SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Fri Jul 30, 2010 12:37 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 2 posts ] 
Author Message
 Post subject: DENOMINASI
PostPosted: Sun Jun 18, 2006 11:10 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
DENOMINASI


TANYA :

Bagaimana tanggapan ada dengan adanya berbagai-bagai Aliran dan Denominasi; bahkan ada Gereja dan Denominasi yang mengatakan bahwa kelompoknyalah sendiri yang paling benar.



JAWAB :


Adanya pengelompokan-pengelompokan adalah sesuatu yang manusiawi (1 Korintus 3:4). Manusia merasa nyaman berkumpul dengan orang-orang yang homogen dengan dirinya atau yang mungkin 'sepaham' , 'sewarna' dan sebagainya. Kitapun tidak akan pernah bisa 'menyatukan' umat Kristiani dalam artian menjadi ‘seonggok batu’ yang tak terpisahkan. Maka saya memandang adanya pengelompokkan ini adalah sesuatu yang lazim terjadi dalam kehidupan.

Mengapa harus satu golongan?, Alkitab sendiri mencatat ada penggolongan-penggolongan, paling tidak dalam 1 Korintus 1:12 kita temui ada 3 golongan. Dari sini saja kita sudah mengenal adanya denominasi. Kata dominasi dari kata latin 'denominare', to give a specific name "memberi nama".


Adanya pengelompokkan ini telah menimbulkan masalah di dalam Jemaat Kristus sejak abad pertama. Paham denominasi telah ada di antara murid-murid Yesus:


* 1 Korintus 1:12-13
1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus .
1:13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?



Bisakah diartikan dalam ayat diatas ini bahwa "golongan 'Kefas' lah yang paling benar?"; atau "golongan 'Paulus' lah yang paling benar?" atau juga "golongan 'Apolos' lah yang paling benar?". Toh semuanya dibabtis dalam nama yang sesuai dengan rumusan babtisan yang ditetapkan oleh Yesus Kristus dalam Matius 28:19.

Paulus membahas suatu pertikaian dalam Jemaat di Korintus. Dan Paulus memaksudkan bahwa individualisme berkembang luas ketika masing-masing anggota mengikat dirinya pada orang tertentu (dalam hal ini adalah Paulus; Kefas; dan Apolos). Gejala yang berkembang pada masa lalu ini, juga kita jumpai sampai dengan masa kini, bukan?

Adanya pemisahan menjadi golongan-golongan yang berbeda adalah hal yang manusiawi. Tidaklah terlalu sulit merekonstruksikan ketiga "kelompok (denominasi)";
Mereka yang mengatakan "Aku dari golongan Paulus" barangkali adalah jemaat yang tetap setia kepada Paulus, dan yang barangkali melihat bahwa kewibawaannya dipertanyakan oleh mereka yang mengklaim golongan Apolos ataupun Kefas sebagai tokoh pemimpin mereka. Mereka yang mengatakan "Aku dari golongan Apolos" mengakui memiliki kesetiaan khusus pada Apolos yang juga pernah menjadi pengkabar Injil di Korintus. Ada pula yang mengatakan "Aku dari golongan Kefas" adalah kelompok pengikut Petrus, yang memberi gambaran bahwa mungkin sekali Petrus juga pernah datang ke Korintus sehingga mereka mengenal Petrus dengan nama Aramaicnya yaitu "Kefas". Kemungkinan sebagian orang memandangnya adalah 'rasul utama' dengan merujuk Matius 16:13-19 sebagaimana saudara-saudara kita dari kalangan Katolik. Namun apakah golongan Kefas ini diperbolehkan merasa dirinya yang terunggul?

Perpecahan terjadi karena para pemimpin dalam jemaat mulai berkembang; beberapa anggota gereja mulai lebih lekat kepada para-pelayan Injil tertentu daripada dengan Injil-nya sendiri. Paulus menyalahkan sikap ini, sambil mengingatkan mereka bahwa baik dia maupun orang lain tidak disalibkan demi mereka. Kesalahan yang sama terdapat dalam gereja masa kini.

Beberapa orang percaya menjadi lebih lekat dengan seorang gembala atau penginjil daripada dengan Kristus dan firman-Nya sendiri. Hal inilah yang dapat menyebabkan mereka mengkhianati prinsip Kristen, bahkan dapat memecah-belah jemaat. Kita harus selalu berhati-hati untuk memusatkan kasih dan kesetiaan kita kepada Allah dan firman-Nya, bukan pada pelayan Injil atau siapapun juga.

Pengajaran sesungguhnya yang ingin disampaikan oleh Paulus adalah makna dari frasa terakhir yaitu "Aku dari golongan Kristus". Bagaimana kita menjelaskan kelompok Kristus ini? Penggolongan memang telah terjadi, namun kesemuanya adalah murid Kristus, mereka semuanya mengklaim memiliki komunikasi langsung dengan Kristus dan menjadi milik Kristus; maka, apa yang harus dipermasalahkan?.

Dalam 1 Korintus 3:23 kembali Paulus menegaskan “Engkau adalah milik Kristus” ini bukan sekedar slogan melainkan kebenaran, dan ini sekaligus memberikan penekanan bahwa pengakuan manusia, rasa loyalitas terhadap seorang Rasul, yang menjadikan mereka menjadi kelompok-kelompok tertentu yang berbeda dengan lainnya, bukanlah hal yang penting dalam Jemaat Kristus.
Para rasul itu hanyalah hamba-hamba Tuhan yang memberikan pertumbuhan :


* 1 Korintus 3:4-9
3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
3:5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.
3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
3:7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah



Sekarang kita kembali ke 1 Korintus 1:13, suatu pertanyaan retorik “Adakah Kristus dibagi-bagi?” . (bandingkan dengan 1 Korintus 12:12-27). Hanya pribadi Kristus-lah yang disalibkan, dan umat Kristus tidak dibabtis dalam nama seorang rasul. Umat percaya bukanlah milik manusia, ataupun milik lembaga ciptaan manusia, melainkan milik Kristus yang denganNya dipersatukan didalam babtisan, karena babtisan berarti ikut serta dalam kematian dan kebangkitanNya (Roma 6:1-4).


Semoga kisah jemaat Korintus ini bisa dijadikan perenungan. Sama juga halnya perdebatan di beberapa forum diskusi, satu aliran merasa alirannya yang paling benar, satu aliran merasa paling injili dari yang lain, satu aliran merasa yang paling hebat dan seterusnya.

Apa legitimasinya bahwa suatu golongan adalah golongan yang paling benar?



Blessings in Christ,
BP
June 17, 2006




Artikel terkait :

Yang Mana Denominasi Terunggul?, di http://portal.sarapanpagi.org/renungan/ ... nggul.html


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: DENOMINASI
PostPosted: Thu Jul 10, 2008 10:38 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
Yang Mana Denominasi Terunggul?



Image


Kata denominasi dari kata latin 'denominare', to give a specific name, "memberi nama". Adanya pengelompokan-pengelompokan adalah sesuatu yang manusiawi dan tak terelakkan (1 Korintus 3:4). Karena manusia cenderung merasa nyaman berkumpul dengan orang-orang yang homogen dengan dirinya atau yang mungkin 'sepaham' , 'sewarna' dan sebagainya. Kitapun tidak akan pernah bisa 'menyatukan' umat Kristiani dalam artian menjadi ‘seonggok batu’ yang tak terpisahkan. Maka sayapun memandang adanya pengelompokkan ini adalah sesuatu yang lazim terjadi dalam kehidupan manusia di dunia.



Haruskah satu golongan?


Alkitab sendiri mencatat ada penggolongan-penggolongan, paling tidak dalam 1 Korintus 1:12 ini kita temui ada tiga macam golongan-golongan. Dari sini saja kita sudah mengenal adanya denominasi. Adanya pengelompokkan ini telah menimbulkan masalah di dalam Jemaat Kristus sejak abad pertama. Paham "denominasi-nya yang terunggul" telah ada sejak zaman gereja mula-mula:


* 1 Korintus 1:12-13
1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus .
1:13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?



Dari kajian ayat diatas, bisakah diartikan bahwa "golongan 'Kefas' lah yang paling benar?"; atau "golongan 'Paulus' lah yang paling benar?" atau juga "golongan 'Apolos' lah yang paling benar?". Toh semuanya dibabtis dalam nama Allah yang sama (Matius 28:19).

Saya suka membaca tulisan-tulisan Paulus dengan gayanya yang khas yaitu 'diatribe' yang coraknya Rasul Paulus ini seakan-akan beredebat dengan orang lain, jadi membaca tulisan-tulisannya seolah-olah kita sedang berdialog. Paulus membahas suatu pertikaian dalam Jemaat di Korintus. Dan Paulus memaksudkan bahwa individualisme berkembang luas ketika masing-masing anggota mengikat dirinya pada "orang tertentu" (dalam hal ini adalah Paulus; Kefas; dan Apolos). Gejala yang berkembang pada masa lalu ini, juga kita jumpai sampai dengan masa kini, bukan?

Adanya pemisahan menjadi golongan-golongan yang berbeda adalah hal yang manusiawi. Tidaklah terlalu sulit merekonstruksikan ketiga "kelompok/ golongan/ denominasi". Mereka yang mengatakan "Aku dari golongan Paulus" barangkali adalah jemaat yang tetap setia kepada Paulus, dan yang barangkali melihat bahwa kewibawaannya dipertanyakan oleh mereka yang mengklaim golongan Apolos ataupun Kefas sebagai tokoh pemimpin mereka.

Mereka yang mengatakan "Aku dari golongan Apolos" mengakui memiliki kesetiaan khusus pada Apolos yang juga pernah menjadi pengkabar Injil di Korintus. Ada pula yang mengatakan "Aku dari golongan Kefas" adalah kelompok pengikut Petrus, yang memberi gambaran bahwa mungkin sekali Petrus juga pernah datang ke Korintus sehingga mereka mengenal Petrus dengan nama Aramaic-nya yaitu "Kefas". Namun apakah golongan Kefas ini diperbolehkan merasa dirinya yang terunggul? Pengelompokan terjadi karena para pemimpin dalam jemaat mulai berkembang; beberapa anggota gereja mulai lebih lekat kepada para-pelayan Injil tertentu daripada dengan Injil-nya sendiri. Paulus menyalahkan sikap ini, sambil mengingatkan mereka bahwa baik dia maupun rasul-rasul lain tidak disalibkan demi mereka.



Denominasi yang manakah yang paling benar?


Kesalahan yang sama terdapat dalam gereja-gereja masa kini. Ada yang merasa mereka yang Calvinis lebih unggul, ada yang merasa Lutheran lebih unggul, ada yang merasa Pentakosta lebih unggul, ada yang merasa Adventis lebih unggul, Kharismatik lebih unggul, Reformed Injili, ada lagi denominasi baru Kharismatik Injili (Kajili), dan seterusnya. Penting kita bertanya pada diri sendiri : "Apa legitimasinya bahwa suatu golongan adalah golongan yang paling benar?". Karena memandang kelompoknya sendiri yang benar dan cenderung merendahkan kelompok lain seringkali memicu pertengkaran antar pengikut denominasi dalam memandang doktrin yang dianut satu dengan yang lainnya, kita baca satu ayat :


* Yakobus 4:1
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?



Sumber utama dari sengketa dan pertengkaran sesama orang-orang Kristen berpusat pada keinginan untuk dihormati, diakui, memperoleh kuasa, kesenangan, uang, dan keunggulan. Pemuasan keinginan yang mementingkan diri menjadi lebih penting daripada kebenaran dan kehendak Allah. Apabila hal ini terjadi, muncullah pertikaian yang saling mementingkan diri di dalam kehidupan orang-orang Kristen. Mereka yang bertanggung jawab atas terjadinya hal-hal ini menunjukkan bahwa mereka tanpa Roh dan di luar kerajaan Allah (Galatia 5:19-21, Yudas 1:16-19).


Beberapa orang percaya menjadi lebih lekat dengan seorang Gembala Sidang atau Penginjil atau Theolog tertentu dan kemudian "me-NABI-kan" mereka. Hal inilah yang dapat menyebabkan mereka mengkianati prinsip Kristen, bahkan dapat memecah-belah jemaat. Kita harus selalu berhati-hati dalam bersikap dan penting sekali untuk selalu memusatkan kasih dan kesetiaan kita kepada Allah dan firman-Nya, bukan pada pelayan Injil atau siapapun juga. Pertikaian dalam mempertahankan doktrin gereja dalam denominasinya sendiri ini tidak pernah dapat menyelamatkan siapapun, juga tidak membuahkan petobat-petobat baru, yang ada justru pertikaian antar pengikut-doktrin denominasi satu dengan yang lain menyebabkan gereja terpecah belah menganggap kelompok sendiri yang terbaik. Kita perlu mengingat selalu bahwa manusia tidak diselamatkan oleh karena mengikuti suatu doktrin denominasi tertentu, tetapi kepada iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Pengajaran sesungguhnya yang ingin disampaikan oleh Paulus dalam 1 Korintus 1:12-13 adalah makna dari frasa terakhir yaitu "Aku dari golongan Kristus". Bagaimana kita menjelaskan kelompok Kristus ini? Penggolongan memang telah terjadi, namun kesemua golongan itu adalah murid-murid Kristus, mereka semuanya dapat memiliki komunikasi langsung dengan Kristus, dan mereka menjadi milik Kristus; Maka, apa yang harus dipermasalahkan?.

Dalam 1 Korintus 3:23 kembali Paulus menegaskan “Engkau adalah milik Kristus” ini bukan sekedar slogan melainkan kebenaran, dan ini sekaligus memberikan penekanan bahwa pengakuan manusia, rasa loyalitas terhadap seorang rasul, yang menjadikan mereka terpisah menjadi kelompok-kelompok tertentu yang berbeda dengan lainnya, bukanlah hal yang penting dalam Jemaat Kristus. Para rasul itu hanyalah hamba-hamba Allah yang memberikan pertumbuhan :


* 1 Korintus 3:4-9
3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
3:5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.
3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
3:7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah



Sekarang kita kembali ke 1 Korintus 1:13, suatu pertanyaan retorik "Adakah Kristus dibagi-bagi?" . (bandingkan dengan 1 Korintus 12:12-27). Hanya pribadi Kristus-lah yang disalibkan, dan umat Kristus tidak dibabtis dalam nama seorang Rasul. Umat percaya bukanlah milik manusia, ataupun milik lembaga ciptaan manusia, melainkan milik Kristus yang denganNya dipersatukan didalam baptisan, karena babtisan berarti ikut serta dalam kematian dan kebangkitanNya :


* Roma 6:1-4
6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.




Penutup :


Semoga kisah jemaat Korintus ini bisa dijadikan perenungan. Sama juga halnya perdebatan di beberapa forum diskusi, maupun dalam media yang lain, dimana satu aliran/denominasi merasa alirannya yang paling benar, satu aliran merasa paling Injili dari yang lain, satu aliran merasa yang paling dipenuhi Roh Kudus, paling hebat penuh mujizat dan berkat, paling puritan dan seterusnya. Ada sikap yang perlu kita contoh dari Rasul Paulus sbb :



* 1 Korintus 2:2
LAI TB, Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
King James Version (KJV), For I determined not to know any thing among you, save Jesus Christ, and him crucified.
Amplified Bible (Amp) , For I resolved to know nothing (to be acquainted with nothing, to make a display of the knowledge of nothing, and to be conscious of nothing) among you except Jesus Christ (the Messiah) and Him crucified.
TR ου γαρ εκρινα του ειδεναι τι εν υμιν ει μη ιησουν χριστον και τουτον εσταυρωμενον
Translit Interlinear, ou {tidak} gar {sebab} ekrina {aku telah memutuskan} tou eidenai {tahu} ti {sesuatu} hen {diantara} humin {kamu} ei mê {kecuali} iêsoun {Yesus} christon {Kristus} kai touton {dan khususnya (Dia) ini} estaurômenon {yang disalibkan}


Seperti Rasul Paulus yang bersikap tidak memandang seseorang dari kelompok mana, karena Kristuslah seharusnya yang menjadi pusat semua orang-orang Kristen. Baiklah kita memandang setiap orang yang telah mengaku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, Allah yang dengan kasihNya telah inkarnasi untuk tujuan penyelamatan manusia dari kutuk dosa. Seluruhnya adalah orang-orang yang sudah ditebus, milik Kristus, dan semuanya adalah saudara-saudara kita.


Amin.


Blessings in Christ,
BP
August 9, 2007



-- I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'. –



Artikel terkait :
MENUDING, di http://portal.sarapanpagi.org/renungan/menuding.html


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 2 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman