SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Fri Mar 12, 2010 9:01 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 3 posts ] 
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Sun Apr 15, 2007 8:16 pm 
Offline

Joined: Sun Apr 15, 2007 7:24 pm
Posts: 5
Dear Sarapan Pagi

Ketemu lagi di "rumah pribadi" anda. Masih soal heresi dan apostasi. :D Di beberapa literatur yang saya baca, antara apostsi dan heresi/bidat itu kadang-kadang disamakan. Dan anda di forum AP juga kadang-kadang menyamakan antara kedua konsep tersebut. Padahal jika diamati secara seksama, apostasi itu memiliki perbedaan dengan heresi. Apostasi itu 'khan menolak atau meninggalkan iman Kristen secara total alias seperti dengan berpindah agama ke agama lain. Sedangkan heresi itu cuma meninggalkan atau menolak sebagian doktrin Kristen, atau dengan kata lain, seorang heretik itu masih dianggap beriman Kristen.

Tapi, saya jadi bingung juga ketika melihat vonis apostasi hanya karena meninggalkan sebagian doktrin Kristen, misalnya meningglkan imamat dapat dianggap sebagai apostasi. Namun lagi, saya baca di Ensiklopedi Gereja (Adolf Heuken), dikatakan isyilah apostasi tidak lagi digunakan dalam konteks meningglakan imamat. Hal ini yang membuat saya tambah bingung. Jadi, mungkin anda sebagai seorang Kristiani yang saya lihat sangat menguasai doktrin Kristianitas, bisa memberikan semacam pencerahan buat saya. Terima kasih

God Bless,
B


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Apr 16, 2007 5:20 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6018
botek wrote:
Dear Sarapan Pagi
Ketemu lagi di "rumah pribadi" anda. Masih soal heresi dan apostasi. :D Di beberapa literatur yang saya baca, antara apostsi dan heresi/bidat itu kadang-kadang disamakan.


BIDAT (Bhs Inggris: Heresy, Yunani: 'hairesis'). Heresy secara harfiah artinya "memilih", sedangkan heretic adalah pengikut (ajaran) heresy. Kata yang semula "netral" ini, kemudian berkembang dan digunakan untuk menunjuk kepada suatu kelompok/ sekte yang melenceng dari ajaran/dogma yang sudah pakem dalam suatu kepercayaan yang turun-temurun atau diakui sebagai jalan-hidup, adat-istiadat, ibadah yang dibenarkan dll. (Reff : http://www.sarapanpagi.org/bidat-ajaran ... vt331.html )

Dari perubahan makna tersebut bisa juga kita baca definisinya sbb :

Etymology: Middle English heresie, from Anglo-French, from Late Latin haeresis, from Late Greek hairesis, from Greek, action of taking, choice, sect, from hairein to take
1 a : adherence to a religious opinion contrary to church dogma b : denial of a revealed truth by a baptized member of the Roman Catholic Church c : an opinion or doctrine contrary to church dogma
2 a : dissent or deviation from a dominant theory, opinion, or practice b : an opinion, doctrine, or practice contrary to the truth or to generally accepted beliefs or standards

(Sumber http://www.m-w.com/dictionary/heresy )


MURTAD (APOSTASIA) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :
berputar ke belakang, berbalik arah ; keluar dari Islam, membuang iman

Dari sumber ensiklopedia lain, definisi MURTAD : adalah berkhianat, memberontak, mengundurkan diri, (dan kemudian menjadi oposisi/melawan).

Pada umumnya MURTAD berhubungan dengan kata benda 'APOSTASIA', Inggris: 'apostasy', atau kata kerja 'APHISTEMI' yang secara konseptual bermakna meninggalkan dengan pengertian berkhianat, memberontak, mengundurkan diri. Saya tambahkan dengan bahasa lebih gampang, "membentuk partai oposisi". Seseorang yang keluar-masuk suatu grup belum tentu berarti "murtad" sepanjang ia tidak berkhianat, memberontak, dan menentang grup dimaksud.

Pengertian "murtad" yang lebih tegas, silahkan kaji ayat-ayat ini

* Ibrani 6:4-6
6:4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.



Kemudian bacalah Ibrani pasal 10. Jika ada orang yang "murtad" dari perjanjian baru, artinya dia yang "sudah diterangi" (Ibrani 10:32), yaitu orang Kristen yang sengaja menentang dan menentang iman Kristen harus menderita hukuman yang lebih berat (Ibrani 10:29) : Sebab pandanglah betapa berat kesalahannya. Ia sudah menginjak-injak diriNya, yang ada dan sudah diakuinya sebagai Anak Allah. Ia menyangkal adanya arti kudus kepada darah, yang baginya sudah dipercayai menjadi meterai perjanjian dari pengudusannya sendiri.

Karena satu-satunya korban dosa sudah ditolak oleh orang itu. Allah tidak menyediakan pengampunan bagi dosa semacam itu.
Ibrani 10: 30-31 memberi penegasan : Adakah akibat apapun yang lebih mengerikan daripada cara demikian (murtad)? sebab mereka yang murtad itu akan menghadapi Allah sebagai lawannya dalam penghakiman (ayat 31).

Reff : http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=647#647


botek wrote:
Dan anda di forum AP juga kadang-kadang menyamakan antara kedua konsep tersebut.



HERESY DAN APOSTASIA :

Kata "murtad" (APOSTASIA) secara konseptual bermakna meninggalkan/ mengundurkan diri dengan pengertian berkhianat, memberontak, kemudian menjadi "partai oposisi". Untuk itu, saya pribadi, sangat hati-hati menggunakan kata "murtad" digunakan untuk menunjuk seseorang dalam melakukan "sesuatu". Karena, kata "murtad" (APOSTASIA) mempunyai makna yang dalam. Seorang bisa-saja meninggalkan agama dengan berbagai macam latar belakang kasus, entah karena perkawinan, jabatan, dll. Namun kalau orang tersebut tidak menjadi ‘opossisi’ yang kemudian melawan dan menentang agama yang dianutnya sebelumnya, mestinya dia tidak mendapat predikat MURTAD ini.

HERESY (Bidat) adalah kelompok/ sekte yang tidak sesuai dengan 'ajaran yang diakui'.

botek wrote:
Padahal jika diamati secara seksama, apostasi itu memiliki perbedaan dengan heresi. Apostasi itu 'khan menolak atau meninggalkan iman Kristen secara total alias seperti dengan berpindah agama ke agama lain.


Nah disini kita berbeda pandangan.

Memang, kalau menurut kalangan Muslim, memang seorang yang berpindah agama "sudah dianggap murtad". Tetapi dalam pengertian Kristiani berpindah agama "tidak/belum dianggap murtad" selama yang bersangkutan tidak menjadi "partai oposisi" dengan melawan/ menentang terhadap agama yang dianut sebelumnya. Karena orang 'berpindah agama' mempunyai bermacam-macam alasan, yang bisa jadi tidak dimaksudkan menentang 'agama yang dianut sebelumnya'.



botek wrote:
Sedangkan heresi itu cuma meninggalkan atau menolak sebagian doktrin Kristen, atau dengan kata lain, seorang heretik itu masih dianggap beriman Kristen.


Ya betul.

Tetapi, suatu kelompok/ orang yang mungkin belum/tidak menyatakan "pindah-agama" bisa saja 'menentang' dan menjadi 'partai oposisi', bahkan memusuhi.
Dalam keadaan ini seseorang/ kelompok bisa saja dikatakan "murtad" meski dia tidak pindah agama.

botek wrote:
Tapi, saya jadi bingung juga ketika melihat vonis apostasi hanya karena meninggalkan sebagian doktrin Kristen, misalnya meningglkan imamat dapat dianggap sebagai apostasi.


Kita tidak berurusan dengan matematika 1+1=2 atau berurusan dengan rumus kimia/fisika atau ilmu pasti lainnya.
Tetapi kita berurusan dengan manusia yang lebih rumit/kompleks. Maka suatu kata/ istilah tidak selalu dimaknakan secara leksikal (kamus)/ arti harfiahnya.

Ada memang beberapa kelompok/ orang/ Gereja yang mempunyai pengertian yang menganggap meninggalkan suatu "dogma gereja, tradisi gereja, bahkan tafsir gereja" sudah dianggap "Murtad".

Kelompok yang meninggalkan suatu "dogma gereja, tradisi gereja, bahkan tafsir gereja" memang kadang-kadang melawan/ menentang dan melakukan permusuhan kepada kelompok yang ditinggalkannya. Nah ketika kelompok yang meninggalkan ini melakukan penyerangan dan menjadi "partai oposisi", maka oleh Gereja Induk kelompok ini disebut "Murtad".

Kadang juga kata Murtad (apostasia) ini sering dianggap sebagai kata yang mujarab (paling tepat) untuk khusus menunjuk aktivitas suatu kelompok yang dianggap bidat (heresy). Hal ini dimaksudkan supaya umat dari Gereja induk tidak mengikuti jalan dari kelompok yang dianggap "keluar" dari ketentuan kereja. Untuk melindungi umat dari hal-hal tsb maka kadang suatu Gereja mengeluarkan statement "murtad" pada suatu kelompok yang 'masih Kristen' tetapi 'keluar' dari ketentuan gereja.

Jadi dalam hal ini, kita bisa melihat hubungannya.

botek wrote:
Namun lagi, saya baca di Ensiklopedi Gereja (Adolf Heuken), dikatakan istilah apostasi tidak lagi digunakan dalam konteks meningglakan imamat. Hal ini yang membuat saya tambah bingung. Jadi, mungkin anda sebagai seorang Kristiani yang saya lihat sangat menguasai doktrin Kristianitas, bisa memberikan semacam pencerahan buat saya. Terima kasih

God Bless,
B


Ya nggak usah bingung, saya sudah memberikan arti dasar dari masing-masing kata yang dipersoalkan.

Untuk itu, bisa kita mengerti walaupun secara kepercayaan kedua kelompok "ber-agama sama", tapi kalau sudah berseberangan dan bahkan 'bemusuhan' maka seorang yang se-agama juga bisa melontarkan kata "murtad" kepada kelompok seagama yang lepas dari dogma/tradisi/ajaran Gereja induk-nya.

Namun saya pribadi menganggap "murtad" secara khusus, dalam hal ini saya setuju dengan Adolf Heuken yang Anda tunjuk diatas.

Semoga penjelasan ini bisa dipahami.



Blessings,
BP
April 16, 2007


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Apr 18, 2007 12:57 am 
Offline

Joined: Sun Apr 15, 2007 7:24 pm
Posts: 5
BP wrote:
Untuk itu, saya pribadi, sangat hati-hati menggunakan kata "murtad" digunakan untuk menunjuk seseorang dalam melakukan "sesuatu". Karena, kata "murtad" (APOSTASIA) mempunyai makna yang dalam. Seorang bisa-saja meninggalkan agama dengan berbagai macam latar belakang kasus, entah karena perkawinan, jabatan, dll. Namun kalau orang tersebut tidak menjadi ‘opossisi’ yang kemudian melawan dan menentang agama yang dianutnya sebelumnya, mestinya dia tidak mendapat predikat MURTAD ini.

Memang, kalau menurut kalangan Muslim, memang seorang yang berpindah agama "sudah dianggap murtad". Tetapi dalam pengertian Kristiani berpindah agama "tidak/belum dianggap murtad" selama yang bersangkutan tidak menjadi "partai oposisi" dengan melawan/ menentang terhadap agama yang dianut sebelumnya. Karena orang 'berpindah agama' mempunyai bermacam-macam alasan, yang bisa jadi tidak dimaksudkan menentang 'agama yang dianut sebelumnya'.

Ada memang beberapa kelompok/ orang/ Gereja yang mempunyai pengertian yang menganggap meninggalkan suatu "dogma gereja, tradisi gereja, bahkan tafsir gereja" sudah dianggap "Murtad".

Blessings,
BP
April 16, 2007


Hmmm... sepertinya memang kalo melihat dari asal muasal istilah apostasia (Yunani) yang biasanya digunakan dalam makna "memberontak" atau membelot ke pihak musuh, maka makna apostasi itu memang tidak sesimpel yang dipahami oleh orang. Tapi, karena memang kita tidak bisa melepaskan diri dari sebuah perubahan dan perubahan itu memang suatu keniscayaan, maka pemaknaan apostasi seperti yg sekarang ini saya secara pribadi menyetujuinya. Artinya, meski tidak memberontak, tapi kalau sudah menolak atau mengingkari sebagian apalagi keseluruhan dogma Kristen, maka sudah bisa diklaim apostasi. Argumentasi saya ini memang selain karna berdasarkan perubahan tsb, juga karna literatur Kristen secara serentak mengatakan juga hal demikian. Seperti yang anda kutip dari "Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan (Donald Stamps) :

Quote:
(a) kemurtadan teologis, yaitu: menolak semua atau sebagian dari ajaran asli Kristus dan para rasul (1 Timotius 4:1; 2 Timotius 4:3), dan

(b) kemurtadan moral, yaitu: seseorang yang sebelumnya percaya kini tidak lagi tinggal di dalam Kristus dan sebagai gantinya memperbudak dirinya kepada dosa dan kebejatan lagi (Yesaya 29:13; Matius 23:25-28; Roma 6:15-23; 8:6-13).


Jadi, berpijak dari tipe pertama apostasi di atas, maka suatu bidat itu, terutama bidat-bidat pada masa gereja perdana, seperti arianisme, asketisisme, gnostisisme, nestorianisme, etc.. telah dapat dianggap sebagai format apostasi teologis, meski para jemaat Kristen penganut aliran salah satu bidat tsb tidak melakukan "aposisi" terhadap gereja. Kenapa saya mengatakan bidat-bisat di atas sebagai format apostasi, karena mereka khan umumnya menolak dogma fundamental Kristen, terutama Keilahian (devinity) Yesus atau menolak Yesus sebagai Juru Selamat Tunggal (Messiah). Jadi, bidat-bidat tsb saya kira telah sah diklaim melakukan apostasi.

Terlepas dari itu, saya mungkin ingin mengetahui opini BP berkenaan dengan interpretasi teolog-teolog Kristen bahwa apostasi itu dapat ditafsirkan sebagai "Pengangkatan Gereja Pra-Tribulasi". Salah seorang pemikir Kristen yang memiliki penafsiran seperti ini adalah Dr. Thomas Ice, saya yakin BP sudah mengetahuinya. Atau mungkin BP bisa bikin artikel tentang masalah ini (Rapture). 8-)

God Bless,
B


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 3 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman