|
Kain Kafan Kristus – bukti tekstual PB :
Kemungkinan besar bukti yang paling kuat yang menentang keaslian Kain Kafan itu adalah ketidak-cocokan antara prosedur pemakaman menurut Teori Kain Kafan itu dengan keterangan Perjanjian Baru mengenai pemakaman Kristus.
"Pada zaman dahulu biasanya rambut dipotong (T.B., Moed, Kat., 8b), tetapi sekarang ini hanya dicuci, dan sembilan takaran air dingin dituangkan atas jenazah itu (di beberapa tempat pada saat yang bersamaan orang mati itu ditegakkan), dan hal ini merupakan upacara penyucian keagamaan Yahudi yang sesungguhnya...
Jenazah ini tentu saja dikeringkan seluruhnya. Sementara seluruh upacara itu dijaga agar jenazah itu tetap tertutup. Perempuan yang mati harus melalui proses penyucian yang dilakukan oleh perempuan juga. Demikian juga sebaliknya jika seorang laki-laki yang mati harus melalui proses penyucian yang dilakukan oleh laki-laki juga.
Di dalam Kisah Para Rasul 9:37 terdapat suatu contoh dari zaman Perjanjian Baru mengenai seorang wanita yang dimandikan sebelum dikuburkan :
* Kisah 9:36-37 9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita -- dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. 9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.
Pada zaman dahulu juga ada kebiasaan untuk meminyaki jenazah yang sudah dimandikan dengan aneka rupa rempah-rempah harum... Kita ingat bagaimana Maria dari Bethany dicela karena memboroskan minyak narwastunya yang murni. Pada waktu itu Yesus berkata "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku".
* Yohanes 12:1-7 12:1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. 12:2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. 12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. 12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" 12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. 12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
Dalam Injil Yohanes juga dicatat bahwa dalam penguburan Yesus Kristus dipakai campuran minyak mur dan minyak gaharu kira-kira 50 kati beratnya :
* Yohanes 19:38-42 19:38 Sesudah itu Yusuf dari Arimatea -- ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi -- meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu. 19:39 Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. 19:40 Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. 19:41 Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. 19:42 Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.
Catatan :
Yusuf dari Arimatea (Anggota Majelis Besar Markus 15:43; Lukas 23:50); Nikodemus adalah Seorang Farisi, pemimpin agama Yahudi. Ayat 40 Yesus dikubur menurut cara/adat orang Yahudi.
Setelah upacara penyucian itu dilaksanakan menurut kebiasaan pada waktu itu, maka jenazah dipakaikan jubah kubur (Mishnah Sanhedrin 6.5) ... yang identik dengan sindon yang disebut dalam Perjanjian Baru (bandingkan dengan Matius 27:59) yang terdiri dari kain lenan putih bersih tanpa hiasan apapun dan harus tak bernoda.
* Matius 27:57-60 27:57 Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. 27:58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya.
27:59 Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih,
KJV, And when Joseph had taken the body, he wrapped it in a clean linen cloth,
TR, και λαβων το σωμα ο ιωσηφ ενετυλιξεν αυτο σινδονι καθαρα
Translit, kai labôn to sôma ho iôsêph enetulixen auto sindoni kathara
27:60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.
Biasanya kain itu dibuat oleh wanita dan hanya dijelujur, tanpa simpul. Menurut pandangan beberapa orang, hal ini dilakukan untuk melambangkan bahwa pikiran orang mati itu dapat cepat larut menjadi debu ke tanah kembali (Rokeach, 316). Baik jenazah seorang pria maupun wanita tidak boleh dikenakan kurang dari tiga penutup tubuh (Dari The Jewish Quarterly Revies, vol 7, 1895, pp 260, 261).
Ada beberapa masalah yang timbul pada waktu para pendukung teori Kain Kafan itu mempelajari Perjanjian Baru :
Masalah Pertama, terdapat pertentangan mengenai kain pembungkus jenazah itu. Dari kebiasaan upacara penguburan Yahudi dan dari Perjanjian Baru jelaslah bahwa ada beberapa potong kain lenan dipakai waktu penguburan Kristus, bukan hanya sehelai kain berukuran 14 kaki, seperti Kain Kafan Turin itu.
