Dear toba,
Seperti yang telah dibahas diatas, anak domba PL dikorbankan sebagai korban pendamaian, bukan melalui penumpangan tangan akan tetapi oleh darah anak domba tersebut. Kutipan Ibrani dengan jelas menyatakan hal tersebut:
Heb 9:13-15 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, [14] betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. [15] Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggara yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.Perhatikan ayat 13:
Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis,...Terlihat dengan jelas sekali bahwa DARAH dari korban yang menguduskan mereka. Sekali lagi perhatikanlah kata sambung SEHINGGA, yang merupakan akibat dari pengorbanan korban:
...,sehingga mereka disucikan secara lahiriah,...Perhatikan ayat 14:
betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat,Sekali lagi dapat dilihat bahwa DARAH Kristus yaitu pengorbanan-Nya diatas kayu salib, yang disejajarkan oleh penulis dengan DARAH korban (domba, lembu, dsb). Juga dapat dilihat bahwa apabila darah binatang korban menyucikan secara lahiriah, maka darah Kristus menyucikan bukan saja secara lahiriah tetapi lebih daripada itu:
...,akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia,...Tidak pernah penebusan disejajarkan dengan BAPTISAN (perhatikan bahwa domba, lembu, dsb juga tidak dibaptiskan...). TETAPI korban penebusan memerlukan darah yang dicurahkan !
Makna baptisan sendiri telah saya jelaskan dalam
paul-c-jong-the-new-life-ministry-vt2697.html yaitu:
Persekutuan orang percaya dengan kematian Kristus (cf. Rm 6:3-5)
Perhatikan ayat 15:
sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.Suatu ketegasan yang penulis Ibrani nyatakan didalam ayat 15 diatas. Kematian Kristus yang menebus pelanggaran2 selama perjanjian yang pertama (yaitu PL dengan darah binatang korban yang hanya menyucikan secara lahiriah saja).
Tidak pernah penulis PB menyatakan makna simbolis penumpangan tangan Yohannes pada saat baptisan-Nya.
toba wrote:
Jadi menurut saudara sendiri...apakah makna dalam perjanjian lama seorang imam harus meletakkan kedua tangannya di kepala domba penghapus dosa tersebut,
Seperti Yohanis Pembaptis meletakkan kedua tangannya di kepala Yesus ketika hendak membaptisnya....Dalam perjanjian lama kita mengetahui perletakan tangan pada domba penghapus dosa itu bermakna meletakkan/memindahkan/menyalurkan/menangguhkan dosa-dosanya di kepala korban penghapus dosa tersebut
Seorang imam PL memang menumpangkan tangan diatas korban tebusan, dan memang memiliki makna simbolis menanggungkan kesalahan kepada obyek korban. TETAPI hal tersebut TIDAK DAPAT disejajarkan dengan Yohanes Pembaptis yang menumpangkan tangan keatas Yesus pada saat pembaptisan-Nya.
Penafsiran tersebut yang saya maksudkan dengan PENAFSIRAN SPEKULATIFDan penafsiran tersebut tidak memiliki referensi pengajaran yang dicatat didalam Alkitab selain upaya 'mencocok-cocokan' pengajaran - misalnya dengan 1 Yohanes 5:6-8.
Dapatkah anda melihat kontradiksi pengajaran Paul C.Jong dengan bagian lain PB ?
Penafsiran yang benar tidak akan berkontradiksi dengan bagian manapun juga dari keseluruhan totalitas pengajaran Alkitab.
Semoga dapat memberi pengertian
SOLI DEO GLORIABest Regards,