8. Gereja Supermie
Pada saat krismon dan kesulitannya sembako, banyak gereja yang membagi-bagikan sembako secara cuma-cuma, sehingga timbul istilah "Gereja Supermie", Diisukan bahwa gereja punya hobi memberikan "supermie" kepada orang-orang dari agama lain agar mereka mau menjadi umat kristiani.
Pertanyaan saya kepada para pembaca: Berapa nilai diri Anda? Imbalan apa yang harus ditawarkan sehingga Anda bersedia pindah gereja maupun pindah agama? Apakah Anda bersedia pindah gereja atau agama kalau (hanya) diberikan satu pak supermi? Saya yakin Anda tidak akan bersedia melakukannya bila tawarannya hanya itu!
Tetapi apa yang akan Anda lakukan bila ada orang yang mau memberikan uang sebanyak 10 juta US dollar hanya dengan satu syarat yang harus Anda penuhi, yaitu pindah agama? Tentu Anda akan berfikir mana mungkin sih ada orang yang mau dan bersedia menawarkan uang sedemikian besar hanya untuk pindah agama. Hal ini pemah terjadi!
Tawaran inilah yang diberikan kepada O.J. Simpson oleh orang terkaya di dunia, Sultan dari Brunei. O.J. Simpson adalah mantan champion football dari USA yang dituduh membunuh istrinya. Walaupun dibebaskan dari tuduhan, ia tetap divonis membayar kepada anggota keluarga istrinya sebanyak 33,5 juta US dollar. Agar bisa membayar utang tersebut, Sultan Brunei bersedia membantunya sebesar 10 juta US dollar asal ia bersedia meninggalkan gereja dan masuk agama Islam. Uang bagi Sultan Brunei bagai peanuts, sebab kekayaannya diperkirakan sekitar 40 milyar US dollar (Majalah Esquire, USA, 3/97).
Saya yakin banyak orang akan goyah bila mendapat tawaran sedemikian besar. Apalagi kalau sedang dililit utang besar. Iman kita akan kuat bila penawarannya hanya berwujud satu bungkus supermie, walaupun harus diakui saat ini di Indonesia banyak sekali "Kristen Supermi". Bahkan saya sendiri dulu menganut keyakinan bahwa setiap manusia, tanpa kecuali, bisa dibeli. Yang menentukan bisa atau tidaknya hanyalah soal harga dan nilainya.
Semakin besar harga dan nilai yang ditawarkan, semakin mudah ia goyah. Manusia bisa dibeli bukan hanya dengan harta, melainkan juga dengan seks, jabatan, maupun kekuasaan.
Ketika bandara di Medinah dan Mekah sedangdi bangun, banyak insinyur dan tenaga ahli dari Eropa maupun Amerika yang masuk Islam agar bisa bekerja di sana, karena yang boleh bekerja di kota suci itu hanya orang lslam. Namun, setelah proyek Selesai, mereka melepaskan agamanya lagi. Apakah agama bisa digonta-ganti seperti kita gonta-ganti baju?
Berapa banyak orang kristiani yang telah meninggalkan gereja dan menukar agamanya demi wanita, karena untuk menikah dengan wanita yang menganut agama lain, calon suami di Wajibkan masuk agamanya terlebih dahulu. Ini namanya "kristiani celana dalam wanita" kan?
Cobaan Iblis ini tidak hanya berlaku untuk manusia. Tuhan Yesus pun pernah dicoba si setan.
"Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya ... 'Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku;' Maka berkatalah Yesus kepadanya: 'Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah TUhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Matius 4:8-10).
Dante (1265-1321) mengungkapkan cerita berikut dalam karyanya "
Divina Commedia". Pada awal mendaki gunung, ia akan diserang oleh anjing galak yang akan menggigit dan menghancurkan tubuhnya. Artinya pada saat muda (20-30 tahun) kita akan digoda oleh nafsu birahi. Pada saat mendaki lebih tinggi, di tengah jalan, ia akan bertemu harimau. Harimau adalah godaan pada saat kita berusia 30-40 tahun-kita ingin mendapatkan posisi, jabatan, pangkat, maupun nama.
Akhimya, ia akan digoda oleh singa. Singa adalah godaan pada saat kita berusia 40-55 tahun. Ini adalah godaan usia senja, saat kita berusaha memupuk harta untuk jaminan hidup di masa tua.
Jadi jelas si Iblis akan selalu berusaha menggoda setiap manusia, lelaki, wanita, tua maupun muda. Ia akan menggoda manusia di setiap tahapan kehidupan dengan senjata yang disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan kita pada saat itu.
CH. Spurgeon (1834-1892) seorang pendeta yang sangat pandai, menarik,
dan memikat, mendapatkan tawaran yang sangat menggiurkan dari direktur Cirkus Bamum yang termashyur di Amerika agar mau berkhotbah di tenda Cirkus Bamum. Publikasi, personalia, musik, dan sebagainya akan disediakan oleh pihak Cirkus Bamum.
Durasi khotbah, panjang atau pendek, diserahkan sepenuhnya kepada Spurgeon. Bahkan untuk setiap kali khotbah Spurgeon akan dibayar sebanyak satu juta US dollar.
Hanya satu syarat yang harus dipenuhi Spurgeon: Cirkus Bamum diperkenankan menjual karcis masuk. Bayangkan, ini terjadi 100 tahun yang lampau. Pada zaman ini pun banyak pendeta yang akan tergiur bila mendapatkan tawaran dengan jumlah uang yang sedemikian besar. Bahkan untuk setiap kali khotbah akan disediakan sarana maupun fasilitas yang benar-benar sangat memadai, lengkap.
Jawaban Spurgeon hanya singkat: Kepada yth Tuan Barnum. Terima kasih atas iauiaran Anda. Jawaban saya tercantum di Kisah Para Rasul: 13:10,
"Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidaklah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?" Tuduhan mengenai "Kristen Supermi" ini menurut saya tidak benar. Mengapa? Jika si Amen jadi umat kristiani karena diberi supermi 1 bungkus, tentu saja ia dengan senang kembali ke agamanya yang semula kalau diganti dengan dua bungkus supermi.
Kenyataannya tidak demikian, karena banyak orang yang menjadi umat kristiani harus membayar harga yang mahal, antara lain di kucilkan dari keluarga, bahkan kehilangan jabatan dan sumber nafkah.
Hal yang sama dialami oleh Hamran Ambrie. Ketika ia menjadi kristiani pada tahun 1970-an, terjadi kegemparan. Beberapa koran memuat berita besar ini, karena waktu itu Hamran Ambrie dikenal sebagai tokoh Islam. Ia dinyatakan menjadi kristiani karena diberi hadiah yang menggiurkan. Tetapi ini dibantah olehnya, karena waktu pertama kali menjadi kristiani, kehidupan ekonominya tetap sama. Tak ada perubahan, tidak ada tambahan supermi.
Namun sayang sekali alasan yang kelihatannya baik ini mempunyai dampak yang sangat buruk, karena ini secara tidak langsung telah menambah rasa benci dan permusuhan antarumat beragama. Rasa benci yang mendalam inilah yang akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Seperti pepatah orang Rusia, "Tanpa Tuhan, jalan kita akan terlihat lebih lebar dan lebih menyenangkan". Matius 7:13,14 menyatakan,
"Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang .masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." Renungkanlah, berapa banyak umat yang bersedia pindah gereja untuk mendapatkan "supermie" dalam bentuk lain, entah karena tawaran menjadi penatua atau anggota tim pujian. Bahkan ada juga tawaran demi fasilitas, entah itu pekerjaan atau uang.