Yohanes 20:5-7 dengan jelas menunjukkan adanya sehelai kain (tersendiri) yang dipakai untuk melilit kepala Kristus, yang terpisah dari kain pembungkus tubuh. Akan tetapi, pada Kain Kafan Turin itu tergambar seraut wajah serta keseluruhan bagian tubuh lainnya.
* Yohanes 20:5-7
20:5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
KJV, And he stooping down, and looking in, saw the linen clothes lying; yet went he not in.
TR Translit, kai parakupsas blepei keimena ta othonia ou mentoi eisêlthen
20:6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
KJV, Then cometh Simon Peter following him, and went into the sepulchre, and seeth the linen clothes lie,
TR Translit, erchetai oun simôn petros akolouthôn autô kai eisêlthen eis to mnêmeion kai theôrei ta othonia keimena
20:7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
KJV, And the napkin, that was about his head, not lying with the linen clothes, but wrapped together in a place by itself.
TR Translit, kai to soudarion ho ên epi tês kephalês autou ou meta tôn othoniôn keimenon alla chôris entetuligmenon eis ena topon
Tidak ada naskah Injil Yohanes bahasa Yunani yang menunjukkan adanya beberapa potong kain lenan yang digunakan untuk membungkus jenazah Kristus, tetapi juga kain-kain itu disebutkan : "beberapa carik kain", "kain-kain pembungkus", atau "pembalut-pembalut lenan" seperti yang dipergunakan untuk mummi.
* Yohanes 19:40 Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.
KJV, Then took they the body of Jesus, and wound it in linen clothes with the spices, as the manner of the Jews is to bury.
TR Translit, elabon oun to sôma tou iêsou kai edêsan auto othoniois meta tôn arômatôn kathôs ethos estin tois ioudaiois entaphiazein
Kain-kain lenan (jamak), Yunani : οθονιοις - othoniois, noun – dative plural neuter, dari kata "othonion" : a linen bandage -- linen clothes,
Yang lebih penting dari kata-kata yang dipakai untuk menjelaskan pemakaman Kristus dengan beberapa carik kain lenan, adalah kata "kalutto" ("jubah", 1 Raja-raja 19:13) dan "periballo" ("telekung", kejadian 38:14). Kedua kata ini dipakai dalam Septuaginta secara khusus untuk pakaian penutup badan seperti Kain Kafan itu. Akan tetapi, kata-kata tersebut tidak diketemukan dalam teks Perjanjian Baru, Ketidakmunculannya itu perlu diperhatikan.
Masalah Kedua, kisah penguburan dalam Injil Yohanes (Yohanes 19:40) memakai bentuk jamak "kain-kain lenan" (Yunani, οθονιοις- othoniois). Sebenarnya semua kitab Injil setuju bahwa tubuh Kristus "dibungkus" atau "dibalut" dengan kain.
* Matius 27:59 Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih,
KJV, And when Joseph had taken the body, he wrapped it in a clean linen cloth,
TR, και λαβων το σωμα ο ιωσηφ ενετυλιξεν αυτο σινδονι καθαρα
Translit, kai {lalu} labôn {mengambil} to {itu} sôma {jenazah} ho iôsêph {Yusuf} enetulixen {membungkus/membalut} auto {-Nya} sindoni {jubah kubur (dari lenan)} kathara {yang bersih}
* Lukas 23:53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat.
KJV, And he took it down, and wrapped it in linen, and laid it in a sepulchre that was hewn in stone, wherein never man before was laid.
TR, και καθελων αυτο ενετυλιξεν αυτο σινδονι και εθηκεν αυτο εν μνηματι λαξευτω ου ουκ ην ουδεπω ουδεις κειμενος
Translit Interlinear, kai {lalu} kathelôn {setelah menurunkan} auto {dia} enetulixen {membungkus/membalut} auto {-Nya} sindoni {dengan jubah kubur (dari lenan)} kai {lalu} ethêken {membaringkan} auto {Nya} en {di} mnêmati {kubur} laxeutô {yang digali di batu besar} ou {dimana} ouk ên oudepô oudeis {tidak seorangpun pernah} keimenos{dibaringkan}.
Catatan :
Membungkus/ membalut : ενετυλιξεν - enetulixen, verb - aorist active indicative - third person singular dari kata "entulisso" to entwine, i.e. wind up in -- wrap in (together).
* Markus 15:46 Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.
KJV, And he bought fine linen, and took him down, and wrapped him in the linen, and laid him in a sepulchre which was hewn out of a rock, and rolled a stone unto the door of the sepulchre.
TR, και αγορασας σινδονα και καθελων αυτον ενειλησεν τη σινδονι και κατεθηκεν αυτον εν μνημειω ο ην λελατομημενον εκ πετρας και προσεκυλισεν λιθον επι την θυραν του μνημειου
Translit Interlinear, kai {lalu} agorasas {setelah membeli} sindona {jubah kubur (dari lenan)} kai {dan} kathelôn {menurunkan} auton {Dia} eneilêsen {ia membungkus/mengikat} tê sindoni {dengan lenan} kai {dan} katethêken {membaringkan} auton {Dia} en {didalam} mnêmeiô {kubur} ho {yang} ên lelatomêmenon {sudah digali} ek petras {dari batu besar} kai {lalu} prosekulisen {menggulingkan} lithon {sebuah batu} epi {ke (arah)} tên thuran {pintu} tou {itu} mnêmeiou {kubur}.
Catatan :
Membungkus/mengikat, Yunani : ενειλησεν – eneilêsen, verb - aorist active indicative - third person singular , dari kata "eneileo" to enwrap -- wrap in.
Kata kerja "entulisso", yang digunakan oleh Matius dan Lukas, berarti "membungkus" atau "membalut". Markus menggunakan kata kerja "eneileo" yang mengandung arti "membungkus" atau "mengikat". Yohanes seorang saksi mata, dengan sangat jelas menyaksikan bahwa tubuh Yesus dikapani atau dibungkus dengan kain kapan (jubah kubur) yang tebuat dari kain-kain lenan. Ia menggunakan kata kerja "deo" yang bermakna "mengikat" atau "menambatkan", yang mempunyai arti "penahaman".
* Yohanes 19:40 Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.
KJV, Then took they the body of Jesus, and wound it in linen clothes with the spices, as the manner of the Jews is to bury.
TR, ελαβον ουν το σωμα του ιησου και εδησαν αυτο οθονιοις μετα των αρωματων καθως εθος εστιν τοις ιουδαιοις ενταφιαζειν
Translit Interlinear, elabon {mereka mengambil} oun {lalu} to sôma {jenaszah} tou iêsou {Yesus} kai {dan} edêsan {membungkus/mengikat} auto {-Nya} othoniois {dengan kain-kain lenan} meta {dngan} tôn arômatôn {minyak wangi yang kental} kathôs {sama seperti} ethos {adat} estin {adalah} tois {bagi (orang2)} ioudaiois {Yahudi} entaphiazein {untuk mengubur}.
Catatan :
Membungkus/mengikat; Yunani, Εδησαν- edêsan, verb - aorist active indicative - third person, dari kata "deo" to bind (in various applications, literally or figuratively) -- bind, be in bonds, knit, tie, wind.
Maka, ditinjau dari bukti tekstual, kesimpulan yang cukup kuat dapat dibangun atas dasar pemilihan dan penempatan kata bahwa bagaimana dengan tegas sekali dijelaskan oleh Yohanes, Yesus diikat dengan beberapa carik kain lenan, dan bukan dibungkus dengan sehelai kain. Hal ini menjadi jelas melalui pemakaian kata-kata yang berkenaan dengan kain. Kata kerja yang dipakai membenarkan hal ini, apalagi kata-kata khususnya.
Masalah ketiga, tentang kain Kafan Turin ini ialah pengakuan para pendukungnya bahwa keotentikannya bergantung pada tidak dimandikannya jenazah itu. Hal ini penting karena beberapa alasan :
1. Adanya darah kering pada tubuh itu yang tidak dimandikan
2. perlu adanya keringat akibat rasa sakit yang berfungsi sebagai lensa-lensa pembias, untuk memfokuskan radiasi guna membentus gambar.
