan Hamba Tuhan, adalah rahasia dan sekaligus penjelasan seluruh Injil.

Mustahil untuk menerangkan perkataan Yesus tentang diri-Nya seperti beberapa orang ingin membuatnya, seolah Yesus menganggap diri hanyalah Mesias pada masa datang, Anak Manusia yang akan datang di atas awan kelak. Memang segi keakanan dari Kerajaan adalah unsur hakiki Injil, tapi dalam Injil Yesus adalah Mesias yang hadir sekarang dan di sini. Itu tidak hanya diproklamasikan pada pembaptisan-Nya dan pada saat Dia dipermuliakan di atas gunung. Dia bukan hanya disebut Dia yang dikasihi dan dipilih Allah (judul terang tentang ke-Mesias-an), tapi juga Roh Kudus turun ke atas-Nya dan melengkapi-Nya dengan kekuasaan ilahi sepenuhnya. Kitab Injil penuh dengan pernyataan bahwa Ia memiliki kuasa mutlak, Ia diperkenalkan sebagai Dia yang diutus oieh Bapa, Dia datang untuk menggenapi nubuat para nabi. Dalam kedatangan dan ajaran-Nya Alkitab digenapi bagi pendengar-Nya. Ia datang bukan untuk meniadakan tapi untuk menggenapi Taurat, untuk memberitakan Kerajaan, untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, untuk melayani orang lain, dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak onang. Rahasia Kerajaan terletak dalam hal menjadi milik
Dia. Ringkasnya, Yesus Mesias adalah pusat dan segala berita dalam Kitab Injil tentang Kerajaan. baik segi masa kininya, maupun segi akan datangnya.


b. Segi akan datang

Walaupun dalam Kitab Injil jelas bahwa Kerajaan nampak kini dan di sini, ditunjukkan juga bahwa penampakan dalam dunia ini bersifat sementara. Itulah sebabnya pemberitaan kegiatan waktu itu yang terdapat dalam rumusan "Orang buta melihat, orang mati dibangkitkan, kepada orang miskin diberitakan kabar baik" diikuti dengan peringatan, "Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku" (Matius 11:6; Lukas 7:23). Kekecewaan itu terletak dalam sifat tersembunyi dan Kerajaan pada masa ini. Mujizat hanyalah tanda dan tatanan lain yang berbeda dari tatanan sekarang.
Belum tiba saatnya setan diserahkan pada kegelapan abadi (Matius 8:29). Injil Kerajaan masih benih yang sedang ditaburkan. Dalam perumpamaan tentang penabur, benih yang tumbuh diam, lalang antara gandum, biji sesawi dan ragi, Yesus mengajar murid-Nya mengenai segi tersembunyi Kerajaan itu. Anak Manusia sendiri, dengan segenap
kekuasaan Allah, yang akan datang di atas awan, Dia-lah Penabur benih Firman Allah. Ia digambarkan sebagai Manusia tergantung pada orang lain; burung, semak duri, manusia lain, dapat mengganggu pekerjaan-Nya. Ia harus menunggu untuk melihat hasil dari taburan-Nya. Bahkan rahasia Kerajaan lebih dalam lagi: Raja-nya datang dalam wujud hamba. Burung mempunyai sarangnya, tapi Anak Manusia (Daniel 7:13) tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Supaya dapat menerima segala sesuatu, terlebih dahulu Ia harus menyerahkan segala sesuatu. Menurut gambar Hamba Tuhan yang menderita pada Yesaya 53, Ia harus dihisabkan pada kelompok orang berdosa. Kerajaan telah datang, Kerajaan akan datang. Tapi kedatangannya adalah melalui salib. Sebelum Anak Manusia melaksanakan kekuasaan atas semua kerajaan dunia (Matius 4:8; 28:18), Ia harus menempuh jalan ketaatan kepada Bapa supaya menggenapi segala kebenaran (Matius 3:15). Sebab itu perwujudan Kerajaan mempunyai sejarah dalam dunia ini. Kerajaan harus diberitakan pada semua makhluk. Sebagai benih ajaib, Kerajaan tumbuh, tidak ada orang yang mengetahui caranya (Markus 4:27).

