SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Fri Jul 30, 2010 12:26 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 3 posts ] 
Author Message
 Post subject: DOA dan PUASA
PostPosted: Mon Jun 19, 2006 2:10 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
DOA dan PUASA



oleh: Ir. Herlianto, M.Th.

DOA dan PUASA saat ini makin populer di Indonesia, apalagi situasi krisis nasional yang belum terlihat kapan akan berhenti membuat kekuatiran manusia menjadi-jadi. Bagi manusia beriman, doa dan puasa makin belakangan ini makin banyak dipraktekkan dengan harapan Tuhan mendengar doa-doa mereka dan pendoa dilepaskan dari kemelut krisis itu.


TENTANG DOA

Majalah Newsweek pernah memuat artikel menarik hasil angket yang berjudul "Is God Listening?" (31 Maret 1997) dengan sub judul yang berbunyi "Banyak orang Amerika berdoa setiap hari sekalipun tidak ada yang tahu mengapa hanya beberapa yang dijawab." Hasil angket itu menarik untuk disimak, soalnya disebutkan disitu bahwa dalam doa-doa mereka yang disurvai, 82% menyebut mereka meminta kesehatan dan sukses, 75% meminta kekuatan, 73% berharap doa bisa menjawab kebutuhan mereka bila ingin mencari pekerjaan., dan 79% percaya Tuhan akan memberikan mujijat kesembuhan bila mereka berdoa. Jadi, kenyataannya doa-doa cenderung merupakan sarana "meminta-minta untuk diri sendiri." Benarkah doa-doa demikian?

Dari terang angket di atas kita dapat memastikan bahwa maraknya aktivitas dan gerakan Doa dan Puasa akhir-akhir ini di Indonesia akan lebih banyak berorientasi bagaimana pendoa bisa dilepaskan dari krisis yang berkepanjangan dan bagaimana usaha mereka bisa bangkit dan untuk berbisnis kembali. Lebih-lebih, dalam ajaran "kemakmuran" yang menekankan "berkat Tuhan sebagai bukti iman" tentu doa-doa yang tidak berkeputusan itu ditujukan bagaimana berkat itu bisa mengucur kembali kepada mereka dan tidak seperti kucuran pinjaman IMF yang diterima Indonesia yang sifatnya sedikit-demi-sedikit!

Menarik untuk dismak, mengapa masyarakat Kristen yang mulai gandrung kembali mengikuti persekutuan-persekutuan doa dan kemudian ibadat-ibadat doa, doa kuasa dan doa puasa sejak tahun 1960-an dan kini diperluas memasuki jaringan doa secara nasional, tetapi kekristenan malah makin dipersulit, gereja-gereja makin banyak dihancurkan dan banyak yang dibakar, dan bahkan ada bukit doa yang dihancurkan massa? Ada dua kemungkinan jawabannya, pertama adalah doa-doa itu begitu manjur sehingga banyak orang bertobat dan menjadi Kristen sehingga menimbulkan kemarahan pihak lain, dan kedua, mungkin doa-doa itu seperti angket Newsweek di atas cenderung berisi permintaan yang bersifat mencari selamat dan keuntungan diri sendiri tetapi kurang ditekankan dalam mengingatkan diri sendiri dan jemaat Kristen untuk bertobat dari segala dosa KKN dan menjadi "surat-surat Kristus" di tengah-tengah masyarakat.

Kelihatannya kemungkinan pertama tipis, karena dari banyak pengamatan diketahui bahwa pertambahan kwantitas pemeluk Kristen tidak berarti tetapi faktanya memang pertumbuhan jumlah gereja-gereja baru dan persekutuan-persekutuan meningkat luar biasa, jadi yang terjadi bukan pertumbuhan gereja tetapi perpindahan jemaat. Kemungkinan kedua memang lebih besar karena faktanya gerakan-gerakan doa cenderung dimotori oleh orang-orang yang berpandangan iman vertikalis (keselamatan pribadi) dan bahkan ekstatis yang cenderung mengejar kuasa (berjatuhan), mujizat (kesembuhan dan berkat) dan sensasi (tertawa-tawa & kesurupan) dalam kehidupan kristiani. Ini jelas terbukti dari dipopulerkannya "doa menuntut" (ajaran kemakmuran) yang cenderung narsistik isinya sedangkan doa penyadaran tentang dosa-dosa pendoa dan jemaat yang korup, kolusi dan nepotis jarang diucapkan!

Tepat seperti yang dikatakan nabi Yesaya bahwa:
"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga ia tidak mau mendengar, ialah segala dosamu." (Yes.59:1-2).

Tepat juga kritik Tuhan Yesus yang mengatakan:
"Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga." (Mat.7:21).

Memang tidak salah kalau doa-doa ditujukan untuk pertobatan orang lain atau suku-suku terasing, tetapi doa juga harus ditujukan untuk orang-orang yang sudah menerima firman agar mereka bertobat dan taat akan kehendak Allah yang diperintahkan dalam firmanNya. Rasul Paulus berdoa syafaat agar "doa bukan sekedar untuk mengenal Tuhan tetapi supaya kita berakar dan berdasar di dalam kasih." (Efs.1:15dst.;3:14dst.), rasul Yakobus mengingatkan bahwa "doa adalah salah kalau meminta untuk memuaskan diri" (Yak,4:3), rasul Petrus mengemukakan doa harus ditujukan untuk "hidup dalam kasih dan menjauhi dosa." (I-Pet.4:7-8), dan rasul Yohanes mengingatkan bahwa "doa kita hanya dikabulkan bila meminta sesuai dengan kehendak Tuhan." (I-Yoh.5:14).

Tuhan Yesus memberikan contoh "doa Bapa Kami" yang terkenal itu (Mat.6:9-13) yang berisi:

Pertama, pujian akan kekudusan Tuhan,
Kedua, permohonan agar kerajaannya (dengan umat yang taat) dan kehendakNya (untuk ditaati) berlaku di bumi ini.
Ketiga, permintaan akan berkat makanan yang secukupnya (bukan berkelebihan) dan agar kita diampuni dosanya (bertobat) dan agar kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita (kasih).
Keempat, permintaan agar dilepaskan dari pencobaan (seperti godaan harta, band. Mat.6:19-21) dan kejahatan (seperti KKN tentunya).
Kelima, pujian akan kuasa dan kemuliaan Tuhan.

Dari terang pembahasan di atas, jelas doa-doa tidak akan ada artinya dan tidak akan didengar Tuhan bila pendoa masih korupsi, kolusi maupun nepotis, dan tidak melakukan kehendak Allah melainkan masih melakukan dosa-dosa pribadi maupun sosial lainnya.


TENTANG PUASA

Agar doa-doa lebih mantab dan berkhasiat banyak orang cenderung berdoa dengan puasa atau melakukan "doa puasa", tetapi dengarkanlah suara nabi Yesaya mengkritik doa puasa yang hanya bersifat ritual dan lahiriah:

"Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah roti bagi orang yang lapar dan membawa kerumahmu orang miskin yang tidak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!" (Yes.58:6-7)

Jadi umat beriman tidak ada artinya kalau melakukan puasa secara lahir tetapi tidak mengasihi sesamanya, dengan kata lain tidak ada artinya berpuasa kalau ia tidak menolong sesamanya yang lapar, miskin dan telanjang. Tidak ada artinya doa puasa seorang pengembang Kristen bila ia menggusur rumah-rumah orang miskin, tidak ada artinya dan doa puasa seorang pengusaha selama ia masih menggaji buruhnya dibawah standar atau pabriknya membuang air limbahnya disungai yang mengotori tambak hidup orang lain, demikian juga tidak ada artinya doa-puasa para pengusaha yang merengut dengan berhektar-hektar lahan petani untuk bergembira ria bermain golf.

Masa kini doa-doa dan doa-doa puasa sudah dijadikan hajat nasional oleh banyak orang Kristen dan tidak sedikit sumbangan dana para konglomerat masuk dalam usaha-usaha doa dan doa-puasa demikian. Sudah tiba saatnya dalam era reformasi nasional di tanah air ini, kita meningkatkan doa-doa dan doa-puasa menjadi langkah praktis untuk juga mentobatkan para konglomerat (termasuk donor) dan mengingatkan agar mereka lepas dari yang jahat yang merupakan praktek-praktek KKN masa lalu yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
Sudah tiba saatnya jemaat, pendeta dan gereja mengingatkan diri sendiri dan gerejanya untuk kembali dengar-dengaran akan kehendak Allah dan melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari dalam kasih, kebenaran dan keadilan, karena itulah doa-doa dan doa-puasa yang sebenarnya!

Amin!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jun 19, 2006 2:40 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
http://epustaka.netfirms.com/kampus/5.html


DOA DAN PUASA - KUNCI UTAMA



1. Doa


Setelah membahas area-area utama yang harus dipersiapkan untuk mengubah kampus, kini kita harus mengerti peranan doa. Doa adalah kekuatan yang paling besar di alam semesta ini. Doa menawarkan pengharapan yang terbesar dan mencurahkan upah yang termulia bagi orang-orang yang melakukannya. Doa adalah kunci utama untuk mengubah dunia. Doa adalah suatu komunikasi dengan Allah. Lebih dari sekadar kutipan kata-kata indah, doa adalah suatu dialog intim antara Allah dan manusia. Di dalam doa, kita memuji dan menyembah Allah; kita bersyukur kepada-Nya atas segala sesuatu yang dilakukan-Nya. Kita berbicara kepada Allah untuk kepentingan orang lain, dan kita berdoa agar segala sesuatu berubah sehingga sesuai dengan kehendak-Nya. Kita dapat meminta kepada Allah hal-hal yang kita butuhkan. Doa mengarahkan setiap area pengalaman manusia. Tidak ada situasi atau orang atau masalah yang tidak dapat diubah oleh kuasa doa. Ketika Anda berdoa, sesuatu terjadi; segala sesuatu mulai bergerak.

Kita hidup di dalam dunia yang berada di tengah-tengah peperangan rohani. Iblis dan bala tentaranya berusaha habis-habisan untuk merintangi dan mencegah orang menerima kebenaran Firman Allah. "Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng" (II Kor. 10:3-4).

Untuk dapat berjuang, kita harus menyadari apa senjata yang kita miliki. Alkitab menyatakan, senjata kita bukan berupa senjata duniawi atau kekuatan manusiawi kita, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah. Doa adalah kunci utama yang dapat menjatuhkan dan meruntuhkan benteng-benteng Iblis. Mungkin Anda hanya ingin melihat teman Anda dimenangkan bagi Kristus atau suatu area kehidupan kampus diubahkan oleh pengaruh Tuhan. Anda tidak akan melihat hasil yang berarti kalau Anda tidak berdoa. Yesus berkata, "Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" (Yoh. 15:5). Doa mempersilakan Yesus bertindak di dalam kehidupan Anda. Doa akan menjadi kekuatan yang menempa suatu kerajaan baru untuk memenuhi seluruh muka bumi ini, Kerajaan Allah!

Jonathan Edwards, pengkhotbah yang penuh kuasa pada masa kebangunan rohani besar di Amerika, mengatakan, "Kalau Allah akan melakukan sesuatu yang besar bagi jemaat-Nya, Ia menghendaki agar hal itu didahului oleh suatu doa yang luar biasa oleh umat-Nya." Ada orang yang mengatakan, karena Allah itu mahakuasa, tidak perlu lagi kita berdoa karena Allah akan melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya tanpa memperhitungkan manusia. Akan tetapi, Firman Allah menegaskan, bahwa Ia menghendaki umat-Nya berdoa.


Bila Umat-Ku

Mungkin salah satu janji dalam Alkitab yang sering dikutip adalah II Tawarikh 7:13-14, "Bilamana... umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka aku akan mendengar dari surga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka."

Kita benar-benar membutuhkan pemulihan atas negeri kita. Firman Allah menyatakan, pemulihan ini akan terjadi bila kita merendahkan diri dan berdoa. Merendahkan diri berarti kita menyadari, bahwa kekuatan kita tidak memadai, otak kita tidak cukup pintar, untuk melakukan pekerjaan itu. Bukan karena usaha kita sendiri dunia ini akan berubah, namun hal itu akan terjadi melalui doa.

Saat ini salah satu kekuatan terbesar yang bekerja di kampus adalah kesombongan intelektual. Alkitab memperingatkan kita, bahwa "pengetahuan membuat orang menjadi sombong." Dengan kata lain, pengetahuan yang banyak dapat menjadikan Anda besar kepala. Bahkan di kalangan orang Kristen pun, Anda menjumpai penonjolan pengetahuan ini. Memang pengetahuan itu penting, namun Roh Allahlah yang akan mengehmbuskan kuasa ke dalam perkataan Anda dan menjadikannya hidup.

Ketika Anda berdoa, Anda mengakui kepada Allah, bahwa Anda menyadari ketidakmampuan Anda dan ketergantungan Anda pada kemampuan-Nya. Sewaktu Anda bekerja bagi Tuhan dengan bersaksi dan menyampaikan Injil melalui berbagai sarana yang akan kita bahas nanti, sadarilah bahwa doa akan mengubah keadaan.


Yesus, Teladan bagi Kita


Kalau kita melihat kepada Yesus, kita melihat contoh tentang doa. Ia terus-menerus berdoa kepada Bapa-Nya. Tidak ada secercah pun tanda yang menunjukkan, bahwa Ia bersandar kepada diri-Nya sendiri. Sebaliknya, Ia selalu bergantung kepada Allah seperti terlihat dalam kehidupan doa-Nya. "Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan" (Ibr. 5:7).

Ayat ini mengungkapkan bagaimana Yesus mengungkapkan isi hati-Nya kepada Bapa. Doa-Nya tidak dingin, kering, atau formal, melainkan suatu doa yang mengalir dari hati yang menyala-nyala dengan kasih Allah.

Perhatikanlah komitmen-Nya yang terlihat dalam ayat ini. "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana" (Mrk. 1:35). Di sini Yesus memperlihatkan kebutuhan-Nya untuk berdoa dengan bangun dan berdoa sebelum terang tanah. Demikian pula, tiap-tiap hari kehidupan kita seharusnya dimulai dengan doa. Kalau Yesus berdoa dan menerima perintah harian, demikian pula kita.

Murid-murid yang hidup bersama dengan Yesus dan mengmati Dia terus-menerus bertanya, "Tuhan, ajarlah kami berdoa..." (Luk. 11:1). Mereka tidak meminta Dia mengajarkan bagaimana berkhotbah atau melakukan mukjizat, namun mereka ingin sekali mengetahui bagaimana cara-Nya berdoa. Orang-orang yang paling dekat dengan Tuhan mengetahui apa rahasia di balik kuasa-Nya. Mereka melihat bagaimana Ia memisahkan diri-Nya untuk berdoa dan kemudian kembali dengan kuasa yang luar biasa mengalir keluar dari diri-Nya. Mereka sadar, kalau mereka mengerti bagaimana caranya berdoa, mereka akan memiliki kuasa untuk berkhotbah, menyembuhkan dan melakukan mukjizat.

Karena itu, marilah kita memahami kuasa yang terdapat dalam doa. Itulah kuasa Allah sendiri. "Doa menjangkau hal-hal yang kelihatannya mustahil dan tak terjangkau. Doa telah merebut kemenangan atas api, udara, bumi dan air. Doa membuka Laut Merah. Doa memancarkan air dari batu karang dan menurunkan roti dari surga. Doa membuat matahari berhenti beredar. Doa menyalakan api dari langit membakar korban Elia. Doa menyembuhkan orang sakit. Doa membangkitkan orang mati. Doa telah membawa pertobatan sekian banyak jiwa."1


Rumah Doa


"Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulai mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: 'Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun'" (Luk. 19:45-46). Bait Allah telah menjadi pusat kegiatan tempat banyak orang sibuk berjual-beli hewan-hewan korban yang hendak dipersembahkan kepada Allah. Namun Yesus masuk ke sana dan mengusir mereka semua serta menyatakan tempat itu sebagai rumah doa. Mirip sekali dengan gereja pada masa sekarang. Banyak sekali kegiatan yang baik, namun tidak ada doa. Karena tidak adanya doa ini, hanya terjadi sedikit pertumbuhan, sedikit kuasa, dan sedikit kekudusan. Akan tetapi, Yesus akan memiliki jemaat yang berdoa. Dan jemaat yang berdoalah yang akan menaklukkan kampus-kampus ke bawah kaki Yesus.

Karena itu, marilah kita mempelajari doa. Namun, yang lebih utama, marilah kita berdoa. Berhentilah sejenak sekarang juga dan berbicaralah kepada Allah dalam doa. Sewaktu Anda berdoa, berjanjilah untuk melakukan hal-hal yang Anda pelajari ini untuk kemuliaan Allah!


Prinsip-prinsip Doa


Kalau kita berdoa, ada prinsip-prinsip yang membuat doa kita berhasil. Prinsip yang mendasarinya adalah prinsip kekudusan. "Sebba mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan (doa) mereka..." (I Ptr. 3:12).

Hidup benar dan tidak bercela memberi Anda kehormatan untuk datang ke hadirat Allah yang kudus. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu" (Mzm. 24:3-4). Sebagai murid Tuhan yang telah menyerahkan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus, Anda dapat memastikan, bahwa Allah mendengar dan menjawab doa Anda.


Ada prinsip-prinsip lain yang akan kita bahas dalam mempelajari doa yang efektif ini.


1. Doa harus sesuai dengan Firman Allah.

"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya" (Yoh. 15:7). Kalau Firman Allah memenuhi hati kita, doa kita akan mengalir keluar dari pengertian kita akan janji-janji-Nya.

"Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya" (I Yoh. 5:14-15). Kehendak Allah dinyatakan dalam Firman-Nya. Kalau kita meminta sesuai dengan Firman-Nya, kita dapat memastikan, bahwa Ia mendengarkan kita, dan kita akan menerima jawaban doa kita.

Kalau kita mempelajari Firman Allah dan menyimpannya di dalam hati kita, kita dapat menyampaikan kembali Firman Allah kepada-Nya melalui doa-doa kita. Karena janji Allah tidak pernah kembali dengan sia-sia (Yes. 55:11), kita dapat dengan berani berdiri di atas Firman-Nya. Lebih jauh lagi, kita harus memastikan, bahwa doa kita sesuai dengan Firman-Nya dan bukan suatu penyimpangan terhadap kehendak Allah yang sudah dinyatakan di dalam Kitab Suci.


2. Doa harus terarah dan spesifik.

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiaporang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang daripadamu yang memberi batu kepada anaknbya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga, Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya" (Mat. 7:7-11).

Yang pertama sekali, Anda harus meminta. Apapun kebutuhan Anda, mintalah. Dikatakan, kalau Anda meminta ikam kepada Bapa Anda, Ia tidak akan memberikan ular. Apa yang diberikan-Nya? Tentu saja seekor ikan! Ketika Anda berdoa, Anda harus menyebutkan nama-nama orang yang Anda doakan atau hal-hal spesifik yang Anda butuhkan. Kalau Anda membutuhkan pertolongan keuangan, mintalah pada Tuhan dengan menyebutkan jumlah yang tepat.

Dr. Cho, pendeta Korea yang memimpin gereja terbesar di dunia - sekarang beranggota 500.000 lebih - menceritakan, bagaimana pada awal pelayanannya ia berdoa meminta sepeda dan kursi. Sewaktu iaterus berdoa, Tuhan menyatakan, bahwa Ia belum cukup spesifik. Maka ia pun mulai berdoa lebih spesifik lagi. Ia meminta sepeda Amerika dan kursi mahoni Filipina. Tidak lama kemudian, kedua benda itu menjadi miliknya.

Allah menghendaki kita menerima. Sering orang memandang doa seperti mesin judi. Mereka harus banyak "menembak", namun hanya sedikit yang kena. Yesus mengatakan, "Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah suka citamu" (Yoh. 16:24).

Kalau doa Anda terjawab, Anda akan mendapatkan suka cita yang besar. Allah tidak menghendaki hanya sedikit anak-anaknya yang penuh dengan suka cita. Ia menginginkan setiap anak-Nya penuh dengan suka cita. Itulah sebabnya Ia menjanjikan, "... setiap orang yang meminta, menerima..." (Mat. 7:8).


3. Berdoa dalam nama Yesus.

"Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya" (Yoh. 14:13-14). "Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah suka citamu" (Yoh. 16:23-24).

Allah telah menanamkan segala kuasa di surga dan di bumi di dalam nama Yesus. Ketika kita dilahirkan kembali, kita diberi hak untuk menggunakan nama Yesus dalam doa. Dengan nama-Nya kita dapat menghampiri hadirat Allah dengan penuh keberanian dan kita akan didengar.


4. Berdoa dengan iman.

"Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya" (Mat. 21:22).

Iman mendapatkan jawabannya sebelum hal itu terlihat oleh mata jasmani. Ketika kita berdoa sesuai dengan kehendak Allah di dalam nama Yesus, kita dapat mengharapkan datangnya jawaban. Amplified Bible mengatakan dalam Ibrani 11:1, bahwa iman adalah "surat bukti hak milik" hal-hal yang kita harapkan.

Ketika Anda berdoa dengan iman, Anda menerima surat bukti hak milik hal-hal yang Anda inginkan. Karena itu, entah Anda melihatnya atau tidak, Hal itu milik Anda. Hal itu bukan menjadi milik Anda sewaktu Anda menerimanya, namun sewaktu Anda menerima surat bukti hak milik dari Allah dalam doa. "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu" (Mrk. 11:24).


5. Berdoa dengan tekun.

"Doa orang benar, bila dengan tekun didoakan, sangat besar kuasanya" (Yak. 5:16, NASB). Anda harus berdoa dengan segenap hati. Dengan bertekun, Anda memperlihatkan kalau Anda bersungguh-sungguh.

Perhatikanlah Kisah Para Rasul 12:5, "Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah." Petrus dituntun keluar oleh seorang malaikat yang datang menolongnya sebagai jawaban bagi "ketekunan" doa umat Allah.


6. Anda harus memiliki motivasi yang benar.

"Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yak. 4:3).

Penting bagi Anda untuk tidak meminta sesuatu dengan alasan yang salah. Berdoa agar orang-orang memperhatikan Anda atau meminta berkat-berkat materiil untuk kesenangan Anda sendiri sama saja dengan menyalahgunakan kehormatan untuk berdoa.
Kita harus terus-menerus memeriksa motivasi kita dalam berdoa. Sekalipun kita berdoa agar orang-orang diselamatkan dan kampus kita berubah, kiranya hal itu hanya demi kemuliaan Allah!


7. Anda harus bertahan.

Perhatikanlah pengajaran yang disampaikan Yesus kepada murid-murid-Nya ini. "Lalu kata-Nya kepada mereka: 'Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke ruman seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu" (Luk. 11:5-9).

Pesan yang jelas dalam perumpamaan ini adalah ketahanan. Allah mengatakan, kita harus terus meminta dan mengetuk, maka kita akan menerima. Jangan patah semangat kalau jawabannya tidak terjadi dengan segera. Kalau Anda tahu, bahwa Anda berdoa sesuai dengan kehendak Allah dan dengan motivasi yang benar, Anda dapat bertahan dan tidak menyerah.


8. Pahamilah berbagai jenis doa.

"Dalam segala doa dan permohonan. Berdolah setiap waktu di dalam Roh..." (Ef. 6:18).

Kita harus menyadari berbagai jenis doa yang disebutkan dalam Alkitab dan mengetahui di mana dan bagaimana jenis-jenis itu digunakan. Berikut ini enam jenis doa utama yang dapat digunakan oleh orang Kristen.


a. Syafaat.

Ini berarti berdoa untuk orang lain atau sesuatu yang bukan kebutuhan Anda. Ketika Anda bersyafaat bagi kampus Anda, Anda sebenaranya berdiri di tengah kesenjangan demi keselamatannya. "Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang" (I Tim. 2:1).

Doa syafaat dapat dinaikkan dalam bahasa akal budi sewaktu Anda berdoa, agar Tuhan mengubah kehidupan dan menyatakan pengetahuan akan kebenaran yang membawa kepada keselamatan. Syafaat juga bisa dilakukan di dalam Roh sewaktu Anda berdoa dalam bahasa roh. "... sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri bersyafaat untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Rm. 8:26, NASB).
"Ia melihat bahwa tidak seorang pun yang tampil, dan Ia tertegun karena tidak ada yang bersyafaat" (Yes. 59:16, NASB). Allah mencari orang-orang yang setia untuk menjadi pendoa syafaat dan untuk berdoa bagi negeri ini. Banyak orang yang tidak mau meluangkan waktu untuk melakukan hal ini, namun Allah dengan tegas menyatakan, tidak akan terjadi sesuatu yang berarti kalau kita tidak bersyafaat.


b. Permintaan.

Ini adalah permintaan pribadi sehubungan dengan kebutuhan hidup kita. Jangan berpikir, bahwa Allah tidak mempedulikan hal-hal kecil yang Anda butuhkan. Firman-Nya penuh dengan perintah untuk meminta.


c. Permohonan.

"Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan segala ucapan syukur" (Fil. 4:6). Permohonan kita naikkan kepada Tuhan dengan tetap tunduk kepada kehendak-Nya.

Sebelum Yesus pergi ke kayu salib, Ia pergi ke Taman Getsemani dan memohon kepada Bapa di sana. Ia meminta, agar cawan itu berlalu dari Dia, namun selanjutnya mengatakan, "... tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" (Mat. 26:39). Yesus mengajukan permintaan-Nya, namun tetap rendah hati dan patuh dengan jawaban yang diberikan Allah.


d. Doa yang penuh iman.

"Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu..." (Yak. 5:15). Doa yang penuh iman adalah pernyataan positif kepada Allah, bahwa Firman-Nya akan terjadi dalam situasi tertentu. Kalau ada orang sakit, doa yang penuh iman ini dapat menyembuhkannya.

Kita menggunakan doa yang penuh iman ini dalam mengikat dan melepaskan. "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga" (Mat. 16:19). Sering kita harus bangkit dan menyatakan pada Iblis dan bala tentaranya, bahwa mereka tidak dapat bergerak lebih jauh lagi. Anda dapat berdoa, agar pekerjaan Iblis di suatu area tertentu diikat. Bersyukurlah kepada Allah karena kita dapat dengan penuh keberanian mematahkan pekerjaan Iblis dengan mengikat bala tentaranya dan menyatakan bahwa mereka berhenti. Mungkin Iblis telah menghambat pekerjaan Allah di kampus Anda. Anda dapatmelepaskan hal-hal yang telah diikat oleh Iblis. Melalui doa yang penuh kuat kuasa ini, kita benar-benar sanggup memindahkan gunung yang mengalangi jalan kita dan melihat Kerajaan Allah datang.


e. Doa Kesepakatan.

"Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang daripadamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" (Mat. 18:19-20).

Ada kuasa dalam kesepakatan. Kita dapat bersepakat dalam doa mengenai segala sesuatu dengan saudara seiman kita, dan dengan demikian memperkuat permohonan kita. Itulah sebabnya Yakobus 5:16 mengatakan, "... hendaklah kamu... saling mendoakan...." Kalau kita saling mendoakan, kita memasuki doa kesepakatan yang menurut janji Allah akan dihormati-Nya.


f. Doa Bersama.

"Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah" (Kis. 12:5).

Di sini kita melihat seluruh jemaat berkumpul dan berdoa, agar Petrus dibebaskan. Dalam saat-saat tertentu, perlu bagi seluruh jemaat atau pelayanan untuk berkumpul berdoa bersama. Tim pelayanan Anda harus bertemu dan bersama-sama berdoa bagi kampus. Jemaat Anda harus berkumpul dan bersatu mendoakan hal-hal di masyarakat maupun di kampus. Kita mempunyai kuasa untuk menentukan sejarah dengan doa bersama ini. Seperti dalam doa kesepakatan, kita kita berkumpul dengan satu pikiran untuk berperang melawan kekuatan Iblis, kita tidak akan gagal.


Manfaat-manfaat Doa


Seperti telah Anda lihat, ada kuasa yang luar biasa dan kemungkinan yang ajaib dalam doa. Jangan kita bermalas-malasan. Sebaliknya, kita harus bangkit menanggapi tantangan untuk menyatakan berkat-berkat Allah melalui doa. Kalau kita mempelajari Firman Allah, ada hasil-hasil yang nyata sewaktu orang berdoa. Berikut ini beberapa manfaat doa yang paling menonjol.


1. Kebangunan rohani.

"Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu" (II Tes. 3:1).

"Doa, sejajar dengan kebenaran, merupakan mata rantai yang sangat pokok untuk mendatangkan kebangunan rohani. Ada orang yang dengan begitu bersemangat menggunakan kebenaran untuk membawa orang kepada pertobatan, namun kurang sekali menekankan pentingnya doa. Mereka berkhotbah, menginjil dan menyebarkan traktat dengan penuh gairah, namun kemudia bertanya-tanya, mengapa sangat sedikit hasilnya. Alasannya tidak lain karena mereka lupa menggunakan sisi lain sarana penginjilan, yaitu doa yang tekun."2

Pernah terjadi kebangunan rohani tanpa ada khotbah yang luar biasa, namun tidak pernah terjadi kebangunan rohani tanpa doa yang luar biasa.


2. Pekerja-pekerja dikirimkan untuk tuaian.

"Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: 'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu" (Mat. 9:37-38).

Sewaktu Anda berdoa, Allah berjanji akan mengirimkan sumber daya manusia yang diperlukan untuk pergi dan menuai tuaian. Melalui doa, Anda akan memenangkan jiwa sewaktu Allah mengirimkan Anda ke tengah ladang yang telah matang untuk dituai.


3. Hubungan pribadi Anda dengan Allah akan bertumbuh.

Hal ini jelas sudah; sewaktu Anda meluangkan waktu dalam doa, Anda akan semakin mengenal Allah.


4. Anda akan lebih memahami Kitab Suci.

"Akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar" (Ef. 1:16-17).

Paulus berdoa, agar orang-orang kudus menerima wahyu untuk mengenal Allah. Melalui doa, Roh Kudus membukakan mata Anda untuk mencerna dan memahami Firman Allah.


5. Kemurahan hati.

"... Ia akan menyelamatkan kami lagi, karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami" (II Kor. 1:10-11).

Doa mendatangkan kemurahan hati bagi kehidupan dan pelayanan Anda. Mendapatkan kemurahan hati dari orang lain untuk melakukan pekerjaan Allah di kampus kita adalah penting. Kita memang tidak berusaha menyenangkan manusia, namun kita tetap percaya, bahwa Allah akan memberikan kemurahan hati kepada kita untuk menyelesaikan rencana-Nya.


6. Pintu yang terbuka.

"Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara..." (Kol. 4:2-3).

Doa membukakan pintu kesempatan untuk menyampaikan Firman Allah dan memulai penjangkauan yang baru.


7. Hikmat.

"Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya" (Yak. 1:5).

Sewaktu berdoa, kita menerima pengarahan dan pengertia mengenai apa yang harus kita lakukan dalam keadaan yang sulit. Kalau Anda berdoa meminta hikmat, Allah berjanji akan memberikannya dengan murah hati. Hikmat dinyatakan dalam Amsal sebagai prinsip yang bermanfaat untuk hidup sukses. Dengan catu hikmat yang berlimpah-limpah, tidak mungkin terjadi kegagalan dalam kehidupan Anda!


8. Hati yang tenang.

"Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan segala ucapan syukur" (Fil. 4:6).

Melalui doa, Anda sebenarnya menjaga hati Anda dari tekanan dunia ini. Tidak diragukan lagi, bahwa kekhawatiran dunia ini dapat mengganggu kehidupan Anda dengan Allah. Kalau Anda mengembangkan kehidupan doa Anda, Anda akan tetap merasakan damai sejahtera dalam keadaan apapun.


9. Kesembuhan dan mukjizat.

"Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia" (Kis. 28:8).

Kuasa Allah dinyatakan melalui doa untuk menyembuhkan orang yang sakit. Sepanjang Perjanjian Baru, Anda menjumpai orang-orang yang disembuhkan melalui doa. Mukjizat juga terjadi setelah berdoa. Yesus berdoa sebelum Ia melipatgandakan roti dan ikan untuk memberi makan 5.000 orang. Sewaktu Ia berdiri di depan kubur Lazarus, Ia menengadah ke atas dan berdoa (Yoh. 11:41-42). Hasilnya, Lazarus dibangkitkan dari antara orang mati. Kalau kita berdoa, mukjizat yang luar biasa dapat terjadi.


10. Kemenangan dalam peperangan rohani.

"Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara" (Ef. 6:12).

Persoalan kita kadang-kadang kelihatan seperti berupa perjuangan melawan orang-orang lain, namun Alkitab mengatakan, perjuangan kita bukan melawan darah dan daging. Perjuangan kita melawan kekuatan Iblis. Kalau kita berdoa dan berpuasa (akan dibahas lebih rinci lagi dalam bab ini), kita akan sanggup mengikat pasukan Iblis agar tidak bergerak, atau kita sanggup melepaskan mereka dari situasi yang mempengaruhi mereka.


Doa Harian Minimal Satu Jam


"... Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah" (Mat. 26:40-41).

Yang diperlukan adalah suatu model untuk diikuti. Setiap orang ingin berdoa, namun gagal karena mereka tidak mengerti bentuk doa yang dapat mereka contoh. Itulah sebabnya murid-murid Yesus meminta kepada-Nya, "... Tuhan, ajarlah kami berdoa..." (Luk. 11:1). Ia menjawabnya dengan mengajari mereka apa yang kemudian dikenal sebagai Doa Bapa Kami.

"Bapa kami yang di surga,Dikuduskanlah nama-Mu,Datanglah Kerajaan-Mu,Jadilah kehendak-Mu,Di bumi seperti di surga.Berikanlah kami pada hari iniMakanan kami yang secukupnyaDan ampunilah kami akan kesalahan kami,Seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,Tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat.(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasadan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin)"(Matius 9:9-13).

Dr. Larry Lea, gembala Church on the Rock di Rockwall, Texas, mengajarkan, bahwa setiap pernyataan dalam doa di atas sebenarnya adalah suatu pokok doa yang dapat dikembangkan. Waktu doa kita dapat terdiri atas hal-hal berikut ini:

Pujian: "Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu."

Pada langkah pertama, kita memuji Allah atas siapa Dia dan apa yang telah dilakukan-Nya, dan kita mengagungkan nama-Nya yang ajaib.

Penyerahan Diri: "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga."

Kita menyerahkan diri kita untuk melayani Kerajaan-Nya dan berdoa, agar kehendak-Nya terjadi dalam kehidupan keluarga kita, jemaat kita, dan bangsa kita, serta di dalam kehidupan kita sendiri.

Permohonan: "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya."

Setiap hari kita dapat meminta Allah untuk memenuhi kebutuhan keuangan kita secara spesifik.

Pengampunan: "Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami."

Kita berdoa meminta pengampunan bagi diri kita sendiri dan meminta Allah mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Kita benar-benar dapat berdoa untuk hidup dalam roh pengampunan sepanjang hari.

Perlindungan: "Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat."

Sangat penting bagi kita untuk setiap hari berdoa, agar dilepaskan dari muslihat dan siasat Iblis. Kita dapat memperoleh perlindungan melalui doa kita. Mazmur 91 selalu menjadi sumber kekuatan bagi saya setiap kali saya berdoa, agar dilepaskan dari yang jahat.

Kembali pada Pujian: "Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya."

Doa kita seharusnya dibuka dan ditutup dengan pujian. Kita mengagungkan Tuhan dan memuji Dia karena kuat kuasa-Nya. Kita menyadari, bahwa segala sesuatu yang kita doakan adalah untuk membangun Kerajaan-Nya, dengan kuasa-Nya, dan untuk kemuliaan-Nya.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jun 19, 2006 2:44 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
2. Puasa



Pentingkah Puasa Itu?

"Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa" (Mat. 17:21).
Ada saatnya Anda menghadapi situasi yang tidak akan berubah kalau Anda tidak menghadapinya dengan berdoa dan sekaligus berpuasa. Puasa terjadi sewaktu Anda tidak makan untuk kurun waktu tertentu dan menghabiskan waktu Anda bersama Tuhan dalam doa.

Telah terjadi banyak kemenangan yang gilang-gemilang melalui puasa dan doa ini. Di seluruh Alkitab, Anda dapat melihat orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan yang luar biasa ini.

• Musa: Ia berpuasa selama empat puluh hari dua kali. (Catatan: Sangat penting bagi Anda untuk mengikuti tata cara puasa yang akan disajikan secara ringkas dalam bab ini. Jangan sekali-kali berpuasa lebih dari tujuh hari tanpa pengawasan.)
• Daud: Raja Daud bersaksi, "Lututku melentuk oleh sebab berpuasa..." (Mzm. 109:24).
• Yohanes Pembaptis: Orang-orang agamawi menyebutnya kerasukan setan karena ia tidak makan dan tidak minum.
• Yesus: Anak Allah berpuasa selama empat puluh hari untuk mengawali pelayanan-Nya.
• Paulus: Rasul besar bagi jemaat ini menyatakan, "kerapkali aku berpuasa" (II Kor. 11:27).
• Setiap manusia Allah yang luar biasa dan setiap pergerakan Allah yang luar biasa selalu terlahir dalam sayap doa dan puasa."3

Kalau Yesus Kristus dan pahlawan-pahlawan rohani dalam Alkitab perlu berpuasa, tentunya kita juga harus mempraktikkannya dalam kehidupan kita kalau kita ingin mengubah sesuatu di dunia ini.


Perut sebagai Tuhan?


"... banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka..." (Fil. 3:18-19).
Salah satu keinginan terbesar dalam hidup ini adalh keinginan untuk makan. Sungguh menarik kalau kita duduk dan menghitung-hitung berapa banyak waktu yang kita gunakan setiap hari untuk berpikir tentang makanan, bepergian ke restoran dan toko, serta waktu untuk menikmati makanan itu sendiri. Jangan salah tanggap; saya suka makan, namun hendaknya tidak ada satu hal pun yang menguasai kehidupan Anda selain Yesus.

Dengan demikian, puasa menghentikan keinginan jasmani yang begitu kuat akan makanan dan membiarkan suara Roh menjadi lebih keras daripada suara daging (Gal. 5:16-17).


Manfaat-manfaat Puasa


Firman Allah menjanjikan banyak berkat yang tersedia melalui waktu-waktu doa dan puasa kita. Berikut ini beberapa manfaat utama puasa.


1. Kuasa Rohani

Seperti disebutkan tadi, Yesus mengawali pelayanan-Nya dengan berpuasa empat puluh hari di padang gurun. Lukas 4:1-2 mengatakan, Ia memulai puasa-Nya "penuh dengan Roh Kudus". Nah, perhatikanlah, setelah Ia berpuasa, dikatakan, "Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea" (Luk. 4:14). Puasa meningkatkan kuasa rohani dalam kehidupan Anda untuk melakukan perbuatan-perbuatan besar yang dikehendaki Allah untuk Anda lakukan bagi Kerajaan-Nya.


2. Pengarahan dalam Hidup

Ketika Anda berpuasa, Allah akan menyatakan hal-hal yang berkenaan dengan masa depan dan memberi Anda jawaban untuk mengambil keputusan-keputusan penting.

Perhatikanlah dalam kehidupan Paulus bagaimana puasa memainkan peranan yang penting dalam dia menerima pengarahan dari Tuhan. "Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: 'Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka'" (Kis. 13:2). Sewaktu mereka berpuasa, Roh Kudus menyampaikan arah yang jelas bagi kehidupan Paulus. Anda harus membiasakan diri untuk berpuasa dan berdoa sebelum mengambil keputusan yang penting.


3. Pertumbuhan Gereja yang Dinamis

Dr. Paul Cho memiliki gereja yang beranggota 500.000 jiwa di Seoul, Korea. Gerejanya bertumbuh rata-rata 10.000 anggota baru tiap bulan. Ia menghubungkan keberhasilannya dengan puasa dan doa. Gerejanya membeli sebuah bukit di Korea dan membangun gua-gua kecil di sana, sehingga anggota jemaatnya dapat berdoa dan berpuasa. Kalau Anda berpuasa dan berdoa, Anda akan melihatkeselamatan terjadi di kampus Anda.


4. Kelepasan dari Belenggu Rohani

"Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya Engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk" (Yes. 58:6).

Puasa melepaskan cengkeraman Iblis atas kehidupan Anda dan atas kehidupan orang-orang yang Anda doakan pada saat berpuasa. Kebiasaan dosa yang terus mengganggu kehidupan Anda dapat dilenyapkan melalui puasa dan doa. Benteng-benteng di kota Anda yang merintangi pekerjaan Allah juga dapat diruntuhkan. Allah berjanji, puasa Anda akan mematahkan setiap kuk dan memerdekakan orang-orang yang teraniaya!

Inilah yang diajarkan Yesus dalam Matius 17:14-21 ketika Ia menyembuhkan anak yang kerasukan setan. Murid-murid yang gagal menolong anak muda itu bertanya kepada Yesus, mengapa mereka tidak berhasil. Yesus menjawab, "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa" (ayat 21). Ketika Yesus mendatangi anak itu, Ia tidak pulang ke rumah dan mulai berpuasa. Ia telah berpuasa dan telah siap untuk mengatasi masalah itu dan meraih kemenangan.


5. Menolong Orang Murtad Kembali Bertobat

"'Tetapi sekarang juga,' demikianlah firman Tuhan, 'berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh'" (Yl. 2:12).

Melalui puasa, Anda dapat melihat hati yang beku terhadap Allah mencair dan hasratnya kembali tersulut merindukan hal-hal Kerajaan Allah.


6. Mencurahkan Kemurahan

Bacalah Yoel 2:15-19. Allah berjanji untuk menghapuskan cela dari umat-Nya bila kita "mengadakan puasa yang kudus." Ia mengatakan, kita tidak akan menjadi sindiran di antara bangsa-bangsa. Salah satu senjata terbesar Iblis adalah menyebarluaskan dusta dan konsep yang keliru tentang pekerjaan Allah di kampus. Melalui puasa, Allah berjanji untuk menghapuskan semua cela dan memberikan kemurahan yang diperlukan untuk menjalankan pelayanan yang berhasil.


7. Memperbarui Kesehatan Jasmani

Manfaat ini juga penting. Begitu banyak orang yang makan melebihi kebutuhan tubuh mereka. Akibatnya yang jelas adalah kegemukan dengan akibat jangka panjang seperti penyakit jantung dan penyakit-penyakit lain yang mengerikan. Berpuasa secara teratur akan memurnikan aliran darah kita dan membersihkan tubuh, sehingga dapat berfungsi tanpa terkena penyakit.

Kalau Anda berpuasa, Anda akan mendapatkan kekuatan dan semangat yang baru. Pikiran Anda menjadi jernih, dan Anda mendapati diri Anda bangun bagi dan siap untuk menjalani kehidupan ini sepenuh-penuhnya.


Bagaimana Anda Berpuasa?

Anda perlu memahami prinsip-prinsip puasa, agar dapat merealisasikan manfaatnya dalam kehidupan Anda. Kita akan membahas dua aspek puasa: aturan rohani dan aturan jasmani.


Aturan Rohani


1. Tentukan tujuan Anda berpuasa!

Hal ini sangat penting karena Anda tentu mau puasa Anda mencapai suatu tujuan. Puasa dapat dilakukan secara pribadi atau bersama-sama. Dalam Alkitab, ada saatnya puasa itu diumumkan dan setiap orang terlibat. Tim pelayanan Anda dapat berpuasa bersama untuk melihat kebangunan rohani melanda kampus.

Secara pribadi, Anda dapat berpuasa untuk melihat terjadinya suatu terobosan dalam kehidupan rohani Anda. Apapun alasan Anda berpuasa, puasa akan membangkitkan kekuatan Anda sewaktu Anda menyatakan tujuan puasa itu.


2. Berpuasa secara tersembunyi

"Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat yang tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu" (Mat. 6:17-18).

Meskipun ada saat-saat tertentu, seperti dalam puasa bersama, orang lain akan mengetahui kalau Anda sedang berpuasa, Anda harus membiasakan puasa itu sebagai perkara antara Anda dan Allah saja. Ingatlah, Allah melihat hati Anda dan mengerti motivasi Anda yang sesungguhnya. Kalau ada orang yang mengetahui Anda sedang berpuasa, hal itu tidak akan membatalkan pengaruh positif puasa. Namun kalau Anda bermotivasi untuk memperlihatkannya pada orang lain, sehingga mereka memandang Anda benar-benar "rohani", hal itu dapat meniadakan berkat-berkat puasa.


3. Lepaskanlah iman Anda.

Anda harus percaya, bahwa tujuan yang Anda tetapkan dengan berpuasa pasti akan terjadi. Allah berjanji dalam Matius 6:18, bahwa Ia akan membalasnya kepada Anda.


4. Luangkan waktu untuk membaca Firman Tuhan sebagai ganti makan.

"... Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Mat. 4:4).

Roh Anda akan dibangun bila Anda memakan firman Allah. Banyak orang memuasakan manusia batiniah mereka dan hanya memberinya makan seminggu sekali. Kita perlu memuasakan manusia lahiriah kita dan membiarkan manusia batiniah kita berpesta!


Aturan Jasmani


1. Bacalah buku.

Sangat mudah untuk mendapatkan informasi mengenai puasa. Ada banyak buku/ literature ttg hal tsb.


2. Bijaklah, dan mulailah pelan-pelan.

Jangan mencoba-coba berpuasa seminggu kalau Anda belum pernah berpuasa. Anda dapat memulainya dengan berpuasa satu kali makan. Mungkin Anda ingin memulai dengan puasa dua puluh empat jam. Secara umum, jangan berpuasa lebih dari tujuh hari tanpa pengawasan. Artinya, Anda harus berkonsultasi dengan orang-orang yang berpengalaman dalam bidang ini, untuk mendapatkan nasihat dari mereka. Kalau kebetulan Anda tengah dalam pengobatan, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum berpuasa.


3. Siapkanlah tubuh Anda.

Biasanya, kalau berpuasa, Anda mungkin mengalami pening atau perasaan tidak enak lainnya. Kebanyakan hal ini terjadi karena tubuh Anda melepaskan zat-zat sisa yang beracun yang telah tersimpan dalam tubuh.

Kalau Anda sering minum kopi atau teh (atau minuman ringan berkafein), Anda mungkin akan mengalami pening yang tidak mengenakkan. Anda dapat mempersiapkan tubuh Anda untuk berpuasa dengan mengurangi kafein dan gula dari diet Anda setidaknya dua hari sebelumnya. Memakan banyak buah-buahan dan sayur-sayuran juga akan membantu mempersiapkan pembersihan sistem tubuh Anda sewaktu Anda berpuasa. Jangan makan besar tepat sebelum Anda berpuasa. Akan terasa sulit jadinya. Saya senang makan buah-buahan dan syur-sayuran sehari sebelum berpuasa dan menikmati makanan terakhir yang "ringan-ringan".


4. Minum air.

Air adalah bahan yang vital untuk kesehatan Anda. Anda perlu minum air sebanyak-banyaknya, entah Anda berpuasa atau tidak. Air murni akan membantu membersihkan sistem tubuh Anda dan menjaganya tetap segar. Ketika Anda berpuasa, saya menyarankan Anda untuk minum air suling (air murni) sebanyak mungkin.


5. Jangan terbawa perasaan.

Jangan dipimpin oleh perihnya rasa lapar. Anda tidak akan mati kelaparan kalau berpuasa satu hari. Sering saya mendengar orang mengatakan, bahwa mereka berpuasa, namun sellau "merasa dipimpin" untuk berbuka secepatnya. Tentu saja, tubuh Anda akan mendorong Anda untuk makan. Sebenarnya, tubuh Anda tersiksa karena Anda berhenti mendengarnya dan mulai mendengarkan roh Anda. Kalau Anda merasa ingin makan selama berpuasa, mulai saja mengakui hal-hal besar yang akan terjadi melalui puasa itu dan jangan biarkan Iblis atau daging Anda merampasi berkat-berkat Anda.


6. Berbukalah secara benar.

Setelah berpuasa, ada kecenderungan untuk merasa, bahwa Anda perlu mengganti jatah makanan yang dilewatkan selama berpuasa. Kalau Anda berbuka, lakukanlah secara pelan-pelan. Sangat bagus kalau Anda memulainya dengan menikmati salad atau mungkin sup. Jangan berlebih-lebihan, atau Anda malahakan merusakkan manfaat positif puasa bagi tubuh jasmani Anda.


7. Berpuasalah secara teratur.

Menurut pengalaman saya, semakin sering Anda berpuasa, semakin mudah jadinya. Anda mungkin ingin berpuasa sekali seminggu. Menetapkan hari akan memudahkan Anda merencanakan hal-hal yang akan Anda lakukan di sekitar waktu doa dan puasa. Entah seberapa sering Anda berpuasa, Anda akan melihat dunia di sekitar Anda akan berubah sewaktu Anda menetapkan puasa sebagai bagian dari kehidupan Anda.


Kesimpulan

Doa adalah mata rantai penting dalam persiapan kita untuk mengubah kampus. Sewaktu kita berdoa, kita mengambil kuasa Allah ke dalam kehidupan kita. Doa adalah komunikasi dengan Bapa di surga. Puasa juga perlu untuk menunjang doa-doa kita. Melalui doa dan puasa, kita akan dapat menjarah bala kegelapan dan melihat "... Kerajaan-kerajaan dunia ini menjadi Kerajaan Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya" (Why. 11:15, KJV).


CATATAN KAKI:

1. Dick Eastman, The Hour That Changes the World (Grand Rapids, MI: Baker Bool House, 1978), h. 19.2. Charles G. Finney, Revival Lectures (Minneapolis, MN: Bethany House Publishers), h. 47-50.3. Pratney, h. 318.4. Charles Finney dalam Pratney, h. 318.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 3 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman