SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Wed Mar 10, 2010 11:57 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 
Author Message
 Post subject: Kejadian 15:16 : Siapakah Keturunan ke-Empat?
PostPosted: Wed Jul 01, 2009 4:51 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6014
Kejadian 15:16 : Siapakah Keturunan ke-Empat?

Tanya :
Quote:
Dalam Kejadian 15:16 dikatakan: "Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap."

Siapakan keturunan ke-4 yang dimaksud?


JAWAB :


Keturunan ke-4 adalah generasi Musa. Bagaimana "keturunan ke-4" ini mulai dihitung? Penghitungannya adalah berdasarkan Kejadian 15:13. Dimulai keturunan pertama dari Israel mendiami Mesir (menjadi orang asing di suatu negeri), dimana keturunan Abraham ini kemudian menjadi budak di Mesir.

Keturunan pertama : Lewi, (Keluaran 6:15; Bilangan 3:17; 26:58;1 Tawarikh 6:1)
Keturunan kedua : Kehat (Keluaran 6:15; Bi1angan 3:17; 26:58; 1 Tawarikh 6:1)
Keturunan ketiga : Amran (Keluaran 6:17; Bilangan 3 :19; 26:58; 1 Tawarikh 6:2)
Keturunan keempat : Musa (Keluaran 6: 19; Bilangan 26:59; 1 Tawarikh 6:3)

Generasi Musa/ Harun adalah generasi terakhir yang menjadi budak di Mesir.


Untuk mengerti ayat tersebut lebih baik dibaca mulai ayat 12 :


Nubuat kepada Abraham akan keturunannya:

* Kejadian 15:12- 21

15:12 LAI TB, Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.

15:13 LAI TB, Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.
KJV, And he said unto Abram, Know of a surety that thy seed shall be a stranger in a land that is not theirs, and shall serve them; and they shall afflict them four hundred years;
Hebrew,
וַיֹּאמֶר לְאַבְרָם יָדֹעַ תֵּדַע כִּי־גֵר ׀ יִהְיֶה זַרְעֲךָ בְּאֶרֶץ לֹא לָהֶם וַעֲבָדוּם וְעִנּוּ אֹתָם אַרְבַּע מֵאֹות שָׁנָה׃
Translit, VAYOMER LE'AVRAM YADO'A' TEDA KI-GER YIHYEH ZARAKHA BE'ERETS LO' LAHEM VA'AVADUM VE'INU 'OTAM ARBA ME'OT SYANAH {empat ratus tahun}

15:14 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak.
15:15 Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu.

15:16 Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap."
KJV, But in the fourth generation they shall come hither again: for the iniquity of the Amorites is not yet full.
Hebrew,
וְדֹור רְבִיעִי יָשׁוּבוּ הֵנָּה כִּי לֹא־שָׁלֵם עֲוֹן הָאֱמֹרִי עַד־הֵנָּה׃
Translit, VEDOR {dan generasi/ keturunan} REVI'I {ke-empat} YASYUVU {mereka akan kembali} HENAH {kesini} KI' LO'-SYALEM 'AVON HA'EMORI 'AD-HENAH

15:17 Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu.
15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:
15:19 yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,
15:20 orang Het, orang Feris, orang Refaim,
15:21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu.



Keterangan :

Kejadian 15:13-16 merupakan suatu pidato-Allah yang mengulangi pembentangan janji pemberian keturunan dan tanah. Ayat 18 janji-pemberian tanah itu diberikan dalam bentuk aslinya yang pendek dan tepat ("Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini"). maka dalam ayat 13-16 janji itu diulangi dan ditetapkan, tetapi penggenapannya ditangguhkan 400 tahun lamanya, semenjak keturunan Abraham tinggal di Mesir sebagai orang asing.

Janji kepada Abraham itu tidak dengan jelas digenapi. Itulah yang menjadi suatu teka-teki herat untuk Israel. Tidak cukup berkuasakah Allah mengusir penduduk asli? Bagaimanakah Allah dapat mengizinkan urnat Nya diperbudak begitu lama oleh Mesir, bangsa kafir itu?

Perumusan janji-pemberian tanah itu hendak menerangkan. bahwa masa-kesengsaraan di Mesir tercantum dalam rencana Allah dari mulanya. Waktu nenderitaan itu bukanlah tanda kegagalan Allah. melainkan tanda ketulenan-janji-Nya. Dalam arti ini ay 13-16 (yang dianggap adalah karangan merupakan semacam cerita-sebab (antiologi). Antiologi menerangkan suatu keadaan. adat, gejala semesta-alam vang mengherankan orang sekarang dengan suatu peristiwa atau suatu kejadian kuno. Demikianlah keadaannya di sini: Perbudakan israel di Mesir tidaklah terjadi dengan kebetulan, perhambaan itu bukanlah suatu kecelakaan dalam pelaksanaan rencana keselamatan yang dari Allah, melainkan masa pendentaan itu direncanakan Allah dari semula dan merupakan suatu titik-pokok atau intisari dari janji-pemberian tanah kepada Israel itu. Perhatikanlah, bahwa seluruh kesatuan teks ayat 13-16 itu tidak memuat satupun perlakuan, peristiwa atau kejadian, melainkan berisikan nubuat Allah semata-mata yang disampaikan kepada Abraham.

Di dalamnya pemberian-tanah Kanaan itu ditempatkan di dalam kerangka suatu theologia sejarah-umum yang hidup di Israel:

    1. Allah Israel adalah Tuhan dan penguasa sejarah umum segala bangsa yang diatur oleh rencanaNya yang besar.

    2. Masing-masing bangsa mempunyai masanya di mana utang-nyawa karena kesalahannya bertambah dan bertimbun sampai bangsa itu menjadi masak untuk memperoleh hukuman .

    3. Rencana Allah untuk keselamatan umat-Nya tidaklah memimpin langsung ke atas, melainkan lebih dahulu ke bawah ke dalam kekecewaan dan keputus-asaan.

    4. Abraham (orang percaya itu) wajib memahami jalan dan rencana Allah di dalam sejarah umum; untuk Abraham sejarah tidak boleh tetap tinggal merupakan suatu teka-teki, melainkan Abraham terpanggil untuk mengerti jalan Allah dengan perantaraan kepercayaan.


Ayat 13 :


FlRMANNYA (TUHAN) KEPADA ABRAM: "KETAHUILAH DENGAN SESUNGGUHNYA" [1]. Abraham telah bertanya dan memohon dalam ayat 8 "Dari manakah aku tahu"; dari manakah aku memperoleh kepastian dan ketentuan hati. Allah hendak memberikan kepada Abraham kepastian dengan perantaraan satu tanda, tetapi tandab ukti itu adalah penderitaan Israel [2] sendiri: BAHWA KETURUNANMU AKAN MENJADI ORANG ASING DALAM SUATU NEGERI, YANG BUKAN KEPUNYAAN MEREKA, DAN BAHWA MEREKA AKAN DIPERBUDAK DAN DIANIAYA, EMPAT RATUS TAHUN LAMANYA. Israel akan memikul nasib BANGSA PERANTAU [3] golongan orang yang bukan penduduk asli ("orang yang numpang"), yang bukan bumiputera. Sudah sewajarnya "orang-numpang" bukanlah sama dengan warganegara-asing yang tidak mempunyai perlindungan-hukum apa-apa (orang-buangan) [4]; mereka telah menerima hak-kependudukan yang tetap. Tetapi mereka selama-lamanya merupakan warga-negara kelas 2, orang yang bukan asli, seringkali hamba/ budak-negara: Mereka adalah tamu (Efesus 2:19; Ibrani 11 :13) yang setinggi-tingginya diizinkan tinggal, tetapi seringkali MEREKA AKAN DIPERBUDAK DAN DIANIAYA: Mereka adalah selalu "kambing-hitam" yang dipukuli dan dimuati dosa dari Jan oleh orang-asli. Abraham dan keturunannya menjadi seorangasing, seorang hamba [5] yang tidak merdeka dan yang tidak berhak penuh.

Janji-pemberian tanah itu tidak menjadikan Abraham langsung seorang warganegara penuh, asli dan merdeka, melainkan membimbing dia terlebih dahulu ke dalam perhambaan dan kedudukan kerja-paksa. Kepercayaan dipandang-rendah. dihina, ditindas dan diperbudak oleh bangsa-bangsa. Kepercayaan disertai oleh pengejaran, kesengsaraan. (Kepercayaan mengakibatkan salib!). Janji Allah itu tersembunyi di balik kebalikannya: Keselamatan di balik kemalangan, kemerdekaan di balik perhambaan, kekayaan di balik kemiskinan, kemakmuran di balik kesengsaraan. milik-tanah di balik pengembangan, berdikari di balik penjajahan. Bimbingan Allah Israel sangat mengherankan dan mengganjilkan.

EMPAT RATUS TAHUN LAMANYA: Masa penderitaan itu lama, tetapi bukan tidak terbatas. Allah Israel selaku Tuhan sejarah adalah juga Tuhan segala waktu dan masa dan zaman [6]. Juga masa penindasan dan pengejaran bangsa Allah ditentukan Allah [7]. Lamanya 400 tahun kira-kira bersesuaian dengan Keluaran 12:40 dan ay 41 yang menentukan batas waktu perhambaan di Mesir dengan 430 tahun.

* Keluaran 12:40-41
12:40 LAI TB, Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun.
KJV, Now the sojourning of the children of Israel, who dwelt in Egypt, was four hundred and thirty years.
Hebrew,
וּמֹושַׁב בְּנֵי יִשְׂרָאֵל אֲשֶׁר יָשְׁבוּ בְּמִצְרָיִם שְׁלֹשִׁים שָׁנָה וְאַרְבַּע מֵאֹות שָׁנָה׃
Translit, UMOSYAV BENEY YISRA'EL 'ASYER YASYVU BEMITSRAYIM SYELOSYIM SYANAH {tiga puluh tahun} VE'ARBA ME'OT SYANAH {dan empat ratus tahun}

12:41 LAI TB, Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.
KJV, And it came to pass at the end of the four hundred and thirty years, even the selfsame day it came to pass, that all the hosts of the LORD went out from the land of Egypt.
Hebrew,
וַיְהִי מִקֵּץ שְׁלֹשִׁים שָׁנָה וְאַרְבַּע מֵאֹות שָׁנָה וַיְהִי בְּעֶצֶם הַיֹּום הַזֶּה יָצְאוּ כָּל־צִבְאֹות יְהוָה מֵאֶרֶץ מִצְרָיִם׃
Translit, VAYEHI MIQETS SYELOSYIM SYANAH VE'ARBA ME'OT SYANAH VAYEHI BE'ETSEM HAYOM HAZEH YATSU' KOL-TSIVOT YEHOVAH (baca 'Adonay) ME'ERETS MITSRAYIM


Jikalau menurut ayat 16 "keturunan yang keempat akan kembali", maka lamanya satu keturunan (generasi) dihitung 100 tahun [8]. Umur bapa, yang begitu lanjut pada kelahiran anaknya laki-laki yang pertama hanya ditemui dalam silsilah Kejadian pasal 5, sedangkan dalam silsilah Kejadian 11:10-26 umur itu dihitung 30 tahun lebih [9]. Keempat keturunan yang berada di Mesir itu bersesuaian dengan silsilah-silsilah yang ada dalam Keluaran 6:15-19: Bilangan 3:17-19; 26:58-69: 1 Tawarikh 6: 1-3. Menurut silsilah tersebut keempat keturunan itu adalah sbb.:

Keturunan pertama : Lewi, (Keluaran 6:15; Bilangan 3:17; 26:58;1 Tawarikh 6:1)
Keturunan kedua : Kehat (Keluaran 6:15; Bi1angan 3:17; 26:58; 1 Tawarikh 6:1)
Keturunan ketiga : Amran (Keluaran 6:17; Bilangan 3 :19; 26:58; 1 Tawarikh 6:2)
Keturunan keempat : Musa (Keluaran 6: 19; Bilangan 26:59; 1 Tawarikh 6:3)


Catatan :

[1] bandingkan Roma 4:21.

[2] bandingkan Matius 12:30-40: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga rIan tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tingga; di' dalam rahim bumi tiga hari tiga malam". Bandingkan selanjutnya Kisah 5:41: 14: 22; Roma 8:18; 2 Korintus 1:5; Filipi 3:10; 2 Timotius 3:12 ; 1 Petrus 4:13, 5:9, 2 Timotius 3:12 (Istilah-istilah "thlipsis", "patheemata ", "dioogmos").

[3] Lihat Kejadian 12.10; 15:13; 19:9; 20:1; 21:23,34;23:4; di israel dilarang keras menindas orang penumpang/ orang asing (Keluaran 22:21; Keluaran 23:9; Imamat 19:33-34; 10:18-19; 24:17-18; Ulangan 27:19).

[4] Lihat tentang uraian di atas W Vischer, Christuszeugnis I, halaman 152.

[5]Bahasa Ibrani "TOSYAB" dan "GER" Imamat 25:23; Bilangan 35:15; Mazmur 39: 13; bahasa Yunani: "paroikos" (Efesus 2:19; 1 Petrus 2:11; Ibrani 11:9; Kisah 13:17; 1 Petrus 1:17 "xenos" Matius 25:35; Ibr 11:1; "parepideemon" .1 Petrus 1:1; 2:11. Orang percaya tidak mempunyai suatu "polis" (Ibranis 13: 14) di bumi melainkan mencari "polis" yang akan datang dan "patria" (tanah-air) kelak (Ibrani 11:14). Mereka bukan "polites" (warganegara) bumi ini semata-mata melainkan "sympolites" (warganegara) kerajaan Allah kelak (Efesus 2:20).

[6] Bandingkan Daniel 2:21; 4:14,22,29; 5:21; Kisah 17:26 ("horisas prostetagmenoys kairoys") ; Ulangan 32;8; Mazmur 74: 17; 31: 16; 139:16; Ayub 14:5.

[7] Bandingkan Daniel 7:25: 12:7; 11:33-35; bandingkan Daniel 9:2 (Yeremia 25:11-14: 29:10); Daniel 9: 24-26

[8] Lamanya satu generasi (keturunan) adalah masa sejak kelahiran seorang laki-laki sampai dengan kelahiran anaknya (SJ. de Vries, art "generation" di dalam ID (E-J), hl. 366).

[9] Sebenarnya lamanya satu keturunan mungkin lebih pendek lagi. Jika umur manusia rata-rata dianggap antara 70 dan 80 tahun (Mazmur 90:10), dan jika pada satu ketika dapat hidup tiga sampai empat keturunan (Keluaran 20:5; Ulangan 5:9), maka umur kebapaan (lamanya keturunan) harus ditaksir 20-25 tahun.




Ayat 14 :


TETAPI BANGSA YANG AKAN MEMPERBUDAK MEREKA, AKAN KUHUKUM: Juga bangsa-bangsa kafir akan menghadapi hukuman Allah Israel [10], apabila masanya genap (bandingkan dengan ayat 16b nanti). Allah. yang begitu lama berdiam diri saja, mulai membalaskan [11] bangsa xya. 400 tahun adalah teramat sangat lamanya untuk suatu bangsa yang tertindas. Seolah-olah masa selama itu adalah kekal: seakan-akan Allah Israel telah kehilangan kekuasaan Nya atau telah mati. Tetapi hari penghukuman-Nya akan datang. Terutama jikalau bangsa-bangsa kafir menjamah bangsa pilihan Allah, biji mata-Nya (Ulangan 32:10; Mazmur 17:8), maka Allah "menebus engkau (Israel) dari Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu" (Yesaya 43:3 b); Ia memberikan "bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu" (Israel) (Yesaya 43 :4 b). Perkataan itu memantulkan (mencerminka n) pukulan Allah terhadap Mesir (Keluaran pasal 7-11). pembinasaan tentara Mesir di Laur Teberau (Keluaran 14) dan perjalanan Israel dari Mesir (Keluaran 12:34 – 14): DAN SESUDAH ITU MEREKA AKAN KELUAR DENGAN MEMBAWA HARTA BENDA YANG BANYAK: Allah tidak melupakan bangsa pilihan-Nya, pemelihara Israel tidak terlelap atau tidur (Mazmur 135:14; Ulangan 32:36; Mazmur 50:4)/ Allah mengembalikan (memulihkan) bukan hanya memerdekakan.


Catatan :

[10] Bandingkan nubuat-hukum terhadap bangsa asing dalam Yesaya 13—23, Yesaya 46-51; Yehezkiel; Amos 1-2; Obaja; Yunus; Nahum; Habakuk (Niniwe-Asyur),

[11] Ulangan 32:35, Mazmur 94:l; Yesaya 35:4; 'Yes 34:8; Yesaya 6 :2; 63 :4; 47:3, Yeremia 46:10; 50:15; 51:6; 51:11, Bilangan 31:3; Yehezkiel 25:1 ; Allah sebagai hakim bangsa-bangsa. Mazmur 82:8; 96:13; 98:9; Yeremia 25:12; 1 Samuel 2:10; Yesaya 3:13; Mazmur 7:9; 9:9; 96:10: 110:6; Ayub 36:31




Ayat 15 :


TETAPI ENGKAU AKAN PERGI KEPADA NENEK MOYANGMU DENGAN SEJAHTERA : "Pergi kepada bapa-bapa" atau "dikumpulkan dengan kaum-leluhurnya" (Kejadian 25:8; 25:17; 35:29; 49:29, 33; Ulangan 32:50; Hakim 2:10) berarti "meninggal". Istilah itu berasal dari zaman kuburan-keluarga, di mana keturunan demi keturunan dikuburkan, yaitu anak dan cucu "pergi kepada" bapanya dan nenek-moyangnya (ke dalam tempat-kuburan) atau di mana jenazah anak dikumpulkan dengan jenazah-jenazah kaum-leluhurnya. (Memang istilah tersebut tidak cocok di sini, oleh karena Abraham telah berpisah dengan kaum-keluarganya) - Kita kembali melihat, bahwa rencana Allah adalah jauh melampaui kepentingan perseorangan; Abraham tidak akan mengalami penggenapan janji itu di bumi ini, sebab apa yang dimulai Allah dengan Abraham adalah penting untuk keturunan yang tak terbilang banyaknya dan untuk manusia yang tidak terhitung jumlahnya. Abraham tidak akan melihat dan menyaksikan penyempurnaan janji Allah itu di bumi [12] ini; Abraham hanya penganjur-jalan, Abraham hanya perintis, pelopor, pendekar, dan hulubalang. Tetapi janji Allah memperbolehkan Abraham mati "DENGAN SEJAHTERA" (dengan selamat): Kepercayaan mengharapkan suatu kekuatan yang tidak disudahi dengan kematian; kepercayaan adalah peserta dan pesero di dalam suatu rencana yang tidak dapat dibatalkan dan digagalkan dan dihentikan oleh kematian. Kepercayaan Abraham itu bukanlah usaha dan hasil-karya Abraham sendifi; sebab itu ia dapat mati dengan terhibur: Allah menjamin pelaksanaan janjiNya, setelah Abraham meninggal. Rencana dan pekerjaan besar itu, di mana Abraham diikutsertakan, tidak akan tinggal merupakan torso (penggal, pecahan yang tidak sempurna); keturunan Abraham tidak akan tinggal di dalam perhambaan di Mesir. Allah sendiri akan menyelesaikan apa yang dimulaiNya (Filipi 1:6; I Tesalonika 5:24). Abraham dapat menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan Allahnya, bila ia mati: ENGKAU AKAN DIKUBURKAN PADA WAKTU TELAH PUTIH RAMBUTMU: Rambut putih (uban) adalah tanda usia-lanjut dan umur-panjang[13]. Di dalam bahasa asli ditambah lagi dengan "beruban baik" [14], yaitu dengan suatu usia yang bulat dan genap, bilamana segala hasrat akan kehidupan telah dipuaskan dan dikenyangkan sama sekah. Di dalam Kejadian 25:8 dikatakan, bahwa Abraham mati dengan "puas" [15]) (itulah terjemahan harfiah dari "suntuk umur").

Kepercayaan tidak merupakan pembunuhan-diri, melainkan di dalam segala penindasan dan pengejaran, Allah seringkali melindungi dan memelihara orang yang percaya sampai mencapai umur yang tinggi sekali (Yesaya 46:4); Allah meluputkan dan melepaskan orang percaya dari segala kepicikan dan kegentingan (Ayub 5:17-26; Amos 24:16).

Abraham boleh mengalami pada masa bahaya dan penindasan itu kebenaran yang terdapat dalam Mazmur 118:17-18: "Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. TUHAN telah mengajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut." [16])


Catatan :

[12] Lihat ketentuan Allah yang serupa terhadp Musa (Ulangan 32:50-51; 34:4-5; Bilangan 20:12; 27:13-14; Ulangan 1:37;"3:26; 4:21; (memang Musa tidak boleh melihat kedudukan itu sebab kesalahannya), lihat Ibrani11:13.

[13] Lihat nats-nats yang lain: Kejadian 41:38; 44:29,31; 1 Raja 2:6,9; Yesaya 46:4; Hosea 7:9; Mazmur 71:18; 92-15; Amsal 16:31; 20:29; Rut 4:15; Ulangan 32:25; Imamat 19:32

[14] Bandingkan Kejadian 15"15; dengan 25:8 (firman dan janji Allah dengan pasti digenapil); tentang, istilah "telah putih rambutnya", lihat. Hakim 8:32; 1 Tawarikh 29:28.

[15] Mengenai" istilah "kenyang (puas) akan hari-hari (waktu)", lihat Kejadian 35:29; Ayub 42: 17; 1 Tawarikh 29:28; kebalikannya ialah "pendek hari-harinya" (Ayub 14:1; 9:25); kematian yang cepat "pada pertengahan hari hidup" (Yesaya 38: 10) adalah kemalangan (siksa) dan tidak disukai (bandingkan Yesaya 38:10-13; Masmur 55:24; 102:24-25); tetapi kehidupan lengkap (beruban baik! Puas akan hari=hari) (1 Tawarikh 23:1; 2 Tawarikh 24:15) dibandingkan dengan penuaian "berkas gandum dibawa masuk" (Ayub 5: 26), yaitu sebagai penyelesaian dan penyempurnaan kehidupan manusia.

[16] Lihat Mazmur 27:13: 5614; 116:3, 6, 8-10; (bandingkan 2 Korintus 4;8-11; 4:16-18; 6:4-10; 11:23-28).




Ayat 16


TETAPI KETURUNAN YANG KEEMPAT AKAN KEMBALI KE SINI: Yaitu Generasi Musa/Harun (Mengenai perhitungan tahun-tahun dan silsilah keempat keturunan itu, bandingkanlah penjelasan ayat 13b di atas ini).

Seluruh pengalaman penjajahan di Mesir, seluruh penundaan (penangguhan) penggenapan pendudukan-tanah itu rupa-rupanya berlawanan dengan janji Allah. Allah membimbing orang-orang percaya itu di atas jalan-jalan yang tampaknya adalah jalanbuntu atau jalan-tak-langsung (penyimpangan dari haluan yang dituju). Tetapi jalan-jalan Allah tidak pernah mengelirukan atau menyesatkan orang yang berjalan di atasnya dari tujuan-janjiNya: Keturunan keempat akan tiba dengan pasti di tanah yang dijanjikan [17]) itu. Masa perantauan dan perundasan di Mesir, yang sama sekali berlawanan dengan rencana Allah (menurut perasaan manusia!), adalah bahagian yang termasuk rencana Allah dan yang tidak boleh sama sekali mengganggu pelaksanaan dan penyelenggaraan pemberian-tanah kepada keturunan Abraham,

"SEBAB SEBELUM ITU KEDURJANAAN ORANG AMORI ITU BELUM GENAP". Kembali kita dihadapkan dengan soal sejarah-umum dan keadilan dan kesalahan bangsa-bangsa di dalam sejarah (seperti dalam ayat 14 mengenai Mesir).

ORANG AMORI adalah sebutan untuk penduduk asli negeri Kanaan;. [18]) sebagai istilah-kolektif untuk penduduk-asli Palestina, istilah orang Aman itu bersesuaian dengan istilah orang Kanaan" [19])

KEDURJANAAN orang Amori BELUM GENAP: Kedurjanaan (Ibrani, עון - 'AVON) menandai
    1. perbuatan kejahatan yang disengaja dan yang dike hendaki [20] dan
    2. kesalahan (hutang) (yang diakibatkan oleh kejahatan itu).

Nats ini melihat bahwa alasan untuk pengusiran penduduk asli dari Palestina itu atau penaklukan mereka di bawah orang Israel adalah sebagai akibat dari kesalahan mereka di hadapan Allah Israel yang Mahakuasa terhadap segala bangsa. Seperti Mesir menghadapi hukuman Allah atas dasar perlakuannya terhadap Israel, demikianlah pula penduduk-asli Kanaan (orang Amori) mau tidak mau akan diperhadapkan dengan suatu kecelakaan politik dan militer: Kekalahan tersebut bukanlah nasib atau takdir atau kebetulan, melainkan disebabkan pengawasan dan pemberesan sejarah bangsa-bangsa oleh Allah Israel. Penundaan penduduk tanah Kanaan oleh orang Israel diterangkan dengan hal, bahwa kesalahan orang Amori itu BELUM GENAP (syalem): belum masak dan matang, belum genap dan lengkap, belum sempurna. Seolah-olah Allah mempunyai suatu ukuran dosa:
Allah boleh menunggu dan sebenarnya sudi menunggu, sampai ukuran dosa itu genap oleh suatu masyarakat [21]. Allah menunggu sampai dosa suatu bangsa bertimbun-timbun barulah - pada waktuNya - hukumanNya menimpa mereka itu. Di sini harus dilihat kesabaran (panjang sabar) Allah dengan bangsa-bangsa; Ia tidak langsung mengambil tindakan-siksaan. Hukuman-hukumannya di dalam sejarah terhadap bangsa-bangsa bukanlah tindakan balas-dendam yang terbit dari panas dan geram hati, melainkan adalah "hukuman-hukuman yang adil" (Mazmur 119: 75; 99:4).

Dalam nats ini tidak dikatakan dosa atau "kedurjanaan" apa yang dilakukan orang Amori itu. G.v. Rad [22] menunjuk kepada nats Imamat 18: 24-28. di mana pengusiran penduduk-asli diterangkan sebagai tindakan-hukuman Allah atas kekacauan dan tingkah-laku kawin-mawin [23] di antara masyarakat Kanaan. Sangkaan tersebut bersesuaian dengan gambaran yang diberikan tentang masyarakat Kanaan di lain tempat (Kejadian 9 :22, 25: 13: 13, 18:20: 19 :4-5, 7-8) Pelanggaran kesucian perkelarninan dan pemutarbalikan (pemalsuan) hubungan-kedua-jenis-kelamin manusia itu merongrong sampai mengganyang tenaga-tenaga jasmani ataupun rohani sesuatu rakyat, sehingga bangsa itu dimatangkan untuk kerusakan, untuk kebinasaan dan penghapusan (peniadaan).


Catatan :

[17] Lihat janji yang serupa itu kepada Yakub: "Aku akan membawa engkau kem bali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu" (Kejadian 28: 15).

[18] Bandingkan Kejadian 48:22; Yosua 10:5; Hakim 1:35; Yosua 7:7; 10:12; 24:15; Hakim 11:21, Amos 2:9-10; Yehezkiel 16:3; perhatikanlah ayat 19-21, di mana disebut kan nama masing-masing bangsa yang termasuk "orang Amori'' itu di dalam suatu" daftar-tersusun".

[19] "It has been suggested that the Canaanit es and the Amorites may be regarded as in reality identical" (A. Haldar , art. "CANAANITES" ID (A-D), hl. 495). Secara historis orang Amori dalam Alkitab itu tidak dapat dipisahkan dari orang "Arnurru" yang seringkali disebutkan dalam naskah-naskah Asyur (Akkad), pertama kalinya oleh raja Sargon (2400 sM). Amurru Ibukotanya adalah kota Mari dekat ke tepi sungai-hulu Efrat. Kota Mari kuno ("Tell Hariri" sekarang letaknya 10,8 km ke sebelah barat-laut kota Abu-Kemal di perbatasan Siria-Iraq) digali-sodok oleh Andre Parrot atas nama Museum Louvre di Paris dari 1933-1939 dan dari 1951-1956.

[20] Lihat Koehler-Baumgartner, Lexicon in veteris testamenti libros, hl. 689.

[21] Bahwa perkataan "SYALEM" (sempurna, utuh, lengkap) berhubungan dengan ukuran-berat (batu-timbangan), terbukti dari Ulangan 25:15; Amsal 11:1

[22] Lihat G.v Rad, Genesis,hl.182.

[23] Imamat 18: 24-28 haruslah dilihat dalam hubungan kalimat Imamat18:6-23.




Ayat 17


Di dalam ayat 17-18 berita tentang wahyu (theophani) yang dimulai dalam ayat 7-12 diteruskan (disambung) lagi. Dengan jelas hal itu dinyatakan dalam ayat 17: Ketika matahari telah terbenam. Ungkapan ini sangat cocok berbalasan dengan ayat 12 (Menjelang matahari terbenam).

"dan hari menjadi gelap [24], maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi: Gejala-api adalah ciri-ciri wahyu (theophani) Allah Israel [25]. Api yang menyala menyatakan hadlirat Allah sendiri. Kemuliaan Allah berkilauan dan menyinari kegelapan di sekitarNya (Mazmur 105: 39) dan kedahsyatan dan kengerian Allah memakan (mengganyang) habis-habisan segala sesuatu yang menentang Dia (Mazmur 97: 3). Api yang menyala itu ialah tanda juga untuk Allah yang bernyawa (hidup), yang bertindak, menyucikan, membersihkan, merusakkan. (Suatu tugu-logam atau ukiran-kayu adalah mati; tidak dapat bergerak!).

"perapian yang berasap", Bahasa Ibrani memakai kata Ibrani תנור - TANUR [26] yang juga dipakai dalam bahasa lndonesia. TANUR adalah dapur-pembakar roti. Bentuknya berupa kerucut (dari tanah liat) yang puncaknya dipotong. Titik-perbandingan di sini agak kurang jelas. (Istilah itu mungkin sangat kuno). Pengolahan-roti tidak disinggung oleh gambaran ini, karena api, bahan-pembakar dan asap, disapu keluar dari tanur, sebelum adonan dilekatkan pada dinding tanur, baik dari dalam maupun dari luar. Barangkali kita tidak boleh bertanya apa artinya [27] gambaran ini, sebab penglihatan itu teta p tinggal penuh rahasia; di dalam penyataanNyapun Allah tinggal tersembunyi. Penulis tidak berkata: Api itu adalah Allah, dapur itu adalah Allah, suluh itu adalah Allah. Abraham tidak melihat rupa Allah (Gunkel); semuanya adalah perbandingan (Ayub 4:16: "rupanya tidak dapat kukenal"; "seperti" (Yehezkiel 1:26, 27, 28). Tetapi istilah "perapianyang berasap" mengatakan bahwa api yang menyala ada di dalam TANUR itu. Tanda kehadiran Allah yang hidup! (theofani)

"beserta suluh [28] yang berapi": Suluh adalah tanda keselamatan (Yesaya 62: I); tokoh-tokoh yang memikul singgasana Allah dalam theophani (penyataan dari Allah) kepada Yehezkiel (!) adalah berupa suluh (pedamaran Yehezkiel 1:13). Terlebih baik kita mengartikan "suluh yang berapi itu" seperti dalam Keluaran 20:18 (Wahyu Allah di atas Tur Sina!) sebagai "kilat sabung-menyabung", yaitu tanda-bukti kehadiran Allah, kehadiran yang mengerikan.

"lewat di antara potongan-potongan daging itu". Menurut Yeremia 34: 18b, peserta dalam perjanjian itu haruslah bersama-sama melewati "jalan darah" di antara belahan-belahan itu, hal itu termasuk acala pengikatan-perjanjian sebagai bangian-pokok.

Perhatikanlah, bahwa gejala-api itu sendirian saja melewati jajan di antara belahan-belahan itu. Allah sendiri semata-mata berdaulat dan berwibawa untuk menetapkan dan mendirikan (mengikat) perjanjian itu: Perjanjian itu adalah pendirian dan itikad Allah semata-mata. Abraham hanya secara pasif melihat, memandang, mengamat-amati wahyu itu di dalam penglihatan. Abraham hanya penerima saja. Allah menggadaikan dan mempertaruhkan nyawaNya sebagai jaminan untuk kebenaran (keamanan) firman-Nya (perjanjian-Nya),

Abraham masih buta-huruf; ia tidak boleh membaca atau menulis surat-persetujuan atau surat-jaminan. Tetapi di dalam penglihatan itu Allah memperlihatkan (membuktikan) kepada mata Abraham, dengan perantaraan acara-adat yang cukup dikenal olehnya, bahwa Allah bersumpah setia terhadap kewajiban-kewajiban yang diletakkan oleh perjanjian Nya; Allah bersumpah demi nyawaNya sendiri; jika Allah melupakan kewajiban-kewajiban yang diletakkan oleh perjanjian itu, Jika la melanggar perjanjian Nya maka la berutang-nyawa. Tidak ada sesuatu syarat atau kewajiban pun yang dituntut dari pihak Abraham; Allah mengikatkan diri kepada perjanjianNya untuk kepentingan (guna) Abraham.

Demikianlah Allah merendahkan diriNya untuk menghampiri dan mendekati dan memperteguh hati manusia yang percaya itu. sehingga Ia mempergunakan bentuk-bentuk perkataan dan rupa-rupa perlakuan acara adat yang dikenal oleh manusia. Sebenarnya Allah tidak dapat mati; dan firmanNya adalah berlaku dan aman, tetap dan benar, tanpa segala sumpah dan acara-adat. Ya adalah ya; dan bukan adalah bukan.


Catatan :

[24] Bandingkan Kejadian 15:12. Dalam ayat 17 ini kita mendengar kembali tentang "matahari telah terbenam dan hari menjadi gelap". Tentang penglihatan pada malam-hari, Kita mendengar adanya senja-kala, berarti bahwa peristiwa-peristiwa yang mendahului itu terjadi pada siang hari.

