b. Pemakaian Khusus(1) Dalam Injil-injil Sinoptik, iman sering dihubungkan dengan penyembuhan. Yesus Kristus berkata kepada perempuan yang menjaman jubahNya di tengah-tengah orang banyak :
"Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau" (Matius 9:20). Tapi iman dalam arti lebih luas juga dilukiskan dalam Injil-injil ini. Markus mencatat perkataan Yesus [i]"Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" (Markus 9:23). Begitu juga Dia berkata bahwa seseorang yang melakukan pekerjaan besar, sekiranya mempunyai iman kendati hanya sebesar biji sesawi (Matius 17:20; Lukas 17:6). Jelas, Yesus menuntut iman yang tertuju kepada diri-Nya sendiri. Tuntutan khas Kristen bahwa orang harus beriman kepada Yesus gamblang didasarkan pada tuntutan-Nya sendiri.
(2) Dalam Injil Yohanes iman menduduki tempat sangat mencolok, terlihat dari munculnya kata kerja
πιστεύω (pisteuô) sampai 98 kali. Memang ganjil, kata benda
πιστις - pistis tidak pernah dipakainya. Mungkin sebabnya ialah kata
πιστις - pistis dipakai dikalangan sejenis
Gnostik. Ada tanda bahwa Yohanes memperhitungkan lawan-lawan seperti itu, dan bisa saja ia menghindari untuk memakai istilah yang sangat mereka gemari. Atau mungkin dia lebih sering memakai kata kerja
πιστευω - pisteuô (dibandingkan penulis-penulis PB lainnya, sampai 3kali lebih banyak dari ketiga temannya penulis Injil Sinoptik itu). Susunan katanya yang khas ialah penggunaan kata
εις - eis, 'percaya kepada'
Hal terpenting ialah hubungan orang percaya dengan Yesus Kristus. Justru Yohanes berulang-ulang berbicara tentang percaya kepada-Nya atau percaya dalam nama Yesus Kristus Misalnya dalam :
* Yohanes 3:18
LAI TB,
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. KJV,
He that believeth on him is not condemned: but he that believeth not is condemned already, because he hath not believed in the name of the only begotten Son of God. TR,
ο πιστευων εις αυτον ου κρινεται ο δε μη πιστευων ηδη κεκριται οτι μη πεπιστευκεν εις το ονομα του μονογενους υιου του θεουTranslit,
ho pisteuôn eis auton ou krinetai ho de mê pisteuôn êdê kekritai hoti mê pepisteuken eis to onoma tou monogenous huiou tou theouBagi orang pada jaman itu "nama" mengungkapkan seluruh kedirian seseorang, keberadaan orang itu seutuhnya. Maka "Percaya dalam nama Yesus Kristus" berarti mutlak percaya kepada Diri Yesus Kristus seutuhnya. Yohanes 3:18 berkata
" Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman".
Ajaran khas yang dicatat dalam Injil Yohanes ialah, bahwa ihwal kekekalan ditentukan kini dan disini. Iman tidak melulu menjamin hidup yang kekal pada suatu masa depan yang tidak diterangkan, tapi juga memberi hidup yang kekal sekarang ini.
" Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh (echei, waktu presens, jadi sekarang sudah) hidup yang kekal" Seperti dalam ayat ini :
* Yohanes 3:36
LAI TB,
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." KJV,
He that believeth on the Son hath everlasting life: and he that believeth not the Son shall not see life; but the wrath of God abideth on him. TR,
ο πιστευων εις τον υιον εχει ζωην αιωνιον ο δε απειθων τω υιω ουκ οψεται ζωην αλλ η οργη του θεου μενει επ αυτονTranslit,
ho pisteuôn eis ton huion ekhei zôên aiônion ho de apeithôn tô huiô ouk opsetai zôên all hê horgê tou theou menei ep autonbandingkan dengan :
* Yohanes 5:24
LAI TB,
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. KJV,
Verily, verily, I say unto you, He that heareth my word, and believeth on him that sent me, hath everlasting life, and shall not come into condemnation; but is passed from death unto life. TR,
αμην αμην λεγω υμιν οτι ο τον λογον μου ακουων και πιστευων τω πεμψαντι με εχει ζωην αιωνιον και εις κρισιν ουκ ερχεται αλλα μεταβεβηκεν εκ του θανατου εις την ζωηνTranslit,
amên amên legô humin hoti ho ton logon mou akouôn kai pisteuôn tô pempsanti me echei zôên aiônion kai eis krisin ouk erkhetai alla metabebêken ek tou thanatou eis tên zôên(3) Dalam Kitab Kisah Para Rasul, yang melaporkan upaya penginjilan yang maju pesat, ungkapan khas yang dipakai ialah (waktu)
aoristus (bentuk aoris) dari
πιστευω - pisteuô, yang mengacu kepada tindakan keputusan. Lukas menceritakan beberapa peristiwa yang mendampakkan orang-orang yang menaruh kepercayaan kepada Yesus Kristus. Subjek tentang iman menjadi hal yang utama, baik iman itu sendiri maupun buah-buah yang dihasilkan karena iman. Keputusan untuk beriman itulah menjadi hal yang paling khas dalam seluruh PB.
(4) Bagi Paulus, iman adalah sifat yang khas dari Kekristenan. Berbeda dengan Yohanes, Paulus menggunakan kata
πιστις - pistis yang lebih banyak dua kali lipat daripada kata kerja
πιστευω - pisteuô. Kata
πιστις - pistis dikaitkan dengan beberapa gagasannya yang utama. Jadi dalam Roma 1:16 ia berkata bahwa Injil
'adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya'. Bahwa Kekristenan lebih dari sekedar pola nasihat yang baik sangat berarti bagi Paulus. Injil tidak hanya mengatakan kepada manusia apa yang wajib mereka lakukan, tapi juga memberi kekuatan kepada mereka untuk melakukannya. Beberapa Paulus empertentangkan kata-kata belaka dengan kekuatan, umumnya guna menekankan bahwa kekuatan
Roh Kudus harus diperlihatkan dalam hidup orang Kristen. Dan kekuatan ini dapat berperan dalam hidup seseorang hanya jika ia percaya. Tidak ada yang bisa mengganti iman.
Banyak perselisihan Paulus berkisar pada silang nalar dengan pengikut
Yudaisme. Kelompok ini mempertahankan bahwa tidak cukup bahwa orang Kristen hanya dibabtis, mereka harus juga disunat, dan bila mereka diterima masuk
agama Yahudi dengan jalan sunat itu, mereka harus menggenapi seluruh
Hukum Taurat Musa. Kelompok
Yudaisme ini membuat ketaatan kepada Taurat sebagai prasyarat yang harus dipenuhi sebelum memperoleh keselamatan, paling tidak dalam arti keselamatan secara utuh.
Paulus menentangnya, ia menandaskan bahwa manusia tidak dapat berbuat apapun juga untuk mendatangkan keselamatan dirinya. Segala sesuatu
telah genap seutuhnya dilakukan oleh Yesus Kristus yang sudah tuntas itu. Demikianlah Paulus menekankan bahwa manusia dibenarkan oleh iman :
* Roma 5:1
LAI TB,
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.KJV,
Therefore being justified by faith, we have peace with God through our Lord Jesus Christ: TR,
δικαιωθεντες ουν εκ πιστεως ειρηνην εχομεν προς τον θεον δια του κυριου ημων ιησου χριστουTranslit,
dikaiôthentes oun ek pisteôs eirênên ekhomen pros ton theon dia tou kuriou hêmôn iêsou khristouDoktrin pembenaran oleh karena iman adalah pusat pemberitaan Paulus. Apakah dengan memakai istilah ini atau tidak, gagasan itu selalu dia kemukakan. Dengan penuh semangat ia menentang setiap pemikiran yang mengajarkan dan mengandalkan perbuatan baik (sistem 'amal-ibadah').
* Galatia 2:16
LAI TB,
Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. KJV,
Knowing that a man is not justified by the works of the law, but by the faith of Jesus Christ, even we have believed in Jesus Christ, that we might be justified by the faith of Christ, and not by the works of the law: for by the works of the law shall no flesh be justified. TR,
ειδοτες οτι ου δικαιουται ανθρωπος εξ εργων νομου εαν μη δια πιστεως ιησου χριστου και ημεις εις χριστον ιησουν επιστευσαμεν ινα δικαιωθωμεν εκ πιστεως χριστου και ουκ εξ εργων νομου διοτι ου δικαιωθησεται εξ εργων νομου πασα σαρξ Translit,
eidotes hoti ou dikaioutai anthrôpos ex ergôn nomou ean mê dia pisteôs iêsou khristou kai hêmeis eis khriston iêsoun episteusamen hina dikaiôthômen ek pisteôs khristou kai ouk ex ergôn nomou dioti ou dikaiôthêsetai ex ergôn nomou pasa sarxJelas bagi Paulus, iman berarti melepaskan segala kepercayaan yang mengandalkan kemampuan diri untuk mendapat keselamatan sebagai imbalan dari jasa atau amal-bakti (sistem 'amal-ibadah'). Perolehan Keselamatan hanyalah dengan sepenuhnya menerima karunia Allah didalam Yesus Kristus dan hanya dari Dia-lah keselamatan itu dapat diperoleh.
Ciri khas lain dalam theologi Paulus, ialah peranan
Roh Kudus yang begitu luas dan mencolok. Paulus berpendapat bahwa semua orang Kristen didiami oleh
Roh Kudus :
* Roma 8:9,14
LAI TB,
Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.KJV,
But ye are not in the flesh, but in the Spirit, if so be that the Spirit of God dwell in you. Now if any man have not the Spirit of Christ, he is none of his. TR,
υμεις δε ουκ εστε εν σαρκι αλλ εν πνευματι ειπερ πνευμα θεου οικει εν υμιν ει δε τις πνευμα χριστου ουκ εχει ουτος ουκ εστιν αυτουTranslit,
humeis de ouk este en sarki all en pneumati eiper pneuma theou oikei en humin ei de tis pneuma khristou ouk ekhei outos ouk estin autou8:14
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. KJV,
For as many as are led by the Spirit of God, they are the sons of God. TR,
οσοι γαρ πνευματι θεου αγονται ουτοι εισιν υιοι θεου Translit,
hosoi gar pneumati theou agontai outoi eisin huioi theou Dan hal ini dia hubungkan juga dengan iman. Karena itu tentang Yesus Kristus, dia tuliskan kepada jemaat di Efesus :
* Efesus 1:13-231:13 LAI TB,
Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.KJV,
In whom ye also trusted, after that ye heard the word of truth, the gospel of your salvation: in whom also after that ye believed, ye were sealed with that holy Spirit of promise, TR,
εν ω και υμεις ακουσαντες τον λογον της αληθειας το ευαγγελιον της σωτηριας υμων εν ω και πιστευσαντες εσφραγισθητε τω πνευματι της επαγγελιας τω αγιωTranslit,
en hô kai humeis akousantes ton logon tês alêtheias to euaggelion tês sôtêrias humôn en hô kai pisteusantes esphragisthête tô pneumati tês epaggelias tô hagiô1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
1:15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
1:16 aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,
1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,
1:21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Meterai (Yunani,
σφραγισω – sphragizô, Efesus 1:13) melambangkan hak pemilikan, suatu kiasan yang dimengerti pada suatu zaman, dikala banyak orang buta aksara.
Roh Kudus yang diam didalam orang-orang percaya menandakan hak milik Allah, dan tanda ini dibubuhkan kepada seseorang hanya sesudah dia percaya. Ayat-ayat yang dikutip diatas berkata mengenai
Roh Kudus sebagai "jaminan bagian kita". Disini Paulus memakai suatu kata yang apda abad pertama Masehi berarti panjar, yang sekaligus adalah jaminan bahwa sisa harga akan dilunasi kemudian. Jadi, jika seseorang menjadi percaya, ia menerima
Roh Kudus sebagai bagian dari kehidupan di "dunia yang akan datang", juga jaminan bahwa sisanya pasti menyusul.
(5) Penulis Surat Ibrani melihat bahwa iman selalu merupakan ciri khas umat Allah. Dalam Ibrani pasal 11, yaitu gedung lukisannya yang indah, penulis mengenang orang-orang terhormat pada masa lampau, sambil menunjukkan bagaimana masing-masing mengemukakan tema leluhurnya bahwa "tanpa iman, tak mungkin orang berkenan kepada Allah" :
* Ibrani 11:6
LAI TB,
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. KJV,
But without faith it is impossible to please him: for he that cometh to God must believe that he is, and that he is a rewarder of them that diligently seek him. TR,
χωρις δε πιστεως αδυνατον ευαρεστησαι πιστευσαι γαρ δει τον προσερχομενον τω θεω οτι εστιν και τοις εκζητουσιν αυτον μισθαποδοτης γινεταιTranslit,
khôris de pisteôs adunaton euarestêsai pisteusai gar dei ton proserkhomenon tô theô hoti estin kai tois ekzêtousin auton misthapodotês ginetaiPenulis Ibrani secara khusus tertarik pada pertentangan iman dengan penglihatan. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang diharapkan dan bukti dari sesuatu yang tidak kita lihat :
* Ibrani 11:1
LAI TB,
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.KJV,
Now faith is the substance of things hoped for, the evidence of things not seen. TR,
εστιν δε πιστις ελπιζομενων υποστασις πραγματων ελεγχος ου βλεπομενωνTranslit,
estin de pistis elpizomenôn hupostasis pragmatôn elegkhos ou blepomenônIa menekankan bahwa orang yang tidak mempunyai apapun secara lahiriah yang bisa menopangnya dalam perjalanannya, tot tetap berpegang teguh kepada janji-janji Allah. Dengan perkataan lain, mereka hidup dan berjalan didalam iman, bukan dalam penglihatan.
(6) Diantara penulis PB, baiklah kita memberi perhatian kepada Yakobus. Ada pendapat bahwa dalam hal iman dia 'bertentangan' dengan Paulus. Apabila Paulus mempertahankan bahwa orang dibenarkan oleh karena iman, bukan karena perbuatan, Yakobus mempertahankan " bahwa manusia sibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, bukan hanya karena imannya" :
* Yakobus 2:24
LAI TB,
Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. KJV,
Ye see then how that by works a man is justified, and not by faith only. TR,
ορατε τοινυν οτι εξ εργων δικαιουται ανθρωπος και ουκ εκ πιστεως μονονTranslit,
horate toinun hoti ex ergôn dikaioutai anthrôpos kai ouk ek pisteôs mononNamun itu hanyalah selisih verbalisasi saja. Jenis "iman" yang ditentang Yakobus bukanlah kepercayaan pribadi yang membara kepada Juruselamat yang hidup seperti apa yang dibicarakan Paulus.
Iman yang dibicarakan Yakobus ialah iman yang diterangkan oleh Yakobus sendiri
"Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja?, itu baik, tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan gemetar" (Yakobus 2:19). Maksud Yakobus disini adalah, ihwal akal budi menyetujui kebenaran-kebenaran tertentu, tetapi tidak mendukung pendapat bahwa hidup selaras dengan kebenaran-kebenaran itu akan mendampakkan keselamatan (Yakonus 2:15 dab). Betapa jauhnya Yakobus dari menentang iman dalam arti seutuhnya, sehingga dimana saja dia mempradalilkannya.
Pada awal suratnya secara wajar dai berbicara tentang 'ujian terhadap imanmu' (Yakobus 1:3), dan ia menasehati pembacanya supaya
"sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia itu, janganlah iman itu kamu amalkan degan memandang muka" :
* Yakobus 2:1
LAI TB,
Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.KJV,
My brethren, have not the faith of our Lord Jesus Christ, the Lord of glory, with respect of persons. TR,
αδελφοι μου μη εν προσωποληψιαις εχετε την πιστιν του κυριου ημων ιησου χριστου της δοξηςTranslit,
adelphoi mou mê en prosôpolêpsiais echete tên pistin tou kuriou hêmôn iêsou khristou tês doxêsPerhatikan kata
" προσωποληψιαις - prosôpolêpsiais" (sikap-sikap memandang muka). Yakobus mengecam pengamalan iman yang 'salah', ia memandang perlunya setiap orang mengakui imannya dengan mengamalkan imannya secara benar. Sehingga hal tersebut menjadi teladan bagi orang-orang disekitar, dan oleh perbuatannya ini nama Yesus dimuliakan.
Lagipula arti 'perbuatan' bagi Yakobus tidaklah sama dengan arti yang dimaksudkan Paulus (konteksnya berbeda). Paulus memikirkan ketaatan kepada tuntutan
perintah Taurat yang dipandang sebagai sistem, yang olehnya seseorang dapat meraih keselamatan karena jasa (sistem 'amal-ibadah'). Sedangkan konteks yang dibahas oleh Yakobus ialah tentang "'Taurat' yang memerdekakan" :
* Yakobus 2:12
LAI TB,
Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang. KJV,
So speak ye, and so do, as they that shall be judged by the law of liberty. TR,
ουτως λαλειτε και ουτως ποιειτε ως δια νομου ελευθεριας μελλοντες κρινεσθαιTranslit,
houtôs laleite kai houtôs poieite hôs dia nomou eleutherias mellontes krinesthaiKonteks "perbuatan" yang dibahas oleh Yakobus adalah sama dengan
"Buah Roh" yang dibicarakan oleh Paulus dalam Galatia 5:22-25. Perbuatan-perbuatan kasih timbul sebagai dampak dari sikap yang benar terhadap Allah. Keimanan kepada Allah membuahkan sikap-sikap baik Allah terpancar dalam kehidupan orang percaya. Perbuatan itu adalah "buah" dari iman.
Maka, Yakobus jelas membicarakan keberatan terhadap pernyataan bahwa iman ada kendati tanpa buah yang membuktikannya.
Penutup :Iman jelas merupakan salah satu konsepsi penting dalam seluruh PB. Dimana-mana iman dituntut dan keutamaannya ditekankan. Iman membuang segala kepercayaan pada sumber-sumber kekuatan sendiri. Iman berarti pasrah menyerahkan diri sendiri tanpa syarat kepada rahmat Allah. Iman berarti memegang teguh janji Allah didalam Yesus Kristus dan semua karya Kristus yang genap seutuhnya demi keselamatan, dan kepada kekuasaan
Roh Kudus. Iman mencakup kepercayaan yang utuh dan secara mutlak kepada Allah dan ini kita aplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kepustakaan :
DM Bailie,
Fait in GodWF Howard,
Christianity according to St. JohnGC Bercouwer,
Faith and JsutificationEtc.
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Vol 1 p. 430-433.
Blessings in Christ,
BP
January 5, 2007
Artikel terkait :
KASIH SETIA, di
kasih-setia-vt2181.html#p11748