SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Fri Jul 30, 2010 12:37 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 7 posts ] 
Author Message
 Post subject: ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI
PostPosted: Tue Jun 13, 2006 6:35 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI



TANYA :
Quote:
"ELOI ELOI LAMA SABAKHTANI" tolong jelasin tentang ayat ini donk? kok sepertinya Doktrin Tri Tunggal runtuh?



JAWAB :



* Matius 27:46,
LAI TB, Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
KJV, And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eli, Eli, lama sabachthani? that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?
TR, περι δε την εννατην ωραν ανεβοησεν ο ιησους φωνη μεγαλη λεγων ηλι ηλι λαμα σαβαχθανι τουτ εστιν θεε μου θεε μου ινατι με εγκατελιπες
Translit, peri de tên hennatên hôran aneboêsen ho iêsous phônê megalê legôn êli êli lama sabakhthani tout estin thee mou thee mou hinati me egkatelipes


Yesus mengutip ayat dalam kitab Mazmur :

* Mazmur 22:2
LAI TB, Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
22:1 KJV, My God, my God, why hast thou forsaken me? why art thou so far from helping me, and from the words of my roaring?
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
אֵלִי אֵלִי לָמָה עֲזַבְתָּנִי רָחֹוק מִישׁוּעָתִי דִּבְרֵי שַׁאֲגָתִי׃
Translit, 'ÊLÎ'ÊLÎ LÂMÂH 'AZAVTÂNÎ RÂKHÔQ MÎSYÛ'ÂTÎ DIVRÊY SYA'AGÂTÎ
LXX, ο θεος ο θεος μου προσχες μοι ινα τι εγκατελιπες με μακραν απο της σωτηριας μου οι λογοι των παραπτωματων μου
Translit, ho theos ho theous mou proskhes moi hina egkatelines me makran apo tês sôtêrias mou hoi logoi tôn parantômatôn mou


Yesus Kristus tidak pernah memanggil Bapa dengan panggilan "Allah". Ia mengalami penderitaan dan kesakitan serta mengutip Mazmur di atas seperti yang diungkapkan oleh pemazmur. Mazmur 22:2 di atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. Orang Indo juga, saat mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sedih...

“'Eli, Eli, lama sabakhtani?'” itu menyerukan kepahitan yang dialami Kristus karena Ia harus terpisah dari Allah Bapa karena Ia harus menanggung dosa manusia.
Hukuman dosa adalah keterpisahan.
Kalau Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia harus mengalami keterpisahan (dan kematian). Keterpisahan itulah yang menyakitkan hatiNya.

Ini adalah perkataan keempat dalam 7 perkataan salib dan ini adalah kategori “ucapan penderitaan rohani”.

Kita tahu bahwa ketika Yesus disalibkan, Dia mengalami banyak siksaan. Dia diludahi dan diolok-olok. Mereka mengenakan duri tajam di kepala-Nya, mencabik-cabik punggung-Nya dengan cambuk berpaku, dipaku ke salib, dan ditusuk dengan tombak. Dia bahkan ditinggalkan murid-murid-Nya sendiri. Penderitaan fisik-Nya sangat hebat. Mereka bahkan mencabuti janggut diwajah-Nya. Tapi kita tidak pernah mendengar Tuhan Yesus mengeluh karena siksaan tersebut.

Sebaliknya, puncak dari kesakitan -Nya dan penderitaan-Nya adalah ketika Ia berkata, "Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Puncak penderitaan yang sebenarnya bagi Yesus adalah ketika “ditinggalkan Allah dan dibiarkan sendiri.” Ini jauh lebih menyakitkan daripada duri dan tombak dan paku dan cambuk dan ludah dan lain sebagainya--ditinggalkan Allah.

Mengapa Roh Allah harus pergi? Sebab kalau tidak demikian Yesus tidak akan pernah bisa mati; dan ini adalah keharusan/ cawan pahit yang harus diterima oleh Yesus bahwa Dia harus mati sebagai “kurban” atas dosa-dosa manusia.

Oleh karena keterpisahan itu, kita telah ditebus oleh Kristus. Setiap kita yang percaya padaNya dan mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, kita dipersatukan kembali dalam komuni yang kudus dengan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Amin.



Sumber :
Yohannes/ Biblika dan beberapa sumber lain.


Artikel terkait :
- NUBUAT PL TENTANG MESIASTERPENUHI DALAM DIRI YESUS KRISTUS, di nubuat-pl-tentang-mesias-terpenuhi-dalam-diri-yesus-kristus-vt2217-40.html#p12309

- 7 PERKATAAN TERAKHIR YESUS KRISTUS DI KAYU SALIB, di 7-perkataan-terakhir-yesus-kristus-di-kayu-salib-vt779.html#p1985


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jan 22, 2007 7:02 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
Quote:
Shalom Bro. BP,

Sini saya ingin bertanya dua soalan lanjutan yang saya rasa perlu diutarakan supaya saya lebih jelas tentang kasus-kasus tersebut.

Pertama:

Apabila Yesus mengutip ayat ini:

Mazmur 22:2
Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan TIDAK MENOLONG AKU.

Bukankah sangat jelas Yesus secara tidak langsung memohon pertolongan dari Allah?

Ayat ini sangat sulit bagiku, mohon dibantu untuk penjelasannya yah..



JAWAB :


Silahkan baca juga soalan terkait di http://www.akupercaya.com/forum/showthread.php?t=2178 dan di post2560.html#p2560


Yesus Kristus memang mengutip syair yang tertulis dalam Mazmur 22:2, namun Ia tidak "berteriak minta tolong", perhatikan ayat ini :


* Matius 27:46,
LAI TB, Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
KJV, And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eli, Eli, lama sabachthani? that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?
TR, περι δε την εννατην ωραν ανεβοησεν ο ιησους φωνη μεγαλη λεγων ηλι ηλι λαμα σαβαχθανι τουτ εστιν θεε μου θεε μου ινατι με εγκατελιπες
Translit, peri de tên hennatên hôran aneboêsen ho iêsous phônê megalê legôn êli êli lama sabakhthani tout estin thee mou thee mou hinati me egkatelipes


*Markus 15:34
LAI TB, Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani? ", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
[/color]KJV, And at the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eloi, Eloi, lama sabachthani? which is, being interpreted, My God, my God, why hast thou forsaken me?
TR, και τη ωρα τη εννατη εβοησεν ο ιησους φωνη μεγαλη λεγων ελωι ελωι λαμμα σαβαχθανι ο εστιν μεθερμηνευομενον ο θεος μου ο θεος μου εις τι με εγκατελιπες
Translit, kai tê hôra tê ennatê eboêsen ho iêsous phônê megalê legôn elôi elôi lamma sabakhthani ho estin methermêneuomenon ho theos mou ho theos mou eis ti me egkatelipes


Tidak dituliskan bahwa Yesus berteriak minta tolong. Syair Mazmur 22:2 atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. Kitapun juga, saat mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sedih...


Itulah konsekwensi dari "Kenosis" yang dilakukan oleh Yesus Kristus, bahwa Dia datang, menderita dan mati sebagai kurban untuk menebus manusia dari dosa.


I. PENTINGNYA KEMATIAN TUHAN YESUS

Kematian Yesus Kristus disebut dalam Perjanjian Baru lebih dari 175 kali. Selain itu sering juga disebut dalam ibarat dan nubuat dalam Perjanjian Lama. Dalam Ibrani 2:14 dikatakan bahwa Yesus Kristus telah menjadi sama dengan manusia dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut.

Yesus Kristus menjelma menjadi manusia supaya Ia mati menggantikan kita. Yesus Kristus datang ke dalam dunia ini, untuk menjadi penebus kita, (Matius 20:28 ).

Kematian Yesus Kristus menjadi pokok yang dibicarakan oleh Musa dan Elia dan Yesus waktu mereka itu ada di dalam kemuliaan di atas gunung, Lukas 9:30,31. Yesus Kristus telah disalibkan supaya dengan darah-Nya Ia menebus orang-orang, dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa, supaya mereka itu menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah, Wahyu 5:8-12. Pentingnya kematian Yesus Kristus dinyatakan dalam kebangkitan-Nya, dan hal itu sesuai dengan nubuat, menurut 1Korintus 15:1,3,4.


A. Tujuan Kematian Yesus Kristus

Yesus Kristus telah mati karena dosa-dosa manusia, yaitu dosa yang menyebabkan dan yang menuntut kematian-Nya, Yesaya 53:5,8,11,12; 1Petrus 3:18; Roma 4:25; 1Korintus 15:3; 1Petrus 2:24. Bukan dosa-dosa-Nya sendiri yang ditanggung-Nya, melainkan dosa-dosa orang lain, sebab Ia sendiri tidak berdosa.

Kematian-Nya adalah karena kita dan untuk menggantikan kita, yaitu seorang yang benar yang wajib hidup, telah mati karena kita yang wajib dibunuh. Tuhan Yesus telah menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan, yaitu tebusan untuk melepaskan kita dari kematian, Matius 20:28.

Nyawa Yesus Kristus telah menjadi korban karena dosa, dan oleh sebab kematian-Nya pengampunan diberikan kepada orang-orang berdosa yang bertobat dan percaya, Yesaya 53:10.

Darah Yesus Kristus telah menjadi korban pendamaian karena dosa-dosa kita. Oleh karena kematian-Nya dan oleh karena darah-Nya yang tertumpah itu maka murka Allah kepada kita telah dihapuskan, 1Yohanes 4:10; Roma 3:25. Allah itu suci, Ia harus membenci dosa. Kesucian Allah dan kebencian-Nya akan dosa harus dinyatakan. Murka-Nya kepada dosa harus dinyatakan atas orang berdosa atau atas seorang penggantinya. "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian," Yesaya 53:6. Ia telah mati, "Karena pemberontakan umat-Ku, ia kena tulah," Yesaya 53:8. Siksa dosa kita telah jatuh atas Kristus dan kesucian Allah menuntut supaya Dia mati ganti kita, sebab kita sendiri tidak dapat menjadi korban karena dosa-dosa kita. Yesus Kristus mati untuk menebus kita dari laknat Taurat, yaitu dalam hal Ia terlaknat ganti kita, Galatia 3:10,13. Yesus Kristus mati menjadi domba Paskah kita, yaitu supaya darah-Nya menyebabkan Allah melalui kita, 1Korintus 5:7; Keluaran 12:13,23. Yesus Kristus mati untuk menebus orang yang di bawah Taurat supaya kita pun beroleh hak anak angkat, yaitu supaya kita dilepaskan daripada Taurat, dan menjadi anak-anak Allah Galatia 4:4,5. Yesus Kristus mati untuk melepaskan kita daripada zaman yang jahat ini. Kita telah dikuasai oleh zaman ini oleh sebab dosa-dosa kita. Tetapi sekarang kita telah menjadi anak-anak Allah dan tanah air kita ada di sorga, Galatia 1:4.

Tuhan Yesus mati supaya kita dapat dibawa oleh-Nya kepada Allah, 1Petrus 3:18. Perhatikanlah Yohanes 14:6. Kematian Kristus telah menghilangkan jurang pemisah antara Allah yang suci dan manusia yang berdosa.

Tuhan Yesus mati supaya Ia berbuah banyak, Yohanes 12:24. Tuhan Yesus mati dan bangkit lagi supaya Ia menjadi Tuhan bagi orang yang mati dan orang yang hidup, Roma 14:9.


B. Karena siapakah Kristus mati?

Tuhan Yesus mati "Karena kita", yaitu kita yang percaya kepada Dia, Roma 8:32; Efesus 5:2; Titus 2:14; 1Korintus 5:7; 2Korintus 5:21, Tuhan Yesus telah menyerahkan diri-Nya karena jemaat. Walaupun Yesus Kristus mati karena manusia sekalian maka Ia mati teristimewa karena mempelai perempuan-Nya yaitu jemaat-Nya, Efesus 5:25-27.

Tuhan Yesus telah menyerahkan diri-Nya karena seseorang yang percaya, dan bukan hanya karena seluruh jemaat, melainkan karena tiap-tiap orang yang percaya, supaya tiap-tiap orang yang percaya boleh berkata, "Ia telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku", Galatia 2:20.

Tuhan Yesus telah mati karena orang yang lemah, Roma 14:15; 1Korintus 8:11. Kristus tidak hanya mati karena orang-orang Kristen yang kuat, yang maju kerohaniannya, melainkan juga karena saudara-saudara seiman yang lemah imannya. Kalau kita ingat hal ini tentu kita akan lebih sabar menghadapi orang Kristen yang lemah, walaupun ia tidak maju sebagaimana yang kita kehendaki. Ingatlah bahwa ia saudara kita yang lemah, yang karenanya Kristus mati.

Yesus Kristus mati karena orang banyak, bukan karena beberapa orang saja, Matius 20:28.

Tuhan Yesus mati karena orang-orang berdosa dari tiap-tiap suku dan bahasa, dan kaum dan bangsa di dunia ini, Wahyu 5:9. Inilah alasan pekerjaan pemberitaan Injil, yaitu supaya kita pergi mencari dan mendapatkan orang-orang dari segala bangsa yang karena mereka Tuhan Yesus telah mati.

Tuhan Yesus mati karena segenap dunia, Yohanes 1:29. Oleh sebab kematian-Nya Allah dapat dan boleh memberikan rahmat-Nya kepada segenap dunia. Kematian Kristus cukup untuk semua manusia, asal mereka bertobat dan percaya kepada-Nya.

Tuhan Yesus telah menyerahkan diri-Nya menjadi tebusan semua orang, 1Timotius 2:6. Perhatikanlah, Tuhan Yesus mati karena semua manusia. Tebusan untuk segenap manusia sudah diadakan. Keselamatan tersedia bagi semua orang, sehingga rahmat Allah boleh diberitakan kepada segenap manusia. Tebusan karena dosa-dosa orang seisi dunia telah digenapkan. Pengampunan dosa sudah tersedia, yang perlu adalah orang datang dan menerima pengampunan itu dalam iman kepada Yesus Kristus.

Tuhan Yesus telah merasai maut karena tiap-tiap orang, Ibrani 2:9. Tuhan Yesus mati karena tiap-tiap orang. Bukan hanya karena seluruh umat manusia, melainkan karena tiap-tiap orang. Allah Bapa dapat memberikan rahmat kepada tiap-tiap orang dan memberikan keselamatan oleh sebab kematian Kristus.

Tuhan Yesus mati karena orang yang tidak benar, 1Petrus 3:18. Tuhan Yesus mati karena orang berdosa, Roma 5:8.

Tuhan Yesus mati karena orang fasik, Roma 5:6. Adakah orang yang tidak termasuk dalam kelompok-kelompok itu? "Tidak". Oleh sebab itu pelajaran mengenai pilihan, yaitu kita dipilih Allah sebelum dunia ini dijadikan, patut diajarkan kepada orang Kristen, bukan kepada orang yang belum percaya. Kepada orang yang belum percaya kita patut mengabarkan bahwa Kristus mati karena orang sekalian. Kita dapat melihatnya dari ayat-ayat yang berikut: Yohanes 3:16, "setiap orang", Wahyu 22:17 "barang siapa", 2Petrus 3:9 "jangan ada yang binasa".


II. HASIL KEMATIAN YESUS KRISTUS


A. Hasil kematian Yesus Kristus bagi manusia


Oleh kematian Kristus semua orang ditarik kepada Allah, Yohanes 12:32,33. Kematian Kristus menjadi suatu tarikan kepada semua manusia walaupun ada yang menolak tarikan itu sehingga binasa.

Kematian Tuhan Yesus mengadakan suatu korban pendamaian bagi seisi dunia, 1Yohanes 2:2. Perhatikanlah: Korban pendamaian itu menjadi alasan bagi Allah untuk memberikan rahmat-Nya kepada dunia ini. Segenap rahmat Allah beralaskan kematian Yesus Kristus. Dari sebab kematian-Nya Allah dapat memberikan rahmat-Nya kepada siapa pun.

Pertanyaan:Bagaimana Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang-orang pada masa sebelum kematian Kristus?
Jawab:Anak Domba telah disembelih sejak permulaan dunia ini. Allah telah menetapkan kematian Kristus sejak permulaan. Mereka percaya kepada Juruselamat yang dijanjikan, Wahyu 13:8 (Lihat TKB).


Oleh kematian-Nya, Tuhan Yesus mengangkat dosa isi dunia ini, Yohanes 1:29. Kematian-Nya mengangkat dosa isi dunia supaya jalan kepada Allah terbuka dan pengampunan diberikan kepada semua orang. Oleh kematian Tuhan Yesus semua orang akan dibangkitkan dari kematian, Roma 5:18; 1Korintus 15:21,22. Kebangkitan itu dapat menjadi kebangkitan untuk memperoleh hidup kekal atau kebangkitan untuk memperoleh kebinasaan (Yohanes 5:28,29; Daniel 12:2). Yang mana dari kedua hal ini yang menjadi bagian kita, ditentukan oleh diri kita, apakah kita menerima atau menolak Yesus Kristus.


B. Hasil kematian Kristus bagi orang yang percaya

Yesaya 53:10. Oleh sebab Kristus menyerahkan diri-Nya sebagai korban penebus dosa, yaitu mati di salib, Ia melihat keturunan-Nya. Perhatikanlah: Satu kaum yang baru, yaitu anak-anak Allah, telah terbentuk oleh sebab kematian Kristus, lihat Yohanes 12:24. Oleh sebab Ia melihat keturunan-Nya (yaitu orang percaya) maka puaslah hati-Nya. Ibrani 9:23,26. Oleh pengorbanan diri-Nya sendiri Tuhan Yesus telah menghapuskan dosa. Jelas hal ini membicarakan dosa orang yang sudah percaya.

Galatia 3:13. Oleh kematian Tuhan Yesus orang yang percaya ditebus dari pada kutuk Taurat. Hukuman sebab pelanggaran kita terhadap Taurat telah berlaku atas Dia dan Taurat tidak dapat lagi menghukum orang percaya.

Kolose 2:14. Oleh kematian-Nya pada salib itu, Tuhan Yesus telah menghapuskan surat hutang kita, yaitu Taurat. Bukan hanya kutuk yang berlaku atas orang yang melanggar Taurat yang dihapuskan, bahkan Taurat itu sendiri juga telah dihapuskan oleh kematian Kristus, tidak berlaku lagi terhadap kita orang Kristen. Tuhan Yesus telah memenuhi segenap tuntutan lalu menghapuskan Taurat itu bagi kita yang percaya. Perhatikanlah Roma 7:1-4,6. Kita telah mati bagi hukum Taurat itu.

Efesus 2:14-16. Oleh kematian Tuhan Yesus, tembok pemisah antara orang Israel dan bangsa asing telah dirobohkan. Memang Tauratlah yang telah menceraikan bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain. Taurat itu telah dihapuskan oleh Tuhan Yesus melalui pengorbanan tubuh-Nya dan sekarang di dalam Dia tidak ada orang Israel atau Yunani, melainkan sekaliannya satu dalam Kristus, Lihat Galatia 3:28. Darah Yesus Kristus mempersatukan segala bangsa.

Galatia 4:3-5. Oleh kematian Tuhan Yesus orang Yahudi yang percaya diluputkan daripada hukum Taurat dan diterima menjadi anak.

Efesus 2:11-13,19. Oleh kematian Kristus bangsa asing yang tidak termasuk kewarganegaraan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia, dijadikan berkat dalam Kristus oleh sebab percaya. Mereka dijadikan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.

Roma 5:10. Oleh kematian Anak Allah itu, saleh-saleh yang dahulu berdosa diperdamaikan dengan Allah. Perseteruan diantara orang berdosa dan Allah sudah dihapuskan oleh Tuhan Yesus, dan Ia sudah memperdamaikan kita oleh darah-Nya. Lihat Kolose 1:20-22, Efesus 1:7. Oleh darah Tuhan Yesus orang yang percaya ditebus, yaitu mendapat pengampunan atas segala dosa mereka. Pengampunan dosa bukan merupakan satu hal yang kita perlu cari, melainkan sudah ada di dalam darah Kristus, kita hanya menerima saja apa yang sudah disediakan oleh Tuhan. 1Yohanes 1:7. Bagi orang yang hidup di dalam terang, maka darah Yesus Kristus menyucikan dia dari pada segala dosa.

Pertanyaan:Apakah ini berarti bahwa darah Yesus menyucikan kita dari hukuman yang datang dari sebab dosa, atau berarti darah Yesus menyucikan sampai dosa tidak ada lagi dalam orang yang percaya? Lihatlah Imamat 14:19,31; Imamat 16:30; Imamat 17:11; Yeremia 33:8; Mazmur 51:9; Wahyu 7:14; Ibrani 9:22,23; Efesus 1:7; Roma 3:25; Matius 26:28.
Jawab:Dari ayat-ayat di atas, nyata di dalam Alkitab bahwa disucikan oleh darah artinya disucikan dari segala dosa.


Oleh darah Tuhan Yesus orang yang percaya dibenarkan, Roma 5:9. "Dibenarkan" artinya kita dianggap benar oleh Tuhan. Tuhan tidak lagi melihat kesalahan dalam kita. Ini dapat terjadi sebab Tuhan Yesus telah menggantikan tempat kita. Ia sudah mengambil tempat kita di atas kayu salib serta dihukumkan oleh karena kita, dan Ia sudah memberikan kebenaran-Nya sendiri kepada kita. Oleh sebab itu kita diterima baik oleh Allah. Lihat 2Korintus 5:21.

Oleh sebab kematian Kristus, tidak ada makhluk yang dapat menuduh atau menyalahkan orang-orang pilihan Allah, yaitu orang-orang yang percaya akan Dia, Roma 8:33,34. Maka tidak ada lagi hukuman bagi orang yang ada di dalam Yesus Kristus, kematian Kristus telah menyelesaikan itu dengan sejelas-jelasnya, lihat Roma 8:1-3.

Oleh kematian Tuhan Yesus segenap jemaat yaitu tiap-tiap orang yang percaya, ditebus (dibeli) oleh Allah, dan sekarang semuanya menjadi milik-Nya atau kepunyaan Allah, Kisah 20:28; 1Korintus 6:20; Wahyu 5:9,10. Kita adalah kepunyaan Allah, bukan kepunyaan diri kita sendiri, atau kepunyaan dunia, atau kepunyaan Iblis, 1Petrus 2:9.

Oleh kematian Tuhan Yesus (pengorbanan diri-Nya) orang yang percaya akan Dia kuduskan, Ibrani 10:10. Kematian Kristus memisahkan kita daripada dunia ini serta membawa kita kepada Allah. Ini bukan berarti tiap-tiap orang Kristen dikuduskan dengan sempurna. Sebab kalau begitu mengapa Paulus mendoakan orang-orang Tesalonika supaya mereka dikuduskan dengan sempurna. Segala saleh boleh dikuduskan dengan sempurna kalau mereka menyerahkan diri kepada Allah dengan kerinduan untuk dikuduskan dengan sempurna.

Oleh pengorbanan diri-Nya sendiri. Tuhan Yesus telah menyempurnakan segala orang yang dikuduskan. Oleh kematian Kristus, orang yang dikuduskan disempurnakan sampai kekal, Ibrani 10:14.

Darah Tuhan Yesus menyucikan hati nurani (orang yang percaya) dari perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup, Ibrani 9:14.

Oleh darah Yesus orang yang percaya sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus. Ibrani 10:19,20.

Orang yang telah membasuh jubahnya dalam darah Kristus akan memperoleh hak atas pohon hayat dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu, Wahyu 7:14; 22:14; lihat juga Kejadian 3:22,24.

Oleh sebab kematian Kristus, entah kita berjaga-jaga entah kita tidur, kita hidup bersama-sama Dia, 1Tesalonika 5:10.

Oleh kuasa darah itu, semua orang yang telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba, akan berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya (Wahyu 7:14,15).
Melalui kematian Tuhan Yesus, kita juga mati beserta-Nya, Galatia 2:20; 6:14; 2Korintus 5:14; Roma 6:3,6,8. Kita telah disalibkan dengan Kristus, dan diri kita yang lama juga telah dipaku pada kayu salib-Nya bersama-sama dengan Dia. Di dalam kebangkitan Kristus kita juga dibangkitkan beserta-Nya. Demikianlah keadaan kita oleh sebab kematian Kristus. Orang Kristen patut mencapai segala hal ini. Kalau kita telah disalibkan beserta Tuhan Yesus, kita patut senantiasa melihat diri kita telah tersalib di atas kayu salib, bukan kita yang hidup lagi, melainkan Tuhan yang hidup di dalam kita. Dan karena diri kita yang lama telah disalibkan, hendaknya kita memandang bahwa kita telah mati bagi dosa, tetapi hidup bagi Allah dalam Tuhan Yesus (Roma 6:11). Kita harus mati beserta Kristus supaya kita juga dapat hidup beserta-Nya dalam kebangkitan-Nya, dalam suatu kehidupan yang berkemenangan.

Dengan kematian-Nya, Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita suatu teladan yang patut kita ikuti, 1Petrus 2:21; Matius 16:24. Perhatikanlah: Meninggalkan teladan bukanlah tujuan-Nya yang terutama, tetapi hal itu hanyalah sebagian daripada hasilnya.

Melalui kematian Anak Allah maka Allah Bapa menjamin akan memberikan segala sesuatu kepada orang yang percaya! Roma 8:32.


C. Hasil kematian Kristus terhadap Iblis dan kuasa-kuasa gelap

Yohanes 12:31 serta ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. Oleh sebab kematian Kristus penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar. Iblis sedang merampas kekuasaan dalam dunia ini, akan tetapi ia telah ditentukan untuk kalah.

Ibrani 2:14. Oleh kematian-Nya, Yesus Kristus memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut.

Kolose 2:14,15. Dengan memakukan Tuhan Yesus pada kayu salib, Tuhan Allah telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka. Mengenai pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa kegelapan itu dapat kita baca di dalam Efesus 6:12. Di atas kayu salib Allah berperang melawan setan dan mengalahkan dia. Iblis beranggapan bahwa ia menang pada waktu Tuhan Yesus disalibkan, akan tetapi hal itu justru merupakan kekalahan bagi Iblis. Sekarangpun Iblis telah dikalahkan bagi kita orang Kristen.


D. Hasil kematian Kristus atas alam ini

Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus, Kolose 1:19,20; 2 Petrus 3:13. Sungguh ajaib pengorbanan Tuhan Yesus sebagai korban pendamaian




Blessings,
BP


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI
PostPosted: Thu Oct 02, 2008 1:30 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Wed Oct 01, 2008 8:38 pm
Posts: 27
Aku tidak setuju dengan adanya pendapat "itu tubuh manusiaNya Yesus yang menderita", itu masih bisa disangkal dengan oleh orang.

Pendapat aku adalah Yesus memberi contoh kepada manusia bila manusia sudah merasa tidak sanggup lagi oleh penderitaannya, haruslah manusia tersebut berdoa/menyerukan kepada Allah seperti Yesus, lalu setelah itu manusia memasrahkan sepenuhnya kepada Allah, seperti kata Yesus berikutnya "Dalam namaMu kuserahkan nyawaKu"


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI
PostPosted: Wed Oct 08, 2008 3:37 pm 
Offline
VIP

Joined: Wed Oct 08, 2008 11:25 am
Posts: 58
BP wrote:
Mengapa Roh Allah harus pergi? Sebab kalau tidak demikian Yesus tidak akan pernah bisa mati; dan ini adalah keharusan/ cawan pahit yang harus diterima oleh Yesus bahwa Dia harus mati sebagai “kurban” atas dosa-dosa manusia.

hmm.. bukankah Yesus adalah manusia dgn Roh Allah didalamnya. Jika Roh Allah pergi, maka Yesus tinggal jazad aja, mati. Padahal dia masih bisa berteriak2 memanggil Allah, bukan?


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI
PostPosted: Wed Oct 08, 2008 10:09 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
Apa yang diucapkan Yesus Kristus pada Matius 27:46 atau Markus 15:34 seperti sudah dijelaskan diatas adalah mengutip syair dalam Mazmur 22:2, dimana syair ini sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. jadi pada saat mengucapkan syair ini, Roh Allah belum pergi, tetapi akan pergi. Dan Roh Allah didalam Yesus baru pergi setelah Yesus Kristus menyerahkan nyawanya :


* Lukas 23:46
LAI TB, Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: 'Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.' Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
KJV, And when Jesus had cried with a loud voice, he said, Father, into thy hands I commend my spirit: and having said thus, he gave up the ghost.
TR, και φωνησας φωνη μεγαλη ο ιησους ειπεν πατερ εις χειρας σου παραθησομαι το πνευμα μου και ταυτα ειπων εξεπνευσεν
Translit Interlinear, kai {dan} phônêsas {berseru} phônê {dengan suara} megalê {yang nyaring} ho iêsous {Yesus} eipen {Dia berkata} pater {wahai Bapa} eis {ke dalam} kheiras {tangan} sou {-Mu} parathêsomai {Aku akan menyerahkan} to pneuma {Roh} mou {-Ku} kai {dan} tauta {ini} eipôn {berkata} exepneusen {Dia menyerahkan Roh}"


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI
PostPosted: Sun Nov 23, 2008 10:34 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
ELI ELI LAMNA SYABAQTANI - NASKAH ARAMAIC



Habibod_Yeshua wrote:
Shlomo leikun ba barakhu dmin Moran Yeshu'a mshiho anthun,

Aku pernah membaca mengenai tafsir/targum mengenai "Tangisan Salib" (Mat 27:46 dan Mrk:15:34) di salah satu situs mengenai Aramaic Tribe Heritage tapi aku lupa di situs mana. Pada tafsir tersebut menekankan bahwa terjemahan Yunani (Mereka berargumen bahwa kitab PB Yunani adalah terjemahan dari Bahasa Aram) salah mengenai "Tangisan Salib tersebut".

Secara tradisional pengikut Kristus aliran non-Timur Tengah saat ini (Katolik Roma, Ortodoks Timur, Protestan dll) menggunakan terjemahan dari PB berbahasa Yunani mengenalinya sebagai
"Eloi, Eloi lama sabakhtani = AllahKu, AllahKu mengapa Kau tinggalkan Aku ?". Alasannya terjemahan tersebut diasosiasikan terhadap Mzm 22:2. Padahal belum tentu demikian. Harap diketahui bahwa penulisan menggunakan tanda "?" adalah terjemahan modern.

Di dalam Pesh i tta ayat-ayat Tangisan Salib tersebut tertulis demikian:

Mat 27:46;
wlepi thesha' sha'in qe'a Yeshu'a qala rame wemar: "Eil Eil lmana shwaqtani"

Mrk 15:34;wabathesha' sha'in qe'a Yeshu'a qala rame wemar:"Eil Eil lmana shwaqtani" daithikh Alahi Alahi lmana shwaqtani.


Sekarang kita lihat Mazmurnya:
Tehilim/Mzm 22:2:
Eloi Eloi lammah asvatani

Argumen mereka demikian:

Jika menggunakan asosiasi terhadap Mzm 22:2 maka terjemahannya demikian:

Eloi=AllahKu, Eloi=Allahku l=karena, mana=hal [ini] , xxxxx= [Kau] terpisah dariKu
maka akan menjadi rancu karena berarti Yesus terpisah dari Allah Bapa sehingga berarti Yesus-manusia hanya "dirasuki" oleh Allah tanpa ada kesatuan.

Sedangkan kata "shwaqta" sejajar artinya dengan Bahasa Hebrew "shavah" yang artinya memuliakan dan berbeda arti "asvata" yang artinya meninggalkan
.

Sehingga seharusnya diterjemahkan: "AllahKu, AllahKu dengan peristiwa ini kami (yaitu:Aku dan pengikut-pengikutKu) Kau muliakan/angkat ke derajat tinggi"

Mengapa diartikan demikian ? Karena malam sebelumnya Yesus telah diperkuat oleh BapaNya ketika berdoa di Taman Getsemani.

Hal ini aku posting di sini karena memang mengganjal terutama kalimat "Tangisan Salib" ini menjadi makanan yang lezat dan renyah bagi teman-teman muslim.

Shlomo



TANGGAPAN :


Yesus Kristus tidak pernah memanggil Bapa dengan panggilan "Allah". Ia mengalami penderitaan dan kesakitan serta mengutip Mazmur di atas seperti yang diungkapkan oleh pemazmur. Mazmur 22:2 di atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. Orang Indonesia saat mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sedih...

Saya kurang setuju dengan pengertian yang katanya berasal dari naskah Aramaic diatas. Sepertinya pengertiannya didorong dari mencoba menjelaskan apa yang dia tangkap dan percaya, bukan dari apa yang contextually written, lalu belajar dari situ.

Ada kata dalam Matius 27:46 dan Markus 15:34 εγκατελιπες - EGKATELIPES menjelaskan kata Sabakthani dengan kata ini, yang berasal dari kata "εγκαταλειπω –EGKATALEIPÔ, artinya meninggalkan (leave/forsake)

"Terjemahan Aramaic" yang dimaksud apakah menterjemahkan kata tersebut secara konsisten throughout the book? Perhatikan apa yang tertulis di ayat itu. Bahwa Yesus itu tidak biasanya memanggil Allah dengan 'ELI, melainkan 'ABBA. Kalau Dia bilang 'ELI 'ELI, berarti Dia 'ngutip ayat :


* Mazmur 22:2
LAI TB, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku."
KJV, My God, my God, why hast thou forsaken me? why art thou so far from helping me, and from the words of my roaring?
LXX, ο θεος ο θεος μου προσχες μοι ινα τι εγκατελιπες με μακραν απο της σωτηριας μου οι λογοι των παραπτωματων μου
Translit, , HO THEOS HO THEOUS MOU PROSKHES MOI HINA EGKATELINES ME MAKRAN APO TÊS SÔTÊRIAS MOU HOI LOGOI TÔN PARANTÔMATÔN MOU
Hebrew,
אֵלִי אֵלִי לָמָה עֲזַבְתָּנִי רָחֹוק מִישׁוּעָתִי דִּבְרֵי שַׁאֲגָתִי׃
Translit, 'ELI {Allah-ku}'ELI {Allah-ku} LAMAH {mengapa} 'AZAVTANI {Engkau meninggalkan Aku} RAKHOQ {jauh} MISYU'ATI {untuk menolong aku} DIVREY {kata-kataku} SYA'AGATI {seruanku}


עזבתני - 'AZAVTANI asal kata : עזב - 'AZAB

עזב - 'AZAB, Menurut Leksikon Ibrani, artinya :
to leave, loose, forsake
(Qal) to leave
to depart from, leave behind, leave, let alone
to leave, abandon, forsake, neglect, apostatise
to let loose, set free, let go, free
(Niphal)
to be left to
to be forsaken



Alkitab bahasa Asli, Ibrani maupun Yunani memang tidak menggunakan tanda-tanda baca, misalnya "?", namun walaupun tanpa tanda baca, kita dapat mengetahui bahwa ayat tersebut adalah "kalimat tanya" karena ada kata לָמָה - "LAMAH" ("mengapa") (Aram : לְמָה - "LEMAH", lihat Ezra 4:22, 7:23).

Demikian juga dalam bahasa Yunani, walaupun tidak menggunakan tanda baca, tetapi ada "kata tanya" ινατι – HINATI atau kata τις - TIS, yang artinya adalah : "mengapa".


Bandingkan dengan :


* Matius 27:46
LAI Terjemahan Baru (TB), Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
King James Version (KJV), And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying , Eli, Eli, lama sabachthani? that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?
Naskah bahasa Asli Yunani Textus Receptus (TR), περι δε την εννατην ωραν ανεβοησεν ο ιησους φωνη μεγαλη λεγων ηλι ηλι λαμα σαβαχθανι τουτ εστιν θεε μου θεε μου ινατι με εγκατελιπες
Translit, peri de tên hennatên hôran aneboêsen ho iêsous phônê megalê legôn êli êli lama sabakhthani tout estin thee mou thee mou hinati {mengapa} me {Aku} egkatelipes {Engkau meninggalkan}.


* Markus 15:34
LAI TB, Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
KJV, And at the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eloi, Eloi, lama sabachthani? which is, being interpreted, My God, my God, why hast thou forsaken me?
TR, και τη ωρα τη εννατη εβοησεν ο ιησους φωνη μεγαλη λεγων ελωι ελωι λαμμα σαβαχθανι ο εστιν μεθερμηνευομενον ο θεος μου ο θεος μου εις τι με εγκατελιπες
Translit, kai tê hennatê eboêsen ho iêsous phônê megalê legôn elôi elôi lamma sabakhthani ho estin methermêneuomenon ho theos mou ho theos mou eis ti {mengapa} me (Aku) egkatelipes {Engkau meninggalkan}.



"Sabakhthani" : meninggalkan :


Kata yang ditulis dengan aksara Yunani : σαβαχθανι - SABAKHTHANI berasal dari kata Aram שבק - SYEBAQ dengan "pronominal suffix" menjadi שבקתני - "SYEBAQTANI" atau "SYABAQTANI"


Matius 27:46 dan Markus 15:34 memberikan keterangan kata שבקתני - "SYABAQTANI" adalah εγκατελιπες - EGKATELIPES dalam bahsa Yunani, berasal dari kata "εγκαταλειπω –EGKATALEIPÔ. Bandingkan terjemahan Septuaginta untuk Mazmur 22:2 yang memakai kata dasar yang sama :

LXX, ο θεος ο θεος μου προσχες μοι ινα τι εγκατελιπες με μακραν απο της σωτηριας μου οι λογοι των παραπτωματων μου
Translit, , HO THEOS HO THEOUS MOU PROSKHES MOI HINA EGKATELINES ME MAKRAN APO TÊS SÔTÊRIAS MOU HOI LOGOI TÔN PARANTÔMATÔN MOU


Kata "εγκαταλειπω –EGKATALEIPÔ, Menurut Leksikon Yunani, artinya :
abandon, desert
leave in straits, leave helpless
totally abandoned, utterly forsaken
to leave behind among, to leave surviving



***


Bahasa Ibrani, Aram, (dan Arab) itu masih satu rumpun, kata Aramaic שבק - 'SYEBAQ' dalam bahasa Ibrani adalah שבק - "SYABAQ", syin-bet-qof, Arab "SYABAQ", kata ini digunakan oleh Yesus Kristus dalam bahasa Aram : "'ELI, 'ELI LEMAH SYEBAQTANI".

Kata 'SYEBAQ'/ "SYABAQ" berarti "pergi", "meninggalkan" (Lihat : http://www.blueletterbible.org/lang/lex ... ongs=H7662 )


Kita akan cek bagaimana Naskah Bahasa Ibrani untuk Matius 27:46 yang dipersoalkan itu :

וּכְעֵת הַשָׁעָה הַתְּשִׁיעִית וַיִּזְעַק יֵשׁוּעַ בְּקוֹל גָּדוֹל
אֵלִי אֵלִי לְמָה שְׁבַקְתָּנִי וְהוּא אֵלִי אֵלִי לָמָה עֲזַבְתָּנִי׃
Sumber : http://www.kirjasilta.net/ha-berit/Mat.27.html

Perhatikan frasa אֵלִי אֵלִי לְמָה שְׁבַקְתָּנִי - 'ELI 'ELI LEMAH SYEBAQTANI, dalam naskah Ibrani ayat diatas tidak ada terdapat kata שבח -SYABAKH, syin-bet-khet yang artinya "memuliakan", tetapi menulis sesuai makna Mazmur 22:2 dengan menggunakan kata Aram שבק - "SYABAQ" atau "SYEBAQ", syin-bet-qof, yang artinya "meninggalkan".


Selanjutnya, kita lihat contoh ayat yang menggunakan kata שבק - "SYEBAQ", sbb :


* Daniel 4:26
LAI TB, Yang dikatakan tentang membiarkan (SYEBAQ, harfiah meninggalkan) tunggul pohon itu, berarti: kerajaan tuanku akan kembali tuanku pegang segera sesudah tuanku mengakui, bahwa Sorgalah yang mempunyai kekuasaan.
KJV, And whereas they commanded to leave (SYEBAQ) the stump of the tree roots; thy kingdom shall be sure unto thee, after that thou shalt have known that the heavens do rule.
Bahasa Aram dalam aksara Ibrani,
וְדִי אֲמַרוּ לְמִשְׁבַּק עִקַּר שָׁרְשֹׁוהִי דִּי אִילָנָא מַלְכוּתָךְ לָךְ קַיָּמָה מִן־דִּי תִנְדַּע דִּי שַׁלִּטִן שְׁמַיָּא׃
Translit, VEDI 'AMARU LEMISYEBAQ 'IQAR SYARSYOHI DI 'ILANA MALKHUTAKH LAKH QAYAMAH MIN-DI TINDA DI SYALITIN SYEMAYA'


Dan ternyata firman Allah itu dapat "diutus", bahkan "meninggalkan" dengan pengertian keluar dari Allah :


* Yesaya 55:11
LAI TB, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
KJV, So shall my word be that goeth forth out of my mouth: it shall not return unto me void, but it shall accomplish that which I please, and it shall prosper in the thing whereto I sent it.
Hebrew,
כֵּן יִהְיֶה דְבָרִי אֲשֶׁר יֵצֵא מִפִּי לֹא־יָשׁוּב אֵלַי רֵיקָם כִּי אִם־עָשָׂה אֶת־אֲשֶׁר חָפַצְתִּי וְהִצְלִיחַ אֲשֶׁר שְׁלַחְתִּיו׃
Translit , KEN YIHYEH DEVARI 'ASYER YETSE' MIPI LO'-YASYUV 'ELAY REYQAM KI 'IM-'ASAH 'ET-'ASYER KHAFATSTI VEHITSLIAKH 'ASYER SYELAKHTIV


Yesus Kristus adalah Sang Firman yang "keluar" dari Allah, dan Firman itu akan melaksanakan serta berhasil dalam apa yang di"suruh" oleh Allah.

Syair Mazmur 22:2, ini sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. Jadi pada saat mengucapkan syair ini, Roh Allah belum pergi, tetapi akan pergi. Dan Roh Allah didalam Yesus baru pergi setelah Yesus Kristus menyerahkan nyawanya :


* Lukas 23:46
LAI TB, Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
KJV, And when Jesus had cried with a loud voice, he said, Father, into thy hands I commend my spirit: and having said thus, he gave up the ghost.
TR, και φωνησας φωνη μεγαλη ο ιησους ειπεν πατερ εις χειρας σου παραθησομαι το πνευμα μου και ταυτα ειπων εξεπνευσεν
Translit Interlinear, kai {dan} phônêsas {berseru} phônê {dengan suara} megalê {yang nyaring} ho iêsous {Yesus} eipen {Dia berkata} pater {wahai Bapa} eis {ke dalam} kheiras {tangan} sou {-Mu} parathêsomai {Aku akan menyerahkan} to pneuma {Roh} mou {-Ku} kai {dan} tauta {ini} eipôn {berkata} exepneusen {Dia menyerahkan Roh}


Dan setelah itu, Yesus baru mati, untuk nanti Ia akan bangkit kembali pada hari yang ketiga.


Jadi :

1. "pergi/ meninggalkan" tidak bertentangan dengan Hakekat Allah sendiri ataupun melawan firmanNya sendiri.
2. Terjemahan, baik dalam Alkitab bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia sudah tepat.


Apa yang diucapkan Yesus Kristus pada Matius 27:46 atau Markus 15:34 seperti sudah dijelaskan diatas adalah mengutip syair dalam Mazmur 22:2.
Yesus Kristus sering mengutip ayat Perjanjian Lama, jikalau Ia berkata dalam "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa." (Markus 12:29). Ini juga tidak dapat diartikan sebagai penyangkalan bahwa Ia menolak untuk disembah, tetapi itu jelas bahwa Ia sedang mengutip ayat dalam Ulangan 6:4.

"Eli, Eli, lama sabakhtani?" itu syair yang sudah biasa diucapkan oleh orang Yahudi tatkala mengalami penderitaan. Itu adalah puisi yang ditulis Daud dan orang Yahudi mengucapkan itu seperti anak-anak remaja bersenandung dikala ia putus cinta misalnya lagunya De-Massive yang melankolis "kau hancurkan aku dengan sikapmu, tak sadarkah kau telah menyakitiku...."

Silahkan baca Talmud Babilonia di bagian Megilia dan Yoma, saat kapan puisi itu dibacakan oleh orang Yahudi. Ini mirip yang dilakukan juga oleh teman-teman muslim, misalnya kapan surat Yasin. Kapan ayat kursi diucapkan, dll. Ada ayat-ayat tertentu mereka ucapkan tatkala mengalami suatu peristiwa yang tidak diharapkan.

Yesus Kristus lahir dan dibesarkan dalam masyarakat orang Yahudi, Maka Ia tidak akan membaca suatu ayat tanpa tujuan. Mazmur 22:2 dikenal oleh kalangan Yahudi sebagai איילת שחר - 'AYELET SYAKHAR' (Rusa di kala fajar), digunakan dalam Mishna Celim, bab 15:6 dan 16:7 oleh terutama kalangan wanita Yahudi untuk "meratapi" sesuatu yang terjadi, dan dilakukan juga oleh sebagian kaum pria.

Anda pernah dengar tentang tembok ratapan di Yerusalem?, nah orang Yahudi menghadap tembok itu dan terkadang sambil mengucapkan 'AYELET SYAKHAR' ini.


Demikian, semoga penjelasan ini dapat memberikan pengertian yang benar mengenai naskah Asli Alkitab kita. Kita tak perlu kuatir tuduhan-tuduhan dari teman-teman Muslim yang gemar "mencari kutu" untuk menyerang Alkitab.

Alkitab sudah ribuan tahun mengalami tuduhan-tuduhan, toh Alkitab itu tetap bertahan kokoh. Mereka, tanpa mempersoalkan apa yang tertulis dalam Matius 27:46 dan Markus 15:34. Untuk memahami bagaimana Allah yang Mahatinggi itu sudi datang sebagai manusia biasa untuk tujuan penyelamatan manusia-manusia dari dosa tidak akan dapat dimengerti oleh mereka sepanjang mereka menutup rapat kepada seluruh kebenaran dalam Alkitab kita. Ketika mereka bertanya dan mempersoalkan keimanan kita, tugas kita untuk menjawab dan menjelaskannya dengan kasih, perkara mereka menjadi percaya atau tidak, itu bukan wewenang kita, kita hanya dapat mendoakannya saja, karena untuk menjadikan orang menjadi percaya itu pekerjaan Roh Kudus sendiri.


Blessings in Christ,
BP
November 23, 2008


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI
PostPosted: Tue Nov 25, 2008 1:36 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
Habibod_Yeshua wrote:
Shlomo leikun babarakhu demin Moran Yeshu' amshiho anthun,

Aku sudah konsultasi dengan para mainstream Aram, menurut mereka itu hanya pendapat minor dari beberapa orang.

Dibawah ini akan aku coba uraikan pendapat minor dari beberapa Aramaic scholar.

SABAKHTANI dan SHBAQTANI/SHWAQTANI
Logikanya demikian jika kata-kata Yesus tersebut di-transliterasi-kan tepat dari Bahasa Aram ke Yunani maka seharusnya ditulis "SBAQTANI" (aslinya tertulis: Sh-B-Q-T-N-I atau Shin-Beith-Qaph-Taw-Nun-Yudh) bukan "SABAKHTANI" (Simkat-Beith-Kheith-Taw-Nun-Yudh),



TANGGAPAN :


Transliterasi dari bahasa Aram (atau Ibrani) ke Yunani saya rasa "sudah cuKUP betul", harus diingat bahwa bahasa Yunani tidak mempunyai aksara "Q" sebagai pengganti aksara ק - "Qof" (atau ܩ - " Qaph" atau "Qoph"). Sehingga dipilih aksara yang paling mendekati yaitu χ - "Khi" atau "Chi" sehingga tertulis dalam naskah Yunani σαβαχθανι - SABAKHTHANI


Naskah Pesyita untuk Matius 27:46 :
ܘܠܐܦܝ ܬܫܥ ܫܥܝܢ ܩܥܐ ܝܫܘܥ ܒܩܠܐ ܪܡܐ ܘܐܡܪ ܐܝܠ ܐܝܠ ܠܡܢܐ ܫܒܩܬܢܝ
Sumber : http://pes.scripturetext.com/matthew/27.htm

Perhatikan kata ܫܒܩܬܢܝ - SYEBAQTANI atau SYABAQTANI, ditulis dalam aksara "Shin-Bēth-Qoph-Ṭēth-Nun-Yudh" (Aramaic Alphabet, lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Aramaic_alphabet )


Bandingkan Nakah Matius 27:46 dalam Hebrew Bible:
Tanpa Vowel :
וכעת השעה התשיעית ויצעק ישוע בקול גדול אלי אלי למה שבקתני והוא אלי אלי למה עזבתני׃
Dengan Vowel :
וּכְעֵת הַשָׁעָה הַתְּשִׁיעִית וַיִּזְעַק יֵשׁוּעַ בְּקוֹל גָּדוֹל אֵלִי אֵלִי לְמָה שְׁבַקְתָּנִי וְהוּא אֵלִי אֵלִי לָמָה עֲזַבְתָּנִי׃
Sumber : http://www.kirjasilta.net/ha-berit/Mat.27.html

Silahkan lihat dalam naskah Hebrew Bible diatas terdapat kata שבקתני - SYEBAQTANI, "syin-Bet-Qof-Tet-Nun-Yod", secara jelas dalam naskah tersebut menjelaskan arti katanya adalah עזבתני - 'AZAVTANI (lihat Mazmur 22:2).
Dengan mengkaji ayat tersebut diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa שבקתני - SYEBAQTANI dan עזבתני - 'AZAVTANI adalah SINONIM! SAMA ARTI! yaitu "meninggalkan aku".


Maka, kalau dikaji secara cermat, TIDAK ADA PERMASALAHAN antara Naskah Pesyita, Naskah Hebrew Bible dan Naskah Bahasa Asli Yunani Perjanjian Baru, justru semuanya SERAGAM :


* Matius 27:46
LAI Terjemahan Baru (TB), Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
King James Version (KJV), And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying , Eli, Eli, lama sabachthani? that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?
New Living Translation (NLT), At about three o’clock, Jesus called out with a loud voice, “Eli, Eli, lema sabachthani?” which means “My God, my God, why have you abandoned me?”
Contemporary English Version (CEV), Then about that time Jesus shouted, "Eli, Eli, lema sabachthani?" which means, "My God, my God, why have you deserted me?"
Worldwide English (New Testament), About three o'clock, Jesus called out loud, `Eli, Eli, lama sabachthani?' That means, `My God, my God, why have you left me alone?'
The Aramaic New Covenant, and about the hour nine Yah Shua shouts with a resounding voice, wording, Eli, Eli, lama sabachthani? that is, El, El, Why forsake you me?

Naskah bahasa Yunani Textus Receptus (TR), περι δε την εννατην ωραν ανεβοησεν ο ιησους φωνη μεγαλη λεγων ηλι ηλι λαμα σαβαχθανι τουτ εστιν θεε μου θεε μου ινατι με εγκατελιπες
Translit, peri de tên hennatên hôran aneboêsen ho iêsous phônê megalê legôn êli êli lama sabakhthani tout estin thee mou thee mou hinati {mengapa} me {Aku} egkatelipes {Engkau meninggalkan}.


Bandingkan Naskah Pesyita interlinear di bawah ini :

Image
Sumber : http://www.aramaicpeshitta.com/AramaicN ... tich27.pdf

Jelas kata ܫܒܩܬܢܝ - SYEBAQTANI diatas diterjemahkan dengan "have you spared me".
Jelas macam-macam versi terjemahan diatas, tidak ada yang mengarah kepada pengertian "memuliakan aku"


Habibod_Yeshua wrote:
sebab S yang digunakan dari "Shin" berpindah ke "Simkat" yang mempunyai padanan dalam bahasa Yunani, dan Q tetap "Q" atau "Qaph" bukan KH yang adalah "Kheith". Jadi jika memang PB Bahasa Yunani ditulis terlebih dahulu daripada Pesh itta, maka akan benar bahwa kata-kata itu adalah "SABAKHTA-NI" maka berarti "Aku/kami dipermuliakan" atau "Aku/kami(Kau)permuliakan"



TANGGAPAN :


Sudah dijelaskan diatas tidak ada aksara Yunani yang dapat mewakili aksara "Q", ק - "Qof" (atau ܩ - " Qaph/ Qoph"), sehingga dipilih aksara yang paling mendekati yaitu χ - "Khi" atau "Chi" sehingga tertulis dalam naskah Yunani σαβαχθανι - SABAKHTHANI

Memang שבקתני - SYEBAQTANI, "syin-Bet-Qof-Tet-Nun-Yod" (meninggakan aku) asal kata שבק - 'SYEBAQ/ SYABAQ' dan שבחתני - SYEBAKHTANI (memuliakan aku), "syin-Bet-Khet-Tet-Nun-Yod" asal kata שבח -SYABAKH, keduanya itu mirip sekali.

perbedaan hanya pada aksara ק - "Qof" dan ח - "Khet" :

- שבק - "SYABAQ", syin-bet-qof (meninggalkan)
- שבח -SYABAKH, syin-bet-khet (memuliakan)


Naskah Pesyita untuk Matius 27:46 :
ܘܠܐܦܝ ܬܫܥ ܫܥܝܢ ܩܥܐ ܝܫܘܥ ܒܩܠܐ ܪܡܐ ܘܐܡܪ ܐܝܠ ܐܝܠ ܠܡܢܐ ܫܒܩܬܢܝ
maupun naskah Hebrew Bible :
וכעת השעה התשיעית ויצעק ישוע בקול גדול אלי אלי למה שבקתני והוא אלי אלי למה עזבתני׃


Keduanya menulis dalam aksara ܫܒܩܬܢܝ - SYEBAQTANI, "Shin-Bēth-Qoph-Ṭēth-Nun-Yudh" dan שבקתני - SYEBAQTANI, "syin-Bet-Qof-Tet-Nun-Yod".
Dalam kedua naskah tersebut TIDAK MENGGUNAKAN aksara ܚ - "Ḥēth" (Aram) atau ח - "Khet" (Ibrani), sehingga dapat diplesetkan menjadi "memuliakan aku".


Habibod_Yeshua wrote:
Lama dan Lmana
Didalam Bahasa Aram dikenal adanya "vokal samar - hollow vowel" misal pada kata "Shlomo b barakhu d min Moran Yeshu' amshiho" di baca "Shlomo babarakhu demin Moran Yeshu' amshiho" - 'Damai dalam berkat dari Tuhan kita Yesus Kristus' dalam Aram Barat atau "Kul midim d mashlain anthun w shlain anthun khaimnu d nashbain anthun w nehwe lakun" dibaca "Kul midim damashlain anthun washlain anthun khaimnud nashbain anthun wenehwe lakun" - 'Segala yang kamu harapkan dan kamu doakan percayalah akan terjadi dan sedang terjadi' dalam Bahasa Aram Timur.

Logika para minor ini demikian:

Jika benar dari Bahasa Yunani ke Aram dan transliterasinya demikian (bukan translasi/terjemahan) maka:"Eloi Eloi Lama Sabakhtani" = "AllahKu AllahKu Mengapa (Kau) permuliakan Aku", bukankah Yesus telah dipermuliakan Allah yang adalah BapaNya sejak sebelum segala abad ? Bukankah Yesus pun menjanjikan kemuliaan BapaNya bagi setiap orang yang mengikutiNya ? Apakah tidak mungkin yang diucapkan: " Eloi Eloi Lma[na] Sabakhtani" = AllahKu AllahKu dengan peristiwa ini (Kau) permuliakan kami ?

Lma adalah kata ucapan non-official ditulis dalam Bahasa Aram sebagai lamadh-mim-alaf/l-m-a atau officialnya lmana yang ditulis lamadh-mim-nun-alaf. Lma dibaca lema dan lmana dibaca lemana yang artinya L(e)=pada, karena ma/mana=hal, peristiwa, sehingga lma atau lmana adalah penggabungan dua kata yang terjemahan bebasnya 'pada/karena peristiwa (ini)' dan pengucapannya mirip kata 'lama' yang berarti mengapa.

Those are their thought volks !!! But for me I am believing in conventional translation

Tetapi aku percaya "Kabar Gembira Injil" dibahasakan pertama kali menggunakan Bahasa Aram kepada manusia lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Batin/Hati baru ditulis ke dalam beragam bahasa



TANGGAPAN :


Sayangnya LOGIKA yang dipakai TIDAK TEPAT, Yesus sedang mengalami penderitaan yang hebat dan Ia berkata "AllahKu AllahKu Mengapa (Kau) permuliakan Aku" ataupun plesetan "AllahKu AllahKu dengan peristiwa ini (Kau) permuliakan kami ?".

Kata Tanya לָמָה - "LAMAH" (Ibrani) , atau ܠܡܢܐ - LAMNA (Aram) justru membuat kata "memuliakan" itu TIDAK RELEVAN.


Semoga menjadi semakin jelas bahwa SEBENARNYA TIDAK ADA PERMASALAHAN dalam NASKAH BAHASA ASLI YUNANI PERJANJIAN BARU. Bahwa sebenarnya semuanya SERAGAM menulis "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" yang merupakan 'AYELET SYAKHAR' yang lazim diucapkan orang Yahudi dikala mengalami penderitaan.




Blessings in Christ
BP
Nov 25, 2008


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 7 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman