SarapanPagi Biblika

Bible Study / Christian Library
It is currently Fri Sep 03, 2010 5:51 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 
Author Message
 Post subject: KASIH KARUNIA - ANUGERAH
PostPosted: Wed Oct 17, 2007 12:28 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6482
KASIH KARUNIA - ANUGERAH



A. TENTANG KATA "KASIH KARUNIA"



I. Dalam Perjanjian Lama (PL)


* Kejadian 6:8
LAI TB, Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
KJV, But Noah found grace in the eyes of the LORD.
Hebrew,
וְנֹחַ מָצָא חֵן בְּעֵינֵי יְהוָֽה׃ פ
Translit interlinear, VENOAKH {dan Nuh} MATSA' {ia mendapat} KHEN {kasih karunia} BE'EYNEI {di mata} YEHOVÂH {TUHAN}


Kasih karunia dipakai sebagai terjemahan bahasa Ibrani חן – KHEN. Kata ini berarti perbuatan seorang atasan (dapat juga Allah) yang menunjukkan kepada bawahannya kasih karunia, padahal sebenarnya bawahan itu tidak layak menerimanya: misalnya Kejadian 6:7; Keluaran 33:17; Bilangan 6:25. Memang, tidak ada manusia yang dapat menunjukkan חן – KHEN kepada Allah. Perjanjian Lama (PL) menjelaskan, Allah memilih Bapak-bapak leluhur Israel dan Israel juga, hanya atas dasar kasih karunia-Nya. Sama sekali tidak ada jasa atau kebenaran dalam mereka, yang dapat dianggap alasan bagi pemilihan itu, Ulangan 7:7-8, bandingkan Ulangan 8: 18. Dalam membuat perjanjian Sinai, seperti dulu dalam membuat perjanjian Abraham, prakarsa dari Allah datangnya. Nabi-nabi juga, yg menekankan perlunya pertobatan, mengakui bahwa hati yg baru harus diperoleh sebagai karunia dari Tuhan (Yehezkiel 36:26; Yeremia 31 :31-34), artinya, berdasarkan kasih karunia-Nya.



II. Dalam Perjanjian Baru (PB)


Kata Yunani χαρις – kharis adalah kata yang biasa dipakai untuk menerjemahkan kata Ibrani חן – KHEN. Kata kerja "χαριζεσθαι – kharizesthai" dipakai untuk menunjukkan arti pengampunan, dari manusia dan juga dari Allah (Kolose 2:13; 3:13; Efesus 4:32).


* Kolose 2:13; 3:13
2:13 LAI TB, Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,
KJV, And you, being dead in your sins and the uncircumcision of your flesh, hath he quickened together with him, having forgiven you all trespasses;
TR, και υμας νεκρους οντας εν τοις παραπτωμασιν και τη ακροβυστια της σαρκος υμων συνεζωποιησεν συν αυτω χαρισαμενος ημιν παντα τα παραπτωματα
Translit interlinear, kai {juga} humas {kamu} nekrous {mati} hontas {meskipun} en {dalam} tois paraptômasin {pelanggaran2} kai {dan} tê akrobustia {dalam keadaan kulup (tak bersunat)} tês sarkos {secara daging (lahiriah)} humôn {mu} sunezôpoiêsen {Ia menghidupkan bersama} sun {dengan} autô {Dia} kharisamenos {sesudah mengampuni} hêmin {kita} panta {segala} ta paraptômata {pelanggaran2}

3:13 LAI TB, Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
KJV, Forbearing one another, and forgiving one another, if any man have a quarrel against any: even as Christ forgave you, so also do ye.
TR, ανεχομενοι αλληλων και χαριζομενοι εαυτοις εαν τις προς τινα εχη μομφην καθως και ο χριστος εχαρισατο υμιν ουτως και υμεις
Translit interlinear, anekhomenoi {bersabarlah} allêlôn {satu sama lain} kai {dan} kharizomenoi {ampunilah} heautois {seorang akan yang lain} ean {jikalau} tis {seorang} pros {terhadap} tina {seseorang} ekhê {mempunyai} momphên {hal yang dikeluhkan} kathôs {sama seperti} kai {juga} ho khristos {Kristus} ekharisato {telah mengampuni} humin {kamu} houtôs {demikian} kai {juga} humeis {kamu}


* Efesus 4:32
LAI TB, Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
KJV, And be ye kind one to another, tenderhearted, forgiving one another, even as God for Christ's sake hath forgiven you.
TR, γινεσθε δε εις αλληλους χρηστοι ευσπλαγχνοι χαριζομενοι εαυτοις καθως και ο θεος εν χριστω εχαρισατο υμιν
Translit interlinear, ginesthe {kamu harus menjadi} de {dan} eis {dalam} allêlous {satu sama lain} khrêstoi {ramah} eusplagkhnoi {yang berbelas-kasihan} kharizomenoi {ampunilah} heautois {satu sama lain} kathôs {karena} kai {juga} ho theos {Allah} en {di dalam} khristô {Kristus} ekharisato {telah mengampuni} humin {kamu}



a. Injil-injil Sinoptis


Terlepas dari perkataan "χαρις – kharis", yang tidak pemah dikenakan pada ucapan Yesus, gagasan tentang kasih karunia sangat jelas. Yesus berkata bahwa Ia datang untuk mencari dan menyelamatkan yg hilang. Banyak dari perumpamaan-Nya mengajarkan kasih karunia. Perumpamaan para pekerja kebun anggur (Matius 20: 1-16) mengajarkan bahwa Allah tidak dapat didakwa oleh siapa pun atas pemberian anugerah-Nya. Perumpamaan tentang perjamuan besar (Lukas 14: 16-24) menunjukkan bahwa hak istimewa rohaniah tidak menjamin kebahagiaan akhir, dan bahwa undangan Injil ditujukan kepada semua orang. Anak yang hilang diterima kembali oleh bapaknya dengan cara yang sebenamya sang anak tidak layak menerimanya (Lukas 15:20-24). Pertobatan ditekankan sebagai syarat untuk menerima keselamatan (Markus 1: 15; 6: 12; Lukas 24:47). Imanjuga mempunyai tempatnya (misalnya Markus 1:15; Lukas 7:50), kendati tidak ada pernyataan teologis pada tema-tema Paulus.



b. Tulisan-tulisan Lukas


Baik kitab-kitab Injil maupun Kitab Kisah Para Rasul perlu diperhatikan secara khusus. Lukas memperlihatkan keluwesan dalam hubungan dengan pokok ini, Bahkan pengertian yang tidak religius dari kata kharis, yaitu usaha baik yg dibuat oleh seseorang kepada orang lain, muncul dalam Kisah 24:27; 25:3,9. Pengertian PL tentang 'kemurahan hati' terlihat dalam Lukas 1:30; 2:52; Kisah 2:47; 7: 10,46. Pengertian dinamis tentang kasih karunia yg menimbulkan keberanian yg sungguh dan kesaksian yang efektif muncul dalam Kisah 4:33; 11:23; 13:43 dan digunakan bila membicarakan seruan universal dari Injil. Lukas juga mempertemukan istilah 'Firman' ('perkataan') / Injil (kabar baik) dan 'kasih karunia', Injil kasih karunia Allah dengan cara yang bahkan Paulus pun tidak melakukannya :


* Lukas 4:22
LAI TB, Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"
KJV, And all bare him witness, and wondered at the gracious words which proceeded out of his mouth. And they said, Is not this Joseph's son?
TR, και παντες εμαρτυρουν αυτω και εθαυμαζον επι τοις λογοις της χαριτος τοις εκπορευομενοις εκ του στοματος αυτου και ελεγον ουχ ουτος εστιν ο υιος ιωσηφ
Translit interlinear, kai {maka} pantes {semua (orang)} emarturoun {mengatakan baik} autô {tentang Dia} kai {dan} ethaumazon {merasa heran} epi {pada} tois logois {kata-kata} tês kharitos {yang ramah} tois {yang} ekporeuomenois {keluar} ek {dari} tou stomatos {mulut} autou {-Nya} kai {dan} elegon {mereka berkata} oukh {bukankah} houtos {(Dia) ini} estin {adalah} ho huios {anak} iôsêph {yusuf}


* Kisah 14:3, 20:24
14:3 LAI TB, Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat.
KJV, Long time therefore abode they speaking boldly in the Lord, which gave testimony unto the word of his grace, and granted signs and wonders to be done by their hands.
TR, ικανον μεν ουν χρονον διετριψαν παρρησιαζομενοι επι τω κυριω τω μαρτυρουντι τω λογω της χαριτος αυτου και διδοντι σημεια και τερατα γινεσθαι δια των χειρων αυτων
Translit interlinear, hikanon {lumayan/ beberapa lama} men oun {kemudian} khronon {waktu} dietripsan {mereka tinggal} parrêsiazomenoi {berbicara dengan berani} epi {tentang} tô kuriô {Tuhan} tô {yang} marturounti {membuktikan} tô logô {firman / (kabar baik)} tês kharitos {kasih karunia} autou {-Nya} kai {dengan} didonti {memberikan (kuasa)} sêmeia {tanda-tanda (ajaib)} kai {dan} terata {keajaiban2} ginesthai {untuk mengadakan} dia {melalui} tôn kheirôn {tangan2} autôn {mereka}

20:24 LAI TB, Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
KJV, But none of these things move me, neither count I my life dear unto myself, so that I might finish my course with joy, and the ministry, which I have received of the Lord Jesus, to testify the gospel of the grace of God.
TR, αλλ ουδενος λογον ποιουμαι ουδε εχω την ψυχην μου τιμιαν εμαυτω ως τελειωσαι τον δρομον μου μετα χαρας και την διακονιαν ην ελαβον παρα του κυριου ιησου διαμαρτυρασθαι το ευαγγελιον της χαριτος του θεου
Translit interlinear, all {tetapi} oudenos {bahkan tidak satu} logon {kata-kata} poioumai {aku menganggap} oude {tidak juga} ekhô {mempertahankan} tên psukhên {nyawa} mou {ku} timian {bernilai} emautô {bagi diriku} hôs {supaya} teleiôsai {aku telah menyelesaikan} ton dromon {jalan kehidupan/ tugas} mou {ku} meta {dengan} kharas {suka cita} kai {dan} tên diakonian {pelayanan-pelayanan} ên {yang} elabon {aku terima} para {dari} tou kuriou {Tuhan} iêsou {Yesus} diamarturasthai {untuk memberikan kesaksian} to euaggelion {Injil/ kabar baik} tês kharitos {kasih-karunia} tou theou {Allah}



c. Surat-surat Paulus


Perkataan "χαρις – kharis" mempunyai tempat utama dalam salam pembukaan dan ucapan syukur penutup dalam Surat-surat Paulus, dan ditambahkan pada ucapan salam 'damai' yg biasa. Dasar dari ajaran Paulus terdapat dalam Roma 1:16-3:20. Manusia dinyatakan berdosa, tapi oleh kasih karunia dibenarkan (Roma 3:21-4:25), yaitu Allah dalam kasih karunia-Nya memperlakukan dia, walaupun bersalah, seakan-akan ia tidak pemah berbuat dosa.

Iman adalah tanggapan manusia atas kasih karunia Allah (Roma 5:2; 10:9; Efesus 2:8 ). Iman ini adalah pemberian Allah :


* Roma 5:2
LAI TB, Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
KJV, By whom also we have access by faith into this grace wherein we stand, and rejoice in hope of the glory of God.
TR, δι ου και την προσαγωγην εσχηκαμεν τη πιστει εις την χαριν ταυτην εν η εστηκαμεν και καυχωμεθα επ ελπιδι της δοξης του θεου
Translit interlinear, di {melalui} hou {(Dia) yang} kai {juga} tên prosagôgên {jalan masuk} heskhêkamen {kita telah mempunyai} tê pistei {karena iman} eis {dalam} tên kharin {kasih-karunia} tautên {ini} en hê {dimana} hestêkamen {kita berdiri} kai {dan} kaukhômetha {merasa bangga} ep {berdasarkan} elpidi {harapan} tês doxês {kepada kemuliaan} tou theou {Allah}


* Efesus 2:8
LAI TB, Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
KJV, For by grace are ye saved through faith; and that not of yourselves: it is the gift of God:
TR, τη γαρ χαριτι εστε σεσωσμενοι δια της πιστεως και τουτο ουκ εξ υμων θεου το δωρον
Translit interlinear, tê gar {sebab} khariti {(karena) kasih-karunia} este {adalah} sesôsmenoi {kamu telah diselamatkan} dia {melalui} tês pisteôs {iman} kai {dan} touto {dalam hal ini} ouk {bukan} ex {dari} humôn {kamu} theou {dari Allah} to {itu} dôron {pemberian}


Kata-kata 'bukan hasil usahamu' mungkin dikaitkan dengan "σεσωσμενοι – sesôsmenoi" ('diselamatkan'), tapi Paulus mencoba untuk menunjukkan bahwa perkataan 'iman' tidak dimaksudkan untuk menyatakan suatu tindakan bebas pada pihak orang percaya, lihat juga 2 Korintus 4:13; Filipi 1:29. Iman ini, meskipun menyatakan bahwa tidak ada keselamatan melalui hukum, bukanlah tidak etis. Iman secara moral dengan sendirinya adalah vital. Iman 'bekerja oleh kasih' (Galatia 5 :6). C.A Scott (Christianity according to St. Paul. 1927, him 111) mengatakan bahwa mulai dari saat iman bekerja, suatu transformasi pandangan etis secara ideal sudah ada di sana.

Kedudukan orang percaya dalam anugerah dijelaskan, bukan oleh sesuatu dalam dirinya, tapi oleh kehendak Allah. Ajaran tentang pemilihan mempunyai 2 fungsi: ia mengawasi kebebasan manusia dan pembenaran dirinya, dan menunjukkan bahwa dalam melimpahkan karunia-Nya, Allah adalah bebas sama sekali (Efesus 1:1-6; 2 Timotius 1:9 ; Titus 3 :5). Setiap langkah dalam proses kehidupan Kristen tergantung pada kasih karunia - Galatia 1:15 (panggilan); 2 Timotius 2:25 (pertobatan); Efesus 2:8, 9 (iman). Dalam Roma 8:28-30 Paulus memandang pekerjaan Allah sejak dari panggilan sampai kepada kemuliaan orang yg dibenarkan-Nya. Tapi ia tidak mengabaikan tanggung jawab manusia. Ketaatan (Roma 1:5; 6: 17) adalah sikap moral, dan tidak dapat dijadikan sesuatu yg lain. Seorang manusia dari dirinya sendiri mustahil berbalik kepada Tuhan (2 Korintus 3: 16). Kedua sisi tersebut dipertemukan dalam Roma pasal 9-10. Pasal 9 berisi peryataan yang paling kuat terhadap "predestinasi", sedangkan pasal 10 menyatakan bahwa penolakan oleh Allah disebabkan oleh ketidakpercayaan dan ketidaktaatan. Tapi harus diingat bahwa pokok utama dari pasal-pasal ini bukanlah keselamatan perseorangan, tapi adalah fungsi-fungsi kolektif dari orang-orang yg dipilih Allah untuk melaksanakan maksud-Nya.

Roma 6 memakai gambaran baptisan untuk mengajarkan penaklukan dosa oleh kasih karunia. Lihat juga I Korintus 6: 11; 12:13; Efesus 5:26; Kolose 2:12; Titus 3:5. H Wheeler Robinson (The Christian Doctrine of Man, 1926, p 124-125) berpendapat bahwa baptisan orang percaya bukanlah semata-mata merupakan lambang yg ilustratif, tapi adalah aspek objektif dari apa yg secara subjektif adalah iman. Orang mungkin memperdebatkan bahwa baptisan anak-anak adalah suatu cara anugerah, karena anak adalah lambang ketidaksanggupan dan ketidakberdayaan manusia. Pandangan-pandangan ini rupanya bertentangan dengan penekanan Paulus yg tidak berubah tentang iman.



d. Tulisan-tulisan PB yg lain


(i) 1 Petrus. Rasul Petrus menekankan kasih karunia dalam pasal 1 dan 2 pada hubungan yang lazim dengan pemilihan dan warisan dalam perjanjian: pada 1 Petrus 3:7 terdapat ungkapan yg luar biasa 'kasih karunia kehidupan'. Kasih karunia juga dipakai dalam 1 Petrus 5: 10 berkaitan dengan kemuliaan yg akan datang bagi orang percaya.