Dengan kekuatan di dalamnya Kerajaan menembusi rintangan dan berkembang mengatasi segalanya, karena ladang tempat benih itu ditaburkan adalah dunia (Matius 13:38). Injil Kerajaan keluar sampai kepada semua bangsa (Matius 28:19) karena Raja dan Kerajaan adalah juga Tuhan dan Roh. Kebangkitan-Nya mendatangkan zaman baru, pemberitaan Kerajaan dan Raja-nya mencapai ujung bumi. Keputusan sudah diambil, tapi penggenapannya masih bersifat akan datang. Apa yang mulanya nampak sebagai kedatangan Kerajaan satu dan sama, diumumkan sebagai satu kenyataan yang tak terpisahkan, hampir tiba dan dekat, itu mengembangkan diri meliputi zaman baru dan wilayah jauh. Batas Kerajaan tidak sama dengan perbatasan atau sejarah Israel. Kerajaan mencakup semua bangsa dan memenuhi segala zaman sampai kedatangan akhir dunia.



Kerajaan dan jemaat


Kerajaan berhubungan dengan sejarah jemaat maupun Sejarah dunia. Kerajaan dan jemaat tidak sama, bahkan pada zaman sekarang pun tidak. Kerajaan Allah mencakup seluruh pekerjaan Allah melalui Kristus yang menebus dalam dunia ini. Jemaat adalah himpunan orang milik Yesus Kristus. Hubungan jemaat dan Kerajaan Allah dapat dibandingkan dengan dua lingkaran yang pusatnya satu, jemaat lingkaran kecil, Kerajaan lingkaran besar, keduanya berpusat pada Kristus. Hubungan jemaat dan Kerajaan dapat dirumuskan dengan berbagai cara. Jemaat terdiri dari orang yang menerima Injil Kerajaan Allah melalui iman, yang mengambil bagian dalam keselamatan Kerajaan dan menerima berkat pengampunan dosa, pengangkatan sebagai anak Allah, kediaman Roh Kudus, dan hidup yang kekal. Dalam hidupnya sebagai garam dan terang dunia, Kerajaan terwujud. Ia memikul kuk Kerajaan, hidup taat kepada perintah Rajanya dan belajar pada Dia (Matius 11:28-30). Jemaat sebagai agen Kerajaan dipanggil untuk mengakui Yesus sebagai Kristus dan mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Jemaat adalah persekutuan hamba yang menerima talenta dari tuannya dan menantikan kedatangan Kerajaan dalam kemuliaan, pada saat Raja kembali. Jemaat mendapat strukturnya dari Kerajaan, dikelilingi dan diarahkan oleh penyataan, perkembangan dan kedatangan Kerajaan kelak, tapi tidak pernah sama atau identik dengan Kerajaan itu.

Karena itu Kerajaan Allah tidak dibatasi dalam batas jemaat. Kristus adalah Raja di atas segala-galanya. Di mana saja Kristus diterima dan diakui sebagai Raja, bukan hanya orang dibebaskan tapi seluruh pola hidup diubah: kutuk setan dan ketakutan kuasa
bermusuhan terhadap manusia dilenyapkan. Perubahan sebagai dampak agama Kristen dalam masyarakat animis, membuktikan makna Kerajaan yang mencakup segala sesuatu. Dengan cara membawa pengaruh ke luar seperti biji sesawi, dan juga ke dalam seperti ragi. Kerajaan berkembang dalam dunia dengan kuasa penebusannya. Wahyu menggambarkan pemenintahan Kristus Raja dalam sejarah dunia yang maju makin pesat sampai pada akhir zaman, dan terutama membuat nyata perbedaan Kristus Raja kemenangan (lihat Wahyu 5:1 dan ayat-ayat berikutnya) atas Iblis dan anti-Kristus yang kekuasaannya masih bertahan di bumi untuk melawan Kristus dan jemaat-Nya. Kerajaan memasuki sejarah dunia dengan berkat dan pembebasan, kuasa penyelamatan dan tirani berhala dan kuasa jahat bermusuhan dengan manusia: tapi surga dan dunia baru, pemerintahan kemenangan, damai sejahtera dan keselamatan riil, akan tercapai hanya melalui krisis terakhir dan universal.



Dalam sisa Perjanjian Baru


Ungkapan Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah tidak banyak muncul dalam Perjanjian Baru di luar kitab Injil Sinoptik. Tapi hal ini sebetulnya hanya persoalan istilah. Petunjuk revolusi besar dalam sejarah penyelamatan dimulai oleh kedatangan Kristus, sebagai harapan penggenapan segala tindakan Allah, maka Kerajaan adalah tema utama dan seluruh penyataan Allah dalam Perjanjian Baru.



Dalam pemikiran teologia


Pemikiran teologis tentang Kerajaan Surga sangat dipengaruhi oleh pandangan dan hermacam-macam kecenderungan dalam sejarah pemikinan teologis. Abli teologi Roma Katolik sering mengikuti Agustinus dan menyamakan Kerajaan Allah dengan gereja di dunia. Melalui hierarki gereja, Kristus diwujudkan sebagai Raja Kerajaan Allah, ruang
lingkup Kerajaan adalah sama dengan batas kekuatan dan kekuasaan gereja di dunia, Kerajaan diperluas melalui misi dan perkembangan gereja di dunia. Dalam perlawanannya terhadap hierarki Roma Katolik, para reformator menekankan makna rohani dan tidak terlihatnya Kerajaan itu, dan cenderung (secara salah) mengutip Lukas 17:20 dan ayat-ayat berikutnya untuk mendukung pendapat itu. Mereka bilang, Kerajaan Surga ialah kedaulatan rohani yang diberlakukan Kristus melalui pemberitaan firman-Nya dan karya Roh Kudus. Gerakan reformasi tidak melupakan segi Kerajaan sebagai rencana penyelamatan sejarah, tapi di bawah pengaruh gerakan Pencerahan dan Pietisme Kerajaan diartikan secana individu sebagai kedaulatan kasih karunia dan damai dalam hati manusia. Dalam teologi liberal terutama di bawah pengaruh Kant, pandangan ini dikembangkan secara moralistis, sehingga Kerajaan disamakan dengan tersebarnya damai, kasih dan kebenaran.

Dalam lingkungan pietis dan heberapa sekte, pengharapan akan kedatangan Kerajaan kelak tetap dipegang tapi tanpa melihat arti positif dari Kerajaan itu bagi hidup di dunia ini. Berlawanan dengan pengertian dualistis Kerajaan itu, timbul tafsiran sosial tentang Kerajaan menekankan hanya makna riil dan komunalnya. Pengertian ini menimbulkan pandangan radikalisme sosial (kekristenan Tolstoi yang menekankan Khotbah di Bukit dan tafsiran sosial-agamawi dari misalnya Kutter dan Ragaz di Swiss), dan menimbulkan juga pengertian evolusioner tentang perkembangan (Social Gospel di Amerika Serikat). Kedatangan Kerajaan beranti gerak maju dalam keadilan sosial dan perkembangan masyarakat.

Bertentangan dengan tafsiran Kerajaan yang bersifat merohanikan, moralistis dan evolusionen, maka masa kini ahli Perjanjian Baru kembali lagi menekankan makna asli Kerajaan dalam pemberitaan Yesus, makna yang berhubungan erat dengan sejarah keselamatan dan eskatologi. Beberapa ahli menafsirkan segi eskatologis Kerajaan secana ekstrim, sehingga peluang menembusi dunia sekarang terlupakan. Tapi akhir-akhir ini makna Kerajaan Allah untuk masa kini lebih diperhatikan. Makna tersebut dibawa dalam perspektif sejarah keselamatan, yaitu gerak maju pekerjaan dinamis dari Allah dalam sejarah, dengan penggenapan akhir sebagai tujuannya. [ðððð]



Sumber: "The New Bible Dictionary", Inter-Varsity Press: England, (c) 1988


Artikel terkait : A. KERAJAAN ALLAH, di viewtopic.php?p=804#p804


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: KERAJAAN ALLAH DAN KERAJAAN SORGA
PostPosted: Fri Sep 19, 2008 8:53 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Tue Aug 19, 2008 1:04 am
Posts: 68
Location: Surabaya
Assalamu'alaikum
Syalom

BP, kerajaan ALLAH dalam 4 Kitab Injil dengan kerajaan ALLAH di Kitab Wahyu apakah sama?

Mohon penjelasannya.
Terimaksih


Assalamu'alaikum
Syalom


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: KERAJAAN ALLAH DAN KERAJAAN SORGA
PostPosted: Sun Apr 18, 2010 4:45 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
Sama, bisa dibaca di eskatologi-1-vt232.html#p503


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 4 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman