[9] Gembala (Inggris 'shepherd', 'pastor'; Yunani 'poimên')Ada dua macam gembala dalam Alkitab. Pertama, orang yang menggembalakan ternak. Kedua, orang yang mengasuh dan membina manusia, yaitu gembala yang bersifat ilahi maupun fana. Terhadap keduanya, kata pujian atau celaan adalah sama. Kata Ibrani dalam bentuk partisipium ialah
"ro'eh",
rêsy - 'âyin - hê', kata Yunani
'poimên'. Asuhan terhadap sesame makhluk fana bisa bersifat politik atau rohani. Para raja dan penguasa berulang-ulang disebut gembala oleh Homer dan penulis-penulis lain di luar Alkitab. Pemakaian cara demikian dalam kiasan yang lebih mendalam menonjol pada Yehezkiel 34.
Gembala dalam arti harfiah pada zaman dulu dan sekarang, mengemban panggilan tugas yang banyak tuntutannya, panggilan setua panggilan Habel (Kejadian 4:2). Dia harus mencari rumput dan air di daerah yang kering dan berbatu-batu (Mazmur 23:2), harus melindungi kawanan domba gembalaannya terhadap cuaca buruk dan binatang buas (Amos 3:12), harus mencari dan membawa kembali setiap domba yang sesat (Yehezkiel 34:8; Matius 18:12, dan seterusnya). Jika tugas-tugasnya mengharuskan ia jauh dari perkemahan gembala, segala kebutuhan utamanya ia bawa dalam suatu kantung (1 Samuel 17:40, 49), dan kemah menjadi penginapannya (Kidung Agung 1:8). Mungkin ia menggunakan anjing sebagai pembantunya seperti gembala modern (Ayub 30:1).
Apabila para gembala beserta ternak gembalaannya tinggal menetap di suatu kota, hal itu menandakan hilangnya sejumlah penduduk dan telah terjadi malapetaka sebagai akibat hukuman yang ditimpakan oleh Allah (yeremia 6:3, 33:12; Zefanya 2:13-15). Gembala upahan bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas domba yang hilang (Kejadian 31:39), kecuali ia berhasil mengajukan pembelaan yang membuktikan, bahwa suatu peristiwa benar-benar telah terjadi di luar pengetahuannya atau kemampuannya (Keluaran 22:10-13).
Gembala yang ideal haruslah kuat, rela berkorban dan tidak mementingkan diri sendiri -- memang banyak gembala demikian. Namun bajingan terdapat juga dalam suatu pekerjaan mulia (Keluaran 2:17, 19), dan ada juga gembala yang gagal dalam pekerjaan mereka (Zakharia 11; Nahum 3:18; Yesaya 56:11, dan seterusnya).
Demikianlah mulianya panggilan menjadi gembala. Justru Perjanjian Lama berulang-ulang melukiskan Allah sebagai Gembala Israel (Kejadian 49:24; Mazmur 23:1; 80:2), lemah lembut dalam pengasuhan-Nya (Yesaya 40:11), tapi kadang-kadang membina kawanan domba-Nya dengan kemarahan-Nya, lalu dengan pengampunan mengumpulkannya kembali (Yeremia 31:10).
Kadang-kadang penggembalaan itu terutama bersifat hukuman, apabila si gembala dan manusia gembalaannya sama-sama dikutuk dan dihukum (Yeremia 50:6; 51:23; Zakharia 13:7). Gembala yang tak setia itu mungkin gemetar berdiri di hadapan Tuhan (Yeremia 49:19; 50:44). Kadang-kadang terdengar nada kasih dan iba apabila domba-domba itu ditinggalkan oleh orang-orang yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap mereka (Bilangan 27:17; 1 Raja-raja 22:17; Markus 6:34, dan seterusnya).
Dua orang gembala disebut secara khas dan istimewa, yaitu Musa (Yesaya 63:11) dan, yang sangat mengherankan, seorang kafir, pelaksana dari maksud-maksud Allah, yaitu Koresy (Yesaya 44:28). Alkitab sungguh-sungguh menekankan betapa pentingnya tanggung jawab setiap pemimpin atas pengikut mereka. Salah satu pasal yang paling khas dalam Perjanjian Lama perihal celaan keras gerhadap gembala-gembala yang tidak setia adalah Yehezkiel 34, bahkan lebih keras lagi Yeremia 25:32-38. Gembala-gembala itu, demi kepentingan mereka, memuaskan diri mereka sendiri, bukan domba-dombanya; domba gembalaan mereka dibunuh dan diserahkan demi keuntungan mereka; mereka mengkhianati tugas mereka yang sesungguhnya; karena itu allah akan mengumpulkan kembali domba-domba itu dan menghakimi gembala-gembala itu. Kelak Ia akan menetapkan seorang gembala (Yehezkiel 34:23). Ayat ini dapat ditafsirkan sebagai mengacu pada penyatuan kerajaan utara dengan kerajaan selatan, tapi mungkin juga menubuatkan kedatangan Mesias.
Dalam Perjanjian Baru, tugas Mesias adalah menjadi Gembala, bahkan Gembala Agung (Ibrani 13:20; 1 Petrus 5:4). Hal ini diuraikan secara rinci dalam Yohanes 10 dan rinciannya sepadan dengan Yehezkiel 34. Pokok-pokok utama dalam Injil Yohanes adalah kejahatan orang-orang yang "masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tapi dengan memanjat tembok" (Yohanes 10:1), sebutan pintu mengacu pada gembala yang sesungguhnya; ia mengenal domba-dombanya dan domba-domba itu mendengarkan suaranya (halnya masih demikian dengan gembala modern di Asia Barat). Ajaran mengenai Diri Mesias, yang diumpamakan pintu (gembala sering tidur tepat di mulut pintu atau di mulut tembok) terkait dengan Gembala yang baik, tapi bertentangan dengan gembala upahan yang tidak becus. Injil Yohanes menggarisbawahi hubungan Mesias dengan para pengikut-Nya dan Allah; ihwal menyatukan "domba-domba lain" menjadi satu kawanan dengan domba-domba lainnya; dan menolak orang-orang yang bukan domba yang sungguh dari Mesias itu.
Seturut teladan Kristus, para gembala wajib menjaga Gereja, mencari domba-domba yang tersesat serta melindungi kawanan terhadap serigala-serigala.
* 1 Petrus 5:2-3
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.Disalin dari :
Yohannes/ Biblika
Artikel terkait:
LAYAN, PELAYANAN, di
layan-pelayanan-vt1197.html#p3735Efesus 4: 11 : Lima Jawatan Pelayanan (?), di
efesus-4-11-lima-jawatan-pelayanan-vt2277.html