(ii) Surat Ibrani. Penulis menggunakan banyak perkataan yang artinya adalah kasih karunia. Dalam Ibrani 2:9 kasih karunia Allah dihubungkan dengan penderitaan Kristus. Perkataan kharis digunakan di Ibrani 12:28 dalam hubungan dengan ucapan syukur manusia kepada Allah. Kasih karunia dipandang panggilan pengabdian diri dalam Ibrani 12:14, 15. Ungkapan yang mencolok 'takhta kasih karunia' dalam Ibrani 4: 16 mempersatukan keagungan Allah dan kasih karunia-Nya. Ungkapan segar yang lain dalam 10:29, adalah 'Roh kasih karunia'.

(iii) Surat-surat Yohanes. Hanya sedikit menyinggung secara langsung tentang kasih karunia, tapi kasih Allah ditekankan di seluruh bagiannya. Gagasan kasih karunia harus dihubungkan dengan 'kehidupan kekal'. Iman adalah utama, dan Yohanes menggunakan suatu ungkapan Yunani "πιστευων εις ; pisteuôn eis" (percaya kepada) mengenai iman yg sungguh kepada pribadi Kristus :


* Yohanes 3:16
LAI TB, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
King James Version, For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
TR, ουτως γαρ ηγαπησεν ο θεος τον κοσμον ωστε τον υιον αυτου τον μονογενη εδωκεν ινα πας ο πιστευων εις αυτον μη αποληται αλλ εχη ζωην αιωνιον
Translit Interlinear, houtôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} ho theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} hôste {sehingga} ton huion {anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} hina {supaya} pas {setiap (orang yang)} ho pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} ekhê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}

(lihat juga Artikel : IMAN – KEPERCAYAAN)


'Kasih karunia dan kebenaran' yang mencirikan kemuliaan Firman yang telah menjadi manusia dalam Yohanes 1:14 (bandingkan ayat 17) menggemakan 'kasih dan setia' dari Keluaran 34:6. Pada tulisannya yang terakhir, secara khusus Yohanes menutup kitabnya dengan kata "kasih karunia" :


* Wahyu 22:21
LAI TB, Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.
KJV, The grace of our Lord Jesus Christ be with you all. Amen.
TR, η χαρις του κυριου ημων ιησου χριστου μετα παντων υμων αμην
Translit interlinear, hê kharis {kasih karunia} tou kuriou {Tuhan} hêmôn {kita} iêsou {Yesus} khristou {Kristus} meta {dengan} pantôn {semua} amên {amin}


Doa berkat yang diucapkan oleh Yohanes diatas merupakan akhir wahyu yang tidak biasanya, namun cocok maknanya dibaca di dalam gereja. Kasih Karunia adalah ungkapan yang sama yang dipakai oleh Rasul Paulus dalam setiap akhir surat-surat kirimannya.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Oct 17, 2007 12:36 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6482
B. TENTANG KATA "ANUGERAH"



Perjanjian Lama, contoh ayat :


* Mazmur 5:13
LAI TB, Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.
KJV, For thou, LORD, wilt bless the righteous; with favour wilt thou compass him as with a shield.
Hebrew,
כִּֽי־אַתָּה תְּבָרֵךְ צַדִּיק יְהוָה כַּצִּנָּה רָצֹון תַּעְטְרֶֽנּוּ׃
Translit interlinear, KI-'ATAH {karena Engkau} TEVAREKH {memberkati} TSADIQ {orang benar} YEHOVAH {TUHAN} KATSINAH {Engkau memagari} RATSON {dengan enugerah} TA'TERENU {seperti perisai mereka}


Kata "anugerah" diterjemahkan dari akar kata Ibrani רצון - RATSON bermakna "kesukaan", "kesenangan", "kenikmatan", "karunia", "anugerah", "penghargaan", "penerimaan", "kehendak".



Perjanjian Baru, contoh ayat :


* Yakobus 1:17
LAI TB, Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
KJV, Every good gift and every perfect gift is from above, and cometh down from the Father of lights, with whom is no variableness, neither shadow of turning.
TR, πασα δοσις αγαθη και παν δωρημα τελειον ανωθεν εστιν καταβαινον απο του πατρος των φωτων παρ ω ουκ ενx παραλλαγη η τροπης αποσκιασμα
Translit interlinear, pasa {setiap} dosis {pemberian} agathê {yang baik} kai {dan} pan {setiap} dôrêma {anugerah} teleion {yang sempurna} anôthen {dari atas} estin {adalah} katabainon {diturunkan} apo {dari} tou patros {Bapa} tôn {yang} phôtôn {terang} par {dari} hô {yang} ouk {tidak} eni {ada} parallagê {perubahan} ê {atau} tropês {pertukaran} aposkiasma {bayangan}


LAI menerjemahkan kata "anugerah" dari kata benda [nomina] "δωρημα – dorema" yang berasal dari kata kerja [verba] "δωρεομαι – dôreomai" yang bermakna "memberikan". Kata "δωρημα – dôrêma" sendiri didefinisikan sebagai "suatu hadiah", "derma", "kebajikan".



Penutup :


Dari pembahasan di atas, dapat diambil suatu pendapat bahwa sebenarnya baik "kasih karunia" maupun "anugerah" adalah dua kata yang bersinonim, sama maknanya sebagai pemberian atau ganjaran dari pihak atas (Tuhan, orang besar, dan sebagainya) kepada pihak bawahan, dengan catatan bahwa kata itu diterjemahkan dari kata Ibrani חן – KHEN atau kata Yunani χαρις – kharis.


Kita menarik kesimpulan bersama J Moffatt bahwa kepercayaan dalam Alkitab adalah :

'kepercayaan tentang kasih karunia atau tidak ada apa-apa ...
kalau tidak ada kasih karunia, tidak ada Injil'


(Grace in the New Testament, p 15).



Blessings in Christ,
BP
October 17, 2007




Kepustakaan.
- H Wheeler Robinson, The Christian Doctrine of Man. 1926;
- N.H Snaith, The Distinctive Ideas of the Old Testament. 1944;
- J Moffatt, Grace in the New Testament. 1931;
- N.PWiIliams, The Grace of God. 1930;
- C Ryder Smith, The Bihle Doctrine of Grace. 1956;
- H.H Esser, The New International Dictionary of the New Testament Teology 2, p I 15-1 24;



Artikel terkait :

- MANUSIA DIBENARKAN HANYA OLEH IMAN (Roma 3:21-4:25), di manusia-dibenarkan-hanya-oleh-iman-roma-3-21-4-25-vt1606.html#p6010

- IMAN – KEPERCAYAAN, di post2455.html#p2455

- KONSEP/ CARA PANDANG - KASIH KARUNIA, di http://portal.sarapanpagi.org/poems-quo ... runia.html


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Oct 17, 2007 12:45 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6482
KONSEP/ CARA PANDANG - KASIH KARUNIA



Konsep pemikiran dan cara pandang kita sebagai umat Kristen harus berkonsep pada pemikiran ANUGERAH/KASIH KARUNIA bukan pemikiran IMBAL-BALIK. Keselamatan kita atas karya Tuhan Yesus diatas kayu salib adalah Anugerah.
Anugerah mempunyai arti dasar demikian : “yang memberi tidak berkewajiban, yang menerima tidak mempunyai hak” .

Sedangkan konsep Imbal-Balik adalah “kita mendapatkan sesuatu karena melakukan sesuatu” seperti layaknya seorang pegawai yang diupah bulanan karena melakukan pekerjaannya selama satu bulan, seorang salesman mendapat bonus karena mampu menjual sekian jumlah barang dagangan. Kalau kita berpikiran kalau saya mentaati aturan Alkitab, kalau saya melakukan amal-ibadah maka saya akan mendapat pahala, itu adalah konsep pemikiran imbal-balik! Dimana hal tersebut menunjukkan kita belum sadar akan arti penebusan itu.

Keselamatan dari Allah adalah sepenuhnya anugerah, bukan imbal-balik!


Blessings,
BP


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: KASIH KARUNIA - ANUGERAH
PostPosted: Fri Jul 18, 2008 2:16 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6482
KARUNIA



KARUNIA = pemberian. Dalam PL terdapat selusin kata yang diterjemahkan pemberian. Korban persembahan dan semua persembahan lainnya adalah pemberian sembah bagi Allah (Keluaran 28:38; Bilangan 18:1l, dst). Orang Lewijuga, dalam satu arti, adalah suatu pemberian kepada Tuhan (Bilangan 18:6). Adakalanya terdapat gagasan tentang pemberian Allah kepada manusia, seperti kesehatan, makanan, kekayaan, dan kenikmatan (Pengkhotbah 3:13; 5:19). Manusia menyerahkan pemberian dalam upacara perayaan (Mzm 45:12; Est 9:22) atau dalam hubungan dengan mas kawin (Kejadian 34:12). Pemberian dapat juga sebagai tanda kemurahan hati seorang raja (Daniel 2:6). Tapi dalam hal 'pemberian-pemberian' yang dibawa orang Moab kepada Daud, diberikan dengan sedikit kemauan baik saja (2 Samuel 8:2). Pemberian dapat juga sebagai cara yg lihai untuk mendapatkan sesuatu, misalnya 'pemberian keluasan kepada orang' (Amsal 18:16). Memang, pemberian dapat diberikan dengan alasan yg tidak patut, sehingga kata itu menjadi berarti 'suap'. Orang Israel dilarang tegas, 'Suap janganlah kau terima, sebab suap membuat buta orang-orang yg benar' (Keluaran 23:8).

Dalam PB terlihat perubahan penekanan. Beberapa di antara sembilan kata Yunani untuk pemberian, menunjuk kepada pemberian manusia kepada Allah, sebagai αναθημα – anathêma (Lukas 21:5), dan terutama δωρον – dôron (Matius 5:23 dsb; 23:18 dsb). Beberapa di antaranya menunjuk kepada pemberian dari seseorang kepada yang lain, misalnya δωρον – dôron (Wahyu 11:10), δομα –doma (Matius 7:11; Filipi 4: 17). Tapi ihwal yang khas ialah pemakaian beberapa kata untuk menunjukkan sepenuhnya, atau, terutama sekali pemberian yang telah diberikan Allah kepada manusia. δωρεα – dorea (cuma-cuma, hadiah) terdapat sebelas kali, selalu dalam pengertian pemberian ilahi. Kadang-kadang berarti keselamatan (Roma 5:15,17), atau tidak diterangkan artinya ('karunia-Nya yang tak terkatakan', 2 Korintus 9:15), atau adalah Roh Kudus (Kisah 2:38). Yakobus mengingatkan kita bahwa 'setiap pemberian yang baik (δοσις – dosis) dan setiap anugerah yg sempurna (δωρημα – dorema) datangnya dari atas' (Yakobus 1:17).

Satu kata yangg paling penting ialah χαρισμα – kharisma. Kata ini dapat digunakan mengenai 'karunia baik' Allah, yaitu hidup yang kekal (Roma 6:23), tapi penggunaannya yang khas ialah untuk 'karunia-karunia rohani', yaitu karunia-karunia yg Roh Kudus berikan kepada orang-orang tertentu. Setiap orang mempunyai karunia yg sedemikian itu (I Petrus 4: 10), tapi karunia-karunia khusus disediakan bagi sejumlah orang (I Korintus 12:30), dan orang-orang yg diberkati dengan karunia-karunia ini adalah juga 'pemberian-pemberian' yang berasal dari Kristus yg naik ke tempat tinggi kepada gereja (Efesus 4:7 dab). Pasal-pasal yang penting adalah Roma 12:6 dab; 1 Korintus 12:4-11, 28-30; 14; Efesus 4:11 dst. Keselamatan adalah pemberian yang baik dari Allah kepada manusia, dan segala pemberian yang lain muncul dari kebenaran utama ini.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: KASIH KARUNIA - ANUGERAH
PostPosted: Fri Jul 18, 2008 4:58 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6482
KARUNIA-KARUNIA ROHANI



I. Nama dan sifatnya


Istilah 'karunia-karunia rohani' dalam bahasa Indonesia adalah padanan kata benda jamak netral Yunani, χαρισματα – kharismata, yang dibentuk dari χαριζεσθαι – kharizesthai (menunjukkan belas kasihan, memberi dengan cuma-cuma), yang dihubungkan dengan kata benda χαρις – kharis (kasih karunia). Karena itu χαρισματα – kharismata barangkali lebih tepat diterjemahkan 'karunia-karunia pengasihan'. Bentuk tunggal terdapat dalam Roma 1:11; 5: 15-16; 6:23; I Korintus 1:7; 7:7; 2 Korintus 1:11; I Timotius 4:14; 2 Timotius 1 :6; 1 Petrus 4: 10; dan bentuk jamak dalam Roma 11 :29; 12:6; I Korintus 12:4, 9, 28, 29, 31. (Catatan: bentuk jamak dalam bahasa Yunani tidak selalu bentuk jamak dlm LAI-TB!.) Bentukjamak itu dipakai terutama dalam arti teknis untuk mengartikan karunia-karunia Roh Kudus yang luar biasa, yang diberikan kepada orang Kristen untuk tugas pelayanan khusus, walaupun bentuk tunggal itu dalam beberapa hal digunakan juga dalam arti membagi-bagi atau semi kolektif dengan pengertian teknis yang sama (bandingkan I Timotius 4: 14; 2 Timotius 1 :6; 1 Petrus 4: 10).

Penyebaran umum karunia-karunia Roh Kudus, sebagai pertanda dari zaman baru, telah dinubuatkan oleh nabi Yoel (Yoel 2:28), dan dibenarkan oleh janji Kristus kepada murid-murid-Nya (Markus 16:17 dab; Yohanes 14:12; Kisah 1:8; bnd Matius 10: 1 ,8 dan ayat-ayat sejajarnya). Pada hari Pentakosta janji dan nubuat-nubuat ini digenapi (Kisah 2:1-21, 33). Kemudian banyak karunia rohani berkali-kali disebut oleh Lukas (Kisah 3:6 dab; 5:12-16; 8:13,18; 9:33-41; 10:45 dab, dst), oleh Petrus (1 Petrus 4: 1 0), dan oleh Paulus (Roma 12:6-8; 1 Korintus 12-14), yang menerangkannya juga sebagai 'hal-hal rohani' (Yunani πνευματικος – pneumatikos, 1 Korintus 12:1; 14:1; TBI: 'karunia-karunia roh') dan 'roh-roh', maksudnya berbagai penjelmaan Roh Kudus (Yunani πνευματα – pneumata, 1 Kor 14: 12). Karunia ini dibagi-, bagikan oleh Roh Kudus selaras dengan kehendak-Nya yang berdaulat (1 Korintus 12: 11), dan seorang percaya bisa menerima satu atau lebih karunia itu (1 Korintus 12:8 dab; 14:5,13).



II. Tujuan dan lamanya


Tujuan dari karunia-karunia rohani pertama-tama ialah untuk membangun seluruh gereja (l Korintus 12:4-7; 14:5,12); kedua, untuk menginsyafkan dan menobatkan orang tak percaya (l Korintus 14:21-25; bandingkan Kisah 2:12).

Pandangan umum dahulu ialah kharismata diberikan guna mendirikan gereja. Kemudian berhenti pada abad 4 sesudah gereja cukup kuat untuk melanjutkan perjalanannya tanpa didampingi oleh kharismata (Lihat B.B Warfield, Mirades: Yesterday and Today, 1953, hlm 6-21). Pandangan itu bertentangan dengan bukti sejarah. Warfield sendiri berpendapat bahwa kharisma ta diberikan untuk mengukuhkan bahwa rasul-rasul adalah utusan Allah. Dan memang karunia adalah salah satu tanda dari seorang rasul sekaligus memiliki kuasa untuk mengaruniakannya kepada orang-orang percaya lain. Karunia ini lambat-laun berhenti dengan matinya orang-orang, yg kepadanya karunia itu diberikan oleh para rasul (hlm 3, 21 dab). Menurut W.H Griffith Thomas kharismata itu adalah kesaksian kepada umat Israel akan ke-Mesias-an Yesus, yang tidak beroperasi lagi sesudah akhir zaman Kisah Para Rasul, tatkala Israel menolak Injil (The HolySpirit of God, 1913, hlm 48 dst; bnd O.P Robertson, WTJ 38, 1975, hlm 143-153). Orang yang berpandangan demikian memang tidak mengakui keaslian dari manifestasi-manifestasi rohani masa kini.

Pada pihak lain, dalam 1 Korintus 13:8-10 Paulus nampaknya mengharapkan karunia-karunia rohani itu terus ada sampai kedatangan Tuhan Yesus lagi. Bila memang demikian, maka ihwal karunia-karunia yg berselang-seling terdapat dalam sejarah gereja sepanjang abad, harus diterangkan sebagai akibat iman gereja yg pasang surut, dan kehendak Roh yg berdaulat yg membagi-bagikan karunia-karunia itu 'seperti yang dikehendaki-Nya' (l Korintus 12: 11).



III. Karunia-karunia perseorangan


Daftar kharismata dalam PB (Roma 12:6-8; 1 Korintus 12:4-11, 28-30; bandingkan Efesus 4:7-12) jelas tidak lengkap. Sudah diusahakan menggolong-golongkan karunia-karunia itu, tapi hasil paling sederhana terdapat dua golongan utama, yaitu karunia-karunia yang memberi kecakapan bagi pemiliknya untuk pelayanan firman, dan karunia-karunia yang merupakan perlengkapan untuk pelayanan praktis.



a. Karunia-karunia untuk mengungkapkan firman Allah


(i) Rasul (Yunani, αποστολος - apostolos, harfiah 'seorang yang diutus', utusan, penginjil, 1 Korintus 12:28 dab; bandingkan Efesus 4: 11). Gelar 'rasul' pada mulanya merupakan hak khusus tersendiri dari ke-12 murid (Matius 10:2; Lukas 6: 13; Kisah 1 :25 dab), tapi kemudian dikenakan oleh Paulus untuk dirinya (Roma 1:1; 1 Korintus 9: 1 dab, dst). Sebutan itu dikenakan juga kepada Bamabas dalam arti yang sedikit terbatas (Kisah 14:4,14), Andronikus dan Yunias (Roma 16:7), dan mungkin kepada Apolos (l Korintus 4:6,9), Silwanus dan Timotius (l Tesalonika 1: 1; 2:6), dan Yakobus, adik Tuhan Yesus (1 Korintus 15:7; Galatia 1:19). Tugas khusus seorang rasul seperti yang diisyaratkan oleh artinya ialah mengumumkan Injil kepada dunia yang tak percaya (Galatia 2: 7-9). Lihat Artikel αποστολος - APOSTOLOS – RASUL– UTUSAN , di apostolos-rasul-utusan-vt1803.html


(ii) Bernubuat (Yunani, προφητεια - prophêteia, Roma 12:6; 1 Korintus 12: 10, 28-29; bandingkan Efesus 4: 11). Tugas utama nabi PB ialah mengemban penyataan Allah yang bermakna sementara dan yang mengumumkan kepada gereja apa yang patut diketahui dan dilakukan oleh gereja pada keadaan tertentu. Pesannya bersifat membangun, menasihati (Yunani, παρακλησις – paraklêsis, dan menghibur (1 Korintus 14:3 bandingkan Roma 12:8). Juga mencakup uraian berwibawa sementara tentang kehendak Allah dalam hal-hal khusus (Kisah 13:1 dab), dan kadang-kadang praucapan mengenai hal-hal yang akan datang (Kisah 11 :28; 21:10 dab). Pelayanannya pertama-tama diarahkan terhadap gereja (l Korintus 14:4,22). Beberapa nabi berjalan berkeliling (Kisah 11 :27 dab; 21: 10), tapi mungkin ada beberapa orang yang digabungkan dengan tiap gereja (Kisah 13:1), seperti di Korintus, dan satu dua dari mereka disebut namanya (Kisah 11 :28; 13: 1; 15:32; 21:9 dab). Lihat Artikel NABI, di nabi-vt929.html#2594

Karunia 'membedakan bermacam-macam roh' (Yunani " διακρισεις πνευματων - diakriseis pneumatôn", 1 Korintus 12: 10; bandingkan 14:29) merupakan pelengkap kepada karunia bernubuat, dan memampukan pendengar untuk menimbang apakah tuntutan nabi dibarengi llham, dengan menafsirkan atau menilai nubuat (l Korintus 2:12-16). Dengan demikian pendengar membedakan dengan jelas ungkapan mana yg datangnya dari Allah (l Tesalonika 5:20 dab; 1 Yohanes 4: 1-6), dan membedakan nabi sejati dari nabi palsu.


(iii) Mengajar (Yunani, διδασκαλια – didaskalia, Roma 12:7; 1 Korintus 12:28 dab; Efesus 4:11). Berlawanan dengan para nabi, para guru tidak mengungkapkan pemyataan baru, tapi menguraikan dan mengenakan ajaran Kristus yg sudah ditetapkan, dan jabatannya barangkali hanya terbatas pada gereja setempat saja (Kisah 13:1; bandungkan Efesus 4:11). 'Berkata-kata dengan pengetahuan' (Yunani λογος γνωσεως - logos gnôseôs, 1 Korintus 12:8), mencakup penyelidikan dan penilaian intelektual, adalah berhubungan dengan karunia 'mengajar'; tapi 'berkata-kata dengan hikmat' (Yunani λογος σοφιας - logos sophias , 1 Kor 12:8), yang mengungkapkan pengertian rohani, mungkin lebih berhubungan dengan para rasul atau para nabi (bandingkan 1 Korintus 1:17-2:5, khusus 1:24-30).


(iv) Berkata-kata dengan bahasa roh (Yunani, γενη γλωσσων - genê glôssôn, I Korintus 12:10,28 dab) dan menafsirkan bahasa roh (Yunani ερμηνεια γλωσσων - hermêneia glôssôn, 1 Korintus 12:10, 30). Lihat KARUNIA BAHASA ROH, di karunia-bahasa-roh-vt110.html#234



b. Karunia pelayanan praktis


(i) Karunia kekuasaan.


1. Iman (Yunani, πιστις – pistis, 1 Korintus 12:9), tapi bukan iman yang menyelamatkan yang dimaksud, melainkan tingkat iman dengan mana dilaksanakan perbuatan-perbuatan yang khusus mengherankan (Matius 17: 19 dab; 1 Korintus 13:2; Ibrani 11 :33-40).

2. Karunia untuk menyembuhkan (Yunani, χαρισματα ιαματων - kharismata iamatôn, 1 Korintus 12:9,28,30) diberikan untuk melakukan mujizat memulihkan kesehatan (Kisah 3:6; 5: 15 dab; 8:7; 19: 12, dst).

3. Mengerjakan mujizat (Yunani, ενεργηματα δυναμεων - energêmata dunameôn , 1 Korintus 12:10, 28 dab), harfiah 'melakukan kekuasaan'. Karunia ini memberikan kesanggupan untuk mempertunjukkan berbagai mujizat lain (Matius 11 :20-23; Kisah 9:36 dab; 13: 11; 20:9-12; Galatia 3:5; Ibrani 6:5).



(ii) Karunia seperasaan.


1. Pelayanan (Yunani, αντιλημψις – antilêpseis (l Korintus 12:28) mengartikan pertolongan yang diberikan kepada golongan lemah oleh golongan kuat (lihat terjemahan LXX dari Mazmur 22:19; 89: 19; kata-kata itu terdapat dalam Kisah 20:35), dan menyinggung karunia-karunia khusus untuk melayani orang sakit dan yang berkekurangan. Kata ini bisa juga mencakup :

2. Pemberi sedekah yang murah hati (Yunani, ο μεταδιδους - ho metadidous, Roma 12:8) dan

3. Seorang yang menunjukkan kemurahan (Yunani, ο ελεων - ho eleôn, Roma 12:8).

4. Jabatan pelayanan (Yunani, διακονια – diakonia, Roma 12:7; bandingkan Kisah 6: 1) pasti diperhatikan di sini (Filipi 1:1; 1 Timotius 3:1-13).



(iii) Karunia mengelola.


1. Kepemimpinan (Yunani, κυβερνησις – kubernêseis, 1 Korintus 12:28) ialah karunia dan kekuasaan untuk memimpin, yg dimiliki oleh para tua-tua yang memimpin atau memerintah (1 Timotius 5:17).

2. Siapa yang memberi pimpinan (Yunani, ο προισταμενος - ho proistamenos, Roma 12:8) mendapat karunia sama (kata Yunani ini terdapat dalam 1 Tesalonika 5:12; 1 Timotius 5: 17). Istilah ini bisa juga diterjemahkan 'ia yg membantu', suatu karunia ' seperasaan' .


Sementara karunia seperti merasul, bernubuat dan mengajar dipakai dalam pelayanan yang teratur, karunia yang lain dinyatakan berseling-seling. Karunia-karunia kadang-kadang merupakan pelepasan atau peningkatan bakat yang wajar, misalnya karunia mengajar, membantu dan memimpin: yang lain jelas luar biasa, misalnya iman, penyembuhan dan mengerjakan mujizat.



KEPUSTAKAAN.
- A Bittlinger, Gifts and Graces, 1967; Gifts and Ministries, 1974;
- D Bridge dan D Phypers, Spiritual Gifts and the Church, 1973;
- H von Campenhausen, Ecclesiastical Authority and Spiritual Power in the Church of the IFirst Three Centuries, 1969;
- H Conzelmann, 'Charisma' , TDNT 9, hlm 402-406;
- J.G.D Dunn, Jesus and the Spirit, 1975; B Schweizer, Church Order in the New Testament, 1961


Artikel terkait :
KARUNIA ROH KUDUS : STUDI KATA PERJANJIAN BARU YUNANI , di viewtopic.php?p=228#228


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman