1. Jemaat di Yerusalem
Jemaat dalam arti Kristiani, pertama kali muncul di
Yerusalem, setelah kenaikan Yesus ke
Surga. Bagian terbesar dari jemaat itu adalah kelompok murid-murid Yesus yang berasal dari
Galilea, bersama-sama dengan mereka yang menyambut pemberitaan para rasul di
Yerusalem.
Dengan menyimak laporan dalam Kitab Kisah Para Rasul, persekutuan yang baru ini tidak serta-merta menampakkan dirinya sebagai
'ekklêsia', tetapi melihat dirinya sebagai sisa
Israel :
a. yang terpilih dan yang ditentukan untuk mendapat keselamatan di
Sion :
* Yoel 2:32
Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas."
* Kisah 2:17
Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
dan ayat berikutnya…
b. sebagai Kemah Daud yang telah dipugar, yang telah dijanjikan oleh Yesus sendiri untuk dibangun :
* Kisah 15:16
Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
* Matius 16:18
Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Demikianlah
Yerusalem (
Sion) menjadi tempat yang ditetapkan Allah bagi mereka yang menantikan 'waktu pemuliaan segala sesuatu' :
* Kisah 3:21
Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.
Secara lahirian, kelompok orang percaya yang telah dibabtis itu dianggap sebagai suatu "mazhab" (sekte, Yunani
haeresis) oleh
agama Yahudi. Kadang mereka mempersamakannya dengan kelompok
"sekte orang Nasrani"
* Kisah 24:5
Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani.
Bandingkan dengan :
* Kisah 28:22
Tetapi kami ingin mendengar dari engkau, bagaimana pikiranmu, sebab tentang mazhab ini kami tahu, bahwa di mana-mana pun ia mendapat perlawanan."
Sekte Nasrani jelas berbeda dengan "jemaat Kristus di Yerusalem", karena jelas bisa kita lihat bahwa
"sekte Nasrani" ini "berbeda jalan". Kelompok Nasrani ini kurang atau agak ditolelir oleh agama Yahudi kira-kira 30 tahun sejak keberadaannya di Yudea, kecuali ketika para penguasa Yahudi menjadi bingung oleh pergaulan bersahamat kelompok itu dengan jemaat-jemaat non Yahudi diluar palestina.
Tapi sifat khas Yahudi dari jemaat Yerusalem itu harus diperhatikan, karena para anggotanya masih mengindahkan kewajiban-kewajiban Taurat dan kebaktian di
Bait Suci, namun kepercayaannya tetap khas, yaitu mereka mengimani bahwa
Yesus adalah Sang Mesias 'Israel', dan bahwa Allah sendiri telah mengukuhkan hal ini dengan membangkitkan Yesus Kristus dari maut setelah ia menderita demi penyelamatan 'Israel', dan bahwa pada 'hari TUHAN yang akbar' Ia akan dating lagi dalam pernyataan tuntas Mesias dalam penghakiman dank kemuliaan.
Praktek-praktek mereka yang khas termasuk babtisan debagai tanda pertobatan yang dilakukan didalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Juga persekutuan mereka yang khas atas dasar kekeluargaan, yang oleh Lukas dilaporkan sebagai 'memecahkan roti dan berdoa' :
* Kisah 2:41-46
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
Pimpinan pertama dari jemaat di Yerusalem diemban oleh ke-12 rasul (dari
Galilea), terleih-lebih Petrus dan Yohanes, tapi dengan segera membukan jalan bagi pemimpin lain yaitu Yakobus, saudara Yesus, sebagai ketuanya :
* Galatia 2:9
Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;
Bandingkan dengan
* Kisah 12:17
Tetapi Petrus memberi isyarat dengan tangannya, supaya mereka diam, lalu ia menceriterakan bagaimana Tuhan menuntunnya ke luar dari penjara. Katanya: "Beritahukanlah hal ini kepada Yakobus dan saudara-saudara kita." Lalu ia keluar dan pergi ke tempat lain.
Yakobus menjadi pemimpin jemaat di
Yerusalem hingga kematiaannya sebagai martir
+ 62 Masehi, Mungkin pula kepempimpinan Yakobus di jemaat di
Yerusalem ini, dihubungkan dengan pengertian mesianis jemaat "takhta Daud' (Kejadian 49:10; Yesaya 9:7; 11:1) diantara orang
orang Yahudi yang percaya, lebih mempunyai arti harapan secara harfiah daripada biasanya kita sadari, dan Yakobus juga 'darikeluarga keturunan Daud' (Suku Yehuda). Apakah ia dipandang sebagai Pelindung atau Wali Raja yang sah, seraya menantikan kedatangan kembali
Sang Mesias sendiri? Sejarahwan
Eusebius melaporkan, bahwa saudara sepupu Yesus, yang bernama
Simeon bin Klopas, mengganti Yakobus sebagai ketua, dan bahwa Kaisar
Vespasianus dari Romawi (reff.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi ) setelah menaklukkan Yerusalem pada tahun 70Masehi telah memerintahkan untuk mencari supaya diantara
orang Yahudi tidak seorangpun dari keluarga Daud yang tinggal (Reff. Eusebius,
Ecclesiastical History 3.11,12).
Gereja menjadi besar (Kisah 21:20) bahkan menyambut imam-iman dari
Farisi menjadi anggotanya :
* Kisah 21:20
Mendengar itu mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat.
* Kisah 6:7
Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
* Kisah 15:5
Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."
Pada mulanya, jemaat di Yerusalem juga terdapat orang-orang bekas penganut Helenis, dan Yahudi perantauan yang berbahasa Yunani, yang biasanya datang ke
Yerusalem untuk mengikuti ibadah di
Bait Allah untuk mengikuti
hari raya, atau orang Yahudi perantauan yang berbahasa Yunani yang telah menjadi penduduk di
Yerusalem.
Orang Yahudi perantauan ini biasanya lebih kaya dibandingkan dengan orang Yahudi yang ada di Yerusalem, dan menunjukkan kesalehan dengan membawa ‘pemberian bagi bangsa mereka' :
* Kisah 24:17
Dan setelah beberapa tahun lamanya aku datang kembali ke Yerusalem untuk membawa pemberian bagi bangsaku dan untuk mempersembahkan persembahan-persembahan.
Ketika jemaat di
Yerusalem menerapkan praktek saling-bantu, ada dermawan seperti
Barnabas, yang datang dari Siprus:
* Kisah 4:34-37
4:34 Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
4:35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.
4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
Dan sewaktudibutuhkan tenaga untuk mengurus dana bantuan, ditunjuklah 7 orang penatua. Dari nama ke-7 orang itu diketahui bahwa ada diantara mereka bekas dari kelompok Helenis :
* Kisah 6:5
Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
Nampaknya melalui adanya unsure orang-orang bekas dari kepercayaan Helenis inilah Injil mengalir melintasi batas-batas yang sempit dari Kekristenan Yahudi, dengan adanya mereka, terjadi suatu kesempatan besar dan penciptaan saranan bagi pemberitaan Injil di daerah-daerah asing.
Stefanus:
Stefanus, salah satu dari 7 penatua itu, terlibat dalam perdebatan di sebuah sinagoge Helenis di
Yerusalem (agaknya
Saulus dari Tarsus, adalah salah satu anggotanya). Karena perdebatan itu, Stefanus diperhadapkan kepada Mahkamah Agama (Sanhedrin), dengan tuduhan menhujat
Bait Suci dan
Taurat Musa. Pembelaannya memang menunjukkan sikap liberal terhadap sifat
Bait Allah yang tak dapat digugat. Dakwaan bagi Stefanus itu kemudian juga merenggut nyawanya. Hukuman ini mungkin lebih ditunjukkan terhadap kasus demikian pada kelompok Kristen ex-helenis, ketimbang kepada Kekristenan yang tetap mentaati Taurat dalam kelompok para-rasul, yang tetap tinggal di
Yerusalem sewaktu 'orang-orang Kristen lainnya' berserak diluar Palestina.
* Kisah 6:7-15
6:7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
6:8 Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.
6:9 Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini -- anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria -- bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus,
6:10 tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.
6:11 Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan: "Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah."
6:12 Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.
6:13 Lalu mereka memajukan saksi-saksi palsu yang berkata: "Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat,
6:14 sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita."
6:15 Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.
Baca kisah selanjutnya di Kitab Kisah Para Rasul pasal 7 yaitu sampai kepada kematuan Stefanus.
Filipus:
Filipus, adalah juga anggota dari 7 penatua itu, juga terlibat dalam pemberitaan Injil di
Samaria. Setelah ia membabtis seorang sida-sida asing (dari Etiopia) di dekat kota Filistin kuno, Gaza, (Kisah 8:26-39) ia pergi memasyurkan Injil di daerah pantai hingga ia sampai ke Kaisarea, kota yang sebagian besar dihuni orang
orang-orang non Yahudi (Kisah 8:40). Tidak lama kemudian di daerah itu pula, Petrus membabtis seorang
non Yahudi yang tidak bersunat (Kisah 10).
Penting dicatat, bahwa orang Kristen ex-helenislah yang pergi dari
Yerusalem ke Antiokia untuk mengabarkan Injil kepada
orang-orang non Yahudi, tanpa penekanan apapun mengenai
Taurat Musa.
Unsur Yudaisme dalam jemaat mula-mula Yerusalem :
Setelah Stefanus, penekanan sifat Yudaisme pada jemaat di Yerusalem berangsur-angsur surut. Namun beberapa anggota jemaat Yerusalem kurang menyetujui kalau Injil diberitakan kepada
orang-orang non Yahudi tanpa kewajiban mentaati
Taurat Musa. Mereka mengunjungi jemaat-jemaat (gereja) baru itu dan memaksakan keyakinan dan kebiasaan agamawi mereka disana :
* Kisah 15:1
Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan."
* Galatia 2:12
Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.
* Galatia 6:12-13
6:12 Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus.
6:13 Sebab mereka yang menyunatkan dirinya pun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah.
dan ayat-ayat berikutnya.
Tapi secara resmi jemaat di
Yerusalem menyatakan persetujuan bukan hanya atas pemberitaan Injil seperti yang telah dilakukan Filipus di
Samaria dan pembabtisan Kornelius di kaisarea, melainkan juga upaya gereja baru di Antiokhia dan para utusannya.
Pada kira-kira tahun 49M, kepada jemaat di
Yerusalem dengan resmi dipertanyakan apa yang harus dituntut dari 'orang Kristen non-Yahudi'. Maka, ditentukanlah bahwa orang percaya dari golongan Yahudi, yang tentu wajib
menyunatkan anak-anak mereka dan mentaati seluruh
Taurat, tuntutan-tuntutan ini tidak akan diterapkan kepada orang percaya dari bangsa
non Yahudi. Namun, Kristen kelompok
non Yahudi itu diminta supaya mengadakan kelonggaran-kelonggaran tertentu terhadap keberatan-keberatan
Yahudi, guna memungkinkan mulusnya 'persekutuan meja' antara kedua golongan itu, dan juga supaya mengindahkan hukum peri hidup seksual yang murni :
* Kisah 15:20, 29
15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. 15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."
* Kisah 21:21-25
21:21 Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita.
21:22 Jadi bagaimana sekarang? Tentu mereka akan mendengar, bahwa engkau telah datang ke mari.
21:23 Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar.
21:24 Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat.
21:25 Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan."
Peristiwa ini mencuatkan keunggulan Yerusalem dalam ihwal kepercayaan dan moral. Memang sepanjang angkatan pertama, jemaat di Yerusalem menjadi 'jemaat' nomor satu, silahkan kaji ayat dibawah ini, dimana 'jemaat' di Yerusalem disebut :
* Kisah 18:22
Ia sampai di Kaisarea dan setelah naik ke darat dan memberi salam kepada jemaat, ia berangkat ke Antiokhia.
Hal itu juga bisa dilihat dari sikap
Rasul Paulus :
* Kisah 1:13
Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
* Filipi 3:6
tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
Rasul Paulus juga menekankan hal itu kepada jemaat-jemaat/ gereja-gereja yang ia pelopori :
* Roma 15:27
Keputusan itu memang telah mereka ambil, tetapi itu adalah kewajiban mereka. Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka.
Kunjungan
Rasul Paulus yang terakhir ke
Yerusalem (Kisah Kisah Para Rasul 21:18 ), kira-kira 57 Km, dilakukannya sebagai pengakuannya atas keunggulan
Yerusalem dalam hal rohani. Ia disambut oleh 'Yakobus dan semua tua-tua' dan diingatkan bahwa semua anggota jemaat ‘mentaati hukum Taurat'. Tetapi kecermatan jemaat di Yerusalem tidaklah membebaskan jemaat itu dari kecurigaan tidak taat kepada harapan nasional
bangsa Yahudi. Yakobus 'yang Benar' itu dibunuh 'menurut hukum' karena hasutan imam besar pada kira-kira tahun 62M.
Ketika pecah perang dengan Roma pada tahun 66M, jemaat di Yerusalem berakhir. Menurut sejarahwan Eusebius, para anggotanya pergi ke Pella, di Transyordan (Reff. Eusebius,
Ecclesiastical History 3.5). Kemudian mereka pecah menjadi 2 golongan : Para 'Nasrani', yang setia memelihara Taurat bagi diri mereka sendiri, mengambil sikap toleran terhadap orang percaya
non Yahudi; dan para
Ebionit, yang mewarisi pandangan Yudaisme tentang kewajiban terhadap Taurat. Generasi Kristen yang kemudian menggolongkan kaum
Ebionit sebagai bidat.