TANGGAPAN 21TUDUHAN AYAT
TUDUHAN :
-cut-
Matthew 15:9. "Jadikan ini senjata. Isa berkata," Tetapi sia-sia sahaja mereka menyembah aku."
oleh : Mohd Sufian
JAWAB :
* Matius 15:9
Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
Lagi-lagi penulis hanya asal comot satu ayat dengan tidak memperhatikan konteks. Silahkan baca satu perikop Matius 15 mulai ayat 1 sampai dengan ayat ke 20. Mari kita baca selengkapnya pengajaran Yesus itu :
* Matius 15:1-20 Perintah Allah dan adat-istiadat Yahudi
15:1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
15:2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
15:5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
15:6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."
15:10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:
15:11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."
15:15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami."
15:16 Jawab Yesus: "Kamu pun masih belum dapat memahaminya?
15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."
Bagian ini sejajar dengan Markus 7:1-23, tetapi ayat 12-14 tidak ada dalam Markus tetapi ada dalam Lukas 6:39. Bagian ini penting dalam pertentangan yang makin meningkat dengan orang-orang Farisi tentang hakikat agama yang benar.
Ayat 1.
Dari Yerusalem : Pelayanan Tuhan Yesus di Gelilea rupanya sudah menimbulkan kegemparan juga di ibukota. Yesus ditanyai sebagai pemimpin suatu aliran rabi yang barangkali punya ajaran tertentu mengenai soal-soal yang ditanyakan.
Ayat 2 Adat-istiadat nenek-moyang adalah tradisi dari mulut-kemulut yang berasal dari rabi-rabi besar dan dianggap sebagai pelengkap pada Kitab Suci, dan hal itu bahkan sering dijadikan tafsiran dari Kitab Suci. Banyak diantaranya kemudian hari disusun secara sistematis dan dicatat dalam Mishna. Dan hal ini dianggap sama kuasanya dengan Hukum Taurat. Membasuh tangan: hukum Taurat mengharuskan imam-imam membersihkan diri dari yang najis (Imamat 22:1-16), dan orang-orang Farisi menganut peraturan membasuh tangan ini dalam suatu usaha mengutarakan pendapat bahwa semua orang adalah imam (imamat am).
Ayat 3. Pertanyaan Yesus ini tepat mengenai sasarannya, yaitu inti dari
Farisiisme, dan menunjukkan sifatnya yang saling bertentangan dengan dirinya sendiri.
Ayat 4. Kutipan ini diambil dari Keluaran 20:12 dan Keluaran 21:17.
Ayat 5. Diterangkan tentang kebiasaan-kebiasaan Yahudi. Sebagai ganti melakukan kewajiban kepada orang-tuanya, orang dapat mempersembahkan sesuatu kepada Bait Allah dan masih dapat menerima hasil pendapatan dari barang yang dipersembahkan. Demikian suatu alasan saleh memberikan peluang untuk menerobos dan menghindari kewajiban suci yang diisyaratkan oleh hukum. Disini kita dapat melihat suatu pertentangan antara sumpah dan kewajiban dibawah hukum Taurat, maka jelas bahwa tradisi yang diakui melindungi hukum, dalam kenyataannya justru dilanggar.
Ayat 6. Kamu nyatakan tidak berlaku : dibatalkan, sedikitnya dalam praktik. Hal itu berlawanan dengan maksud Yesus untuk 'menggenapinya' (lihat Matius 5:17).
Ucapan
"Hai orang-orang munafik!" pada ayat 7 tidak diambil dari Septuaginta, ataupun Tanakh Ibrani, tetapi Matius mencatat
teguran Yesus kepada orang Farisi dan Ahli Taurat, kemudian teguranNya itu tertulis pada ayat 8-9, yang dikaitkan dengan Kitab Yesaya 29:13:
LAI TB : Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
KJV : Wherefore the Lord said, Forasmuch as this people draw near me with their mouth, and with their lips do honour me, but have removed their heart far from me, and their fear toward me is taught by the precept of men:
VAYOMER ADONAI YAAN KI NIGASH HA'AM HAZE BEFIV UVISFATAV KIBDUNI VELIBO RIKHAK MIMENI VATEHI YIRATAM OTI MITSVAT {precept} ANASHIM MELUMADA
Bandingkan dengan matius
"Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia " memang ada perbedaan kalimat, dan dengan LXX akan lebih jelas, tetapi kutipan tersebut mempunyai muatan yang sama, yaitu menunjukkan kesia-siaan hal-hal luar biasa yang dihasilkan oleh agama buatan manusia. --> Alasan kritik itu adalah ibadah yang lahiriah.
Ayat 10 Tindakan dan kata-kata menekankan pentingnya prinsip yang akan dinyatakan.
Ayat 11 Sebagaimana dikatakan dalam Markus 7:19, dalam ayat ini juga terkandung pengertian bahwa hukum upacara tentang makanan najis dan tidak najis (Imamat 11) secara moral tidak mutlak mengikat.
Ayat 13 Setiap tanaman, maksudnya ialah orang Farisi, bukan ajaran mereka (bandingkan dengan Yesaya 60:21).
Ayat 14 Anggapan orang Farisi bahwa merekalah terang, adalah ironis karena justru mereka sendirilah yang menyembunyikan terang Hukum Taurat (bandingkan Roma 2:17-24). Mereka dan murid-murid mereka sedang menuju ke bencana rohani.
Ayat 15 Perumpamaan yang dimaksud tentulah ungkapan dalam ayat 11 sebelumnya. Ayat 18 Disini mulut dihubungkan dengan kenajisan rohani bukan sebagai tempat masuk makanan badani, tetapi sebagai alat untuk menyatakan pikiran dan sikap hati orang itu.
Ayat 19 Matius mencatat 7 hal-hal yang jahat (dikaitkan angka 7 dalam pengertian Yudaisme adalah angka sempurna, ket.
Matius Injil spesifik untuk kalangan pembaca Yahudi) maksudnya
kejahatannya sempurna (bandingkan dengan Markus 7:21-23). Perbuatan-perbuatan inilah yang menajiskan orang!.
Dengan penjelasan ini, semoga menjadi jelas bahwa Matius 15:9 bukan dimaksudkan bahwa ibadah Kristiani sebagai ibadah yang sia-sia.
Reff :
http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewto ... ?p=139#139
Blessings,
BP
January 14, 2006