Cuma 2 orang manusia biasa, yang patut kita percayai mendapat wahyu yang valid ke Surga:
1. Rasul Yohanes, murid yang dikasihi Yesus.
2. Rasul Paulus
Surga sama-sekali lain dengan dunia ini, apakah 3 dimensi? apakah ruang2 dan bahan2 sama dengan di bumi?, tidak jelas, kita tidak tahu, bahkan mungkin sama sekali lain. Untuk itulah Yohanes dalam Kitab Wahyu selalu memakai kiasan-kiasan dan lambang-lambang, karena yang ada di sana "sama sekali lain" dengan bumi.
Kalau yang diceritakan Mrs Choo itu khas ibu rumah-tangga banget, orientasinya domestik banget, ada pintu emas lah, ada permata lah, barangkali Mrs Choo demen pakai perhiasan....
Sebaliknya, Rasul Paulus juga menceritakan laporan pandangan mata ke Surga, ngga' neko-neko, karena mungkin dia
speechless banget, dia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, karena mungkin dimensinya beda banget, bukan
"earthy" :
Akan ada perbedaan yang drastis jika kita mau melihat Pengalaman Rasul Paulus dipakai sebagai pembanding kesaksian "penginjil asbun" macam Mrs Choo dan sejenisnya sangat menarik. Karena ada perbedaan gaya bersaksinya ketika mengungkapkan sesuatu hal yang dasyat, yuk kita lihat bersama :
* 2 Korintus 12:2, 4
12:2 LAI TB,
Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau-entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya-orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari surga.
KJV,
I knew a man in Christ above fourteen years ago, (whether in the body, I cannot tell; or whether out of the body, I cannot tell: God knoweth; ) such an one caught up to the third heaven.
TR,
οιδα ανθρωπον εν χριστω προ ετων δεκατεσσαρων ειτε εν σωματι ουκ οιδα ειτε εκτος του σωματος ουκ οιδα ο θεος οιδεν αρπαγεντα τον τοιουτον εως τριτου ουρανου
Translit interlinear,
oida {aku mengenal} anthrôpon {seorang} en {dalam} khristô {Kristus} pro {sebelum} etôn {tahun-tahun} dekatessarôn {empat belas} eite {ataukah} en {dalam} sômati {tubuh} ouk {tidak} oida {aku tahu} eite {atau} ektos {di luar} tou sômatos {tubuh} ouk {tidak} oida {aku tahu} ho theos {Allah} oiden {tahu} harpagenta {diambil dengan tiba-tiba} ton {(orang)} toiouton {demikian} heôs {ke} tritou {(tingkat) ke-tiga} ouranou {surga}
12:4 LAI TB,
ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
KJV,
How that he was caught up into paradise, and heard unspeakable words, which it is not lawful for a man to utter.
TR,
οτι ηρπαγη εις τον παραδεισον και ηκουσεν αρρητα ρηματα α ουκ εξον ανθρωπω λαλησαι
Translit interlinear,
hoti {bahwa} hêrpagê {ia diambil dengan tiba-tiba} eis {ke dalam} ton paradeison {firdaus} kai {dan} êkousen {mendengar} arrêta {yang tak boleh dikatakan} rêmata {kata-kata} ha {yang} ouk {tidak} exon {boleh} anthrôpô {manusia} lalêsai {mengucapkan/ mengatakan}Perhatikan cara Rasul Paulus menceritakan pengalamannya, ia tidak menggunakan kata ganti orang pertama "AKU", tetapi ia menggunakan kata ganti orang ketiga yaitu "Seseorang yang Aku kenal" dan "Ia". Gaya bahasa demikian, walaupun selaras dengan gaya bicara semitik yang lebih banyak menghindari kata "I am" dalam setiap pembicaraan, namun hal ini juga menunjukkan bahwa Rasul Paulus adalah seorang yang
rendah-hati. Ia tidak mau menggunakan kata-kata
Aku-nya Paulus layak diangkat ke Firdaus, sebaliknya ia mengungkapkannya dengan bahasa sopan-santunnya seorang Yahudi yang telah mempunyai pengalaman spiritual yang luar biasa.
Sekarang bandingkan ketika "penginjil2 asbun" zaman sekarang bercerita tentang klaim-klaim pengelihatan-pengeliatan di akhirat, mereka banyak menggunakan kata-kata "I am" :
Aku dibawa ke surga, aku dibawa ke neraka, Aku diberi pengelihatan, Aku bertemu dengan Yesus, Aku... dan aku.... Maka, kalian harus denger Aku ngomong dan beli buku tentang pengalamanKu, beli Video kesaksianKu, atau taruh persembahan yang banyak selesai Aku khobah!Lihat Artikel :
Penglihatan dan Penyataan yang Diterima Paulus (2 Kor 12:1-10), di
penglihatan-dan-penyataan-yg-diterima-paulus-2-kor-12-1-10-vt508.html#p965