Ian Wilson mengemukakan pandangan bahwa jenazah Yesus tidak dicuci. Ia menulis demikian :
"Sementara orang mendesak bahwa pemandian mayat merupakan suatu upacara yang sudah ditetapkan yang boleh dilaksanakan sekalipun pada hari sabat. Beberapa ahli Perjanjian Baru terkemuka tidak dapat menerima pandangan ini. Bahkan juga di kalangan penafsir yang terbaikpun tidak ada keberatan yang berarti terhadap pemikiran yang mengatakan bahwa tak ada keberatan yang berarti terhadap pemikiran yang mengatakan bahwa tak ada waktu untuk memandikan tubuh Yesus sebelum hari Sabat, khususnya mengingat berbagai tuntutan berkenaan dengan upacara yang harus dipenuhi.
Ketika ternyata bahwa sesudah hari Sabat upacara inipun tidak mungkin dilaksanakan, maka dapatlah dimengerti keengganan para penulis Injil untuk menulisnya dengan terus terang. Maka hanya berdasarkan pandangan ini bahwa jenazah Yesus tidak dimandikan, dapatlah keotentikan Kain Kafan Turin itu dikuatkan" (The Shroud of Turin, by Ia Wilson, p. 56).
Kesimpulan-kesimpulan diatas keliru. Pemikiran bahwa tidak ada waktu memandikan jenazah itu karena hari Sabat yang sudah dekat adalah sama lemahnya, sebab Kitab Suci menyatakan bahwa mereka mempunyai cukup waktu untuk meminyaki jenazah Yesus dengan 30 kilogram rempah-rempah (50kati dalam Injil Yohanes). Hal ini juga dijelaskan karena sebenarnya jenazah boleh dimandikan dan diminyaki pada hari Sabat:
"Akan tetapi, jenazah dapat dimandikan dan diminyaki pada hari Sabat, asalkan tidak ada anggota badan yang lepas dari sendinya; bantal boleh disingkirkan dari bawah kepala, dan tubuh boleh dibaringkan diatas passir supaya tidak cepat membusuk; rahang boleh juga diikat, bukan supaya dirapatkan, melainkan supaya mencegahnya turung ke bawah" (Mishnah Shabbat 33:5, from The Jewish Quarterly Revies, 1985, vol 7, p. 118 ).
Yohanes tentunya tidak akan dan tidak dapat mengatakan bahwa metode penguburan orang Yahudi telah dipatuhi jikalau jenazah itu tidak dimandikan, perhatikan lagi ayat ini :
* Yohanes 19:40 Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.
KJV, Then took they the body of Jesus, and wound it in linen clothes with the spices, as the manner of the Jews is to bury.
TR Translit, elabon oun to sôma tou iêsou kai edêsan auto othoniois meta tôn arômatôn kathôs ethos estin tois ioudaiois entaphiazein.
Rempah-rempah
Masalah keempat, dalam usaha menyesuaikan teori Kain Kafan ini ada keterangan-keterangan Perjanjian Baru mengenai penguburan Yesus Kristus ialah mengenai rempah-rempah. Untuk diminyaki maka jenazah itu harus dimandikan. Ian Wilson mengatakan sebagai berikut :
"Rasul Yohanes memberitahukan kepada kita bahwa Nikodemus (Seorang Farisi, pemimpin agama Yahudi), yang membantu Yusuf dari Arimatea, membawa campuran minyak mur dan minyak gaharu yang beratnya kira-kira 50 kati atau sekitar 30 kg. Ia juga mengatakan bahwa campuran itu dibungkus bersama dengan jenazah Yesus dalam Kain Kafan itu :
* Yohanes 19:39-40 19:39 Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. 19:40 Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.
Sekiranya rempah-rempah ini digunakan untuk meminyaki tubuh Yesus, maka diwajibkan oleh upacara oleh upacara Yahudi dan dalam kebudayaan manapun juga untuk memandikan jenazah itu terlebih dahulu.
Seperti yang sudah nyata dalam teori Kain Kafan, jenazah Yesus tidak dimandikan. Karena rempah-rempah seberat itu akan terlalu banyak untuk perminyakan yang berlebih-lebihanpun, penjelasan yang paling mungkin ialah bahwa rempah-rempah itu merupakan lempeng-lempeng wangi-wangian yang kering, yang disusun di sekeliling jenazah itu sebagai bahan anti pembusuk" (The Shroud of Turin, by Ia Wilson, p. 56-57).
Juga, apabila rempah-rempah itu dibubuhi pada jenazah seperti yang ditandaskan dalam kitab-kitab Injil, maka tak mungkin gambar itu berpindah ke Kain Kafan melalui radiasi seperti yang dikatakan oleh para pendukung teori Kain Kafan itu.
Kain-kain Kafan Lainnya
Banyak orang tidak mengetahui faktanya bahwa setelah Perang Salib, bermacam-macam Kain Kafan beredar di daerah Eropa abad pertengahan pada waktu yang bersamaan dengan munculnya Kain Kafan Turin. Diperkirakan ada lebih 40 "Kain Kafan asli" yang beredar. Banyak yang sampai hari inipun masih dipamerkan.
Mata Uang Logam
Ada laporan-laporan yang beredar mengenai sekeping uang logam yang berada diatas mata kanan Yesus yang bertanggal kira-kira tahun 29-32 Masehi. Pendeta Francis L. Philas, Professor Theologi di Loyola University di kota Chicago, melaporkan bahwa empat huruf Yunani, ΥΧΑΙ (u-ch-a-i) upsilon-chi-alpha-iota, yang ada pada mata uang logam itu merupakan bagian dari inskripsi "dari Kaisar Tiberius".
Menurut kami, sebagian pengarang, huruf-huruf itu seharusnya ditulis YKAI (u-k-a-i) upsilon-kappa-alpha-iota, dan orang yang telah mencetaknya demikian. Teori mengenai mata uang logam ini menimbulkan banyak pertanyaan tengang Kain Kafan. Teori yang menjelaskan pemindahan gambar ke kain itu menyatakan jenazah itu belum dimandikan, sebab keringat yang sudah kering itu diperlukan untuk memperkuat sinar-sinar itu. Lagipula, teori-teori perpindahan gambar yang bermacam-macam itu menerangkan bahwa jenazah disiapkan untuk penguburan dan karenanya belum dimabdikan. Sulit dibayangkan adanya mata uang logam diatas mata (dalam hal ini atas mata kanan), apabila jenazah itu belum dimandikan atau dipersiapkan bagi penguburannya.
Tidak ada kesaksian Perjanjian Baru
Sama-sekali tidak masuk akal bahwa para Rasul dan orang-orang Kristen pada tahun-tahun pertama tidak menyebutkan adanya sehelai kain dengan gambar Kristus yang tersalib dan yang telah bangkit itu. Sekalipun diancam kematian, mereka masih mengumumkan bahwa Kristus hidup. Mereka terus-menerus memberi kesaksian pribadi tentang penampakan diri Yesus yang telah bangkit itu meskipun dalam keadaan-keadaan yang sangat sukar. Mengingat hal ini, mungkinkah bahwa tidak seorangpun, khususnya para penulis Perjanjian Baru dan Bapak Gereja, yang pernah menyebut Kain Kafan itu dalam hubungannya dengan Kristus serta kebangkitanNya?
Kesimpulan :
Sampai sejauh ini tidak ada bukti yang mendukung keaslian Kain Kafan itu sebagai kain pembungkus jenazah Yesus.
Sumber :
- "Shroud : Real McCoy or Hoax?" Los Alamos Monitor, December 16, 1979.
- "The Shroud", Christian Life, February 1980, vol 4, No. 10
- "Shroud : Real McCoy or Hoax?" Los Alamos Monitor, December 16, 1979
- The 1977 Research Proceedings on the Shroud of Turin, p 235
- The Los Alamos Monitor, 16 Desember 1979, p. B-6
- The Shroud, oleh Wilcox, p. 171,172
- The Jewish Quarterly Revies, vol 7, 1895, pp 260, 261
- Mishnah Shabbat 33:5, from The Jewish Quarterly Revies, 1985, vol 7, p. 118
- Ia wilson The Shroud of Turin, p. 56-57.
- SF Pellicoli, "Spectral Properties of the Shroud of Turin", Applied Optics, 15 Juni 1980, Volume 19, No. 12, pp. 1913-1920
- Thomas Humber, The Sacred Shroud, p. 187
- Josh Mc Dowel & Don Steward, Jawaban Bagi Pertanyaan Orang yang Belum Percaya, p 165-179.
Blessings in Christ,
BP
December 14, 2006
|