DOKTRIN ALLAH TRITUNGGALSebelum kita mempelajari mengenai Allah TriTunggal ini, ada 2 hal yang harus kita pahami terlebih dahulu, yaitu:
1. Allah pencipta Alam semesta adalah Allah yang tidak terbatas, sedangkan kita
hanyalah ciptaannya yang terbatas, sehingga yang terbatas(ciptaan) tidaklah mungkin memahami yang tidak terbatas(pencipta) secara sempurna.
Kita sebagai ciptaannya yang terbatas hanya bisa memahami Allah, sebatas yang Allah wahyu-kan mengenai diri-Nya melalui Firman-Nya yaitu Kitab Suci(Alkitab).
Diluar wahyu Allah maka manusia tidak akan pernah bisa mengenal Allah secara benar (hanyalah reka-rekaan manusia semata mengenai Allah).
Jadi jika anda adalah seorang rasionalist sejati maka ada kemungkinan anda tidak akan dapat memahami Kebenaran tentang Diri Allah yang sesungguhnya , karena rasio/logika manusia tetaplah terbatas. Rasio/logika manusia adalah ciptaan Allah yang terbatas, sehingga yang terbatas tidak akan pernah memahami yang tidak terbatas secara sempurna.
Namun janganlah anda salah paham dengan kalimat saya diatas. Kalimat saya diatas bukan bermaksud untuk mengatakan bahwa janganlah menggunakan rasio/logika untuk memahami tentang Diri Allah. Sebaliknya gunakanlah Rasio/logika anda semaksimal mungkin untuk memahami Firman Allah, namun pada saat Rasio/logika anda “mentok” atau berlawanan dgn Firman Allah, maka rasio/logika anda harus tetap tunduk kepada Firman Allah, karena itu diluar jangkauan rasio/logika anda(dan hal ini adalah sesuatu yang wajar sebagai sesuatu yang terbatas). Jika tidak (jika rasio anda tidak tunduk pada Firman Allah) maka anda hanya akan menentang Firman Allah dan tidak akan pernah memahami Diri Allah yang dinyatakan melalui Wahyu-Nya.
2. Allah sebagai Pencipta tidak bisa di-Analogi-kan dengan apapun yang adalah ciptaan-Nya (karena Ciptaan bukanlah Pencipta). Namun Analogi-analogi atau perumpamaan-perumpamaan hanyalah sebuah pendekatan untuk memahami/menjelaskan salah satu sisi tentang Allah, namun tetaplah masing2 Analogi tersebut ada kelemahan2-nya, karena memang analogi2 tsb tidak akan pernah bisa merepresentasikan secara sempurna tentang Diri Allah.
Jika kita telah memahami hal tersebut diatas, saya akan mencoba menjelaskan Allah TriTunggal dengan perumpamaan2, namun tetap saya tekankan bahwa Perumpamaan/ Analogi yang saya gunakan bukan untuk merepresentasikan Allah secara sempurna tetapi hanyalah sebuah pendekatan yang berfungsi untuk menjelaskan saja agar lebih mudah untuk memahami Doktrin Allah TriTunggal ini.
Yang dimaksud dengan Allah TriTunggal adalah Allah Yang Esa, yang memiliki 3 Pribadi.
Pribadi Pertama biasa disebut Allah Bapa, Pribadi Kedua Allah Anak, Pribadi Ketiga Allah Roh Kudus. Pribadi Pertama(Bapa) bukanlah Pribadi Kedua(Anak), Pribadi Kedua bukanlah Pribadi Ketiga(Roh Kudus), dan Pribadi Ketiga bukanlah Pribadi Pertama(Bapa.) namun Ketiga-Nya tetap Esa secara esensi.
Anda mungkin bertanya , bagaimana bisa 3 pribadi yang berbeda tetapi tetap Esa?
Didalam Kitab Kejadian ada sebuah kata yang menunjukkan Ke-Esa-an Allah, yang dapat diartikan sebagai satu-kesatuan.
Sebagai contoh (walaupun contoh ini tidaklah sempurna untuk menyatakan Ke-Esa-an Allah ) :
- Pada saat Penciptaan, Allah menciptakan siang dan malam yang disebut 1 hari. Kata yang menunjukkan 1 hari ini adalah kata satu kesatuan. Sehingga siang dan malam adalah satu kesatuan dari 1 hari. Siang bukanlah malam dan malam bukanlah siang, namun siang dan malam adalah satu-kesatuan dari 1 Hari.
Penunjukkan kata satu-kesatuan ini pun ditunjukkan kepada satu-kesatuan dari Allah Yang Esa.
Dibawah ini ada beberapa contoh analogi /perumpamaan tentang Allah TriTunggal , namun sekali lagi saya tekankan bahwa penjelasan saya dibawah bukanlah suatu analogi yang sempurna tentang Allah TriTunggal.
Artinya penjelasan-penjelasan saya dibawah hanyalah untuk menjelaskan Allah TriTunggal dalam satu sisi atau secara satu sudut pandang saja, bukan secara keseluruhan dapat dijelaskan lewat penjelasan2 dibawah.
Ibaratkan saja , saya ingin menjelaskan kepada anda sebuah kubus (dimana ke- 6 sisinya memiliki gambar yang berbeda-beda), maka penjelasan saya dibawah hanyalah menjelaskan gambar di salah satu sisinya saja, sedangkan ke lima sisi lainya tidak dapat saya jelaskan gambarnya dari penjelasan tsb .
Jadi jika kita melihat sudut pandang dari sisi lainnya , maka jelas tidak akan bisa ketemu pemahamannya. Jika kita ingin mengetahui gambar di sisi lainnya, maka saya akan menjelaskan gambar pada sisi tsb sehingga bisa dimengerti.
Contoh 1:Misal saja ada seorang bapa dgn 2 orang anak. Bapa ini adalah seorang manusia, demikian juga kedua anaknya adalah manusia, maka mereka bertiga secara essensi adalah sama/setara yaitu sama2 manusia.
Jika sang Bapa mengutus Anaknya yg pertama untuk pergi ke suatu tempat.
Maka dalam hal mengutus ini saya katakan bahwa Bapa lebih besar dari Anak pertama, namun bukan berarti Anak tidak setara dgn Bapa (karena mereka tetap setara sebagai manusia).
Dalam contoh diatas saya ingin menjelaskan bahwa di dalam
Allah TriTunggal, walaupun ada yg mengutus dan yang diutus, namun ketiganya tetaplah setara secara essensi. (Jadi dalam contoh ini hanya utk menjelaskan hal tsb, bukan yang lain).
Jadi di dalam contoh ini hanya untuk menjelaskan bahwa Allah Bapa dan Allah Anak tetaplah setara walaupun Allah Bapa yang mengutus Allah Anak. Demikian juga Allah Bapa ,Allah Anak tetaplah setara dengan Allah Roh Kudus walaupun Allah Bapa dan Allah Anak mengutus Allah Roh Kudus.
Pada saat Yesus mengatakan bahwa “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”
bukan berarti Ia tidak mampu melakukan apapun dari diri-Nya sendiri (seperti yang ditafsir oleh orang non-kristen).
Namun ayat ini justru menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh Yesus sinkron dengan kehendak Bapa.
Justru ayat ini menunjukkan bahwa Yesus dan Bapa adalah satu karena apa yang dilakukan Yesus ,itu juga yang dikehendaki oleh Bapa.
Jika apa yang dilakukan oleh Yesus bukanlah kehendak Bapa, barulah kita boleh mengatakan bahwa Yesus tidak satu dengan Bapa (karena jika apa yang dilakukan Yesus tidaklah sinkron dgn kehendak Bapa , maka Yesus tidak satu dgn Bapa)
Jadi ayat ini justru membuktikan Allah Tritunggal, dimana kehendak Bapa adalah kehendak Anak dan kehendak Roh Kudus sehingga Ke-Tiga pribadi Allah ini sinkron dalam melakukan rencana-Nya.
Bukan sebaliknya seperti yang ditafsir oleh orang non-Kristen.
Salah satu contoh ayat bahwa Yesus mampu melakukan sesuatu :
Yohanes 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Yohanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Dan apa yang dilakukan Yesus sendiri tetap sinkron dengan kehendak Bapa-Nya
Dan jika anda mengerti bahwa Yesus adalah Sang Ahli waris, artinya Yesus adalah pemilik Sorga. Siapakah pemilik(Yang BerTahta) di Sorga??? Jawabnya adalah Allah
Yoh 1:1-14
1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaranDan jika kita membaca dari Injil Yoh 1:1-14, siapakah yang dimaksud Firman dalam ayat 1 s/d ayat 14.
jawabannya adalah Yesus, dan dalam ayat 1 dikatakan bahwa Firman itu adalah Allah.
siapa yang dimaksud IA pada ayat yang kedua , ayat ini menunjukkan Allah Yang Esa memiliki lebih dari satu pribadi.
Jawabnya tetap Yesus.
Dari ayat2 diatas apakah Yesus tidak memiliki Kuasa, Kemuliaan dan Wewenang????
Janganlah pikiran kita terkotak-kotak hanya karena melihat sisi kemanusiaan Yesus
(karena memang Firman itu telah menjadi manusia).
Namun jika kita membaca dan mencoba memahami keseluruhan isi Alkitab maka kita akan mengerti siapakah Yesus sebenarnya.
Siapakah Yesus sebenarnyaDan jangan lupa bahwa orang Kristen meyakini bahwa Yesus adalah 100% Allah dan 100% manusia, artinya pada saat kita melihat sisi kemanusiaan Yesus , orang Kristen juga menerima hal itu (seperti haus, lapar ,dsbnya).
Saya akan memberikan satu Illustrasi mengenai 100% Allah dan 100% manusia.
Namun terus terang saja illustrasi ini tidaklah sempurna utk menyatakan Yesus yg 100% Allah dan 100% manusia. Namun illustrasi ini hanyalah penjelasan dari satu sudut pandang saja.
Ada seorang Raja yang sangat berkuasa, bijaksana dan penuh kemuliaan. Namun Raja ini sangatlah rendah hati. Dan Raja ini sangat memikirkan kesejahteraan Rakyatnya. Sehingga Raja ini ingin mengetahui apakah rakyatnya benar2 sejahtera. namun Setiap kali Raja datang ke suatu tempat maka tempat itu sudah dipersiapkan oleh pejabat setempat utk menyambut sang Raja sehingga daerah tsb seakan-akan sejahtera (pada jaman sekarang spt seorang presiden datang ke suatu daerah, maka daerah itu langsung dibuat rapi dan bersih,dsb).
Dan rakyatnya yg miskinpun merasa minder jika bertemu dgn sang Raja.
Namun karena Raja ini bijaksana maka ia mengetahui hal ini, oleh karena itu agar Raja ini dapat beradaptasi dgn rakyat yang miskin maka Raja ini harus menjadi sama seperti mereka, sehingga rakyat ini tidak lagi mengenalinya sebagai seorang Raja melainkan sama seperti mereka.
Maka Raja ini dengan sukarela (aktif) meninggalkan kemewahan dan kemuliaannya utk menjadi sama spt rakyat miskin. Dan pada akhirnya Raja dapat bersama-sama dgn mereka, dan raja mengetahui siapa yang akan ditolongnya. Dan setelah misinya selesai ia kembali mengambil kembali kemewahan,kuasa dan kemuliaannya.
Dari contoh illustrasi diatas, pada saat Raja dgn sukarela menjadi spt orang miskin, apakah berarti ia bukanlah seorang raja ??
jawabannya: dia tetaplah seorang raja walaupun secara phisik spt orang miskin.
(karena dia tetap memiliki kuasa, dan kemuliaan seorang raja, walau ia dgn rendah hati tidak menggunakan kuasa dan kemuliaannya ).dan ia dgn rendah hati rela utk menjadi spt orang miskin.
Disini saya katakan bahwa Raja ini 100% adalah seorang Raja dan 100% sebagai orang miskin
Hampir mirip spt illustrasi diatas Yesus dgn rela (aktif) mengosongkan diri(Filipi 2:7).
coba anda perhatikan kata (aktif ) , disini saya ingin menyatakan bahwa Yesus yang aktif utk merendahkan diri-Nya.
Beda pemahamannya jika Yesus (pasif), artinya karena terpaksa Yesus harus menjadi rendah.
Seperti halnya seorang raja yg dgn aktif ingin menjadi spt org miskin, namun ia tetaplah seorang raja, karena memang tdk ada yg menggantikannya.
Beda halnya jika raja ini diturun tahtakan oleh seseorang sehingga menjadi orang miskin, maka raja disini bersifat pasif (dipaksa turun tahta)
Dan untuk mengerti lebih jauh tentang Allah TriTunggal maka kita pun harus mengerti karya2 Allah .
Allah TriTunggal adalah Allah Yang Esa yang memiliki 3 pribadi, dan masing2 pribadi memiliki karya/tugas-Nya yang “khusus” ,khususnya dalam karya penebusan umat manusia.
Allah Bapa adalah “perencana” utk karya penebusan ini, Allah Anak adalah “penggenap” utk karya penebusan ini, Allah RohKudus yang “mewahyukan / memberitakan” utk karya penebusan ini.
Jadi jika kita mengerti karya Allah TriTunggal ini , maka kita akan memahami doktrin ini. Allah Bapa adalah “perencana”, maka Yesus sebagai “penggenap” secara otomatis akan melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa-Nya, itulah sebabnya apa yang dilakukan Yesus selalu sinkron dgn Kehendak Bapa, karena mereka mempunyai kehendak yang sama (satu ).
Jadi Ke-tiga pribadi Allah mempunyai kehendak yang sama(sinkron) mengenai karya penebusan umat manusia. Namun di dalam tugasnya Allah Bapa sbg perencana, Allah Anak sebagai penggenap dan Allah RohKudus yang mewahyukan kebenaran ini.
Jika kita memahami hal ini maka kita tidak sulit utk mengerti ayat2 yang seakan-akan Yesus tidak setara dengan Allah.
Contoh 2:
1 manusia memiliki 3 pribadi, pribadi pertama bernama Budi, pribadi kedua bernama Hasan, pribadi ketiga bernama Dodi, maka Pribadi Budi bukanlah Pribadi Hasan, Pribadi Hasan bukanlah Pribadi Dodi dan Pribadi Dodi bukanlah Pribadi Budi, namun mereka tetap 1 orang bukan 3 orang (Biasanya dalam dunia kedokteran disebut kepribadian Ganda). Dalam hal ini kita tidak pernah mengatakan orang yang mempunyai kepribadian Ganda sebagai banyak orang melainkan tetap kita katakan 1 orang tetapi dengan pribadi lebih dari 1.
Dengan analogi/ perumpamaan diatas , kita dapat mengerti ayat2 dimana Yesus berdoa kepada Bapa di Taman Getsemani atau ayat2 dimana Yesus dibaptis terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
maka tidak sulit untuk memahami Yesus berdoa di Taman Getsemani. Karena pada saat Yesus berdoa kepada Bapa, saat itu Pribadi Kedua dari Allah TriTunggal sedang berbicara dengan Pribadi Pertama dari Allah TriTunggal. Atau pada saat Yesus dibaptis terdengar suara "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Yang berkata itu adalah Pribadi Pertama dari Allah TriTunggal.
Jika kita telah memahami Doktrin Allah TriTunggal walau tidak sempurna, maka kita dapat mengerti ayat2 di dalam Alkitab yang sekilas terlihat kontradiksi, namun sebenarnya bukan kontradiksi tetapi bersifat paradoks.
GBU
MEN_SUPERNOVA