KASIH, INTI TAURAT DAN KITAB SEGALA NABI…Allah itu kasih … (1 Yohanes 4:16)
Ajaran Tuhan Yesus Kristus yang paling dominan dan paling menyentuh adalah KASIH. Sehingga Kekristenan mempunyai spesifikasi KASIH. Namun kita harus mengakui bahwa semua agama dunia juga mengajarkan tentang kasih, dan Allah mereka tentu mengasihi dan menyayangi pula umatNya. Tetapi tidak banyak orang yang tahu perbedaan keduanya, lalu cenderung menyamaratakannya.
Perbedaan kasih Tuhan yang satu dengan yang lainnya
"Kasih-Tuhan-Alkitab" adalah hakekatNya sendiri, sementara "Kasih Allah dalam agama lain", adalah apa yang dilakukan Allahnya. Yang satu merupakan esensi-kasih, yang lain berupa aktifitas-mengasihi.Banyak agama mengklaim Tuhannya maha-kasih dan maha-penyayang, tetapi tidak memberi bukti, apalagi saksi (adikodrati). Orang sering menunjuk kehadiran embun-hujan-udara-sinar Matahari dll sebagai bukti kasih Allah kepda makhluknya, padahal itu bukan ujud MAHAKASIH, melainkan lebih cenderung barupa tanggung-jawab Sang Khalik terhadap makhluk ciptaanNya demi mendukung kelangsungan mereka.
Bukti kasih, apalagi Maha-Kasih, hanyalah satu, yaitu berkorban sebesar-besar korban bagi yang dikasihiNya. Korban terbesar yang dapat diberikan seseorang adalah nyawa si pengorban itu sendiri. Dan Yesus yang adalah Allah itu memang benar mengorbankan nyawaNya diatas kayu salib, demi menebus dosa Anda dan saya. Yesus berkata :
-
"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik. Memberikan nyawanya bagi domba-dombanya" (Yohanes 10:1-42)
-
"Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Markus 10:45)
Itulah sebabnya Kasih Allah yang diajarkan dalam Alkitab adalah kasih yang tidak bersyarat (
unconditional love), sementara kasih Allah dalam agama lain adalah mengasihi (
loving) – atau lebih tepatnya – mengasihani – menusia dengan syarat-syaratnya.
Karena hakekat Allah adalah kasih, maka kasih harus mengasihi seluruh "ruang-lingkup" keberadaan Allah. Artinya, Ia berada dalam
total domain kasih : yaitu mengasihi seluruh manusia, dan menuntut dikasihi baik oleh setiap manusia, seraya mengharuskan terjalinnya kasih diantara semua sesame manusia pula.
Dan itulah yang digoreskan oleh Allah dalam Taurat, untuk diteruskan dan dihafal turun-temurun, seperti yang tercantum dalam Ulangan 6:5 dan Imamat 19:18 :
* Ulangan 6:5
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
* Imamat 19:18
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN. Dan terhadap kedua hukum diatas, Yesus meletakkan konfirmasiNya sebagai
Hukum yang terutama dari segala hukum :
* Matius 22:37-40
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Sekali diturunkan, hukum-kasih ini sudah ditakdirkan bersifat kekal, tidak terhilangkan.
Bacalah bagaimana perintah Allah untuk mengamankan kekekalanNya, sbb :
* Ulangan 6:6-9
6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu (Musa) pada hari ini (Hukum Kasih) haruslah engkau perhatikan,
6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,
6:9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Kristianitas mengimani bahwa KASIH dalam Hukum Yang Terutama ini adalah unsur yang paling luhur, tidak terhapuskan, dan tidak akan berkesudahan sekalipun unsur lainnya boleh lenyap. Di Sorga, kita akan hidup berketerusan dalam trasendental kemuliaan, kasih kepada Allah dan sesame persaudaraan.
Yesus menegur keras orang yang menafsirkan kehidupan di Surga seolah seperti dunia saja. Padahal status dan relasi (termasuk sex) suami-istri di bumi, dan apa-saja dari unsur-unsur bumi itu tak satupun yang dapat dibawa-bawa untuk diteruskan ke Surga. Yesus mengecam sekaligus menelanjangi orang-orang yang telah berani berspekulasi tentang "muatan Surga" yang diduniakan :
* Matius 22: 29-30
22:29 Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!
22:30 Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Sex, gender, status suami-istri, relasi famili, dan lain-lain unsur dunia akan tamat dan tidak dapat diteruskan di Surga. Semua itu akan dilenyapkan pada hari Tuhan.
Tata hubungan setiap manusia yang berasal daripadaNya harus dikembalikan kepada asalnya. Kehidupan Surgawi harus dipusatkan kepada Pusat kehidupan, yaitu Diri Allah sendiri. Setiap anggapan atau ajaran yang mencoba meneruskan relasi-duniawi kedalam Kerajaan Surgawi (dengan kelompok-kelompok yang berbeda dengan kedekatan relasinya), telah diucapkan oleh Yesus Kristus sebagai pandangan yang sesat. Dan, siapakah yang lebih tahu daripada Yesus mengenai keberadaan dan muatan Surga? :
* Yohanes 3:13
Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Banyak dongeng dikisahkan ke orang-orang dunia tentang alam akhirat dan Surga, namun hanya Yesus-lah yang berotoritas mengungkapkan semua ini, karena kemaha-tahuan dan asalNya. Alkitab memang menerangkan kepada kita apa-apa yang bukan, dan apa-apa yang tetap menjadi muatan Surga :
Sebab dunia seperti
yang kita kenal sekarang akan berlalu :
* 1 Korintus 7:31
pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu. Pada hari itu (kiamat) langit akan lenyap dengan gemuruh yang dasyat dan
unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yanga da diatasnya akan lenyap :
* 2 Petrus 3:10
Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Yang lain akan lenyap, tetapi kasih tidak berkesudahan, kasih itu kekal :
* 1 Korintus 13:8
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Jadi, semuanya yang berasal dari dunia akan lenyap, bahkan juga seperangkap komunikasi dari Allah kepada manusia (atau sebaliknya) akan lenyap, yaitu
nubuat dan
bahasa-lidah dan
pengetahuan. Hal itu terjadi karena pada Hari Tuhan, semua masalah menjadi terbuka, tidak ada yang tersembunyi lagi :
* Matius 10:26
"....... tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui."Kasih tidak akan berkesudahan!.
Sekarang, bila sedemikian besar maknanya, luhurnya dan kekalnya Kasih ini (Hukum yang terutama) sehingga ia harus menjadi
tanda dan
lambang bagi Hukum Allah, maka siapakah yang percaya bahwa ayat-ayat dalam Hukum Allah yang terutama ini bukan aslinya dari Allah?
Malaikat, Nabi dan manusia manakah yang tidak menyetujui ayat tersebut? Atau adalah manusia yang mampu menemukan – dari segenap khasanah kitab-kitab Allah – ayat tandingan yang lebih luhur dan mulia daripada ayat tersebut?
Sungguh mustahil ada "ayat manusia" yang mampu disandingkan dengan kemuliaanNya!.
Rumus kebenaran :
Bila sedemikian halnya, maka kita cenderung berkesimpulan dalam satu perumusan baku, bahwa sebuah Kitab Suci yang datangnya asli dari Allah haruslah, wajiblah, tidak-bisa tidak bermuatan kasih, yaitu dengan mengkekalkan Hukum Kasih yang terutama itu.Maka jikalau anda mencari Allah yang betul-betul Maha-Kasih, mengapa tidak mencari Dia yang dapat mengasihi anda seorang diri sepenuhnya, sepenuh seperti Dia berurusan dengan 6 Milyar lebih manusia lain yang masal?
Mengapa Anda hanya mampu cukup puas dengan kasih Allah yang hanya mampu membuktikan kasihNya dengan klaim, tetapi tidak dengan bukti perbuatan
pengorbanan-diri sebagaimana yang telah dilakukan oleh Yesus diatas kayu salib? Dan jikalau Anda menolak Salib Penebusan yang melambangkan Maha-Kasih Allah itu semata-mata karena "tegar-tengkuk", adakah anda mendapatkan konsep keselamatan yang lebih terandalkan? Dan, siapakah yang sanggup dan peduli untuk menenangkan kegelisahan kita akan kepergian kita nantinya dari bumi ini?
Namun, Yesus Kristus Allah kita telah berkata di dalam janjinya :
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku (Sorga) banyak rumah tinggal….. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada". (Yohanes 14:1-3)
Jaminan kehidupan kekal bersamaNya, adalah pernyataan Kasih monumental!Amin.
Blessings in Christ,
BP
August 23, 2006
Sumber :
Samawi Tada,
Yesus menyaksikan Yesus, p 98-102
dan beberapa sumber lain
Artikel Terkait :
Mendengar & Mengerti & Memandang & Menanggap Ucapan Yesus Yang Sulit, 16 : Kasihilah Musuhmu , di
16-kasihilah-musuhmu-vt1023.html#3215 Mendengar & Mengerti & Memandang & Menanggap Ucapan Yesus Yang Sulit, 17 : Kamu Harus Sempurna, di
17-kamu-harus-sempurna-vt1026.html#3259MENGASIHI MUSUH, di
16-kasihilah-musuhmu-vt1023.html#p11091Siapakah sesamaku? , di
post1727.html#1727