[25] "TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang "cemburu." (Ulangan 4:24); Ulangan 9:3; Ibrani 12:29; Yesaya 33:14. Biasanya Allah bukanlah sama dengan api, tetapi menjilat dari mulutnya (Mazmur 18 :9). api berjalan di hadapanNya (Mazmur 50:3; 97:3). Api adalah apa yang kelihatan daripada YHVH, kelihatan Nya , kemuliaanNya kedahsyatanNya. YHVH "turun atas gunung Sinai dalam api" (Kejadian 19:18; bandingkan Ulangan 4:12; 5:20); malaikat-Allah memperlihatkan diri kepada Musa sebagai nyala-api (Keluaran 3:2,6); tiang-api (Keluaran 13 :21; 14:24; Bilangan 14:14; Nehemia 9:12, 19), yang menyertai orang Israel dalam perjanjian mereka, menyatakan hadiirat Allah yang menyinari langkah mereka di dalam kegelapan. Allah menyatakan diri kepada Elia dan nabi-nabi Baal di atas gunung Karmel dengan perantaran api (l Raja 18 :24, 38; tetapi Allah sendiri bukanlah api, 1 Raja 19 :12!). Api adalah pelayanNya (Mazmur 104:4; lbr 1:7; firmanNya seperti api (Yeremia 23 :29; 5:14; 20 :9); lihat juga Bilangan 9:15-16; Ulangan 1:33; Mazmur 78:14; 105:39; Yesaya 4:5 (bandingkan E.M Good, art. "FIRE" dalam ID (E-J), hl. 268-269).

[26] Lihat Kejadian 15:17; Keluaran 7:18 (8:3); Imamat 2:4; 7:9; 11:35;26:26, Yesaya 31:9; Hosea 7:4,6-7; Maleaki 3:19 (4:1);.Mazmur 21:10; Ratapan 5:10.

[27] Barangkali dapat dicari hubungan-maknanya sbb.:

1. Menurut Yesaya 31: 9 "Tuhan mempunyai api di Sion dan dapur perapian (= TANUR) di Yerusalem", ayat itu mengemukakan Yerusalem sebagai tempat kehadiran Allah yang hidup.

2. Menurut Mzrn 21:10 dan Mal 3:19 (4:1), dapur (TANUR) adalah tempat penghukuman musuh raja Israel dan segala orang sombong. (Bandingkan Kejadian 19 :28, walaupun di sana dipergunakan kata yang lain untuk dapur).

3. Suatu kemungkinan yang ketiga ialah hubungan dengan dapur pelebur, di mana Allah selaku pandai besi melebur dan memurnikan Israel (Yesaya 6:27-30; Yehezkiel 22:17-22; Amsal 17:3, Mazmur 6610; Yesaya 48:10; Amsal 27:21; Ulangan 4:20; 1 Raja 8:51; Yeremia 1i:4; Zakharia 13.9; Maleakhi 3: 3).

[28] Suluh ("LAPID"): Hakim l5:4 Yesaya 62:1; Hakim 7:16,20; Yehezkiel 1:13; Nahum 2 :5; Ayub 41:10 (11) ;Zakharia 12:6; Daniel 10:6, perhatikanlah bahwa istilah itu dipergunakan juga untuk halilintar (kilat, mata-petir) dalam Keluaran 20 :18. Nats terakhir ini meneguhkan hubungannya dengan kehadiran Allah di dalam theophani
.



Ayat 18 :


Ayat ini menyimpulkan dan memberitakan dengan ringkas intisari dari seluruh theophani itu: ''Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian (harfiah : "menyembelih perjanjian") dengan Abraham Kalimat ini adalah laporan dari pengarang. Ia tidak boleh lehih lanjut berbicara tentang Allah, seolah-olah Ia adalah manusia yang membutuhkan acara-adat besar-besaran untuk memastikan dan memperteguh janjiNya.

"Menyembelih perjanjian", suatu istilah yang dipergunakan juga di lain tempat dan pada masa ketika acara tersebut telah ditiadakan, adalah berasal dari acara-pengikatan-perjanjian yang diuraikan dalam Kejadian 15 ini.

serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan (Kukaruniakan. Kuanugerahkan, Kuhadiahkan) negeri ini: Di sinilah kita lihat bentuk yang asli dan ringkas dari isi perjanjian Allah [29] itu. Itulah sumpahNya. Hal itu Allah jamin dengan seluruh kekuasaanNya dan kasih-setiaNya. Jika perjanjian ini tidak ditepati, Allah bukan lagi Allah Israel; YHVH bukan lagi YHVH , Intisari Allah Israel adalah kesetiaan terhadap firmanNya (janjiNya). Inilah keadilanNya, kebenaranNya, kehormatanNya, bahwa la melakukan firman-Nya dan menepati janjiNya.

Mengenai arti dan kepentingan pemberian-tanah [30], lihat kata-pendahuluan pasal ini.

mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:
Perbatasan Israel vang dilukiskan di sini adalah merupakan daerah Israel yang terbesar yang hanya dicapai pada masa raja Daud (2 Samuel 8: 1-14; 2 Samuel 10: 1-19). Perbatasan Israel biasanya dirumuskan dengan istilah "dari Dan sampai Bersyeeba" [31]. Kita dapat menyimpulkan dari rumusan itu, bahwa si penulis hidup pada masa Daud, ketika janji Allah telah diperluas dari daerah "dari dan sampai Bersyeba" menjadi Israel-Raya.

"sungai mesir" tidak dapat dipahamkan sebagai sungai Nil; Daerah kekuasaan Israel tak sampai sungai Nil. Yang dimaksudkan adalah "anak-anak sungai Mesir" (lihat Bilangan 34:5; batang-air Mesir, Yoshua 15:4, 47, 1 Raja 8:65, 2 Raja 24:7, Yesaya 27:12).

sungai-besar dipergunakan untuk Efrat dalam Kejadian 15:18 dan juga dalam Ulangan 1:7, 11:24, Yoshua 1:4 (sungai itu dipakai dalam. Kejadian 31:21; 36:37; Yosua 24:2). Yang dimaksudkan ialah sungai-hulu Efrat yaitu di mana daerah Hamat berbataskan sungai itu (2 Samuel 8:9,13; 10:16)


Catatan :

[29] Bandingkan Kejadian 13:15: "Seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu."

[30] Bandingkan Christoph Barth, Makna dari pemberian tanah kepada umat Israel, Jakarta, 1964.

[31] Bandingkan Hakim 20:1; 1 Samuel 3:20; 2 Samuel 3:10; 2 Samuel 17:11; 24:2,15; 1 Raja 5:5; lihat juga 1 Tawarikh 21:2; 2 Tawarikh 30:5.




Ayat 19 :


Orang Kain (Kenit): Suatu bangsa setengah-pengembara yang berkedudukan di sebelah selatan kota Arad [32], yakni di antara kota Arad dan gunung Usdum (Bilangan 24:21). atau lebih tepat antara Arab dan Kota Hazazon-Tamar [33] (kota Pohon-Korma) (Hakim 1:16). Mereka mencari nafkah sebagai pandai-besi, tukang-kaleng dan penempa (Kejadian 4:24 Tubal Kain). Menurut Hakim 4:11, Hobab, bapa mertua Musa, adalah seorang Kenit, I Samuel 15:6 berkata, bahwa orang Kenit menunjukkan kemurahan kepada bani Israel. Tetapi di sini mereka dianggap sebagai penduduk-asli yang akan diusir atau ditaklukkan oleh Israel.

orang Kenas (Kenizit): Mereka adalah bangsa penduduk Tanah-Negeb (negeb) bersama dengan orang Kaleb, Otniel, Yerahmeel (Yos 15:13-19; Hak 1:10-15; 1 Sam 27:10; 30:29). Mereka berlima (Kenit, Kenas, Kaleb, Otniel dan Yerahmeel) di kemudian hari meleburkan diri di bawah pimpinan Yehuda dalam negara Yehuda, setelah mereka bergabung dalam suatu persekutuan-ibadat, yang terdiri dari enam anggota sekitar Hebron [34]

orang Kadmon (orang Timur). Kata itu timbul hanya satu kali, yakni di sini semata-mata. Tetapi mereka dapat disamakan dengan bani-Kedem (Qedem) (bani Timur) yang disebutkan dalam Ayub 1:3; 18:20; Hakim 8: 10-12, 21, 26; 1 Raja 4:30-31 (5:10). Dalam Kejadian 25:6 disebutkan suatu "Tanah-Timur". Barangkali yang dimaksudkan ialah padang-gurun Siria-Arab, yakni daerah antara Biblos dan Tifsa [35]. Nama-nama anak Abraham dari Ketura (Kej 25:2-4) dan nama-nama orang bijaksana (l Raj 4:31 (5:11) bunyinya seperti bunyi bahasa Arab.


Catatan :

[32] Lihat Atlas Alkitab

[33] Lihat Atlas Alkitab

[34] Lihat penjelasan Kejadian 13:18

[35] Lihat Atlas Alkitab.




Ayat 20 :


orang Het (Hetit): Bangsa Hetit berkedudukan di Asia Kecil (Anatolia) dan membina suatu negara yang besar dan berkuasa sejak 1800 sM sampai 1200 sebelum-Masehi [36] Sesudah itu kuasanya dengan segera merosot. Tetapi kerajaan yang besar itu tidak mungkin dimaksudkan dengan nats kita ini, sebab kerajaan Hetit tak pernah menduduki Palestina. Walaupun begitu, Perjanjian Lama seringkali berbicara tentang orang Bet sebagai penduduk-asli-Palestina [37]. Beberapa orang berpendapat bahwa orang Het, yang dianggap Perjanjian Lama sebagai penduduk asli Palestina itu, merupakan sisa-sisa masyarakat kerajaan besar yang tersebar di seluruh Siria-Palestina [38].

orang Feris (perissi): Sebagai mana bangsa kita tidak mengetahui apa-apa mengenai orang Feris. Tetapi barangkali nama itu menandai orang penduduk dusun, berlainan dcngan orang Kanaan yang merupakan lapisan ksatria (feodal) di dalam kota [39].

orang Refaim (Raksasa) : Mereka telah disebutkan dalam Kejadian 14:5 sebagai penduduk kota Asyterot-Karnaim [40] yang letaknya di daerah Yordan-Timur, dekat sungai Yarmuk. Mereka disebutkan lagi dalam Ulangan 2:11, 20; 3 :11. 13; Yos 12:4; 13: 12 17: 15. Mereka disamakan dengan orang Enak (Ulangan 2:11). Terutama kehebatan senjata-senjatanya yang menakutkan orang Israel (1 Samuel 17 :5-7; 2 Samuel 21:16-22 (bani Rapha) ; 1 Tawarikh 20:4-8; (1 Tawarikh 11 :23). Ukuran-ukuran raksasa itu (bandingkan Ulangan 3:11) barangkali berhubungan dengan suatu kebudayaan-batu-besar (kebudayaan-Megalith) pada zaman-batu muda (Neolithikum) [41], sedikit-dikitnya di daerah Timur sungai Yordan.


Catatan :

[36] Pengetahuan kita mengenai kerajaan Hetit itu berasal dari penemuan penggalian-sodok di Bogazkoy, yakni runtuh-runtuhan dari "Hattusa" kuno, ibukota kerajaan Hetit; letaknya hampir lSG krn ke sebelah timur Ankam, ibukota negeri Turki. Lih. Atlas Alkitab, hl, 33/E 2 "Boghaz- Keui",

[37] Lihat Kejadian 23:3,5,7,10,16,18,20; 25:9-10; 26:34; 49:29-30; 50:13; Keluaran 34: 11; Ulangan 7:1; 20:17; Yosua 3 :10;9:1 dan lain-lain.

[38 Koehler-Baumgartner, Lexicon , hl. 343: "The Hittites mentioned in OT are scattered remainders of the empire of Hatti" - Uria perwira Daud, adalah seorang Het (2 Samurl 11 :3; 23:39) ;Salomo beristerikan seorang perempuan Het (I Raja 11:1 ).

[39 Lihat Kejadian 13:7 dan Atlas Alkitab.

[40] Lihat Kejadian 14:5 dan Atlas Alkitab

[41] Zaman-batu-muda (Neolithikum) dihitung di Palestina dari 6000 s/d 4000 sM. Mengenai hubungan berita ttg. orang"raksasa itu dengan kebudayaan-Megalith, lihat R.F. Schnell, art, "REPHAIM" dalam ID (R-Z), hl. 35.




Ayat 21:


Orang Amori : Biasanya adalah istilah pengumpul (istilah kolektif) untuk semua penduduk asli Kanaan; di sini a.l. dipergunakan sebagai nama satu bangsa. Bandingkanlah penjelasan Kejadian 15.16


Orang Kanaan : Biasanya istilah-pengumpul untuk semua penduduk asli Kanaan (lihat penjelasan Kejadian 13: 7). Di sini nama itu antara lain dipergunakan sebagai nama satu bangsa.

Nama Kanaan [42] bukan berasal dari bahasa Semit. melainkan dari bahasa Horit dan berarti: "Tanah-merah-bungur" (= Fenisia, Phoenizia). Kalau begitu, maka Kanaan dan Fenisia (Phaenizia) adalah searti, walaupun nama Yunani (Funisia] dipakai untuk suatu daerah yang jauh lebib sempit dari Kanaan : Tanah tepi Laut-Tengah dari pegunungan Karrnel di selatan sampai sungai "Eleutheros" (nahr-el-Kebir), lk 30 km di sebelah utara kota Tripolis, yaitu kira-kira sepanjang dan berbatasan pegunungan Ubanan (di sebelah timur).

Sebaliknya, tanah-Kanaan dipergunakan untuk seluruh daerah di sebelah barat sungai Yordan (Kejadian 12:5, Bilangan 33:51) termasuk sebagian dari Sina (sampai Ugarit (Ras-Syamra) atau muara sungai Orontes [43], yaitu dari Bersyeba sampai Selukia (Seleukia, Kisah 13:4) dekat Antiokhia), Di samping itu diperbolehkan lagi suatu penjelasan tentang arti nama Kanaan, yaitu dari bahasa Ibrani "qaneh'" = istilah pengumpul unt uk segala macam alang-alang dan buluh di tepi air. Jika kala Kanaan dapat diturunkan dari "Qaneh" itu, maka artinya adalah "Tanah-buluh"; hal itu dapat dihubungkan dengan "buluh-papyrus" (Cyperus papyrus L.) yang daripadanya dikerjakan papyrus (kerias-kuno) di kota Byblos (= biblos. biblion , Bibel)

orang Girgasi : Timbul tujuh kali (Kejadian 10: 16; 15 :21; Ulangan 7:1 , Yosua 3:10; 24:11 ; Nehemia 9: 8; 1 Tawarikh 1: 14) sebagai nama suku atau bangsa di dalam daftar penduduk-asli Palestina. Selanjutnya tidak diketahui apa-apa lagi [44].

orang Yebus: Mereka adalah tentu penduduk-asli kota Yerusalem. sebelum diduduki dan dinamai kembali oleh Daud (2 Samuel 5: 6, 13), (bandingkan Hakim 19:10-11: "sampai di daerah yang berhadapan dengan Yebus -- itulah Yerusalem": lihat juga 1 Tawarikh 11:4-5: "ke Yerusalem yaotu Yebus" : Yosua 18:28, Kejadian 10: 16). Mereka kita jumpai sebagai musuh Yosua dalam Yosua 10:5. KotaYebus itu lama tidak dapat diduduki (Yosua 15:63) [45]

Kesimpulan :

Ayat 19-21 membentangkan istilah "negeri ini" (ayat 18) secara besar: Di sini disebutkan sepuluh bangsa atau suku yang akan ditaklukkan di bawah Israel Demikian besarnya kasih Allah terhadap Abraham dan keturunannya (Israel). Demikian besarnya usaha Allah melaksanakan perjanjian Nya: Pada masa Abraham, hal itu haruslah dipandang sebagai sesuatu yang mustahil (bandingkan Kejadian 12.6; 13 7); pada masa Daud, hal itu telah menjadi kenyataan yang dapat dilihat.

Kedua bahagian pasal 15 ini, yaitu kesatuan ayat 1-6 dan kesatuan 7-21, adaiah amat beriainan [46], bahkan bertentangan. Dalam kesatuan yang pertama hanya ada pembicaraan dan peristiwa rohani dalam hati Abraham dan Allah; dalam kesatuan yang kedua dilakukan acara-adat, dan selama itu Abraham ketiduran. Dalam kesatuan yang pertama itu kepercayaan diperlihatkan sebagai keputusan hati yang diambil dengan sadar, dan sengaja; dalam kesatuan yang kedua itu kepercayaan diperlihatkan sebagai penerimaan perjanjian Allah dalam keadaan tak-sadar, tanpa segala kegiatan manusia. Abraham tidak berbicara sepatah katapun juga, melainkan diikut-sertakan oleh usaha dan kegiatan Anah semata-mata; Abraham diberi kepastian. Tetapi justru karena kelainan dan pertentangan kedua kesatuan itu, maka keduanya saling memperlengkapi dan memperlihatkan baik keaktifan maupun keepasifan kepercayaan, atau dengan. kata lain: baik kepercayaan selaku keputusan batin (rohani) manusia maupun kepercayaan selaku keputusan Allah atas pribadi manusia. [47]


Catatan :

[42] bahasa Mesir "Kyrn'nw"; bahasa Akkad "Kinahni" di dalam teks-teks Nuzi: "Kinnahhu"; "kina" berarti dalam teks-teks Nuzi "Merah-bungur" atau ungu-muda , yaitu artinya: tanah-warna-bungur", tanah (wol) ungu- ungu-muda. Kita mengetahui, bahwa di kota Byblos (Gebal) terdapat perusahaan yang mencelup wol-kambing di dalam celup an ungu-muda yang diperoleh dari semacam siput (keong), yaitu yang bernama Murex brandaris; nama itu searti dengan nama Yunani Phoenizia (tanah merah-bungur, dari kata sifat "phoinos") ; lihat Koehler-Baurngartner Lexicon, hl, 444 dan art. "CANAAN", "CANAANITES", "PHOENICIA". "PURPLE", "REED", "PAPYROS", di dalam Interpreter's Dictionary.

[43] Lihat Atlas Al kitab, bandingkan art. "CANAAN", ID (A-D) hal 494.

[44] Girgasi (dalam naskah Hetit "Qaraqisya") barangkali berarti "penganut (ger) (dewa) Gesy" suatu dewa-terang dari bangsa Su mer, Di dalam Perjanjian Baru istilah "Gerasa" (Lukas 8: 26), "Gadara" (Matius 8 :28; Markus 5: 1) (= Gergeseni, Matius 8:28) barangkali berhubungan dengan nama Girgasi (P.L). Bandingkan art. "GIRGASHITE" dalam ID(E-J), hl. 399.

[45] Lihat art. "YEBUS" , ID (E-J), hl. 807/808.

[46] Tentang uraian-uraian yb., lihat. Gv. Rad, Genesis, hl. 184/185: "The inner diversity of the two sections now combincd in ch. I 5 is as great as possible. The latter is an actual narrative of real events: the former contains a minimum action. The former represerrtation be gan in the spiritual vein and ended with the statement of a surely mental occurence on the part of Abraham first and Yahweh second, (v.6).In YS. 7 ff on the other hand the representation quickly departed from the initial conversation and procee ded to the making of the covenant. Accordin gly, in the first part Abraharn's inner nature engaged our att ention to a maxirnum degree, for this faith is underst ood as a decision made in complete consciousness. In the second part, howevcr, A braharn's consciousness with all sensual apprehension is cornpletely extinguished , and God's corning as well as his act receive our sole attention. Without doubt the two parts are cornpletely different as regards both their origin and their literary nature. Verses 1-6 are quite theologically reflective and drive from a period when matters of faith were a problem. Verses 7-18 are very ancicnt tradition from the patriarchal period itself. But who would deny that both parts, preciselyin their dialectical contrast regarding the human attituude toward the 'proffered salvation, present in an exem plary and V1VId fashion the activity and passivity of the person called?" (Gerhard v. Rad, Genesis, hl. 184/185).

[47] Tentang keaktipan dan kepasifan kepercayaan, lihat. 1 Yohanes 4:19 mengasihi-dikasihi); 1 Korintus 13: 12 (mengetahui - diketahui); Filipi 3:12 (memegang - dipegang); Filipi 2;12b-13a (mengerjakan - dikerjakan): 2 Korintus '1-:6 (menerangkan - diterangkan (bercahaya); Galatia 5; 1 (berdiri dengan kemerdekaan - dimerdekakan oleh Kristus); 2 Korintus 1:4 (menghiburkan - dihiburkan); Efesus 4:32 (mengampuni - diampuni); Efesus 5:2 (berjalan di dalam kasih - dikasihi Kristus) (Sebagian dari nats-natas ini penulis terima dari Zr C. Anstadt-Mentawai).




Sumber :
Walter Lempp, Kitab Kejadian 12:4-25:18, BPK Gunung Mulia, 2003, hlm 134-144.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman