GAT Gat (Ibrani,
גת - GAT, adalah satu dari lima kota besar
Filistin, yang sebelumnya dihuni oleh orang Enak (Yosua 11:22 bandingkan Bilangan 13:33).
Nama non- Yahudi bagi gat ialah
גתי - GITI atau
גתים - GITIM (Yosua 13:3).
* I Samuel 17:4
LAI TB,
Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal.
KJV,
And there went out a champion out of the camp of the Philistines, named Goliath, of Gath, whose height was six cubits and a span.
Hebrew,
וַיֵּצֵא אִישׁ־הַבֵּנַיִם מִמַּחֲנֹות פְּלִשְׁתִּים גָּלְיָת שְׁמֹו מִגַּת גָּבְהֹו שֵׁשׁ אַמֹּות וָזָרֶת׃
Translit,
VAYETSE 'ISY-HABENAYIM MIMAKHANOT PELISYTIM GAL'YAT SYEMO MIGAT GAVHO SYESY 'AMOT VAZARETSewaktu
orang Filistin merebut
tabut perjanjian sehingga mengakibatkan bencana menimpa Asdod, maka tabut itu dipindahkan ke Gat, dan penduduknya dihajar dengan bala borok. Kemudian tabut itu dipindahkan ke Ekron (I Sam 5:6-10; 6: 17).
Gat terkenal sehagai kota
Goliat (I Samuel 17), yang dibunuh oleh
Daud. Di kemudian hari,
Daud lari ke Gat untuk menghindari Saul (I Samuel 21: 10-15). Dan untuk menghindari pembalasan Akhis, raja kota Gat,
Daud berpura-pura gila. Tapi kemudian
Daud bekerja pada pemerintahan Akhis dan tinggal di daerah itu selama lebih dari 1 tahun (I Samuel 27). Setelah keadaan baik kembali, dan kemudian peristiwa pemberontakan
Absalom, dan setelah
Daud memasukkan Gat menjadi daerah kekuasaannya (I Tawarikh 18: 1), dalam arak-arakan Daud terdapat teman-temannya - orang Gat (2 Samuel 6:10-11; 15:19-21; 18:2), demikian juga terdapat sejumlah orang Gat di antara orang-orang sewaannya (2 Samuel 15: 18).
Seorang Gat yang cukup menarik perhatian dilaporkan dalam 2 Samuel 21:20 (= I Tawarikh 20:6), sangat tinggi dan mempunyai enam jari pada setiap tangan dan kakinya.
Walaupun Akhis disebutkan sebagai raja orang Gat (I Raja 2:39-41), tapi kota itu mungkin dikuasai
Daud, dan secara sah milik Yehuda pada masa Rehabeam, yang memperkuatnya sebagai kubu (2 Tawarikh 11:8).
Gat dikalahkan oleh Hazael dari Damaskus pada akhir abad 9 (2 Raja 12: 17), dan mungkin mendapat kemerdekaannya kemhali ketika Uzia merubuhkan tembok-temboknya pada peperangan melawan
Filistin (2 Tawarikh 26:6). Tidak lama kemudian Amas melukiskannya sebagai milik Filistin (6:2), dengan demikian mungkin negeri itu adalah daerah orang
Filistin yang berada di wilayah Yehuda, terasing tapi harus membayar upeti.
Gat dikepung dan dikalahkan Sargon pada akhir abad 8. Tempat Gat belum dapat ditentukan secara pasti. Adapun ekspedisi Israel di bawah pimpinan Sungai Yeivin yang telah mengadakan penggalian pada thn 1956 di Tell el-'Areini, ± 30 km timur-laut Gaza, belum menghasilkan penemuan yang meyakinkan tempatnya. Kemungkinan lain adalah Tell esh-Sheriah, Tell-es-Safi, TeU en-Nagila dan 'Araq el-Menshiyeh, namun masih menunggu penyelidikan lebih lanjut.
Kepustakaan :
E.K Vogel, HUCA 42,1971, hlm 88;
K.A Kitchen, POTT, hlm 62 dst; EAEHL. I, hlm 89-97; 3, hlm 894-898;
G.E Wright, BA 29, 1966, hlm 78-86; LOB, hlm 250.
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Vol 1, Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1994, hlm 327.